FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.

Bule masuk islam Follow_me
@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI


Join the forum, it's quick and easy

FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.

Bule masuk islam Follow_me
@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI
FORUM LASKAR ISLAM
Would you like to react to this message? Create an account in a few clicks or log in to continue.

Bule masuk islam

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Bule masuk islam Empty Bule masuk islam

Post by darussalam Sun Jan 01, 2012 3:07 am

Bule masuk islam Yvonne_Redley7London (ANTARA News) - Di
bekas komplek bangunan Gereja Christian Priory yang kini menjadi Mesjid Sultan
Selim, Yvonne Ridley (48), mantan wartawan Sunday Express yang pernah menjadi
tawanan Taliban, menceritakan kisah perjalanan rohaninya dan akhirnya memutuskan
memeluk Islam.

Pengalaman Yvonne Ridley disampaikan kepada peserta
pertemuan silaturahmi musim gugur Keluarga Islam Indonesia Britania Raya (KIBAR)
Gathering
yang digelar di Mesjid Sultan Selim, dekat markas kesebelasan
Spurs atau yang dikenal dengan Totenham Hotspur, selama dua hari Sabtu dan
Minggu (4/5) November.

KIBAR Gathering yang menjadi ajang silaturahmi
dan sekaligus acara halal bihalal keluarga Islam Indonesia yang berada di
Britania Raya dan Skotlandia itu diikuti sekitar 200 peserta dan dihadiri Dubes
RI untuk Kerajaan Inggris dan Republik Irlandia, Dr Marty M Natalegawa. :sound
:video

Di bangunan bekas komplek gereja yang masih terdapat mimbar dan
jendela tinggi khas dan besar yang berubah fungsi menjadi tempat ibadah umat
Islam, Yvonne Ridley, yang mengenakan habaya warna hitam dan jelana panjang
serta dipadu blus warna merah hati dilengkapi dengan jilbab modern yang diikat,
berbagi pengalaman menjadi seorang Muslimah.

Bersama dua wanita muallaf
lainnya, Bernadette dan Elizabeth, Yvonne Ridley yang wajahnya selalu terpancar
keramahtamahan seorang Muslimah memutuskan untuk memeluk Islam setelah ia
mendalami kitab suci Al-Quran.

Sebagai jurnalis dan aktivis perempuan
yang tergabung dalam kelompok feminis, Yvone berharap akan menemukan
perintah-perintah Tuhan yang memperlakukan wanita sebagai warga kelas dua, yang
boleh saja disakiti, sehingga niqap atau jilbab dapat menutupi luka memar bekas
kekerasan dalam rumah tangga.

Bule masuk islam Yvonne_Redley6Justru Yvonne
merasa terkejut bahwa tidak ada satu pun ayat yang menyatakan tentang hal
tersebut. Malah sebaliknya ia menemukan ajaran luhur bahwa sesungguhnya wanita
diletakkan dalam derajat tertinggi di rumah tangga, ujar Yvonne yang senyuman
selalu tersungging di bibirnya.

"Ternyata Islam memanjakan wanita untuk
tak perlu dipaksa bekerja agar dapat memdidik anak-anaknya, agar terhindar dari
minum-minuman keras, pornografi dan hal-hal lain yang dapat menghambat
pertumbuhan remaja seperti yang tengah dikhawatirkan pemerintah Inggris,"
ujarnya.

Bahkan ditegaskan di dalam Islam, wanita merupakan tiang negara
dan sesungguhnya syurga berada di bawah telapak kaki ibu, ujar Yvonne yang kini
aktif berdakwah.

Dalam diskusi yang dipandu Andrew Williams, muallaf
yang berganti nama Waraqah, dua warga Inggris lainnya yang baru kembali kepada
fitrah memeluk Agama Islam berbagi cerita mengenai pengalaman rohaninya sampai
memutuskan pilihan terbesar dalam perjalanan hidup mereka dengan mengucapkan dua
kalimah syahadah.

Seiring dengan perjalanan waktu, Yvonne berhasil
meyakinkan orang-orang terdekatnya bahwa Islam bukanlah seperti yang digambarkan
oleh media.


Pengalaman ibadah haji



Bule masuk islam Yvonne_Redley12Pengalaman cukup berkesan
dari politisi Partai Respect ini, terjadi ketika dia berkesempatan menunaikan
ibadah haji ke Mekkah beberapa waktu yang lalu. Suatu ketika ia terlambat datang
ke Masjidil Haram.

Mantan wartawan Al Jazeera ini akhirnya berlari
menuruni bukit dari tempat ia menginap. Beberapa ratus meter dari halaman masjid
ia bersama puluhan ribu jamaah lainnya dihambat Askar untuk tak melanjutkan
perjalanan ke Masjidil Haram, dan kekacauan pun terjadi.

Keluh-kesah
dalam beragam bahasa, memerotes keputusan Askar yang tak memperkenankan mereka
menuju halaman utama Masjid, yang memang telah dipenuhi jutaan ummat manusia
yang ingin menunaikan shalat wajib.

Namun betapa takjubnya ia, ketika
suara takbir tanda dimulainya shalat Ashar, serentak kekisruhan itu pun lambat
laun berubah menjadi keheningan. Masing-masing langsung membentangkan
sajadahnya, membentuk barisan baru. Semua larut mendengarkan sang Imam
mengumandangkan ayat-ayat Al-Quran, dalam satu bahasa.

Yvonne pun
mengambil pelajaran berharga sesungguhnya Allah telah mengajarkan shalat
berjamaah sebagai suatu simbol agar umat tak mudah terpecah-belah bila ia
mengikuti pemimpinnya yang shaleh dan alim.



Bule masuk islam Yvonne_Redley8b

Islamphobia



Bule masuk islam Yvonne_Redley10Wanita yang murah senyum
itu berjuang membebaskan belenggu Islamophobia yang melanda dunia Barat melalu
tulisan-tulisannya yang cukup berani. Ia berhasil memaksa petisi agar Blair
segera lengser tahun depan, dan menuntut hengkangnya pasukan Inggris dari
tanah-tanah Muslim di Irak dan Afganistan.

Yvonne juga mengajak warga
Indonesia bergabung bersama warga Inggris lainnya, Muslim maupun non-Muslim
secara aktif menuntut dihentikannya peperangan di berbagai belahan
dunia.

Sementara itu Elizabeth (68) mengucapkan syahadah di usianya yang
ke-62 tahun, setelah pencariannya yang panjang sampai ia pun pasrah kepada Tuhan
untuk dicarikan pegangan hidup yang sesungguhnya.

Kedekatannya dengan
keluarga Muslim mengantarkannya sebagai umat Islam dan selalu menyarankan agar
sebagai seorang Muslim 'kita' harus terbuka terhadap warga
non-Muslim.

Sementara itu, Bernadette asal Irlandia masuk Islam sejak
bertemu dengan suaminya orang Indonesia di atas kapal pesiar di New Zealand.
Setelah mengucapkan dua kalimah syahadah tantangan dari dalam keluarga dan
teman-temannya cukup membuatnya khawatir.

Sebaiknya 'kita' harus
menjelaskan tentang tata cara hidup 'kita' sebagai Muslim, dengan demikian
mereka akan mengerti mengapa kita menjalankan ritual, kenapa tidak makan makanan
yang diharamkan, katanya.

Pada kesempatan yang sama Ketua Ikatan
Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) London, Muslimin Anwar, menilai Yvonne
Ridley sebagai motor penggerak perlawanan terhadap propaganda media Barat yang
cenderung bias terhadap Islam dan para penganutnya.

Menurut Muslimin
Anwar yang tengah menyelesaikan Phd di Brunel University, kemampuan jurnalistik
Yvonne selama menjadi wartawan Sunday Express, BBC, CNN dan Al Jazeera sangat
mencerahkan umat Islam di Eropa, untuk selalu secara kritis menanggapi setiap
berita yang diusung oleh media Barat.

Dikatakannya umat Islam maupun
mereka yang anti perang serta yang ingin mencari pembandingan segala kebijakan
kelompok 'neo-conservative' dengan kehadiran Yvonne Ridley dapat dijadikan
referensi yang tingkat kesahihannya cukup tinggi.

Sementara itu, Hamiyah
Panama, wanita kelahiran Engrekang, Sulsel, yang bersuamikan muallaf Dominique
Bodart asal Belgia mengatakan Yvonne Ridley mendapatkan hidayah justru dalam
situasi sulit dan setelah memeluk Islam pun dia mendapat banyak tantangan dari
keluarga dan kawan-kawannya.

Menurut wanita yang aktif dalam pengajian
para muallaf, pelajaran bagi kita-kita yang Islam sejak lahir yang menganggap
agama Islam hal biasa, sedangkan orang-orang semacam Yvonne, Bernadette dan
Elizabeth banyak tantangan yang mereka hadapi sebelum cahaya Islam datang dan
menerangi hati mereka.

"Harusnya kita patut cemburu karena mereka
langsung melaksanakan kewajiban-kewajiban agama Islam secara serius, dan
pengalaman mereka harus kita jadikan pelajaran bahwa memang Allah itu Maha
Kuasa," demikian Miya.

Acara Kibar Gathering yang digelar setiap musim
menjadi ajang silatutahmi umat Islam Indonesia yang berdomili di Kerajaan
Inggris itu digelar acara diskusi dan telekonference dengan ustad Syamsi Ali,
warga Indonesia yang menjadi Imam Mesjid di New York, mengetengahkan topik
"Kembali kepada fitrah" dengan moderator Muslimin Anwar, Ketua ICMI-London.
(Oleh Zeynita Gibbons)

Copyright © 2006 LKBN ANTARA
darussalam
darussalam
Co-Administrator
Co-Administrator

Male
Posts : 411
Kepercayaan : Islam
Location : Brunei Darussalam
Join date : 25.11.11
Reputation : 10

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik