FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.

antara kristen, dan brown & da vinci code Follow_me
@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI


Join the forum, it's quick and easy

FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.

antara kristen, dan brown & da vinci code Follow_me
@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI
FORUM LASKAR ISLAM
Would you like to react to this message? Create an account in a few clicks or log in to continue.

antara kristen, dan brown & da vinci code

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

antara kristen, dan brown & da vinci code Empty antara kristen, dan brown & da vinci code

Post by paman tat Mon Apr 13, 2015 3:23 pm

Tampaknya novel yang mengandung isu agama selalu mengundang kontroversi . Tidak terkecuali novel The Da Vinci Code. Mungkin karena kontroversial, novel keempat karya Dan Brown ini menjadi novel terlaris tahun 2003 dengan total penjualan sebanyak 5,7 juat eksemplar. Ini memecahkan rekor penjualan selama 10 tahun yang dipegang oleh The Bridges Over Madison County (James Waller) yang pada masa itu terjual sebanyak 4,3 juta eksemplar.
Sebenarnya sejak diterbitkan pada Maret 2003, penerbit Doubleday sudah bisa mencium sukses yang akan diraih The Da Vinci Code mengingat bahwa hanya dalam dua hari, edisi sampul keras novel ini terjual lebih banyak daripada jumlah seluruh novel sebelumnya. Brown berhasil mengungguli penjualan novel-novel tahun 2003 karya penulis-penulis top dunia lainnya seperti Grisham, Clancy, Patterson, Sparks, Karon, King, Steel, Cussler, Tim LaHaye, dan Jerry B Jenkins.

Novel ini diawali dengan kisah pembunuhan seorang kurator seni, Jacques Sauniere di museum Louvre, Paris. Beberapa saat sebelum kematiannya, Sauniere berhasil meninggalkan beberapa petunjuk di tempat kejadian yang hanya cucu perempuannya, seorang kriptografer bernama Sophie Neveu dan seorang ahli simbol yang sangat ternama, Robert Langdon, yang dapat memecahkan petunjuk-petunjuk tersebut. Sophie dan Langdon kemudian menjadi buronan polisi sekaligus menjadi detektif yang berusaha memecahkan pesan-pesan rahasia yang ditinggalkan Sauniere--yang terkait dengan misteri yang melingkupi lukisan-lukisan Leonardo Da Vinci.

Selain di Prancis, setting cerita juga menelusuri Inggris dan sejarah yang melahirkan pesan-pesan tersebut. Ia menguak konspirasi yang sudah berlangsung 200 tahun yang terkait dengan sejarah agama Kristen, Yesus dan sebuah paguyuban rahasia (secret society) di masa lalu yang melibatkan para tokoh terkenal seperti Leonardo Da Vinci, Isaac Newton dan Victor Hugo. Brown berhasil memadukan sebuh thriller dengan tafsiran yang mengagumkan tentang sejarah Barat sehingga novel ini tidak hanya menarik hati pembaca suspense tetapi juga para peminat seni dan agama.

Begitu heboh dan gencar perbincangan serta resensi novel ini di media AS, sehingga seorang pemilik toko buku di Lexington, Kentucky memanfaatkannya dengan mengadakan Forum Makan Malam The Da Vinci Code. Pembeli buku di tokonya ditawarkan kesempatan untuk mendiskusikan buku ini dalam seuah acara makan malam bertarif $30. Forum Makan Malam ini menghadirkan seorang tamu kehormatan yang adalah doktor sejarah seni Renaissans sebagai pemicu awal diskusi dan penghangat suasana. Menu makan malammya pun disesuaikan dengan tema buku yaitu bergaya Renaissans.

Sukses forum ini buka hanya meningkatkan penjualan The Da Vinci Code dan novel-novel Brown yang lain, namun juga buku-buku dengan tema terkait. Sebulan sebelum diadakannya forum mkan malam ini, Turnbull mencacat bahwa tokonya hanya berhadil menjual 10 eksemplar buku yang terkait dengan The Da Vinci Code. Namun pada bulan Maret, jumlah ini meningkat menjadi 120, dipimpin oleh buku Lewis Purdue, The Da Vinci Legacy, yang diterbitkan awal Januari lalu. Forum makan malam ini pun kemudian berlangsung beberapa kali, dengan total hasil penjualan tiket mencapai $3.000.

Ketertarikan Brown pada Leonardo Da Vinci dan misteri yang tersembunyi di dalam lukisan-lukisannya, berawal ketika dia sedang belajar sejarah seni di Universitas Seville di Spanyol. Bertahun-tahun kemudian, ketika dia melakukan riset untuk novel ketiganya, Angles & Demons, dan arsip-arsip rahasia Vatican, dia berhadapan dengan enigma Da Vinci lagi. Sejak itulah secara khusus dia tertarik pada lukisan Da Vinci. Dalam sebuah wawancara, Brown mengatakan bahwa diperlukan riset selama setahun sebelum dia mulai menulis novel The Da Vinci Code.

Secara merendah Brown mengakui bahwa dia memilih topik yang kontroversial ini untuk alasan pribadi: "terutama sebagai eskplorasi atas agama saya sendiri dan gagasan saya tentang agama. Saya yakin bahwa satu alasan mengapa buku ini menjadi kontroversial adalah bahwa agama adalah sesuatu hal yang sangat sulit untuk didiskusikan dalam istilah-istilah kuantitatif. Saya menganggap diri saya sebagai siswa dari banyak agama. Niat tulus saya adalah bahwa The Da Vinci Code, selain menghibur pembaca juga menjadi pintu pembuka bagi pembaca untuk mengawali eksplorasi mereka sendiri," demikian penuturannya.

Penggemar John Steinbeck Robert Lundlum dan Shakespeare ini memiliki kebiasaan menulis pada waktu pukul 4 subuh. "Inilah waktu produktif saya," alasannya. Dia menempatkan jam pasir di mejanya dan setiap satu jam, dia beristirahat dengan melakukan push-up, sit-up dan beberapa perengangan. "Ini membantu agar peredaran darah (dan gagasan) saya terus mengalir," katanya.

Selain itu, Brown juga kerap berdiri dengan posisi kepada di bawah (gravity boots). Menurutnya berdiri dengan posisi terbalik membantunya menyelesaikan tantangan karena menggeser seluruh perspektifnya. Beberapa orang menganggapnya aneh karena kebiasaan-kebiasaan ini ketika sedang menulis novel. Namun, barangkali, karena keunikan riutal inilah kemudian lahir novel-novel yang kontroversial dan sekaligus menjadi bestseller dunia. Bagaimana menurut anda?




The Da Vinci Code. Ada yang belum pernah membaca novel tersebut? Sebenarnya novel ini sudah agak lama terbit dalam versi Indonesia, dan kabarnya juga sudah di film-kan. Namun saya baru berkesempatan membaca beberapa hari ini. Itupun melalui e-book, gratis download dari sebuah situs di internet. Bagi sahabat semua yang nantinya juga ingin download, di bagian akhir tulisan ini ada.
Novel tersebut bermuatan historis ajaran kaum kristiani, namun bagi kita ummat muslim tidak ada salahnya untuk mengetahui, bahwa di kalangan mereka ternyata masih juga meragukan sosok Yesus apakah dia sebenar tuhan bagi mereka. Novel The Da Vinci Code menguak sejarah Yesus dan Gereja yang selama 2000 tahun terkunci rapat !!
Terkunci rapat ??? Yah, itulah kenapa kabarnya novel ini cukup kontroversial dikalangan umat kristen. Siapa Yesus sebenarnya? Novel ini menceritakan semuanya. Yang tentunya banyak tidak disetujui oleh para pastor dan dedengkotnya? Ehm,…
Cerita diawali dengan terbunuhnya Jacques Sauniere, seorang kurator di Museum Louvre, Paris. Di tubuh korban dan sekitar lantai, penuh coretan simbol yang menarik perhatian. Lalu muncul Profesor Robert Langdon, pakar simbolisme religi dari Universitas Harvard, Amerika, dan Sophie Neveu, seorang ahli membaca sandi atau cryptographer yang tertarik pada kasus itu. Si cerdas dan perempuan Paris nan cantik berambut burgundi itu pun sepakat menguak misteri itu.
Mereka mendapat informasi, ternyata korban mewarisi mantel Leonardo. Mantel itu menjadi penanda bahwa korban tak lain adalah pemimpin komunitas rahasia : Biarawan Sion. Kelompok itu bertugas menjaga The Holy Grail atau cawan suci. Dari situ, jalinan cerita makin seru dan rumit. Dalam penyelidikannya, Langdon dan Sophie dihadapkan pada berbagai alat bukti yang butuh penafsiran. Mereka juga bertemu dengan Sir Leigh Teabing, sejarahwan yang kaya raya.
Teabing inilah yang nantinya berperan dalam mengungkap tanda tersembunyi pada jalinan teks kitab suci dengan berbagai karya seni, arsitektur, dokumen, mitologi, sejarah gereja, dan ajaran dari sekte-sekte kristen. Dalam pencariannya, mereka harus terbang dari Paris ke London. Mereka dibuntuti seorang rahib bernama Silas dari kongregasi Opus Dei. Opus Dei itu didirikan seorang pastor asal Spanyol, Josemaria Escriva, 1928. Ini sekte Katolik yang amat taat, yang banyak menyulut kontroversi.
Cerita menjadi seru karena mereka juga diburu polisi khusus Prancis, yang menduga Langdon sebagai pembunuh Sauniere. Sebelum akhirnya cerita kembali lagi ke Louvre, tempat pembunuhan terjadi, pembaca dihadapkan pada serentetan kode, teka-teki, misteri, dan cerita konspirasi yang memukau. Sampai akhirnya, terbongkarlah konspirasi yang sudah berlangsung 2000 tahun yang terkait dengan sejarah agama Kristen, Yesus, dan Biarawan Sion di masa lalu yang melibatkan tokoh kondang., seperti Leonardo Da Vinci, Isaac Newton, Botticelli, dan Victor Hugo. Dan beberapa hal yang menarik, di dalamnya disebutkan bahwa Leonardo Da Vinci sang pelukis Mona Lisa yang terkenal itu adalah salah satu keturunan Yesus dengan Maria Magdalena.
Nah tentunya hal ini sudah memporak-porandakan dan meruntuhkan akidah kristiani bahwa ternyata Yesus punya istri dan anak. Tidak percaya? Terlepas apakah novel tersebut hanya sebuah cerita fiksi atau sebuah realita sejarah, sang pengarang Dan Brown pada awal halaman novelnya menuliskan: “Semua deskripsi, arsitektur, dokumen, dan ritual rahasia dalam novel ini akurat.” Dan dalam sebuah wawancara sebuah media, Brown mengatakan bahwa diperlukan riset selama setahun sebelum dia menulis The Da Vinci Code.
paman tat
paman tat
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 369
Kepercayaan : Islam
Location : hongkong
Join date : 05.07.13
Reputation : 15

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik