FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.

Jika Gagal Meraih DKI 1, Demokrat Siapkan AHY Follow_me
@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI


Join the forum, it's quick and easy

FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.

Jika Gagal Meraih DKI 1, Demokrat Siapkan AHY Follow_me
@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI
FORUM LASKAR ISLAM
Would you like to react to this message? Create an account in a few clicks or log in to continue.

Jika Gagal Meraih DKI 1, Demokrat Siapkan AHY

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Jika Gagal Meraih DKI 1, Demokrat Siapkan AHY Empty Jika Gagal Meraih DKI 1, Demokrat Siapkan AHY

Post by dee-nee Sun Jan 22, 2017 1:56 pm

Jika Gagal Meraih DKI 1, Demokrat Siapkan AHY di Pilgub Jatim 2018

Nusantara.news, Surabaya – Kalkulasi politik calon kuat dalam Pilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2018, masih menempatkan Syaifullah Yusuf dan Khofifah Indarparawangsa sebagai kandidat utama menuju Grahadi 1. Namun peta politik bisa berubah total jika muncul figur ‘Kuda Hitam’ dari Partai Demokrat, Siapa sosok tersebut?

Anggota Komisi X DPR RI Ridwan Hisjam saat dikonfirmasi siapa sosok ‘Kuda Hitam’ di dalam Partai Demokrat enggan untuk buka-bukaan, maklum, isunya sudah menyebar di media Jawa Timur.

Bahkan, politisi senior asal Jatim ini malah memilih untuk menanggapi peta persaingan antara Gus Ipul dan Khofifah, setelah ditinggalkan Soekarwo dua periode menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur. “Gus Ipul dan Khofifah kandidat kuat di Pilgub Jatim 2018. Tapi jangan dilupakan bahwa PDIP juga punya jagoan yaitu Walikota Risma,” jelasnya kepada Nusantara.news, Sabtu (14/1/2017).

Tapi, Ridwan tak bisa mengelak ketika disinggung soal sosok ‘Kuda Hitam’ di Partai Demokrat adalah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), terutama apabila AHY gagal memenangkan Pilkada DKI Jakarta. Tentu saja Demokrat tak akan menyia-nyiakan modal kekuatan politik untuk merebut kembali kursi Gubernur Jawa Timur.

Demografi Jawa Timur sudah dua periode lamanya dipimpin oleh Soekarwo, tentu peluang Demokrat untuk bisa menuju Grahadi 1 sangat besar. Mengingat, Jawa Timur adalah provinsi yang sangat strategis serta prestisius dalam peta politik nasional setelah Jakarta. “Semua partai besar sangat berpeluang, termasuk juga Demokrat yang rencana menarik AHY di Pilgub Jatim,” ungkap Ridwan.

Nilai tawar Demokrat saat ini sangat strategis untuk memunculkan calon lain atau dari kadernya sendiri. Perolehan kursi di DPRD Jatim, Demokrat sebanyak 13 kursi. Nah, untuk bisa memenuhi syarat mengusung calon Gubernur harus punya 20 kursi. Praktis, Demokrat hanya butuh 7 kursi saja dan bisa menggandeng 1 atau 2 partai. Namun jika pilihannya 1 partai, maka peluang terbesar adalah PAN yang memiliki 7 kursi.

Agus juga dipercaya bisa merusak semua skenario peta kekuatan partai-partai di Pilgub Jatim 2018. Jika putera mahkota Susilo Bambang Yudhoyono ini benar-benar maju di Pilgub Jatim, maka pertarungan semakin ketat, PDI Perjuangan harus memperhitungkan kembali untuk memunculkan Risma sebagai kandidat.

Soal itu, Politisi Partai Golkar yang mendukung pemekaran pulau Madura ini juga masih tetap bergeming tak mau buka suara, bahkan optimis Pilgub Jatim akan dikuasai oleh Gus Ipul, Khofifah dan Risma. Pemetaannya menurut Ridwan adalah Gus Ipul dan Khofifah bersaing ketat, selain keduanya sudah memahami karakter pemilih dan demografi Jatim, juga punya jaringan politik yang kuat di masyarakat Jatim dan sudah mengakar.

Tak hanya itu saja, Ridwan juga pesimis ada figur lain yang bisa menandingi Gus Ipul dan Khofifah, meski itu Agus Harimurti Yudhoyono. Maklum untuk bisa membuat jaringan politik di Jatim butuh energi yang besar, biaya tinggi, bahkan proses waktu yang panjang. “Ya, kalau Agus bekal popularitasnya sudah cukup setelah dia maju Pilkada DKI itu,” katanya.

Mungkinkah Khofifah mengorbankan kursi Menterinya di Kabinet Jokowi? Yang pasti arah kebijakan politik Khofifah bakal menunggu restu dari Presiden Joko Widodo, tapi juga ditentukan dinamika politik nasional sampai menjelang 2018 nanti.

Jika Gagal Meraih DKI 1, Demokrat Siapkan AHY 16711911

Mbah Abu mana mbah Abu ?? ... minta komentarnya dong

ketiwi ketiwi

hiruk pikuk Pilkada DKI sudah mulai membosankan ..... saya ngomongin Pilgub Jatim n Jabar 2018 aja deh sekarang

HIDUP BU RISMA !!!
HIDUP BU RISMA !!!
HIDUP BU RISMA !!!

HIDUP KANG EMIL !!!
HIDUP KANG EMIL !!!
HIDUP KANG EMIL !!!

hihihihihihihi

piss
dee-nee
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8645
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik