FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.

Pembentukan Galaksi Follow_me
@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI


Join the forum, it's quick and easy

FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.

Pembentukan Galaksi Follow_me
@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI
FORUM LASKAR ISLAM
Would you like to react to this message? Create an account in a few clicks or log in to continue.

Pembentukan Galaksi

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Pembentukan Galaksi Empty Pembentukan Galaksi

Post by abu hanan Mon Oct 10, 2011 5:56 pm

Fushshilat 11 [041;11]
Tsummastawaa ilassamaa i wahiya dukhoo(nun) = Kemudian (Dia) berkehendak (istiwaa) ke (penciptaan) langit yang saat itu adalah asap/kabut (ad dukhoon)

Asap/kabut (ad dukhoon) adalah berbentuk gas yang memberi pengertian bahwa langit adalah sekumpulan material yang berbentuk dasar gas dengan berbagai jenis unsur kimia (yang tidak saya ketahui).Dengan tingkat kepadatan yg mendekati padat tapi bukan pejal.Beberapa saat setelah pelepasan material yang kemudian terjadi penyebaran,terjadilah proses yang bertahap dan bertingkat menuju pembentukan gugusan bintang atau galaksi.Maksud saya,setelah mengalami suhu yang sangat panas (terhitung dari pelepasan materi) maka asap/kabut kemudian mengalami penurunan suhu dengan proses yang sama dengan api yang membakar nabi Ibrahim Al Anbiyaa ;69 [21;69] yakni,,naaru kunni barda..(wahai api jadilah dingin).

Al Hijr 16 [015;016]
Walaqod ja’alnaa fis samaa i buruuja(n) = Dan Kami (telah) jadikan/membuat pada langit gugusan bintang (buruujan)

Pilihan kata ja’alnaa berarti menjadikan/membuat dengan kata lain bahan baku untuk langit telah ada dan telah terpilih.Bahan baku adalah zat/materi yang seukuran dzarrah seperti yang disebutkan pada
Saba’ 3 [034;003]
Laa ya’zubu ‘anhu mitsqoola dzarrotin fis samaawat(i) = Tidak tersembunyi (luput) dariNya (meski) seberat dzarrah (atom) di langit

Sama halnya dengan DNA,maka setiap atom/dzarrah sudah memiliki informasi (cetak biru) tentang jenis pekerjaan dan tujuan dari pekerjaan yang akan dilakukan.Asap/kabut yang memenuhi ruang,yang sekarang kita sebut sebagai alam semesta atau langit pertama, dan terdiri dari trilyunan dzarrah/atom mulai mengadakan hubungan/interaksi dengan pola saling menjauh atau saling menarik kemudian melebur diri.Gerakan/gaya saling menarik ini didasarkan pada persamaan yang dimiliki partikel/atom/dzarrah.Lantas setiap terjadi peleburan maka akan terjadi pengembangan wujud baru sebagaimana sel telur jika dibuahi sperma maka dari keduanya akan muncul sel tunggal.Wujud baru yaitu tsumma ansya’nahu kholqon akhor(o) = Al Mu’minun 14 [023;014] adalah benar-benar berbeda dengan unsur pembentuknya baik dari segi massa jenis,ukuran,sifat dengan tidak meninggalkan sifat dasar dari partikel pembentuk.

Dan setiap perbedaan akan mengakibatkan adanya ruang (yang tidak) kosong pada alam semesta,istilah lainnya jarak antar gugusan bintang atau ruang antar galaksi,segala atom yang berbeda pun tetap akan membentuk koloni tersendiri yang memiliki keunikan masing-masing.Proses tersebut berlangsung hingga akhirnya terjadi gugusan yang lebih kecil dari gugusan bintang/galaksi.Atau melahirkan semacam koloni seperti tata surya,kumpulan asteroid dan sebagainya.
Sehingga bulan menjadi ada karena bukan tabrakan yang pernah dialami bumi (jika teori ini betul ) tetapi bulan adalah sekumpulan materi yang bertemu dan melebur dengan posisi yang berdekatan dengan dzarrah/atom yang bertugas membentuk bumi.Bulan dan bumi tersusun dari dzarrah yang berbeda sehingga wajar jika keduanya saling menjauh dan saling menarik tanpa meninggalkan prinsip keseimbangan.Benturan/tabrakan (jika pernah) dialami bumi seharusnya meninggalkan sejumlah serpihan dalam berbagai bentuk dan seharusnya pula serpihan tersebut juga mengelilingi bumi (setidaknya dalam seukuran satelit buatan manusia).Bahkan seharusnya,sang pelaku yang menabrak pun dapat teridentifikasi oleh ilmuwan pada masa sekarang ini.

Dari seluruh proses dan kemudian menghasilkan berbagai macam benda (bintang,planet,komet dan lain-lain) pasti akan tersisa sejumlah dzarrah/atom yang mengisi kekosongan pada tiap jarak/ruang antar benda lantas karena masih ada sinar/cahaya yang dipancarkan dari pusat alam semesta maka,bukan tidak mungkin,keduanya baik sinar yang lemah ataupun atom/partikel yang tersisa berkolaborasi untuk membentuk semacam radiasi atau menjadi gelombang baru elektromagnetik atau apapun itu dengan sifat yang halus (sebagaimana medan magnet) tetapi menjangkau seluruh sisi alam semesta.


silahkan ditindak lanjuti..
dari segih sains dan segih laennyah..
abu hanan
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 90
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 224

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik