FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Tak ada Yg Salah dengan Takdir

Halaman 3 dari 3 Previous  1, 2, 3

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Tak ada Yg Salah dengan Takdir

Post by abu hanan on Sat Jan 28, 2012 12:20 pm

First topic message reminder :


“Kalau sudah takdir, mau bagaimana lagi? Iya kan, Pak?” tutur seorang rekan dengan murung. – Saya menghela nafas. Barusan dia bercerita, kemarin malam motornya lenyap saat diparkir di jalanan depan rumah temannya. Padahal, barusan juga dia berkisah bahwa sang teman sudah mengingatkan supaya motor itu dimasukkan ke pekarangan rumah. Namun, dia memilih mengabaikan peringatan ini. – “Mana belum lunas pula,” desahnya menyambung. – Saya meringis, ikut merasakan.

Sahabat, penelaahan takdir memang nyaris sama peliknya dengan mengupas perkara ruh. ‘Beti’, beda tipis. Sekian abad Qadariyah dan Jabariyah eksis, belum juga dapat disinkronkan beda pandangan mereka mengenai ini. Makin lama malah semakin tajam perselisihannya. Mengapa? Karena pada suatu tataran, perkara takdir memang tidaklah terjangkau lagi oleh akal berikut segenap indra manusiawi, sebagaimana juga ruh. Ini menurut saya, dan bagi saya pribadi.

Sekarang saya bukan hendak berkisah mengenai definisi takdir, mengenai cakupan skalanya, mengenai apakah tetap atau bisa berubah, mengenai apakah manusia dapat mengutak-atik takdirnya, dan beragam pertanyaan menggugah lainnya sehubungan dengan sunnatullah itu. Sekedar saya ingin mengingatkan kita tentang kecenderungan sehari2 kita yang senang ‘berlindung’ dibawah takdir. Suka ‘mengkambing-hitamkan’ takdir, walau mungkin tanpa disadari.

Sudah sering kita bahas bahwa yang disebut ‘cerita’ adalah satu rangkaian kisah dari awal hingga akhir. Bagian2nya disebut episode, yang mana episode2 inilah yang menyatukan sebuah cerita. Maka, cerita adalah ‘satu garis’. Apa yang kita terima di episode sekarang, punya kisah pendahuluan di episode sebelumnya. Dan, apa yang kita perbuat pada episode sekarang merupakan bahan baku penyusun kenyataan bagi episode selanjutnya. Begitulah. Dapat dipahami, bukan?

Berikutnya, adalah nyata bahwa pada kelengkapan atau keutuhan diri setiap manusia terdapat dimensi kemanusiawian dan dimensi ketuhanan. Pada dimensi kemanusiawian manusia, terdapat aspek kemalaikatan dan kebinatangan.

Dibatas kemanusiawiannya, manusia bisa memilih karena memang dilengkapi dengan sifat berkehendak. Pada adanya, kita memang bisa berkehendak, bukan? Boleh milih2, kemudian boleh mengambil pilihan. Jangan buru2 bilang tidak, ya.. karena ini ceritanya di tataran manusiawi. Ok?

Sayyidina Umar bin Khattab pun memilih membatalkan rencana kunjungannya ke suatu negeri setelah mendapat kabar bahwa di negeri itu sedang mewabah suatu penyakit. Saat ditanya oleh seorang sahabat mengenai apakah keputusannya itu karena beliau takut menghadapi takdir Allah; Umar menjawab, “Tidak. Aku hanya berpindah dari satu takdir ke takdir-Nya yang lain.”

Seperti itulah. Esensi kisah Sayyidina Umar tadi sama dengan seperti waktu saya milih2 sepatu di Ramayana ditemenin si Oki. Atau, ketika Mas Deddy ‘milih2’ calon ibunya anak2 hingga kemudian menetapkan pilihannya atas Bu Deddy sekarang, hehe. Jangan marah ya, Mas. Salam manis dari kami buat Bu Deddy.
Cool

Kini, kalau kita kembali ke kisah motor di awal, bukankah sudah diperingatkan? Yang dengan itu berarti dibukakan pilihan? Monggo, di dalam boleh, di luar pun boleh, mengiring resiko masing2. Sang teman pun memilih. Kemudian, lenyap… Selanjutnya, mengapa takdir yang ‘dipersalahkan’? Hayo..?

Lantas, ceritanya Dik Andro tidak sependapat. Adik badung saya yang tampan tapi kalah sama Mas Deddy dalam hal ‘milih2’ calon ibunya anak2 ini ngacung, “Tapi, kita kan nggak tahu pilihan kita itu benar atau salah, Bang? Iya kalau ternyata benar. Lha kalau salah, gimana?” – Saya jawab, “Ya nggak gimana2. Tetap saja sudah ditetapkan. Makanya ajak2 yang ‘malaikat’ waktu milih, jangan barengan sama yang ‘binatang’ melulu. Paham nggak, Dik? Kalau nggak, besok saya laporin ke Kyai Azis. Biar cepet2 dikawinin, hehe…”

sumber ; http://andibombang.com/dibawah-lindungan-takdir/


PERATURAN DAN PANDUAN UMUM | FAQ | ADA MASALAH..?? l PENGADUAN
Like dan Follow !
facebook.com/laskarislamcom
@LaskarIslamcom
untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 218

Kembali Ke Atas Go down


Re: Tak ada Yg Salah dengan Takdir

Post by njlajahweb on Thu Sep 01, 2016 2:03 pm

betul, karena kata Hakikat dari HakikatTUHAN adalah Yang tak terciptakan dan tak termusnahkan oleh pikiran manusia atau Yang tak dapat diciptakan dan dimusnahkan oleh pikiran manusia.
avatar
njlajahweb
KAPTEN
KAPTEN

Female
Posts : 4231
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 108

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tak ada Yg Salah dengan Takdir

Post by dee-nee on Thu Sep 01, 2016 2:28 pm

@Azed wrote:
@dee-nee wrote:
@dharma_senapati wrote:@dee-nee
yg bekerja hanya hukum sebab akibat, takdir & nasib sdh tercakup didlmnya lho.

kl menurut @dee-nee contoh takdir itu spt apa yah?

ga jauh beda dengan yang merah (minus yang saya coret) .... dan hukum sebab akibat ini berada dibawah ketetapan Tuhan >>> artinya apapun yang terjadi di alam semesta ini (termasuk hukum sebab akibat itu sendiri) ... semua sudah tercakup dalam ketetapan Tuhan

... so buat saya takdir atau nasib itu sama saja ... tidak ada bedanya >>> jadi kita sepakati saja tentang satu kata ... yaitu "takdir"

>>> artinya sebelum kejadian itu terjadi ... tidak/belum bisa disebut takdir

dan kalau sudah terjadi ... ya apa yang bisa diubah wong sudah terjadi
tapi kenapa kejadian itu bisa terjadi .... sudut pandang-nya yang mungkin berbeda
analogi-nya sama dengan kasus .... "fulan tidak bisa mengerjakan ujian matematika"

muslim A berpikir : itu karena ujian matematika-nya yang luar biasa sulit
muslim B berpikir : itu karena sudah menjadi takdir yang ditetapkan Tuhan demikian
muslim C berpikir : itu karena fulan yang memang tidak punya kemampuan untuk mengerjakan ujian tersebut  

semua benar2 saja ... tapi bila kita bicara tentang "isi kepala" :
cara berpikir A dan B akan menghasilkan orang2 yang fatalis ... tidak bisa berbuat apa2 dan hanya pasrah pada apa yang disebut "takdir" >>> makanya dalam TS disebut ... orang2 yang "menyalahkan takdir"
Saya modifikasi sedikit analogi anda.

Si fulan sudah diputuskan tdk akan diluluskan, bahkan sebelum ujian dimulai
Si fulan tdk tahu bhw oleh guru matematikanya, ia sudah diputuskan tdk akan diluluskan.
Oleh sebab itu, si fulan masih mau bercapek-capek belajar dan ikut ujian.

biru : si fulan diputuskan tidak lulus ujian ... karena si guru sudah tau bahwa fulan memang tidak bisa mengerjakan ujian2 tersebut (atas pilihan fulan sendiri)

so ... keputusan guru (di awal) adalah keputusan yang berdasarkan pilihan fulan sendiri (di akhir)

konsepnya adalah back and forward (artinya dalam sudut pandang Allah ... kehidupan alam semesta ini tidak melulu harus maju maju dan maju - sesuai alur kehidupan dari sudut pandang manusia)

>>> dalam kasus Allah (sebagai guru) .... Allah sudah tau seluruh keputusan fulan dalam memilih jalan hidupnya >>> (semua ini sudah diketahui Allah bahkan sebelum fulan lahir di dunia)

jangankan bagi Allah yang menguasai demensi tertinggi di alam semesta (katanya sampai dimensi 9 ya) ... bahkan mahluk yang hidup dalam dimensi 4 saja (satu dimensi diatas dimensi 3 manusia) ... mahluk2 ini pun bisa melihat kejadian sebelum dan sesudah dimensi 3 manusia (balik ke ungu)

@Azed wrote:
Maka, itu jadi begini :
Jika fulan tidk bisa mengerjakan ujian matematika = tdk lulus
Meskipun fulan bisa mengerjakan seluruh soal dg benar = tdk lulus


So, apapun yg dikerjakan si fulan, hasilnya akan tetap sama = tdk lulus.
Usaha si fulan hanya sia-sia, tdk berdaya melawan “takdir”

yang merah itu HANYA terjadi ... bila eksistensi guru mengikuti alur hidup fulan (sebagai manusia) .... yang maju, maju, maju, dan maju >>> padahal eksistensi guru (sebagai Allah) ... tidak mengikuti alur hidup manusia (yang hanya hidup dalam dimensi 3)

bisa ga anda membayangkan ... ini misalnya yah >>> anda membuat permainan catur ... dimana bidak2nya melangkah sesuai pilihan masing2 bidak ...

kondisi-nya adalah anda sudah tau awal dan akhir permainan ini ... anda sudah tau seluruh detail permainan tersebut (apa yang akan dipilih kuda pada langkah-nya yang pertama dan seterusnya) .... termasuk juga bidak2 lain

akhirnya ... berdasarkan apa yang dipilih dari masing2 bidak itupun ... anda juga sudah tau bahwa si raja putih akan kalah dalam permainan tersebut (berdasarkan keputusan raja sendiri)

dalam sudut pandang anda .... anda sudah tau ini semua ... dari awal sampai akhir permainan >>> sementara dalam sudut pandang para bidak itu sendiri ... permainan ini masih berjalan ... bahkan si raja putih saja belum tahu keputusan2 apa yang akan dia ambil (pilih) sendiri kedepannya

tapi ... karena anda sudah tau ... dan anda juga sudah tau segala sebab akibat dari keputusan2 para bidak ini .... sebelum permainan dimulai pun ... anda sudah bilang "Raja Putih ... kamu kalah dalam permainan ini"

mudah2an ngeh ya dengan ilustrasi ini

piss piss
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8627
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 181

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tak ada Yg Salah dengan Takdir

Post by dharma_senapati on Thu Sep 01, 2016 3:37 pm

jadi takdir = hukum karma = hukum sebab akibat = hukum tabur tuai ==> gt maksudnya ?
avatar
dharma_senapati
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Age : 45
Posts : 279
Kepercayaan : Budha
Location : Serang
Join date : 21.02.16
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tak ada Yg Salah dengan Takdir

Post by dee-nee on Thu Sep 01, 2016 3:51 pm

@Azed wrote:
@dee-nee wrote:yang dimaksud "calon takdir" disini artinya sesuatu yang belum terjadi (belum menjadi ketetapan apapun)

dalam setiap hukum dan aturan (Qaddara) Nya ... ada sekian banyak sebab akibat yang terjadi ... hukum kausalitas, hukum alam, dst

dalam Qaddara-Nya ... Allah memberikan pilihan pada manusia >>> apakah memilih menjadi kafir atau beriman >>>> dan pilihan manusia itulah yang kemudian menjadi takdir si manusia dibawah ketetepan/hukum Allah

kenapa disebut dibawah ketetapan Allah ?? >>> karena semua yang terjadi di alam semesta hanya/selalu berada dibawah ketetapan Allah

artinya ... ketika manusia memilih menjadi kafir >>> itu artinya sama dengan Allah men-takdir-kan si A menjadi kafir (yang terjadi atas pilihan A sendiri)

berbanding sama dengan ... ketika manusia memilih beriman >>> itu artinya sama dengan Allah men-takdir-kan si A menjadi beriman (yang terjadi atas pilihan A sendiri)

ujung2nya ... bagaimana ketetapan Allah terjadi pada manusia ... semua bisa terjadi ATAS PILIHAN MANUSIA SENDIRI (berada dibawah hukum/ketetapan/Qaddara Allah)

Saya akan mengambil pengertian menurut Qur’an yg bisa saya pahami.  Untuk menghindari kerancuan, dlm case ini istilah Takdir saya ganti dg Kodrat, yg di Indonesiakan dari kata Qaddar. Dg pengertian seperti yg sudah saya sampaikan dimuka => ketentuan, ketetapan yg sifatnya permanen dan tdk akan berubah.

Kodrat itu :
1A + 1B + 1C + 1 D = 4ABCD
A + B + C = D

Kalau mengambil logika bhw Takdir adalah perkara yg sudah terjadi, mestinya 4ABCD atau D adalah takdir. Karena dia adalah hasil proses/operasi matematis dari bilangan yg ada di sebelah kiri.

Maka, yg mana yg akan disebut sebagai kodrat (ketentuan, formula)
Apakah yg ini : 1A + 1B + 1C + 1 D ? dan A + B + C ?

Tidak satupun, keduanya tdk merepresentasikan suatu proses, tdk ada artinya apa-apa.
Yg disebut kodrat itu ya [1A + 1B + 1C + 1 D = 4AB] dan [A + B + C = D]

Ini sekedar contoh paling sederhana, karena cara bekerjanya kodrat itu teramat kompleks. Tak sanggup saya memahaminya.

merah : tepat ... semua hasil itu memang disebut takdir

---------------------------------------------------------------------------------------

@Azed wrote:Kembali ke soal istilah Takdir.
Dlm Qur’an, tidak ada istilah takdir dg pengertian : sesuatu yg sudah terjadi. Karena takdir (taqdirun) itu terambil dari turunan kata Qaddara, yg artinya sudah saya sampaikan dimuka. Jadi tidak ada pembagian misal kalau belum terjadi disebut nasib, setelah terjadi disebut takdir, atau sebaliknya.

merah : dan saya tidak bicara apa2 tentang nasib loh disini .... saya sebut "calon takdir"

kalau anda rancu dengan kalimat "calon takdir" disini ... maksudnya adalah ... BAGI MANUSIA ... dari sudut pandang manusia ... dari pengetahuan manusia >>> manusia tetap tidak bisa mengetahui bagaimana takdir mereka ... bila kejadian itu BELUM TERJADI

jadi saya bicara tentang sudut pandang pengetahuan manusia ... artinya manusia tidak/belum tahu takdir-nya sebelum kejadian itu terjadi

kan sebelumnya bicara tentang mengubah takdir ... ya memang tidak bisa diubah ... karena kita (sebagai manusia) saja baru tau takdir kita setelah kejadian itu terjadi

lah kalau sudah terjadi ... gimana mau ngubahnya ??

contoh kasus : fulan naik motor >>> endingnya bagaimana dengan fulan .... manusia tetap tidak punya pengetahuan untuk itu

lalu ... bila kemudian terjadi kecelakaan ... maka semua orang akan bilang "ya itu sudah takdir fulan ... mau gimana lagi wong takdir memang tidak bisa diubah"

penjelasan saya diatas ... hanya untuk menerangkan yang bold underline ini >>> bahwa pada dasar-nya MANUSIA BARU MENGETAHUI APA YANG DISEBUT TAKDIR bila kejadian itu sudah terjadi .... dan kalau sudah terjadi ya memang tidak bisa diubah

tapi sebetulnya ... ketika fulan naik motor (pada awalnya) ... fulan diberikan sekian banyak pilihan (sesuai Qaddara Allah) ... yang pada akhirnya bisa dilihat bagaimana ending-nya nanti .... (bisa fulan kecelakaan, bisa fulan selamat, bisa fulan dapat rejeki, bisa fulan ketemu teman lama, dsb)

yang biru ini yang saya maksud sebagai "calon takdir" >>> saya kasih tanda petik karena memang tidak harus disebut begitu ... (kata "calon takdir" ini mah saya aja yang bikin2 sendiri ... hehehehehehe)

sementara tentang penjelasan anda diatas tentang istilah takdir (Qaddara) ... tidak ada yang salah dengan penjelasan tersebut ... karena fokus saya hanya ingin menjelaskan yang ungu

---------------------------------------

@Azed wrote:Takdir atau kodrat itu untuk menyebut suatu ketetapan yg prosesnya dr awal sampai akhir. Seperti Instruction Manual (IM) untuk membuat mobil. Tidak ada pembagian misalnya ; kalau mobil masih dlm proses disebut apa, kalau sudah jadi disebut apa. Yg disebut IM itu ya keseluruhan proses dari awal-akhir.

tidak ada yang salah dalam uraian diatas .... saya oke2 saja

2 good  2 good

-------------------------------------------------

@Azed wrote:Kodrat berada diluar kuasa manusia yg sifatnya given, sudah dari sononya. Makanya Allah tdk menuntut tanggung jawab dlm soal ini. Misalnya, kita terlahir sebagai Indonesian, lelaki/perempuan, dsb..

disebut given pun (sebetulnya) atas pilihan manusia itu sendiri .... makanya saya jelaskan tentang dimensi Allah vs dimensi manusia

so ... kalau mau disebut given ya memang given >>> tetapi tetap dalam konteks ... given (diberikan) berdasarkan pilihan manusia sendiri .... apa yang manusia pilih itulah yang given (diberikan)  

underline : ya tergantung ... dalam konteks apa dulu tentang "tanggung jawab" ini >>> kalau urusannya tentang pelanggaran2 perintah Allah ... ya tetap ditanya tanggung jawabnya ...

karena buat saya ... apakah semua itu disebut takdir, nasib, kodrat ... apapun itu hanya masalah istilah ... hanya masalah kosa kata ... padahal konsep-nya sama saja >>> yaitu ketetapan Allah pada manusia didasari oleh pilihan manusia itu sendiri >>> berlaku pada kasus apapun (termasuk jodoh, kematian, kelahiran, rejeki dst)

-----------------------------------------------------------

@Azed wrote:Seandainya menjadi kafir itu sudah dikodratkan, given, maka itu artinya kekafiran si kafir sudah diluar kuasanya. Tidak ada pilihan, hanya tinggal menjalankan kodratnya. Adalah tidak adil jika kemudian menghukum si kafir yg telah sukses menjalankan peran yg dibebankan kepadanya.

bold : tidak begitu ... bila pemahamannya seperti yang saya jelaskan sebelumnya (tentang dimensi Allah vs dimensi manusia)

---------------------------------------------------------------------

@Azed wrote:Kodrat itu, yg saya pahami, berlaku universal, tdk menunjuk orang per orang. Pada manusia, kodratnya bukan pada apakah dia sudah ditentukan jadi orang baik atau jahat. Jika kita percaya ada hukum sebab-akibat, aksi-reaksi, maka itulah diantara sekian banyak ketentuan yg disebut kodrat. Semacam suatu “rule of game”. Jika kamu begini akibatnya begitu, jika kamu beraksi begini akan ada reaksi begono, dst.

tidak ada yang salah dengan kalimat ini .... semua sejuta persen saya setuju

saya hanya ingin menjelaskan bagaimana kita (sebagai manusia) memahami Allah dalam urusan takdir >>> terkait kedaulatan Allah sebagai satu2-nya YANG MUTLAK ... yang menguasai seluruh dimensi alam semesta

banyak saya lihat eyel2an antara muslim ... berdebat apakah manusia adalah robot atau tidak (terkait takdir) ... yang sebetulnya semua argumen itu benar2 saja :

- disebut takdir tidak bisa diubah >>> benar2 saja
- disebut takdir sudah ditetapkan Allah di LM >>> benar2 saja
- disebut manusia punya kebebasan untuk memilih >>> benar2 saja
- disebut manusia bisa mengubah takdir-nya pun >>> benar2 saja

tapi semua ini akan menjadi kontradiksi karena kita sering missed (lupa) ... tentang konsep Allah YANG MUTLAK (undeline biru) ...

argumen yang terjadi banyak yang tidak melihat sudut pandang antara kejadian yang sudah terjadi (past) ... sedang terjadi (present) ... dan akan terjadi (future) .... bahkan kita masih sering bicara tentang kedaulatan Allah dengan menggunakan sudut pandang (dimensi) manusia

----------------------------------------

@Azed wrote:Kita sebagai manusia tinggal “bermain” dlm koridor kodrat itu.

Dlm beberapa aspek, kodrat itu mirip hukum karma. Perbedaan yg paling mencolok tentu saja soal ada dan tdk ada yg meng-arange (menciptakan). Selain ada juga perbedaan yg cukup prinsip, setidaknya :

- Dlm karma ada istilah tumimbal lahir yg bisa berulang tak terhitung, bisa menjadi dewa bahkan binatang, sedangkan dlm Islam tidak dikenal yg seperti itu. Dlm Islam kebangkitan hanya sekali, di akherat.
- Dlm karma, sesuatu yg buruk baru “lunas” ketika sudah terbalas dikehidupan berikutnya. Sedang dlm Islam kejahatan bisa diputus atau dihapus dampak buruknya dg bertobat dan ampunan Allah.

sepakat .... semua saya setuju

Kita sebagai manusia tinggal “bermain” dlm koridor kodrat itu.

>>> dan Allah sudah memberikan ketetapan atas "permainan" tersebut (bahkan sebelum kita "bermain") ... dimana ketetapan Allah tersebut diberikan berdasarkan "permainan" yang kita pilih sendiri
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8627
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 181

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tak ada Yg Salah dengan Takdir

Post by dee-nee on Thu Sep 01, 2016 3:53 pm

@dharma_senapati wrote:jadi takdir = hukum karma = hukum sebab akibat = hukum tabur tuai ==> gt maksudnya ?

Yup ... dan semua hukum2 tersebut SUDAH DITETAPKAN sesuai pilihan manusia ... sebelum manusia memutuskan pilihan2-nya sendiri

jadi saya pribadi ... memang tidak ada masalah dengan hukum tabur tuai atau hukum universal yang ada dalam agama Buddha ... karena dasarnya memang sama saja

piss piss
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8627
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 181

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tak ada Yg Salah dengan Takdir

Post by dee-nee on Thu Sep 01, 2016 4:32 pm

sedikit curcol ... dan bukan saya tujukan untuk siapapun

tentang kalimat saya yang ini

saya hanya ingin menjelaskan bagaimana kita (sebagai manusia) memahami Allah dalam urusan takdir >>> terkait kedaulatan Allah sebagai satu2-nya YANG MUTLAK ... yang menguasai seluruh dimensi alam semesta

banyak saya lihat eyel2an antara muslim ... berdebat apakah manusia adalah robot atau tidak (terkait takdir) ... yang sebetulnya semua argumen itu benar2 saja :

- disebut takdir tidak bisa diubah >>> benar2 saja
- disebut takdir sudah ditetapkan Allah di LM >>> benar2 saja
- disebut manusia punya kebebasan untuk memilih >>> benar2 saja
- disebut manusia bisa mengubah takdir-nya pun >>> benar2 saja

tapi semua ini akan menjadi kontradiksi karena kita sering missed (lupa) ... tentang konsep Allah YANG MUTLAK (undeline biru) ...

argumen yang terjadi banyak yang tidak melihat sudut pandang antara kejadian yang sudah terjadi (past) ... sedang terjadi (present) ... dan akan terjadi (future) .... bahkan kita masih sering bicara tentang kedaulatan Allah dengan menggunakan sudut pandang (dimensi) manusia

saya hanya berpikir ... bila manusia (khususnya kepada muslim .... karena saya muslim) memahami apa yang dimaksud "Tunduk dalam kedaulatan Allah" (dalam konteks yang biru) >>> menurut pendapat saya ... kita akan merasa sangat kecil terkait eksistensi Allah

dan bila sudah merasakan begitu kecil ... maka kita juga tidak bisa lagi menyebut2 orang lain (atau siapapun itu) sebagai kafir, penghuni neraka-lah, penyesat lah, dst ... kita juga akan merasa tidak pantas untuk mempunyai kebencian apapun pada orang lain .... ditambah kita juga akan lebih "fair" ... bersih jiwa dan pikiran untuk memberi penilaian tentang semua kejadian di bumi >>> ini dari sudut hablum minannas (hubungan dengan manusia)

sementara dari sudut hablum minallah (hubungan dengan Tuhan) >>> dalam menjalani hidup ... kita akan tunduk dan sujud se-rendah2nya HANYA kepada Allah ... sudah tidak lagi berperilaku demi kepentingan (hawa nafsu) duniawi

dan sebetulnya memang ini toh inti dari Islam >>> yaitu tunduk atau patuh, juga berarti selamat, sejahtera, atau damai.

saya pribadi masih juaaauuuhhhh untuk menjadi yang merah .... semua uraian diatas cuma pendapat aja sih ... hehehehehe

piss piss
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8627
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 181

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tak ada Yg Salah dengan Takdir

Post by njlajahweb on Thu Sep 01, 2016 5:45 pm

kalau menurut perabaan saya sih, mungkin bisa jadi begini:

*takdir besar,
sukaduka atau peristiwa yang merupakan ketetapan yang sudah diputuskan TUHAN tidak akan pernah berubah(kecuali ditunda), yang sudah dibentuk sebelum dunia dijadikan.
NB:
1.Kodrat(dalam definisi BangAzed),  termasuk dalam takdir besar.
2.dalam takdir besar TUHAN menggunakan Kedaulatan-NYA.
3.TUHAN memberi kemampuan, yang berbeda-beda.
4.juga bersifat diluar kuasa manusia.
5. dalam takdir besar sebagai orang-orang beriman yang tahudiri maka harus mutlak mempercayai bahwa TUHAN tidak pernah berniat jahat.

*takdir kecil/calon takdir/ketetapan relatif/ketetapan sementara/hukumkarma,
bisa berubah kalau manusia melakukan usaha terbaik hingga TUHAN mau mengubahnya
NB:
1. dalam takdir kecil/calon takdir/ketetapan relatif/ketetapan sementara/hukumkarma, dalam hal ini TUHAN sengaja tidak menggunakan keMahatahuanya)
2. dan jika manusia terkena naas itu karena manusia itu sendiri.
3. takdir kecil bisa berubah, namun hanya TUHAN yang bisa merubahnya dengan syarat manusia mau merubah dirinya dengan melakukan usaha terbaik dalam lahir dan batin, sehingga TUHAN mau merubahnya.
4.takdir kecil tidak dibentuk sebelum dunia dijadikan.
5. dalam takdir kecil semua makhluk punya kehendak bebas.
6.TUHAN tidak menggunakan KedaulataNYA
7.masuk neraka atau surga termasuk dalam takdir kecil yang bisa berubah, tergantung sejauh mana usaha manusia bisa membuat TUHAN mau merubahnya.
avatar
njlajahweb
KAPTEN
KAPTEN

Female
Posts : 4231
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 108

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tak ada Yg Salah dengan Takdir

Post by Azed on Thu Sep 01, 2016 6:49 pm

@dee-nee wrote:mudah2an ngeh ya dengan ilustrasi ini
Ya ... ya, saya ngeh ....

piss

Azed
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 160
Kepercayaan : Islam
Location : Indonesia
Join date : 02.09.12
Reputation : 25

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tak ada Yg Salah dengan Takdir

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 3 dari 3 Previous  1, 2, 3

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik