FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

100 Peristiwa Penting dalam Sejarah Kristen

Halaman 5 dari 5 Previous  1, 2, 3, 4, 5

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

100 Peristiwa Penting dalam Sejarah Kristen

Post by Rindu on Tue Aug 25, 2015 7:11 pm

First topic message reminder :

100 Peristiwa Penting dalam Sejarah Kristen


Sumber :
A. Kenneth Curtis, J. Stephen Lang & Randy Petersen, 100 Peristiwa Penting dalam Sejarah Kristen, Immanuel, 1999.




Pendahuluan

Sepuluh peristiwa terpenting apa yang pernah terjadi dalam kehidupan Anda selama kurun waktu lima tahun terakhir ini? Sekarang tanyakanlah kepada ayah, puteri, suami atau istri, atau dua orang sahabat karib Anda untuk menjawab pertanyaan yang sama tentang diri Anda. Segera Anda menyadari bahwa cara pandang kita terhadap suatu peristiwa bisa berbeda dengan orang lain, termasuk mereka yang sangat dekat dengan kita.

Sekarang marilah kita mengakui bahwa tidak seorang pun dapat dengan pasti menunjuk tanggal-tanggal terpenting dalam sejarah gereja. Tentunya, daftar yang ada pada Tuhan tentang hal itu mungkin akan sangat berbeda dengan daftar yang kita buat.
Kami tidak bermaksud menjadi wasit resmi untuk menentukan peristiwa apa yang terpenting dalam kehidupan gereja pada abad-abad lampau. Namun kami berupaya menampilkan selintas berbagai peristiwa dalam sejarah umat Tuhan yang rumit. Peristiwa tersebut diharapkan akan memberi garis-garis besar serta para pelaku yang telah membentuk kekristenan kepada yang bukan sejarawan dan bukan pengamat.

Banyak orang Kristen dewasa ini ingin mengetahui lebih banyak tentang asal-usul keyakinan mereka serta berapa banyak ajaran dan praktik gereja mereka yang telah terwujud. Namun mereka tidak mempunyai waktu atau kecenderungan membaca karya akademis yang berjilid-jilid banyaknya. Hanya buku semacam inilah yang dapat memberikan kepuasan bagi kehausan mereka. Bagi orang-orang non-Kristen, buku ini merupakan buku acuan andal untuk lebih mengenal para tokoh terkemuka, berbagai gerakan, makna dan peristiwa-peristiwa dalam sejarah kekristenan yang panjang.

Kami memulai sejarah gereja setelah (atau setidak-tidaknya yang di luar) peristiwa-peristiwa yang tercatat dalam Perjanjian Baru. Jelas bahwa kebangkitan, pertobatan Paulus, Konsili Yerusalem dan sebagainya adalah peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah gereja. Namun di mana kita harus berhenti? Oleh karenanya, kami memilih hanya peristiwa-peristiwa yang tidak tercatat dalam Perjanjian Baru.

Kami tidak menyusun beragam peristiwa tersebut menurut urutan pentingnya, tetapi secara kronologis agar dapat menelusuri abad demi abad.

Beberapa pilihan yang bernilai tinggi telah kami lewatkan karena kami merasa bahwa hal itu dapat digabungkan dengan peristiwa lain. Misalnya, karena survei telah membuktikan bahwa Ninety-Five Theses Luther dan Diet of Worms ada kaitan satu sama lain, maka kami hanya menyertakan judul pertama yang meliputi keduanya.

Peristiwa-peristiwa lainnya telah disertakan bukan saja karena pentingnya tetapi bagaimana dampak peristiwa-peristiwa itu, atau betapa keadaan akan berbeda, jika peristiwa-peristiwa tersebut tidak terjadi. Misalnya Sidang Sinode Whitby tidak mungkin tercatat sebagai salah satu persidangan gereja besar, tetapi sangatlah penting bahwa Gereja Inggris memilih untuk bersatu dengan Roma pada waktu itu. Sejarah mungkin akan berbeda jika mereka memilih alternatif lain.

Kami juga rnenyertakan beberapa hal yang mungkin terkesan direkayasa dan mengada-ada. Dunia tidak berubah, begitu gereja, pada saat kelahiran Bach dan Handel. Namun, tidak menyertakan sumbangsih musik mereka bagi kehidupan ibadah sungguh akan merupakan suatu cacat. Oleh karena itu, beberapa peristiwa disertakan di sini khususnya karena nilai simbolisnya.

Meskipun demikian, terdapat beberapa alternatif menarik yang kami tidak sertakan dalam kurun waktu dua dasawarsa terakhir, karena kita masih sangat dekat dengan peristiwa-peristiwa itu untuk perspektif yang dibutuhkan.

Mungkin ada cemoohan atas pilihan-pilihan kami yang lebih banyak berbicara tentang dunia Barat, kaum lelaki, Protestan dan kaum evangelikal. Di satu pihak, memang hal ini tak terelakkan, dan di lain pihak hal ini mencerminkan bias kami.

Tetapi kami tidak bersikukuh bahwa pilihan kami inilah yang final. Sebenarnya dari awal kami mengharaukan tanggapan para pembaca yang ingin menyodorkan kemungkinan adanya peristiwaperistiwa laip yang dapat disertakan atau yang dapat dilewatkan. Untuk itu kami mengundang para pembaca agar menulis pendapatnya kepada kami, disertai dengan alasan-alasan rinci. Jika tanggapan tersebut cukup meyakinkan, maka kami akan menerbitkan jilid kedua dengan judul "Kejadiankejadian Penting Lain dalam Sejarah Gereja" (More Important Events in Church History). Kami mengundang mereka yang ingin memberi komentar mengenai jilid kedua untuk menulis. Kirimkan kepada: Ken Curtis, Christian History Institute, Box 540, Worcester, PA 19490, atau Fax ke 215-584. 4610.

Ketika saya menjabat sebagai editor majalah Christian History, kami menulis kepada para pelanggan dan meminta mereka mengirimkan peristiwa-peristiwa yang mereka anggap layak dibukukan. Kemudian, setelah memilah-milah dan menyusun daftar ini, kami mengirimnya kembali kepada mereka 'dengan catatan agar mereka dapat menandai pilihan-pilihan yang mereka setujui dan yang tidak disetujui; serta menambahkan, bila perlu, hal-hal yang tidak tercantum. Jawaban mereka mewujudkan daftar baru. Sebuah survei juga telah dilayangkan kepada para anggota American Society of Church History, sebuah kelompok sejarawan gereja profesional. Dalam memilih judul-judul peristiwa yang terdapat dalam buku ini, hasil survei tersebut mendapat perhatian cukup, meskipun saya yang bertanggung jawab dalam pemilihan final.

Sejak semula, dengan melakukan pemilihan, kami sepenuhnya sadar bahwa beberapa hal terpenting sungguh sukar dikenali dan diukur. Kami seperti bendaharawan di Bait Allah yang mungkin tidak menghiraukan pentingnya "uang keping yang dipersembahkan seorang janda". Yesus telah menjelaskan bahwa cinta kasih merupakan tanda istimewa para pengikut-Nya. Ia juga berbicara tegas akan hal-hal sederhana seperti memberikan secangkir air atas nama-Nya. Banyak isi buku ini yang merefleksikan kualitas dasar kekristenan. Namun, apa saja sesungguhnya yang terpenting tidak akan kita ketahui hingga hari penghakiman umat manusia, yang memperlihatkan mana gandum dan mana debu jerami.

Ken Curtis

Rindu
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 331
Kepercayaan : Lain-lain
Location : bumi
Join date : 09.05.14
Reputation : 7

Kembali Ke Atas Go down


Re: 100 Peristiwa Penting dalam Sejarah Kristen

Post by Rindu on Tue Aug 25, 2015 9:11 pm

100) Tahun 1966-1976 Gereja China Bertumbuh tanpa Terusik Revolusi Kebudayaan

Lebih dari seribu orang memenuhi gereja itu, sebagian besar orang-orang berumur, namun ada juga beberapa pasangan muda dan tentunya para remaja juga ada di balkon. Beberapa jendela berarsitektur gotik telah dipecahkan dengan batu, tetapi tampaknya tidak ada orang yang mempedulikannya. Mereka sedang menyanyikan puji-pujian, diiringi alunan piano. Seorang pendeta Methodis menyambut orangorang yang datang beribadah, seorang Presbiterian membacakan Kitab Suci, seorang Baptis berkhotbah.

Hal itu terjadi pada tanggal 2 September 1979. Tempatnya adalah Gereja Mo En, di Shanghai (dahulu Gereja Methodis Moore). Ini adalah pelayanan kebaktian umum bagi orangorang China yang pertama setelah tiga belas tahun, yang diadakan bagi orang-orang China.

Revolusi Kebudayan yang berawal pada tahun 1966 telah menutup gereja-gereja dan menyiksa orang-orang Kristen. Apa saja yang berbau asing dikutuk – dan kekristen'an sebagai basil misi asing khususnya, dibenci. Gereja harus bergerak di bawah tanah selama lebih satu dekade. Ketika muncul kembali ke permukaan, dengan menakjubkan Gereja menjadi lebih kuat daripada sebelumnya.

Kekristenan membuat terobosan pertamanya di negeri China pada tahun 635 Masehi, dengan orang-orang Kristen Nestorian, namun gagal berakar di antara penduduk di sana. Upaya-upaya misionaris Fransiskan pada abad ketiga belas dan keempat belas serta oleh para Yesuit pada abad keenam belas dan ketujuh belas gagal menghasilkan penyebarluasan yang berlangsung lama. China adalah peradaban tertutup, yang menentang ide-ide asing.

Perdagangan memaksa China terbuka, dan para misionaris Protestan pada tahun 1800-an datang bergandengan tangan dengan para pedagang. Hudson Taylor berbuat banyak untuk melepaskan diri dari pola-pola misi kolonial, dengan mengadopsi pakaian dan kebiasaan China, serta memberanikan diri mendatangi daerahdaerah yang membutuhkan. Tetapi tahun 1800-an adalah masa-masa sulit bagi China. Dinasti Manchu luput dari beberapa pemberontakan. Dan dunia sekelilingnya, khususnya Britania Raya, sedang berupaya menarik China yang tidur ke zaman modern, meskipun China tidak menginginkannya. Akibatnya, orang-orang China mengalami penghinaan oleh orang-orang asing.

Keadaan berubah dengan pesat pada tahun 1900-an. Sun Yat-sen memimpin pemberontakan yang sukses dan mendirikan republik, meskipun didominasi oleh para panglima pasukan di daerah. Chiang Kai-shek menyatukan negeri itu pada tahun 1920-an dan 1930-an, tetapi is digulingkan oleh Mao Zedong pada tahun 1949. Mao mendirikan pemerintahan komunis yang secara resmi ateis. Gereja-gereja dibiarkan namun diawasi. Mao bertekad bahwa orang-orang asing tidak akan menghina China lagi, komunis memaksa Gereja-gereja mengambil sikap antiasing ("Christian Manifesto" tahun 1950), dan semua misionaris diusir keluar.

Three-Self Reform Movement (kemudian disebut Three-Self Patriotic Movement) berupaya membawa Gereja-gereja segaris dengan tujuantujuan komunis – pemerintahan sendiri, pendanaan sendiri dan penyebarluasan ide-ide sendiri. Namun, gereja bertahan di bawah tekanan-tekanan semacam itu. Terusirnya para misionaris melemahkan Gereja, tetapi juga memaksa Gereja China berdikari. Itu dilakukannya dengan sangat baik.

Keadaan menjadi lebih parah pada tahun 1966. Mao, revolusioner yang menua itu, mungkin merasakan bahwa revolusinya mulai menghilang. Program L ncatan Besar ke Depan (Great Leap Forward Program) pada tahun 1958 – 1960 gagal, dan kaum modernis dalam partainya mulai resah. Ia kemudian meluncurkan Revolusi Kebudayaan yang tidak beradab, yang menimbulkan histeria, khususnya di antara orang-orang muda, melawan apa pun yang berbau pengaruh asing. Para pemimpin komunis sekalipun tidak luput dari pengaduan ataupun penangkapan. Terjadilah huru-hara massal. Kegiatan di bidang seni dan akademis dibatasi, termasuk juga aktivitas-aktivitas gereja. Semua tempat ibadah ditutup dan orang-orang Kristen dilarang niengadakan pertemuan. Mao sendiri dianggap sebagai dewa. "Buku merah kecil" (little red book) yang memuat fatwa-fatwa Mao sajalah yang dibaca dan dihafal, sedangkan Alkitab dibakar.

Meskipun' huru-hara itu redam, kebijakankebijakan tetap bertahan sampai tahun 1976. Keduanya, Mao dan orang tangan kanannya, Zhou Enlai, meninggal pada tahun itu. Deng Xiaoping, seorang moderat yang pernah disingkirkan, kembali berkuasa dan mulai memperkenalkan modernisasi. Yang paling menarik perhatian adalah "Gang of Four" (empat sekawan) yang memimpin Revolusi Kebudayaan ditangkap dan diadili.

China masih menentang kekristenan, namun histeria telah redam. Menjelang tahun 1979, gereja-gereja diizinkan dibuka kembali. (Sebenarnya, dua gereja di Beijing telah dibuka pada tahun 1972 atas permintaan para diplomat dari Afrika dan Indonesia, namun gereja-gereja ini sebagian besar dihadiri oleh orang-orang asing.) Pada tahun 1979, Three-Self Patriotic Movement dibuka juga dengan seorang juru bicara berbakat, Uskup K.H. Ting. Ia meminta semua Gereja Protestan bersatu kembali. Pemerintah menyatakan toleransi resmi pada gereja-gereja yang bergabung dengan gerakan ini, namun gereja-gereja bawah tanah masih takut dengan kontrol pemerintah.

Akan tetapi, setelah ketegangan reda, banyak orang Kristen mulai membicarakan cobaan-cobaan yang mereka alami. Ketika gerejagereja ditutup, mereka terpaksa bertemu dalam kelompok-kelompok kecil di rumah-rumah pribadi. Hal ini malah menumbuhkan, dan tidak mematahkan semangat. Keluarga-keluarga Kris-ten mendapat kekuatan dari persekutuan semacam ini dan mempengaruhi mereka yang ada di sekelilingnya. Tidak ada organisasi tingkat nasional, tetapi satu jemaat rumah kadang-kadang bertemu dengan lainnya yang berdekatan. Para guru, termasuk banyak wanita, mengadakan perjalanan rahasia dari satu kelompok ke kelompok lain. Ada penyiksaan dan penangkapan, tetapi ada juga saat-saat di mana para pejabat setempat menutup sebelah mats pada pertemuan-pertemuan Kristen — karena mereka tahu bahwa orang-orang Kristen merupakan pekerja keras dan warga yang berharga.

Sejak abad keempat, tidak pernah ada gerakan gereja rumah setegar ini. Keadaan dan tekanan dari pemerintah sama – begitu juga dampaknya. Jumlahnya juga mengejutkan: satu wilayah mempunyai 4.000 orang Kristen sebelum pengambilalihan komunis; sekarang satu wilayah mempunyai 90.000 orang Kristen. Di kota utama, hanya 1% warganya Kristen pada tahun 1949; kini telah menjadi 10%. Sebuah desa mempunyai 10 orang percaya pada tahun 1945, sekarang memiliki 250.

Apa yang menyebabkan pertumbuhan ini? Para pakar telah mempelajarinya. Kesederhanaan, kata mereka. Kesukaran telah menghasilkan kemurnian iman, semangat kepedulian, kepemimpinan awam yang kuat, kesungguhan berdoa dan kepercayaan akan ketuhanan Kristus. Betapa pun langkah-langkah kebencian Revolusi Kebudayaan, hal itu telah menghasilkan iman Kristen yang menanggalkan pakaian kebudayaan Barat. Orang-orang China telah mengembangkan gereja pribumi sejati. Tak ada orang yang mengetahui jumlah orang-orang Kristen di China. Sebagai perkiraan berbeda jauh satu sama lain. Namun, semua sependapat bahwa pertumbuhan orang-orang Kristen di bawah pemerintahan komunis sungguh menakjubkan. Hal ini mungkin mewakili salah satu perkembangan iman paling dramatis dalam sejarah gereja.

Rindu
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 331
Kepercayaan : Lain-lain
Location : bumi
Join date : 09.05.14
Reputation : 7

Kembali Ke Atas Go down

Re: 100 Peristiwa Penting dalam Sejarah Kristen

Post by cumasilom on Sat Nov 14, 2015 2:54 am

apaan ini yeahh.... kafir ato syirik..?

cumasilom
REGISTERED MEMBER
REGISTERED MEMBER

Female
Age : 33
Posts : 4
Kepercayaan : Islam
Location : Al-mustakhina
Join date : 14.11.15
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: 100 Peristiwa Penting dalam Sejarah Kristen

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 5 dari 5 Previous  1, 2, 3, 4, 5

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik