FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

ruwatan dalam islam

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

ruwatan dalam islam

Post by keroncong on Wed Apr 18, 2012 7:50 am

Acara ngeruwat itu sendiri bukan berasal dari Islam. Sebab kalau judulnya ingin melindungi seseorang dari segala macam gangguan makhuq halus, maka cukuplah Allah SWT saja yang menjadi pelindung. Dan untuk mendapatkan perlindungan dari Allah SWT, sudah jelas dan tegas sekali cara dan teknisnya.

Yaitu dengan doa dan bacaan ayat Al-Quran Al-Karim serta lafaz-lafaz zikir yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW. Dan untuk melakukan semua itu, tidak perlu diadakan sebuah upacara khusus seperti ruwatan itu.

Jadi cukup yang bersangkutan melakukannya kapan dan di masa saja. Sambil tentunya meningkatkan keimanan dan kedekatan kepada Allah SWT lewat menjalankan segala sesuatu sesuai dengan syariatnya. Termasuk menjauhi segala yang diharamkan-Nya sesuai apa yang telah dijelaskan dalam syariat Islam.

Sedangkan membuat acara khusus untuk semacam tolak bala’, tidak ada dasar untuk melakukannya di lihat dari sudut pandang syariah. Sebab meski isinya dengan bacaan Al-Quran Al-Karim dan zikir tertentu, namun tata caranya tidak sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Baginda Rasulullah SAW.

Pendekatan
Sebenarnya sebagian umat Islam yang masih semangan melakukan ruwatan seperti ini bukan berarti mereka tidak tahu bahwa Islam tidak mengajarkannya, melainkan mereka merasa punya dorongan untuk sekedar melestarikan budaya. Atau bahwa sebenarnya hanya korban dari ikut-ikutan, karena melihat orang lain melakukannya, maka tanpa tahu asal-usulnya, ikut mengadakan juga.

Mereka seharusnya bertanya terlebih dahulu kepada orang yang berilmu dan punya wawasan dalam masalah syariah, sebelum menjadi orang yang ikut-ikutan semata.

Kepada mereka yang ikut-ikutan ini, ada baiknya bila dilakukan pendekatan yang simpatik, bukan sekedar mencaci mereka dengan kata yang kotor dan menyinggung. Sebab apa yang mereka lakukan itu diluar kesadaran dan pengetahuan mereka. Banyak diantara mereka yang niatnya mungkin nbaik, tapi tidak diimbangi dengan pemahanan syariah Islam yang kental, akibatnya terjadilah fenomena itu.

Sekedar menjuluki mereka sebagai ahli bid’ah terbukti kurang efektif, banyak banyak yang merasa tersinggung dan akhirnya malah semakin menjauh. Tetapi kalau mereka itu didekati dan diberikan saluran pemahaman atas agama Islam dengan baik dan benar hingga timbul wa’yu islaminya dengan baik, kami yakin mereka akan berhenti sendiri, tidak usah dipaksa-paksa.
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 64
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 67

Kembali Ke Atas Go down

Ruwatan: Cara syirik Untuk Keselamatan

Post by Penyaran on Sun Mar 17, 2013 7:37 am

Oleh: Badrul Tamam

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada baginda Rasulillah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.

Ruwatan adalah tradisi jawa sebagai prosesi spiritual untuk membuang kesialan hidup. Kemudian disikretiskan dengan ajaran agama untuk supaya dibebaskan dari malapetaka dan bala'. Intinya minta perlindungan dan keselamatan dari berbagai keburukan dan musibah. Masalahnya, dalam keyakinan awalnya, permohonan itu ditujukan kepada selain Allah, Betoro Kolo. Sehingga setelah diadakan ruwatan maka akan terhindar dari dimangsa Betoro Kolo dan terbuang sialnya.

Islam mengajarkan bahwa hanya Allah yang menguasai kebaikan dan kemudharatan. Hanya Dia yang punya kuasa menurunkan kebaikan dan menimpakan keburukan kepada hamba-Nya, dan juga menghindarkannya. Apabila ia menghendaki itu menimpa kepada hamba-Nya maka tidak ada yang bisa mengelakkannya. Konsekuensinya, tidak boleh memberikan ibadah kepada selain-Nya dan tidak boleh pula berdoa (memohon kebaikan atau dihindarkan dari keburukan) kecuali hanya kepada-Nya.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,

وَلَا تَدْعُ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَنْفَعُكَ وَلَا يَضُرُّكَ فَإِنْ فَعَلْتَ فَإِنَّكَ إِذًا مِنَ الظَّالِمِينَ

"Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi mudarat kepadamu selain Allah; sebab jika kamu berbuat (yang demikian) itu, maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang lalim"." (QS. Yunus: 106)

Maksudnya: Janganlah engkau ibadahi selain Allah itu (dari patung dan berhala-berhala) dalam rangka mengharapkan kemanfaatan atau takut akan kemudharatan mereka. Sesungguhnya mereka itu tidak kuasa memberikan manfaat dan mudharat. Jika engkau (Wahai Muhammad) tetap lakukan itu, engkau seru mereka selain Allah, " maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang lalim,"yakni: engkau termasuk orang yang menyekutukan Allah yang telah menganiaya diri sendiri.

Ayat-ayat yang menerangkan akan kekhususan Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam masalah memberikan manfaat dan menimpakan mudharat, kuasa berbuat apa saja terhadap makhluk-Nya, tidak ada yang bisa membatalkan keputusan-Nya dan tidak ada pula yang kuasa menolak ketetapan-Nya. Di antaranya,

وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ وَإِنْ يَمْسَسْكَ بِخَيْرٍ فَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

"Jika Allah menimpakan suatu kemudaratan kepadamu, maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu." (QS. Al-An'am: 17)

قُلْ أَفَرَأَيْتُمْ مَا تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ أَرَادَنِيَ اللَّهُ بِضُرٍّ هَلْ هُنَّ كَاشِفَاتُ ضُرِّهِ أَوْ أَرَادَنِي بِرَحْمَةٍ هَلْ هُنَّ مُمْسِكَاتُ رَحْمَتِهِ قُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ عَلَيْهِ يَتَوَكَّلُ الْمُتَوَكِّلُونَ

"Katakanlah: "Maka terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu seru selain Allah, jika Allah hendak mendatangkan kemudaratan kepadaku, apakah berhala-berhalamu itu dapat menghilangkan kemudaratan itu, atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, apakah mereka dapat menahan rahmat-Nya?. Katakanlah: "Cukuplah Allah bagiku". Kepada-Nya lah bertawakal orang-orang yang berserah diri." (QS. Al-Zumar: 38)

Setelah jelas bahwa hanya Allah saja berhak diibadahi, Dia Pencipta semua makhluk, Dia semata Penguasa manfaat dan mudharat, sementara selain-Nya tidak mampu melakukan itu, maka Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam diperintahkan: "Katakanlah: "Cukuplah Allah bagiku". Kepada-Nya lah bertawakal orang-orang yang berserah diri"."

Maksudnya: kepada-Nya semata seharusnya mereka bersandar dalam memperoleh kebutuhan mereka dan menghindarkan diri dari keburukan-keburukan. Maka Dzat yang ditangan-Nya semata kekuasaan, Dialah yang mencukupkan kebutuhan mereka dan menghindarkan mereka dari yang apa yang ditakutkan.

Sisi lain kesyirikan dalam ruwatan bisa terjadi dari sisi ketundukan dan ketaatan. Yaitu, ruwayan adalah produk dari sebuah keyakinan yang dibisikkan oleh syetan untuk menyembah kepada selain Allah. Maka milik siapa syariat ruwatan itu maka kepadanya ibadah ketaatan diberikan. Karenanya, jika menggunakannya ruwatan sebagai sarana untuk meminta keselamatan kepada Allah, itu salah besar. Karena Islam telah menetapkan syariat meminta pertolongan dan keselamatan. Jika mengerjakan syariat tersebut maka ia telah ibadah kepada pembuatnya.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,

أَمْ لَهُمْ شُرَكَاءُ شَرَعُوا لَهُمْ مِنَ الدِّينِ مَا لَمْ يَأْذَنْ بِهِ اللَّهُ

"Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah?" (QS. Al-Syuura: 21) Wallahu Ta'ala A'lam. [PurWD/voa-islam.com]

http://www.voa-islam.com/islamia/aqidah/2013/01/10/22700/ruwatan-cara-syirik-untuk-keselamatan/

Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2559
Join date : 03.01.12
Reputation : 115

Kembali Ke Atas Go down

Mandi Kembang Mobil Esemka: Menyambut Prestasi dengan Kemusyrikan

Post by Penyaran on Sun Mar 17, 2013 7:51 am

SOLO (voa-islam.com) – Kemajuan teknologi yang diraih anak-anak bangsa tak menambah rasa syukur kepada Tuhan. Prestasi siswa SMK memproduksi Mobil Esemka malah diiringi dengan ritual kemusyrikan.

Sehari menjelang keberangkatan Mobil Esemka ke Balai Thermodinamika Motor dan Propulsi (BTMP) Serpong Tangerang, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menggelar Wilujengan dan Jamasan Mobil Esemka, Kamis malam (23/02/2012). Layaknya upacara selamatan dalam adat Jawa, Wali Kota Solo Joko Widodo juga menyiapkan satu set tumpeng lengkap yang berisi nasi gurih, ingkung, sambel goreng ati dan kedelai hitam.

Bejana perak berukuran cukup besar berisi air dan bunga setaman tujuh warna pun sudah disiapkan untuk menjamasi mobil yang fenomenal tersebut.

Suasana sakral semakin terasa di ruang Teaching Factory SMK, Jl Ki Hajar Dewantara Jebres Solo, tempat digelarnya ritual tersebut. Mobil Esemka AD 1 A pun dihias dengan untaian kembang setaman di seluruh bagian mulai dari kap depan, atap mobil, hingga bagian belakang mobil.

Diiringi alunan lagu Dandang Gula dalam balutan tari putri sesaji, Wahyu Santoso Prabowo sebagai penari utama atau “pancer” dikelilingi empat penari putri, memulai “jamasan”, Kamis malam di Solo Techno Park (STP).

Secara perlahan air bunga tujuh rupa dalam bejana perunggu disiramkan ke bagian depan mobil. Alunan lagu dan gending Jawa terus dimainkan dengan pelan sehingga memberikan rasa khidmat prosesi “jamasan”. Secara berturut-turut Walikota Solo Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Walikota FX Hadi Rudyatmo ikut menyiramkan air bunga ke badan mobil Esemka Rajawali.

Enam tokoh agama Islam, Protestan, Katolik, Buddha, Hindu dan Konghucu menyaksikan seksama prosesi budaya Jawa tersebut. Begitu juga para tamu undangan yang terdiri dari para budayawan, seniman, kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan pejabat terkait. Tampak hadir dalam prosesi Jamasan Esemka Rajawali menjelang keberangkatan menuju Tangerang untuk uji emisi, Sekda Solo, Budi Suharto; Ketua DPRD, YF Sukasno, anggota DPR, Roy Suryo.

Enam pemuka bermacam-macam agama itu kemudian memanjatkan doa secara bergantian bagi kesuksesan dan keselamatan misi uji emisi Esemka Rajawali. Para pemuka agama itu kompak mendoakan kelancaran perjalanan rombongan Esemka Rajawali menuju Tangerang. Tidak itu saja, mereka juga mendoakan supaya mobil rakitan para siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) di Solo itu lulus uji emisi dan menjadi embrio mobil nasional (mobnas).

Joko Widodo mengatakan ritual jamasan biasanya dilakukan terhadap benda yang dianggap penting dan memberi pengaruh pada jiwa seseorang. Ritual masyarakat Jawa ini sering diselenggarakan di Keraton Kasunanan Surakarta pada momentum khusus. "Pada dasarnya kita berdoa untuk keselamatan Esemka dalam perjaanan dan kesuksesan uji emisi Esemka," kata pria yang akrab disapa Jokowi itu.

Jamasan mobil, kata Jokowi, memang jarang dilaksanakan. Namun untuk mobil Esemka, dirinya menilai sangat layak menerima doa yang diwujudkan melalui prosesi jamasan. Jokowi dan Rudy yang malam itu kompak mengenakan baju beskap lurik khas Solo, bersama-sama mengguyur mobil esemka dengan air suci selepas doa-doa dipanjatkan.

Senada itu, koordinator proses Jamasan Esemka Rajawali, Bambang Suhendro, saat ditemui wartawan menjelaskan esensi acara yakni doa kawilujengan atau keselamatan. Berharap perjalanan rombongan untuk uji emisi Esemka lancar, begitu juga Esemka lulus uji emisi. Perihal adanya ingkung, beras putih, sambal goreng, kerupuk rambak, kedelai hitam, jajan pasar dan air bunga setaman, menurut Bambang, merupakan bagian dari prosesi tradisi.

Selain sesaji, rangkaian bunga pandan, melati, kantil juga menjadi hiasan aksesori mobil untuk penolak bala. ”Hiasan aksesori ini sebagai hiasan sebagai simbol bahwa Esemka ini benar-benar menjadi poin utama dari prosesi. Kembang setaman mawar jambon, mawar merah dan putih, kantil kuning dan kantil putih, kenanga dan melati untuk membersihkan dari sukerto atau halangan selama perjalanan,” terangnya. [taz/slo, trb]

http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2012/02/24/17892/mandi-kembang-mobil-esemka-menyambut-prestasi-dengan-kemusyrikan/

Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2559
Join date : 03.01.12
Reputation : 115

Kembali Ke Atas Go down

Mobil Esemka Gagal Dunia-Akhirat!! Dijamas Ritual Musyrik, Gagal Uji Emisi!

Post by Penyaran on Sun Mar 17, 2013 7:55 am

JAKARTA (voa-islam.com) – Meski menempuh jalan dosa besar dengan doa dan ritual kemusyrikan, Mobil Esemka tak lulus uji emisi. Akidah dan teknologi sama-sama gagal!

Kementerian Perhubungan kembali memutuskan Esemka tidak lulus uji emisi. Ini merupakan yang kedua kalinya Esemka gagal dalam uji emisi.

Esemka pertama kali melakukan uji emisi di 2010 lalu. Tanggal 3 Agustus 2010 lalu, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kementerian Perhubungan Darat Sudirman Lambali meminta Esemka untuk melakukan uji emisi kembali.

Di awal pekan lalu, tepatnya 27 Februari 2012, Esemka harus kembali menelan pil pahit. Esemka kembali gagal dalam uji emisi yang merupakan prasyarat mobil bisa diproduksi massal.

Berdasarkan Surat Keputusan AJ.402/17/6/DJPD/2012 dari Dirjen Perhubungan Darat, Esemka dinyatakan belum lulus uji emisi dan diharapkan akan kembali untuk melakukan pengujian ulang.

“Dirjen Perhubungan Darat sudah menerima hasil uji emisi. Dan hasilnya belum memenuhi standar Kementerian Lingkungan Hidup, ternyata masih belum memenuhi abang batas emisi gas buang,” Kapuskom Publik Kementerian Perhubungan Bambang S Ervan seperti dikutip detikOto, Kamis (1/3/2012).

Esemka dinyatakan belum memenuhi ambang batas emisi CO dengan limit 5 g/km dan HC+NOX dengan limit 0,70 g/km. “CO Esemka baru bisa mencapai 11,63 g/km dan untuk HC+NOX esemka baru mencapai 2,69 g/km,” ujar Bambang.

Tidak berhenti sampai disitu, hasil ini menunjukkan kedua kalinya, Esemka belum memenuhi ambang batas emisi gas buang sejak 2010 silam. “Kami menyarankan untuk melakukan perbaikan, atas keputusan Menteri Lingkungan Hidup No 4 tahun 2009 tentang ambang batas kendaraan bermotor untuk tipe baru,” ujarnya.

Lampu mobil Esemka juga masih belum laik jalan, karena tidak memenuhi kriteria standar 12.000 CD (Candle Light). “Esemka baru berhasil mencapai 10.900 CD untuk kanan. Dan untuk kiri 60.700CD,” tambahnya.

Kegagalan itu sangat memprihatinkan. Sudah rusak akidah, gagal teknologi pula. Gagal dunia dan akhirat.

Seperti diberitakan voa sebelumnya (Mandi Kembang Mobil Esemka: Menyambut Prestasi dengan Kemusyrikan), sehari menjelang keberangkatan Mobil Esemka ke Balai Thermodinamika Motor dan Propulsi (BTMP) Serpong Tangerang, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menggelar Wilujengan dan Jamasan Mobil Esemka, Kamis malam (23/02/2012). Layaknya upacara selamatan dalam adat Jawa, Wali Kota Solo Joko Widodo juga menyiapkan satu set tumpeng lengkap yang berisi nasi gurih, ingkung, sambel goreng ati dan kedelai hitam.

Bejana perak berukuran cukup besar berisi air dan bunga setaman tujuh warna pun sudah disiapkan untuk menjamasi mobil yang fenomenal tersebut.

Mobil Esemka AD 1 A pun dihias dengan untaian kembang setaman di seluruh bagian mulai dari kap depan, atap mobil, hingga bagian belakang mobil.

Diiringi alunan lagu Dandang Gula dalam balutan tari putri sesaji, Wahyu Santoso Prabowo sebagai penari utama atau “pancer” dikelilingi empat penari putri, memulai ritual jamasan.

Secara perlahan air bunga tujuh rupa dalam bejana perunggu disiramkan ke bagian depan mobil. Alunan lagu dan gending Jawa terus dimainkan dengan pelan sehingga memberikan rasa khidmat prosesi jamasan. Secara berturut-turut Walikota Solo Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Walikota FX Hadi Rudyatmo ikut menyiramkan air bunga ke badan mobil Esemka Rajawali.

Enam tokoh agama Islam, Protestan, Katolik, Buddha, Hindu dan Konghucu menyaksikan seksama prosesi budaya Jawa tersebut. Enam pemuka bermacam-macam agama itu kemudian memanjatkan doa secara bergantian bagi kesuksesan dan keselamatan misi uji emisi Esemka Rajawali.

Senada itu, koordinator proses Jamasan Esemka Rajawali, Bambang Suhendro, saat ditemui wartawan menjelaskan esensi acara yakni doa kawilujengan atau keselamatan. Berharap perjalanan rombongan untuk uji emisi Esemka lancar, begitu juga Esemka lulus uji emisi. Perihal adanya ingkung, beras putih, sambal goreng, kerupuk rambak, kedelai hitam, jajan pasar dan air bunga setaman, menurut Bambang, merupakan bagian dari prosesi tradisi.

Koordinator proses Jamasan Esemka Rajawali, Bambang Suhendro, menjelaskan, esensi acara itu adalah doa kawilujengan atau keselamatan. Selain sesajen, rangkaian bunga pandan, melati, kantil juga menjadi hiasan aksesori mobil untuk penolak bala. “Kembang setaman mawar jambon, mawar merah dan putih, kantil kuning dan kantil putih, kenanga dan melati untuk membersihkan dari sukerto atau halangan selama perjalanan,” terangnya. [taz/dbs]

http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2012/03/01/17995/mobil-esemka-gagal-duniaakhirat-dijamas-ritual-musyrik-uji-emisi/

Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2559
Join date : 03.01.12
Reputation : 115

Kembali Ke Atas Go down

Habis Ruwatan Kemusyrikan, Mobil Listrik Dahlan Iskan Kecelakaan

Post by Penyaran on Sun Mar 17, 2013 8:00 am

SOLO (voa-islam.com) – Usai melakukan upacara ruwatan kemusyrikan di Solo, mobil listrik sport Tucuxi yang baru saja diujicoba dan dikendarai Meneg BUMN Dahlan Iskan mengalami kecelakaan.

Setelah melakukan perjalanan dari bengkel Kupu-kupu Malam Yogyakarta, Sabtu, 5 Januari 2013 pagi. Mobil listrik Tucuxi menjalani prosesi upacara ruwatan yang dilakukan dalang kondang, Ki Manteb Sudarsono.

Mobil itu pun tiba di halaman kantor Radar Solo di Jalan Kebangkitan Nasional, sekitar pukul 09.45 WIB. Kehadiran Tucuxi langsung menyita perhatian masyarakat yang sedang melintas.

Acara ruwatan atau murwat kolo ini kemudian dilakukan dengan upacara mandi kembang. Dengan upacara itu diharapkan mobil listrik ini bisa terhindar dari segala bahaya, bala dan fitnah dari manapun.

Upacara Murwat Kolo dilakukan tepat pada pukul 01.00 lewat 11 menit. Sesuai hitungan Tahun Soko, jam tersebut adalah waktu yang paling tepat untuk upacara Murwat Kolo.

Menurut Dahlan, di daerah asalnya yakni Magetan, tradisi tolak bala lazim dilakukan. "Memang perlu adanya upacara Tolak Bala ini agar tidak ada fitnah," sindirnya. Karena itulah, dirinya memutuskan untuk mengundang Ki Manteb dan menggelar upacara Tolak Bala tersebut di Solo.

Upacara Tolak Bala "Ferrari" Tucuxi terbilang unik bagi Dahlan. "Mobil listrik yang canggih, diruwat dengan cara-cara yang sangat tradisional. Ini hal yang unik menurut saya," katanya. Ruwatan dilakukan diawali dengan permainan penggalan lakon pewayangan oleh Ki Manteb Sudarsono tepat di depan mobil sport tersebut.

Mobil supercanggih tersebut disiram dengan air kembang tepat pada pukul 13.11 WIB. "Upacaranya jam satu lebih sebelas menit. Jadi satu, satu, satu. Harapannya mobil ini jadi yang nomor satu," kata Dahlan.

Air yang digunakan untuk menyiram mobil tersebut diambil dari empat sumber air alam di empat penjuru mata angin di Kota Solo.

Usai diruwat, Dahlan Iskan menguji kekuatan mobil tersebut melintasi medan berat di kawasan pegunungan Lawu melewati rute Tawangmangu di ketinggian 1.305 di atas permukaan laut. Selanjutnya, mobil akan digeber melewati kawasan Sarangan.

Namun nahas, ruwatan tolak bala kembang tujuh rupa oleh dalang Ki Manteb Sudarsono ini ternyata tidak manjur. Dahlan Iskan pun mengalami kecelakaan di Desa Ngerong Magetan, Jawa Timur.

Kabag Humas dan Protokoler Kementrian BUMN, Faisal Halimi, menjelaskan kronologi kecelakaan itu. Usai upacara ruwatan di Solo, siang itu, Dahlan melajukan kendaraan menuju Magetan.

Saat menuju Tawang Mangu, mobil Tuxuci mampu melewati tanjakan Tawang Mangu dan Cemoro Sewu yang terkenal tinggi dengan mulus. Namun ketika menuruni lereng timur Gunung Lawu, setelah melewati turunan paling tajam di Sarangan, rem yang semula berfungsi baik tiba-tiba mengalami masalah.

Dahlan mengambil keputusan menabrakkan mobil Tuxuci ke tebing di kanan jalan untuk menghindari terjadinya kecelakaan lalu lintas yang bisa melukai pengendara yang lain. Setelah menabrak tebing, mobil masih berjalan menabrak tiang listrik dan berhenti persis di depan kendaraan depannya, mobil jenis Panther di kanan jalan. Meski Dahlan Iskan tak mengalami luka, namun tampak dengan jelas atap depan dan kacanya hancur lebur. [Widad/dbs]

http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2013/01/05/22638/habis-ruwatan-kemusyrikan-mobil-listrik-dahlan-iskan-kecelakaan/

Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2559
Join date : 03.01.12
Reputation : 115

Kembali Ke Atas Go down

Sebagai Hamba Allah, Harusnya Dahlan Berdoa ke Allah Bukan Ruwatan

Post by Penyaran on Sun Mar 17, 2013 8:02 am

(voa-islam.com) Kecelakaan yang menimpa Meneg BUMN, Dahlan Iskan bersama mobil Tucuxi yang dikendarainya bukan hanya menimbulkan masalah pelanggaran berlalu lintas. Tapi juga masalah akidah. Ia melakukan ritual syirik dengan ruwatan. Padahal sebagai hamba Allah, seharusnya dia minta keselamatan kepada-Nya dengan berdoa.

Menurut Wakil Pangageng Sasana Wilapa (Juru bicara) keraton Surakarta Kanjeng Pangeran (KP) Winarnakusumo, mobil Tucuxi sebenarnya tak perlu diruwat atau dimandikan dengan air. Apalagi air tersebut berasal dari berbagai sumber mata air, dan harus dari 4 penjuru. Kanjeng Win –sapaan akrab Winarna- mengungkapkan, baik Meneg BUMN dahlan Iskan maupun mobil Tacuxi, hanya perlu berdoa atau di doakan saja.

"Sebagai hamba Allah SWT, kita itu wajib berdoa, untuk keselamatan diri kita sendiri, dan barang-barang yang kita cintai. Itu lebih baik kita lakukan sendiri tanpa perantara apapun," ujarnya kepada merdeka.com, Senin (7/1).

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, mobil listrik ala "Ferari", Tucuxi, milik Dahlan Iskan yang sedang menjalani tes tempuh jalan jarak jauh dari Solo menuju Surabaya mengalami kecelakaan di Magetan, Jawa Timur, Sabtu sore (5/1) lalu setelah sebelumnya menjalani ruwatan di kota solo. Akibat kecelakaan tunggal tersebut, mobil listrik ala "Ferari", Tucuxi warna merah itu mengalami kerusakan pada bagian depannya.

Ruwatan adalah upacara kemusyrikan karena percaya kepada Betoro Kolo. Sehingga diyakini setelah diadakan ruwatan maka akan terhindar dari dimangsa Betoro Kolo dan terbuanglah sialnya. Padahal sial ataupun beruntung itu datangnya hanya dari Allah Ta’ala, maka mestinya meminta hanya kepada Allah, bukan kepada selain-Nya, dan bukan dengan cara-cara yang tidak diajarkan Allah Ta’ala. [PurWD/voa-islam.com]

http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2013/01/07/22662/sebagai-hamba-allah-harusnya-dahlan-berdoa-ke-bukan-ruwatan/

Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2559
Join date : 03.01.12
Reputation : 115

Kembali Ke Atas Go down

Re: ruwatan dalam islam

Post by njlajahweb on Thu Mar 08, 2018 9:15 am

ruwat/ru·wat/ v 1 pulih kembali sebagai keadaan semula (tentang jadi-jadian, orang kena tulah); 2 terlepas (bebas) dari nasib buruk yang akan menimpa (tentang orang yang menurut kepercayaan akan tertimpa nasib buruk, misalnya anak tunggal);

meruwat/me·ru·wat/ v 1 memulihkan kembali sebagai keadaan semula: ~ harimau jadi-jadian; 2 membebaskan orang dari nasib buruk yang akan menimpa: upacara ~ anak tunggal itu dihadiri oleh keluarga terdekat;

ruwatan/ru·wat·an/ n upacara membebaskan orang dari nasib buruk yang akan menimpa

https://kbbi.web.id/ruwat
avatar
njlajahweb
KOLONEL
KOLONEL

Female
Posts : 10925
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 116

Kembali Ke Atas Go down

Re: ruwatan dalam islam

Post by njlajahweb on Thu Mar 08, 2018 9:20 am

selama manusia ada didunia, pasti bisa mengalami suka dan duka.

tidak ada manusia yang selalu mengalami duka terus menerus dalam lahir batinya dalam seumur hidupnya, 

demikian pula, 

tidak ada manusia yang selalu mengalami suka terus menerus dalam lahir batinya dalam seumur hidupnya
avatar
njlajahweb
KOLONEL
KOLONEL

Female
Posts : 10925
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 116

Kembali Ke Atas Go down

Re: ruwatan dalam islam

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik