FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.

Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama? - Page 4 Follow_me
@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI


Join the forum, it's quick and easy

FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.

Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama? - Page 4 Follow_me
@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI
FORUM LASKAR ISLAM
Would you like to react to this message? Create an account in a few clicks or log in to continue.

Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama?

Halaman 4 dari 7 Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6, 7  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama? - Page 4 Empty Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama?

Post by mang kok Wed Feb 15, 2012 5:52 pm

First topic message reminder :

Setahu saya mulai dari Adam sampai Yesus, tidak pernah Tuhan memberi pemahaman pada manusia bahwa "AGAMA DAPAT MENYELAMATKAN MANUSIA".
Tuhannya agama Samawi (Yahudi dan Kristen) seperti yang saya ketahui adalah mengajarkan bahwa TUHANLAH SATU-SATUNYA PENYELAMAT.

Tuhan tidak pernah berkata:
"Kamu harus beragama X. Kalau tidak memeluk agama X, kamu akan masuk neraka."

Nabi Muhammad pada abad 7, mengaku penerus ajaran nabi-nabi, tapi dia memberikan ajaran nyeleneh yang sebenarnya itu ajaran kaum sektarian, bukan ajaran dari Tuhan.

Muhammad wrote:
"Masuklah agama X, janganlah sekali-kali kamu mati tidak dalam keadaan beragama X, sebab kalau agamamu bukan X, kamu akan masuk neraka."

Ajaran seperti itu tidak pernah diajarkan oleh nabi-nabi.
Dengan melihat Muhammad dari sisi ini, kita semakin kuat kesimpulan, bahwa Muhammad benar-benar NABI PALSU.
Wajar saja bila Muhammad tidak peduli pada moralitas. Dia mengajarkan bahwa yang penting "ORANG MASUK ISLAM" bukan pada perbaikan moral manusia. Ajaran-ajaran yang diajarkannya adalah ajaran yang merusak. Inti ajarannya adalah
PERMUSUHAN TERHADAP KAFIR.
mang kok
mang kok
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Female
Posts : 157
Join date : 15.02.12
Reputation : 1

Kembali Ke Atas Go down


Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama? - Page 4 Empty Re: Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama?

Post by mang kok Mon Jun 18, 2012 8:39 am

Theleb_boy wrote:
mang kok wrote:
Theleb_boy wrote:
mang kok wrote:
Theleb_boy wrote:

Menurut pendapat pribadi saya Engga Mesti Mas
nah.... jika berkenan mohon disertakan alasanya ya bung... terima kasih
Alasanya : Baik/buruk moral seseorang banyak dipengaruhi banyak hal. Seperti agama, keluarga, lingkungan dan lain sebagainya.
nah lalu bagaimana bung menanggapi jika ada muslim yg bilang, pemeluk agama X biadab, laknatullah, binatang dsb..?
Pemeluk agama yang mana neeh ?? Jika ada Muslim yang berkata demikian tentu dia punya alasan, informasi, fakta, bukti atau apapun sehingga berkata demikian. Dan saya rasa, ini juga berlaku juga untuk non-muslim. Banyak juga tuduhan keji mereka terhadap Allah Subhanahu Wata'ala, Nabi Muhammad Sholallohu 'Alaihi Wassalam, Islam dan Umat Muslim
apakah anda yakin muslim yg bilang begitu moralnya lebih baik dr nonmuslim.?
dilihat dulu dong masalahnya, dan kalau ada non-muslim yang seperti itu bagaimana menurut anda ??
sedangkan persepi kebanyakan muslim menganggap nonmuslim adl kafir yg harus dimusuhi, terlebih dgn atheis..!
Memusuhi yang seperti apa Mas ?? Kita diskusi ini sebenarnya juga "bermusuhan" dalam konteks pemikiran
apakah semua orang arab itu baik? apakah semua orang yahudi, israel itu biadab...?
Jauh bener ke Arab, kita ke rumah kita saja lah yang jangkauanya lebih kecil. Kira2, ada ga satu rumah itu baik semuaa. Istilah orang Jawa : Telur satu Petarangan, biasanya pasti ada yang ga jadi.
itu saja dari saya, semoga kita disini bisa saling "open mind"
Ah, "open Mind" menurut saya cuman basa-basi saja Mas. Kenapa ??
Karena hasil apapun saya yakin tidak akan mempengaruhi keseharian kita.
Yang Muslim tetep Muslim, non-Muslim juga sama.
Menurut saya, kita sudah memasuki ranah "War Mind". Cuman karena efeknya ga berbekas secara fisik jadi ga terlalu berdampak signifikan.

Contoh : saya aja. Kalau misalnya dalam diskusi ini saya mentok, saya tinggal Log Out, ngumpet beberapa waktu, dan nongol lagi sambil berlagak pura-pura bloon, selesai masalah. Apakah ini berdampak pada pemikiran saya ?? Belum tentu, biasanya yang ada malah tambah semangat dalam membela apa yang saya anut (bodoh-bodoh gini juga punya fanatisme)
Terus apakah anda yang melihat ini lantas menganggap saya tidak bermoral ?? Itu terserah anda. Anda punya alasan.

Dan saya tambahin biar rada banyak. Kalau berbicara moral biasanya diikuti dengan aturan.
Saya menganggap saya bermoral karena saya punya aturan bla bla bla bla.
Keluarga saya menganggap saya bermoral karena keluarga saya punya aturan bla bla bla bla.
Kampung saya menganggap saya bermoral karena kampung saya punya aturan bla bla bla bla
Dan, terus naik keatas sampai yang paling tinggi yaitu aturan agama.

Lantas, apakah yang melanggar aturan (dalam level paling rendah aja, yaitu aturan kita pribadi) terus kita anggap tidak bermoral ?

Dan masih banyak lagi ,,,,, piss

nice info
inti dari yg anda jelaskan adalah apapun yang terjadi dalam diskusi ini sebenarnya hanya basa basi saja (boLd) memperdebatkan yg seharusnya tidak perlu diperdebatkan ya bung? boleh juga dong saya beranggapan bahwa moral dalam agama sebenarnya juga hanya basa basi saja.

saya tidak tahu agama mana yg benar, saya juga tidak yakin bahwa apa yg saya anut benar, tapi bukan berarti saya bisa memaksa anda utk ikut dengan saya. sekuat apapun kita beradu argumen, sekukuh apapun kita memegang keyakinan toh bukan kita yg bisa menentukan benar salahnya semua ini.
jika muslim beranggapan agamanya benar, apakah salah jika kristen, buddha, hindu hinggan atheis sekalipun berpedoman bahwa keyakinanya lah yg paling benar. bukannya theis sudah tahu bahwa pembuktian kebenaran adl nanti saat mati / kiamat.
mang kok
mang kok
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Female
Posts : 157
Join date : 15.02.12
Reputation : 1

Kembali Ke Atas Go down

Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama? - Page 4 Empty Re: Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama?

Post by mang kok Mon Jun 18, 2012 8:51 am

hamba tuhan wrote:
kayaknya gak musti beragama deh kalo yg bermoral.... ada jg loh hewan yg bermoral.... nah!!! bagi yg beragama moral tsb dipagari oleh aturan2 agar tdk melanggar.... kalo hewan ga dipagari oleh aturan2, kapan aja bakal dilanggar.......

makanya terserah kita milih moral yg ada aturannya yaitu beragama atau pilih moral yg gada aturannya kayak hewan....

ketiwi
kayanya juga ga musti agama deh yg menjadi pagar. ada jg loh kaum yg mengaku beragama tp kelakuannya seperti binatang.... nah!!! bagi yg bagi yg beragama moral tsb walopun dipagari oleh aturan2 tp masih banyak juga yg melanggar... walopun hewan ga dipagari oleh aturan2, toh saya belum pernah menemukan seekor kucing kawin sama macan ketawa guling
hahaha malah akhir kata diselipkan kata "terserah" kenapa tidak sekalian saja selipkan kata "biar waktu yg menjawab" hihihi kaya abg labil anda bung, susah banget diajak move on ya. kalo sudah itu yg tertulisa ya itu aja sampai kiamat, ga mau geser sedikit pun :lkj: :lkj:

mang kok
mang kok
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Female
Posts : 157
Join date : 15.02.12
Reputation : 1

Kembali Ke Atas Go down

Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama? - Page 4 Empty Re: Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama?

Post by Theleb_boy Mon Jun 18, 2012 9:08 am

inti dari yg anda jelaskan adalah apapun yang terjadi dalam diskusi ini sebenarnya hanya basa basi saja (boLd) memperdebatkan yg seharusnya tidak perlu diperdebatkan ya bung? boleh juga dong saya beranggapan bahwa moral dalam agama sebenarnya juga hanya basa basi saja.

Weeh, langsung maen ke intinya neeh piss
Maksud saya kurang lebih, silahkan kita berdiskusi (jangan berdebat) dan kita kembalikan hasil diskusi kita ke masing-masing.
Anda yang Atheis, menganggap diskusi dengan saya belum memuaskan anda, ya silahkan anda lanjutkan apa yang anda anut. Saya gak memaksa anda untuk mengikuti apa yang saya anut.
Saya hanya ga setuju kalau diskusi kita untuk sekedar "Open Mind". Sekalian saja kita "War Mind". Anda berdiskusi dengan pondasi pemikiran anda, begitu juga saya.

boleh juga dong saya beranggapan bahwa moral dalam agama sebenarnya juga hanya basa basi saja.
Secara pribadi, anda boleh saja beranggapan demikian. Karena itu bisa jadi aturan yang anda bikin sendiri sebagai indikator moral anda.
Kemudian , apakah anda tidak bermoral ?? Anda bermoral menurut aturan anda, belum tentu bagi yang lain yang tidak sesuai dengan anda.

saya tidak tahu agama mana yg benar, saya juga tidak yakin bahwa apa yg saya anut benar, tapi bukan berarti saya bisa memaksa anda utk ikut dengan saya. sekuat apapun kita beradu argumen, sekukuh apapun kita memegang keyakinan toh bukan kita yg bisa menentukan benar salahnya semua ini.
jika muslim beranggapan agamanya benar, apakah salah jika kristen, buddha, hindu hinggan atheis sekalipun berpedoman bahwa keyakinanya lah yg paling benar. bukannya theis sudah tahu bahwa pembuktian kebenaran adl nanti saat mati / kiamat.

Saya hanya bisa mengatakan : Semua agama adalah baik bagi para penganutnya Yang garis bawah ini jangan dihilangkan, karena akan berbeda maknanya.
Saya beragama Islam, saya menganggap Islam paling baik.
Segorowedi beragama Nasrani, Segorowedi menganggap Nasrani paling baik.
Anda Atheis, anda menganggap Atheis paling baik.
Dan anda harus yakin, tidak boleh ragu.
Karena logikanya, ketika anda mengatakan "Saya Atheis" secara tidak langsung anda menerapkan suatu aturan tertentu yang berbeda dengan orang yang beragama.
Masalah anda belum nemu Agama yang benar menurut anda bukan soalan bagi saya.


Maaf Mas, mau Off dulu ya. Jam baca koran neeh piss
Langsung aja di Postkan, InsyaAllah nanti saya tanggapi
Theleb_boy
Theleb_boy
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 198
Location : Purwokerto
Join date : 24.05.12
Reputation : 3

Kembali Ke Atas Go down

Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama? - Page 4 Empty Re: Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama?

Post by hamba tuhan Mon Jun 18, 2012 4:43 pm

mang kok wrote:
hamba tuhan wrote:
kayaknya gak musti beragama deh kalo yg bermoral.... ada jg loh hewan yg bermoral.... nah!!! bagi yg beragama moral tsb dipagari oleh aturan2 agar tdk melanggar.... kalo hewan ga dipagari oleh aturan2, kapan aja bakal dilanggar.......

makanya terserah kita milih moral yg ada aturannya yaitu beragama atau pilih moral yg gada aturannya kayak hewan....

ketiwi
kayanya juga ga musti agama deh yg menjadi pagar. ada jg loh kaum yg mengaku beragama tp kelakuannya seperti binatang.... nah!!! bagi yg bagi yg beragama moral tsb walopun dipagari oleh aturan2 tp masih banyak juga yg melanggar... walopun hewan ga dipagari oleh aturan2, toh saya belum pernah menemukan seekor kucing kawin sama macan ketawa guling
hahaha malah akhir kata diselipkan kata "terserah" kenapa tidak sekalian saja selipkan kata "biar waktu yg menjawab" hihihi kaya abg labil anda bung, susah banget diajak move on ya. kalo sudah itu yg tertulisa ya itu aja sampai kiamat, ga mau geser sedikit pun :lkj: :lkj:


nah... disini anda dah keliatan deh wawasannya msh kurang, perumpamaan sederhana dr saya aja gak anda ngertiin.... bahasa sopan hewan anda bs ubah jd binatang..... makanya sedikitnya saya dah faham anda ini gmn... jd keinget saibaba di MK..... heheee.... aturan adalah pagar, mslah individu lompat pagar itu mah gada sangkut pautnya dgn agama, agama udah membuat batasan2 tertentu.... kalo mau langgar ya ada resikonya.... sedangkan hewan yg bermoral tdk ada aturan2 yg memagarinya... kapan aja dilanggar ya gada resikonya menurut mereka....

mangkok : hahaha malah akhir kata diselipkan kata "terserah" kenapa tidak sekalian saja selipkan kata "biar waktu yg menjawab" hihihi kaya abg labil anda bung, susah banget diajak move on ya. kalo sudah itu yg tertulisa ya itu aja sampai kiamat, ga mau geser sedikit pun

tuh maksudnya apa????? kapan saya pernah posting gtuan? gak sombong deh... asal sopan... insyaallah saya sanggup meladeni anda mau brp halaman.... monggo

ketiwi
hamba tuhan
hamba tuhan
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 1666
Kepercayaan : Islam
Location : Aceh - Pekanbaru
Join date : 07.10.11
Reputation : 19

Kembali Ke Atas Go down

Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama? - Page 4 Empty Re: Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama?

Post by pakdhesam Tue Jul 10, 2012 2:58 pm

MORAL mmg tidak selalu terkait dengan agama yg dipeluk seseorang namun lebih kepada lingkungan yang membentuknya sehari2 sehingga seseorang tumbuh menjadi pribadi mempunyai sifat yg bermoral atau tidak, dan moralpun juga tergantung pada nilai yg berlaku pd suatu masyarakat setempat, contoh : org papua pake koteka aja itu udah bermoral, namun kalo di kampung ane pake koteka aja wah bisa berabe..bs dianggap gila gak ngerti moral dsb.

nah setau saya setiap agama menawarkan nilai moral masing2 masing, misalnya dalam islam diajarkan berbakti kpd org tua, di kristen diajarakan kasih, di budha/hindu juga mirip2 gitu...

jd kalo ada org atheis bersikap "bermoral" itu lebih pd bagaimana lingkungannya mempengaruhinya, dan sikapnya pun juga sesuai "nilai moral" yg berlaku di lingkungannya .

NAMUN SETAU SAYA HANYA ISLAM YANG MENGAJARKAN NILAI MORAL UNIVERSAL dalam tatana yg seimbang antara sisi fundamental dan pragmatis-nya.

sekian dulu komen saya

pakdhesam
pakdhesam
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 168
Kepercayaan : Islam
Location : gorontalo
Join date : 20.06.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama? - Page 4 Empty Re: Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama?

Post by Uriel Sun Jul 15, 2012 1:00 am

mang kok wrote:Setahu saya mulai dari Adam sampai Yesus, tidak pernah Tuhan memberi pemahaman pada manusia bahwa "AGAMA DAPAT MENYELAMATKAN MANUSIA".
Tuhannya agama Samawi (Yahudi dan Kristen) seperti yang saya ketahui adalah mengajarkan bahwa TUHANLAH SATU-SATUNYA PENYELAMAT.

Tuhan tidak pernah berkata:
"Kamu harus beragama X. Kalau tidak memeluk agama X, kamu akan masuk neraka."

Nabi Muhammad pada abad 7, mengaku penerus ajaran nabi-nabi, tapi dia memberikan ajaran nyeleneh yang sebenarnya itu ajaran kaum sektarian, bukan ajaran dari Tuhan.

Muhammad wrote:
"Masuklah agama X, janganlah sekali-kali kamu mati tidak dalam keadaan beragama X, sebab kalau agamamu bukan X, kamu akan masuk neraka."

Ajaran seperti itu tidak pernah diajarkan oleh nabi-nabi.
Dengan melihat Muhammad dari sisi ini, kita semakin kuat kesimpulan, bahwa Muhammad benar-benar NABI PALSU.
Wajar saja bila Muhammad tidak peduli pada moralitas. Dia mengajarkan bahwa yang penting "ORANG MASUK ISLAM" bukan pada perbaikan moral manusia. Ajaran-ajaran yang diajarkannya adalah ajaran yang merusak. Inti ajarannya adalah
PERMUSUHAN TERHADAP KAFIR.
tentu saja tidak
agama cuma buatan manusia..
avatar
Uriel
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 415
Location : bandung
Join date : 01.07.12
Reputation : 9

Kembali Ke Atas Go down

Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama? - Page 4 Empty Re: Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama?

Post by Otak Trailer Sat Jul 21, 2012 3:19 pm

Uriel wrote:
mang kok wrote:Setahu saya mulai dari Adam sampai Yesus, tidak pernah Tuhan memberi pemahaman pada manusia bahwa "AGAMA DAPAT MENYELAMATKAN MANUSIA".
Tuhannya agama Samawi (Yahudi dan Kristen) seperti yang saya ketahui adalah mengajarkan bahwa TUHANLAH SATU-SATUNYA PENYELAMAT.

Tuhan tidak pernah berkata:
"Kamu harus beragama X. Kalau tidak memeluk agama X, kamu akan masuk neraka."

Nabi Muhammad pada abad 7, mengaku penerus ajaran nabi-nabi, tapi dia memberikan ajaran nyeleneh yang sebenarnya itu ajaran kaum sektarian, bukan ajaran dari Tuhan.

Muhammad wrote:
"Masuklah agama X, janganlah sekali-kali kamu mati tidak dalam keadaan beragama X, sebab kalau agamamu bukan X, kamu akan masuk neraka."

Ajaran seperti itu tidak pernah diajarkan oleh nabi-nabi.
Dengan melihat Muhammad dari sisi ini, kita semakin kuat kesimpulan, bahwa Muhammad benar-benar NABI PALSU.
Wajar saja bila Muhammad tidak peduli pada moralitas. Dia mengajarkan bahwa yang penting "ORANG MASUK ISLAM" bukan pada perbaikan moral manusia. Ajaran-ajaran yang diajarkannya adalah ajaran yang merusak. Inti ajarannya adalah
PERMUSUHAN TERHADAP KAFIR.
tentu saja tidak
agama cuma buatan manusia..
en elo is penganut salah satu agama yg elo yakini benar. :diem
Otak Trailer
Otak Trailer
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 542
Location : kolong tanah
Join date : 11.02.12
Reputation : 4

Kembali Ke Atas Go down

Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama? - Page 4 Empty Re: Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama?

Post by Uriel Wed Jul 25, 2012 12:47 am

Otak Trailer wrote:
Uriel wrote:
mang kok wrote:Setahu saya mulai dari Adam sampai Yesus, tidak pernah Tuhan memberi pemahaman pada manusia bahwa "AGAMA DAPAT MENYELAMATKAN MANUSIA".
Tuhannya agama Samawi (Yahudi dan Kristen) seperti yang saya ketahui adalah mengajarkan bahwa TUHANLAH SATU-SATUNYA PENYELAMAT.

Tuhan tidak pernah berkata:
"Kamu harus beragama X. Kalau tidak memeluk agama X, kamu akan masuk neraka."

Nabi Muhammad pada abad 7, mengaku penerus ajaran nabi-nabi, tapi dia memberikan ajaran nyeleneh yang sebenarnya itu ajaran kaum sektarian, bukan ajaran dari Tuhan.

Muhammad wrote:
"Masuklah agama X, janganlah sekali-kali kamu mati tidak dalam keadaan beragama X, sebab kalau agamamu bukan X, kamu akan masuk neraka."

Ajaran seperti itu tidak pernah diajarkan oleh nabi-nabi.
Dengan melihat Muhammad dari sisi ini, kita semakin kuat kesimpulan, bahwa Muhammad benar-benar NABI PALSU.
Wajar saja bila Muhammad tidak peduli pada moralitas. Dia mengajarkan bahwa yang penting "ORANG MASUK ISLAM" bukan pada perbaikan moral manusia. Ajaran-ajaran yang diajarkannya adalah ajaran yang merusak. Inti ajarannya adalah
PERMUSUHAN TERHADAP KAFIR.
tentu saja tidak
agama cuma buatan manusia..
en elo is penganut salah satu agama yg elo yakini benar. :diem

kristen artinya pengikut kristus...bukan agama
saya tidak tau anda dulunya beragama apa
kalau anda dulunya kristen saya sangat terkejut
avatar
Uriel
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 415
Location : bandung
Join date : 01.07.12
Reputation : 9

Kembali Ke Atas Go down

Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama? - Page 4 Empty Re: Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama?

Post by mang kok Wed Jul 25, 2012 1:25 am

Uriel wrote:
mang kok wrote:Setahu saya mulai dari Adam sampai Yesus, tidak pernah Tuhan memberi pemahaman pada manusia bahwa "AGAMA DAPAT MENYELAMATKAN MANUSIA".
Tuhannya agama Samawi (Yahudi dan Kristen) seperti yang saya ketahui adalah mengajarkan bahwa TUHANLAH SATU-SATUNYA PENYELAMAT.

Tuhan tidak pernah berkata:
"Kamu harus beragama X. Kalau tidak memeluk agama X, kamu akan masuk neraka."

Nabi Muhammad pada abad 7, mengaku penerus ajaran nabi-nabi, tapi dia memberikan ajaran nyeleneh yang sebenarnya itu ajaran kaum sektarian, bukan ajaran dari Tuhan.

Muhammad wrote:
"Masuklah agama X, janganlah sekali-kali kamu mati tidak dalam keadaan beragama X, sebab kalau agamamu bukan X, kamu akan masuk neraka."

Ajaran seperti itu tidak pernah diajarkan oleh nabi-nabi.
Dengan melihat Muhammad dari sisi ini, kita semakin kuat kesimpulan, bahwa Muhammad benar-benar NABI PALSU.
Wajar saja bila Muhammad tidak peduli pada moralitas. Dia mengajarkan bahwa yang penting "ORANG MASUK ISLAM" bukan pada perbaikan moral manusia. Ajaran-ajaran yang diajarkannya adalah ajaran yang merusak. Inti ajarannya adalah
PERMUSUHAN TERHADAP KAFIR.
tentu saja tidak
agama cuma buatan manusia..
nice info
iya dan YESUS juga manusia, punya rasa punya hati jgn samakan dengan pisau belati :got:
malah anehnya lagi bung... ketika yesus tidak membuat agama tp malah penganutnya yg membuat istilah KRISTEN ketawa guling
mang kok
mang kok
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Female
Posts : 157
Join date : 15.02.12
Reputation : 1

Kembali Ke Atas Go down

Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama? - Page 4 Empty Re: Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama?

Post by Otak Trailer Wed Jul 25, 2012 1:21 pm

mang kok wrote:
Uriel wrote:
mang kok wrote:Setahu saya mulai dari Adam sampai Yesus, tidak pernah Tuhan memberi pemahaman pada manusia bahwa "AGAMA DAPAT MENYELAMATKAN MANUSIA".
Tuhannya agama Samawi (Yahudi dan Kristen) seperti yang saya ketahui adalah mengajarkan bahwa TUHANLAH SATU-SATUNYA PENYELAMAT.

Tuhan tidak pernah berkata:
"Kamu harus beragama X. Kalau tidak memeluk agama X, kamu akan masuk neraka."

Nabi Muhammad pada abad 7, mengaku penerus ajaran nabi-nabi, tapi dia memberikan ajaran nyeleneh yang sebenarnya itu ajaran kaum sektarian, bukan ajaran dari Tuhan.

Muhammad wrote:
"Masuklah agama X, janganlah sekali-kali kamu mati tidak dalam keadaan beragama X, sebab kalau agamamu bukan X, kamu akan masuk neraka."

Ajaran seperti itu tidak pernah diajarkan oleh nabi-nabi.
Dengan melihat Muhammad dari sisi ini, kita semakin kuat kesimpulan, bahwa Muhammad benar-benar NABI PALSU.
Wajar saja bila Muhammad tidak peduli pada moralitas. Dia mengajarkan bahwa yang penting "ORANG MASUK ISLAM" bukan pada perbaikan moral manusia. Ajaran-ajaran yang diajarkannya adalah ajaran yang merusak. Inti ajarannya adalah
PERMUSUHAN TERHADAP KAFIR.
tentu saja tidak
agama cuma buatan manusia..
nice info
iya dan YESUS juga manusia, punya rasa punya hati jgn samakan dengan pisau belati :got:
malah anehnya lagi bung... ketika yesus tidak membuat agama tp malah penganutnya yg membuat istilah KRISTEN ketawa guling
:lkj: keren..bung,kira-kira dapet darimane ya istilah kristen? lol
Otak Trailer
Otak Trailer
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 542
Location : kolong tanah
Join date : 11.02.12
Reputation : 4

Kembali Ke Atas Go down

Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama? - Page 4 Empty Re: Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama?

Post by Uriel Sat Jul 28, 2012 11:06 pm

mang kok wrote:
Uriel wrote:
mang kok wrote:Setahu saya mulai dari Adam sampai Yesus, tidak pernah Tuhan memberi pemahaman pada manusia bahwa "AGAMA DAPAT MENYELAMATKAN MANUSIA".
Tuhannya agama Samawi (Yahudi dan Kristen) seperti yang saya ketahui adalah mengajarkan bahwa TUHANLAH SATU-SATUNYA PENYELAMAT.

Tuhan tidak pernah berkata:
"Kamu harus beragama X. Kalau tidak memeluk agama X, kamu akan masuk neraka."

Nabi Muhammad pada abad 7, mengaku penerus ajaran nabi-nabi, tapi dia memberikan ajaran nyeleneh yang sebenarnya itu ajaran kaum sektarian, bukan ajaran dari Tuhan.

Muhammad wrote:
"Masuklah agama X, janganlah sekali-kali kamu mati tidak dalam keadaan beragama X, sebab kalau agamamu bukan X, kamu akan masuk neraka."

Ajaran seperti itu tidak pernah diajarkan oleh nabi-nabi.
Dengan melihat Muhammad dari sisi ini, kita semakin kuat kesimpulan, bahwa Muhammad benar-benar NABI PALSU.
Wajar saja bila Muhammad tidak peduli pada moralitas. Dia mengajarkan bahwa yang penting "ORANG MASUK ISLAM" bukan pada perbaikan moral manusia. Ajaran-ajaran yang diajarkannya adalah ajaran yang merusak. Inti ajarannya adalah
PERMUSUHAN TERHADAP KAFIR.
tentu saja tidak
agama cuma buatan manusia..
nice info
iya dan YESUS juga manusia, punya rasa punya hati jgn samakan dengan pisau belati :got:
malah anehnya lagi bung... ketika yesus tidak membuat agama tp malah penganutnya yg membuat istilah KRISTEN ketawa guling
kristen=pengikut kristus
terus salahnya dimana dengan istilah "kristen"??
anda dulu kristen??
bingung
avatar
Uriel
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 415
Location : bandung
Join date : 01.07.12
Reputation : 9

Kembali Ke Atas Go down

Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama? - Page 4 Empty Re: Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama?

Post by Otak Trailer Mon Jul 30, 2012 2:52 pm

Uriel wrote:
mang kok wrote:
Uriel wrote:
mang kok wrote:Setahu saya mulai dari Adam sampai Yesus, tidak pernah Tuhan memberi pemahaman pada manusia bahwa "AGAMA DAPAT MENYELAMATKAN MANUSIA".
Tuhannya agama Samawi (Yahudi dan Kristen) seperti yang saya ketahui adalah mengajarkan bahwa TUHANLAH SATU-SATUNYA PENYELAMAT.

Tuhan tidak pernah berkata:
"Kamu harus beragama X. Kalau tidak memeluk agama X, kamu akan masuk neraka."

Nabi Muhammad pada abad 7, mengaku penerus ajaran nabi-nabi, tapi dia memberikan ajaran nyeleneh yang sebenarnya itu ajaran kaum sektarian, bukan ajaran dari Tuhan.

Muhammad wrote:
"Masuklah agama X, janganlah sekali-kali kamu mati tidak dalam keadaan beragama X, sebab kalau agamamu bukan X, kamu akan masuk neraka."

Ajaran seperti itu tidak pernah diajarkan oleh nabi-nabi.
Dengan melihat Muhammad dari sisi ini, kita semakin kuat kesimpulan, bahwa Muhammad benar-benar NABI PALSU.
Wajar saja bila Muhammad tidak peduli pada moralitas. Dia mengajarkan bahwa yang penting "ORANG MASUK ISLAM" bukan pada perbaikan moral manusia. Ajaran-ajaran yang diajarkannya adalah ajaran yang merusak. Inti ajarannya adalah
PERMUSUHAN TERHADAP KAFIR.
tentu saja tidak
agama cuma buatan manusia..
nice info
iya dan YESUS juga manusia, punya rasa punya hati jgn samakan dengan pisau belati :got:
malah anehnya lagi bung... ketika yesus tidak membuat agama tp malah penganutnya yg membuat istilah KRISTEN ketawa guling
kristen=pengikut kristus
terus salahnya dimana dengan istilah "kristen"??
anda dulu kristen??
bingung
baca noh ketika yesus tidak membuat agama tp malah penganutnya yg membuat istilah KRISTEN.

Kristen is BUATAN MANUSIA.Sama is Eslam.All is BUATAN MANUSIA...
:he\'em :he\'em
Otak Trailer
Otak Trailer
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 542
Location : kolong tanah
Join date : 11.02.12
Reputation : 4

Kembali Ke Atas Go down

Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama? - Page 4 Empty Re: Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama?

Post by mang kok Sat Aug 04, 2012 12:40 pm

ngupil para pengikut kristus kemana ya....?
mang kok
mang kok
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Female
Posts : 157
Join date : 15.02.12
Reputation : 1

Kembali Ke Atas Go down

Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama? - Page 4 Empty Re: Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama?

Post by Uriel Sun Aug 05, 2012 1:53 am

Otak Trailer wrote:
Uriel wrote:
mang kok wrote:
Uriel wrote:
mang kok wrote:Setahu saya mulai dari Adam sampai Yesus, tidak pernah Tuhan memberi pemahaman pada manusia bahwa "AGAMA DAPAT MENYELAMATKAN MANUSIA".
Tuhannya agama Samawi (Yahudi dan Kristen) seperti yang saya ketahui adalah mengajarkan bahwa TUHANLAH SATU-SATUNYA PENYELAMAT.

Tuhan tidak pernah berkata:
"Kamu harus beragama X. Kalau tidak memeluk agama X, kamu akan masuk neraka."

Nabi Muhammad pada abad 7, mengaku penerus ajaran nabi-nabi, tapi dia memberikan ajaran nyeleneh yang sebenarnya itu ajaran kaum sektarian, bukan ajaran dari Tuhan.



Ajaran seperti itu tidak pernah diajarkan oleh nabi-nabi.
Dengan melihat Muhammad dari sisi ini, kita semakin kuat kesimpulan, bahwa Muhammad benar-benar NABI PALSU.
Wajar saja bila Muhammad tidak peduli pada moralitas. Dia mengajarkan bahwa yang penting "ORANG MASUK ISLAM" bukan pada perbaikan moral manusia. Ajaran-ajaran yang diajarkannya adalah ajaran yang merusak. Inti ajarannya adalah
PERMUSUHAN TERHADAP KAFIR.
tentu saja tidak
agama cuma buatan manusia..
nice info
iya dan YESUS juga manusia, punya rasa punya hati jgn samakan dengan pisau belati :got:
malah anehnya lagi bung... ketika yesus tidak membuat agama tp malah penganutnya yg membuat istilah KRISTEN ketawa guling
kristen=pengikut kristus
terus salahnya dimana dengan istilah "kristen"??
anda dulu kristen??
bingung
baca noh ketika yesus tidak membuat agama tp malah penganutnya yg membuat istilah KRISTEN.

Kristen is BUATAN MANUSIA.Sama is Eslam.All is BUATAN MANUSIA...
:he\'em :he\'em
lha,,terus masalahnya dimana..
yesus gk pernah mendirikan agama
kami yang mengitu yesus lah yang disebut kristen
kristen jadi agama...itulah yang hasil kerjaan manusia
yhwh juga gk pernah mendirikan agama
gk ada kata satu pun kata agama di alkitab
makanya yang pertama kali membuat saya menolak islam adalah konsep "tuhan menurunkan agama"
sangat tidak masuk akal
avatar
Uriel
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 415
Location : bandung
Join date : 01.07.12
Reputation : 9

Kembali Ke Atas Go down

Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama? - Page 4 Empty Re: Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama?

Post by Sombrero Sun Aug 05, 2012 3:14 am

lha,,terus masalahnya dimana.. yesus gk pernah mendirikan agama kami yang mengitu yesus lah yang disebut kristen kristen jadi agama...itulah yang hasil kerjaan manusia yhwh juga gk pernah mendirikan agama gk ada kata satu pun kata agama di alkitab
makanya yang pertama kali membuat saya menolak islam adalah konsep "tuhan menurunkan agama" sangat tidak masuk akal

kebanyakan kristen memang menolak konsep AGAMA, karena konsep Theologis kristen rada aneh dan berbau tahayul, dalam islam dikenal dengan istilah 'mencari Ridha Allah' sementara, bagi kristen justru tuhan akan mancari umatnya, itu sebabnya, (konon kabarnya) Tuhan Kristen rela berkorban demi umatnya.

Nah, makanya Krsiten tidak mengenal istilah ajaran kristen itu disebut Agama, disebabkan Tuhanlah yang melayani umatnya, tuhan sama seperti Polisi, suka mengayomi dan melayani, sementara islam tidak, Umatnyalah yang harus mencari2 dan mendekatkan diri pada tuhan, walau tuhan itu lebih dekat dari urat leher Muslim.

NAH, sementara konsep PAGAN yang dibangun kristen adalah :

"sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."


TAPI, istilah pendekatan Theologis yang dikembangkan kristen saat ini dengan menolak ajaran Paulus sebagai agama, mengapa dulu ada orang Yahudi dan Farisi yang menyebut Yudaism Musa sebagai Agama? dan Yesus sendiri menjelaskan ajarannya juga merupakan agama?

Matius 5:20
Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.



Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama? - Page 4 346245843
avatar
Sombrero
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Age : 23
Posts : 535
Location : JAKARTA
Join date : 06.07.12
Reputation : 5

Kembali Ke Atas Go down

Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama? - Page 4 Empty Re: Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama?

Post by Otak Trailer Mon Aug 06, 2012 1:35 pm

Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama? - Page 4 Atomic
Otak Trailer
Otak Trailer
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 542
Location : kolong tanah
Join date : 11.02.12
Reputation : 4

Kembali Ke Atas Go down

Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama? - Page 4 Empty Re: Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama?

Post by Otak Trailer Mon Aug 06, 2012 1:47 pm

Uriel wrote:
Otak Trailer wrote:
Uriel wrote:
mang kok wrote:
Uriel wrote:
tentu saja tidak
agama cuma buatan manusia..
nice info
iya dan YESUS juga manusia, punya rasa punya hati jgn samakan dengan pisau belati :got:
malah anehnya lagi bung... ketika yesus tidak membuat agama tp malah penganutnya yg membuat istilah KRISTEN ketawa guling
kristen=pengikut kristus
terus salahnya dimana dengan istilah "kristen"??
anda dulu kristen??
bingung
baca noh ketika yesus tidak membuat agama tp malah penganutnya yg membuat istilah KRISTEN.

Kristen is BUATAN MANUSIA.Sama is Eslam.All is BUATAN MANUSIA...
:he\'em :he\'em
lha,,terus masalahnya dimana..
yesus gk pernah mendirikan agama
kami yang mengitu yesus lah yang disebut kristen
kristen jadi agama...itulah yang hasil kerjaan manusia
yhwh juga gk pernah mendirikan agama
gk ada kata satu pun kata agama di alkitab
makanya yang pertama kali membuat saya menolak islam adalah konsep "tuhan menurunkan agama"
sangat tidak masuk akal
makanye lo pencerahan kasi gw,so gw know what is agama menurut opni lo punya,man!!!
except otak kosong isi petasan doang wkwkwkwk Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama? - Page 4 Atomic
Otak Trailer
Otak Trailer
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 542
Location : kolong tanah
Join date : 11.02.12
Reputation : 4

Kembali Ke Atas Go down

Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama? - Page 4 Empty Re: Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama?

Post by Uriel Wed Aug 22, 2012 12:11 pm

si OT ini sebenarnya agnostic ato atheis??
bingung saya..
avatar
Uriel
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 415
Location : bandung
Join date : 01.07.12
Reputation : 9

Kembali Ke Atas Go down

Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama? - Page 4 Empty Re: Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama?

Post by Otak Trailer Mon Sep 03, 2012 11:38 am

Uriel wrote:si OT ini sebenarnya agnostic ato atheis??
bingung saya..
nubie man??
pake nanya gw is siapa.

noh,agama is moral or moral is agama?
tanya apa di answer apa Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama? - Page 4 Pcwhack
Otak Trailer
Otak Trailer
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 542
Location : kolong tanah
Join date : 11.02.12
Reputation : 4

Kembali Ke Atas Go down

Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama? - Page 4 Empty Re: Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama?

Post by Uriel Tue Sep 04, 2012 12:58 am

Otak Trailer wrote:
Uriel wrote:si OT ini sebenarnya agnostic ato atheis??
bingung saya..
nubie man??
pake nanya gw is siapa.

noh,agama is moral or moral is agama?
tanya apa di answer apa Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama? - Page 4 Pcwhack
soalnya elo banci
gk jelas atheis apa agnostic
kadang2 ngaku atheis kadang2 agnostic
ato elo masi ragu dengan ke atheisan mu??
avatar
Uriel
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 415
Location : bandung
Join date : 01.07.12
Reputation : 9

Kembali Ke Atas Go down

Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama? - Page 4 Empty Re: Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama?

Post by keroncong Thu Jan 03, 2013 2:05 am

"Tahukah engkau orang yang menjadikan hawa-nafsunya sebagai Tuhannya? Apakah engkau dapat menjadi pemelihara (yang bertanggung jawab) atasnya? Ataukah engkau menyangka kebanyakan mereka itu dapat mendengar dan memahami. Mereka itu seperti ternak, bahkan lebih sesat jalan hidupnya." (Al-Furqaan: 43--44).

Kalau memeluk agama sama dengan kebodohan tentu Anda lebih menyukai hidup tanpa agama. Kalau agama itu sama dengan beban yang memberatkan jiwa, atau cenderung kepada kehinaan dan kenistaan,
atau sama dengan gejolak rasialisme, tentu Anda lebih menyukai hidup tanpa agama! Tetapi, agama bukanlah seperti itu semua, bahkan menentang semuanya itu. Orang-orang ateis demikian buruknya mencampuradukkan antara kebenaran yang diturunkan Allah dan kebatilan yang dibuat oleh manusia atas dorongan nafsunya, kemudian menganggapnya sebagai agama. Orang yang mengetengahkan suatu kebatilan sebagai agama adalah pendusta, dan mengmgkari apa yang diketengahkannya itu berarti hukumnya wajib.

Manusia dalam zaman kita sekarang ini terbagi-bagi dalam beberapa golongan yang berlainan. Di antara mereka ada yang mengingkari ketuhanan dan membayangkan bahwa alam semesta ini tidak diciptakan oleh Tuhan. Ada pula yang mengakui ketuhanan secara tidak jelas dan menganggap semua agama besar adalah sama dalam hal metode ajarannya ataupun nilainya. Ada juga yang memeluk agama Yahudi atau Nasrani dan tidak bemiat meninggalkan dua agama itu selama-lamanya. Selain itu ada pula yang menganut paganisme yang tak mau tahu kepada agama lain, dan ada juga yang memeluk agama Islam,
rela dan puas bertuhan hanya kepada Allah, rela dan puas menerima Islam sebagai agama serta mengakui Muhammad saw sebagai nabi dan rasul.

Di kalangan kaum muslim terdapat orang-orang yang berpikir kacau, yaitu mereka yang hidup menurut apa saja yang mereka warisi dari nenek moyang. Berbagai macam sunah, berbagai macam bid'ah,
pengetahuan, kebodohan, petunjuk yang benar dan hawa nafsu--semuanya dicampur aduk. Di antara mereka itu terdapat pula para da'i yang menyerukan kebenaran sebagaimana yang pada zaman dahulu dilaksanakan oleh kaum salaf (generasi pertama umat Islam) terkernuka. Dalam perjalanan sejarah sedikit demi sedikit mereka makin terpencil, dan pada zaman kita sekarang ini mereka amat sedikit jumlahnya. Kesulitan yang dialami oleh para da'i sebenarnya datang dari gambaran tentang penampilan Islam di dunia Islam. Gambaran itu membuat orang yang lurus di negeri-negeri lain menjauhkan din dari Islam.

Seumpama di suatu negeri Islam yang merdeka orang dapat membantah pemerintahannya tanpa rasa takut, atau dapat menentang pendapat kepala negaranya tanpa perasaan cemas, sebagaimana pada zaman
dahulu dilakukan oleh kaum muslim terhadap dua orang khalifahnya, Abu Bakar Shiddiq dan 'Umar ibn Khaththab. Seandainya penguasa negeri itu berkata kepada seseorang, "Hai, engkau harus memeluk
agama Tauhid, karena itulah agama yang benar," kemudian jika orang itu menjawab, "Tidak," ia lalu diancam hendak dibuang atau dipancung kepalanya. Apakah Anda mengira bahwa orang itu benar-benar memeluk Islam? Tidak, sama sekali tidak! Apakah yang menarik hati orang itu sehingga ia memeluk suatu agama yang penguasanya dapat berbuat menghancurkan kota dan mengubur 30.000 sosok mayat di bawah reruntuhan puing-puing? Setelah itu sang penguasa lalu menjadi orang yang "berwibawa", "terjaga keamanannya" dan "diagung-agungkan" melalui berbagai sarana penerangan dan media massa, baik yang dekat maupun yang jauh jangkauannya?

Orang itu sesungguhnya tetap kafir, ia tidak rela masuk ke dalam lingkungan mengerikan itu. Lantas, siapakah yang harus bertanggung jawab atas terjadinya peristiwa seperti itu? Tentu para politikus zalim yang tidak menghayati agama dan sibuk memfitnah Islam melalui kekuasaan yang ada pada mereka. Di sana terdapat pula orang-orang yang sibuk dengan pelbagai macam "ilmu agama'' yang menggambarkan
agama Islam sebagai penjara dan membuat kaum wanita menjadi bodoh. Mereka sibuk membuat peraturan-peraturan yang menonjolkan kelemahan kaum wanita, seolah-olah kaum wanita merupakan sejenis manusia yang boleh diperkosa hak-haknya; boleh direndahkan kedudukannya; boleh diremehkan akal pikirannya; dan kehadirannya di lapangan ilmu pengetahuan, peribadatan, dan perjuangan dipandang aneh, bahkan mengemudikan mobil pun dicela. Tidaklah mengherankan kalau agama Islam digambarkan demikian itu, sehingga menyebabkan kaum wanita di timur maupun barat
enggan memeluknya. Mereka tentu berpikir bahwa menghindari agama adalah lebih baik! Pikiran mereka yang demikian itu pasti didukung oleh beribu-ribu kaum pria. Fitnah yang dilakukan orang terhadap agama Islam dengan cara seperti itu benar-benar sangat memprihatinkan.

Saya teringat sebuah cerita di kalangan orang-orang Badui yang mengatakan, "Pada suatu hari ada orang yang menawarkan untanya di pasar dengan harga satu dirham, tetapi dengan syarat tali kekangnya pun harus dibeli juga dengan harga 10.000 dirham." Orang-orang yang mendengar penawaran itu pun berkata, "Seumpama tidak ada tali yang terkutuk itu alangkah murah harga untanya." Memang benar, alangkah mudahnya memeluk agama Islam seumpama tidak ada orang-orang yang menyebar berbagai macam fitnah!

Sekarang kami bertanya, "Apakah seorang ateis yang mengingkari Tuhan dan tidak percaya bahwa kelak ia akan dihadapkan kepada-Nya dapat menjadi orang yang lurus dan bijaksana?" Kami jawab, bahwa
makhluk yang demikian itu sungguh-sungguh tidak sehat penglihatan mata hatinya dan perilakunya. Sikapnya yang ingkar tethadap Tuhannya jauh lebih jahat daripada sikap seorang anak yang berani melawan ayah-bundanya yang penuh kasih-sayang. Orang itu mungkin saja berilmu pengetahuan, akan tetapi hal itu tidak menghilangkan kerendahan budinya. Di masa lalu Amerika Serikat pernah menjatuhkan hukuman mati terhadap seorang ilmuwan nuklir yang menyerahkan rahasia-rahasia tugas pekerjaannya kepada Rusia. Oleh pemerintah Amerika Serikat, ia dipandang sebagai pelaku kejahatan besar karena telah mengkhianati tanah air dan bangsanya. Apakah tanah air itu? la adalah sekeping bumi. Apakah bangsa itu? la adalah sekelompok manusia. Bagaimanakah orang yang mengkhianati Tuhan Penguasa bumi dan langit serta Penguasa seluruh umat manusia? Apakah ia tidak dianggap berbuat kejahatan?

Kebesaran yang dimiliki seseorang tidak dapat menangkal penyakit berbahaya yang menimpanya. Ada kalanya seorang yang mempunyai pandangan tajam diserang penyakit kanker yang menyebabkan kematiannya. Kekuatan dan ketajaman pandangannya temyata tidak berguna untuk menolak penyakitnya yang parah. Demikian pula orang yang mengingkari Tuhan dan menolak agama-Nya. Betapa pun tinggi ilmunya di bidang tertentu ia adalah orang yang tidak sehat jiwanya, tidak lurus jalan pikirannya, dan patut dikhawatirkan tingkah-lakunya. Bahkan, sesungguhnya ia lebih dekat kepada hewan daripada manusia. Pengabdiannya kepada hawa nafsu membuatnya selalu pesimis terhadap dirinya sendiri dan orang-orang yang di dekatnya. Allah menghukumnya dalam kehidupan dunia; dan menjadikan kecerdasannya sebagai musuhnya sendiri; dan menggali liang kuburnya dengan tangannya sendiri. Firman Allah dalam Alquran al-Karim melukiskan orang-orang yang hidup mengabdi hawa-nafsunya, menolak hidayah Ilahi dan tidak mengharapkan inayah dan rahmah-Nya, sebagai berikut:
"Tahukah engkau orang yang menjadikan hawa-nafsunya sebagai Tuhannya? Apakah engkau dapat menjadi pemelihara (yang bertanggung jawab) atasnya? Ataukah engkau menyangka kebanyakan mereka itu dapat mendengar dan memahami. Mereka itu seperti ternak, bahkan lebih sesat jalan hidupnya." (Al-Furqaan: 43--44).

Anda tentu melihat bahwa di berbagai negeri Arab terdapat banyak orang yang condong kepada sekularisme. Mereka berusaha keras menyingkirkan pengaruh Islam dari lapangan pendidikan, perundang-undangan, kebudayaan dan pengarahan.

Cobalah Anda perhatikan sungguh-sungguh bagaimana wajah mereka dan kegiatan mereka. Anda tidak akan dapat melihat adanya tanda-tanda yang menunjukkan bahwa mereka itu berjiwa sehat dan
berpikir cermat. Di antara mereka itu terdapat orang-orang yang mengaku "muslim", tetapi tidak menyukai ketentuan yang telah diturunkan oleh Allah. Di antara mereka itu ada pula para ahli kitab
yang menggabungkan diri dengan setiap kekuatan yang memusuhi Islam untuk memperoleh banyak pengikut di kalangan kaum awam, dan sekaligus untuk melampiaskan kedengkiannya. Sekalipun demikian, mereka pura-pura memperlihatkan sikap tak berpihak! Orang-orang seperti itu tidak mungkin dapat disebut manusia yang lurus dan bijaksana. Sebab, kalau benar-benar mereka mempunyai
kesadaran rasonal yang semumi-murninya tentu mereka tahu bahwa Isra'il mempersenjatai din dengan akidah yang agresif dan politik yang memperalat agama untuk merampas tanah air bangsa lain dan menginjak-injak kehormatannya. Bagaimanakah orang dapat menerima agama yang agresif juga membenarkan garis politiknya dan menghormati kekuasaannya? Mereka malah menolak agama yang membela tanah air, bahkan menganggap kehadirannya di lapangan pendidikan untuk memperkuat ketahanan nasional sebagai politik kolot yang harus dijauhkan. Persoalannya adalah karena di sini agama Islam, dan di sana agama Yahudi! Bukanlah soal politik dalam agama kalau Islam berjuang
membela tanah air. Negara-negara Arab pasti akan ambruk jika zionisme dibiarkan merajalela, apalagi kalau politik negara-negara itu memandang zionisme sebagai hikmah dan kemajuan! Bukanlah nalar sehat dan bukan pula suatu kebijakan jika orang menolak kenabian Muhammad saw, atau membenci manusia besar itu dan menyerangnya.

Kita tentu tertawa geli bila mendengar ada orang yang berpendapat bahwa bumi ini berbentuk segitiga atau segiempat, atau bila mendengar ada orang yang mengatakan bahwa Nabi Musa as itu lahir di Amerika Serikat. Bagaimana kita tidak tertawa kalau kita mendengar orang mengatakan, Budha itu tuhan, sedangkan Muhammad saw adalah penyamun?! Bagaimana kita tidak tertawa geli jika ada orang yang berpendapat bahwa Islam itu agama penyembah berhala yang menginjak-injak kehormatan manusia, atau tidak mengerti bahwa Islam itu agama tauhid (agama yang mengesakan Tuhan) dan agama yang suci?! Kalau orang yang demikian itu bukan pura-pura tidak tahu, ia pasti orang pandir, dan orang pandir tidak mungkin dapat disebut lurus dan bijaksana. Ada kalanya kepandiran dapat dijadikan alasan untuk membebaskan orang dan tanggung jawab moral pada saat ia bertindak menyalahi ketentuan
hukum. Tetapi, kepandiran tidak akan dapat dijadikan dalih untuk membagus-baguskan orang yang bersangkutan.

Ada sementara orang Yahudi yang percaya bahwa Tuhan bergulat dengan Israil hingga nyaris
jatuh tersungkur di hadapannya. Sementara itu orang-orang Nasrani percaya bahwa seorang bayi lahir dalam keadaan menanggung laknat dosa kesalahan yang dilakukan oleh Adam, dan jika orang tidak percaya bahwa Isa as mati di kayu salib untuk menebus dosa manusia maka orang yang tidak percaya itulah yang terkena kutukan abadi!

Orang boleh mempunyai kepercayaan apa saja, tetapi janganlah ia melampaui batas lingkungan dan kedudukannya sendiri dan jangan pula mendusta-dustakan seorang nabi dan rasul yang datang untuk
menjemihkan agama-agama Tuhan dan pencemaran, dan menegur manusia yang lari meninggalkan kebenaran Allah dengan menyampaikan firman-Nya, "Ataukah belum pernah diberitakan kepadanya apa yang terdapat di dalam kitab suci (yang diturunkan Allah) kepada Musa, dan (di dalam) kitab suci (yang diturunkan Allah) kepada lbrahim, orang yang selalu menepati janji? Yaitu, bahwasanya orang yang berdosa tidak memikul dosa orang lain, dan bahwasanya seorang manusia tidak memperoleh selain apa yang telah diusahakannya, dan bahwa usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya), kemudian ia akan diberi balasan yang sepadan." (An-Najm: 36--41).

Ayat-ayat suci tersebut di atas ibarat dentang suara lonceng yang membangkitkan perasaan takut dan menggugah kesadaran untuk berhati-hati dan selalu ingat. Atau, ibarat rambu-rambu yang harus diindahkan orang yang melintasi berbagai persimpangan jalan agar dapat sampai ke arah yang dituju dan tidak tersesat.

Tidak mengenal Islam adalah suatu kekurangan yang amat fatal, dan orang tidak akan dapat menyempumakan dirinya kecuali dengan Islam. Bagaimana orang dapat membersihkan din jika ia tidak merasa butuh kepada taufik dan hidayah llahi, kepada janji pahala dan hukuman siksa-Nya; dan bagaimana pula kalau hatinya tidak pemah sedetik pun merasa tunduk kepada-Nya, dan tidak juga pemah berucap, "Ya Allah, ampunilah kesalahanku pada hari Kebangkitan kelak?"

Sumber: Al-Ghazali Menjawab, Muhammad al-Ghazali
keroncong
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 70
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 67

Kembali Ke Atas Go down

Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama? - Page 4 Empty Re: Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama?

Post by Otak Trailer Sat Apr 27, 2013 11:56 pm

Dan terbukti bahwa theis justru merusak kehidupan di muka bumi.Kristen,Islam,Hindu,Budha dan Jewish are sama saja.
Otak Trailer
Otak Trailer
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 542
Location : kolong tanah
Join date : 11.02.12
Reputation : 4

Kembali Ke Atas Go down

Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama? - Page 4 Empty Re: Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama?

Post by Emiliana Mon Jun 24, 2013 5:37 pm

wah byk jg yg berkomentar..ikutan ah mandi

jwban dr lubuk hati sy: ga usah
jwban yg WAJIB di Indonesia: harus (klo ga nanti dibantai)

PS: Saudara OT, Buddha itu agama yg spesial di Indonesia lho, ajarannya non-theis...trus di mana bukti kalau ada kekerasan yg mengatasnamakan penyebaran ajaran Buddha? Secara di buku2 agama Buddha ditulis: lebih dari 2500 tahun ajaran Buddha berkembang, tidak ada setetes darah pun yg tumpah atas nama penyebarannya. Senjata yg dipakai cuman satu, yakni pedang utk menghancurkan batin yg kotor. Begitu besar klaim ini dan begitu berani diucapkan para Buddhis, sy kira ada alasan tertentu, bahwa sesungguhnya itulah fakta :)
Emiliana
Emiliana
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Female
Posts : 258
Kepercayaan : Budha
Location : apa penting
Join date : 04.05.13
Reputation : 5

Kembali Ke Atas Go down

Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama? - Page 4 Empty Re: Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama?

Post by dee-nee Mon Jun 24, 2013 5:53 pm

Dasar manusia beragama adalah karena mereka percaya "ada" yang akan terjadi setelah kematian

Orang tidak beragama akan melihat setelah manusia meninggal akan jadi pupuk makanannya rumput ... that's it

arti "ada" yang bold diatas ... bagaimanapun konsepnya ... adalah punishment and reward ... jahat dapat punishment ... baik dapat reward ...

Untuk mendapat reward itulah manusia beragama belajar moral ... (tentu tergantung bagaimana masing2 orang memahami konsep "benar dan salah" di setiap agama nya)

Jadi bedanya antara beragama dan tidak beragama adalah ... ada atau tidak tujuan setelah mati ... bukan di moral nya ...

@Emiliana : btw dalam Budha ada kan ya tujuan setelah mati itu ??
dee-nee
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8645
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama? - Page 4 Empty Re: Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama?

Post by Emiliana Mon Jun 24, 2013 6:10 pm

@sis dee-nee: ada dunx, tujuannya bernama Nibbhana...salam kenal juang
Emiliana
Emiliana
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Female
Posts : 258
Kepercayaan : Budha
Location : apa penting
Join date : 04.05.13
Reputation : 5

Kembali Ke Atas Go down

Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama? - Page 4 Empty Re: Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama?

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 4 dari 7 Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6, 7  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik