FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Sikap Final NU Atas Sistem Khilafah

Halaman 2 dari 2 Previous  1, 2

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Muslim-Zone Sikap Final NU Atas Sistem Khilafah

Post by dee-nee on Mon Nov 03, 2014 4:34 am

First topic message reminder :

http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,44-id,55481-lang,id-c,nasional-t,Sikap+Final+NU+Atas+Sistem+Khilafah-.phpx

Sikap Final NU Atas Sistem Khilafah

Jakarta, NU Online
Peserta Musyawarah Nasional Alim Ulama NU 2014 memandang Islam sebagai agama mewajibkan umatnya untuk membentuk sebuah pemerintahan dan mengangkat pemimpin yang menegakkan hukum agar tidak terjadi chaos (nashbul imamah). Namun, Islam tidak menunjuk satu bentuk negara dan sistem pemerintahan tertentu.

Berkaca pada khazanah sumber hukum dan sejarah Islam, agama Islam memberikan wewenang penuh kepada umatnya untuk mengatur dan merancang sistem pemerintahan sesuai kondisi zaman, tempat, dan kesiapan pranatanya.

“Bagi Islam, negara dan pemerintahan dianggap sah bukan karena bentuknya, tetapi substansinya. Dengan kata lain, Islam mengukur keabsahan bentuk sebuah negara sejauhmana negara secara konstitusional dan pemerintah sebagai penyelenggara negara melindungi dan menjamin warganya mengamalkan ajaran agamanya,” kata Rais Syuriyah PBNU KH Ishomuddin, pemimpin sidang komisi Diniyah yang membacakan hasil musyawarah sedikitnya 40 kiai NU yang datang dari setiap provinsi di Indonesia, Sabtu (1/11) malam.

Forum ini juga membahas hadits Rasulullah SAW yang menyebutkan khilafah. Mereka menyangsikan kualitas hadits tersebut. “Mengingat hadits ini diriwayatkan oleh Habib bin Salim, seorang rawi yang kredibiltasnya diragukan di kalangan ahli hadits,” kata Katib Aam PBNU Malik Madani.

Forum para kiai ini juga menegaskan, Islam melihat substansi negara dengan teritorialnya sebagai tempat yang kondusif bagi kemakmuran, kesejahteraan, dan keadilan bagi warganya. Mereka menggunakan ungkapan, Al-‘ibratu bil Jauhar la bil Mazhhar (Yang menjadi pegangan pokok adalah substansi, bukan simbol atau penampakan lahiriyah).

Khilafah itu memang fakta sejarah, pernah dipraktikkan di masa Al-Khulafa’ur Rasidyun yang sesuai dengan eranya di mana kehidupan manusia belum berada di bawah naungan negara bangsa (nation state).

“Pasalnya, perangkat pemerintahan dan kesiapan masyarakat saat era khilafah masih sederhana. Pada saat itu belum ada birokrasi yang tersusun rapi seperti sekarang, sehingga dibutuhkan orang dengan kemampuan lebih dalam pelbagai hal untuk menjadi khalifah. Sementara sekarang, kondisi masyarakat dan kesiapan pranata pemerintahan yang terus berkembang, menuntut bentuk pemerintahan yang berbeda lagi,” kata Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Mas’udi dalam forum.

Peserta musyawarah menegaskan, upaya memperjuangkan khilafah sebagai bentuk masyarakat ideal menjadi sebuah utopia. Dengan demikian, memperjuangkan tegaknya nilai-nilai substantif ajaran Islam seperti keadilan, kesejahteraan, dan kemakmuran dalam sebuah bentuk apapun negara, jauh lebih penting daripada memperjuangkan tegaknya simbol-simbol negara Islam yang bersifat partikular.

Untuk itu. Dalam konteks bentuk pemerintahan Indonesia, peserta musyawarah mendorong pemerintah dan mewajibkan umat Islam untuk menangkal setiap jalan dan upaya munculnya gerakan yang mengancam NKR
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down


Muslim-Zone Re: Sikap Final NU Atas Sistem Khilafah

Post by dee-nee on Fri Nov 21, 2014 5:47 pm

@isaku wrote:
@dee-nee wrote:
khilafah ala ISIS ?? MUI bilang ISIS tidak menjalankan sesuai Al Quran … tapi ISIS tidak bilang seperti itu …. Jadi mana yang harus saya pegang ?? (katakanlah begitu)

Saya harus berpegang pada MUI ?? … MUI ketika mereka sedang membahas apa ?? terkait FPI misalnya …. Ketika FPI berbuat kerusuhan MUI bilang “FPI memang bertindak anarkis tapi kata mereka (FPI) ada provokator, padahal apa yang dilakukan FPI sudah benar karena tujuannya amar ma'ruf nahi munkar”

MUI bilang begitu … sementara Imam besar Istiqlal Ali Musthafa Ya'qub bilang "ketika menjalankan amar ma'ruf nahi munkar, hendaknya FPI tidak menciptakan kemungkaran baru, dan sebaiknya FPI intropeksi" …. Jadi siapa yang harus saya pegang terkait tindakan anarkis FPI ?? (katakanlah begitu)
Pegang aja semua  piss   ..... (diluar isis maksudnya, karena g kenal isis belum berani komentar)

Maksud saya MUI, Pak Imam ataupun FPI, Insya Allah punya niat baik, cekidot

fpi wrote:Dari itu, kata Rieziq, para muslim harus berbagi tugas. Ada yang berdakwah dengan lembut, ada yang menyerukan kebaikan dan mencegah kemungkaran dengan tegas, dan ada yang berjihad dengan keras. "Silakan memilih sesuai dengan kemampuan kita. Tapi jangan saling menyalahkan karena tahapan yang kami lakukan berbeda," ujar Rizieq.

Rizieq mengatakan bahwa kapan saja FPI akan membubarkan diri jika pemerintah melarang semua kemaksiatan. Namun selama pemerintah mejadi tameng atas kemaksiatan, FPI akan tetap ada. "FPI akan tetap konsisten membela Tuhan," katanya.

Masing2 mereka memilih caranya sendiri2 untuk bermuamalah, saya pribadi memandang tidak perlu bagi muslim sengaja berseberangan dengan salah satu atau salah dua dari mereka.

Hmmmm .... maksud saya begini loh bung isaku .... bagaimana masing2 muslim saling berseberangan (yang bold) itu kan sudah terbuka kemana2

Jadi ... kalau dikaitkan antara khilafah (sesuai TS) menurut pandangan NU vs HTI (sesuai dengan diskusi kita sebelumnya) ... saya hanya ingin bilang bahwa karena acuan saya hanya Al Quran dan tidak termasuk hadist atau ijtima ulama >>> maka hadist atau ijtima ulama ini saya lihat dulu rujukan Al Qurannya ... (misalnya tentang hadist sholat ... ya kan ada perintah sholat dalam Al Quran)

Karena sebelumnya kita bahas tentang hadist khilafah ... bukan saya tidak percaya pada hadist tersebut (seperti NU yang tidak percaya) ... tapi saya perlu lihat rujukan Quran nya ... kalau ada bagaimana ... kalau ga ada bagaimana ... gitu maksud saya

Saya pun tetap lihat rujukan Qurannya dulu sebelum benar2 meyakini hadist tersebut (jadi tidak bisa langsung setuju juga dengan HTI)

>>> kan sebelumnya kita bicara tentang gegabah2an ini ... hihihihihi

sebetulnya saya hanya menjawab kritikan bung isaku yang ini

@isaku wrote:ok bisa diterima, tapi tidak dalam arti menolak khilafah, atau mendukung mati2an sistem yang belum tentu/tidak sepenuhnya dapat mengakomodir dinul Islam.

maksudnya ... seandainya saya menolak khilafah (ala ulama tertentu) bukan artinya saya bisa langsung disebut mendukung mati2an sistem yang tidak mengakomodir dinul Islam kan ...  

Karena pada akhirnya ... versi khilafah ala ulama mana yang harus saya pegang bila nyatanya masing2 ulama punya pendapatnya sendiri dan mereka mengklaim sudah sesuai Islam (Al Quran) ...

untuk menunjukkan beda pendapat masing2 ulama ... ya itu saya merujuk ISIS vs MUI vs Imam besar (walaupun ga ada hubungannya dengan khilafah)

kalau nyambung ke TS ...
misalnya terkait bentuk negara ini ....

HTI menolak NKRI ... maunya sistem khilafah murni
FPI maunya NKRI dengan undang2 syariah
NU dan Muhammadiyah bilang NKRI pancasila sudah benar bila dilihat dari keberagaman di Indonesia

Makanya waktu bung isaku menyebut : sistem yang tidak sepenuhnya dapat mengakomodir dinul Islam
Yang ada di kepala saya .... lalu apa artinya NU dan Muhammadiyah termasuk mereka2 yang mendukung sistem yang tidak mengakomodir dinul Islam ini ??

yang disebut "tidak sepenuhnya dapat mengakomodir dinul Islam" itu apa ?? contohnya apa ??

gitu2 lah ....

@isaku wrote:Yang diperlukan adalah ada satu orang atau kelompok yang memimpin mereka bahu membahu bersama membangun yang perlu dibangun dan memelihara apa yang perlu dipelihara. Pertanyaannya adakah yang mampu membuat FPI bubar sendiri? tentunya orang sakti ini harus mampu berdiri paling depan sebagai representasi dari FPI sekaligus representasi dari MUI, dalam waktu bersamaan juga representasi dari HTI, NU, Muhammadiyah dst.

bold : ya kita perlu itu .... tapi yang menjadi masalah adalah ... maunya pemimpin seperti apa ?? kan balik2nya jadi tergantung selera masing2 juga ... kalau yang beda2 ini aja udah ga sepakat ... mau siapapun pemimpinnya akan susah untuk melakukan underline kan

sisanya : hehehehehehe ... walaupun saya sih oke2 aja kalau FPI bubar ... tapi jujur saya sendiri juga ga masalah bila FPI tetap ada ... FPI bubar atau ga bubar ... image nya akan tetap 50-50 .... FPI bubar tidak akan jadi jelek dimata yang menilai baik ... FPI tidak bubar tidak akan jadi baik dimata yang menilai buruk .... tergantung pendapat masing2 saja kan akhirnya ... namanya juga image

Tapi thread ini ga bahas pembubaran FPI sebetulnya .... yang saya tulis diatas hanya untuk menunjukkan perbedaan pandangan antara MUI dan Imam Besar ... kalau MUI bilang FPI anarkis karena ada provokator jadi bukan kesalahan FPI ... Imam Besar bilang kalau FPI sampai anarkis judulnya tetap munkar  

Coba saya tanya bung isaku ... ketika FPI anarkis ... bung isaku lebih setuju kalimat siapa ?? MUI atau Imam Besar ??
>>> bukan untuk ngurusin pembubaran FPI ... tapi untuk menilai ulama mana yang menurut bung isaku berkata sesuai dengan Al Quran ... atau bisa disambung ke kalimat ungu diatas ??? bingung dong jadinya ??

piss  piss

@isaku wrote:
NKRI tidak sesuai system khilafah ?? lalu siapa yang bisa merumuskan negara ini menjadi sebuah system khilafah ?? parpol Islam ?? parpol Islam mana yang harus saya pegang ?? parpol Islam mana yang paling ngerti tentang system khilafah bagi bangsa ini ??

balik lagi ke pertanyaan awal “yang dimaksud system khilafah itu apa ??”  mengimplementasikannya gimana ?? caranya itu loh gimana ?? real-nya bukan teori-nya ….

Selama ini beberapa ulama (atau kelompok Islam) selalu bilang “khilafah khilafah … yang ini tidak islami, yang ini islami … yang ini tidak meletakkan Al Quran sebagai sumber hukum, yang ini sudah sesuai Al Quran” …. tapi diujung lagi2 ga jelas ketika ditanya yang bold ungu …. Ibaratnya seperti bicara soal kue tart yang super lezat tapi ga tau caranya masak

Dan akhirnya … akan menjadi masalah bila kemudian ada pandangan bahwa siapapun yang menolak perkataan ulama sama dengan menolak Islam atau sama dengan tidak membawa Al Quran sebagai sumber hukum

Rasulullah SAW harus berjibaku untuk membangun peradaban, mengapa berharap perubahan terjadi dalam sekejap. Mengapa pula amalan yang sedikit tapi terus menerus lebih utama dari bersedekah 5juta detik ini untuk puasa sedekah 5tahun kedepan. Setiap orang dinilai dari usahanya, hasil adalah urusan Yang Maha Kuasa. Nabi Nuh tidak berhasil menyadarkan seluruh umatnya, Nabi Musa masih hidup saja harus melihat umatnya menyembah sapi, Nabi Isa tidak pernah tahu apa yang terjadi dengan umatnya. Pada akhirnya tidak ada yang lebih berharga daripada sebuah usaha.

piss

itulah yang saya analogikan dengan koki dan kue tart diatas ....

Rasulullah SAW jelas adalah seorang manusia yang memahami betul2 setiap makna dan perintah dalam Al Quran
dan yang saya yakini 100% ... Nabi selalu mengajarkan akhlak dulu .... disebut membangun peradaban (kalimat anda yang underline) adalah dimulai dengan membangun akhlak dulu ... dan bukan membangun sistem baru akhlaknya yang dibereskan

Mungkin sepanjang saya di forum ini ... point saya sebetulnya cuma satu terkait khilafah ... akhlak dulu diberesin ... baru sistem itu bisa jalan ... artinya mau bicara khilafah ala HTI atau NU ... dua2nya sama aja dimata saya ... wong dua2nya blum terbukti bisa merubah akhlak umat jadi lebih beres kok ...

ini pendapat saya ya ... ga ada hubungannya dengan NU (seperti artikel TS)

segitu aja dulu deh ... hehehehehe
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Muslim-Zone Re: Sikap Final NU Atas Sistem Khilafah

Post by Dee_Nie on Fri Dec 12, 2014 4:11 am


MUI membela apa yang benar pada ISIS , namun dari sisi penjelasan alquran, dan rasululloh saw memang menyematkan makna akhlak pada setiap ajaran auwlloh yang dia terima sendiri.

Namun dalam penerapannya sering kali terkendala dengan peradaban yang sudah ada. Sehingga terjadilah pembantaian beberapa suku dan kelompok (genosida) yang menentang atau tidak memperdulikan perintah auwlloh dari rasululloh.


Mengenai proses pendudukan ISIS dgn memakai Sistem Khilafah, tentu saja harus ditanggapi oleh NU dengan serius. Karena ini berkaitan dgn peradaban bangsa Indonesia.

Dalam kemajuan teknologi tidak diperlukan pemahaman mendalam ttg semangat pemberontakan ISIS atau 100% apa yang di ajarkan rasululloh SAW akan menjurus kepada genosida suku.
avatar
Dee_Nie
KOPRAL
KOPRAL

Male
Age : 46
Posts : 24
Kepercayaan : Islam
Location : Jauh di mata dekat di FPI
Join date : 12.12.14
Reputation : 3

Kembali Ke Atas Go down

Muslim-Zone Re: Sikap Final NU Atas Sistem Khilafah

Post by syahalikumar on Fri Dec 12, 2014 9:35 pm

betol betol betol ... sephilah
avatar
syahalikumar
PRAJURIT
PRAJURIT

Female
Age : 29
Posts : 14
Kepercayaan : Islam
Location : wisata bengkalis
Join date : 12.12.14
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Muslim-Zone Re: Sikap Final NU Atas Sistem Khilafah

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 2 dari 2 Previous  1, 2

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik