FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Sikap KH Hasyim Muzadi Soal Demo Penistaan dan Politisasi Alquran

Halaman 1 dari 2 1, 2  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Sikap KH Hasyim Muzadi Soal Demo Penistaan dan Politisasi Alquran

Post by isaku on Thu Nov 17, 2016 6:36 pm

JAKARTA -- Mantan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi bereaksi atas munculnya persoalan dan meluasnya kontroversi berbagai soal kebangsaan terkait soal kasus dugaan penistaan Alquran Surah al-Maidah ayat 51 yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjaja Purnama.

KH Hasyim Muzadi, yang juga pengasuh Pondok Pesantren Al Hikam Depok mengatakan, memang ada beberapa hal yang membuat isu tersebut menjadi sangat sensitif terkait dengan agama Islam. Dalam rilis yang dikirimkan kepada Republika.co.id, Rabu pagi (9/10), dia menyatakan pandangannya yang diberi judul 'Kekuatan (Energi) Alquran dan Politisasi'. Isi lengkapnya sebagai berikut:

Di kalangan umat Islam seluruh dunia, ada tiga hal yang tidak boleh disinggung atau direndahkan, yakni : Allah SWT, Rasulullah SAW, dan Kitab suci Alquran. Pertama, apabila salah satu dari hal itu, apalagi ketiganya, disinggung dan direndahkan, pasti mendapat reaksi spontan dari umat Islam tanpa disuruh siapa pun. Reaksi tersebut akan segera meluas tanpa bisa dibatasi oleh sekat-sekat organisasi, partai, dan birokrasi. Kekuatan energi tersebut akan bergerak dengan sendirinya tanpa dibatasi ruang dan waktu.

Kedua, fenomena demo 4 November 2016 tentu secara lahiriah dipimpin oleh beberapa tokoh yang merasa terpanggil untuk membela kesucian kitabnya. Namun jumlah yang hadir membuktikan adanya kekuatan (energi spritiual) yang dahsyat dari pengaruh Alquran tersebut. Hal ini dapat dibuktikan para pemimpin yang melakukan demo atau mengumpulkan masa tanpa dorongan spiritualisme tersebut tidak mungkin dapat menggerakan umat yang berjumlah jutaan. Mereka berjalan dengan damai, tertib dan siap untuk berkorban. Sehingga sesungguhnya tidak perlu dicari dalangnya, provokator atau siapa yang membayar. Karena provokator dan bayaran setingkat apa pun tidak akan mampu menggalang kekuatan tersebut. Yang ada mereka akan menempel pada gelombang besar untuk kepentingannya, bukan kemampuan menciptakan gelombang itu sendiri.

Ketiga, kedahsyatan energi Alquran tersebut hanya bisa dimengerti, dirasakan dan diperjuangkan oleh orang yang memang mengimani Alquran. Tentu sangat sulit untuk diterangkan kepada mereka yang tidak percaya kepada Alquran, berpikiran atheis, sekuler dan liberal. Karena mereka jangankan memahami energi Alquran, menerima Alquran pun belum tentu bisa. Sehingga perdebatan antara keimanan kepada Alquran dan ketidakpercayaan kepada Alquran hanya akan melahirkan advokasi bertele-tele dan berbagai macam rekayasa.

Keempat, Alquran sebagai kitab suci sekaligus kitab pembeda (al-Furqon) yang membedakan antara yang hak dan yang batil. Maka tidak heran kalau kemudian kelihatan di kalangan umat Islam sendiri mana yang bertindak sebagai pejuang, sebagai pengikut perjuangan yang ikhlas tanpa pamrih, yang mengambil posisi memanfaatkan keadaan (kepentingan duniawi sesaat), dan mana yang memang menyelewengkan Alquran. Sedangkan di kalangan non-Muslim sendiri sangat sedikit yang membuat konflik lintas agama dengan kaum Muslimin. Mereka adalah pihak yang sudah basah politisasi dan kapitalisasi ekonomi serta hegemoni kekuasaan. Sedangkan mayoritas mutlak non-Muslim tetap bersatu bersama kaum Muslimin dalam penegakan NKRI.

Kelima, di era demokratisasi politik Indonesia, gerakan pembelaan Alquran tidak akan lolos dari upaya pihak-pihak tertentu dalam melakukan politisasi yang tujuannya membelokkan dan mengaburkan tujuan suci tersebut. Politisasi sebenarnya tidak hanya terjadi pada tanggal 4/11 malam hari, tetapi sesungguhnya telah dimulai semenjak rakyat merasakan penggunaan kekuasaan untuk mendukung atau tidak mendukung salah satu pihak yang memiliki kepentingan.

Seorang gubernur pejawat yang akan mencalonkan kembali sebagai gubernur diharuskan oleh undang-undang untuk menjalani cuti. Artinya, tidak boleh ada penggunaan kekuasaan di dalam proses demokratisasi pemilihan. Apabila terjadi, itu termasuk abuse of power (Penyalahgunaan kekuasaan).

Keenam, perdebatan tentang siapa dalang, provokator, penunggangan politik, sebenarnya sudah tidak diperlukan lagi sebagai isu, demi kesatuan dan persatuan NKRI. Lebih bermanfaat kalau kita fokus kepada kewajiban negara dalam melindungi hak yang adil dari kaum Muslimin Indonesia. Sehubungan dengan adanya penistaan Alquran tersebut yang diproses menurut hukum negara (UU No 1. Tahun 1965). Hal semacam ini sebenarnya pernah terjadi di Indonesia pada kasus Arswendo, Lia Eden dan Musadek. Namun bedanya, mereka tidak sebesar Ahok.

Ketujuh, khusus untuk kaum Muslimin Indonesia, agar terus memperbaiki kualitas perjuangannya. Hendaknya janganlah masalah kemurnian perjuangan pembelaan Alquran ini dicampur aduk dengan isu khilafah, pendirian negara Islam, memberi peluang terhadap ISIS, peluang terhadap teroris, dan perlawanan terhadap pesatuan dan kesatuan bangsa. Karena, apabila hal-hal tersebut dilakukan oleh kaum Muslimin, akan menjadi alat pukul balik terhadap kaum Muslimin itu sendiri, dan dapat mengakibatkan umat Islam bercerai-berai.

Kedelapan, seluruh kaum Muslimin, apa pun ormasnya, jangan beranggapan bahwa sekat-sekat ormas itu dapat menghadang energi Alquran. Karena kalau dipaksakan, justru berakibat tidak ditaatinya pemimpin oleh umatnya sendiri yang memang ghirah Alqurannya tinggi.

Kesembilan, saat ini upaya untuk menciptakan opini bahwa Ahok tidak menistakan agama tampak akan berlanjut. Kita masih menunggu hasil finalnya. Hasil final tersebut bergantung pada siapa yang dimintai pendapat dan fatwanya oleh pihak kepolisian. Semoga akan selaras dengan keputusan MUI (Majelis Ulama Indonesia).

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/fatwa/16/11/09/ogcrxo385-sikap-kh-hasyim-muzadi-soal-demo-penistaan-dan-politisasi-alquran

isaku
KAPTEN
KAPTEN

Male
Posts : 3532
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 17.09.12
Reputation : 138

Kembali Ke Atas Go down

Re: Sikap KH Hasyim Muzadi Soal Demo Penistaan dan Politisasi Alquran

Post by dee-nee on Thu Nov 17, 2016 7:05 pm

@isaku wrote:Di kalangan umat Islam seluruh dunia, ada tiga hal yang tidak boleh disinggung atau direndahkan, yakni : Allah SWT, Rasulullah SAW, dan Kitab suci Alquran. Pertama, apabila salah satu dari hal itu, apalagi ketiganya, disinggung dan direndahkan, pasti mendapat reaksi spontan dari umat Islam tanpa disuruh siapa pun. Reaksi tersebut akan segera meluas tanpa bisa dibatasi oleh sekat-sekat organisasi, partai, dan birokrasi. Kekuatan energi tersebut akan bergerak dengan sendirinya tanpa dibatasi ruang dan waktu.

nah yang merah ini loh masalahnya .... ada ga pidato ahok yang menistakan tiga unsur underline diatas ??

ada ga dari tiga unsur diatas termasuk menistakan "manusia selain Rasullulah SAW" (bahkan ulama sekalipun walaupun tetap tidak ada buktinya) ??

justru yang demo itu DIBOHONGI oleh mereka2 yang sudah salah menuduh ahok

ini logika yang sama ketika saya bilang : "jangan mau dibohong ISIS pakai ayat2 jihad" ... lalu siapapun itu mengerahkan massa sambil teriak "tangkap dini karena sudah menistakan ayat2 Al Quran"

ya iyalah pada bergerak ... wong kompor-nya begitu
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 181

Kembali Ke Atas Go down

Re: Sikap KH Hasyim Muzadi Soal Demo Penistaan dan Politisasi Alquran

Post by isaku on Thu Nov 17, 2016 7:09 pm

Mungkin Mb Dee kurang peka.


maaf

piss

isaku
KAPTEN
KAPTEN

Male
Posts : 3532
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 17.09.12
Reputation : 138

Kembali Ke Atas Go down

Re: Sikap KH Hasyim Muzadi Soal Demo Penistaan dan Politisasi Alquran

Post by dee-nee on Thu Nov 17, 2016 7:10 pm

hihihihihi .... kurang peka memang jauh banget sih artinya dengan "senggol bacok"

piss  piss
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 181

Kembali Ke Atas Go down

Re: Sikap KH Hasyim Muzadi Soal Demo Penistaan dan Politisasi Alquran

Post by isaku on Thu Nov 17, 2016 7:18 pm

Menurut saya Mb Dee agak gagal paham :)

isaku
KAPTEN
KAPTEN

Male
Posts : 3532
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 17.09.12
Reputation : 138

Kembali Ke Atas Go down

Re: Sikap KH Hasyim Muzadi Soal Demo Penistaan dan Politisasi Alquran

Post by dee-nee on Thu Nov 17, 2016 9:05 pm

@isaku wrote:Menurut saya Mb Dee agak gagal paham :)

ga ... ga ada gagal paham ... mau ngeles pake 1000 teori sekalipun ... poin saya jelas

justru yang demo itu DIBOHONGI oleh mereka2 yang sudah salah menuduh ahok

ini logika yang sama ketika saya bilang : "jangan mau dibohong ISIS pakai ayat2 jihad" ... lalu siapapun itu mengerahkan massa sambil teriak "tangkap dini karena sudah menistakan ayat2 Al Quran"

ya iyalah pada bergerak ... wong kompor-nya begitu
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 181

Kembali Ke Atas Go down

Re: Sikap KH Hasyim Muzadi Soal Demo Penistaan dan Politisasi Alquran

Post by ngayarana on Fri Nov 18, 2016 11:20 am

Jeng Dee-nee.... ada apa dengan mu...? sedih
@dee-nee wrote:
@isaku wrote:Di kalangan umat Islam seluruh dunia, ada tiga hal yang tidak boleh disinggung atau direndahkan, yakni : Allah SWT, Rasulullah SAW, dan Kitab suci Alquran. Pertama, apabila salah satu dari hal itu, apalagi ketiganya, disinggung dan direndahkan, pasti mendapat reaksi spontan dari umat Islam tanpa disuruh siapa pun. Reaksi tersebut akan segera meluas tanpa bisa dibatasi oleh sekat-sekat organisasi, partai, dan birokrasi. Kekuatan energi tersebut akan bergerak dengan sendirinya tanpa dibatasi ruang dan waktu.

nah yang merah ini loh masalahnya .... ada ga pidato ahok yang menistakan tiga unsur underline diatas ??

ada ga dari tiga unsur diatas termasuk menistakan "manusia selain Rasullulah SAW" (bahkan ulama sekalipun walaupun tetap tidak ada buktinya) ??
Ini apa maksudnya?
Kalo Dee-nee dan sebagian Ulama lain  meyakini bahwa Awliya itu bukan diartikan pemimpin, apa pantas sampai mengatakan "Pembohong" terhadap orang lain atau Ulama lain yang meyakini bahwa Awliya dalam QS Al Maidah 51 diartikan sebagai Pemimpin...?

justru yang demo itu DIBOHONGI oleh mereka2 yang sudah salah menuduh ahok

ini logika yang sama ketika saya bilang : "jangan mau dibohong ISIS pakai ayat2 jihad" ... lalu siapapun itu mengerahkan massa sambil teriak "tangkap dini karena sudah menistakan ayat2 Al Quran"

ya iyalah pada bergerak ... wong kompor-nya begitu
Sekarang ada gak ISIS yang Demo Jeng Dee-nee, Bedakan Statment anda dengan kasus yang berkembang di atas.
Apakah anda mempunyai pandangan ketika sebagian Ulama menafsirkan Kata Awliya sebagai Pemimpin itu ada sebuah Radikalisme...? nangis
Mohon Maaf Jeng, hanya sekedar bertanya.
avatar
ngayarana
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1147
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 30.01.14
Reputation : 27

Kembali Ke Atas Go down

Re: Sikap KH Hasyim Muzadi Soal Demo Penistaan dan Politisasi Alquran

Post by ryo on Fri Nov 18, 2016 11:44 am

@ngayarana wrote:Jeng Dee-nee.... ada apa dengan mu...? sedih
@dee-nee wrote:
@isaku wrote:Di kalangan umat Islam seluruh dunia, ada tiga hal yang tidak boleh disinggung atau direndahkan, yakni : Allah SWT, Rasulullah SAW, dan Kitab suci Alquran. Pertama, apabila salah satu dari hal itu, apalagi ketiganya, disinggung dan direndahkan, pasti mendapat reaksi spontan dari umat Islam tanpa disuruh siapa pun. Reaksi tersebut akan segera meluas tanpa bisa dibatasi oleh sekat-sekat organisasi, partai, dan birokrasi. Kekuatan energi tersebut akan bergerak dengan sendirinya tanpa dibatasi ruang dan waktu.

nah yang merah ini loh masalahnya .... ada ga pidato ahok yang menistakan tiga unsur underline diatas ??

ada ga dari tiga unsur diatas termasuk menistakan "manusia selain Rasullulah SAW" (bahkan ulama sekalipun walaupun tetap tidak ada buktinya) ??
Ini apa maksudnya?
Kalo Dee-nee dan sebagian Ulama lain  meyakini bahwa Awliya itu bukan diartikan pemimpin, apa pantas sampai mengatakan "Pembohong" terhadap orang lain atau Ulama lain yang meyakini bahwa Awliya dalam QS Al Maidah 51 diartikan sebagai Pemimpin...?
Maaf menyela dan ijin bertanya sekiranya anda berkenan memberi pendapat atas pertanyaan saya:

Atas dasar apa ulama meyakini bhw:
1. al maidah 51 berisi larangan bagi umat muslim di DKI untuk mengambil orang kristen sbg pejabat administratif ?

2. Allah ta'ala melarang umat muslim DKI mengambil orang kristen sbg pejabat administratif bukan berdasarkan track record prestasi dan kinerjanya melainkan berdasarkan primordial ?

3. mempolitisi ayat kitab suci itu merupakan tindakan mencerdaskan bangsa indonesia yg membuat bangsa indonesia makin lama makin terdepan dibanding negara2 tetangga dgn cara mengambil pejabat administratif berdasarkan primordial ?

4. mempolitisi ayat kitab suci itu dibenarkan menurut agama Islam dan dibenarkan menurut UU indonesia ?

5. mempolitisi ayat kitab suci itu bukanlah suatu tindakan pembohongan dan pembodohan publik dan tidak menjadikan kultur politik bangsa indonesia makin terpuruk ?



ryo
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Age : 36
Posts : 166
Kepercayaan : Islam
Location : Surabaya
Join date : 09.10.16
Reputation : 10

Kembali Ke Atas Go down

Re: Sikap KH Hasyim Muzadi Soal Demo Penistaan dan Politisasi Alquran

Post by ryo on Fri Nov 18, 2016 12:08 pm

@isaku wrote:JAKARTA -- Mantan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi bereaksi atas munculnya persoalan dan meluasnya kontroversi berbagai soal kebangsaan terkait soal kasus dugaan penistaan Alquran Surah al-Maidah ayat 51 yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjaja Purnama.

KH Hasyim Muzadi, yang juga pengasuh Pondok Pesantren Al Hikam Depok mengatakan, memang ada beberapa hal yang membuat isu tersebut menjadi sangat sensitif terkait dengan agama Islam. Dalam rilis yang dikirimkan kepada Republika.co.id, Rabu pagi (9/10), dia menyatakan pandangannya yang diberi judul 'Kekuatan (Energi) Alquran dan Politisasi'. Isi lengkapnya sebagai berikut:

Di kalangan umat Islam seluruh dunia, ada tiga hal yang tidak boleh disinggung atau direndahkan, yakni : Allah SWT, Rasulullah SAW, dan Kitab suci Alquran. Pertama, apabila salah satu dari hal itu, apalagi ketiganya, disinggung dan direndahkan, pasti mendapat reaksi spontan dari umat Islam tanpa disuruh siapa pun. Reaksi tersebut akan segera meluas tanpa bisa dibatasi oleh sekat-sekat organisasi, partai, dan birokrasi. Kekuatan energi tersebut akan bergerak dengan sendirinya tanpa dibatasi ruang dan waktu.

Kedua, fenomena demo 4 November 2016 tentu secara lahiriah dipimpin oleh beberapa tokoh yang merasa terpanggil untuk membela kesucian kitabnya. Namun jumlah yang hadir membuktikan adanya kekuatan (energi spritiual) yang dahsyat dari pengaruh Alquran tersebut. Hal ini dapat dibuktikan para pemimpin yang melakukan demo atau mengumpulkan masa tanpa dorongan spiritualisme tersebut tidak mungkin dapat menggerakan umat yang berjumlah jutaan. Mereka berjalan dengan damai, tertib dan siap untuk berkorban. Sehingga sesungguhnya tidak perlu dicari dalangnya, provokator atau siapa yang membayar. Karena provokator dan bayaran setingkat apa pun tidak akan mampu menggalang kekuatan tersebut. Yang ada mereka akan menempel pada gelombang besar untuk kepentingannya, bukan kemampuan menciptakan gelombang itu sendiri.

Ketiga, kedahsyatan energi Alquran tersebut hanya bisa dimengerti, dirasakan dan diperjuangkan oleh orang yang memang mengimani Alquran. Tentu sangat sulit untuk diterangkan kepada mereka yang tidak percaya kepada Alquran, berpikiran atheis, sekuler dan liberal. Karena mereka jangankan memahami energi Alquran, menerima Alquran pun belum tentu bisa. Sehingga perdebatan antara keimanan kepada Alquran dan ketidakpercayaan kepada Alquran hanya akan melahirkan advokasi bertele-tele dan berbagai macam rekayasa.

Keempat, Alquran sebagai kitab suci sekaligus kitab pembeda (al-Furqon) yang membedakan antara yang hak dan yang batil. Maka tidak heran kalau kemudian kelihatan di kalangan umat Islam sendiri mana yang bertindak sebagai pejuang, sebagai pengikut perjuangan yang ikhlas tanpa pamrih, yang mengambil posisi memanfaatkan keadaan (kepentingan duniawi sesaat), dan mana yang memang menyelewengkan Alquran. Sedangkan di kalangan non-Muslim sendiri sangat sedikit yang  membuat konflik lintas agama dengan kaum Muslimin. Mereka adalah pihak yang sudah basah politisasi dan kapitalisasi ekonomi serta hegemoni kekuasaan. Sedangkan mayoritas mutlak non-Muslim tetap bersatu bersama kaum Muslimin dalam penegakan NKRI.

Kelima, di era demokratisasi politik Indonesia, gerakan pembelaan Alquran tidak akan lolos dari upaya pihak-pihak tertentu dalam melakukan politisasi yang tujuannya membelokkan dan mengaburkan tujuan suci tersebut. Politisasi sebenarnya tidak hanya terjadi pada tanggal 4/11 malam hari, tetapi sesungguhnya telah dimulai semenjak rakyat merasakan penggunaan kekuasaan untuk mendukung atau tidak mendukung salah satu pihak yang memiliki kepentingan.

Seorang gubernur pejawat yang akan mencalonkan kembali sebagai gubernur diharuskan oleh undang-undang untuk menjalani cuti. Artinya, tidak boleh ada penggunaan kekuasaan di dalam proses demokratisasi pemilihan. Apabila terjadi, itu termasuk abuse of power (Penyalahgunaan kekuasaan).

Keenam, perdebatan  tentang  siapa dalang, provokator, penunggangan politik, sebenarnya sudah tidak diperlukan lagi sebagai isu, demi kesatuan dan persatuan NKRI. Lebih bermanfaat kalau kita fokus kepada kewajiban negara dalam melindungi  hak yang adil dari kaum Muslimin Indonesia. Sehubungan dengan adanya penistaan Alquran tersebut yang diproses menurut hukum negara (UU No 1. Tahun 1965). Hal semacam ini sebenarnya pernah terjadi di Indonesia pada kasus Arswendo, Lia Eden dan Musadek.  Namun bedanya, mereka tidak sebesar Ahok.

Ketujuh, khusus untuk kaum Muslimin Indonesia, agar terus memperbaiki kualitas perjuangannya. Hendaknya janganlah  masalah kemurnian perjuangan pembelaan Alquran ini dicampur aduk dengan isu khilafah, pendirian negara Islam, memberi peluang terhadap ISIS, peluang terhadap teroris, dan perlawanan terhadap pesatuan dan kesatuan bangsa. Karena, apabila hal-hal tersebut dilakukan oleh kaum Muslimin, akan menjadi alat pukul balik terhadap kaum Muslimin itu sendiri, dan dapat mengakibatkan umat Islam bercerai-berai.

Kedelapan, seluruh kaum Muslimin, apa pun ormasnya, jangan beranggapan bahwa sekat-sekat ormas itu dapat menghadang energi Alquran. Karena kalau dipaksakan, justru berakibat tidak ditaatinya pemimpin oleh umatnya sendiri yang memang ghirah Alqurannya tinggi.

Kesembilan, saat ini upaya untuk menciptakan opini bahwa Ahok tidak menistakan agama tampak akan berlanjut. Kita masih menunggu hasil finalnya. Hasil final tersebut bergantung pada siapa yang dimintai pendapat dan fatwanya oleh pihak kepolisian. Semoga akan selaras dengan keputusan MUI (Majelis Ulama Indonesia).

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/fatwa/16/11/09/ogcrxo385-sikap-kh-hasyim-muzadi-soal-demo-penistaan-dan-politisasi-alquran
Masalahnya, jika perkataan ahok itu diartikan sendiri sehingga menjadi berbeda dgn apa yg memang benar2 pendapat ahok... kemudian pokoke si ahok telah menghina ulama, pokoke ahok telah menista al quran --> ya ga bener juga, ga adil itu namanya...

Ilustrasinya begini; maksudnya ahok ketika pengucapkan pernyataan 'dibohongi..dibodohi' itu dlm konteks politik - menyindir orang2 yg mempolitisi ayat kitab suci untuk menjatuhkan ahok, ahok juga memberi contoh ttg orang2 kristen yg mempolitisi ayat alkitab untuk menjatuhkan kandidat non-kristen untuk menjelaskan bhw pengertian dari perkataannya di kep. seribu itu begitu...
Namun diartikan sendiri oleh orang2 sbg penistaan terhadap al quran dan penghinaan terhadap ulama...
Dengan demikian, pendapat ahok berbeda dgn tafsiran si pendengar alias misinterpretasi alias tidak nyambung.
Sebagai umat muslim, seharusnya tabayun... mendengarkan penjelasan si pembicara.. jangan malah si ahok dipaksa seolah2 pendapatnya itu harus adalah hasil tafsiran si pendengar yg misinterpretasi tsb.. itu namanya tidak adil




ryo
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Age : 36
Posts : 166
Kepercayaan : Islam
Location : Surabaya
Join date : 09.10.16
Reputation : 10

Kembali Ke Atas Go down

Re: Sikap KH Hasyim Muzadi Soal Demo Penistaan dan Politisasi Alquran

Post by dee-nee on Fri Nov 18, 2016 12:58 pm

@ngayarana wrote:Jeng Dee-nee.... ada apa dengan mu...? sedih
@dee-nee wrote:
@isaku wrote:Di kalangan umat Islam seluruh dunia, ada tiga hal yang tidak boleh disinggung atau direndahkan, yakni : Allah SWT, Rasulullah SAW, dan Kitab suci Alquran. Pertama, apabila salah satu dari hal itu, apalagi ketiganya, disinggung dan direndahkan, pasti mendapat reaksi spontan dari umat Islam tanpa disuruh siapa pun. Reaksi tersebut akan segera meluas tanpa bisa dibatasi oleh sekat-sekat organisasi, partai, dan birokrasi. Kekuatan energi tersebut akan bergerak dengan sendirinya tanpa dibatasi ruang dan waktu.

nah yang merah ini loh masalahnya .... ada ga pidato ahok yang menistakan tiga unsur underline diatas ??

ada ga dari tiga unsur diatas termasuk menistakan "manusia selain Rasullulah SAW" (bahkan ulama sekalipun walaupun tetap tidak ada buktinya) ??

Ini apa maksudnya?

Kalo Dee-nee dan sebagian Ulama lain  meyakini bahwa Awliya itu bukan diartikan pemimpin, apa pantas sampai mengatakan "Pembohong" terhadap orang lain atau Ulama lain yang meyakini bahwa Awliya dalam QS Al Maidah 51 diartikan sebagai Pemimpin...?

fokus fokus ... isi TS adalah tentang demo dan apa yang dikatakan KH Hasyim Muzadi

KH Hasyim Muzadi mengatakan yang merah >>> bahwa di kalangan umat Islam seluruh dunia, ada tiga hal yang tidak boleh disinggung atau direndahkan, yakni : Allah SWT, Rasulullah SAW, dan Kitab suci Alquran.

sekarang saya tanya ... yang biru (khususnya underline) .... itu termasuk dalam 3 hal yang bold ini atau tidak ??

demo 411 menjadi besar karena si "pencetus" MEMBUAT kasus ini .... seolah2 ahok sudah menistakan salah satu dari 3 hal diatas >>> padahal nyatanya ahok HANYA menistakan orang/manusia (dan tidak harus ulama juga karena ahok tidak menyebut kata ulama)

btw yang hijau : kok sedih sih ... saya kan hanya membela keadilan ... sudah sesuai dengan perintah Al Quran sih setau saya

piss

-------------------------------------------

@ngayarana wrote:

justru yang demo itu DIBOHONGI oleh mereka2 yang sudah salah menuduh ahok

ini logika yang sama ketika saya bilang : "jangan mau dibohong ISIS pakai ayat2 jihad" ... lalu siapapun itu mengerahkan massa sambil teriak "tangkap dini karena sudah menistakan ayat2 Al Quran"

ya iyalah pada bergerak ... wong kompor-nya begitu

Sekarang ada gak ISIS yang Demo Jeng Dee-nee, Bedakan Statment anda dengan kasus yang berkembang di atas.
Apakah anda mempunyai pandangan ketika sebagian Ulama menafsirkan Kata Awliya sebagai Pemimpin itu ada sebuah Radikalisme...? nangis
Mohon Maaf Jeng, hanya sekedar bertanya.

satu untuk yang hijau : ahok tidak MENYEBUT satu kata ulama pun .... ahok menyebut orang (artinya bisa siapa saja) .... makanya jangan suka baper toh ya ... tabayun itu jauh lebih baik daripada baper

sudah tidak klarifikasi siapa manusia (orang) yang ahok maksud ... ujug2 ahok malah dituduh menistakan ulama

dua ... fokus-nya juga bukan di ISIS nya dong ah ... tapi dari konteks cerita yang ungu diatas itu >>> bahwa FAKTANYA saya menistakan ISIS atau manusia siapapun itu ... tapi kemudian ada yang kompor lalu bikin fitnah bahwa saya menistakan Al Quran

yang biru dan merah ini beda >>> yang satu menistakan manusia (biru) - yang satu menistakan kitab suci (merah)

>>> sementara faktanya .... demo 411 itu terjadi karena saya DITUDUH melakukan yang merah ... padahal saya melakukan yang biru

coba deh yang baper2 ini teriak ke masyarakat >>> "Eh ... saya dinistakan loh ... demo dong demi kita" >>> ada yang mau peduli ga ?? (balik ke bold coklat)

pake logika aja deh ... pernah ada ceritanya ga ... muslim demo demi membela FPI atau MUI ??


jadi back to pertanyaan saya sebelumnya .... menurut anda yang biru ini termasuk dalam 3 hal diatas atau tidak (antara Allah SWT, Rasulullah SAW, dan Kitab suci Alquran.) ??

kalaupun anda mengatakan yang dinistakan ahok adalah ulama (walaupun tidak ada buktinya) >>> menurut anda ulama tingkat-nya sama atau tidak dengan Allah SWT, Rasulullah SAW, dan Kitab suci Alquran ??

hati2 takabur ... coba di check lagi ... apa benar demo 411 tujuannya adalah untuk membela Allah SWT, Rasulullah SAW, dan Kitab suci Alquran .... atau sebetulnya hanya untuk membela manusia (walaupun itu ulama sekalipun) ?? >>> baca lagi deh yang ungu underline

begitu loh maksud kuh

piss piss
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 181

Kembali Ke Atas Go down

Re: Sikap KH Hasyim Muzadi Soal Demo Penistaan dan Politisasi Alquran

Post by ngayarana on Fri Nov 18, 2016 1:23 pm

@ryo wrote:
@ngayarana wrote:Jeng Dee-nee.... ada apa dengan mu...? sedih
@dee-nee wrote:
@isaku wrote:Di kalangan umat Islam seluruh dunia, ada tiga hal yang tidak boleh disinggung atau direndahkan, yakni : Allah SWT, Rasulullah SAW, dan Kitab suci Alquran. Pertama, apabila salah satu dari hal itu, apalagi ketiganya, disinggung dan direndahkan, pasti mendapat reaksi spontan dari umat Islam tanpa disuruh siapa pun. Reaksi tersebut akan segera meluas tanpa bisa dibatasi oleh sekat-sekat organisasi, partai, dan birokrasi. Kekuatan energi tersebut akan bergerak dengan sendirinya tanpa dibatasi ruang dan waktu.

nah yang merah ini loh masalahnya .... ada ga pidato ahok yang menistakan tiga unsur underline diatas ??

ada ga dari tiga unsur diatas termasuk menistakan "manusia selain Rasullulah SAW" (bahkan ulama sekalipun walaupun tetap tidak ada buktinya) ??
Ini apa maksudnya?
Kalo Dee-nee dan sebagian Ulama lain  meyakini bahwa Awliya itu bukan diartikan pemimpin, apa pantas sampai mengatakan "Pembohong" terhadap orang lain atau Ulama lain yang meyakini bahwa Awliya dalam QS Al Maidah 51 diartikan sebagai Pemimpin...?
Maaf menyela dan ijin bertanya sekiranya anda berkenan memberi pendapat atas pertanyaan saya:

Atas dasar apa ulama meyakini bhw:
1. al maidah 51 berisi larangan bagi umat muslim di DKI untuk mengambil orang kristen sbg pejabat administratif ?
Apa Maksud pertanyaan anda ini, sudah tidak percaya lagikah terhadap Ulama?
Perbedaan Tafsir Alquran memang sudah sering terjadi di kalangan Ulama, tapi apakah pantas Orang lain mengatakan salah satu Tafsir yang menurut dia tidak menguntungkannya di sebut PEMBOHONG?, dan Umat yang meyakini nya di sebut BODOH?
Ini yang sebenarnya yang harus di Garis bawahi, saya menghargai kalian yang Toleran terhadap umat lain, tapi mengapa kalian tidak bisa Toleran terhadap Kaum sendiri....?, mohon di renungkan.

2. Allah ta'ala melarang umat muslim DKI mengambil orang kristen sbg pejabat administratif bukan berdasarkan track record prestasi dan kinerjanya melainkan berdasarkan primordial ?
Maaf mas, bukan kapasitas saya menjawab pertanyaan ini, dan sebaiknya anda pun tidak perlu melontarkan pertanyaan seperti ini.

3. mempolitisi ayat kitab suci itu merupakan tindakan mencerdaskan bangsa indonesia yg membuat bangsa indonesia makin lama makin terdepan dibanding negara2 tetangga dgn cara mengambil pejabat administratif berdasarkan primordial ?
Apakah anda sudah kehilangan kepercayaan terhadap Saudara seakidah sendiri...?

4. mempolitisi ayat kitab suci itu dibenarkan menurut agama Islam dan dibenarkan menurut UU indonesia ?

5. mempolitisi ayat kitab suci itu bukanlah suatu tindakan pembohongan dan pembodohan publik dan tidak menjadikan kultur politik bangsa indonesia makin terpuruk ?


Yang ini saya jawab jadi satu.
Saya mengerti kasus ini sarat nuansa Politis, dan itu tidak bisa di nafikan, tapi apakah anda menganggap semua yang melakukan Aksi baik itu kalangan Ulama, Habaib, dan mungkin sebagian kecil kalo tidak mau dibilang sebagian besar adalah untuk alasan Politis?
Tidak Bung, saya salah satu nya dari Ratusan Ribu kalo tidak mau dibilang lebih dari Sejuta Umat yang Ikhlas atas dasar Kayakinan akan Ayat tersebut, jadi ini adalah rasa sebagaimana di sampaikan oleh Kiayi Hasyim Muzadi dalam Poin ke Tiga
Tapi juga harus kita Fahami, bahwa Islam bukan hanya untuk mengurus masalah Ubudiyah, tapi Islam adalah pedoman Muslim dalam hal bermaslahat dan juga Politik, apakah hendak kita ingkari?
avatar
ngayarana
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1147
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 30.01.14
Reputation : 27

Kembali Ke Atas Go down

Re: Sikap KH Hasyim Muzadi Soal Demo Penistaan dan Politisasi Alquran

Post by ryo on Fri Nov 18, 2016 1:55 pm

@ngayarana wrote:
@ryo wrote:
@ngayarana wrote:
Ini apa maksudnya?
Kalo Dee-nee dan sebagian Ulama lain  meyakini bahwa Awliya itu bukan diartikan pemimpin, apa pantas sampai mengatakan "Pembohong" terhadap orang lain atau Ulama lain yang meyakini bahwa Awliya dalam QS Al Maidah 51 diartikan sebagai Pemimpin...?
Maaf menyela dan ijin bertanya sekiranya anda berkenan memberi pendapat atas pertanyaan saya:

Atas dasar apa ulama meyakini bhw:
1. al maidah 51 berisi larangan bagi umat muslim di DKI untuk mengambil orang kristen sbg pejabat administratif ?
Apa Maksud pertanyaan anda ini, sudah tidak percaya lagikah terhadap Ulama?
Perbedaan Tafsir Alquran memang sudah sering terjadi di kalangan Ulama, tapi apakah pantas Orang lain mengatakan salah satu Tafsir yang menurut dia tidak menguntungkannya di sebut PEMBOHONG?, dan Umat yang meyakini nya di sebut BODOH?
Ini yang sebenarnya yang harus di Garis bawahi, saya menghargai kalian yang Toleran terhadap umat lain, tapi mengapa kalian tidak bisa Toleran terhadap Kaum sendiri....?, mohon di renungkan.
Maksud pertanyaan saya adalah sederhana saja yakni adu argumentasi sesuai dgn pendapat masing2... sebab etika dlm menilai suatu perkara secara adil, hendaklah kita melihat dari dua sisi coin, menimbang dari dua sudut pandang yg berlawanan.. betul tidak ?

Maka sebelum melangkah ke pembahasan, saya ajak anda untuk dapat memposisikan diri anda di pihak lawan anda.
Contohnya begini.. anda mengutarakan suatu pendapat namun pendapat anda itu diartikan sendiri oleh orang lain sehingga menjadi berbeda dgn pendapat anda yg sebenarnya..
Sesudah itu, anda seolah dipaksa untuk mengakui bhw hasil tafsiran orang lain itulah yg adalah pendapat anda.
Apakah itu adil menurut anda ?
Yg adil itu seharusnya; yg ngomong anda ya dengarkanlah dulu penjelasan yg MENURUT anda dong... masa yg ngomong anda, tapi yg diyakini adalah praduganya orang lain yg tidak sesuai dgn pendapat real anda tsb ???
Betul tidak ?


Kembali ke masalah..
Pendapat REAL ahok ketika ia bilang 'dlm hati kecil bapak ibu nggak bisa memilih saya, ya kan.. dibohongi pake al maidah 51 macem2 itu ya.......dibodohi gitu ya'
--> dlm konteks politik yg mana sejak ia terjun dlm politik, ia sering mendapat perlawanan dari orang2 yg memolitisi ayat kitab suci..
--> konten pembicaraannya itu sendiri adalah agar masyarakat tidak kuatir dlm menerima program ahok yg mana program ahok itu adalah hak masyarakat dan kebetulan ahok menjabat sbg pejabat administratif.. sehingga hal itu sudah menjadi tugas dan kewajibannya selaku pejabat administratif untuk mensejahterakan masyarakat DKI dan hal tsb tidak ada hubungannya dgn dia terpilih lagi atau tidak menjadi gubernur periode 2017
--> ahok sama sekali tidak berniat melecehkan al quran, menghina ulama

Pendapat REAL ahok tsb diartikan sendiri oleh MUI dan sebagian umat muslim BERDASARKAN struktur kata.
Tafsiran MUI dan sebagian umat muslim itu termasuk saudara itu bisa disebut BENAR secara kalimat yakni memang perkataan ahok tsb VALID untuk ditafsirkan demikian...
NAMUN masalahnya, hasil tafsiran MUI dan sebagian umat muslim termasuk anda itu TIDAK SESUAI dgn PENDAPAT REAL AHOK.

Jadi disini bukan artinya:
- saya tidak percaya pada ulama yg mengajarkan bhw kata auliya pada al maidah 51 adalah pemimpin.
- saya tidak percaya bhw kata auliya pada al maidah 51 itu tidak mencakup pemimpin.

Jadi disini artinya:
- saya mengajak anda untuk tabayun.. kalo memang tidak sependapat dgn perkataan ahok, maka argue lah sesuai dgn pendapat REAL ahok..

Sehingga.. jika pendapat REAL ahok itu dianggap menistakan al quran dan menghina ulama.. maka pihak ulama dan sebagian umat muslim termasuk anda yg MISINTERPRETASI pendapat REAL ahok itu hendaklah menjawab pertanyaan2 yg saya kemukakan sebelumnya tsb... dan saya ingin mendengarkan tanggapan anda jika anda berkenan menjawabnya... itulah keinginan saya, jadi keinginan saya bukan ditanya balik, dituduh tidak percaya ulama, dsb.... yg saya inginkan adalah DISKUSI tukar pikiran scr dewasa dan berkhlak

Maka silahkan anda jawab pertanyaan saya nomor 1:
Atas dasar apa ulama meyakini bhw al maidah 51 berisi larangan bagi umat muslim di DKI untuk mengambil orang kristen sbg pejabat administratif ?
* Note: Negara2 lain seperti Mesir, dll yg menerapkan syariat islam pun, pejabat administratifnya ada yg non muslim.. bahkan ada fatwa bhw mengambil non-muslim sbg pejabat administratif dlm kehidupan berbangsa sesuai konsstitusi itu tidak dilarang


Terakhir diubah oleh ryo tanggal Fri Nov 18, 2016 2:23 pm, total 1 kali diubah

ryo
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Age : 36
Posts : 166
Kepercayaan : Islam
Location : Surabaya
Join date : 09.10.16
Reputation : 10

Kembali Ke Atas Go down

Re: Sikap KH Hasyim Muzadi Soal Demo Penistaan dan Politisasi Alquran

Post by ngayarana on Fri Nov 18, 2016 2:03 pm

@dee-nee wrote:
@ngayarana wrote:Jeng Dee-nee.... ada apa dengan mu...? sedih
@dee-nee wrote:
@isaku wrote:Di kalangan umat Islam seluruh dunia, ada tiga hal yang tidak boleh disinggung atau direndahkan, yakni : Allah SWT, Rasulullah SAW, dan Kitab suci Alquran. Pertama, apabila salah satu dari hal itu, apalagi ketiganya, disinggung dan direndahkan, pasti mendapat reaksi spontan dari umat Islam tanpa disuruh siapa pun. Reaksi tersebut akan segera meluas tanpa bisa dibatasi oleh sekat-sekat organisasi, partai, dan birokrasi. Kekuatan energi tersebut akan bergerak dengan sendirinya tanpa dibatasi ruang dan waktu.

nah yang merah ini loh masalahnya .... ada ga pidato ahok yang menistakan tiga unsur underline diatas ??

ada ga dari tiga unsur diatas termasuk menistakan "manusia selain Rasullulah SAW" (bahkan ulama sekalipun walaupun tetap tidak ada buktinya) ??

Ini apa maksudnya?

Kalo Dee-nee dan sebagian Ulama lain  meyakini bahwa Awliya itu bukan diartikan pemimpin, apa pantas sampai mengatakan "Pembohong" terhadap orang lain atau Ulama lain yang meyakini bahwa Awliya dalam QS Al Maidah 51 diartikan sebagai Pemimpin...?

fokus fokus ... isi TS adalah tentang demo dan apa yang dikatakan KH Hasyim Muzadi

KH Hasyim Muzadi mengatakan yang merah >>> bahwa di kalangan umat Islam seluruh dunia, ada tiga hal yang tidak boleh disinggung atau direndahkan, yakni : Allah SWT, Rasulullah SAW, dan Kitab suci Alquran.

sekarang saya tanya ... yang biru (khususnya underline) .... itu termasuk dalam 3 hal yang bold ini atau tidak ??

demo 411 menjadi besar karena si "pencetus" MEMBUAT kasus ini .... seolah2 ahok sudah menistakan salah satu dari 3 hal diatas >>> padahal nyatanya ahok HANYA menistakan orang/manusia (dan tidak harus ulama juga karena ahok tidak menyebut kata ulama)
Jeng dee-nee..., Jika saya mengatakan pada Anak saya.
"Hai Anak ku, jangan kamu memilih Pemimpin Non Muslim ketika ada pilihan lain yang seiman denganmu, itu adalah anjuran Alquran Surat Almaidah 51", dan sudah pasti saya terima Informasi sebelumnya melalui Ustadz saya, Ulama saya, dan Ulama saya meyakinkan saya melalui dalil dalil yang merunut hingga Rosulullah SAW,
Lalu ada salah satu orang dari Umat lain yang mengatakan bahwa keyakinan yang saya pegang itu adalah sebuah "KEBOHONGAN", Kalo saya pembohong, berarti Ustadz saya yang mengajarkan itu apa tidak di sebut PEMBOHONG juga, lalu silahkan Jeng Dee-nee runut sendiri siapa lagi yang BERBOHONG...?

btw yang hijau : kok sedih sih ... saya kan hanya membela keadilan ... sudah sesuai dengan perintah Al Quran sih setau saya

piss

-------------------------------------------
Sedih Jeng, kita sering menyuarakan untuk menghargai perbedaan, tapi kali ini anda sebaliknya.

@ngayarana wrote:

justru yang demo itu DIBOHONGI oleh mereka2 yang sudah salah menuduh ahok

ini logika yang sama ketika saya bilang : "jangan mau dibohong ISIS pakai ayat2 jihad" ... lalu siapapun itu mengerahkan massa sambil teriak "tangkap dini karena sudah menistakan ayat2 Al Quran"

ya iyalah pada bergerak ... wong kompor-nya begitu

Sekarang ada gak ISIS yang Demo Jeng Dee-nee, Bedakan Statment anda dengan kasus yang berkembang di atas.
Apakah anda mempunyai pandangan ketika sebagian Ulama menafsirkan Kata Awliya sebagai Pemimpin itu ada sebuah Radikalisme...? nangis
Mohon Maaf Jeng, hanya sekedar bertanya.

satu untuk yang hijau : ahok tidak MENYEBUT satu kata ulama pun .... ahok menyebut orang (artinya bisa siapa saja) .... makanya jangan suka baper toh ya ... tabayun itu jauh lebih baik daripada baper

sudah tidak klarifikasi siapa manusia (orang) yang ahok maksud ... ujug2 ahok malah dituduh menistakan ulama

dua ... fokus-nya juga bukan di ISIS nya dong ah ... tapi dari konteks cerita yang ungu diatas itu >>> bahwa FAKTANYA saya menistakan ISIS atau manusia siapapun itu ... tapi kemudian ada yang kompor lalu bikin fitnah bahwa saya menistakan Al Quran

yang biru dan merah ini beda >>> yang satu menistakan manusia (biru) - yang satu menistakan kitab suci (merah)

>>> sementara faktanya .... demo 411 itu terjadi karena saya DITUDUH melakukan yang merah ... padahal saya melakukan yang biru
Makanya saya pertanyakan itu Jeng..., Apakah meyakini Kata Awliya sebagai Pemimpin adalah tindakan Radikalisme?
Menurut saya Tabayyun di butuhkan apabila salah satu fihak tidak mengetahui sebagian tafsir yang berkembang di masyarakat, bukan kah beliau tau bahwa sebagian masyarakat dan Ulama meyakini kata Awliya itu sebagai Pemimpin, dan bukan kah beliau pun tau sebagai mana tertuang dalam Buku Biografinya...?
Inilah Indonesia Jeng, kita memang berbeda, namun hargai perbedaan itu.

coba deh yang baper2 ini teriak ke masyarakat >>> "Eh ... saya dinistakan loh ... demo dong demi kita" >>> ada yang mau peduli ga ?? (balik ke bold coklat)

pake logika aja deh ... pernah ada ceritanya ga ... muslim demo demi membela FPI atau MUI ??


jadi back to pertanyaan saya sebelumnya .... menurut anda yang biru ini termasuk dalam 3 hal diatas atau tidak (antara Allah SWT, Rasulullah SAW, dan Kitab suci Alquran.) ??

kalaupun anda mengatakan yang dinistakan ahok adalah ulama (walaupun tidak ada buktinya) >>> menurut anda ulama tingkat-nya sama atau tidak dengan Allah SWT, Rasulullah SAW, dan Kitab suci Alquran ??

hati2 takabur ... coba di check lagi ... apa benar demo 411 tujuannya adalah untuk membela Allah SWT, Rasulullah SAW, dan Kitab suci Alquran .... atau sebetulnya hanya untuk membela manusia (walaupun itu ulama sekalipun) ?? >>> baca lagi deh yang ungu underline

begitu loh maksud kuh

piss piss
Hehehehe... jeng Dee-nee sudah terlalu jauh menaggapi masalah ini dong.
Sekali lagi saya tekan kan, jangan kalian Anggap bahwa peserta Aksi 411 itu bernuansa Politik.
Mungkin sebagian kecil kalo tidak mau di bilang sebagian besar seperti saya, orang orang yang datang dari luar Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim bahkan Sumatera, Kalimantan dan lainnya adalah Murni dari menjaga Keyakinan itu.
avatar
ngayarana
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1147
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 30.01.14
Reputation : 27

Kembali Ke Atas Go down

Re: Sikap KH Hasyim Muzadi Soal Demo Penistaan dan Politisasi Alquran

Post by abu hanan on Fri Nov 18, 2016 2:30 pm

gini aja..supaya makin gaduh dan ribut terus..sayah sarankan :
tentukan batasan utk pernyataan ini..

karena gak semua yg bilang penistaan itu ikutan demo..dan gak semua peserta demo itu bayaran..
dan juga gak semua pendemo itu niat bela..mungkin ada juga karena penasaran dan pgn rasain pengalaman baru kan?come on..musti fair disini..

jadi batasan dulu dibuat..baru ngobras..

kalo masih melihatnya tanpa batas yah jadinya niat maksud kiri tapi sopirnya malah stop (dengar kata "tepi")..

lanjuut..


PERATURAN DAN PANDUAN UMUM | FAQ | ADA MASALAH..?? l PENGADUAN
Like dan Follow !
facebook.com/laskarislamcom
@LaskarIslamcom
untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 218

Kembali Ke Atas Go down

Re: Sikap KH Hasyim Muzadi Soal Demo Penistaan dan Politisasi Alquran

Post by dee-nee on Fri Nov 18, 2016 3:27 pm

@ngayarana wrote:
@dee-nee wrote:
@ngayarana wrote:Jeng Dee-nee.... ada apa dengan mu...? sedih
@dee-nee wrote:
@isaku wrote:Di kalangan umat Islam seluruh dunia, ada tiga hal yang tidak boleh disinggung atau direndahkan, yakni : Allah SWT, Rasulullah SAW, dan Kitab suci Alquran. Pertama, apabila salah satu dari hal itu, apalagi ketiganya, disinggung dan direndahkan, pasti mendapat reaksi spontan dari umat Islam tanpa disuruh siapa pun. Reaksi tersebut akan segera meluas tanpa bisa dibatasi oleh sekat-sekat organisasi, partai, dan birokrasi. Kekuatan energi tersebut akan bergerak dengan sendirinya tanpa dibatasi ruang dan waktu.

nah yang merah ini loh masalahnya .... ada ga pidato ahok yang menistakan tiga unsur underline diatas ??

ada ga dari tiga unsur diatas termasuk menistakan "manusia selain Rasullulah SAW" (bahkan ulama sekalipun walaupun tetap tidak ada buktinya) ??

Ini apa maksudnya?

Kalo Dee-nee dan sebagian Ulama lain  meyakini bahwa Awliya itu bukan diartikan pemimpin, apa pantas sampai mengatakan "Pembohong" terhadap orang lain atau Ulama lain yang meyakini bahwa Awliya dalam QS Al Maidah 51 diartikan sebagai Pemimpin...?

fokus fokus ... isi TS adalah tentang demo dan apa yang dikatakan KH Hasyim Muzadi

KH Hasyim Muzadi mengatakan yang merah >>> bahwa di kalangan umat Islam seluruh dunia, ada tiga hal yang tidak boleh disinggung atau direndahkan, yakni : Allah SWT, Rasulullah SAW, dan Kitab suci Alquran.

sekarang saya tanya ... yang biru (khususnya underline) .... itu termasuk dalam 3 hal yang bold ini atau tidak ??

demo 411 menjadi besar karena si "pencetus" MEMBUAT kasus ini .... seolah2 ahok sudah menistakan salah satu dari 3 hal diatas >>> padahal nyatanya ahok HANYA menistakan orang/manusia (dan tidak harus ulama juga karena ahok tidak menyebut kata ulama)

Jeng dee-nee..., Jika saya mengatakan pada Anak saya.

"Hai Anak ku, jangan kamu memilih Pemimpin Non Muslim ketika ada pilihan lain yang seiman denganmu, itu adalah anjuran Alquran Surat Almaidah 51", dan sudah pasti saya terima Informasi sebelumnya melalui Ustadz saya, Ulama saya, dan Ulama saya meyakinkan saya melalui dalil dalil yang merunut hingga Rosulullah SAW,

Lalu ada salah satu orang dari Umat lain yang mengatakan bahwa keyakinan yang saya pegang itu adalah sebuah "KEBOHONGAN", Kalo saya pembohong, berarti Ustadz saya yang mengajarkan itu apa tidak di sebut PEMBOHONG juga, lalu silahkan Jeng Dee-nee runut sendiri siapa lagi yang BERBOHONG...?

gini biar clear dulu ... dan nyambung dengan TS ... kita runut satu2 ya

tentang yang merah ... saya tanya sebentar (bukan menuduh TAPI HANYA BERTANYA) >>> dari uraian anda yang merah diatas ... jadi yang disebut pembohong disini siapa ?? >>> ustadz-nya atau ayat Al Quran-nya ??

tolong dijawab yang bold ini saja dulu ... supaya jelas runutan-nya untuk nyambung ke TS

------------------------------------------------------------

@ngayarana wrote:

btw yang hijau : kok sedih sih ... saya kan hanya membela keadilan ... sudah sesuai dengan perintah Al Quran sih setau saya

piss

Sedih Jeng, kita sering menyuarakan untuk menghargai perbedaan, tapi kali ini anda sebaliknya.

kita fokus ke TS dulu ... tentang apa yang dikatakan KH Hasyim Muzadi

supaya ngerti maksud saya ... dan saya bukan tidak menghargai perbedaan mungkin anda salah paham

piss  piss

-----------------------------------

@ngayarana wrote:Makanya saya pertanyakan itu Jeng..., Apakah meyakini Kata Awliya sebagai Pemimpin adalah tindakan Radikalisme?

Menurut saya Tabayyun di butuhkan apabila salah satu fihak tidak mengetahui sebagian tafsir yang berkembang di masyarakat, bukan kah beliau tau bahwa sebagian masyarakat dan Ulama meyakini kata Awliya itu sebagai Pemimpin, dan bukan kah beliau pun tau sebagai mana tertuang dalam Buku Biografinya...?
Inilah Indonesia Jeng, kita memang berbeda, namun hargai perbedaan itu.

biru : ga ada hubungannya dengan radikalisme ... oke gini deh ... kalimat ungu sebelumnya saya ganti subjeknya ... jangan pakai nama ISIS

kalimatnya saya ganti begini :

ini logika yang sama ketika saya bilang : "jangan mau dibohongi fulan pakai ayat2 jihad" ... lalu siapapun itu mengerahkan massa sambil teriak "tangkap dini karena sudah menistakan ayat2 Al Quran" ... atau "tangkap dini karena sudah mengatakan ayat2 jihad bohong"

yang ungu ini sama saja dengan kasus ungu sebelumnya (yang menggunakan kata ISIS) >>>> bahwa nyatanya ... yang saya sebut bohong itu fulan (manusianya) ... bukan ayat2 jihad-nya (atau bukan ayat Al Quran-nya) >>> anda sudah oke blom disini ??

merah : tabayyun disini harus dari pihak ulama yang merasa terhina dong

jadi tabayyun disini adalah bertanya dan mengklarifikasi ... artinya menanyakan pada saya (yang menyebutkan kalimat ungu) ... "siapakah yang dimaksud fulan dalam kalimat saya ??" ... "apakah benar fulan yang saya maksud adalah para ulama" 

>>> karena fulan disini bisa berarti siapa saja (bahkan contohnya termasuk ISIS bila nyambung tentang ayat jihad) >>> oke atau tidak oke ... saya tunggu klarifikasinya ya

saya tunggu jawaban yang bold yah

piss  piss

-----------------------------------------------------------

@ngayarana wrote:

coba deh yang baper2 ini teriak ke masyarakat >>> "Eh ... saya dinistakan loh ... demo dong demi kita" >>> ada yang mau peduli ga ?? (balik ke bold coklat)

pake logika aja deh ... pernah ada ceritanya ga ... muslim demo demi membela FPI atau MUI ??


jadi back to pertanyaan saya sebelumnya .... menurut anda yang biru ini termasuk dalam 3 hal diatas atau tidak (antara Allah SWT, Rasulullah SAW, dan Kitab suci Alquran.) ??

kalaupun anda mengatakan yang dinistakan ahok adalah ulama (walaupun tidak ada buktinya) >>> menurut anda ulama tingkat-nya sama atau tidak dengan Allah SWT, Rasulullah SAW, dan Kitab suci Alquran ??


hati2 takabur ... coba di check lagi ... apa benar demo 411 tujuannya adalah untuk membela Allah SWT, Rasulullah SAW, dan Kitab suci Alquran .... atau sebetulnya hanya untuk membela manusia (walaupun itu ulama sekalipun) ?? >>> baca lagi deh yang ungu underline

begitu loh maksud kuh

piss piss

Hehehehe... jeng Dee-nee sudah terlalu jauh menaggapi masalah ini dong.
Sekali lagi saya tekan kan, jangan kalian Anggap bahwa peserta Aksi 411 itu bernuansa Politik.
Mungkin sebagian kecil kalo tidak mau di bilang sebagian besar seperti saya, orang orang yang datang dari luar Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim bahkan Sumatera, Kalimantan dan lainnya adalah Murni dari menjaga Keyakinan itu.

merah : aduuuhh ... siapa yang nyambung ke politik ?? saya cuma menjelaskan berdasarkan TS ... berdasarkan kalimat KH Hasyim Muzadi

bahwa KH Hasyim Muzadi menyatakan seperti ini misalnya

Hal ini dapat dibuktikan para pemimpin yang melakukan demo atau mengumpulkan masa tanpa dorongan spiritualisme tersebut tidak mungkin dapat menggerakan umat yang berjumlah jutaan.

yang biru >>> dorongan spiritualisme ini terjadi karena kasus ini DISEBUT sebagai kasus penistaan agama .... saya kembalikan tulisan KH Hasyim Muzadi sebelumnya

Di kalangan umat Islam seluruh dunia, ada tiga hal yang tidak boleh disinggung atau direndahkan, yakni : Allah SWT, Rasulullah SAW, dan Kitab suci Alquran.

dorongan spiritual itu datang HANYA BILA tiga faktor underline ini direndahkan >>> sementara NYATANYA ahok tidak merendahkan tiga underline diatas ... ahok tidak mengatakan tiga underline diatas bohong .... faktanya ahok mengatakan bahwa yang bohong itu fulan

makanya saya tanya sebelumnya : apakah fulan termasuk dalam 3 hal diatas (Allah SWT, Rasulullah SAW, dan Kitab suci Alquran).??

coba anda jawab pertanyaan saya yang hijau dulu deh ... supaya jelas juga apakah anda mengerti atau tidak uraian saya >>> karena bisa saja saya yang ga jelas menerangkan

piss


Terakhir diubah oleh dee-nee tanggal Fri Nov 18, 2016 3:58 pm, total 1 kali diubah
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 181

Kembali Ke Atas Go down

Re: Sikap KH Hasyim Muzadi Soal Demo Penistaan dan Politisasi Alquran

Post by dee-nee on Fri Nov 18, 2016 3:44 pm

@abu hanan wrote:gini aja..supaya makin gaduh dan ribut terus..sayah sarankan :
tentukan batasan utk pernyataan ini..

karena gak semua yg bilang penistaan itu ikutan demo..dan gak semua peserta demo itu bayaran..
dan juga gak semua pendemo itu niat bela..mungkin ada juga karena penasaran dan pgn rasain pengalaman baru  kan?come on..musti fair disini..

jadi batasan dulu dibuat..baru ngobras..

kalo masih melihatnya tanpa batas yah jadinya niat maksud kiri tapi sopirnya malah stop (dengar kata "tepi")..

lanjuut..

hehehehe

fokus-nya dari TS mbah ... saya ga keluar dari uraian TS ... saya hanya bilang ... karena KH Hasyim Muzadi menyatakan seperti ini

Di kalangan umat Islam seluruh dunia, ada tiga hal yang tidak boleh disinggung atau direndahkan, yakni : Allah SWT, Rasulullah SAW, dan Kitab suci Alquran. Pertama, apabila salah satu dari hal itu, apalagi ketiganya, disinggung dan direndahkan, pasti mendapat reaksi spontan dari umat Islam tanpa disuruh siapa pun.

Namun jumlah yang hadir membuktikan adanya kekuatan (energi spritiual) yang dahsyat dari pengaruh Alquran tersebut. Hal ini dapat dibuktikan para pemimpin yang melakukan demo atau mengumpulkan masa tanpa dorongan spiritualisme tersebut tidak mungkin dapat menggerakan umat yang berjumlah jutaan.

kedahsyatan energi Alquran tersebut hanya bisa dimengerti, dirasakan dan diperjuangkan oleh orang yang memang mengimani Alquran.

Alquran sebagai kitab suci sekaligus kitab pembeda (al-Furqon) yang membedakan antara yang hak dan yang batil.

gerakan pembelaan Alquran tidak akan lolos dari upaya pihak-pihak tertentu dalam melakukan politisasi yang tujuannya membelokkan dan mengaburkan tujuan suci tersebut.

yang menjadi fokus KH Hasyim Muzadi disini adalah ... membela Al Quran >> bahwa massa datang untuk membela Al Quran (karena ada energi spiritual dst)

yang jadi masalah ... lalu kondisi dibuat seolah2 ahok sudah menistakan Al Quran ... seolah2 ahok mengatakan Al Quran bohong .... seolah2 ahok menyatakan Al Maidah 51 yang bohong >>> padahal faktanya gimana ??

bener ga ahok mengatakan Al Maidah 51 bohong ?? ... bener ga ahok menistakan Al Quran (Al Quran loh ya ... bukan orang)

yang disebut bohong oleh ahok itu Al Maidah 51 -nya atau fulan (orang/manusia) -nya  ??

kalau keadaan dibuat menjadi yang biru underline >>> ya jelas semua muslim bergerak menjadi demo 411 kemarin

tapi bagaimana kalau fakta sebenarnya yang di sebarkan ... bahwa faktanya ... Ahok mengatakan fulan yang berbohong (bukan Al Quran-nya yang bohong)

so ... bagaimana bila yang merah ?? .... apakah muslim akan melakukan demo seperti 411 kemarin ??

begitu maksudnya

--------------------------------------------------------------

dan supaya tidak ada salah sangka .... saya juga tidak mengatakan KH Hasyim Muzadi berbohong (terkait tulisan TS) .... karena buat saya ... kekeliruan MUI dalam kasus ini cuma satu .... yaitu tidak tabayyun alias tidak klarifikasi dulu sebelum memberikan "sikap keagamaan"

Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.(QS Al Hujurat : 6)

jelas sesuai ayat ini ... ulama adalah termasuk orang2 yang beriman .... bukan orang fasik-nya

jadi menurut saya ... ulama2 ini (atau MUI) termasuk mereka2 yang "dibohongi atau disiasati" oleh suatu keadaan seolah2 (warna biru diatas)
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 181

Kembali Ke Atas Go down

Re: Sikap KH Hasyim Muzadi Soal Demo Penistaan dan Politisasi Alquran

Post by SEGOROWEDI on Mon Nov 21, 2016 1:24 pm

@dee-nee wrote:
yang jadi masalah ... lalu kondisi dibuat seolah2 ahok sudah menistakan Al Quran ... seolah2 ahok mengatakan Al Quran bohong .... seolah2 ahok menyatakan Al Maidah 51 yang bohong >>> padahal faktanya gimana ??

kalau jujur sebenarnya hanya KALAP karena kata "pakai" disunat BY di transkripnya
sumbu pendeknya amat memprihatinkan..

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43908
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Sikap KH Hasyim Muzadi Soal Demo Penistaan dan Politisasi Alquran

Post by isaku on Mon Nov 21, 2016 2:43 pm

Pembelaan terhadap Ahok terlalu liar ketika dikritik gara2 nyenggol2 rumah tangga orang.

MUI selaku perwakilan ulama menghadapi kenyataan bahwa muslim perang ayat dan hadits gara2 disenggol Ahok.

MUI memanggil Ahok? atau MUI menghadap Ahok? Keduanya akan memicu pro kontra lainnya.

Yang saya tangkap adalah kewajiban tabayyun ke Ahok sudah tidak relevan secara pembelaan terhadap kata2 Ahok cukup masif dan satu kata "Almaidah 51 bukan larangan memilih nonmuslim dan menyatakan demikian adalah pembohong". Ahok pun tidak pernah merasa perlu mengklarifikasi kata2nya dan cukup puas mendelegasikan jawaban kritikan kepada para pemuja.

Dan banyak pihak meminta MUI bicara karena ada gesekan horizontal muslim vs muslim terkait tafsir.
Jadilah fatwa keluar dan cukup baik karena tidak ambigu.

isaku
KAPTEN
KAPTEN

Male
Posts : 3532
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 17.09.12
Reputation : 138

Kembali Ke Atas Go down

Re: Sikap KH Hasyim Muzadi Soal Demo Penistaan dan Politisasi Alquran

Post by dee-nee on Mon Nov 21, 2016 3:40 pm

@isaku wrote:Pembelaan terhadap Ahok terlalu liar ketika dikritik gara2 nyenggol2 rumah tangga orang.

MUI selaku perwakilan ulama menghadapi kenyataan bahwa muslim perang ayat dan hadits gara2 disenggol Ahok.

MUI memanggil Ahok? atau MUI menghadap Ahok? Keduanya akan memicu pro kontra lainnya.

Yang saya tangkap adalah kewajiban tabayyun ke Ahok sudah tidak relevan secara pembelaan terhadap kata2 Ahok cukup masif dan satu kata "Almaidah 51 bukan larangan memilih nonmuslim dan menyatakan demikian adalah pembohong". Ahok pun tidak pernah merasa perlu mengklarifikasi kata2nya dan cukup puas mendelegasikan jawaban kritikan kepada para pemuja.

Dan banyak pihak meminta MUI bicara karena ada gesekan horizontal muslim vs muslim terkait tafsir.
Jadilah fatwa keluar dan cukup baik karena tidak ambigu.

merah underline : ga ... bukan gara2 pidato ahok >>> karena sebelumnya sudah ada perang ayat kok ... bahkan mereka yang mengkafir2kan muslim pemilih ahok pun ada ... mengancam2 masuk neraka pun ada >>> SEBELUM ahok pidato ... SEBELUM ada fatwa MUI

kecuali anda yang tutup mata ... atau MUI yang memang tidak peduli dengan keadaan umat-nya

justru bagus dengan adanya pidato ahok ini ... akhirnya bisa dijelaskan bahwa yang bold itu nyata2 adalah kebohongan pakai Al Maidah 51
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 181

Kembali Ke Atas Go down

Re: Sikap KH Hasyim Muzadi Soal Demo Penistaan dan Politisasi Alquran

Post by ngayarana on Mon Nov 21, 2016 4:59 pm

@ryo wrote:
@ngayarana wrote:
@ryo wrote:
@ngayarana wrote:
Ini apa maksudnya?
Kalo Dee-nee dan sebagian Ulama lain  meyakini bahwa Awliya itu bukan diartikan pemimpin, apa pantas sampai mengatakan "Pembohong" terhadap orang lain atau Ulama lain yang meyakini bahwa Awliya dalam QS Al Maidah 51 diartikan sebagai Pemimpin...?
Maaf menyela dan ijin bertanya sekiranya anda berkenan memberi pendapat atas pertanyaan saya:

Atas dasar apa ulama meyakini bhw:
1. al maidah 51 berisi larangan bagi umat muslim di DKI untuk mengambil orang kristen sbg pejabat administratif ?
Apa Maksud pertanyaan anda ini, sudah tidak percaya lagikah terhadap Ulama?
Perbedaan Tafsir Alquran memang sudah sering terjadi di kalangan Ulama, tapi apakah pantas Orang lain mengatakan salah satu Tafsir yang menurut dia tidak menguntungkannya di sebut PEMBOHONG?, dan Umat yang meyakini nya di sebut BODOH?
Ini yang sebenarnya yang harus di Garis bawahi, saya menghargai kalian yang Toleran terhadap umat lain, tapi mengapa kalian tidak bisa Toleran terhadap Kaum sendiri....?, mohon di renungkan.
Maksud pertanyaan saya adalah sederhana saja yakni adu argumentasi sesuai dgn pendapat masing2... sebab etika dlm menilai suatu perkara secara adil, hendaklah kita melihat dari dua sisi coin, menimbang dari dua sudut pandang yg berlawanan.. betul tidak ?

Maka sebelum melangkah ke pembahasan, saya ajak anda untuk dapat memposisikan diri anda di pihak lawan anda.
Contohnya begini.. anda mengutarakan suatu pendapat namun pendapat anda itu diartikan sendiri oleh orang lain sehingga menjadi berbeda dgn pendapat anda yg sebenarnya..
Sesudah itu, anda seolah dipaksa untuk mengakui bhw hasil tafsiran orang lain itulah yg adalah pendapat anda.
Apakah itu adil menurut anda ?
Yg adil itu seharusnya; yg ngomong anda ya dengarkanlah dulu penjelasan yg MENURUT anda dong... masa yg ngomong anda, tapi yg diyakini adalah praduganya orang lain yg tidak sesuai dgn pendapat real anda tsb ???
Betul tidak ??
Lha Jawaban saya jelas kok, saya hanya mengajak untuk mempertimbangkan kembali pertanyaan anda yang sesungguhnya sudah di ketahui Jawabannya.
Apa anda pikir MUI itu kumpulan Ibu Ibu Rempong yang kerjanya suka ngegosip?, atau anda pikir MUI itu kumpulan pedagang kaki lima yang hanya mementingkan untung Rugi...?


Kembali ke masalah..
Pendapat REAL ahok ketika ia bilang 'dlm hati kecil bapak ibu nggak bisa memilih saya, ya kan.. dibohongi pake al maidah 51 macem2 itu ya.......dibodohi gitu ya'
--> dlm konteks politik yg mana sejak ia terjun dlm politik, ia sering mendapat perlawanan dari orang2 yg memolitisi ayat kitab suci..
--> konten pembicaraannya itu sendiri adalah agar masyarakat tidak kuatir dlm menerima program ahok yg mana program ahok itu adalah hak masyarakat dan kebetulan ahok menjabat sbg pejabat administratif.. sehingga hal itu sudah menjadi tugas dan kewajibannya selaku pejabat administratif untuk mensejahterakan masyarakat DKI dan hal tsb tidak ada hubungannya dgn dia terpilih lagi atau tidak menjadi gubernur periode 2017
--> ahok sama sekali tidak berniat melecehkan al quran, menghina ulama
Anda dan sebagian pembela Ahok selalu bicara Niat dan Niat, apa Hukum akan mendakwa Niat...?,
Kalo memang dia Negarawan yang baik seharusnya sadar akan perbedaan penafsiran dikalangan Masyarakat, dan harusnya bersikap lebih arif bukan malah menuduh yang tidak menguntungkannya di sebut PEMBOHONG.
Terus mau diapakan lagi, jangan hanya melihat dalam Islam saja, diluar Islam pun mereka akan coba menggunakan ayat Kitab suci untuk kepentingan masing masing, dan dalam buku Biograpi nya pun dia mengetahui akan hal itu.
Kenapa kita alergi bila Islam berpolitik, sedangkan kita tau Islam adalah Agama yang bukan hanya ngurusin peribadatan saja, tapi hukum kemasyarakatan, sosial , budaya dan lainnya bahkan berpolitikpun islam mengaturnya.
Apa kita hendak mengingkarinya...?

Pendapat REAL ahok tsb diartikan sendiri oleh MUI dan sebagian umat muslim BERDASARKAN struktur kata.
Tafsiran MUI dan sebagian umat muslim itu termasuk saudara itu bisa disebut BENAR secara kalimat yakni memang perkataan ahok tsb VALID untuk ditafsirkan demikian...
NAMUN masalahnya, hasil tafsiran MUI dan sebagian umat muslim termasuk anda itu TIDAK SESUAI dgn PENDAPAT REAL AHOK.

Jadi disini bukan artinya:
- saya tidak percaya pada ulama yg mengajarkan bhw kata auliya pada al maidah 51 adalah pemimpin.
- saya tidak percaya bhw kata auliya pada al maidah 51 itu tidak mencakup pemimpin.

Jadi disini artinya:
- saya mengajak anda untuk tabayun.. kalo memang tidak sependapat dgn perkataan ahok, maka argue lah sesuai dgn pendapat REAL ahok..

Sehingga.. jika pendapat REAL ahok itu dianggap menistakan al quran dan menghina ulama.. maka pihak ulama dan sebagian umat muslim termasuk anda yg MISINTERPRETASI pendapat REAL ahok itu hendaklah menjawab pertanyaan2 yg saya kemukakan sebelumnya tsb... dan saya ingin mendengarkan tanggapan anda jika anda berkenan menjawabnya... itulah keinginan saya, jadi keinginan saya bukan ditanya balik, dituduh tidak percaya ulama, dsb.... yg saya inginkan adalah DISKUSI tukar pikiran scr dewasa dan berkhlak

Maka silahkan anda jawab pertanyaan saya nomor 1:
Atas dasar apa ulama meyakini bhw al maidah 51 berisi larangan bagi umat muslim di DKI untuk mengambil orang kristen sbg pejabat administratif ?]?
Bukan kah anda tau bahwa perbedaan Tafsir dalam Islam itu ada, dan itu gak bisa di pungkiri, tapi apa pantas Orang lain yang bukan dari kalangan Muslim sendiri menyikapinya dengan Kebencian dengan mengatakan PEMBOHONG pada sebagian para penafsir lain yang tidak menguntungkan nya?
Indonesia itu berbeda beda kan Boss ?, dan biarkan perbedaan itu ada tanpa harus memaksa untuk sama.
Kalo kita ingin negara ini menghargai keBinekaan, tolong jangan paksakan kepada yang lain untuk sama.


* Note: Negara2 lain seperti Mesir, dll yg menerapkan syariat islam pun, pejabat administratifnya ada yg non muslim.. bahkan ada fatwa bhw mengambil non-muslim sbg pejabat administratif dlm kehidupan berbangsa sesuai konsstitusi itu tidak dilarang
Terus ada masalah apa dengan Non Muslim, di Indonesiapun banyak pejabat yang di angkat President sebagai Menteri yang Notabene nya adalah pemimpin lembaga tertentu yang non Muslim, apa Umat muslim menolaknya.
Disini saya hanya mengingatkan pada kalian selaku pembela Ahok dalam kasus ini, Beda tafsir itu memang ada dan biarkan tetap ada dan itu adalah bukti Kebineka Tunggal Ikaan kita.
Bila kita tidak menghargai perbedaan, bukankah itu sebenarnya kita sedang menghancurkan Bineka Tunggal Ika itu sendiri.
avatar
ngayarana
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1147
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 30.01.14
Reputation : 27

Kembali Ke Atas Go down

Re: Sikap KH Hasyim Muzadi Soal Demo Penistaan dan Politisasi Alquran

Post by ngayarana on Mon Nov 21, 2016 5:29 pm

@dee-nee wrote:
@ngayarana wrote:
@dee-nee wrote:
@ngayarana wrote:Jeng Dee-nee.... ada apa dengan mu...? sedih
@dee-nee wrote:

nah yang merah ini loh masalahnya .... ada ga pidato ahok yang menistakan tiga unsur underline diatas ??

ada ga dari tiga unsur diatas termasuk menistakan "manusia selain Rasullulah SAW" (bahkan ulama sekalipun walaupun tetap tidak ada buktinya) ??

Ini apa maksudnya?

Kalo Dee-nee dan sebagian Ulama lain  meyakini bahwa Awliya itu bukan diartikan pemimpin, apa pantas sampai mengatakan "Pembohong" terhadap orang lain atau Ulama lain yang meyakini bahwa Awliya dalam QS Al Maidah 51 diartikan sebagai Pemimpin...?

fokus fokus ... isi TS adalah tentang demo dan apa yang dikatakan KH Hasyim Muzadi

KH Hasyim Muzadi mengatakan yang merah >>> bahwa di kalangan umat Islam seluruh dunia, ada tiga hal yang tidak boleh disinggung atau direndahkan, yakni : Allah SWT, Rasulullah SAW, dan Kitab suci Alquran.

sekarang saya tanya ... yang biru (khususnya underline) .... itu termasuk dalam 3 hal yang bold ini atau tidak ??

demo 411 menjadi besar karena si "pencetus" MEMBUAT kasus ini .... seolah2 ahok sudah menistakan salah satu dari 3 hal diatas >>> padahal nyatanya ahok HANYA menistakan orang/manusia (dan tidak harus ulama juga karena ahok tidak menyebut kata ulama)

Jeng dee-nee..., Jika saya mengatakan pada Anak saya.

"Hai Anak ku, jangan kamu memilih Pemimpin Non Muslim ketika ada pilihan lain yang seiman denganmu, itu adalah anjuran Alquran Surat Almaidah 51", dan sudah pasti saya terima Informasi sebelumnya melalui Ustadz saya, Ulama saya, dan Ulama saya meyakinkan saya melalui dalil dalil yang merunut hingga Rosulullah SAW,

Lalu ada salah satu orang dari Umat lain yang mengatakan bahwa keyakinan yang saya pegang itu adalah sebuah "KEBOHONGAN", Kalo saya pembohong, berarti Ustadz saya yang mengajarkan itu apa tidak di sebut PEMBOHONG juga, lalu silahkan Jeng Dee-nee runut sendiri siapa lagi yang BERBOHONG...?

gini biar clear dulu ... dan nyambung dengan TS ... kita runut satu2 ya

tentang yang merah ... saya tanya sebentar (bukan menuduh TAPI HANYA BERTANYA) >>> dari uraian anda yang merah diatas ... jadi yang disebut pembohong disini siapa ?? >>> ustadz-nya atau ayat Al Quran-nya ??

tolong dijawab yang bold ini saja dulu ... supaya jelas runutan-nya untuk nyambung ke TS

------------------------------------------------------------
Jeng Dee-nee, Ustadz tersebut berbicara menggunakan Alquran bukan?, dan meyakini bahwa Awliya itu Artinya Pemimpin, toh dia berbicara di kalangan sendiri, dan kalo mau di jalankan ya sukur, kalo enggak juga hanya mengingatkan, kembalikan ke hati masing masing.
Maka silahkan runut kembali ilustrasi yang saya sebutkan di atas, Konsekwensinya sampe dimana...?

@ngayarana wrote:

btw yang hijau : kok sedih sih ... saya kan hanya membela keadilan ... sudah sesuai dengan perintah Al Quran sih setau saya

piss

Sedih Jeng, kita sering menyuarakan untuk menghargai perbedaan, tapi kali ini anda sebaliknya.

kita fokus ke TS dulu ... tentang apa yang dikatakan KH Hasyim Muzadi

supaya ngerti maksud saya ... dan saya bukan tidak menghargai perbedaan mungkin anda salah paham

piss  piss

-----------------------------------
Sudah jeng, mungkin ilustrasi yang saya sampaikan di atas salah satunya menjawab apa yang di maksud oleh Kiayi.

@ngayarana wrote:Makanya saya pertanyakan itu Jeng..., Apakah meyakini Kata Awliya sebagai Pemimpin adalah tindakan Radikalisme?

Menurut saya Tabayyun di butuhkan apabila salah satu fihak tidak mengetahui sebagian tafsir yang berkembang di masyarakat, bukan kah beliau tau bahwa sebagian masyarakat dan Ulama meyakini kata Awliya itu sebagai Pemimpin, dan bukan kah beliau pun tau sebagai mana tertuang dalam Buku Biografinya...?
Inilah Indonesia Jeng, kita memang berbeda, namun hargai perbedaan itu.

biru : ga ada hubungannya dengan radikalisme ... oke gini deh ... kalimat ungu sebelumnya saya ganti subjeknya ... jangan pakai nama ISIS

kalimatnya saya ganti begini :

ini logika yang sama ketika saya bilang : "jangan mau dibohongi fulan pakai ayat2 jihad" ... lalu siapapun itu mengerahkan massa sambil teriak "tangkap dini karena sudah menistakan ayat2 Al Quran" ... atau "tangkap dini karena sudah mengatakan ayat2 jihad bohong"

yang ungu ini sama saja dengan kasus ungu sebelumnya (yang menggunakan kata ISIS) >>>> bahwa nyatanya ... yang saya sebut bohong itu fulan (manusianya) ... bukan ayat2 jihad-nya (atau bukan ayat Al Quran-nya) >>> anda sudah oke blom disini ??

merah : tabayyun disini harus dari pihak ulama yang merasa terhina dong

jadi tabayyun disini adalah bertanya dan mengklarifikasi ... artinya menanyakan pada saya (yang menyebutkan kalimat ungu) ... "siapakah yang dimaksud fulan dalam kalimat saya ??" ... "apakah benar fulan yang saya maksud adalah para ulama" 

>>> karena fulan disini bisa berarti siapa saja (bahkan contohnya termasuk ISIS bila nyambung tentang ayat jihad) >>> oke atau tidak oke ... saya tunggu klarifikasinya ya

saya tunggu jawaban yang bold yah

piss  piss

-----------------------------------------------------------
Deen..., Ayat jihad bila diperuntukkan untuk tujuan yang sebenarnya, ya gak salah, Apa kita mau menjudge Kiayi Hasyim Asy'ari ketika memfatwakan Jihad adalah sebuah Radikalisme?, yang saya tentang adalah, jika Ayat Jihad di sampaikan untuk tujuan Radikalisme, yang sudah barang tentu bertentangan dengan Agama itu sendiri.
Tapi apakah para Ulama yang menyampaikan keumatnya untuk memilih sesama Muslim untuk di Jadikan pemimpin berdasarkan Ayat Alquran yang di yakininya benar berdasarkan dalili dalil  itu di anggap Salah (kalau tidak mau di anggap Radikalisme)?

@ngayarana wrote:

coba deh yang baper2 ini teriak ke masyarakat >>> "Eh ... saya dinistakan loh ... demo dong demi kita" >>> ada yang mau peduli ga ?? (balik ke bold coklat)

pake logika aja deh ... pernah ada ceritanya ga ... muslim demo demi membela FPI atau MUI ??


jadi back to pertanyaan saya sebelumnya .... menurut anda yang biru ini termasuk dalam 3 hal diatas atau tidak (antara Allah SWT, Rasulullah SAW, dan Kitab suci Alquran.) ??

kalaupun anda mengatakan yang dinistakan ahok adalah ulama (walaupun tidak ada buktinya) >>> menurut anda ulama tingkat-nya sama atau tidak dengan Allah SWT, Rasulullah SAW, dan Kitab suci Alquran ??


hati2 takabur ... coba di check lagi ... apa benar demo 411 tujuannya adalah untuk membela Allah SWT, Rasulullah SAW, dan Kitab suci Alquran .... atau sebetulnya hanya untuk membela manusia (walaupun itu ulama sekalipun) ?? >>> baca lagi deh yang ungu underline

begitu loh maksud kuh

piss piss

Hehehehe... jeng Dee-nee sudah terlalu jauh menaggapi masalah ini dong.
Sekali lagi saya tekan kan, jangan kalian Anggap bahwa peserta Aksi 411 itu bernuansa Politik.
Mungkin sebagian kecil kalo tidak mau di bilang sebagian besar seperti saya, orang orang yang datang dari luar Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim bahkan Sumatera, Kalimantan dan lainnya adalah Murni dari menjaga Keyakinan itu.

merah : aduuuhh ... siapa yang nyambung ke politik ?? saya cuma menjelaskan berdasarkan TS ... berdasarkan kalimat KH Hasyim Muzadi

bahwa KH Hasyim Muzadi menyatakan seperti ini misalnya

Hal ini dapat dibuktikan para pemimpin yang melakukan demo atau mengumpulkan masa tanpa dorongan spiritualisme tersebut tidak mungkin dapat menggerakan umat yang berjumlah jutaan.

yang biru >>> dorongan spiritualisme ini terjadi karena kasus ini DISEBUT sebagai kasus penistaan agama .... saya kembalikan tulisan KH Hasyim Muzadi sebelumnya

Di kalangan umat Islam seluruh dunia, ada tiga hal yang tidak boleh disinggung atau direndahkan, yakni : Allah SWT, Rasulullah SAW, dan Kitab suci Alquran.

dorongan spiritual itu datang HANYA BILA tiga faktor underline ini direndahkan >>> sementara NYATANYA ahok tidak merendahkan tiga underline diatas ... ahok tidak mengatakan tiga underline diatas bohong .... faktanya ahok mengatakan bahwa yang bohong itu fulan

makanya saya tanya sebelumnya : apakah fulan termasuk dalam 3 hal diatas (Allah SWT, Rasulullah SAW, dan Kitab suci Alquran).??

coba anda jawab pertanyaan saya yang hijau dulu deh ... supaya jelas juga apakah anda mengerti atau tidak uraian saya >>> karena bisa saja saya yang ga jelas menerangkan

piss
Silahkan kembali ke Ilustrasi yang saya buat di atas, dan SIlahkan runut sampe mana implikasinya, dan menurut saya yang di katakan Kiayi Hasyim Muzadi itu benar adanya, karena akan menyinggung pada 3 hal di atas.
avatar
ngayarana
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1147
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 30.01.14
Reputation : 27

Kembali Ke Atas Go down

Re: Sikap KH Hasyim Muzadi Soal Demo Penistaan dan Politisasi Alquran

Post by Budiono on Mon Nov 21, 2016 10:05 pm

@Dee_nee

Pertama: Benar bahwa yang dikatakan Ahok berbohong adalah "orang" (termasuk di dalamnya ulama) dan bukan Quran. Kalau ahok tidak bermaksud menuduh ulama, maka ia akan tegas menyatakan ",,,dibohongi para politisi pake al-maidah".

Kedua: Apakah yang bisa kita pahami dari Quran, kalau tidak melalui ulama ?
Contoh sederhana, dari mana kita tahu bahwa Shalat lima waktu itu hukumnya wajib, sementara membuat catatan dalam jual beli hukumnya mubah kalau enggak berdasarkan metodologi ushul fiqh yang ditetapkan ulama ?
Kan Keduanya dinyatakan dalam Quran dalam kalimat perintah. Dan kategori wajib, sunnah, mubah, makruh dan haram itu belum ada pada masa Nabi, Shahabat, dan tabi'in. Para ulama fiqh lah yang menciptakan istilah istilah tersebut.

Jadi misalnya ada orang yang ngomong begini:
"Jangan mau dibohongi orang yang bilang shalat lima waktu hukumnya wajib !!",
menurut mbak Dee-nee itu menistakan Agama Islam, gak ?

Ketiga. Kita enggak bisa melihat kasus ahok ini dalam ruang vakum. Memang ada unsur politisnya. Ahok inikan udah seperti "untouchable" di Indonesia. Ada masalah dikit dia pergi ke istana.
Lihat kasus RS sumber waras. Lihat kasus reklamasi. Lihat kasus penggusuran di bukit duri yang bertentangan dengan putusan pengadilan.
Orang selalu melihat biarpun ahok salah, dia akan selalu di bela Presiden. Jadi, aksi 411 adalah akumulatif. Orang udah muak. Muntah. Wajar kalau kali ini ahok selamat, sasaran berikutnya adalah yang membackingnya..

Seandainya yang ngomong soal al-Maidah itu lia Eden, walaupun FPI dimodalin satu trilyun pun, gw yakin yang bakal ikut demo gak akan seramai aksi 411.

Budiono
KOPRAL
KOPRAL

Male
Posts : 20
Kepercayaan : Islam
Location : tanggerang
Join date : 04.03.13
Reputation : 2

Kembali Ke Atas Go down

Re: Sikap KH Hasyim Muzadi Soal Demo Penistaan dan Politisasi Alquran

Post by dee-nee on Tue Nov 22, 2016 1:17 am

@ngayarana wrote:
@dee-nee wrote:
@ngayarana wrote:
@dee-nee wrote:
@ngayarana wrote:Jeng Dee-nee.... ada apa dengan mu...? sedih


Ini apa maksudnya?

Kalo Dee-nee dan sebagian Ulama lain  meyakini bahwa Awliya itu bukan diartikan pemimpin, apa pantas sampai mengatakan "Pembohong" terhadap orang lain atau Ulama lain yang meyakini bahwa Awliya dalam QS Al Maidah 51 diartikan sebagai Pemimpin...?

fokus fokus ... isi TS adalah tentang demo dan apa yang dikatakan KH Hasyim Muzadi

KH Hasyim Muzadi mengatakan yang merah >>> bahwa di kalangan umat Islam seluruh dunia, ada tiga hal yang tidak boleh disinggung atau direndahkan, yakni : Allah SWT, Rasulullah SAW, dan Kitab suci Alquran.

sekarang saya tanya ... yang biru (khususnya underline) .... itu termasuk dalam 3 hal yang bold ini atau tidak ??

demo 411 menjadi besar karena si "pencetus" MEMBUAT kasus ini .... seolah2 ahok sudah menistakan salah satu dari 3 hal diatas >>> padahal nyatanya ahok HANYA menistakan orang/manusia (dan tidak harus ulama juga karena ahok tidak menyebut kata ulama)

Jeng dee-nee..., Jika saya mengatakan pada Anak saya.

"Hai Anak ku, jangan kamu memilih Pemimpin Non Muslim ketika ada pilihan lain yang seiman denganmu, itu adalah anjuran Alquran Surat Almaidah 51", dan sudah pasti saya terima Informasi sebelumnya melalui Ustadz saya, Ulama saya, dan Ulama saya meyakinkan saya melalui dalil dalil yang merunut hingga Rosulullah SAW,

Lalu ada salah satu orang dari Umat lain yang mengatakan bahwa keyakinan yang saya pegang itu adalah sebuah "KEBOHONGAN", Kalo saya pembohong, berarti Ustadz saya yang mengajarkan itu apa tidak di sebut PEMBOHONG juga, lalu silahkan Jeng Dee-nee runut sendiri siapa lagi yang BERBOHONG...?

gini biar clear dulu ... dan nyambung dengan TS ... kita runut satu2 ya

tentang yang merah ... saya tanya sebentar (bukan menuduh TAPI HANYA BERTANYA) >>> dari uraian anda yang merah diatas ... jadi yang disebut pembohong disini siapa ?? >>> ustadz-nya atau ayat Al Quran-nya ??

tolong dijawab yang bold ini saja dulu ... supaya jelas runutan-nya untuk nyambung ke TS

------------------------------------------------------------

Jeng Dee-nee, Ustadz tersebut berbicara menggunakan Alquran bukan?, dan meyakini bahwa Awliya itu Artinya Pemimpin, toh dia berbicara di kalangan sendiri, dan kalo mau di jalankan ya sukur, kalo enggak juga hanya mengingatkan, kembalikan ke hati masing masing.
Maka silahkan runut kembali ilustrasi yang saya sebutkan di atas, Konsekwensinya sampe dimana...?

ungu underline : bagaimana mungkin anda bisa bicara soal konsekwensi ... kalau pertanyaan saya yang coklat diatas saja tidak dijawab ??

karena masalahnya disini adalah SALAH PAHAM >>> dan bila suatu perkara yang awalnya sudah disebabkan oleh salah paham ... maka segala konsekwensi-nya (kelanjutannya) tetap akan salah paham

makanya ... tolong jawab dulu yang coklat diatas

----------------------------------------------------------

@ngayarana wrote:
@ngayarana wrote:Makanya saya pertanyakan itu Jeng..., Apakah meyakini Kata Awliya sebagai Pemimpin adalah tindakan Radikalisme?

Menurut saya Tabayyun di butuhkan apabila salah satu fihak tidak mengetahui sebagian tafsir yang berkembang di masyarakat, bukan kah beliau tau bahwa sebagian masyarakat dan Ulama meyakini kata Awliya itu sebagai Pemimpin, dan bukan kah beliau pun tau sebagai mana tertuang dalam Buku Biografinya...?
Inilah Indonesia Jeng, kita memang berbeda, namun hargai perbedaan itu.

biru : ga ada hubungannya dengan radikalisme ... oke gini deh ... kalimat ungu sebelumnya saya ganti subjeknya ... jangan pakai nama ISIS

kalimatnya saya ganti begini :

ini logika yang sama ketika saya bilang : "jangan mau dibohongi fulan pakai ayat2 jihad" ... lalu siapapun itu mengerahkan massa sambil teriak "tangkap dini karena sudah menistakan ayat2 Al Quran" ... atau "tangkap dini karena sudah mengatakan ayat2 jihad bohong"

yang ungu ini sama saja dengan kasus ungu sebelumnya (yang menggunakan kata ISIS) >>>> bahwa nyatanya ... yang saya sebut bohong itu fulan (manusianya) ... bukan ayat2 jihad-nya (atau bukan ayat Al Quran-nya) >>> anda sudah oke blom disini ??

merah : tabayyun disini harus dari pihak ulama yang merasa terhina dong

jadi tabayyun disini adalah bertanya dan mengklarifikasi ... artinya menanyakan pada saya (yang menyebutkan kalimat ungu) ... "siapakah yang dimaksud fulan dalam kalimat saya ??" ... "apakah benar fulan yang saya maksud adalah para ulama" 

>>> karena fulan disini bisa berarti siapa saja (bahkan contohnya termasuk ISIS bila nyambung tentang ayat jihad) >>> oke atau tidak oke ... saya tunggu klarifikasinya ya

saya tunggu jawaban yang bold yah

piss  piss

Deen..., Ayat jihad bila diperuntukkan untuk tujuan yang sebenarnya, ya gak salah, Apa kita mau menjudge Kiayi Hasyim Asy'ari ketika memfatwakan Jihad adalah sebuah Radikalisme?, yang saya tentang adalah, jika Ayat Jihad di sampaikan untuk tujuan Radikalisme, yang sudah barang tentu bertentangan dengan Agama itu sendiri.

Tapi apakah para Ulama yang menyampaikan keumatnya untuk memilih sesama Muslim untuk di Jadikan pemimpin berdasarkan Ayat Alquran yang di yakininya benar berdasarkan dalili dalil  itu di anggap Salah (kalau tidak mau di anggap Radikalisme)?

tuh kan ... lagi2 anda ga menjawab pertanyaan saya

FOKUS ... yang saya bicarakan adalah FULAN ... dan fulan itu bisa siapa saja ... termasuk Kiayi Hasyim Asy'ari atau ISIS, bahkan tukang bakso sekalipun bisa bawa ayat2 jihad

coba lihat kalimat biru anda ... disitu juga sudah jelas bahwa kalau ada ORANG YANG SALAH BAWA AYAT .... jelas bertentangan dengan agama itu sendiri

>>> lalu teori darimana ujug2 anda bisa berpikir bahwa fulan = Kiayi Hasyim Asy'ari (padahal ada kemungkinan lain bahwa fulan = ISIS atau tukang bakso)

atau dalam kasus ahok .. teori darimana ujug2 anda bisa bilang orang (fulan) = ulama ??

--------------------------------------------------

@ngayarana wrote:
@ngayarana wrote:

coba deh yang baper2 ini teriak ke masyarakat >>> "Eh ... saya dinistakan loh ... demo dong demi kita" >>> ada yang mau peduli ga ?? (balik ke bold coklat)

pake logika aja deh ... pernah ada ceritanya ga ... muslim demo demi membela FPI atau MUI ??


jadi back to pertanyaan saya sebelumnya .... menurut anda yang biru ini termasuk dalam 3 hal diatas atau tidak (antara Allah SWT, Rasulullah SAW, dan Kitab suci Alquran.) ??

kalaupun anda mengatakan yang dinistakan ahok adalah ulama (walaupun tidak ada buktinya) >>> menurut anda ulama tingkat-nya sama atau tidak dengan Allah SWT, Rasulullah SAW, dan Kitab suci Alquran ??


hati2 takabur ... coba di check lagi ... apa benar demo 411 tujuannya adalah untuk membela Allah SWT, Rasulullah SAW, dan Kitab suci Alquran .... atau sebetulnya hanya untuk membela manusia (walaupun itu ulama sekalipun) ?? >>> baca lagi deh yang ungu underline

begitu loh maksud kuh

piss piss

Hehehehe... jeng Dee-nee sudah terlalu jauh menaggapi masalah ini dong.
Sekali lagi saya tekan kan, jangan kalian Anggap bahwa peserta Aksi 411 itu bernuansa Politik.
Mungkin sebagian kecil kalo tidak mau di bilang sebagian besar seperti saya, orang orang yang datang dari luar Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim bahkan Sumatera, Kalimantan dan lainnya adalah Murni dari menjaga Keyakinan itu.

merah : aduuuhh ... siapa yang nyambung ke politik ?? saya cuma menjelaskan berdasarkan TS ... berdasarkan kalimat KH Hasyim Muzadi

bahwa KH Hasyim Muzadi menyatakan seperti ini misalnya

Hal ini dapat dibuktikan para pemimpin yang melakukan demo atau mengumpulkan masa tanpa dorongan spiritualisme tersebut tidak mungkin dapat menggerakan umat yang berjumlah jutaan.

yang biru >>> dorongan spiritualisme ini terjadi karena kasus ini DISEBUT sebagai kasus penistaan agama .... saya kembalikan tulisan KH Hasyim Muzadi sebelumnya

Di kalangan umat Islam seluruh dunia, ada tiga hal yang tidak boleh disinggung atau direndahkan, yakni : Allah SWT, Rasulullah SAW, dan Kitab suci Alquran.

dorongan spiritual itu datang HANYA BILA tiga faktor underline ini direndahkan >>> sementara NYATANYA ahok tidak merendahkan tiga underline diatas ... ahok tidak mengatakan tiga underline diatas bohong .... faktanya ahok mengatakan bahwa yang bohong itu fulan

makanya saya tanya sebelumnya : apakah fulan termasuk dalam 3 hal diatas (Allah SWT, Rasulullah SAW, dan Kitab suci Alquran).??

coba anda jawab pertanyaan saya yang hijau dulu deh ... supaya jelas juga apakah anda mengerti atau tidak uraian saya >>> karena bisa saja saya yang ga jelas menerangkan

piss
Silahkan kembali ke Ilustrasi yang saya buat di atas, dan SIlahkan runut sampe mana implikasinya, dan menurut saya yang di katakan Kiayi Hasyim Muzadi itu benar adanya, karena akan menyinggung pada 3 hal di atas.

biru : justru anda yang silahkan kembali pada ilustrasi tentang FULAN ... atau jawab semua pertanyaan saya diatas ...

saya ulang deh

karena suatu perkara yang awalnya sudah disebabkan oleh salah paham ... maka segala konsekwensi-nya (kelanjutannya) tetap akan salah paham

makanya ... tolong jawab dulu pertanyaan2 saya

begitu loh

2 good  2 good

merah : ya terserah sih ... kalau menurut anda yang disebut "fulan" (siapapun itu orangnya) memang setingkat dengan Allah SWT, Rasulullah SAW, dan Kitab suci Alquran >>> ya itu pendapat anda ... tapi kalau buat saya sih ga

kan saya sudah bilang sebelumnya

coba di check lagi ... apa benar demo 411 tujuannya adalah untuk membela Allah SWT, Rasulullah SAW, dan Kitab suci Alquran .... atau sebetulnya hanya untuk membela manusia (walaupun itu ulama sekalipun) ??  

ahok menyebut ulama saja tidak ... lalu semua berprasangka bahwa yang dimaksud ahok adalah ulama >>> dan bahkan bisa2nya menyamakan derajat ulama = Allah SWT, Rasulullah SAW, dan Kitab suci Alquran

buat saya ... yang disebut ulama (setinggi dan sebaik apapun ilmu dia) ... selama status-nya masih manusia biasa (alias bukan nabi) ... maka status mereka tetap dibawah Allah SWT, Rasulullah SAW, dan Kitab suci Alquran

PUN ... bila kasus ini disambung2 ke ulama ... dan ada yang menyamakan derajat ulama = Allah SWT, Rasulullah SAW, dan Kitab suci Alquran (merendahkan ulama disebut sama dengan merendahkan Allah SWT, Rasulullah SAW, dan Kitab suci Alquran)

>>> ahok juga tidak merendahkan ulama karena nyatanya ada ulama yang setuju bahwa Al Maidah 51 bukan larangan memilih non-muslim sebagai pemimpin (asalkan dengan syarat)

sekali lagi balik ke ungu underline


Terakhir diubah oleh dee-nee tanggal Tue Nov 22, 2016 3:19 pm, total 1 kali diubah
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 181

Kembali Ke Atas Go down

Re: Sikap KH Hasyim Muzadi Soal Demo Penistaan dan Politisasi Alquran

Post by dee-nee on Tue Nov 22, 2016 1:43 am

@Budiono wrote:@Dee_nee

Pertama:  Benar bahwa yang dikatakan Ahok berbohong adalah "orang" (termasuk di dalamnya ulama) dan bukan Quran. Kalau ahok tidak bermaksud menuduh ulama, maka ia akan tegas menyatakan ",,,dibohongi para politisi pake al-maidah".

yang underline : itu sama saja seperti ada orang yang "dituduh" maling motor ... setelah habis digebukin massa dan ternyata tuduhannya salah ... lalu massa tersebut seenaknya bilang "Ya bilang dong kalo itu motor dia ... kalo dia ga maling"

lah ... massa yang seenaknya main hakim sendiri ala hukum rimba ini ... bisa ga klarifikasi dulu sebelum nuduh2 orang ... kok malah nyari pembenaran

---------------------------------------------------------------

@Budiono wrote:Kedua: Apakah yang bisa kita pahami  dari  Quran, kalau tidak  melalui ulama ?  
Contoh sederhana, dari mana kita tahu bahwa Shalat lima waktu itu hukumnya wajib, sementara membuat catatan dalam jual beli hukumnya mubah kalau enggak berdasarkan metodologi ushul fiqh yang ditetapkan ulama ?

Kan Keduanya dinyatakan dalam Quran dalam kalimat perintah. Dan kategori wajib, sunnah, mubah, makruh dan haram itu belum ada pada masa Nabi, Shahabat, dan tabi'in. Para ulama fiqh lah yang menciptakan istilah istilah tersebut.

Jadi misalnya ada orang yang  ngomong begini:
"Jangan mau dibohongi orang yang bilang shalat lima waktu hukumnya wajib !!",
menurut mbak Dee-nee itu menistakan Agama Islam, gak ?.

kalau tentang sholat 5 waktu hukum-nya wajib ... apa ada ulama beda pendapat tentang hal ini ??

beda kasus dengan Al Maidah 51 ... dimana jelas ayat itu multi-tafsir (ada beda tafsir dan pandangan) >>> artinya ada ulama lain yang beda pandangan dengan ulama anda

>>> lalu darimana anda bisa bikin klaim bahwa tafsir ulama yang anda yakini ... adalah paling benar dibanding tafsir ulama lainnya ... apakah muslim lain tidak punya hak untuk meyakini ulama yang punya pandangan berbeda ??

lagipula ... sekali lagi ya ... kasus ini TIDAK ADA HUBUNGANNYA DENGAN ULAMA karena ahok tidak menyebutkan kata "ulama" >>> kok ya masih terus saja "mendorong2" ulama untuk terlibat dalam kasus ini

------------------------------------------------------------------

@Budiono wrote:Ketiga. Kita enggak bisa melihat kasus ahok ini dalam ruang vakum. Memang ada  unsur politisnya. Ahok inikan udah seperti "untouchable" di Indonesia. Ada masalah dikit dia pergi ke istana.

Lihat kasus RS sumber waras. Lihat kasus reklamasi. Lihat  kasus penggusuran di bukit duri yang bertentangan dengan putusan pengadilan.
Orang  selalu melihat biarpun ahok  salah, dia akan selalu di bela Presiden. Jadi, aksi 411 adalah akumulatif. Orang udah muak. Muntah. Wajar kalau kali ini ahok selamat, sasaran berikutnya adalah yang membackingnya..

Seandainya yang ngomong soal al-Maidah itu lia Eden, walaupun FPI dimodalin satu trilyun pun, gw yakin yang bakal ikut demo gak akan seramai aksi 411.

bla bla bla .... anda mau bilang ahok punya backingan sekalipn ... hal itu berlaku sama dengan demo 411 kemarin ... yang juga FULL BACKINGAN politik

>>> so ... seperti saya bilang sebelumnya di thread lain... kalau kasus ini mau disangkut pautkan dengan backingan ... ya mari kita lihat gimana endingnya ... siapa yang lebih kuat terkait backing membacking ini

TAPI ... kalau memang seperti merah underline ini maksud anda .... maka itu artinya JELAS ... demo 411 kemarin memang cuma DAGELAN POLITIK yang bawa2 (kalau ga mau disebut main2in) agama

coba yang bold biru ini dicerna baik2 deh >>> massa sekian banyak datang ... hanya untuk sebuah dagelan politik

nyerah nyerah
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 181

Kembali Ke Atas Go down

Re: Sikap KH Hasyim Muzadi Soal Demo Penistaan dan Politisasi Alquran

Post by musicman on Tue Nov 22, 2016 10:24 am

@Budiono

pertama: Benar bahwa yang dikatakan Ahok berbohong adalah "orang" (termasuk di dalamnya ulama) dan bukan Quran. Kalau ahok tidak bermaksud menuduh ulama, maka ia akan tegas menyatakan ",,,dibohongi para politisi pake al-maidah".
Tendensius ini sih. Tabbayunnya aja ngga, langsung main ketok.

Memang tujuan tabbayun itu kan untuk hal-hal "bias" seperti ini kok, digunakan untuk penjelas yg adil.., panggil orangnya lalu klarifikasi.

Kalau udah ngga mau tabbayun lalu main klaim "INI TUJUANNYA MENGHINA ULAMA", kalau bukan karena alasan ngga suka, lalu apa namanya?


Kedua: Apakah yang bisa kita pahami dari Quran, kalau tidak melalui ulama ?
Contoh sederhana, dari mana kita tahu bahwa Shalat lima waktu itu hukumnya wajib, sementara membuat catatan dalam jual beli hukumnya mubah kalau enggak berdasarkan metodologi ushul fiqh yang ditetapkan ulama ?
Kan Keduanya dinyatakan dalam Quran dalam kalimat perintah. Dan kategori wajib, sunnah, mubah, makruh dan haram itu belum ada pada masa Nabi, Shahabat, dan tabi'in. Para ulama fiqh lah yang menciptakan istilah istilah tersebut.

Jadi misalnya ada orang yang ngomong begini:
"Jangan mau dibohongi orang yang bilang shalat lima waktu hukumnya wajib !!",
menurut mbak Dee-nee itu menistakan Agama Islam, gak ?

Udah lah...gk usah berlindung dibalik kata ULAMA agar terlihat sah untuk memaksa Ahok hari ini juga masuk bui.

Seperti mbk deenee bilang, tidak ada satu katapun dalam pidato tsb yg menunjuk hidung Ulama manapun.

Kalau konteksnya adalah Orang..maka bisa Ulama, politisi, polisi, bahkan tukang becak sekalipun. Bisa juga salah satu diantaranya (bukan semuanya..tp salah satu aja bisa politisi, tukang becak dsb)...lah kok langsung main Klaim yg dituju adalah cuma Ulama aja atau pasti termasuk ulama?

Makanya..kalau sudah begini biar ahok minum air siraman kaki para pemimpin demo 04 Nov untuk minta maaf, saya yakin tetap mereka mau ahok masuk sel dan tidak ikut pilkada.

Lahhhhh, sebelum ada kasus al maidah juga mereka2 juga kok yg teriak2 anti ahok jadi gubernur krn kafir..ya apa iya?


Ketiga. Kita enggak bisa melihat kasus ahok ini dalam ruang vakum. Memang ada unsur politisnya. Ahok inikan udah seperti "untouchable" di Indonesia. Ada masalah dikit dia pergi ke istana.
Lihat kasus RS sumber waras. Lihat kasus reklamasi. Lihat kasus penggusuran di bukit duri yang bertentangan dengan putusan pengadilan.
Orang selalu melihat biarpun ahok salah, dia akan selalu di bela Presiden. Jadi, aksi 411 adalah akumulatif. Orang udah muak. Muntah. Wajar kalau kali ini ahok selamat, sasaran berikutnya adalah yang membackingnya..

Ah, orang2 yg melihat hal itu kan juga harusnya juga bisa melihat bahwa dibelakang FPI dan ormas2 pendukungnya juga nyaris tak tersentuh hukum. Banyak suara2 yg ingin mereka mereka ini dibubarkan karena sudah Muak, muntah krn seperti "untouchable" juga (sudah bbrp kali mereka rusuh dalam sweeping bulan Ramadhan, dsb)..buktinya masih saja eksis ormas2 model FPI,FBR dll.
Kalau saya bilang ada pihak2 yg melindungi FPI dkk, ngga salah juga kan saya?
Jadi masalah backing membacking untuk dijadikan alasan untuk bertindak 'GAK MASUK AKAL"..yah konyol..orang2 yg punya backing kok protes saat orang yg dibencinya dituduh juga punya backing, kan lucu?

Justru presiden labih legowo kalau Ahok dijadikan tersangka, drpd ormas2 pendukung demo 04 Nov yg tidak ada satupun legowo untuk mempersilahkan para penanggung jawab demo untuk dijadikan tersangka..malah sebaliknya adem ayem aja tanpa dijadikan tersangka (dan yg lebih konyol malah main play victim)..

Yg kasih statement jaminan demo 04 Nov pasti aman meski kenyataannya rusuh, malah masih bisa bikin rencana demo 02 Des lagi...

Kalau mau komit dengan jaminannya..samperin donk kantor POLRI.."PAK, SAYA BERTANGGUNG JAWAB DENGAN KEJADIAN RUSUH 04 NOV KARENA SAYA LAH YG MENJAMIN BAKAL AMAN, TAPI PADA FAKTANYA MENJADI RUSUH..SILAHKAN PERIKSA SAYA"..tapi faktanya tau sendiri kan??
Seandainya yang ngomong soal al-Maidah itu lia Eden, walaupun FPI dimodalin satu trilyun pun, gw yakin yang bakal ikut demo gak akan seramai aksi 411.
Seperti sudah saya tulis diatas..ormas2 pendukung demo juga diindikasinya banyak backing juga kok..kalau mau jujur alasan demo besar2an krn muak Ahok krn dibackingi sana sini..faktanya yg demo tutup mata semua dengan fakta tsb.

oh ya..Lia eden...
Ya karena Lia Eden gk ada urusan dengan Pilkada, makanya gk ada yg demo dan seramai kemaren.

jadi makin jelas kan, urusan sesungguhnya bukan masalah penistaan agama..tp urusan Pilkada dan ketidaksukaan akan gubenur non Muslim?
avatar
musicman
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2226
Kepercayaan : Islam
Join date : 07.10.11
Reputation : 123

Kembali Ke Atas Go down

Re: Sikap KH Hasyim Muzadi Soal Demo Penistaan dan Politisasi Alquran

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 1 dari 2 1, 2  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik