FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.

tafsir al anfal 25 Follow_me
@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI


Join the forum, it's quick and easy

FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.

tafsir al anfal 25 Follow_me
@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI
FORUM LASKAR ISLAM
Would you like to react to this message? Create an account in a few clicks or log in to continue.

tafsir al anfal 25

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

tafsir al anfal 25 Empty tafsir al anfal 25

Post by keroncong Tue Nov 13, 2012 7:05 pm

Allah Ta?ala berfirman yang artinya sebagai berikut:

?Dan peliharalah dirimu dari pada siksa yang tidak hanya menimpa orang-orang yang berbuat zhalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksa-Nya.? (Al-Anfaal 8:25).

Ada sebuah fenomena yang sangat jelas dan tertanam kuat pada masyarakat dan bangsa kita saat ini yaitu membiarkan kemungkaran terjadi dan malu untuk mencegah ataupun sekedar untuk menegur. Bahkan mungkin sekarang sudah mencapai taraf takut untuk mencegah atau sekedar menyampaikan sepatah dua patah kata untuk mencegah atau mengingatkan orang dari berbuat kemungkaran. Parahnya lagi hal itu semakin ditunjang dengan kondisi dan sarana yang cukup memadai untuk melakukan segala kemungkaran dan kemaksiatan.

Maka tidaklah heran kalau sekarang banyak kekacauan dan kejahaatan serta kehancuran merajalela di tengah masyarakat kita. Mulai dari dusta dan tipu daya yang menjadi sarapan pagi bagi jiwa dan hati yang sudah dari tujuan penciptaannya. Pembunuhan,. perampokan, pencopetan, perkelahian, ketagihan obat-obatan, perjudian, pelacuran, dan masih banyak lagi kejahatan manusia yang sangat di luar batas kemanusiaannya terjadi di depan hidung kita. Akibatnya sangatlah masuk akal kalau kita ditimpa berbagai bencana, mulai dari hilangnya rasa aman, kepercayaan, dan rasa tanggung jawab sampai bencana yang bersifat alamiyah seperti banjir, tanah longsor, gempa bumi dan sebagainya.

Kalau kita sejenak duduk dan berfikir merenungi ayat di atas, kita akan paham bahwa apa yang terjadi sekarang ini adalah akibat dari perbuatan kita dan sikap kita yang selalu menyepelekan perintah dan larangan Allah Ta?ala. Kita selalu membentangkan tangan terbuka bagi setiap ajakan syetan beserta kru-krunya, bersamaan dengan itu kita dengan sangat berani dan tak tahu malu menolak setiap ajakan kebaikan menuju jalan Allah dan Rasul-Nya. Malah sikap yang lebih parah lagi adalah merasa bangga dengan perbuatan buruk yang dilakukan. Lalu para pemimpin hanya sibuk mengurus diri dan kursinya.

Hak Asasi Manusia (HAM) adalah salah satu simbol bagi hilangnya rasa mencintai kebenaran dan membenci kemungkaran. Hal itulah yang menjadi pupuk bagi semakin suburnya kemungkaran dan kejahatan yang kita lihat sehari-hari. Kebanyakan kita menganggap bahwa dengan membiarkan seseorang berbuat apa yang dia mau adalah memberikan hak asasinya sebagai manusia. Padahal hal itu tidak lain akan semakin mengurangi kemanusiannya.

Timbul satu pertanyaan: apakah hal ini merupakan suatu bagian dari laknat yang menimpa kita? Sebagaimana yang pernah ditimpakan atas kaum Yahudi karena perbuatan mungkar dan sikap cuek mereka terhadap kemungkaran tersebut. Mari kita cermati dan pahami serta camkan firman Allah Ta?ala:

?Telah dilaknat orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putra Maryam. Hal demikian itu disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan mungkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selau mereka perbuat itu.? (Al-Maa-idah 5:78-79).

Ada satu perumpamaan yang digambarkan oleh Nabi Muhammad SAW tentang pentingnya mencegah kemungkaran itu, dan akibat membiarkannya manusia hidup ini ibaratkan orang-orang yang mengarungi samudra dengan sebuah kapal. Apabila ada seseorang dari mereka ingin mengambil air dengan cara melubangi lambung kapal itu dan mereka tidak mencegahnya maka akibatnya akan menimpa seisi kapal bukan hanya yang melubanginya tapi kalau mereka mencegahnya maka selamatlah semuanya. Singkatnya, ada beberapa pelajaran yang dapat kita petik dari tiga ayat di atas yaitu:

Membiarkan kemungkaran mengindikasikan keridlaan yang membiarkannya.
Azab dan siksa yang menimpa tidak hanya untuk orang yang berbuat kemungkaran saja, tapi juga orang-orang yang tidak berbuat.
Membiarkan kemungkaran adalah salah satu penyebab datangnya laknat dan siksa.
Perbuatan dan sikap tersebut merupakan perbuatan buruk.
Azab Allah Ta?ala sangat pedih dan keras.
Sebaliknya kita wajib untuk berbuat yang ma?ruf dan menyeru kepadanya.

?Alallahi Tawakkalna? (Ibnu).
keroncong
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 70
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 67

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik