FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.

(Kyai Sogol) Burung Enggang Follow_me
@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI


Join the forum, it's quick and easy

FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.

(Kyai Sogol) Burung Enggang Follow_me
@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI
FORUM LASKAR ISLAM
Would you like to react to this message? Create an account in a few clicks or log in to continue.

(Kyai Sogol) Burung Enggang

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

(Kyai Sogol) Burung Enggang Empty (Kyai Sogol) Burung Enggang

Post by risdianto Fri Jan 20, 2017 12:57 pm

https://seword.com/motivasi/kyai-sogol-burung-enggang/

“ Aki, menurut saya, burung Enggang Itu seperti memayu hayuning pribadi, memayu hayuning kulawarga, memayu hayuning sesama, memayu hayuning bawana. Sarang yang tertutup dan tinggi itu memberi simbol dia sedang berbuat baik bagi dirinya sendiri dan keluarganya dengan cara mencegah bahaya. Atau mungkin lebih tepatnya adalah waspada. Induk betina baru akan melepas anak-anaknya ketika mereka sudah siap mandiri. Dalam kurun waktu itu, induk betina melakukan transfer ilmu secara naluriah tentang bagaimana bersikap ketika dewasa. Yang itu berarti bila dalam bahasa manusia, induk betina sedang mengajarkan tata nilai kehidupan”.

” Aki,memayu hayuning sesama itu juga berarti ketika kita menghiasi ucapan dan perilaku kita maka itu juga berarti memberi contoh kepada sesama agar juga bergerak menuju peradaban yang lebih mulia. Dan memayu hayuning bawono adalah menghiasi dunia dengan perbuatan baik seperti menebar cinta dan kasih kepada sesama manusia dan makhluk lainnya. Karena dengan begitu ambrasto dhur angkoro yaitu sifat tercela seperti keserakahan dan amarah akan terbenam dengan sendirinya”.

“ Kyai, dengan menggunakan air dan tanah sebagai dinding sejatinya burung memberi sebuah pelajaran bahwa tanah atau bumi adalah contoh baik untuk bersabar. Ketika kita dihina, dicaci dan menerima berbagai ucapan buruk atau perlakuan buruk maka bersikaplah seperti bumi. Menerima dan meresap untuk kemudian meleburkan segala kebencian menjadi pupuk alamiah, menjadi sumber air dan menjadi tempat banyak makhluk menyandarkan hidup. Dan ketika ada gempa yang terjadi maka sebenarnya itu terjadi ketika kami sudah tidak mampu untuk menahan diri dan sebenarnya kami sendiri tidak menyukai kerusakan yang terjadi. Kami, suku Dayak, sesungguhnya mencintai kedamaian dan ketenangan.”
risdianto
risdianto
PRAJURIT
PRAJURIT

Male
Age : 50
Posts : 14
Kepercayaan : Islam
Location : Boyolali
Join date : 28.11.16
Reputation : 9

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik