harga diri bangsa yang terkoyak
Halaman 1 dari 1 • Share
harga diri bangsa yang terkoyak
Masihkah kita punya harga diri sebagai bangsa? Sulit untuk dijawab. Karena beberapa hari ini kita saksikan berbagai indikator telah tergadainya harga diri itu. Entah siapa yang berperan aktif menjual harga diri bangsa ini. Yang jelas, ini adalah sebuah pengkhianatan besar terhadap ribuan syuhada pejuang kemerdekaan yang rela hidup menderita demi meraih kemuliaan menjadi orang merdeka, tanpa didikte siapapun. Lebih baik mati berkalang tanah daripada hidup dijajah.
Beberapa hari lalu, WNI muslim yang tinggal di Australia diteror. Ditodong senapan dan rumahnya didobrak untuk digeladah, seolah-olah polisi federal Australia memang sedang menghadapi teroris dan berhadapan dengan segerombolan penjahat bersenjata canggih. Lalu beberapa orang dituduh terkait jaringan Jamaah Islamiyyah, organisasi siluman ciptaan Amerika cs.. Hal serupa juga dialami atlet tinju Indonesia yang datang ke Australia untuk mengikuti suatu event. Mereka diperiksa marathon tanpa alasan pasal pelanggaran yang jelas. Kesalahan mereka satu. Karena mereka Warga Negara Indonesia.
Pemerintah Australia telah melakukan pelanggaran Hak Asasi Manusia dan konvensi Wina.
Sekedar protes dari pemerintah RI saja tidak cukup. Yang harus diambil adalah ketegasan sikap dalam menghadapi perilaku "barbar" dan kesewenang-wenangan pemerintahan Australia. Ketegasan dalam menjunjung harga diri bangsa bukan sekedar gagah-gahan, tetapi untuk menunjukan kedaulatan kita sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Karenanya, pemerintah Indonesia perlu mempertimbangkan kelanjutan hubungan diplomatik dengan Australia, menarik seluruh staf kedutaan RI dan membekukan hubungan sampai waktu yang tidak ditentukan.
Sikap tidak bersahabat Australia bukan kali ini saja. Sejak zaman Soeharto, negara tetangga arogan ini pun kerap berulah. Australia kedapatan mencuri minyak di celah Timor yang masuk ke dalam perairan Indonesia, selama bertahun-tahun. Alih-alih merasa malu lalu mengganti rugi, mereka malah tampak lebih galak dari negara korban, sampai-sampai melibatkan campur tangan dunia internasional. Mungkin ini pulalah yang membuat Australia sangat berkepentingan mendukung disintegrasi Timor-Timur dari Indonesia. Tidak lebih karena sekedar cadangan minyak yang tersimpan di celah Timor.
Beberapa hari lalu, kita lagi-lagi dikejutkan dengan berita dari negeri tetangga, Filipina. Dokumen Surat Presiden Philipina Gloria Macapagal Arroyo kepada Bush untuk mendukung deklarasi perang Salib semesta, bocor. Isinya, rencana pemotongan wilayah teritorial Indonesia yang didera konflik berkepanjangan untuk dijadikan wilayah persemakmuran Kristen di Asia. Sebelumnya, Arroyo pernah menangkap 3 orang WNI dengan fitnahan mengada-ada, penuh rekayasa dan kental nuansa kedzaliman.
Yang jelas perang opini telah dilancarkan sebagai pendahuluan dari sebuah konspirasi besar. Setelah Geogre Bush secara eksplisit menyatakan perang Salib --yang tidak lain dari perang kepentingan mempertahankan hegemoni politik dengan mendompleng ideologi kristen, tidak heran jika kemudian kita mendapati istilah Jam'aah Islamiyyah untuk sebutan Thaliban Asia Tenggara. Amerika tampaknya memandang perlu menciptakan ikon baru bagi musuh yang hendak dibidiknya. Pilihan pun jatuh kepada Ustadz Abu Bakar Ba'asyir, karena beliau seorang da'i yang memang malang melintang dalam dunia dakwah di Asia Tenggara. Kalau pun kemudian ada salah satu diantara murid beliau tidak sabaran melihat kezaliman yang dipertontonkan para tiran, lalu melakukan perbuatan yang salah menurut pandangan barat, dan dicap teroris, apakah dapat disimpulkan bahwa Abu Bakar Ba'asyir terlibat? Ini tidak berbeda bila ada salah seorang oknum polisi atau tentara yang melakukan kejahatan, apa kemudian Kepala Kepolisian atau Panglima TNI dianggap terlibat?
Permasalahan pokoknya tidak lain karena pemerintah Indonesia mengikuti dan menjalankan sepenuhnya agenda Barat. Dengan "imbalan" pengucuran dana untuk negara berupa pinjaman, atau bagi para pemegang kekuasaan meski harus ditukar dengan menjual warga negaranya sendiri untuk diekstradisi.
Jika memang itu faktanya, pertanyaan tentang harga diri dan martabat bangsa harus dijawab dengan perbuatan nyata. Kita harus menunjukan kemandirian sebagai bangsa, sehingga mampu menegaklan kepala di hadapan bangsa lain, dan tegas mengatakan tidak pada pesanan asing dari manapun bila harus mengorbankan warga negaranya sendiri. Meminjam Istilah Aa Gym, Marilah kita menjadi bangsa yang bermartabat. Wallahu a'lam.
Beberapa hari lalu, WNI muslim yang tinggal di Australia diteror. Ditodong senapan dan rumahnya didobrak untuk digeladah, seolah-olah polisi federal Australia memang sedang menghadapi teroris dan berhadapan dengan segerombolan penjahat bersenjata canggih. Lalu beberapa orang dituduh terkait jaringan Jamaah Islamiyyah, organisasi siluman ciptaan Amerika cs.. Hal serupa juga dialami atlet tinju Indonesia yang datang ke Australia untuk mengikuti suatu event. Mereka diperiksa marathon tanpa alasan pasal pelanggaran yang jelas. Kesalahan mereka satu. Karena mereka Warga Negara Indonesia.
Pemerintah Australia telah melakukan pelanggaran Hak Asasi Manusia dan konvensi Wina.
Sekedar protes dari pemerintah RI saja tidak cukup. Yang harus diambil adalah ketegasan sikap dalam menghadapi perilaku "barbar" dan kesewenang-wenangan pemerintahan Australia. Ketegasan dalam menjunjung harga diri bangsa bukan sekedar gagah-gahan, tetapi untuk menunjukan kedaulatan kita sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Karenanya, pemerintah Indonesia perlu mempertimbangkan kelanjutan hubungan diplomatik dengan Australia, menarik seluruh staf kedutaan RI dan membekukan hubungan sampai waktu yang tidak ditentukan.
Sikap tidak bersahabat Australia bukan kali ini saja. Sejak zaman Soeharto, negara tetangga arogan ini pun kerap berulah. Australia kedapatan mencuri minyak di celah Timor yang masuk ke dalam perairan Indonesia, selama bertahun-tahun. Alih-alih merasa malu lalu mengganti rugi, mereka malah tampak lebih galak dari negara korban, sampai-sampai melibatkan campur tangan dunia internasional. Mungkin ini pulalah yang membuat Australia sangat berkepentingan mendukung disintegrasi Timor-Timur dari Indonesia. Tidak lebih karena sekedar cadangan minyak yang tersimpan di celah Timor.
Beberapa hari lalu, kita lagi-lagi dikejutkan dengan berita dari negeri tetangga, Filipina. Dokumen Surat Presiden Philipina Gloria Macapagal Arroyo kepada Bush untuk mendukung deklarasi perang Salib semesta, bocor. Isinya, rencana pemotongan wilayah teritorial Indonesia yang didera konflik berkepanjangan untuk dijadikan wilayah persemakmuran Kristen di Asia. Sebelumnya, Arroyo pernah menangkap 3 orang WNI dengan fitnahan mengada-ada, penuh rekayasa dan kental nuansa kedzaliman.
Yang jelas perang opini telah dilancarkan sebagai pendahuluan dari sebuah konspirasi besar. Setelah Geogre Bush secara eksplisit menyatakan perang Salib --yang tidak lain dari perang kepentingan mempertahankan hegemoni politik dengan mendompleng ideologi kristen, tidak heran jika kemudian kita mendapati istilah Jam'aah Islamiyyah untuk sebutan Thaliban Asia Tenggara. Amerika tampaknya memandang perlu menciptakan ikon baru bagi musuh yang hendak dibidiknya. Pilihan pun jatuh kepada Ustadz Abu Bakar Ba'asyir, karena beliau seorang da'i yang memang malang melintang dalam dunia dakwah di Asia Tenggara. Kalau pun kemudian ada salah satu diantara murid beliau tidak sabaran melihat kezaliman yang dipertontonkan para tiran, lalu melakukan perbuatan yang salah menurut pandangan barat, dan dicap teroris, apakah dapat disimpulkan bahwa Abu Bakar Ba'asyir terlibat? Ini tidak berbeda bila ada salah seorang oknum polisi atau tentara yang melakukan kejahatan, apa kemudian Kepala Kepolisian atau Panglima TNI dianggap terlibat?
Permasalahan pokoknya tidak lain karena pemerintah Indonesia mengikuti dan menjalankan sepenuhnya agenda Barat. Dengan "imbalan" pengucuran dana untuk negara berupa pinjaman, atau bagi para pemegang kekuasaan meski harus ditukar dengan menjual warga negaranya sendiri untuk diekstradisi.
Jika memang itu faktanya, pertanyaan tentang harga diri dan martabat bangsa harus dijawab dengan perbuatan nyata. Kita harus menunjukan kemandirian sebagai bangsa, sehingga mampu menegaklan kepala di hadapan bangsa lain, dan tegas mengatakan tidak pada pesanan asing dari manapun bila harus mengorbankan warga negaranya sendiri. Meminjam Istilah Aa Gym, Marilah kita menjadi bangsa yang bermartabat. Wallahu a'lam.
keroncong- KAPTEN
-
Age : 70
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 67
Re: harga diri bangsa yang terkoyak
lha yang getol mengganti nkri dengan nii ya siapa..
yang getol mengganti pancasila dengan syariat arab juga siapa..
yang getol main 'petasan' demi tegaknya kilafah juga siapa..
yang getol mengganti pancasila dengan syariat arab juga siapa..
yang getol main 'petasan' demi tegaknya kilafah juga siapa..
SEGOROWEDI- BRIGADIR JENDERAL
- Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124
Re: harga diri bangsa yang terkoyak
^
^
Timor-timor yang ngianatin NKRI,,,apakah agamanya Muslim disana yang beri komando buat keluar dari NKRI???
^
Timor-timor yang ngianatin NKRI,,,apakah agamanya Muslim disana yang beri komando buat keluar dari NKRI???
The.Barnabas- LETNAN DUA
-
Posts : 894
Location : Jakarta
Join date : 27.07.12
Reputation : 36
Re: harga diri bangsa yang terkoyak
lha kalau sudah di nii-kan
lha kalau sudah disyariat-arab-kan
apa lagi yang harus dipertahankan?
sebab komitmen founding-fathers sudah dikhianati
sudah diarabisasi
SEGOROWEDI- BRIGADIR JENDERAL
- Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124
Re: harga diri bangsa yang terkoyak
lah emangnya dari awal timor-timor berhianat sampe sekarang, Indonesia menjadi negara Islam
The.Barnabas- LETNAN DUA
-
Posts : 894
Location : Jakarta
Join date : 27.07.12
Reputation : 36
Re: harga diri bangsa yang terkoyak
The.Barnabas wrote:lah emangnya dari awal timor-timor berhianat sampe sekarang, Indonesia menjadi negara Islam
sebelumnya kan mereka memang bukan nkri
SEGOROWEDI- BRIGADIR JENDERAL
- Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124
Re: harga diri bangsa yang terkoyak
SEGOROWEDI wrote:The.Barnabas wrote:lah emangnya dari awal timor-timor berhianat sampe sekarang, Indonesia menjadi negara Islam
sebelumnya kan mereka memang bukan nkri
semuanya juga awalnya bukan NKRI Om,,,termasuk djayakarta,,
mau dibela sampe mampus juga om, lah udah berkhianat mau diapin,,penghianat ya tetep aja penghianat ga bisa dibilang pahlawan,,
jadi untuk para kresten kalo bicara NKRI dan nasionalisme,,,mending ngobrol ma para pendetaker nyang ada di timor-timor belajarlah sama mereka
The.Barnabas- LETNAN DUA
-
Posts : 894
Location : Jakarta
Join date : 27.07.12
Reputation : 36
Re: harga diri bangsa yang terkoyak
The.Barnabas wrote:
semuanya juga awalnya bukan NKRI Om,,,termasuk djayakarta,,
mau dibela sampe mampus juga om, lah udah berkhianat mau diapin,,penghianat ya tetep aja penghianat ga bisa dibilang pahlawan,,
jadi untuk para kresten kalo bicara NKRI dan nasionalisme,,,mending ngobrol ma para pendetaker nyang ada di timor-timor belajarlah sama mereka
budi utomo, sumpah pemuda, proklamasi mereka kan tidak ikut..
SEGOROWEDI- BRIGADIR JENDERAL
- Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124
Re: harga diri bangsa yang terkoyak
^
^
^
Otak penghianat...perusak NKRI, anti Pancasila,,mudah-mudahan ga semua kresten kaya ente,,cuma temen ane yang khatolik lebih baik dalam pemahaman apa itu NKRI
yang ikut sumpah pemuda, proklamasi, lah orang-orangnya udah meninggalkan dunia mayoritas, kalo masih idup juga udah tua...masa mereka yg harus menjaga NKRI,,
kalo filem pitung si wedi ini ketua dalam golongan peribumi yang dibayar belanda buat lawan geriliawan Indonesia,
pas pasukanya wedi kepukul mundur, siwedi ngadu ma compeny,
wedi : lapor ser..
compeni : ya, ada apa ?
wedi : pasukan Saya dipukul mundur sama orang-orang indonesia
compeni :dasar kacung bodoh,,over dongo...you planga plongo
wedi : maaf ser..
compeni : (menarik pelatuk,"krekkk").dorr,,dorr,dorr
"tiga timah panas menembus jidat sang penghianat
^
^
Otak penghianat...perusak NKRI, anti Pancasila,,mudah-mudahan ga semua kresten kaya ente,,cuma temen ane yang khatolik lebih baik dalam pemahaman apa itu NKRI
yang ikut sumpah pemuda, proklamasi, lah orang-orangnya udah meninggalkan dunia mayoritas, kalo masih idup juga udah tua...masa mereka yg harus menjaga NKRI,,
kalo filem pitung si wedi ini ketua dalam golongan peribumi yang dibayar belanda buat lawan geriliawan Indonesia,
pas pasukanya wedi kepukul mundur, siwedi ngadu ma compeny,
wedi : lapor ser..
compeni : ya, ada apa ?
wedi : pasukan Saya dipukul mundur sama orang-orang indonesia
compeni :dasar kacung bodoh,,over dongo...you planga plongo
wedi : maaf ser..
compeni : (menarik pelatuk,"krekkk").dorr,,dorr,dorr
"tiga timah panas menembus jidat sang penghianat
The.Barnabas- LETNAN DUA
-
Posts : 894
Location : Jakarta
Join date : 27.07.12
Reputation : 36
Re: harga diri bangsa yang terkoyak
maksudnya..
timor leste kan bukan jajahan belanda
padahal perang kemerdekaan kita melawan belanda (dan jepang)
lagian yang nawarin referendum siapa? kan juga kita sendiri (bj habiebie)
maka contohmu tidak relevan..
tetapi kalau nafsu:
nkri -> nii
pancasila -> syariat arab
kan nafsu pengkhianatanmu dan seukwahmu..
SEGOROWEDI- BRIGADIR JENDERAL
- Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124
Similar topics
» Agama yang tidak punya harga diri?
» video yang berkaitan dengan perempuan yang ada aksi yang mengandung ilmu bela diri
» Kerusuhan Mei 1998
» Dampak Demokrasi, Maka Umat Terpecah, Kecil, Lemah, Berkelompok dan Rapuh
» Azwar, tersangka sodomi JIS yang bunuh diri dikenal rajin ibadah
» video yang berkaitan dengan perempuan yang ada aksi yang mengandung ilmu bela diri
» Kerusuhan Mei 1998
» Dampak Demokrasi, Maka Umat Terpecah, Kecil, Lemah, Berkelompok dan Rapuh
» Azwar, tersangka sodomi JIS yang bunuh diri dikenal rajin ibadah
Halaman 1 dari 1
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik