FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Jagal - The Act of Killing (full movie)

Halaman 1 dari 3 1, 2, 3  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Jagal - The Act of Killing (full movie)

Post by dee-nee on Wed May 13, 2015 11:42 pm

Ga asik bicara tentang Indonesia kalau ga bicara tentang film kontroversi ini

https://www.youtube.com/watch?v=3tILiqotj7Y

monggo di tonton dulu ... lalu silahkan komennya
yang sudah nonton ... langsung komen juga boleh

Review :

The Act of Killing atau Jagal (bahasa Indonesia) adalah film tentang pembantaian PKI (orang2 yang disebut terlibat sebagai komunis) pada jaman orba ... khusus untuk film ini ... cerita ini fokus pada pelaku yang termasuk PP (pemuda pancasila) >>> pointnya : tindakan orba membantai PKI lebih sadis daripada PKI membantai 7 jendral (seperti yang kita bayangkan selama ini)

Film di sutradarai oleh Joshua Oppenheimer

Reaksi masyarakat di Indonesia (sebagian kecil tentu saja) >>> ada yang marah karena merasa dibohongi orba, ada yang menuduh ini film propaganda masuknya komunisme di Indonesia, ada yang bilang adu domba antara Indonesia vs Tiongkok, ada yang ga terpengaruh apa2 (contohnya saya)

tapi asik juga kalau mau bahas pendapat teman2 disini

selamat nonton (warning : film ini tidak se-sadis Raid 2 ... tapi karena kejadian nyata ... pasti tetap miris nonton-nya)

piss
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: Jagal - The Act of Killing (full movie)

Post by dee-nee on Thu May 14, 2015 7:06 pm

Hehehehehe

piss

Kenapa saya bawa topik ini juga ....
Tentu ga ada hubungan dengan pemerintah sekarang ...
Saya ga minat bahas konspirasi ...

Tapi saya tiba2 tertarik aja untuk diskusi tentang komunisme di Indonesia
- Apakah komunis (PKI) itu sudah pasti jahat dan sesat ??
- Apakah PKI identik dengan warga Tionghoa

Sekali lagi ... no pro dan kontra di thread ini ... saya tidak pro-komunis dan kontra-komunis ...
bahwa kisah di video itu (mungkin) benar ... tapi banyak juga terjadi pembunuhan pada ulama (khususnya di Jawa Timur) yang dilakukan komunis

- apakah video diatas propaganda ?? >>> tergantung dari sudut mana kita lihat
- apakah video itu tidak propaganda ?? >>> tergantung dari sudut mana kita lihat
- apakah PKI jahat ?? >>> tergantung dari sudut mana kita lihat
- apakah NKRI jahat ?? >>> tergantung dari sudut mana kita lihat
- bila nyambung ke nasakom >>> apakah NII jahat ?? >>> tergantung dari sudut mana kita lihat

semua orang punya pandangan masing2 ... tapi gimana kalau kita balik ke sejarah dan melihat apakah kita sudah menerima semua informasi dengan benar dan adil dilihat dari dua sisi mata uang dan tidak hanya berdasarkan stereo-type

--------------------------------

dimulai dari sejarah tentang perilaku adu domba Belanda kepada pribumi dan (non-pribumi) khususnya tionghoa
dilanjutkan dengan terpecahnya Sarekat Islam (Putih dan Merah)
dilanjutkan dengan munculnya three musketeer murid HOS Cokroaminoto yaitu Semaoen (komunis) Soekarno (nasionalis), dan Kartosuwiryo (Islam)
dilanjutkan dengan Perang Dingin
diakhiri dengan G30/S PKI

mbah abu mana nih mbah abu ....

hehehehehehehe

piss piss
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: Jagal - The Act of Killing (full movie)

Post by dee-nee on Wed Aug 19, 2015 4:21 pm

Thread-nya ga laku nih ... wakakakakaka

masukin link baru ah yang masih agak2 nyambung

http://nasional.kompas.com/read/2015/08/18/15170331/Luhut.Simbol.PKI.Bisa.Muncul.di.Mana-mana.Tidak.Usah.Terlalu.Serius

AKARTA, KOMPAS.com — Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan menilai, simbol Partai Komunis Indonesia bisa muncul di berbagai tempat. Menurut dia, munculnya simbol tersebut bukan sebuah hal yang mengancam negara.

"Itu (simbol PKI) bisa saja muncul di mana-mana. Itu bukan hal yang aneh," kata Luhut di kantornya di Jakarta, Selasa (18/8/2015).

Hal itu dikatakan Luhut menanggapi peserta pawai HUT ke-70 RI di Pamekasan yang membawa atribut berlambang PKI, seperti bendera berukuran 2 meter persegi, logo PKI, dan gambar tokoh-tokoh PKI.

Atribut itu diperagakan di hadapan bupati, wakil bupati, pimpinan Polres dan Kodim, serta pejabat satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Kabupaten Pamekasan dalam sebuah aksi teatrikal tentang kekejaman PKI. (Baca: MKKS: Tema PKI Sudah Ditentukan Panitia Karnaval)

"Tidak usah terlalu serius dengan itu," ucap Luhut.

Namun, Luhut berjanji akan terus mengikuti perkembangan munculnya simbol PKI tersebut. Luhut sejauh ini menyerahkan kepada aparat kepolisian dan TNI setempat untuk bertindak. (Baca: Pangdam V Brawijaya: Tak Ada Gerakan Komunis di Pamekasan)

"Saya kira aparat polisi, Kodim, Koramil, di sana sudah bekerja. Saya kira Pangdam sudah memberikan statement. Tidak ada yang terlalu serius," kata dia.

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letjen (Purn) Sutiyoso sebelumnya mengatakan, seharusnya penyelenggara dan peserta karnaval mengetahui bahwa atribut PKI dilarang di Indonesia. (Baca: Kepala BIN: Seharusnya Atribut PKI Tidak Boleh Ditampilkan)

"Luar biasa kebodohannya menurut saya itu," kata Sutiyoso.

Polisi mengaku telah memeriksa sejumlah saksi terkait kasus itu. Namun, polisi masih bingung mengenai pasal hukum yang akan dikenakan atas munculnya lambang partai komunis itu. (Baca: Kapolda: Atribut PKI di Karnaval Mau Dipidana Pakai Pasal Apa?)

"Kami sudah periksa saksi-saksi terkait. Namun, pasal pidana apa yang mau dipakai? Karena memang rangkaian skenarionya demikian," kata Kapolda Jatim Irjen Anas Yusuf.

Atribut PKI yang digunakan peserta karnaval sudah dimusnahkan. Pemusnahan dilakukan bersama-sama antara Bupati Pamekasan, Kodim 0826 Pamekasan, Polres Pamekasan, Kejari Pamekasan, dan Pengadilan Negeri Pamekasan.

http://news.detik.com/berita/2995001/ini-kata-wapres-jk-soal-maraknya-kemunculan-simbol-pki

Jakarta - Sekelompok pria membawa lambang atribut berlambang PKI di Pamekasan, Madura saat karnaval peringatan kemerdekaan RI. Wakil Presiden Jusuf Kalla memastikan pemerintah melarang simbol-simbol tersebut beredar.

"Ya pasti dilarang," tegas JK di kompleks DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (18/8/2015).

Simbol-simbol itu muncul di karnaval kemerdekaan di Pamekasan, kemarin. Sejumlah laki-laki terlihat membawa atribut dengan lambang PKI. Kinerja aparat setempat pun dipertanyakan karena atribut itu berhasil lolos dari pemeriksaan. Selain itu, ada juga lambang palu arit khas PKI pada kampus Universitas Negeri Jember (Unej) di Jember, Jawa Timur.

Yang terbaru, hari ini polisi menemukan lambang palu arit di arena permainan skateboard TMII, Jakarta Timur. Gambar itu terlukis di tembok arena skateboard dengan menggunakan cat semprot.

http://www.lensaindonesia.com/2015/08/16/ini-alasan-siswa-pamekasan-menggunakan-simbol-pki-saat-karnaval.html

LENSAINDONESIA.COM: Kontroversi seputar penggunaan atribut komunis dalam karnaval budaya yang diselenggarakan di Pamekasan, Jawa Timur membuat Kepala SMP Pamekasan, Ali, buka suara. Simbol palu arit yang identik dengan PKI digunakan demi penilaian dari panitia.

Ali mengatakan dia bertindak sesuai petunjuk panitia menuliskan dengan jelas dalam surat bernomor 09/PAN.HUT-RI/2015 yang ditujukan kepada ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP se-Pamekasan.

Baca juga: Munculnya atribut PKI, Polres Pamekasan: Tidak ada pelanggaran hukum dan Habib Rizieq ajak rakyat Indonesia ganyang PKI

“Sekolah kami kebetulan ditunjuk mewakili MKKS untuk menampilkan tonggak sejarah yang keenam, yaitu pemberontakan G30S PKI,” kata Ali, Sabtu (16/8/2015).

Karnaval budaya didesain menampilkan tonggak-tonggak sejarah sejak perjuangan kemerdekaan hingga reformasi. Pada tonggak sejarah keenam panitia mengarahkan untuk menampilkan pemberontakan Gerakan 30 September.

Bahkan, kata Ali, dalam surat edaran dijelaskan secara rinci kostum delapan jenderal yang harus dipakai para siswanya. Termasuk, barisan tokoh-tokoh PKI seperti Aidit dkk dan anggota PKI yang memegang celurit sebagai simbol-simbol palu arit yang sudah terkonsep. “Di teatrikal, kami tampilkan itu seperti yang ada di film G30S PKI. Dialog-dialognya juga persis, tak ada yang kami edit,” sambungnya.

Ali mengatakan, alasan mereka menampilkan atribut tersebut, tak lain karena kepentingan penilaian juri. “Jika kostum tidak sesuai petunjuk, maka nilai tim dalam karnaval akan dikurangi. Termasuk, jika tidak sesuai dengan cerita,” katanya.

Karnaval budaya yang digelar oleh pemerintah Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, diwarnai dengan arak-arakan peserta yang membawa atribut palu arit. Tampak sejumlah peserta berpakaian serbaputih dengan selempang bertuliskan “Anggota PKI”, serta sebagian lagi membawa bendera bergambar simbol komunis dan tokoh-tokoh Partai Komunis Indonesia.

Menyikapi itu, Bupati Pamekasan Ahmad Syafii mengaku kecolongan. Dia baru mengetahui adanya simbol itu saat peserta mulai melakukan teatrikal.

“Ini akan jadi bahan evaluasi kami para forum pimpinan daerah (forfimda), termasuk dengan Dandim dan aparat keamanan,” katanya. @sit/mtr/bbs
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: Jagal - The Act of Killing (full movie)

Post by dee-nee on Wed Aug 19, 2015 4:26 pm

dari tiga simbol dibawah ini ... mana yang boleh ..... mana yang ga boleh sih ??







point saya
kalau satu boleh ... maka tiga2nya boleh
kalau satu tidak boleh ... maka tiga2nya tidak boleh

setuju ??
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: Jagal - The Act of Killing (full movie)

Post by dee-nee on Wed Aug 19, 2015 4:37 pm

Oh iya ... nyambung juga dengan berita ini

http://news.detik.com/berita/2994968/pemerintah-bahas-permohonan-maaf-ke-korban-g-30spki-dan-pelanggaran-ham

Jakarta - Dalam pidato kenegaraan pada sidang bersama DPD-DPR tanggal 14 Agustus lalu, Presiden Jokowi berkomitmen merekonsiliasi korban pelanggaran HAM berat. Rekonsiliasi terhadap korban pasca G 30/PKI kini juga tengah dibahas.

Sebagaimana diketahui, banyak orang menjadi korban lantaran dicap sebagai PKI pascaperistiwa 1965. Rekonsiliasi kini diusahakan pemerintah terhadap mereka-mereka yang menjadi korban dan keluarga korban.

"Lagi dibahas di Komnas HAM, Kejagung, Menko Polhukam, TNI, dan Polri. Jadi masih dalam tahap pembahasan seperti apa modelnya," kata Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (18/8/2015).

Untuk saat ini, Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Komisi Nasional HAM sedang membahas dengan intens. Tujuannya untuk menyelesaikan persoalan kasus-kasus pelanggaran HAM, apakah bentuknya permohonan maaf dari pemerintah atau dalam bentuk yang lain.


"Nanti setelah Tim selesai, dibicarakan dengan Presiden," kata menteri dari PDIP ini.

Namun demikian, Yasonna belum memastikan kapan hasil pembahasan itu akan final. Opsi penyelesaian secara non-yudisial sedang dipikirkan.

"Ini kan menyangkut banyak kasus, mulai dari '65, Talangsari, Semanggi, ada banyak kasus-kasus yang harus dipelajari secara cermat penyelesaiannya seperti apa," kata dia.

Sebelumnya, Presiden Jokowi pada 17 Agustus berpidato di Sidang Bersama DPD-DPR. Berikut adalah kutipan pidato Jokowi soal rekonsiliasi korban pelanggaran HAM:

Pemerintah juga berkomitmen untuk melindungi  masyarakat adat yang menghadapi konflik agraria, menurunkan emisi karbon dengan menghentikan kebakaran hutan, mengelola hutan secara lestari, melindungi nelayan dari para pencuri ikan dari negara-negara lain, melindungi generasi mendatang dari ancaman bahaya narkoba, serta membentuk komite rekonsiliasi untuk pelanggaran HAM berat.

Saat ini Pemerintah sedang berusaha mencari jalan keluar paling bijaksana dan mulia untuk menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran HAM di Tanah Air. Pemerintah menginginkan ada rekonsiliasi nasional sehingga generasi mendatang tidak terus memikul beban sejarah masa lalu. Anak-anak bangsa harus bebas menatap masa depan yang terbentang luas. Semua itu merupakan langkah awal pemerintah untuk menegakkan kemanusiaan di bumi Nusantara.

bold : rekonsiliasi mari rekonsiliasi .... saya setuju
bold merah : tapi ga usah minta2 maaf pada keluarga korban .... konflik is konflik ... terbunuh dan membunuh .... ngapain minta maaf ??
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: Jagal - The Act of Killing (full movie)

Post by isaku on Wed Aug 19, 2015 5:33 pm

mb Dee wrote:- Apakah komunis (PKI) itu sudah pasti jahat dan sesat ??
- Apakah PKI identik dengan warga Tionghoa
-Sudah terbukti kudeta terencana/terorganisir, musuh dalam selimut, tidak layak diangkat lagi. Tentang isme-nya boleh saja semata keilmuan.
-Identik? Tergantung, dengar2 dulu tionghoa indonesia dapat digolongkan 3, -orientasi ke cina/taiwan (jadi pedagang saja, yg penting untung) -kelompok pendukung penjajah belanda (pembudaya suap sogok) -kelompok pendukung kemerdekaan. Yang jelas kelompok ketiga lebih kecil jumlahnya kalau tidak disebut sangat kecil. Itu dahulu, sekarang entah apakah masih ada 2 kelompok pertama (mungkin masih, cuma seberapa banyak?), yang jelas kelompok ketiga akan marah dengan pembicaraan SARA ini karena mereka tidak lagi merasa terlalu Cina.
piss
Tapi, ada tapinya,....  jangan2 sebagian besar rakyat Indonesia adalah keturunan Cina, jauh sebelum belanda datang piss


Tentang bendera, seharusnya ketiganya tidak boleh, yang jadi masalah adalah bendera ISIS ada tulisannya, potensi propaganda kepada Islam. Misalnya ada seminar mencantumkan lambang ISIS padahal maksudnya bukan mendukung ISIS tapi justru menyelamatkan tulisan yang ada didalamnya (tulisan ini adalah milik kami, bukan milik para pembunuh), repot kan!

isaku
KAPTEN
KAPTEN

Male
Posts : 3589
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 17.09.12
Reputation : 141

Kembali Ke Atas Go down

Re: Jagal - The Act of Killing (full movie)

Post by Syalom aleykhem on Wed Aug 19, 2015 8:33 pm

kalau ada bendera ...
4. Allahu Akbar sambil bom bunuh diri gmana ?

ajaran Yesus di Injil jelas y.i : KASIH


Syalom aleykhem
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Age : 24
Posts : 1233
Kepercayaan : Protestan
Location : Indonesia
Join date : 06.04.15
Reputation : 7

Kembali Ke Atas Go down

Re: Jagal - The Act of Killing (full movie)

Post by dee-nee on Thu Aug 20, 2015 8:54 am

hihihihihihi .... sebelumnya saya confirm dulu ya ... (untuk semua pembaca sebetulnya)
mudah2an thread ini tidak disalah artikan bahwa saya pro salah satu dari 3 bendera diatas ... atau ada yang berpikir saya agak2 sosialis dsb

mudah2an tidak ada yang berpikir "Ini ngapain sih Dini bikin2 thread PKI kaya gini .... komunis aja diurusin, mereka sesat, mereka berhianat, mereka jahat dan sadis, mereka ingin merusak NKRI dan Pancasila ... jadi untuk apa lagi dibahas ??"

piss piss

saya nulis thread ini mungkin cuma ingin "mengajak" teman2 melihat dari banyak sudut pandang (yang tentu saja pandangan saya ini tidak 100% benar ... jadi sangat terbuka untuk diskusi)

maksud saya : sekarang kan ceritanya jaman "keterbukaan" .... sebanyak apapun info bisa didapat dari media .... sebanyak itu pula seluruh info itu bisa masuk ke pikiran kita ... dari gaya hidup sampai pornografi dan kekersan (berkaitan dengan kriminalitas) ... bahkan sampai info2 tentang 3 simbol diatas .... semua gampang sekali masuk ke kepala

yang merah jelas lebih gampang untuk dilihat hitam vs putih-nya (apalagi kalau diantara orang2 beragama)

tapi untuk 3 simbol diatas >>> semua jatuhnya tergantung dari mana kita dapat info tersebut

menurut saya ..... negara ini sudah 1/2 menjadi liberal dengan banyak-nya informasi yang bebas masuk lewat manapun
disatu pihak ... negara ini juga sudah tidak bisa lagi menjadi 1/2 otoriter dimana penguasa bisa "memilih2" informasi yang boleh dan tidak boleh masuk

misalnya kalimat yang biru : diluar dari benar atau salah pendapat ini >>> bukankah lebih baik kalau kita lihat dulu dimana jahat-nya ... dimana sesatnya ... dimana penghianatnya ....

karena sebagai orang yang sekolah pake "kurikulum" orba >>> saya belajar bahwa kartosuwiryo (NII) tidak beda penghianatnya dengan Muso (NKI)
tapi setelah reformasi ... ada beberapa situs yang tidak lagi melihat kartosuwiryo dan muso sebagai penghianat ... banyak pembelaan terkait masing2 'tokoh' ini (tergantung dari sudut pandang si penulis website) .... lalu muncul banyak comment yang ujung2nya "berantem"

saya berpendapat ... karena semua peristiwa itu-pun pada dasarnya buatan manusia ... jadi bagaimana kalau kita lihat semua informasi atau kejadian di dunia ini dengan pikiran yang lebih fair .... maksudnya supaya tidak ada lagi "streotype" >>> karena comment2 yang saya baca ... kebanyakan berisi "stereotype" yang terlalu hitam putih

segini dulu deh konfirmasi-nya

piss
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: Jagal - The Act of Killing (full movie)

Post by dee-nee on Thu Aug 20, 2015 9:54 am

@isaku wrote:
mb Dee wrote:- Apakah komunis (PKI) itu sudah pasti jahat dan sesat ??
- Apakah PKI identik dengan warga Tionghoa
-Sudah terbukti kudeta terencana/terorganisir, musuh dalam selimut, tidak layak diangkat lagi. Tentang isme-nya boleh saja semata keilmuan.
-Identik? Tergantung, dengar2 dulu tionghoa indonesia dapat digolongkan 3, -orientasi ke cina/taiwan (jadi pedagang saja, yg penting untung) -kelompok pendukung penjajah belanda (pembudaya suap sogok) -kelompok pendukung kemerdekaan. Yang jelas kelompok ketiga lebih kecil jumlahnya kalau tidak disebut sangat kecil. Itu dahulu, sekarang entah apakah masih ada 2 kelompok pertama (mungkin masih, cuma seberapa banyak?), yang jelas kelompok ketiga akan marah dengan pembicaraan SARA ini karena mereka tidak lagi merasa terlalu Cina.

piss

Tapi, ada tapinya,....  jangan2 sebagian besar rakyat Indonesia adalah keturunan Cina, jauh sebelum belanda datang piss


Tentang bendera, seharusnya ketiganya tidak boleh, yang jadi masalah adalah bendera ISIS ada tulisannya, potensi propaganda kepada Islam. Misalnya ada seminar mencantumkan lambang ISIS padahal maksudnya bukan mendukung ISIS tapi justru menyelamatkan tulisan yang ada didalamnya (tulisan ini adalah milik kami, bukan milik para pembunuh), repot kan!

- merah : tergantung dari sudut pandang apa kita lihat ... hehehehehe

begini maksud saya : komunisme itu awalnya datang dari paham sosialisme (Karl Marx)

>>> lalu seperti apa sosialisme itu ?? apa yang kita tau tentang ideologi ini ?? bagaimana sudut pandang para komunis di Indonesia ?? apakah yang kita tau cuma sebatas "komunis bilang agama adalah candu" ... maka itu artinya "komunis is atheist" ... "atheist is tidak bertuhan" ... "tidak bertuhan is melanggar sila pertama" ... so komunis tidak sesuai dengan pancasila dan komunis melakukan penghianatan

yang underline adalah kalimat yang sama persis dikatakan Amerika pada Taliban di afganistan ketika wilayah itu diinvasi oleh Soviet ... dan sisanya adalah kalimat yang kita dapat jaman Orba

tapi ... benar ga sih kalimat itu ?? benar seperti itu atau hanya sekedar propaganda jaman Perang Dingin aka propaganda jaman Orba ??

persaingan politik sangat mudah dimenangkan dengan memakai issue agama (ini terjadi di seluruh dunia)
persaingan ekonomi sangat mudah dimenangkan dengan memenangkan persaingan politik (ini terjadi di seluruh dunia)

OOT sebentar wrote:>>> bahkan ada yang menyebut ... Karl Marx itu orang jerman, ideologinya buatan eropa, eropa itu kafir ... jadi sosialis itu kafir
artinya ... Muso, Aidit, Semaun, Tan Malaka dan semua orang2 PKI itu adalah orang2 yang sesat ... mereka bukan Islam dan mereka penghianat

Dini : mau sampai kapan sih kita berpikir seperti ini terus .... apa kita sudah yakin betul bahwa kalimat diatas adalah kebenaran .... atau hanya info yang kita terima selama orba ?? >>> kalau karena info jaman orba ... lalu dimana Islam-nya orba ?? ... apa yang perlu dibela dari info2 yang didapat jaman orba ??

segitu dulu ... point-nya sih yang coklat

piss piss

------------------------------------------------

biru : pertanyaan saya mungkin harus diganti ... KENAPA HARUS TIONG HOA ?? >>> padahal sejarah menyatakan komunis muncul setelah terbelahnya sarekat islam ... kenapa kita tidak berani bilang komunisme di Indonesia bermula dari muslim dan pribumi ??

piss piss

misalnya biru underline : koreksi kalau saya salah ... setau saya 6 atau 7 wali songo di jawa mempunyai darah (keturunan) Tiong Hoa >>> jadi apakah sejarah orba yang mengatakan Islam disebarkan dari pedagang gujarat benar 100% ??

>>> tapi ini jatuhnya OOT karena tambah panjang kalau dibahas ... mungkin baiknya di thread lain  

------------------------------------------------

hijau : ya repot memang .... sebetulnya sama repotnya dengan penolakan yang terjadi ketika Ahmad Dhani bikin video mendukung Prabowo sambil pakai kostum ala Hitler ... sama repotnya dengan penolakan ketika ada kaos bergambar "palu arit" atau "bintang david" ... sementara kaos bergambar "daun marijuana", "iblis", "atheisme", dsb juga beredar dimana2

itulah kenapa saya bilang : semua adalah "stereotype" ... benar atau salah apa yang disebut dalam "stereotype" tersebut ... akan lebih baik kalau kita tau kebenaran-nya tapi bukan dari "stereotype" itu sendiri

piss piss

------------------------------------------------

sekali lagi ... kalau ada kalimat saya yang ga enak buat pembaca .... saya minta maaf ... cuma sekedar diskusi ... bukan pro atau anti sesuatu
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: Jagal - The Act of Killing (full movie)

Post by SEGOROWEDI on Thu Aug 20, 2015 12:47 pm

orba membantai PKI
PKI membantai 7 jendral


israel mbantai siapa?

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Jagal - The Act of Killing (full movie)

Post by dee-nee on Thu Aug 20, 2015 1:38 pm

@SEGOROWEDI wrote:orba membantai PKI
PKI membantai 7 jendral


israel mbantai siapa?

serius nanya beginian ??
mas wedi becanda kali ....
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: Jagal - The Act of Killing (full movie)

Post by SEGOROWEDI on Thu Aug 20, 2015 2:19 pm


serius

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Jagal - The Act of Killing (full movie)

Post by dee-nee on Thu Aug 20, 2015 4:55 pm

@SEGOROWEDI wrote:
serius

muslim lain aja yang jawab
saya bingung jawab pertanyaan "serius" kaya gini

*nyindir mode on

binar
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: Jagal - The Act of Killing (full movie)

Post by abu hanan on Thu Aug 20, 2015 5:08 pm

bener serius nih?
lol


---------------------
pki-isis-zionis yah idem ajah..perbedaan hanya pada ideologi/dasar gerakan..
lalu,apakah pki muso-aidit itu bener2 tak inginkan tuhan?sayah bertanya seperti itu karena latar belakang muso yang santri..yah mungkin ajah muso buang tuhan karena tuhan gak kasi jabatan ketua..

karena serius..dan sebenarnyah awal trit ini seriusin apa seh?
lol


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 84
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 224

Kembali Ke Atas Go down

Re: Jagal - The Act of Killing (full movie)

Post by dee-nee on Thu Aug 20, 2015 7:21 pm

@abu hanan wrote:bener serius nih?
lol


---------------------
pki-isis-zionis yah idem ajah..perbedaan hanya pada ideologi/dasar gerakan..
lalu,apakah pki muso-aidit itu bener2 tak inginkan tuhan?sayah bertanya seperti itu karena latar belakang muso yang santri..yah mungkin ajah muso buang tuhan karena tuhan gak kasi jabatan ketua..

karena serius..dan sebenarnyah awal trit ini seriusin apa seh?
lol

hihihihihihi

maksudnya sih diawal mau ngomongin PKI mbah .... khusus-nya yang merah >>> apakah mereka membuang Tuhan ??

biru : kok justru saya lihat pki tidak sama dengan isis dan zionist
>>> karena dalam kasus pki ... saya ga melihat "pki bawa2 agama" >>> beda dengan zionist n isis yang jumpalitan bawa2 politik sambil mlintir2 agama

underline >>> saya lihat justru orba yang bawa2 agama (ketuhanan) terkait pki >>> berhubungan dengan perang dingin

>>> lalu seperti apa sosialisme itu ?? apa yang kita tau tentang ideologi ini ?? bagaimana sudut pandang para komunis di Indonesia ?? apakah yang kita tau cuma sebatas "komunis bilang agama adalah candu" ... maka itu artinya "komunis is atheist" ... "atheist is tidak bertuhan" ... "tidak bertuhan is melanggar sila pertama" ... so komunis tidak sesuai dengan pancasila dan komunis melakukan penghianatan

yang underline adalah kalimat yang sama persis dikatakan Amerika pada Taliban di afganistan ketika wilayah itu diinvasi oleh Soviet ... dan sisanya adalah kalimat yang kita dapat jaman Orba

tapi ... benar ga sih kalimat itu ?? benar seperti itu atau hanya sekedar propaganda jaman Perang Dingin aka propaganda jaman Orba ??

maksud saya ... apakah masih fair dan relevan untuk menolak komunisme (khususnya PKI) dengan bawa2 agama (ketuhanan) ??
saya setuju bila ideologi ini kita tolak ... tapi saya tidak setuju bila penolakan ini disangkut pautkan dengan agama (seperti yang dilakukan Orba)

misalnya kalimat ini

@dee-nee wrote:biru : pertanyaan saya mungkin harus diganti ... KENAPA HARUS TIONG HOA ?? >>> padahal sejarah menyatakan komunis muncul setelah terbelahnya sarekat islam ... kenapa kita tidak berani bilang komunisme di Indonesia bermula dari muslim dan pribumi ??

apakah fair bagi kita untuk hanya menunjuk warga Tionghoa dengan identitas "komunis" .... dan malu2 untuk mengakui bahwa komunisme itu pada dasarnya atau awalnya berasal dari sebuah organisasi pribumi berbasis agama (Sarekat Islam)

padahal malu2 ini menurut saya .... terjadi karena mind-set kita yang orange

bahwa ya ... ada ketidak cocokan ideologi ini dengan kondisi di Indonesia (oleh karena itu ditolak) .... tapi itu tidak ada hubungannya dengan agama
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: Jagal - The Act of Killing (full movie)

Post by abu hanan on Thu Aug 20, 2015 9:40 pm

hemm...mbdee..
ini dulu wrote:Tapi saya tiba2 tertarik aja untuk diskusi tentang komunisme di Indonesia
- Apakah komunis (PKI) itu sudah pasti jahat dan sesat ??
- Apakah PKI identik dengan warga Tionghoa
kalo ngikut mbak wiki..
komunisme adalah wrote:Dalam komunisme, perubahan sosial harus dimulai dari pengambil alihan alat-alat produksi melalui peran Partai Komunis. Logika secara ringkasnya, perubahan sosial dimulai dari buruh atau yang lebih dikenal dengan proletar (lihat: The Holy Family [1]), namun pengorganisasian Buruh hanya dapat berhasil dengan melalui perjuangan partai. Partai membutuhkan peran Politbiro sebagai think-tank. Dapat diringkas perubahan sosial hanya bisa berhasil jika dicetuskan oleh Politbiro.

Komunisme sebagai anti-kapitalisme menggunakan sistem partai komunis sebagai alat pengambil alihan kekuasaan dan sangat menentang kepemilikan akumulasi modal pada individu. pada prinsipnya semua adalah direpresentasikan sebagai milik rakyat dan oleh karena itu, seluruh alat-alat produksi harus dikuasai oleh negara guna kemakmuran rakyat secara merata, Komunisme memperkenalkan penggunaan sistem demokrasi keterwakilan yang dilakukan oleh elit-elit partai komunis oleh karena itu sangat membatasi langsung demokrasi pada rakyat yang bukan merupakan anggota partai komunis karenanya dalam paham komunisme tidak dikenal hak perorangan sebagaimana terdapat pada paham liberalisme.
secara umum,konsep komunis itu tak beda dengan ideologi2 yang tersebar di banyak negara bahkan di negara ini..seperti yang underline,apakah ada perbedaan nyata dengan pasal 33 uud ri?
yang membedakan komunisme (dalam praktek) dengan demokrasi hanya di SUARA RAKYAT..

kenyataan membuktikan bahwa pada akhirnyah komunisme menjadi kejam adalah karena usaha membungkam suara rakyat (kita baca ; vox populi vox dei)..sehingga mao zedong dengan revolusi merah pun memberangus sejumlah masjid di cina dan seterusnyah..termasuk muso di madiun..karena suara ulama selalu mewakili suara rakyat (pada saat itu..kalow sekarang mah beda hehehe..)

prolog dulu lah..


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 84
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 224

Kembali Ke Atas Go down

Re: Jagal - The Act of Killing (full movie)

Post by isaku on Fri Aug 21, 2015 10:43 am

Seharusnya bendera ISIS dikembalikan sesuai tulisannya, bendera asli dan harusnya dilarang adalah ini:



isaku
KAPTEN
KAPTEN

Male
Posts : 3589
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 17.09.12
Reputation : 141

Kembali Ke Atas Go down

Re: Jagal - The Act of Killing (full movie)

Post by dee-nee on Fri Aug 21, 2015 12:20 pm

@abu hanan wrote:hemm...mbdee..
ini dulu wrote:Tapi saya tiba2 tertarik aja untuk diskusi tentang komunisme di Indonesia
- Apakah komunis (PKI) itu sudah pasti jahat dan sesat ??
- Apakah PKI identik dengan warga Tionghoa
kalo ngikut mbak wiki..
komunisme adalah wrote:Dalam komunisme, perubahan sosial harus dimulai dari pengambil alihan alat-alat produksi melalui peran Partai Komunis. Logika secara ringkasnya, perubahan sosial dimulai dari buruh atau yang lebih dikenal dengan proletar (lihat: The Holy Family [1]), namun pengorganisasian Buruh hanya dapat berhasil dengan melalui perjuangan partai. Partai membutuhkan peran Politbiro sebagai think-tank. Dapat diringkas perubahan sosial hanya bisa berhasil jika dicetuskan oleh Politbiro.

Komunisme sebagai anti-kapitalisme menggunakan sistem partai komunis sebagai alat pengambil alihan kekuasaan dan sangat menentang kepemilikan akumulasi modal pada individu. pada prinsipnya semua adalah direpresentasikan sebagai milik rakyat dan oleh karena itu, seluruh alat-alat produksi harus dikuasai oleh negara guna kemakmuran rakyat secara merata, Komunisme memperkenalkan penggunaan sistem demokrasi keterwakilan yang dilakukan oleh elit-elit partai komunis oleh karena itu sangat membatasi langsung demokrasi pada rakyat yang bukan merupakan anggota partai komunis karenanya dalam paham komunisme tidak dikenal hak perorangan sebagaimana terdapat pada paham liberalisme.

secara umum,konsep komunis itu tak beda dengan ideologi2 yang tersebar di banyak negara bahkan di negara ini..seperti yang underline,apakah ada perbedaan nyata dengan pasal 33 uud ri?
yang membedakan komunisme (dalam praktek) dengan demokrasi hanya di SUARA RAKYAT..

kenyataan membuktikan bahwa pada akhirnyah komunisme menjadi kejam adalah karena usaha membungkam suara rakyat (kita baca ; vox populi vox dei)..sehingga mao zedong dengan revolusi merah pun memberangus sejumlah masjid di cina dan seterusnyah..termasuk muso di madiun..karena suara ulama selalu mewakili suara rakyat (pada saat itu..kalow sekarang mah beda hehehe..)

prolog dulu lah..

merah : yang underline khususnya >>> disebut membungkam suara rakyat mungkin lebih tepat penjelasannya : karena negara sosialis hanya memperbolehkan adanya satu partai ... dan satu partai inilah yang disebut suara rakyat

review sedikit : kalau kita bicara tentang term awal demokrasi (demos kratos) >> DRUROR (dari, untuk, oleh rakyat) >>> sebetulnya memang tidak ada keharusan untuk menjalankan demokrasi dengan "alat" partai kan

sosialis/komunis berasal dari kata commune (komunitas) ... yang artinya .... bahwa seluruh penduduk di wilayah itu adalah/dianggap memiki satu komunitas yang sama >>> jadi konsep-nya adalah "menyeragamkan" semua rakyat dibawah satu penguasa (partai)

sistem kerajaan (monarki) pun pada dasarnya juga "penyeragaman" toh ... bahwa sebuah kerajaan diisi oleh satu komunitas yang "seragam" dibawah satu pemimpin

sistem khalifah pun juga pada dasarnya "penyeragaman" .... dalam sistem ke-khalifan juga tidak mengenal adanya multi-partai (atau multi-perwakilan rakyat) ...

(mohon maaf) tolong jangan langsung diasumsikan dulu saya menyamakan sistem khalifah dengan sosialis

TAPI ... yang dimaksud "penyeragaman" disini tentu saja jauh dari kata "memaksakan/memberangus" >> dan yang biru ini juga sebetulnya tidak ada dalam teori "Karl Marx"

"penyeragaman" yang baik didapat dari musyawarah mufakat menjadi satu kesepakatan
"penyeragaman" yang jahat didapat dari memaksakan/memberangus untuk satu kepentingan

tergantung masing2 orang melihat "penyeragaman" ini

jadi yang ungu : ya memang perbedaan antara sosialis dan liberalis adalah di SUARA RAKYAT >>> yang liberalis mengakui banyak wakil rakyat (partai) ... sosialis hanya mengakui satu wakil rakyat >>> tapi dua2nya pun berdasarkan DRORUR

dan menurut saya ... banyak atau satu ... ya tetap tergantung partai-nya toh ... benar2 mewakili rakyat atau tidak ??
>>> banyak partai kalau ga ada satupun yang ngurusin rakyat juga percuma

piss  piss

OOT sedikit wrote:kalau kita balik tentang sejarah marxisme :
sosialisme, atheisme, dsb .... bahkan protestan sekalipun >>> semua ini lahir di eropa pada abad 15-16 yang sumber-nya adalah menolak "tirani raja (kekuasaan tunggal) yang zalim pada rakyat-nya" >>> ini diluar dari fakta bahwa "mungkin" ada juga raja zalim di wilayah lain

tapi pada akhirnya memang banyak-nya ideologi "POPULER" muncul hanya di eropa ... khususnya pada waktu itu ... terkait protes pada raja2 (dari sudut pandang politik) dan gereja di vatikan (dari sudut pandang agama)  

fokus pada ideologi Karl Marx ... dia bilang bahwa "Kekuasaan tunggal ada di tangan rakyat, bukan di tangan raja, bukan ditangan gereja ... bahwa rakyat adalah satu ... dan rakyat yang satu inilah yang akan memilih raja (pemimpin) mereka sendiri"

yang underline inilah yang diterapkan di Rusia .... karena memang ideologi ini pusatnya di Rusia  

point-nya di underline >>> tapi ... kalau kita lihat kasus di eropa ... raja dan gereja pada waktu itu kan ceritanya sangat sangat sangat materialistis dan tidak peduli pada rakyat >>> kelompok bangsawan bersikap sangat borjuis .... raja2nya perang sana sini demi kekuasaan .... gereja pun (maaf ya yang katolik) pada waktu itu mengalami masa "kacau balau-nya gereja" (paus jualan tiket ke surga, "membisniskan" ajaran kitab suci, dan dekat dengan kekuasaan (raja dan bangsawan yang ga peduli dengan rakyat ini)"

catatan : yang biru diatas ... akan panjang lagi ceritanya ... jadi yang saya tulis hanya info awal ... harus ada plus plus-nya supaya tidak berat sebelah

tapi intinya ... karena semua hal diatas inilah kenapa Karl Marx sangat anti pada kelompok elite dalam masyarakat ... termasuk sangat anti pada raja2, bengsawan, dan juga gereja (ulama) >>> dan inilah yang menjadi "paket" ideologi komunisme

>>>> jadi untuk klarifikasi kenapa Karl Marx bilang "agama adalah candu" >>> hal itu karena Karl Marx menilai ... rakyat jadi tidak punya kekuatan untuk protes pada raja ... karena ada-nya agama
>>>> dalam hal ini Karl Marx menilai ... para ulama (karena di eropa jadi ujung2nya adalah gereja) dianggap sudah "membius" rakyat dengan doktrin agama (dikit2 bawa Tuhan ... dikit2 ngancem pake neraka ... dsb) ... hingga akhirnya rakyat lemah dan tidak bisa protes pada penguasa yang zalim ini
>>>> jadi ... yang dimaksud Karl Marx "agama adalah candu" >>> bukan menolak keberadaan Tuhan ... tapi menolak "kekuatan ulama" (pada masa itu) yang akhirnya hanya membuat rakyat "nyandu"  
>>>> dan kalau kita mau fair ... yang underline ini juga terjadi dalam agama manapun

walaupun yang hijau ... bagaimana prakteknya (apakah begitu atau begini) ... ya ... mau gimana ?? ideologi is ideologi ... ada yang murni menjalankan ... ada yang menyelewengkan

MAKA .... bila terjadi mao zedong yang memberangus mesjid >>> saya tidak lihat kasus ini ada hubungannya dengan "anti Tuhan" >>> kalau anti agama iya ... tapi itu lebih kepada anti ulama (pemuka agama)

dan kebetulan karena saya bukan termasuk orang yang percaya 100% pada ulama ... ya jadi tetap harus dilihat sebab masing2 konflik >>> tidak bisa langsung pukul rata "anti agama is anti Tuhan"

atau bisa juga tidak ada hubungan dengan "agama" sama sekali ... karena toh nyatanya ada juga mesjid2 dan muslim2 lain yang diakui pemerintah Tiongkok

misalnya : kalau ada mesjid ISIS di Indonesia >>> perlu ga pemerintah memberangus mesjid tersebut ?? (contoh kasus loh mbah ... bukan saya bilang mesjid yang diberangus di Cina adalah ISIS)  

>>> jadi dalam kasus mao zedong ... ya harus dilihat juga ... mesjid mana yang diberangus ??

saya disini tidak membela mao zedang ding dong .... tapi saya cuma mencoba berpikir "fair"

walaupun .... ada sudut pandang lain ...

bisa saja karena mao zedong BUKAN orang beragama ... pun dia adalah seorang komunis .... dia tidak suka adanya kelompok umat ber-agama yang punya kekuatan ... karena tentu dalam kelompok agama ini (di wilayah tersebut) bisa saja ada tokoh2 atau ulama yang memberikan "candu" itu tadi

mao zedong berpendapat >>> bahwa bila negara ini sudah berada dalam satu ideologi (yaitu sosialis) ... ya sudah itulah kesepakatan dan jangan membawa kekuatan agama dalam politik atas nama kebebasan berpendapat

OOT sedikit : sosialis bilang "no kebebasan berpendapat" .... liberal bilang "kebebasan berpendapat adalah 'tuhan' >>> mana yang benar ??

nah yang underline ini kan tidak mungkin terjadi di Indonesia .... itulah kenapa terjadi konflik antara Semaun cs dan ulama di Sarekat Islam ... tapi tidak ada fakta bahwa PKI menolak sila pertama dalam pancasila ....

-----------------------------------------------

Tentang Muso di madiun .... point-nya adalah pada masa itu (masa kemerdekaan) ada 3 ideologi terkait kemana negara ini akan dibawa ... apakah Negara Islam, Negara Sekuler, atau Negara Komunis

Negara Islam >> jelas seperti apa bentuk negaranya
Negara Komunis >> jelas seperti apa bentuk negaranya
Negara Sekuler >> ini yang tidak jelas ... karena disatu pihak wilayah Hindia Belanda tidak bisa disatukan dalam satu golongan berdasarkan SARA ... dipihak lain wilayah ini juga tidak bisa menjadi negara liberal (seperti negara sekuler lainnya di eropa) >>> orang2 sekuler ini adalah tokoh2 yang disebut para nasionalis di Sumpah Pemuda

>>> yang tiga ini berantem2 di BPUPKI ... dan jadilah orang2 BPUPKI ini menetapkan pancasila (sekuler ala pancasila) .... atau sekuler tapi menyatukan sudut pandang Negara Islam dan Komunis (yang sulit untuk diterapkan dibuang ... yang baik untuk diterapkan diambil ... atau ada yang disatukan sesuai dengan kondisi di Indonesia >>> contohnya tulisan orange mbah abu)

tambahan wrote:supaya tidak ada salah paham .... kenapa saya menyebut sekuler ... dalam hal ini sekuler pancasila tidak sama dengan sekuler liberalisme karena pancasila mengakui sila pertama ...

maksud saya menyebut sekuler disini adalah ... negara yang tidak berdasarkan pada hukum agama .... tapi hukum negara (yang dibuat dan disusun atas musyawarah mufakat di parlemen)

>>> so kalau parlemennya mayoritas muslim (misalnya begitu) hukum yang disusun juga tentunya berbasis pada agama
tapi tentu ... karena pancasila TIDAK HANYA mengakui 1 agama ... maka hukum dan undang2 ini juga melihat kepentingan banyak agama di Indonesia

jadi jangan dilihat pancasila = sekuler yang ada di barat ... karena sekuler di barat tidak memasukkan prinsip "Ketuhanan" sebagai dasar negara

lalu .... tiba2 Sukarno kan deklarasi kemerdekaan 17 Agustus 45

Kartosuwiryo yang tidak ikutan di BPUPKI .... artinya menolak pancasila (karena maunya NII) kan marah >>> ibaratnya dia bilang "sembarangan aja loe tiba2 bikin negara atas nama pancasila ... kata siapa rakyat mau pancasila ... dasar antek liberal amerika" >>> gitu lah kasarnya

Muso (komunis) juga bilang yang sama .... dan Muso lalu proklamasi Negara Republik Soviet Indonesia >>> ibaratnya dia bilang "emang loe doang yang bisa proklamasi ... dasar antek belanda dan amerika"

ketiwi  ketiwi

lanjut ....

proklamasinya si Muso ini kan di Madiun ... dan karena si PKI menganggap hindia belanda sudah jadi wilayah NRSI ... konflik yang terjadi dengan ulama adalah karena PKI punya tujuan untuk merebut tanah para ulama itu ... sebetulnya juga tidak hanya konflik dengan ulama toh ... tapi juga dengan TNI, polisi, pemerintah setempat dsb  

point saya disini : saya tidak bilang apa yang dilakukan Muso benar ...
tapi bila "menghubungkan" konflik madiun dengan agama >>> menurut saya tidak tepat
"menghubungkan" konflik madiun dengan suara rakyat-pun >>> menurut saya juga tidak tepat

kalau saya baca beberapa sumber tentang konflik awal di Sarekat Islam >>> point-nya adalah perbedaan antara hak individu vs hak kolektif (komunitas) terkait wilayah (tanah air) ...

misalnya Cokroaminoto bilang tanah air milik pribumi ... Tan Malaka bilang tanah air milik rakyat (bukan milik ulama, raja, dan elite ... walaupun mereka juga pribumi)

Lah ya underline ini agak repot toh ... kita ga bisa ingkar bahwa Indonesia dikuasai oleh banyak kerajaan, ada juga kelompok priyayi (bangsawan) yang punya tanah .... ulama pun banyak yang punya tanah sendiri

yang merah ini >>> apalagi kalau kita bicara di Jawa Timur ... di wilayah ini ada ulama2 (para Gus Gus ... cikal bakal NU) yang memang menguasai tanah ... tapi tanah itu MEMANG tidak dipakai untuk pribadi tapi dipakai untuk kepentingan umat .... bikin pesantren, dsb

buat Tan Malaka atau sosialis >>> ga ada ceritanya tapi tapi ... pokoknya dalam "paket" sosialis (warna hijau) ... semua milik bersama ... bukan milik individu

dan menurut saya ... kesalahan Tan Malaka khususnya yang underline .... dia tidak bisa menyamakan kasus Karl Marx di eropa dengan kondisi di Indonesia

>>> di Indonesia (pada waktu itu) ... at least tdk ada sikap borjuis dan matrealis dari para pemimpin nya (raja, bangsawan, maupun ulama)

kalaupun ada strata sosial (kelas sosial) ... at least tidak ada yang petantang petenteng penuh harta jalan2 diatara rakyat yang busung lapar (analogi-nya begitu)
kalaupun ada perang antara kerajaan ... ya perang antar kerajaan satu dengan kerajaan lain .... bukan perang kepada rakyat

revolusi (pemberontakan) rakyat kepada pemimpinnya tidak pernah terjadi di Indonesia >>> beda dengan revolusi rakyat yang terjadi di eropa ... atau mungkin di Timteng setelah era Khulafur Rashidin

jadi ya gitu .... konflik yang terjadi di Sarekat Islam .... pada intinya ga jauh2 dari yang pink diatas ... dan tentu dipicu dengan keterlibatan belanda tukang kompor


Terakhir diubah oleh dee-nee tanggal Fri Aug 21, 2015 2:33 pm, total 2 kali diubah
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: Jagal - The Act of Killing (full movie)

Post by dee-nee on Fri Aug 21, 2015 1:09 pm

Maksud saya menulis diatas mbah ... bila nyambung dengan video dan upaya rekonsiliasi :

1. Disebut rekonsiliasi akan lebih baik bila tujuannya adalah "berdamai dengan buruk sangka, kebencian dan sakit hati"
akan lebih baik bila tujuannya "bisa menerima perbedaan pendapat dengan orang lain" (apalagi yang sama sekali tidak hubungannya dengan akidah)

>>> dan ini berlaku untuk si komunis dan penduduk Indonesia itu sendiri

- bahwa sudah ... tidak perlu ada penolakan yang masih dipengaruhi propaganda agama (seperti jaman orba)
- tidak perlu juga ada sikap "butuh dikasihani" sebagai korban orba

bold : penolakan disini maksudnya : memberi "cap" negatif pada orang2 yang "dianggap" orba sebagai komunis ... jadi bukan penolakan pada partai dan ideologinya ... kalau tentang partai dan ideologi ya jelas ditolak

misalnya ketika gusdur diprotes terkait kebijakannya yang membela komunisme >>> tidak bisa juga di "cap" gusdur kafir pendukung atheisme

- belum tentu loh keluarga korban dari muslim2 komunis ini tidak sakit hati bila dianggap kafir >>> khususnya dianggap kafir oleh kelompok Islam itu sendiri

sementara disatu pihak .... mereka tau persis bahwa "propaganda agama" jaman orba pun datangnya dari kapitalis

2. Disebut rekonsiliasi akan lebih baik bila ditujukan tidak hanya pada kasus G30/SPKI ... tapi juga kepada mereka yang dianggap "makar" dsb (DI/TII, NII, Tanjung Priok, dsb)

sekali lagi .... rekonsiliasi disini bukan untuk menerima dalam sudut pandang politik (menerima sebagai partai, organisasi, dsb) .... tapi menerima mereka sebagai bagian dari 4 pilar (tanpa ada praduga, curiga dsb)

3. Disebut rekonsiliasi akan lebih baik bila semua orang "dijelaskan" sebenar2nya tentang sumber (semua) konflik dari dua belah pihak ... jadi ga perlu ada lagi "streotype hasil propaganda"

menurut saya : permintaan maaf tidak ada gunanya kalau bangsa ini juga masih malu2 membuka sejarah ...

1 juta kali minta maaf >>> 1 juta kali juga film2 seperti TS masuk media >>> dan akhirnya 1 juta kali pula ulama harus melarang film2 tersebut >>> 1 juta kali pula HAM akan teriak2 tentang demokrasi >>> 1 juta kali pula "duri" ini ga akan ilang
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: Jagal - The Act of Killing (full movie)

Post by abu hanan on Fri Aug 21, 2015 4:09 pm

lha terus kalow seabreg gitu curhatnyah..sayah kebagian nulis apa dunk?
basi

susah..susah..susah..
TKP


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 84
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 224

Kembali Ke Atas Go down

Re: Jagal - The Act of Killing (full movie)

Post by dee-nee on Fri Aug 21, 2015 4:57 pm

@abu hanan wrote:lha terus kalow seabreg gitu curhatnyah..sayah kebagian nulis apa dunk?
basi

susah..susah..susah..
TKP

wakakakakakakakakakaka

maaf ..... sebetulnya itu kesalahan member2 LI yang membiarkan TS nganggur terlalu lama ... hihihihihihi
terutama yang namanya saya panggil2 di #2

akhirnya cuma bisa saya draft di kepala >>> dan karena kelamaan nge-draft ... jadi nulisnya kepanjangan deh

piss  piss

yo wes saya ringkas

@abu hanan wrote:hemm...mbdee..
ini dulu wrote:Tapi saya tiba2 tertarik aja untuk diskusi tentang komunisme di Indonesia
- Apakah komunis (PKI) itu sudah pasti jahat dan sesat ??
- Apakah PKI identik dengan warga Tionghoa
kalo ngikut mbak wiki..
komunisme adalah wrote:Dalam komunisme, perubahan sosial harus dimulai dari pengambil alihan alat-alat produksi melalui peran Partai Komunis. Logika secara ringkasnya, perubahan sosial dimulai dari buruh atau yang lebih dikenal dengan proletar (lihat: The Holy Family [1]), namun pengorganisasian Buruh hanya dapat berhasil dengan melalui perjuangan partai. Partai membutuhkan peran Politbiro sebagai think-tank. Dapat diringkas perubahan sosial hanya bisa berhasil jika dicetuskan oleh Politbiro.

Komunisme sebagai anti-kapitalisme menggunakan sistem partai komunis sebagai alat pengambil alihan kekuasaan dan sangat menentang kepemilikan akumulasi modal pada individu. pada prinsipnya semua adalah direpresentasikan sebagai milik rakyat dan oleh karena itu, seluruh alat-alat produksi harus dikuasai oleh negara guna kemakmuran rakyat secara merata, Komunisme memperkenalkan penggunaan sistem demokrasi keterwakilan yang dilakukan oleh elit-elit partai komunis oleh karena itu sangat membatasi langsung demokrasi pada rakyat yang bukan merupakan anggota partai komunis karenanya dalam paham komunisme tidak dikenal hak perorangan sebagaimana terdapat pada paham liberalisme.
secara umum,konsep komunis itu tak beda dengan ideologi2 yang tersebar di banyak negara bahkan di negara ini..seperti yang underline,apakah ada perbedaan nyata dengan pasal 33 uud ri?
yang membedakan komunisme (dalam praktek) dengan demokrasi hanya di SUARA RAKYAT..

kenyataan membuktikan bahwa pada akhirnyah komunisme menjadi kejam adalah karena usaha membungkam suara rakyat (kita baca ; vox populi vox dei)..sehingga mao zedong dengan revolusi merah pun memberangus sejumlah masjid di cina dan seterusnyah..termasuk muso di madiun..karena suara ulama selalu mewakili suara rakyat (pada saat itu..kalow sekarang mah beda hehehe..)

prolog dulu lah..

merah : yang underline khususnya >>> disebut membungkam suara rakyat mungkin lebih tepat penjelasannya : karena negara sosialis hanya memperbolehkan adanya satu partai ... dan satu partai inilah yang disebut suara rakyat

jadi yang ungu : ya memang perbedaan antara sosialis dan liberalis adalah di SUARA RAKYAT >>> yang liberalis mengakui banyak wakil rakyat (partai) ... sosialis hanya mengakui satu wakil rakyat >>> tapi dua2nya pun berdasarkan DRORUR

dan menurut saya ... banyak atau satu ... ya tetap tergantung partai-nya toh ... benar2 mewakili rakyat atau tidak ??
>>> banyak partai kalau ga ada satupun yang ngurusin rakyat juga percuma

biru : MAKA .... bila terjadi mao zedong yang memberangus mesjid >>> saya tidak lihat kasus ini ada hubungannya dengan "anti Tuhan" >>> kalau anti agama iya ... tapi itu lebih kepada anti ulama (pemuka agama)

bisa saja karena mao zedong BUKAN orang beragama ... pun dia adalah seorang komunis .... dia tidak suka adanya kelompok umat ber-agama yang punya kekuatan ... karena tentu dalam kelompok agama ini (di wilayah tersebut) bisa saja ada tokoh2 atau ulama yang memberikan "candu" itu tadi

mao zedong berpendapat >>> bahwa bila negara ini sudah berada dalam satu ideologi (yaitu sosialis) ... ya sudah itulah kesepakatan dan jangan membawa kekuatan agama dalam politik atas nama kebebasan berpendapat

OOT sedikit : sosialis bilang "no kebebasan berpendapat" .... liberal bilang "kebebasan berpendapat adalah 'tuhan' >>> mana yang benar ??

hijau : Tentang Muso di madiun .... point-nya adalah pada masa itu (masa kemerdekaan) ada 3 ideologi terkait kemana negara ini akan dibawa ... apakah Negara Islam, Negara Sekuler, atau Negara Komunis

point saya disini : saya tidak bilang apa yang dilakukan Muso benar ...
tapi bila "menghubungkan" konflik madiun dengan agama >>> menurut saya tidak tepat
"menghubungkan" konflik madiun dengan suara rakyat-pun >>> menurut saya juga tidak tepat

piss piss
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: Jagal - The Act of Killing (full movie)

Post by abu hanan on Sun Aug 23, 2015 8:02 am

mbdee..
menyimak tulisan panjang seperti diatas,bubur,sayah makin gak ngerti arah trit..sederhana sayah berpikir ;
apakah komunis memang layak DIBENCI oleh rakyat negara ini?

karena sejarah mencatat bahwa kapitalism berkepentingan secara ekonomi untuk mengatasi komunis (dalam hal ; dilarang menjadi kaya)..terlepas dari pemerintahan komunis yang korup dan sebagainyah..mari kita bicara sistem dan konsep komunis..
di indonesia..
ketika komunis dinyatakan layak dilarang dan dibenci maka sesungguhnyah perilaku rakyat ketika menghakimi komunis justru lebih kejam daripada pki sendiri..berapa banyak korban yang dibunuh tanpa pengadilan?bila komunis adalah haram karena anti tuhan,apakah kita tau didalam komunis ada juga ide kesejahteraan umum?bahkan kapitalis meskipun tidak anti tuhan malah sering menjadikan materi sebagai tuhan baru..bukankah ini efek yang berdampak samah?

sepanjang sejarah tulisan tentang pki-dari jaman pra muso sampai aidit- kita belum menemukan bukti bahwa doktrin pki adalah "anti tuhan"..belum ada sama sekali..

aidit pernah mengatakan ; bahwa pki tidak berniat mempersatukan banyak partai tetapi mengajak partai dengan jujur dan bertanggung jawab agar bersedia bekerja sama dengan pki guna menggalang persatuan dengan berbagai latar belakang individu..
seandainyah apa yang sayah ketahui tentang aidit itu benar maka sebenarnyah tidak ada alasan untuk membenci pki (dalam lingkup akidah,maka komunis yang anti tuhan bisa diletakkan sejajar dengan akidah2 di luar islam)..

berkaca dari sejarah..
siapa pencetus perang dunia?apakah komunisme ato agama?menurut sayah,pencetus sejumlah peperangan di abad 19-20 adalah pertimbangan ekonomi..

dan jika komunisme berarti pembungkaman suara rakyat aka parpol selain pki adalah haram maka,bagi sayah,itu tiada artinyah karena bangsa ini tidak emberi kesempatan pada pki untuk menerapkan sosialism/marxism yang telah teradaptasi dengan nilai/budaya lokal..

piss

maaf mbdee..terpaksa mungkin sayah keluar jalur trit agar diskusi bisa dikronologikan..bukan tumpahan curhat dari seseorang yang berhutang samah sayah (katanyah sih ngaku bugituh..)
lol


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 84
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 224

Kembali Ke Atas Go down

Re: Jagal - The Act of Killing (full movie)

Post by dee-nee on Sun Aug 23, 2015 2:01 pm

saya bawa yang ini dulu ya mbah

http://news.okezone.com/read/2015/08/16/337/1197149/habib-rizieq-ajak-masyarakat-tolak-pki

Habib Rizieq Ajak Masyarakat Tolak PKI

JAKARTA - Munculnya isu Presiden Joko Widodo (Jokowi) bakal meminta maaf kepada keluarga Partai Komunis Indonesia, mengundang kontroversi. Dalam aksi pawai tauhid yang dimotori oleh Front Pembela Islam (FPI) dan sejumlah ormas Islam lainnya, mereka menyerukan untuk mengganyang partai yang berlambang palu arit tersebut.

"Ayo ganyang PKI, PKI kafir harki. Ayo ganyang liberal, liberal anak dajjal,"‎ ujar Ketua FPI, Habib Rizieq dalam orasinya di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (16/8/2015).

Rizieq menambahkan, kelompok-kelompok tersebut merupakan musuh rakyat Indonesia dan umat Islam khususnya. Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak massa untuk beristighosah dan pawai keliling Jakarta pada Senin 17 Agustus.

"Besok semuanya kita mulai dari jamaah Subuh, kemudian istighasah, dan kita lanjutkan keliling Jakarta," imbuhnya.

Seperti diketahui, sekira 300 ribu orang berbagai ormas membentangkan spanduk bertuliskan takbir dari Istora Senayan hingga Bundaran HI sekira pukul 10.30 hingga pukul 11.00 WIB tadi.

saya juga tidak setuju Jokowi minta maaf ... tapi bukan karena PKI kafir ... tapi karena .... semua hal yang terjadi adalah buah dari perbedaan pandangan dan menjadi konflik (membunuh dan dibunuh) .... dalam sebuah konflik ... tidak perlu minta maaf

dan tidak perlu bawa2 "kalimat2" bernuansa agama .... seolah2 konflik ini berkaitan dengan agama

--------------------------------------------------------

http://www.republika.co.id/berita/nasional/daerah/15/08/19/ntafxl330-pemasangan-spanduk-tolak-pki-kian-marak
Pemasangan Spanduk Tolak PKI Kian Marak

Pemasangan spanduk yang berisi kecaman dan penolakan terhadap Partai Komunis Indonesia (PKI) kini kian marak di Pamekasan, Jawa Timur, setelah di kota itu sempat dihebohkan dengan adanya atribut PKI yang dibawa oleh peserta karnaval HUT Kemerdekaan.

Pewarta Antara di Pamekasan, Selasa, melaporkan beberapa titik di sudut kota di Pamekasan yang terlihat dipasangi spanduk penolakan PKI, antara lain di jalan raya menuju Pendopo Pemkab Pamekasan, yakni di depan SMK Negeri 3 di Jalan Kabupaten, lalu di Jalan Jokotole dan di Jalan Raya Trunojoyo, Pamekasan. Di Jalan Trunojoyo terpajang tulisan "Allahu Akbar... Ayo Bangkit Umat Islam Perangi PKI".

Pada bagian bawah spanduk ini tertulis logo Front Pembela Islam (FPI) Pamekasan dan Laskar Pembela Islam (LPI) Pamekasan. Di Jalan Kabupaten spanduk penolakan PKI itu tertulis "Haram Hukumnya Presiden Meminta Maaf Kepada PKI". Pada spanduk ini juga terdapat gambar palu arit yang merupakan lambang PKI, tetapi diberi tanda silang.

Pada bagian bawah spanduk tersebut, terdapat beberapa lambang organisasi keagamaan, seperti Forum Komunikasi Ormas Islam, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pelajar Islam Indonesia (PII), dan sejumlah logo ormas lainnya.

Di Jalan Jokotole atau sekitar 500 meter kearah timur kantor Wakil Bupati Pamekasan, tulisan yang terdapat pada spanduk penolakan PKI itu antara lain "Hanya Satu Kata, Tolak Komunisme". Di spanduk dengan lebar 1 meter dan panjang 5 meter ini juga terdapat tulisan tentang bahaya laten komunis.

Komandan Kodim 0826 Pamekasan Letkol Arm Mawardi menilai maraknya spanduk penolakan terhadap PKI itu sebagai bentuk ekspresi masyarakat Pamekasan bahwa mereka tidak ingin di Indonesia ada lagi PKI, karena ajaran ormas itu tidak sesuai dengan Pancasila yang menganut berkepercayaan pada Tuhan.

"Saya kira itu sebagai bentuk penyampaian aspirasi. Selama disampaikan secara wajar, tidak menimbulkan kekacauan tidak ada masalah," katanya.

Ketua Umum HMI Cabang Pamekasan Moh Hafifi menyatakan pemasangan spanduk berupa penolakan PKI itu sebagai upaya antisipatif, sebab di berbagai jejaring sosial kini santer diinformasikan bahwa pemerintah berencana meminta maaf pada PKI.

apanya yang haram untuk meminta maaf ?? wong memang orba begitu gampang kok "menciduk" warga yang dianggap PKI

menurut saya tidak haram bila presiden minta maaf ... tapi memang tidak perlu ... karena banyak juga warga Indonesia sendiri yang dibunuh oleh tentara PKI

-----------------------------------------------------

Tolak minta maaf ke PKI, massa di Jatim bakar bendera palu arit

Tolak pencabutan Tap MPRS No XXV/1966 tentang Larangan Partai Komunis Indonesia (PKI), beberapa elemen massa se-Jawa Timur menggelar aksi di depan Gedung Grahadi Surabaya, Jalan Gubernur Suryo, Kamis siang (13/8). Sebagai simbol perlawanan, ratusan orang itu juga membakar Bendera Palu Arit warna merah.

Menurut para demonstran, permintaan maaf pada individu maupun lembaga PKI, sangat tidak prosedural, proporsional dan ahistoris. Lebih-lebih, dilakukan oleh pemerintah.

Karena permintaan maaf, berakibat pada; semua produk hukum tentang larangan PKI dan ajarannya yang tertuang dalam Tap MPRS Nomor XXV/1966, Supersemar, Undang-Undang No 27/1999 tentang perubahan KUHP yang berhubungan dengan keamanan negara Pasal 107 huruf (a), dengan sendirinya batal.

Dini : Permintaan maaf tidak perlu langsung nyambung ke produk hukum .... tergantung pemerintah

Yang kedua, permintaan maaf sepihak akan melukai hati umat Islam, TNI dan rakyat Indonesia, kemudian posisi PKI benar dan posisi yang menumpas (TNI dan umat Islam), salah sehingga harus bertanggung jawab di depan hukum.

Dini : permintaan maaf sepihak akan melukai hati >>> saya setuju ... tapi bukan karena permintaan maaf atau karena PKI-nya ... tapi karena "sepihak-nya"

PKI dalam hal ini juga harus minta maaf pada korban2 yang mereka bunuh ... masalahnya ya masa keluarga korban PKI yang minta maaf ... gimana caranya ?? padahal tidak terbukti mereka (para korban) membunuh atau bagian dari konflik

tambahan : melukai hati umat Islam ?? PKI pun umat Islam


Akibat lain, paham komunis akan menuntut lebih lanjut dari aspek historis, aspek kerugian moral dan material, serta kebangkitan politiknya. Yang ke lima, akibat dari permintaan maaf terhadap PKI itu, bisa memicu berkobarnya semangat konflik horizontal dan kemungkinan pemulangan sejarah pemberontakan PKI dan penumpasan lagi oleh masyarakat.

Dini : menuntut lebih lanjut .... ya kan ada badan hukum yang jelas ... kerugian moral dan material seperti apa ?? semua bisa diatur dalam sistem hukum

yang kelima : oleh karena itu masyarakat harus dijelaskan dengan melihat dua sisi mata uang ... supaya clear, tidak berat sebelah, dan tidak bersifat "sepihak"

masa supaya tidak terjadi konflik antara A dan B ... maka lebih baik sejarah konflik dibiarkan berat sebelah demi kepentingan salah satu pihak ???

justru disini artinya kita sudah bertindak "sepihak"


Ke enam, rakyat akan menderita terus dan PKI akan terus membangun kekuatan dan kekuasaan dengan provokasi orang-orang miskin. Dan yang terakhir, jika pemerintah meneruskan permintaan maaf, memberikan rehabilitasi, kompensasi dan rekonsiliasi kepada eks PKI berarti membenarkan komunisme yang nyata-nyata bertentangan dengan falsafah hidup bangsa Indonesia yaitu Pancasila serta bisa menghidupkan Nasakom jilid II.

Dini : membangun provokasi kepada orang2 miskin ?? >>> lah protes warga tentang kebijakan pemerintah yang ga dianggap pro rakyat ... yang seperti itu tidak bisa disebut provokasi

kalau PKI menyuarakan aspirasi rakyat >>> disebut provokasi kepada orang2 miskin
kalau mahasiswa demo terkait kebijakan pemerintah >>> disebut bukan provokasi walaupun sering berakibat rusuh antara aparat vs mahasiswa

sekali lagi ... bukan saya mendukung komunisme ... tapi harus "fair" apa itu yang disebut provokasi kepada rakyat miskin  


"Untuk itu, kita menolak meminta maaf kepada PKI, karena telah mengkhianati NKRI, maka kami menentang komunis di negeri ini. Mari kita rapatkan barisan. Ini semua propaganda komunis," teriak korlap aksi, Santoso dalam orasinya, Kamis (13/8)

"Komunis kita tentang dan kita usir dari Indonesia, undang-undang tidak bisa diubah. Termasuk oleh kaum imperialisme sekalipun," teriaknya lantang.

Selanjutnya, orasi dilanjutkan oleh perwakilan dari angkatan 66. "Saya dari angkatan 66. Jangan sampai PKI hidup kembali, maka kita harus menjaga NKRI ini. Pancasila! Komunis!," teriak sang orator singkat yang kata Pancasila dijawab massa: Jaya, dan Komunis dijawab: Tumpas.

Orasi dilanjutkan perwakilan dari Jombang, Nganjuk serta perwakilan dari daerah lain. Dalam orasi mereka, hampir sama. Mereka semua mengajak seluruh rakyat Indonesia melawan PKI. "Ganyang PKI, jangan sampai hidup kembali di negeri yang kita cintai ini. Mari kita selamatkan anak cucu kita dari bahaya komunis. Mari kita ganyang PKI," ajak sang orator.

Komunis kita tentang dan kita usir dari Indonesia, undang-undang dasar tidak bisa diubah oleh siapa pun baik imperialisme.

Selain berorasi, massa juga membentangkan spanduk salah satunya berbunyi: Larangan Terhadap PKI Harga Mati, Menghidupkan Langkah Mayatku.

Massa yang menggelar aksi ini berasal dari Center of Indonesia Community Studies (CICS), Gerakan Nasional Patriot Indonesia (GNPI), Front Penegak Pancasila (FPP), Front Anti Komunis (FAK), Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan beberapa elemen lain.

Di akhir aksi, masa berkumpul dan secara simbolik membakar bendera kebesaran PKI, yaitu Palu Arit. "Ganyang PKI, Ganyang PKI, Ganyang PKI," teriak massa serempak sambil membakar bendera Palu Arit.

Dini : tanpa mengurangi rasa hormat pada yang setuju dengan sikap di artikel ini
saya hanya berpendapat ... segala argumen yang isinya "Itu berarti ... itu dianggap ... itu bisa berakibat .... dsb" (warna biru)

munculnya sekian banyak "dugaan" ... menghasilkan sekian banyak "penolakan" yang lahir dari sebuah "mind set" yang belum tentu jelas dan benar seperti apa
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: Jagal - The Act of Killing (full movie)

Post by dee-nee on Sun Aug 23, 2015 2:59 pm

yang diatas itu intermezo ajah sih .... baca2 berita ... sayang kalau dilewatkan

piss  piss

maka ... nyambung ke mbah abu

@abu hanan wrote:mbdee..
menyimak tulisan panjang seperti diatas,bubur,sayah makin gak ngerti arah trit..sederhana sayah berpikir ;
apakah komunis memang layak DIBENCI oleh rakyat negara ini?

menurut saya tidak .... ditolak ya .... tapi tidak dibenci .... apalagi kebencian itu dikait2kan dengan agama

mbah abu wrote:karena sejarah mencatat bahwa kapitalism berkepentingan secara ekonomi untuk mengatasi komunis (dalam hal ; dilarang menjadi kaya)..terlepas dari pemerintahan komunis yang korup dan sebagainyah..mari kita bicara sistem dan konsep komunis..di indonesia..

underline : ya ... uraian panjang lebar saya diatas ... sebetulnya untuk bahas ini
saya sendiri belum tentu benar seperti apa .... masih mudah untuk diargumenkan

hihihihihihihihi

piss  piss

@abu hanan wrote:ketika komunis dinyatakan layak dilarang dan dibenci maka sesungguhnyah perilaku rakyat ketika menghakimi komunis justru lebih kejam daripada pki sendiri..berapa banyak korban yang dibunuh tanpa pengadilan?bila komunis adalah haram karena anti tuhan,apakah kita tau didalam komunis ada juga ide kesejahteraan umum?bahkan kapitalis meskipun tidak anti tuhan malah sering menjadikan materi sebagai tuhan baru..bukankah ini efek yang berdampak samah?

apakah itu komunis, kapitalis, liberal atau bahkan agamis .... semua punya dasar ideologi masing2 yang 50-50 baik benarnya tergantung pandangan manusia

biru : bahkan mereka yang membawa agama pun bisa memperlakukan materi sebagai tuhan .... keluar dari ajaran agama itu sendiri

dan bila faktanya seperti itu ... bukannya malah jadi naif bila menuding salah satu ideologi ini dengan dalil agama ...
apalagi bila dalil itu ternyata tidak terbukti benar

saya cuma berharap .... bangsa ini diberikan fakta sejarah yang benar dan fair :

- kenapa terjadi perpecahan di Sarekat Islam ?? >>> apa yang menjadi sumber konflik ??
- kenapa terjadi pemberontakan PKI ?? >>> apa yang menjadi sebab pemberontakan tersebut ??
- seperti apa komunisme di Indonesia ?? >>> dan kenapa ideologi ini ditolak ??

ketiga point ini akan berlaku sama terkait pemberontakan DI/TII, NII, Kartosuwiryo, dsb ...

atau bahkan kenapa terjadi pemberontakan GAM, Daud Bereuh (dari sudut pandang umat Islam) .... OPM, Fretilin (dari sudut pandang umat Kristen)  

dalam kepala saya sih cuma :

"Ini ga adil ... ketika kita punya dalil 1000 alasan terkait pembungkaman suara umat Islam jaman Orba ... disatu pihak kita 0 alasan terkait pembungkaman suara komunis dan hanya bisa menjelaskan "pembungkaman ini" dengan dalil agama (padahal dalil ini-pun salah kaprah)"

"apalagi dilanjutkan dengan memberikan "image" komunis tersebut pada warga keturunan cina"

@abu hanan wrote:sepanjang sejarah tulisan tentang pki-dari jaman pra muso sampai aidit- kita belum menemukan bukti bahwa doktrin pki adalah "anti tuhan"..belum ada sama sekali..

aidit pernah mengatakan ; bahwa pki tidak berniat mempersatukan banyak partai tetapi mengajak partai dengan jujur dan bertanggung jawab agar bersedia bekerja sama dengan pki guna menggalang persatuan dengan berbagai latar belakang individu..
seandainyah apa yang sayah ketahui tentang aidit itu benar maka sebenarnyah tidak ada alasan untuk membenci pki (dalam lingkup akidah,maka komunis yang anti tuhan bisa diletakkan sejajar dengan akidah2 di luar islam)..

underline : ya ... maksud saya disitu mbah
jadi sumber konflik dengan komunis di Indonesia (jaman Sarekat Islam) itu seperti apa dan kenapa ??

@abu hanan wrote:berkaca dari sejarah..
siapa pencetus perang dunia?apakah komunisme ato agama?menurut sayah,pencetus sejumlah peperangan di abad 19-20 adalah pertimbangan ekonomi..

dan jika komunisme berarti pembungkaman suara rakyat aka parpol selain pki adalah haram maka,bagi sayah,itu tiada artinyah karena bangsa ini tidak memberi kesempatan pada pki untuk menerapkan sosialism/marxism yang telah teradaptasi dengan nilai/budaya lokal..
piss

underline : saya setuju 100% yang merah

tapi ...

apa maksud mbah abu >>> itu berarti paham sosialism/marxism bisa diberi kesempatan masuk .... walaupun sudah diadaptasikan dengan nilai/budaya lokal ??

@abu hanan wrote:maaf mbdee..terpaksa mungkin sayah keluar jalur trit agar diskusi bisa dikronologikan..bukan tumpahan curhat dari seseorang yang berhutang samah sayah (katanyah sih ngaku bugituh..)
lol

wakakakakaka .... curhat tentang berita2 dan kondisi di masyarakat ga apa2 lah mbah .... anggap aja itung2 sharing berita  
yang repot kalau saya curhat tentang masalah pribadi

hihihihihihihihi

ketiwi ketiwi


Terakhir diubah oleh dee-nee tanggal Sun Aug 23, 2015 5:15 pm, total 1 kali diubah
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: Jagal - The Act of Killing (full movie)

Post by abu hanan on Mon Aug 24, 2015 4:16 pm

mbdee..rada susah juga mengupas satu per satu masalah di trit ini..

sayah mulai dulu dari sarekat islam..
perpecahan sarekat ini
adalah karena sikap cokroaminoto yang pada awalnyah pro pemerintah..artinyah SI bukan parpol ato gerakan revolusioner..akan tetapi dalam perkembangan SI berubah menjadi partai politik dan mengirimkan wakilnya ke volksraad 1917..
ketika SI mengalami perkembangan pesat dan memiliki jumlah anggota yang banyak, telah  menimbulkan kekhawatiran pemerintah belanda. sarekat islam tersusupi oleh faham sosialims revolusioner oleh H.F.M Sneevliet yang mendirikan organisasi ISDV (Indische Sociaal-Democratische Vereeniging) pada tahun 1914..

penyusupan ini berhasil dengan menggunakan isu kemakmuran rakyat dan memilih sarekat islam sebagai kendaraan adalah langkah tepat..dan berhasil mempengaruhi tokoh-tokoh muda SI seperti semaun,darsono,muso,dan misbach, untuk tujuan yang sama yaitu membela rakyat kecil dan menentang kapitalisme namun dengan cara yang berbeda..

akibatnya banyak anggota serikat islam yang menjadi sosialis terutama serikat islam cabang semarang..

intermezzo..
http://vivaciousky.blogspot.com/2012/03/sosialis-isdv-yang-melahirkan-pki.html

latar belakang pki wrote: Paham Marxisme datang ke Indonesia pada masa sebelum perang dunia pertama. Dibawa oleh pemimpin buruh Belanda bernama H.J.F.M Sneevliet. Pada tanggal 9 Mei 1914, Sneevliet dengan orang sosialis lainnnya seperti J.A. Brandsteder, H.W. Dekker dan P.Bregma berhasil mendirikan indischee Sociaal-demokratische Vereniging (ISDV). Perkembangan ISDV sangat lambat sehingga mereka bersekutu dengan Insulinde, namun tidak memenuhi sasaran dan tujuan dari ISDV sehingga bubar dari Insulinde.

Kemudian mereka bersekutu dengan SI atau sarekat Islam . Sneevliet berhasil menyusup dan melakukan Infiltrasi ke dalam kubu SI dengan cara saling bertukar keanggotaan antara SI dengan ISDV. . Dalam beberapa tahun saja Sneevliet berhasil memberikan pengaruh ke dalam kubu SI.

Langkah selanjutnya pada tahun 1916 Sneevliet menjadikan pemimpin muda SI menjadi pemimpin ISDV seperti Semaun dan Darsono.  Semaun berhasil mengembangkan jumlah keanggotaan SI Semarang menjadi 1700  orang pada tahun 1916 dan 20.000 orang setelah setahun setelahnya. Karena Orientasinya yang Marxis di bawah pengaruh ISDV, mereka Berseberangan dengan CSI (Central Sarekat Islam) yang dipimpin oleh H.O.S Cokroaminoto.

Pada saat Revolusi Bolsyewick di Rusia pada tahun 1917, ISDV telah bersih dari unsur Moderat dan mulai pada sifat yang komunistis. Kemenangan Bolsyewik mendirikan negara komunis mendorong Baars untuk menyerukan negara Hindia Belanda untuk mengikuti jejak yang ada.

Pada Tahun 1917, ISDV mengerahkan pelaut Belanda untuk mengumpulkan 3000 orang untuk melakukan gerakan ISDV. Yaitu demonstrasi. Sehingga memicu bentrokan dengan polisi pemerintah.  Sementara itu  partai moderat mendesak pemerintah agar menggantikan Volksrad dengan parlemen pilihan rakyat.

Krisis tersebut segera mereda setelah Gubernur Jenderal van Limburg stirum menjanjikan akan mengadakan perubahan yang luas. Setelah semua terkendali, pemerintah kolonial segera mengambil tindakan keras. Anggota militer yang indisipliner dihukum berat. Sneevliet diusir, sedangkan Darsono Abdul Muis, dan beberapa pemimpin Indonesia lainnya ditangkap. ISDV pun menjadi Depresi.

Tahun 1919 merupakan tahun yang sulit bagi ISDV. Karena pemimpin mereka banyak yang ditangkap. Disisi lain Pada tahun 1918, Darsono diangkat sebagai propagandis resmi SI dan Semaun diangkat sebagai Komisaris wilayah Jawa Tengah.  Di dalam SI Semaun dan Darsono berupaya untuk meningkatkan pengaruhnya agar SI menjadi lebih radikal.

Social Democratische Arbeideispartij (SDAP) di Belanda mengumumkan dirinya sebagai Partai Komunis Belanda (CPN), para anggota ISDV dari golongan Eropa mengusulkan untuk megnikuti jejak itu. Sehingga pada 23 Mei tahun 1920 ISDV mengubah namanya menjadi Peserikatan Komunis Indonesia Hindia, kemudian pada bulan desember tahun 1920 diubah namanya menjadi Partai Komunis Indonesia.Dalam nama tersebut Semaun menjadi ketua, Darsono sebagai wakil, Bergsma sebagai sekretaris dan Sugono sebagai anggota pengurus.

Komintern didirikan pada tahun 1919 yang pengaruhnya terasa di Indonesia. Komintern banyak sekali terjadi kegagalan  dalam merencanakan program komunisnya di Asia. Sehingga Lenin menyatakan bahwa untuk Asia garis politik komintern harus bekerja sama dengan kaum borjuis nasional (kaum terpelajar yang memimpin pergerakan Nasional) dan menggunakan organisasi rakyat terjajah. Kemudian pada tahun 1920  PKI bergabung dengan Komintern.


siapakah semaun?
https://id.wikipedia.org/wiki/Semaun
semaoen wrote:
Kemunculannya di panggung politik pergerakan dimulai di usia belia, 14 tahun. Saat itu, tahun 1914, ia bergabung dengan Sarekat Islam (SI) afdeeling Surabaya. Setahun kemudian, 1915, bertemu dengan Sneevliet dan diajak masuk ke Indische Sociaal-Democratische Vereeniging, organisasi sosial demokrat Hindia Belanda (ISDV) afdeeling Surabaya yang didirikan Sneevliet dan Vereeniging voor Spoor-en Tramwegpersoneel, serikat buruh kereta api dan trem (VSTP) afdeeling Surabaya. Pekerjaan di Staatsspoor akhirnya ditinggalkannya pada tahun 1916 sejalan dengan kepindahannya ke Semarang karena diangkat menjadi propagandis VSTP yang digaji. Penguasaan bahasa Belanda yang baik, terutama dalam membaca dan mendengarkan, minatnya untuk terus memperluas pengetahuan dengan belajar sendiri, hubungan yang cukup dekat dengan Sneevliet, merupakan faktor-faktor penting mengapa Semaoen dapat menempati posisi penting di kedua organisasi Belanda itu.

Di Semarang, ia juga menjadi redaktur surat kabar VSTP berbahasa Melayu, dan Sinar Djawa-Sinar Hindia, koran Sarekat Islam Semarang. Semaoen adalah figur termuda dalam organisasi. Pada tahun belasan itu, ia dikenal sebagai jurnalis yang andal dan cerdas. Ia juga memiliki kejelian yang sering dipakai sebagai senjata ampuh dalam menyerang kebijakan-kebijakan kolonial.

Pada tahun 1918 dia juga menjadi anggota dewan pimpinan di Sarekat Islam (SI). Sebagai Ketua SI Semarang, Semaoen banyak terlibat dengan pemogokan buruh. Pemogokan terbesar dan sangat berhasil di awal tahun 1918 dilancarkan 300 pekerja industri furnitur. Pada tahun 1920, terjadi lagi pemogokan besar-besaran di kalangan buruh industri cetak yang melibatkan SI Semarang. Pemogokan ini berhasil memaksa majikan untuk menaikkan upah buruh sebesar 20 persen dan uang makan 10 persen.
dari sekilas uraian diatas,sayah pikir konflik sarekat islam adalah karena perbedaan taktis perjuangan vs kolonial..si merah lebih memilih jalur konflik untuk membuktikan ketegasan mereka vs kolonial..hal itu dapat diliat dari aksi semaoen dengan demonstrasi dan beberapa pemberontakan yang bersifat lokal dan tidak terorganisir di jaman belanda..tentu hal itu memudahkan penumpasan dan secara luas membawa dampak negatif bagi pergerakan nasional..
mbdee wrote:
- kenapa terjadi pemberontakan PKI ?? >>> apa yang menjadi sebab pemberontakan tersebut
??

memberontak pada siapa dulu?kompeni ato pemerintah ri?
mbdee wrote:
- seperti apa komunisme di Indonesia ?? >>> dan kenapa ideologi ini ditolak ??
ini yang sayah suka hehehe..
piss


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 84
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 224

Kembali Ke Atas Go down

Re: Jagal - The Act of Killing (full movie)

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 1 dari 3 1, 2, 3  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik