FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Perbudakan dan budak sex di Israel

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Perbudakan dan budak sex di Israel

Post by isaku on Thu Apr 21, 2016 4:36 pm

Sejak ISIS muncul, media2 Israel sangat gencar menyerang Islam ttg perbudakan dan budak seks dengan judul fantastis, "Islam bertanggungjawab terhadap perbudakan" dan judul sejenisnya.

Ternyata oh ternyata semua itu adalah untuk menutupi borok sendiri, ribuan budak di Israel+ ribuan budak seks di Israel booming sangat cepat.

Ini persis seperti tuduhan pedofilia terhadap Nabi Muhammad SAW untuk menutupi ribuan korban pedofilia dari pastor2 dan pendeta2 dari gereja2 seluruh dunia.

Na'udzubiLLAH.


Ranking 1 untuk perdagangan Manusia

https://en.wikipedia.org/wiki/Human_trafficking_in_Israel

The U.S. State Department's "Trafficking in Persons Report, 2012" and "Trafficking in Persons Report, 2013" raised Israel's rank to Tier 1 after having ranked Israel Tier 2 between 2007 and 2011.[1] (A Tier 1 ranking is the highest rating given to a government that "has acknowledged the existence of human trafficking, has made efforts to address the problem." The State Department reports: "The Government of Israel continued to improve its strong protection of trafficking victims over the reporting period."[2])


WORLD WIDE WHITE SLAVE TRADE CENTERED IN ISRAEL

http://truedemocracyparty.net/2012/04/world-wide-white-slave-trade-israel/

Israel Hebrew website says that the total annual profits garnered from white slavery in Israel have reached the US $1 Billion Dollar mark. (2005)
10,000 Eastern European and Russian girls are lured to Israel each year and enslaved as prostitutes.
Over the past decade, about 100,000 women have been trafficked into Israel in what Keidar calls “modern slavery”.
Leviticus 25:44-46 (New American Standard Bible)
44 – As for your male and female slaves whom you may have—you may acquire male and female slaves from the pagan nations that are around you.
46 – You may even bequeath them to your sons after you, to receive as a possession; you can use them as permanent slaves. But in respect to your countrymen, the sons of Israel, you shall not rule with severity over one another.

[b]Slavery is Legal to the Jewish People. A right granted to them by GOD!
And they take their Religion very seriously!


IF you Google: WORLD WHITE SLAVE TRADE CENTERED IN ISRAEL = About 13,600,000 results
IF you Google: Jews and the white slave trade = About 7,030,000 results
IF you Google: Jews and the black slave trade = About 9,100,000 results
These people are Professional Slavers, and they have been doing it a long time. And it doesn’t matter if you are black or white.
They are Equal Opportunity Slavers :)

The only reason you don’t know about it, is because they control all mass media.

isaku
KAPTEN
KAPTEN

Male
Posts : 3589
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 17.09.12
Reputation : 141

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbudakan dan budak sex di Israel

Post by SEGOROWEDI on Thu Apr 21, 2016 10:21 pm

malah cari pembenaran..
lha muhammad suka mrmperbudak/tidak?
lha umur bocah aisah 6 tahun/tidak??

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Bisnis Syahwat Tumbuh Subur di Israel

Post by isaku on Fri Apr 22, 2016 2:26 pm

@SEGOROWEDI wrote:malah cari pembenaran..
lha muhammad suka mrmperbudak/tidak?
lha umur bocah aisah 6 tahun/tidak??
bukan pembenaran, tapi mencari motivasi apa dibalik sebuah fitnah.
- tidak, Nabi sukanya membebaskan budak
- itu salah satu asumsi dari beberapa asumsi lainnya, bisa benar bisa pula tidak.




lanjut...


REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV--Di Tel AViv, Israel, pelacuran semudah Anda membeli permen karet di toko seberang jalan. Di beberapa sudut kota, tersedia toko yang memajang kaum perempuan penjaja layanan seks. Dengan label "Women To Go" yang diikatkan di lengannya -- mirip label pakaian -- para konsumen akan bisa memilih mereka disesuaikan dengan isi kantung: makin cantik dan muda, harga yang tertulis makin melambung.

Sudah lama Israel, khususnya kota Tel Aviv menjadi "surga" bagi aktivitas pusat-pusat prostitusi. Sebagian besar perempuan-perempuan di tempat itu diselundupkan dari negara-negara Eropa timur dan negara yang baru saja merdeka.

Di Tel Aviv, di antara toko elektronik, kosmetik, busana, dan toko buku, pasti terselip pula toko tempat menjual perempuan. Dari jauh, akan terlihat seperti toko akaian dengan banyak manekin dipajang. Namun begitu didekati, ternyata perempuan. Dalam label di lengannya, selain menyebut harga juga berisi informasi antara lain usia, tinggi dan berat badan, serta negara asal.

Berita itu langsung mendapat sorotan dari media-media massa asing. Tel Aviv pun segera menepisnya. Akan tetapi ketika berita itu dipublikasikan oleh media massa Israel sendiri, para pejabat Tel Aviv langsung menuding sumber-sumber berita itu pembohong.

Kementerian Luar Negeri Israel pun merilis statemen menepis pemberitaan tersebut. Media-media Barat pun dikerahkan untuk menyimpangkan opini umum tentang hal ini. CNN misalnya dalam sebuah laporannya tanggal 25 Oktober 2010, menurunkan berita bahwa toko yang memampang perempuan-perempuan berbandrol di sebuah toko Israel itu adalah upaya untuk meningkatkan "kewaspadaan terhadap penyelundupan perempuan dan sex trafficking".

Sex trafficking di Israel termasuk di antara kejahatan terorganisasi di Israel yang telah mengakar di negeri agresor ini. Juli 2005 misalnya, kabinet Israel saat itu menyatakan mendukung penetapan draf hukum yang lebih tegas soal sex trafficking. Namun hingga kini tidak ada tindakan hukum tegas apapun.

Penolakan rezim Zionis soal fakta "perempuan berbandrol" itu mengemuka di saat berbagai laporan membenarkan adanya toko "perempuan-perempuan berbandrol" itu di Israel khususnya di Tel Aviv.

Salah satu bukti kuatnya adalah laporan oleh Nomi Levenkron, Direktur Hukum Lembaga Migrant Worker Hotline. Ia bekerja tanpa gaji untuk memerangi penyelundupan perempuan ke Israel untuk dipekerjakan sebagai pelacur.

Nomi menyatakan, banyak pekerja seks di Israel yang dijebak oleh para penyelundup. Ia mencontohkan Anna, 23 tahun asal Romania, yang memberikan kesaksian di pengadilan Israel pada tahun 2002.

Di kota kelahirannya, Anna berkenalan dengan seorang gadis asal Israel bernama Shula. Ia dijanjikan pekerjaan untuk menjaga orang tua Shula di Israel. Anna pun setuju.

Berikutnya, Anna diberi tiket untuk terbang dari Bucharest. Namun Anna tidak tahu di mana ia akan mendarat. Ketika pesawat mendarat di Kairo, Annad mengira dia di Tel Aviv. Dia dikumpulkan oleh penghubung bersama beberapa perempuan lain, dinaikkan ke sebuah mobil terbuka melintasi padang. Perjalanan mereka dikawal oleh beberapa orang bersenjata. Dini hari, mereka dipaksa berjalan beberapa jam dan kemudian merayap melintasi pagar kawat.

Menurut pengakuan Anna, setelah tiba di Isarel, Anna dipaksa telanjang dan dimasukkan ke dalam kamar penuh dengan pria. Mereka menginspeksi seluruh bagian tubuhnya untuk menentukan harganya. Akhirnya Anna dijual dengan harga 6.000 USD.

Mario, salah seorang penyelundup perempuan kawakan di Israel mengatakan, "Perempuan-perempuan itu harus telanjang sehingga para penyelundup dapat menentukan harga mereka."

Beda dengan Anna, perempuan asal Moldova yang berpindah tangan ke enam penyelundup berakhir setelah menjalin kontak dengan Migrant Worker Hotline. Ia berupaya menuntut dan mengadu kepada pihak kepolisian, namun pengaduannya tidak diperhatikan. "Bahkan pada masa itu, perempuan yang menjadi korban penyelundupan tidak dianggap sebagai korban. Mereka justru dinilai sebagai pelaku kejahatan," ujar Nomi.

Selain tidak diberi kesempatan untuk memberikan kesaksian, "perempuan-perempuan berbandrol" itu hanya ditangkap dan diusir dari Israel.

Pada Mei 2000, Amnesti Internasional merilis laporan yang mengecam Israel karena tidak memperhatikan masalah "perbudakan seks". Pasca laporan tersebut, muncul gejolak di Israel yang akhirnya memaksa parlemen Zionis menetapkan penyelundupan perempuan sebagai tindak kriminal dengan ancaman hukuman penjara maksimal 16 tahun. Namun masalah pelaksanaannya masih menjadi polemik besar.

Disebutkan bahwa jumlah pengunjung rumah-rumah prostitusi di Israel mencapai satu juta perbulan, dan segala tindakan akan mempersulit kondisi. Berdasarkan laporan berbagai lembaga-lembaga HAM internasional, sedikitnya 3.000 perempuan setiap tahunnya diselundupkan ke Israel untuk dijadikan budak seks.

http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/internasional/10/11/11/146042-bisnis-syahwat-tumbuh-subur-di-israel

isaku
KAPTEN
KAPTEN

Male
Posts : 3589
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 17.09.12
Reputation : 141

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbudakan dan budak sex di Israel

Post by SEGOROWEDI on Fri Apr 22, 2016 6:40 pm

@isaku wrote:
@SEGOROWEDI wrote:malah cari pembenaran..
lha muhammad suka mrmperbudak/tidak?
lha umur bocah aisah 6 tahun/tidak??
bukan pembenaran, tapi mencari motivasi apa dibalik sebuah fitnah.
- tidak, Nabi sukanya membebaskan budak
- itu salah satu asumsi dari beberapa asumsi lainnya, bisa benar bisa pula tidak

fitnah apa wong fakta..
- muhammad punya banyak budak dan merangi untuk memperbudak
- kata aisah sendiri ia umur 6-7 tahun, masih asyik main boneka

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbudakan dan budak sex di Israel

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik