FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.

kisah el nino dan la nina Follow_me
@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

kisah el nino dan la nina

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

kisah el nino dan la nina Empty kisah el nino dan la nina

Post by paman tat on Sun Feb 15, 2015 8:27 pm

dalam sejarah hidupnya, Yesus Kristus tidak berkeluarga. Tetapi sekali punya “anak (a-
nak angkat) kembar sepasang”. Kedua anak Kristus ini nakalnya bukan main, tingkah-
lakunya selalu mengundang anomali – sama-sama suka bermain-main dengan musim.
Kalau anak pertama (lelaki) senang mengganggu musim kemarau, sehingga sebagian dunia
mengalami kemarau panjang, kekeringan dan kebakaran hutan. Inilah yang disebut “El Nino”. Sedangkan anak kedua (perempuan) tukang mengacak musim hujan, sehingga sebagian bu- mi mengalami musim hujan yang lebih panjang dari normalnya, dengan membawa banjir dan
tanah longsor. Inilah yang dinamakan “La Nina”.
Kenapa El Nino dan La Nina dituding sebagai “anak-anak Kristus yang nakal”? Hal ini bu-
kanlah mitologi atau melecehkan agama Kristen, tetapi awalnya adalah julukan yang diberi- kan nelayan Peru (Amerika Latin) terhadap perilaku alam menyimpang yang datang menjela-
ng Natal (perayaan hari kelahiran Yesus), tiga dasa warsa yang lalu. Akibat suhu permukaan
air laut menghangat, ikan-ikan pada menjauh kelaut dalam – sehingga hasil tangkapan ikan
mereka berkurang. Lantas nama “El Nino” dan “La Nina” ini menjadi istilah ilmiah geofisika.
“El Nino” disebabkan oleh memanasnya temperatur permukaan air laut di tengah dan timur
Pasifik (anomali positif). Kondisi ini membuat curah hujan di bagian tengah dan timur Pasifik
melebihi batas normal, sehingga memaksa wilayah baratnya (Indonesia) yang menurut jad-
wal mestinya masuk musim hujan, jadi tertunda – membuat musim kemaraunya bertambah
panjang. Kemarau panjang dan kebakaran hebat di Indonesia pada 1982 dan 1998 adalah a-
kibat ulah si El Nino ini.
Kebalikan dari fenomena El Nino ialah “La Nina”. Hal ini terjadi jika suhu permukaan air
lautan Pasifik bagian tengah dan timur lebih dingin (anomali negatif). Akibatnya penguapan
dan curah hujan di wilayah tengah dan timur Pasifik menjadi lebih rendah dari intensitas rata-
rata, sedangkan disebagian besar wilayah Indonesia (barat Pasifik) curah hujan melebihi ba-
tas normal – musim hujan memanjang dari jadwal semestinya. Banjir besar tahun 1996 dan 2002 dituduhkan kepada La Nina.
Perilaku alam normal adalah sunnatullah yang membawa berkah dan rahmat. Sedangkan
perilaku alam menyimpang seperti fenomina El Nino dan La Nina tadi, sebenarnya sebagai
reaksi alam karena keseimbangannya terganggu – inilah sunnatullah yang membawa musi-
bah dan laknat.
Sunnatullah (hukum alam) bersifat pasti, seimbang dan obyektif.
“Pasti” : air mengalir dari tempat tinggi ketempat yang rendah. “Seimbang” : air hujan turun dipebukitan, diserap oleh akar-akar hutan sekitarnya, sebagian keluar dari celah-celahnya – kesungai, mengairi sawah-ladang dan sumur-sumur penduduk – sebagian lagi terus kelaut. Air laut menguap naik keangkasa menjadi awan cumulus, turun
kembali menjadi hujan dan seterusnya (ekosistim).
“Obyektif” : air bisa menjadi “berkah” bagi siapa saja, baik Muslim ataupun non Muslim, kaya
ataupun miskin – selama masih menjaga ekosistimnya. Tetapi airpun bisa menjadi “musibah”
buat siapa saja tanpa kecuali, baik Muslim ataupun bukan, kaya ataupun miskin – apabila ada
yang merusak ekosistimnya.
Potret kerusakan ekosistim dimasa purba, ditunjukkan Allah SWT pada bendungan raksa-
sa Ma`arib di negeri Saba, yang mengairi perkebunan luas di Yaman utara, akhirnya hancur
diterjang banjir bandang disebabkan perbuatan masyarakatnya melanggar aturan Tuhan, membabat hutan-hutan dipebukitan.



Sesungguhnya bagi kaum Saba ada situs bukti kekuasaan Tuhan, yaitu dua areal
perkebunan disebelah kanan dan kiri. “ Makanlah rezeki yang diberikan Tuhanmu
dan bersyukurlah kepadaNya. Citra negeri yang adil-makmur dan diridhoi Ilahi”.
(QS Saba 15).







Tetapi mereka melanggar hukum Tuhan, maka Kami kirimkan banjir bandang.
Dan Kami ganti kedua perkebunan itu dengan dua jenis tumbuhan yang berbuah
pahit (tidak produktif): pohon Atsl (semacam cemara) dan pohon Sidr (teratai).
(QS Saba 16).

Meski zaman telah berubah dan azab tidak lagi diturunkan secara instant seperti masa Nabi-nabi terdahulu, tak menutup kemungkinan tingkah laku alam kini berubah menjadi tidak
bersahabat dengan kita. Seperti fenomena global El Nino dan La Nina yang baru muncul tiga
puluhan tahun yang lalu, terjadi karena dampak teknologi, efek rumah kaca, emisi gas buang, CFC, penggundulan hutan, peperangan dengan mesiu dan senjata kimia. Diperparah lagi de-
ngan pengrusakan lingkungan oleh oknum-oknum elit dan berduit dibagian hulu, dan ketidak
disiplinan sebagian masyarakat mempersempit sungai lalu menyumbatnya dengan sampah-
sampah dibagian hilir. Begitupun ‘sumbangsih’ para pengembang menyulap lahan daerah re-
sapan menjadi padang golf, real estate dan hutan beton.
Semoga bencana yang datang beruntun ini membuat kita istighfar/mawas diri, bahwa hal
ini adalah kesalahan kolektif kita sebagai warga negara, bangsa, penghuni planit bumi dan u-
mat beragama untuk kembali pada proporsi sunnatullah – menjaga kelestarian lingkungan :
rahmatan lil `alamin.

Sesungguhnya Shalat menangkal pencemaran dan kejahatan. (QS Al Ankabut 45)
paman tat
paman tat
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 369
Kepercayaan : Islam
Location : hongkong
Join date : 05.07.13
Reputation : 15

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik