FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

dzikir maut

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

dzikir maut

Post by keroncong on Wed Mar 16, 2016 8:57 pm

Kehidupan seseorang di dunia ini dimulai dengan dilahirkan-nya seseorang dari rahim ibunya. Kemudian setelah ia hidup beberapa lama, iapun akan menemui sebuah kenyataan yang tidak bisa dihindari, kenyataan sebuah kematian yang akan menjemput-nya. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman:
“Tiap-tiap jiwa akan merasakan kematian dan sesungguhnya pada hari kiamatlah akan disempurnakan pahalamu, barangsiapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung dan kehidupan dunia hanyalah kehidupan yang memperdayakan”. (Ali-Imran: 185)
Ayat di atas adalah merupakan ayat yang agung yang apabila dibaca mata menjadi berkaca-kaca. Apabila didengar oleh hati maka ia menjadi gemetar. Dan apabila didengar oleh seseorang yang lalai maka akan membuat ia ingat bahwa dirinya pasti akan menemui kematian. Memang perjalanan menuju akhirat merupakan suatu perjalanan yang panjang. Suatu perjalanan yang banyak aral dan cobaan, yang dalam menempuhnya kita memerlukan perjuangan dan pengorbanan yang tidak sedikit. Yaitu suatu perjalanan yang menentukan apakah kita termasuk penduduk surga atau neraka.
Perjalanan itu adalah kematian yang akan menjemput kita, yang kemudian dilanjutkan dengan pertemuan kita dengan alam akhirat. Karena keagungan perjalanan ini, Rasulullah telah bersabda:
لَوْتَعْلَمُوْنَ مَا أَعْلَمُ لَضَحِكْتُمْ قَلِيْلاً وَلَبَكَيْتُمْ كَثِيْرًا.
“Andai saja engkau mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya engkau akan sedikit tertawa dan banyak menangis”. (Mutafaq ‘Alaih)
Maksudnya apabila kita tahu hakekat kematian dan keadaan alam akhirat serta kejadian-kejadian di dalamnya niscaya kita akan ingat bahwa setelah kehidupan ini akan ada kehidupan lain yang lebih abadi.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
Dan kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal. (Al-A’la: 17).
Akan tetapi kadang kita lupa akan perjalanan itu dan lebih memilih kehidupan dunia yang tidak ada nilainya di sisi Allah. marilah kita siapkan bekal sebanyak-banyaknya untuk menyempurnakan perjalanan itu, yaitu dengan melakukan ketaatan-ketaatan kepada Allah.Dan marilah kita perbanyak taubat dari segala dosa-dosa yang telah kita lakukan. Seorang penyair berkata:
Lakukanlah bagimu taubat yang penuh pengharapan. Sebelum kematian dan sebelum dikuncinya lisan. Cepatlah bertaubat sebelum jiwa ditutup. Taubat itu sempurna bagi pelaku kebajikan.
Allah Subhannahu wa Ta'ala’ berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya”. (At-Tahrim: 8)
Ingatlah wahai saudaraku. Di kala kita merasakan pedihnya kematian maka Rasulullah sebagai makhluk yang paling dicintai oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala telah bersabda Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam :
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ إِنَّ لِلْمَوْتِ سَكَرَاتzٍ.
“Tiada sesembahan yang haq melainkan Allah, sesungguhnya di dalam kematian terdapat rasa sakit”. (H.R. Bukhari)
Ingatlah di kala nyawa kita dicabut oleh malaikat maut. Nafas kita tersengal, mulut kita dikunci, anggota badan kita lemah, pintu taubat telah tertutup bagi kita. Di sekitar kita terdengar tangisan dan rintihan handai taulan yang kita tinggalkan. Pada saat itu tidak ada yang bisa menghindarkan kita dari sakaratul maut. Tiada daya dan usaha yang bisa menyelamatkan kita dari kematian. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman:
“Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari darinya”. (Qaaf: 19)
Allah juga berfirman:
“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan-mu, kendatipun kamu berada di benteng yang kuat”. (An-Nisaa’: 78)
Cukuplah kematian sebagai nasehat, cukuplah kematian menjadi-kan hati bersedih, cukuplah kematian menjadikan air mata berlinang. Perpisahan dengan saudara tercinta. Penghalang segala kenikmatan dan pemutus segala cita-cita. Marilah kita tanyakan kepada diri kita sendiri, kapan kita akan mati ? Di mana kita akan mati?
Demi Allah, hanya Allah-lah yang mengetahui jawabannya, oleh karenanya marilah kita selalu bertaubat kepada Allah dan jangan kita menunda-nunda dengan kata nanti, nanti dan nanti. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman:
“Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejelekan lantaran kejahilannya, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima oleh Allah taubatnya, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejelekan (yang) hingga apabila datang kematian kepada seseorang di antara mereka, mereka berkata: Sesungguhnya aku bertaubat sekarang”. (An-Nisaa’: 17-18)
Oleh karena itu, salah satu hal yang sekiranya harus terus kita ingat adalah ketika ajal kita telah sampai. Artinya, apa yang akan kita bawa ketika kematian datang menghampiri kita. Mengingat mati dalam agama dikenal dengan istilah dzikrul maut. Firman Allah dalam Alquran:
“Dan setiap umat mempunyai batas waktu (ajal), maka apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak akan dapat mengundurkannya sesaat pun, dan mereka tidak dapat pula memajukannya” (QS al-A’raaf 7:34).
Demikian pula Rasulullah SAW. bersabda, “Perbanyaklah kalian mengingat mati (Dzikrul Maut), sebab seorang hamba yang banyak mengingat mati, maka Allah akan menghidupkan hatinya, dan Allah akan meringankan baginya rasa sakit saat kematian.”
Rasulullah Saw juga mengatakan bahwa dzikrul maut adalah salah satu upaya untuk menghidupkan hati kita. Dengan ingat mati, kita cenderung akan berkonsentrasi kepada Allah untuk beribadah dan bertaubat. Sehingga tidak ada lagi tujuan hidup di dunia ini kecuali untuk ibadah.
Banyak jalan menuju maut. Maka kita tidak perlu takut pada maut, sebab Allah Yang menentukannya. Jatah kematian itu tidak akan pernah tertukar. Tidak tepat jika kita memberikan komentar bahwa seseorang belum layak untuk meninggal. Jangan pernah takut untuk bertemu dengan Allah! Perasaan takut itu muncul biasanya disebabkan oleh berbagai kekurangan dan kesalahan yang pernah dilakukan dalam hidup kita. Oleh karena itu, perbanyaklah amal ibadah di dunia ini agar menjadi bekal di akhirat nanti.
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 64
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 67

Kembali Ke Atas Go down

Re: dzikir maut

Post by njlajahweb on Mon Apr 23, 2018 12:47 am

tentang yang terkait yang disebut duniawi,

-----------
https://kbbi.web.id/duniawi
duniawi/du·ni·a·wi/ a mengenai dunia; bersifat dunia (tidak kekal dan sebagainya);
keduniawian/ke·du·ni·a·wi·an/ n hal yang berhubungan dengan duniawi
-----------

sebenarnya orang mencari nafkah, orang piknik, orang melakukan pekerjaan rumah, bahkan orang makanpun bisa disebut orang yang melakukan hal yang bersifat duniawi,

jadi yang termasuk hal yang disebut duniawi itu tidak selalu berarti hal dosa.

++++++++++++++++++++++++++++++++
++++++++++++++++++++++++++++++++
tentang tujuan hidup,

sebenarnya Tuhan tidak melarang tujuan hidup manusia dan menggapai tujuan manusia itu, apapun itu, selama itu bukan tujuan hidup yang salah, salah satu contohnya punya tujuan hidup ingin jadi dokter dan menjadi dokter, misalnya. Maka hal ini bukan termasuk tujuan hidup yang salah, karena menjadi dokter tidak dilarang kitab suci.

Namun apapun tujuan manusia, tetap tujuan utamannya(dalam hati manusia) adalah untuk belajar menyenangkan Hati Tuhan, dalam lahir batin manusia, dengan semampu yang bisa manusia lakukan(meski sebagai manusia biasa masih bisa ada kemungkinan jatuh bangunnya), namun paling tidak usahakan untuk lebih banyak bangunnya dari pada jatuhnya sambil dalam hati memohon pertolongan Tuhan.
avatar
njlajahweb
KOLONEL
KOLONEL

Female
Posts : 20929
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 117

Kembali Ke Atas Go down

Re: dzikir maut

Post by njlajahweb on Mon Apr 23, 2018 12:53 am

karena dalam profesi sebagai dokter, manusia tetap bisa berusaha dengan semampunya/sebisa mungkin, untuk menjadikan profesi dokter sebagai terang bagi sekitarnya, misalkan salah satunya adalah dengan menjadi dokter yang jujur, tidak memungut biaya melebihi yang seharusnya.
avatar
njlajahweb
KOLONEL
KOLONEL

Female
Posts : 20929
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 117

Kembali Ke Atas Go down

Re: dzikir maut

Post by njlajahweb on Mon Apr 23, 2018 1:01 am

demikian hal itu adalah hal yang termasuk bisa menjadi terang sekitarnya, dan tidak menutup kemungkinan dengan profesi yang lain.

bahkan seorang penjual pun, bisa melakukan yang termasuk menjadi terang, seperti dengan melayani pembeli dengan sikap yang ramah (bukan dengan sikap yang cemberut), meski pembeli itu hanya membeli sedikit barang anda.

karena memberi pelayanan dengan sikap yang ramah terhadap pembeli adalah termasuk yang bisa menjadi terang bagi sekitar, dan mungkin ada hal yang lain, yang bisa termasuk bisa untuk menjadi terang bagi yang lain.
avatar
njlajahweb
KOLONEL
KOLONEL

Female
Posts : 20929
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 117

Kembali Ke Atas Go down

Re: dzikir maut

Post by njlajahweb on Mon Apr 23, 2018 1:06 am

Namun bukan berarti mengabaikan doa setiap hari, sebisa mungkin,(kecuali memang tidak memungkinkan), misalnya karena keterbatasan fisik yang tidak memungkinan, atau hal lainnya(selama alasan yang tidak memungkinkan itu adalah termasuk dalam katagori masih bisa dimaklumi), maka saya percaya Tuhanpun bisa memakluminya.
avatar
njlajahweb
KOLONEL
KOLONEL

Female
Posts : 20929
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 117

Kembali Ke Atas Go down

Re: dzikir maut

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik