FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Bagaimana Pandangan Sodara sekalian mengenai perlakuan kita yg Hidup terhadap yg sudah mati, seperti TAHLILAN 7 Hari, menghadiahkan aL-Fatihah, dan Amalan-Amalan ketika setelah Sholat Misal: Ingin mendapatkan Jodoh/memperoleh rezekiy/mendambakan anak shol

Halaman 3 dari 3 Previous  1, 2, 3

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Bagaimana Pandangan Sodara sekalian mengenai perlakuan kita yg Hidup terhadap yg sudah mati, seperti TAHLILAN 7 Hari, menghadiahkan aL-Fatihah, dan Amalan-Amalan ketika setelah Sholat Misal: Ingin mendapatkan Jodoh/memperoleh rezekiy/mendambakan anak shol

Post by Ichwanzein on Wed Oct 19, 2011 6:08 pm

First topic message reminder :

MOhon pencerahan nih Ichwan sekalian...
AlhamduLiLLah, Kehidupan ISLAM saya sangat indah dan baik saja sampe sekarang dan Insya aLLoh sampe maut nanti!
suatu ketika saya harus menghadapi beberapa teman saya yang mengkomentari soal perlakuan kita (muslim) terhadap orang yang sudah mati dan di kuburkan seperti Tahlilan, dimana seperti Ichwan semua tahu jika kita mengadakan majelis Tahlil untuk orang yang sudah meninggal bagaimananya mungkin sudah tidak perlu di paparkan. Tapi beberapa teman saya itu mengkomentari seolah mereka tidak suka/setuju/menganggap Tahlilan itu adalah cara yang benar dalam ajaran ISLAM sendiri. Padahal menurut saya itu sangat baik (saya tidak tahu alasannya secara hukum islam, tapi ini menurut saya Lho..)karena dalam mejelis itu kan jelas, kita sedang ber Tahlil-tahmid-tasbih dan segala macam pujian kepada alloh kita ucapkan di dalamnya. Setelah itupun di lanjutkan dengan pengiriman/penghadiahan aL-Fatihah kepada Junjungan KhotaminNabi Muhammad SAW di teruskan dengan pembacaan surrah Yaasiin dan pemanjatan doa yg di tujukan kepada si Almarhum/ah dan pemanjatan doa yg di tujukan kepada Hadirin sekalian di majelis. Apa itu menyalahi Hukum ? mohon dengan sangat pencerahannya...

Dan, ketika kita mengamalkan Dzikr seperti Lafadh Alloh/Sifat alloh/Adzikr lain yang memang secara saya belajar dengan seorang yg alim(mengetahui) di kabarkan mempunyai Faedah" tertentu seperti mendapatkan rezekiy, memantapkan posisi dalam pekerjaan, meluluhkan atasan (kasarnya mah, 'Nyupang' orang Islam ya lewat Adzikr).
atu jika kita mngharapkan jodoh soleh/solehah, anak soleh/solehah, mengharapkan kelancaran Usaha dan kesuksesan usaha dan semuanya dengan Dzikr itu...
Apakah itu nyrempet-nyrempet hukum dalam arti negativ ?
Monggo Ichwan yang mengetahuinya dan yang memounyai Opini Maknyus!!
avatar
Ichwanzein
SERSAN DUA
SERSAN DUA

Male
Posts : 77
Location : Cilincingston
Join date : 06.10.11
Reputation : 4

Kembali Ke Atas Go down


Re: Bagaimana Pandangan Sodara sekalian mengenai perlakuan kita yg Hidup terhadap yg sudah mati, seperti TAHLILAN 7 Hari, menghadiahkan aL-Fatihah, dan Amalan-Amalan ketika setelah Sholat Misal: Ingin mendapatkan Jodoh/memperoleh rezekiy/mendambakan anak shol

Post by sun-moon on Wed Nov 02, 2011 12:06 am

thulabul ilmi wrote:
sun-moon wrote:misal, bagi mereka yang bersikukuh (atau cenderung bobot terbesarnya) di kiri, maka akan ada konsekwensi potensi minus, misalnya:
- di cap 'garis keras'
- kurang manusiawi karena mengurangi makna 'menghibur', 'mengenang' dll
- sosialisasi kemasyarakatan terasa kurang 'hangat' dll
((ini misalnya))
saya lebih senang dianggap seperti ini, karna rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabat, tabi'in, tabiut tabi'in pun tidak pernah melakukan tahlilan besek :)
jika berusaha mengikuti cara hidup nabiku dicap kebanyakan manusia sebagai garis keras, maka saya pun siap dicap juga sebagi seorang garis keras :3:
karna tidak ada yang lebih baik dijadikan panutan selain mereka(generasi salafushaleh), merekalah generasi terbaik umat ini...

sun-moon wrote:pun demikian bagi mereka yang bersikukuh (atau cenderung bobot terbesarnya) di kanan, maka akan ada konsekwensi potensi minus (misalnya juga):
- menjadi 'menganiaya diri sendiri' karena jadi 'terpaksa' sebab harus mengikuti 'tradisi/adat kebiasaan' sementara persyaratan untuk penyelenggaraan tidak se ideal yang direncanakan..
- kurang manusiawi karena selain atas 'terpaksa', juga melanggar 'kebaikan' lain yang harusnya dijaga (contoh: kasus anak yatim yang dibahas tadi).
- muncul penyakit2 hati lainnya, misal: boros (penyelenggara), riya (peserta atau penyelenggara), kebiasaan pamrih utk 'amplop' & 'bingkisan' (peserta), dll...
ketimbang ngikutin ini, kelihatan lebih banyak mudharatnya, :3:
akan tetapi saya tetap toleran terhadap mereka yang masih mau berpegang teguh melakukan hal ini :)
sesungguhnya islam itu mudah :)
:3: :D :) :surban:
avatar
sun-moon
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 191
Kepercayaan : Islam
Location : West Java
Join date : 15.08.11
Reputation : 4

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bagaimana Pandangan Sodara sekalian mengenai perlakuan kita yg Hidup terhadap yg sudah mati, seperti TAHLILAN 7 Hari, menghadiahkan aL-Fatihah, dan Amalan-Amalan ketika setelah Sholat Misal: Ingin mendapatkan Jodoh/memperoleh rezekiy/mendambakan anak shol

Post by sun-moon on Wed Nov 02, 2011 12:08 am

BAKUL KOPI wrote:
BAKUL KOPI wrote:
hamba tuhan wrote:wah asik dong abu dapet amplop putih.... oya, berbagi pengalaman ya.... kalo kami diaceh setiap ada kematian pasti banyak yg melakukan tahlilan istilah kami samadiyah, justru yg hadir mau tahlilan membawa/memberi shadaqah kpd keluarga yg dilanda musibah.... bahkan melebihi shadaqah(makanan/minuman) dr pihak keluarga kematian, biasanya selesai acara tsb 7 hari... keluarga yg dilanda musibah bisa mendadak jadi kaya dr shadaqah2 tamu yg hadir dalam tahlilan tsb..... :D :D
kalo di kampung ane,tetangga biasanya ngasih beras,gula,(sembako,uang dsb) kpd kluarga yg tertimpa musibah. ane sih kaga brani nanya,ntu maksudnya gimana,,,,apa emang ntu sembako n duit buat masak2 n ntar dikirimin balik ke tetangga lg atau hny utk sodaqoh atau santunan atas rasa turut berduka cita saja. yg jelas ane kaga sreg kalo tahlilan pake bikin acara makan bersama,malah kalo 7hari,40hari pake bawa bontotan (makan ditempat n dibawa pulang) apalagi kalo 100hari n 1000hari buset pake bikin buku yasin,selipin amplop,bahkan ada hadiah sarung/peci yg malah seakan menjadi bursa persaingan antar tetangga...! lebih parah lagi kalo masakannya ga enak / jajannya murahan / amplopnya cuman isi seribu... bisa langsung tenar tuh yg punya hajat....
nah loh....!

ketawa guling ketawa guling ketawa guling

tambahan :
lebih ironis lagi,dan ini nyata (pernah terjadi di kampung saya,walo cuman secara lisan)
Jika seseorang / kluarga yg seharusnya mengadakan tahlilan namun entah dikarenakan suatu halangan / kendala yg menjadikan keluarga tsb tidak mengadakan acara tahlilan akan banyak celoteh2 yg kurang sedap utk didengar dari tetangga yg mengetahui bahwasanya mereka seharusnya mengadakan tahlilan..... yg pernah saya dengar sendiri yaitu ucapan sbb :
"Yen rumongso ora duwe tonggo yo kono Mati budhal dewe" (kalo merasa ga pny tetangga ya sana,Mati Berangkat sendiri)
Nauzubillah minzalik :(

:3: :D :) :surban:
avatar
sun-moon
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 191
Kepercayaan : Islam
Location : West Java
Join date : 15.08.11
Reputation : 4

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bagaimana Pandangan Sodara sekalian mengenai perlakuan kita yg Hidup terhadap yg sudah mati, seperti TAHLILAN 7 Hari, menghadiahkan aL-Fatihah, dan Amalan-Amalan ketika setelah Sholat Misal: Ingin mendapatkan Jodoh/memperoleh rezekiy/mendambakan anak shol

Post by forever_muslim on Wed Nov 02, 2011 1:28 am

HT wrote:
Nah gtu pertanyaannya bro FM biar jelas.....

Bro FM : , yg saya tanyakan hukum jamuan pada tahlilan itu sebenarnya apa, makruh, mubah atau sunnah ???
Jawab : Hukum dasar jamuan pada tahlilan itu MUBAH, selanjutnya tergantung maksud dan tujuan serta niatnya...
nah itu dia, ketika anda katakan hukum jamuan tahlilan ini boleh2 saja ( mubah ) tanpa ada manfaat apapun tapi ternyata selanjutnya tergantung niatnya, jika diniatkan shodaqoh maka jadinya bisa berubah menjadi mandub/sunnah, bukan begitu bro HT ??? kalo memang iya berarti mubah disini menjadi wasilah (perantara) bagi perkara wajib atau menjadi wasilah (perantara) bagi perkara haram, maka hal tersebut mempunyai hukum sesuai dengan perkara yang diwasilahkannya, akan tetapi tetap perlu diingat hal tsb tidak mengeluarkannya dari hukum mubah secara asal.... dan perlu juga kita ingat jika mubah dijadikan wasilah seperti itu maka selanjutnya merujuk pada hukum wadhiyyah bukan sekedar hukum taklifiyyah sehingga nanti bisa kita lihat apakah perkara tersebut menjadi shahih atau malah fasid... contoh seperti jamuan makan pada tahlilan tsb adalah mubah lalu karena diniatkan menjadi shodaqoh maka menjadi mandub/sunnah namun dilihat lagi perkara shodaqoh ini dari hukum wadhiyyah yaitu dari berupa tanda-tanda terhadap ditetapkannya, atau diabaikannya, atau terlaksananya, atau batalnya (suatu amalan) sesuai yg telah ditetapkan oleh syariat.... shodaqoh itu niatnya yaitu utk membantu orang2 yg membutuhkan atau fakir miskin dan anak2 yatimpiatu, dan yg paling penting adalah ikhlas tanpa pamrih apapun, nah dalam tahlilan kenapa niat shodaqohnya harus ditentukan waktu2nya yaitu hari ketiga, ketujuh, 40 hari dan 100 hari??? kemudian jamuan "shodaqoh" ini dihidangkan pada saat setelah yasinan dan do'a sehingga seolah-olah jamuan ini seperti tanda terimakasih dari tuan rumah atas pamrih dari pembacaan yasin dan doa tsb... nah shodaqoh seperti ini dikhuatirkan amalan shodaqohnya menjadi fasid ( batal ) berdasarkan hukum wadhiyyah tsb....

Tanggapan : emang seh saya hanya hamba tuhan yg bodoh pantes aja copas2 artikel dan pelajari kitab2 para ulama serta liat hadits2 tulisan ulama2... lain dong dibandingkan bro FM langsung berpedoman kpd Alquran.... moga aja bro FM langsung dapat ilham dr Allah SWT. amin..... Tanya : emang analogi diatas itu copasan dr artikel mn ya????
wah anda salah memahami maksud saya, ketika kita sudah sama2 tahu dan pastinya sudah sama2 mempelajari dan membaca berbagai artikel dari para ulama baik yg mendukung ataupun menolak perkata tahlilan ini makanya saya katakan tidak perlu copas artikel lagi agar tidak berpanjang-panjang... rujukan pasti saja kita sangat perlukan apalagi rujukan dari pendapat para ulama yg tentu saja ilmunya jauh2 lebih tinggi dari kita-kita ini, namun karena sebelumnya kita sudah sama2 mempelajarinya maka akan lebih baik kita to the point saja dari perspektif pandangan kita masing2... lagian saya paling males merespon artikel yg tentunya dgn artikel lagi dan hal ini bukan saja saya katakan dgn anda bro HT, dgn mang odoy diwarung sebelah juga saya katakan demikian jadi mohon maaf jika anda tersinggung karena saya tidak bermaksud demikian...

Bukan itu mslahnya bro FM... tp saya gak setuju dgn klaim bro FM mengeluarkan hukum kewajiban keluarga yg tertimpa musibah yg harus menyediakan jamuan..... keberanian bro FM mengeluarkan hukum wajib loh!!!
yg ini juga anda salah memahaminya, mosok hal-hal yg bukan perkara syariat saya hukumi dgn wajib... oklah biar gak salah memahaminya saya ralat tulisan saya dari kata kewajiban menjadi keharusan, nah gimana bro HT, puasss puasss ( tukul mode on he he he )

Jawab : keluarga tertimpa musibah dan dibantu oleh tetangga serta masyarakat....
akan lebih baik tetangga2 yg menyediakan jamuan sehingga tidak membebani keluarga yg tertimpa musibah sesuai dengan hadist
اِصْنَعُوْا ِلآلِ جَعْفَرَ طَعَامًا فَقَدْ أَتَاهُمْ مَا يُشْغِلُهُمْ
" Buatkanlah makanan bagi keluarga Ja’far karena telah datang kepada mereka hal yang menyibukkannya.” (Hadits shahih riwayat Imam Syafi’i, Ahmad, Abu Dawud, Tirmnidzi dan Ibnu Majah)., tapi adakah hal seperti ini??? mungkin ada tapi mayoritasnya lebih kepada keluarga yg tertimpa musibah yg mengeluarkan duit utk jamuan tsb....

Masak gada dasar hukumnya???? Dasar hukumnya ya mubah.. selanjutnya tergantung maksud dan tujuan serta niat….. masak bersedaqah tdk berfaedah bro FM…. Adakah dalil bersedaqah tdk membawa faedah????
baca tulisan saya yg sebelumnya diatas.....

Maaf, saya gak merasa paling pinter bro FM…. Jadi bro FM msh bingung dgn keterangan mendetail sampe urusan logisitik jamuan dengan cara cateringpun harus dijelaskan juga hukumnya hanya utk urusan penyediaan jamuan pada tahlilan ya???? Gasah bingung2 bro FM... setiap perkara dan hal harus jelas hukumnya... makanya dijelaskan sedetail2nya...
sebenarnya tak perlulah sampe urusan cateringpun dibuat dalil hukumnya kan sudah jelas hukum asal dari sesuatu perbuatan yg tidak ada dalil pelarangannya dan perintahnya yaitu boleh2 saja alias mubah, hanyakan ada masalah juga dalam tahlilan ini dimana para ulama sebagian besar menyatakan bid'ah mungkar atau bid'ah haditsah (diadakan secara baru) yang dibenci, apakah bro HT yang sangat suka mempelajari kitab2 para ulama mengabaikan begitu saja pendapat para ulama2 seperti Imam Syafi’i, Imam An Nawawi, Al Imam Ahmad, Syaikh Ahmad Zaini Dahlan Mufti Syafiiyyah di Makkah, Ahmad Ibnu Hajar, Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jaza’iri, dan banyak lagi...???

Itu tergantung sudut pandangnya gmn….. kalo menurut saya yg bodoh ini gada batasan dlm hal shadaqah, tergantung kemampuan dan keihklasan... makanya disini tergantung niatnya, apakah mengandung unsur riya atau ikhlas..... hanya Allah yg tau...

“Setiap amalan tergantung pada niatnya” dalam hal ini amalan bershadaqah.........
begini bro HT misalkan anda ingin mengadakan tahlilan 100 hari dengan dana 5 juta, lalu saya sarankan kepada anda lebih baik uang tersebut disedekahkan kepada tetangga2 yg fakir yg membutuhkan pertolongan anda atau kepada yayasan panti asuhan, apakah anda ikhlas membatalkan niat anda utk sedekah jamuan tahlilan dan hanya bertahlil dengan jamuan aqua gelas saja kemudian mengikuti saran saya ???
avatar
forever_muslim
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Posts : 181
Join date : 07.10.11
Reputation : 10

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bagaimana Pandangan Sodara sekalian mengenai perlakuan kita yg Hidup terhadap yg sudah mati, seperti TAHLILAN 7 Hari, menghadiahkan aL-Fatihah, dan Amalan-Amalan ketika setelah Sholat Misal: Ingin mendapatkan Jodoh/memperoleh rezekiy/mendambakan anak shol

Post by hamba tuhan on Wed Nov 02, 2011 1:37 am

forever_muslim wrote:
HT wrote:
Nah gtu pertanyaannya bro FM biar jelas.....

Bro FM : , yg saya tanyakan hukum jamuan pada tahlilan itu sebenarnya apa, makruh, mubah atau sunnah ???
Jawab : Hukum dasar jamuan pada tahlilan itu MUBAH, selanjutnya tergantung maksud dan tujuan serta niatnya...
nah itu dia, ketika anda katakan hukum jamuan tahlilan ini boleh2 saja ( mubah ) tanpa ada manfaat apapun tapi ternyata selanjutnya tergantung niatnya, jika diniatkan shodaqoh maka jadinya bisa berubah menjadi mandub/sunnah, bukan begitu bro HT ??? kalo memang iya berarti mubah disini menjadi wasilah (perantara) bagi perkara wajib atau menjadi wasilah (perantara) bagi perkara haram, maka hal tersebut mempunyai hukum sesuai dengan perkara yang diwasilahkannya, akan tetapi tetap perlu diingat hal tsb tidak mengeluarkannya dari hukum mubah secara asal.... dan perlu juga kita ingat jika mubah dijadikan wasilah seperti itu maka selanjutnya merujuk pada hukum wadhiyyah bukan sekedar hukum taklifiyyah sehingga nanti bisa kita lihat apakah perkara tersebut menjadi shahih atau malah fasid... contoh seperti jamuan makan pada tahlilan tsb adalah mubah lalu karena diniatkan menjadi shodaqoh maka menjadi mandub/sunnah namun dilihat lagi perkara shodaqoh ini dari hukum wadhiyyah yaitu dari berupa tanda-tanda terhadap ditetapkannya, atau diabaikannya, atau terlaksananya, atau batalnya (suatu amalan) sesuai yg telah ditetapkan oleh syariat.... shodaqoh itu niatnya yaitu utk membantu orang2 yg membutuhkan atau fakir miskin dan anak2 yatimpiatu, dan yg paling penting adalah ikhlas tanpa pamrih apapun, nah dalam tahlilan kenapa niat shodaqohnya harus ditentukan waktu2nya yaitu hari ketiga, ketujuh, 40 hari dan 100 hari??? kemudian jamuan "shodaqoh" ini dihidangkan pada saat setelah yasinan dan do'a sehingga seolah-olah jamuan ini seperti tanda terimakasih dari tuan rumah atas pamrih dari pembacaan yasin dan doa tsb... nah shodaqoh seperti ini dikhuatirkan amalan shodaqohnya menjadi fasid ( batal ) berdasarkan hukum wadhiyyah tsb....

Tanggapan : emang seh saya hanya hamba tuhan yg bodoh pantes aja copas2 artikel dan pelajari kitab2 para ulama serta liat hadits2 tulisan ulama2... lain dong dibandingkan bro FM langsung berpedoman kpd Alquran.... moga aja bro FM langsung dapat ilham dr Allah SWT. amin..... Tanya : emang analogi diatas itu copasan dr artikel mn ya????
wah anda salah memahami maksud saya, ketika kita sudah sama2 tahu dan pastinya sudah sama2 mempelajari dan membaca berbagai artikel dari para ulama baik yg mendukung ataupun menolak perkata tahlilan ini makanya saya katakan tidak perlu copas artikel lagi agar tidak berpanjang-panjang... rujukan pasti saja kita sangat perlukan apalagi rujukan dari pendapat para ulama yg tentu saja ilmunya jauh2 lebih tinggi dari kita-kita ini, namun karena sebelumnya kita sudah sama2 mempelajarinya maka akan lebih baik kita to the point saja dari perspektif pandangan kita masing2... lagian saya paling males merespon artikel yg tentunya dgn artikel lagi dan hal ini bukan saja saya katakan dgn anda bro HT, dgn mang odoy diwarung sebelah juga saya katakan demikian jadi mohon maaf jika anda tersinggung karena saya tidak bermaksud demikian...

Bukan itu mslahnya bro FM... tp saya gak setuju dgn klaim bro FM mengeluarkan hukum kewajiban keluarga yg tertimpa musibah yg harus menyediakan jamuan..... keberanian bro FM mengeluarkan hukum wajib loh!!!
yg ini juga anda salah memahaminya, mosok hal-hal yg bukan perkara syariat saya hukumi dgn wajib... oklah biar gak salah memahaminya saya ralat tulisan saya dari kata kewajiban menjadi keharusan, nah gimana bro HT, puasss puasss ( tukul mode on he he he )

Jawab : keluarga tertimpa musibah dan dibantu oleh tetangga serta masyarakat....
akan lebih baik tetangga2 yg menyediakan jamuan sehingga tidak membebani keluarga yg tertimpa musibah sesuai dengan hadist
اِصْنَعُوْا ِلآلِ جَعْفَرَ طَعَامًا فَقَدْ أَتَاهُمْ مَا يُشْغِلُهُمْ
" Buatkanlah makanan bagi keluarga Ja’far karena telah datang kepada mereka hal yang menyibukkannya.” (Hadits shahih riwayat Imam Syafi’i, Ahmad, Abu Dawud, Tirmnidzi dan Ibnu Majah)., tapi adakah hal seperti ini??? mungkin ada tapi mayoritasnya lebih kepada keluarga yg tertimpa musibah yg mengeluarkan duit utk jamuan tsb....

Masak gada dasar hukumnya???? Dasar hukumnya ya mubah.. selanjutnya tergantung maksud dan tujuan serta niat….. masak bersedaqah tdk berfaedah bro FM…. Adakah dalil bersedaqah tdk membawa faedah????
baca tulisan saya yg sebelumnya diatas.....

Maaf, saya gak merasa paling pinter bro FM…. Jadi bro FM msh bingung dgn keterangan mendetail sampe urusan logisitik jamuan dengan cara cateringpun harus dijelaskan juga hukumnya hanya utk urusan penyediaan jamuan pada tahlilan ya???? Gasah bingung2 bro FM... setiap perkara dan hal harus jelas hukumnya... makanya dijelaskan sedetail2nya...
sebenarnya tak perlulah sampe urusan cateringpun dibuat dalil hukumnya kan sudah jelas hukum asal dari sesuatu perbuatan yg tidak ada dalil pelarangannya dan perintahnya yaitu boleh2 saja alias mubah, hanyakan ada masalah juga dalam tahlilan ini dimana para ulama sebagian besar menyatakan bid'ah mungkar atau bid'ah haditsah (diadakan secara baru) yang dibenci, apakah bro HT yang sangat suka mempelajari kitab2 para ulama mengabaikan begitu saja pendapat para ulama2 seperti Imam Syafi’i, Imam An Nawawi, Al Imam Ahmad, Syaikh Ahmad Zaini Dahlan Mufti Syafiiyyah di Makkah, Ahmad Ibnu Hajar, Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jaza’iri, dan banyak lagi...???

Itu tergantung sudut pandangnya gmn….. kalo menurut saya yg bodoh ini gada batasan dlm hal shadaqah, tergantung kemampuan dan keihklasan... makanya disini tergantung niatnya, apakah mengandung unsur riya atau ikhlas..... hanya Allah yg tau...

“Setiap amalan tergantung pada niatnya” dalam hal ini amalan bershadaqah.........
begini bro HT misalkan anda ingin mengadakan tahlilan 100 hari dengan dana 5 juta, lalu saya sarankan kepada anda lebih baik uang tersebut disedekahkan kepada tetangga2 yg fakir yg membutuhkan pertolongan anda atau kepada yayasan panti asuhan, apakah anda ikhlas membatalkan niat anda utk sedekah jamuan tahlilan dan hanya bertahlil dengan jamuan aqua gelas saja kemudian mengikuti saran saya ???

besok saya tanggapin lg ya saudaraku bro FM.... mata dah gak mendukung neh!!! baru nyampe dr keluar kota...... :surban: :surban: :surban:
avatar
hamba tuhan
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 1666
Kepercayaan : Islam
Location : Aceh - Pekanbaru
Join date : 07.10.11
Reputation : 17

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bagaimana Pandangan Sodara sekalian mengenai perlakuan kita yg Hidup terhadap yg sudah mati, seperti TAHLILAN 7 Hari, menghadiahkan aL-Fatihah, dan Amalan-Amalan ketika setelah Sholat Misal: Ingin mendapatkan Jodoh/memperoleh rezekiy/mendambakan anak shol

Post by forever_muslim on Wed Nov 02, 2011 1:54 am

pak satpam wrote:
tambahan :
lebih ironis lagi,dan ini nyata (pernah terjadi di kampung saya,walo cuman secara lisan)
Jika seseorang / kluarga yg seharusnya mengadakan tahlilan namun entah dikarenakan suatu halangan / kendala yg menjadikan keluarga tsb tidak mengadakan acara tahlilan akan banyak celoteh2 yg kurang sedap utk didengar dari tetangga yg mengetahui bahwasanya mereka seharusnya mengadakan tahlilan..... yg pernah saya dengar sendiri yaitu ucapan sbb :
"Yen rumongso ora duwe tonggo yo kono Mati budhal dewe" (kalo merasa ga pny tetangga ya sana,Mati Berangkat sendiri)
Nauzubillah minzalik
yup, saya sendiri mengalaminya, cibiran dan BB ( bisik-bisik ) tetangga terasa gimana gitu dikeluarga saya bahkan dari imam mesjid saya sampe menasehati saya agar menghargai tradisi yg sudah turun temurun ini dan ketika saya tanyakan manakah yg lebih penting mengikuti syariat atau tradisi??? dan sang imampun pulang tanpa pesan ........... dan yg paling parah ketika saya membuang semua benda2 aneh seperti gunting, kemenyan bahkan Al-Qur'an yg diletakkan dibawah dan diatas kepala mayit salah satu saudara saya, saya malah di BB tetangga sebagai seorang yg gak tahu agama... Nauzubillah min zalik... sudah demikian meresapkan tradisi di masyarakat kita ??? Al-Qur'an itu utk dibaca bukan utk diletakkan diatas kepala mayit dan kemenyan serta gunting untuk apa lagi gunanya :scratch:

saya akhiri urun pendapat saya utk masalah tahlilan ini dengan harapan :

-> pembacaan Al-Qur'an, seperti al Fatihah, Yasin atau yang lainnya kepada si mayit hendaklah dilakukan ikhlas karena Allah, tanpa meminta bayaran dan pamrih apapun.... Insya Allah amalan yg dikerjakan dengan ikhlas diridhoi oleh-Nya....
-> penyediaan makanan dan minuman bagi para penta'ziyah atau para hadirin haruslah disiapkan oleh para tetangga atau keluarga jauh dari si mayit tanpa membebankan keluarga dekat si mayit sesuai dengan hadist yg saya sampaikan sebelumnya dan dalam penyediaan ini juga harus dihindari kemubadziran dalam penyediaannya....
-> adapun berkumpulnya masyarakat di rumah keluarga si mayit bisa dikategorikan kedalam bentuk ta'ziyah namun akan lebih baik ta'ziyah dengan acara tahlilan tidak dilakukan terlalu sering karena akan menambah kesedihan mereka, cukup dilakukan satu kali saja.... bertahlil tidak mesti terpaku dengan hari-hari tertentu yang selama ini terjadi di masyarakat serta harus menghindari hal-hal yang dilarang oleh agama.....

buat TS apakah setuju ataupun tidak, saya cukupkan sekian urun rembuk saya....

avatar
forever_muslim
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Posts : 181
Join date : 07.10.11
Reputation : 10

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bagaimana Pandangan Sodara sekalian mengenai perlakuan kita yg Hidup terhadap yg sudah mati, seperti TAHLILAN 7 Hari, menghadiahkan aL-Fatihah, dan Amalan-Amalan ketika setelah Sholat Misal: Ingin mendapatkan Jodoh/memperoleh rezekiy/mendambakan anak shol

Post by BAKUL KOPI on Wed Nov 02, 2011 3:00 am

forever_muslim wrote:dan yg paling parah ketika saya membuang semua benda2 aneh seperti gunting, kemenyan bahkan Al-Qur'an yg diletakkan dibawah dan diatas kepala mayit salah satu saudara saya, saya malah di BB tetangga sebagai seorang yg gak tahu agama... Nauzubillah min zalik... sudah demikian meresapkan tradisi di masyarakat kita ??? Al-Qur'an itu utk dibaca bukan utk diletakkan diatas kepala mayit dan kemenyan serta gunting untuk apa lagi gunanya :scratch:
:lkj: :lkj:
menurut terawangan serta merujuk (me-refer) pada primbon ramalan joyoboyo.....
kemenyan : digunakan sebagai pengganti obat nyamuk kalo2 di dlm kubur banyak nyamuk (mayat nyamuk) ketawa guling ketawa guling
Gunting : digunakan utk memotong tali pocong, kalo2 pak mudin lupa lepas tali nya ketawa guling ketawa guling
Al Quran : ditaruh ditaruh dibawah kepala gunanya sebagai bantal.. :nono: :nono: parah2.....
ampun dagh..... :lul: :lul:
Afwan
avatar
BAKUL KOPI
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Age : 28
Posts : 757
Location : warkop
Join date : 07.10.11
Reputation : 3

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bagaimana Pandangan Sodara sekalian mengenai perlakuan kita yg Hidup terhadap yg sudah mati, seperti TAHLILAN 7 Hari, menghadiahkan aL-Fatihah, dan Amalan-Amalan ketika setelah Sholat Misal: Ingin mendapatkan Jodoh/memperoleh rezekiy/mendambakan anak shol

Post by sarang tawon on Sun Jan 22, 2012 3:43 pm

TAHLILAN....... :3: :3: :3: cinta 7 malam oh BID'AHNYA......

AL QUR'AN BUKAN UNTUK ORANG YANG SUDAH MATI....memakan sajian di tahlilan sama dengan memakan harta ANAK YATIM panas
avatar
sarang tawon
REGISTERED MEMBER
REGISTERED MEMBER

Male
Posts : 3
Location : Tanah Abang
Join date : 22.01.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bagaimana Pandangan Sodara sekalian mengenai perlakuan kita yg Hidup terhadap yg sudah mati, seperti TAHLILAN 7 Hari, menghadiahkan aL-Fatihah, dan Amalan-Amalan ketika setelah Sholat Misal: Ingin mendapatkan Jodoh/memperoleh rezekiy/mendambakan anak shol

Post by sarang tawon on Sun Jan 22, 2012 3:52 pm

forever_muslim wrote:
yup, saya sendiri mengalaminya, cibiran dan BB ( bisik-bisik ) tetangga terasa gimana gitu dikeluarga saya bahkan dari imam mesjid saya sampe menasehati saya agar menghargai tradisi yg sudah turun temurun ini dan ketika saya tanyakan manakah yg lebih penting mengikuti syariat atau tradisi??? dan sang imampun pulang tanpa pesan ........... dan yg paling parah ketika saya membuang semua benda2 aneh seperti gunting, kemenyan bahkan Al-Qur'an yg diletakkan dibawah dan diatas kepala mayit salah satu saudara saya, saya malah di BB tetangga sebagai seorang yg gak tahu agama... Nauzubillah min zalik... sudah demikian meresapkan tradisi di masyarakat kita ??? Al-Qur'an itu utk dibaca bukan utk diletakkan diatas kepala mayit dan kemenyan serta gunting untuk apa lagi gunanya :scratch:

saya akhiri urun pendapat saya utk masalah tahlilan ini dengan harapan :

-> pembacaan Al-Qur'an, seperti al Fatihah, Yasin atau yang lainnya kepada si mayit hendaklah dilakukan ikhlas karena Allah, tanpa meminta bayaran dan pamrih apapun.... Insya Allah amalan yg dikerjakan dengan ikhlas diridhoi oleh-Nya....
-> penyediaan makanan dan minuman bagi para penta'ziyah atau para hadirin haruslah disiapkan oleh para tetangga atau keluarga jauh dari si mayit tanpa membebankan keluarga dekat si mayit sesuai dengan hadist yg saya sampaikan sebelumnya dan dalam penyediaan ini juga harus dihindari kemubadziran dalam penyediaannya....
-> adapun berkumpulnya masyarakat di rumah keluarga si mayit bisa dikategorikan kedalam bentuk ta'ziyah namun akan lebih baik ta'ziyah dengan acara tahlilan tidak dilakukan terlalu sering karena akan menambah kesedihan mereka, cukup dilakukan satu kali saja.... bertahlil tidak mesti terpaku dengan hari-hari tertentu yang selama ini terjadi di masyarakat serta harus menghindari hal-hal yang dilarang oleh agama.....

buat TS apakah setuju ataupun tidak, saya cukupkan sekian urun rembuk saya....


ngupil ngupil ngupil ngupil ngupil

nice akhi...pertahankan prinsip itu.... juang
avatar
sarang tawon
REGISTERED MEMBER
REGISTERED MEMBER

Male
Posts : 3
Location : Tanah Abang
Join date : 22.01.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bagaimana Pandangan Sodara sekalian mengenai perlakuan kita yg Hidup terhadap yg sudah mati, seperti TAHLILAN 7 Hari, menghadiahkan aL-Fatihah, dan Amalan-Amalan ketika setelah Sholat Misal: Ingin mendapatkan Jodoh/memperoleh rezekiy/mendambakan anak shol

Post by thulabul ilmi on Sun Jan 22, 2012 4:35 pm

mengerjakan yang tidak disyariatkan lebih disukai mereka daripada mengerjakan yang sunnah, subhanallah... ehmm
avatar
thulabul ilmi
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 122
Kepercayaan : Islam
Location : bumi Allah
Join date : 29.10.11
Reputation : 2

http://muslim.or.id/

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bagaimana Pandangan Sodara sekalian mengenai perlakuan kita yg Hidup terhadap yg sudah mati, seperti TAHLILAN 7 Hari, menghadiahkan aL-Fatihah, dan Amalan-Amalan ketika setelah Sholat Misal: Ingin mendapatkan Jodoh/memperoleh rezekiy/mendambakan anak shol

Post by malkisidek on Thu Jan 26, 2012 10:29 pm

sarang tawon wrote:TAHLILAN....... :3: :3: :3: cinta 7 malam oh BID'AHNYA......

AL QUR'AN BUKAN UNTUK ORANG YANG SUDAH MATI....memakan sajian di tahlilan sama dengan memakan harta ANAK YATIM panas
sepengetahuan saya, yg namanya tetangga itu juga tahu posisi keluarga almarhumah.
klo memang anak yatim, apalagi yatim piatu pastinya banyak tetangga yg dgn ikhlas meringankan bebannya.

kebetulan blom lama ibu saya meninggal dunia, saya pribadi sebagi anak sangat berterima kasih kepada tetangga2 saya. bagaimana mereka mempersiapkan mulai liang lahat, tenda didepan rumah, tikar kursi dan lain2.
sementara anggota keluarga saya hanya mendapat tugas yg berhubungan dgn keluarga/saudara (menhubungi dll)

mulai sajian makanan di makam dan lain2 kebutuhan makam sudah ditanggung oleh kas kampung (meskipun secara kemampuan keluarga saya mampu menanggungnya)
mulai siang itu tetangga berdatangan dan menyelipkan amplop kedalam kotak yg disediakan oleh kampung (bukan oleh keluarga) utk keluarga almarhum..

saat malam hari banyak tetangga bahkan yg jauh, juga teman2 kami (dr keluarga) berdatangan dgn niat mengikuti tahlil(an). dan mereka datang bukan krn di undang, tetapi dgn keikhlasan sendiri.
kami sebagai keluarga sangat berterimakasih akan hal ini, terlepas ada beberapa yg hanya duduk diam. mereka bagi keluarga kami tidak kalah terhormatnya.
krn menunjukkan bahwa mereka juga ikut merasakan kesusahan yg menimpa keluarga kami.

kami sebagai keluarga hanya menyediakan air teh, dan snak 2 macam, dan rokok kretek yg ditaruh di gelas. meskipun sedikit, tetapi semua yg datang saya yakin tidak akan menilai dr minuman dan snak + rokok kretek murah yg kami sediakan.
krn saya juga melakukan hal yg sama ketika ada tetangga yg meninggal. saya datang bukan utk makanan atau rokok. tetapi utk bisa ikut berbelasungkawa, juga ikut mendoakan.

nah kalaulah pokok masalahnya ada di MAKANAN, apalagi dgn EMBEL EMBEL makanan anak yatim-piatu.
hanya orang bodoh yg mengharapkan makanan dr anak yatim-piatu.

setahu saya juga yg berlaku dilingkungan saya, kas kampung RT dan RW siap di ambil utk membiayai jika keluarga adalah orang tidak mampu. (meskipun nantinya akan ada saweran dr orang2 tertentu yg lebih mampu utk menggantinya)

dulu bertahun2 yg lalu memang iya di kampung saya tahlil(an) berlangsung hingga 7 hari, dan diakhiri dgn makanan dlm piring. tetapi dgn menimbang hal2 yg telah disebutkan rekan2 diatas, maka kini telah dirubah dgn maksud agar tidak memberatkan keluarga almarhum.

saya masih ingat ketika saya kecil dulu,
saya dan kakak2 saya selalu menunggu makanan yg akan dibawa pulang bapak saya dr acara tahlil(an). dan menu favoritnya adalah TELOR REBUS 1/4 potong.
dulu ketika ibu saya menggoreng 1 butir telor ayam dlm wajan (penggorengan) yg diputar hingga lebar tetapi tipis, lalu dibagi 6 bagian utk anak2nya. (jgn mimpi 1 anak bisa makan 1 telor utuh)
makanan yg dibawa dr tahlil(an) tersebut sangat2 bernilai.

tetapi saat sekarang dikampung saya sudah tidak seperti itu. sudah tidak ada anak2 yg menunggu2 bapaknya pulang dr thlil(an) krn menunggu bungkusan.
jd menurut saya tahlil(an) bukan sesat. krn terbukti banyak manfaatnya.

jikalau ada keluarga miskin/kurang mampu apalagi yatim...bukankah kesempatan bagi orang2 disekelilingnya utk berbuat lebih baik lagi???
nah drpd berkoar2 bilang kasihan kepada keluarga almarhum, kenapa tidak menyingsingkan lengan utk meringankannya???

satu peristiwa DUKA bagi seseorang mungkin bisa jadi KESEMPATAN BERBUAT BAIK utk seseorang yg lain.

bagaimana anda bisa menuduh bahwa banyak orang yg datang ke acara tahlil(an) diukur dr sajian makanan yg disajikan keluarga almarhum???
kecuali pengalaman pribadi anda sendiri???
anda mengukur orang lain dgn ukuran anda bukan??? (pengalaman pribadi andakan :mon2: )

APAKAH ANDA DATANG KE ACARA TAHLIL(an) DGN NIAT CARI MAKANAN???
silahkan jawab sendiri.
kalau ya jawaban anda, maka acara tahlil(an) adalah sesat buat anda.
kalau tidak jawaban anda, maka acara tahlil(an) bukanlah sesat.


malkisidek
SERSAN DUA
SERSAN DUA

Male
Posts : 76
Join date : 22.01.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bagaimana Pandangan Sodara sekalian mengenai perlakuan kita yg Hidup terhadap yg sudah mati, seperti TAHLILAN 7 Hari, menghadiahkan aL-Fatihah, dan Amalan-Amalan ketika setelah Sholat Misal: Ingin mendapatkan Jodoh/memperoleh rezekiy/mendambakan anak shol

Post by Jagona on Sun Feb 05, 2012 9:23 am

abu hanan wrote:suatu tradisi yang diserap darih kebudayaan/ajaran hindu.
namun kitah mesti memandang positif dari sisih ;
1.silahturahim-mengenal tetangga terlebih di perkotaan/komplek perumahan
2.majelis dzikir
3.menghibur yg ditimpa musibah (meskih darih sisih lain adalah nikmat tersendirih...yap,jikah si almarhaum udah terlalu payah menyanggah sakit dan keluargah uda tak adah biaya utk berobat).Dalam hal ini,kematian adalah solusih terbaik darih Allah.

Wan Abu, ini teh alasan-alasan yang biasanya dikemukakan para kyai maupun ustad malahan ulama juga untuk membenarkan atau membolehkan upacara kematian semacam tahlilan yang jelas-jelas melanggar QS.53;39 dan QS.36;54.

Uwa kan sudah bilang di atas bahwa ini tradisi hindu, kalau kita juga ikut-ikutan melaksanakannya kita jadi termasuk golongan mereka ...... Iyaaaaa kan ?
Mendingan di cut aja, tidak boleh melaksanakan tahlilan.

nice info nice info nice info

Jagona
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 70
Posts : 4039
Kepercayaan : Islam
Location : Banten
Join date : 08.01.12
Reputation : 18

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bagaimana Pandangan Sodara sekalian mengenai perlakuan kita yg Hidup terhadap yg sudah mati, seperti TAHLILAN 7 Hari, menghadiahkan aL-Fatihah, dan Amalan-Amalan ketika setelah Sholat Misal: Ingin mendapatkan Jodoh/memperoleh rezekiy/mendambakan anak shol

Post by thulabul ilmi on Sat May 05, 2012 11:33 pm

@malkisedek

lucunya, kalau soal syariat masih ada yang menilai baik buruknya untuk dilakukan hanya berdasar pengalaman pribadi... lucunya... :masa sih
islam dibangun diatas dalil-dalil Al Qur'an dan As Sunnah yang shahih, bukan dengan pengalaman pribadi, dan penilaian baik buruk sendiri-sendiri...
bukankah kita tahu kalau sesuatu yang kita sukai belum tentu baik untuk kita?
dan bukankah kita tahu kalau sesuatu yang kita benci belum tentu buruk untuk kita?
Allah dan rasul-Nya yang lebih mengetahui, maka ittiba'lah.... binar
avatar
thulabul ilmi
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 122
Kepercayaan : Islam
Location : bumi Allah
Join date : 29.10.11
Reputation : 2

http://muslim.or.id/

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bagaimana Pandangan Sodara sekalian mengenai perlakuan kita yg Hidup terhadap yg sudah mati, seperti TAHLILAN 7 Hari, menghadiahkan aL-Fatihah, dan Amalan-Amalan ketika setelah Sholat Misal: Ingin mendapatkan Jodoh/memperoleh rezekiy/mendambakan anak shol

Post by abu hanan on Sat May 05, 2012 11:53 pm

Jagona wrote:
abu hanan wrote:suatu tradisi yang diserap darih kebudayaan/ajaran hindu.
namun kitah mesti memandang positif dari sisih ;
1.silahturahim-mengenal tetangga terlebih di perkotaan/komplek perumahan
2.majelis dzikir
3.menghibur yg ditimpa musibah (meskih darih sisih lain adalah nikmat tersendirih...yap,jikah si almarhaum udah terlalu payah menyanggah sakit dan keluargah uda tak adah biaya utk berobat).Dalam hal ini,kematian adalah solusih terbaik darih Allah.

Wan Abu, ini teh alasan-alasan yang biasanya dikemukakan para kyai maupun ustad malahan ulama juga untuk membenarkan atau membolehkan upacara kematian semacam tahlilan yang jelas-jelas melanggar QS.53;39 dan QS.36;54.

Uwa kan sudah bilang di atas bahwa ini tradisi hindu, kalau kita juga ikut-ikutan melaksanakannya kita jadi termasuk golongan mereka ...... Iyaaaaa kan ?
Mendingan di cut aja, tidak boleh melaksanakan tahlilan.

nice info nice info nice info
kan sayah uda bilang...tahlil emang gak ada tuntunan di syari' tetapi ada kaidah fiqh yg "kebiasaan yg ada selama dipandang baik adalah baik utk dijalankan".sayah gak bakal lebih hebat dari sunan ampel ataupun sunan giri tetapi sayah mencoba utk memahami filosofi beliau2 berdasarkan keadaan yg beliau hadapai di masa itu....kamsutnyah,kalow anda tinggal dikampung org yg bermadzhab tahlil yah ikut aja...kalow anda tinggal di jepang yah gak usa susah2 bikin acara tahlil....jika anda tinggal di kawasan non tahlil yah gak usa paksa org2 ikut bertahlil...
fondasi dasar islam adalah 'menjadikan yg mudah suatu perkara dan jangan persulit".





PERATURAN DAN PANDUAN UMUM | FAQ | ADA MASALAH..?? l PENGADUAN
Like dan Follow !
facebook.com/laskarislamcom
@LaskarIslamcom
untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bagaimana Pandangan Sodara sekalian mengenai perlakuan kita yg Hidup terhadap yg sudah mati, seperti TAHLILAN 7 Hari, menghadiahkan aL-Fatihah, dan Amalan-Amalan ketika setelah Sholat Misal: Ingin mendapatkan Jodoh/memperoleh rezekiy/mendambakan anak shol

Post by thulabul ilmi on Sun May 06, 2012 12:16 am

@om abu

tidak ada kewajiban mengikuti kesalahan-kesalahan orang terdahulu dan orang-orang sekitar jika kita sudah tahu itu salah, tidak karna dia seorang yang memperjuangkan islam dan berjasa besar dalam penyebar luasan islam maka sampai jika dia jatuh kedalam kesalahan pun tetap kita ikuti...
kalau itu yang kita lakukan dan semua orang melakukan itu, lalu siapa yang akan menasihati mereka?
kewajiban kita adalah mengikuti perintah Allah dan rasul-Nya...
nasihati sedikit demi sedikit, bukan malah ikut-ikutan melestarikannya...
benar memang islam itu mudah, maka tidak perlu mempersulit diri dengan ritual-ritual yang tidak pernah disyariatkan...
avatar
thulabul ilmi
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 122
Kepercayaan : Islam
Location : bumi Allah
Join date : 29.10.11
Reputation : 2

http://muslim.or.id/

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bagaimana Pandangan Sodara sekalian mengenai perlakuan kita yg Hidup terhadap yg sudah mati, seperti TAHLILAN 7 Hari, menghadiahkan aL-Fatihah, dan Amalan-Amalan ketika setelah Sholat Misal: Ingin mendapatkan Jodoh/memperoleh rezekiy/mendambakan anak shol

Post by abu hanan on Sun May 06, 2012 1:03 am

thulabul ilmi wrote:@om abu

tidak ada kewajiban mengikuti kesalahan-kesalahan orang terdahulu dan orang-orang sekitar jika kita sudah tahu itu salah, tidak karna dia seorang yang memperjuangkan islam dan berjasa besar dalam penyebar luasan islam maka sampai jika dia jatuh kedalam kesalahan pun tetap kita ikuti...
sayah tidak menganggap salah dan tidak maerasa berhak menilai sikap-keputusan para pendahulu kita dalam mengawali dakwah.apakah karena suatu perbuatan tidak memperoleh tempat berdasarkan syar'i maka perbuatan tsb harus dijauhi?

thulabul ilmi wrote:kalau itu yang kita lakukan dan semua orang melakukan itu, lalu siapa yang akan menasihati mereka?
kewajiban kita adalah mengikuti perintah Allah dan rasul-Nya...
betul..allah dan rasul berada diatas segalanya.allah dan rasul pun memerintahkan muslim untuk tidak menyakiti hati saudaranya.kemudian allah dan rasulNya pun mendiamkan beberapa perkara.

thulabul ilmi wrote:nasihati sedikit demi sedikit, bukan malah ikut-ikutan melestarikannya...
benar memang islam itu mudah, maka tidak perlu mempersulit diri dengan ritual-ritual yang tidak pernah disyariatkan...
masalah mempersulit diri utk mengadakan tahlil uda sayah post diatas...dan sayah pikir istighosah pun tak pernah diajarkan rasul allah saw.


PERATURAN DAN PANDUAN UMUM | FAQ | ADA MASALAH..?? l PENGADUAN
Like dan Follow !
facebook.com/laskarislamcom
@LaskarIslamcom
untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bagaimana Pandangan Sodara sekalian mengenai perlakuan kita yg Hidup terhadap yg sudah mati, seperti TAHLILAN 7 Hari, menghadiahkan aL-Fatihah, dan Amalan-Amalan ketika setelah Sholat Misal: Ingin mendapatkan Jodoh/memperoleh rezekiy/mendambakan anak shol

Post by Guest on Wed Dec 03, 2014 1:41 pm

Ichwanzein wrote:MOhon pencerahan nih Ichwan sekalian...
AlhamduLiLLah, Kehidupan ISLAM saya sangat indah dan baik saja sampe sekarang dan Insya aLLoh sampe maut nanti!
suatu ketika saya harus menghadapi beberapa teman saya yang mengkomentari soal perlakuan kita (muslim) terhadap orang yang sudah mati dan di kuburkan seperti Tahlilan, dimana seperti Ichwan semua tahu jika kita mengadakan majelis Tahlil untuk orang yang sudah meninggal bagaimananya mungkin sudah tidak perlu di paparkan. Tapi beberapa teman saya itu mengkomentari seolah mereka tidak suka/setuju/menganggap Tahlilan itu adalah cara yang benar dalam ajaran ISLAM sendiri. Padahal menurut saya itu sangat baik (saya tidak tahu alasannya secara hukum islam, tapi ini menurut saya Lho..)karena dalam mejelis itu kan jelas, kita sedang ber Tahlil-tahmid-tasbih dan segala macam pujian kepada alloh kita ucapkan di dalamnya. Setelah itupun di lanjutkan dengan pengiriman/penghadiahan aL-Fatihah kepada Junjungan KhotaminNabi Muhammad SAW di teruskan dengan pembacaan surrah Yaasiin dan pemanjatan doa yg di tujukan kepada si Almarhum/ah dan pemanjatan doa yg di tujukan kepada Hadirin sekalian di majelis. Apa itu menyalahi Hukum ? mohon dengan sangat pencerahannya...

Dan, ketika kita mengamalkan Dzikr seperti Lafadh Alloh/Sifat alloh/Adzikr lain yang memang secara saya belajar dengan seorang yg alim(mengetahui) di kabarkan mempunyai Faedah" tertentu seperti mendapatkan rezekiy, memantapkan posisi dalam pekerjaan, meluluhkan atasan (kasarnya mah, 'Nyupang' orang Islam ya lewat Adzikr).
atu jika kita mngharapkan jodoh soleh/solehah, anak soleh/solehah, mengharapkan kelancaran Usaha dan kesuksesan usaha dan semuanya dengan Dzikr itu...
Apakah itu nyrempet-nyrempet hukum dalam arti negativ ?
Monggo Ichwan yang mengetahuinya dan yang memounyai Opini Maknyus!!
bold 1 : menurut saya kehidupan islam memiliki banyak : pribadi sekular, paham utk -genosida adat, deislamisasi dan fanatisme.
bold 2 : tentu saja pemanjatan do'a ditujukan pada Allah,saat mendo'akan yang masih hidup , agar dengan rasa ikhlas merelakan kepergian dari mendiang bersangkutan.

Guest
Tamu


Kembali Ke Atas Go down

Re: Bagaimana Pandangan Sodara sekalian mengenai perlakuan kita yg Hidup terhadap yg sudah mati, seperti TAHLILAN 7 Hari, menghadiahkan aL-Fatihah, dan Amalan-Amalan ketika setelah Sholat Misal: Ingin mendapatkan Jodoh/memperoleh rezekiy/mendambakan anak shol

Post by a6u hanan on Fri Dec 12, 2014 6:27 am

BRUAKAKakkkakak....

masa begitu jiahhh.kakkakakkk


seepz

a6u hanan
PRAJURIT
PRAJURIT

Male
Age : 15
Posts : 13
Kepercayaan : Islam
Location : Arsy Allah SWT, tepatnya di Syurga bersama Muhammad SAW
Join date : 12.12.14
Reputation : 1

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bagaimana Pandangan Sodara sekalian mengenai perlakuan kita yg Hidup terhadap yg sudah mati, seperti TAHLILAN 7 Hari, menghadiahkan aL-Fatihah, dan Amalan-Amalan ketika setelah Sholat Misal: Ingin mendapatkan Jodoh/memperoleh rezekiy/mendambakan anak shol

Post by Mutiaraa on Tue May 12, 2015 1:57 am

semua itu kembali pada NAWAITU nya
avatar
Mutiaraa
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Female
Posts : 1383
Kepercayaan : Islam
Location : DKI
Join date : 20.01.14
Reputation : 29

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bagaimana Pandangan Sodara sekalian mengenai perlakuan kita yg Hidup terhadap yg sudah mati, seperti TAHLILAN 7 Hari, menghadiahkan aL-Fatihah, dan Amalan-Amalan ketika setelah Sholat Misal: Ingin mendapatkan Jodoh/memperoleh rezekiy/mendambakan anak shol

Post by Mutiaraa on Tue May 12, 2015 1:57 am

semua itu kembali pada NAWAITU nya
avatar
Mutiaraa
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Female
Posts : 1383
Kepercayaan : Islam
Location : DKI
Join date : 20.01.14
Reputation : 29

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bagaimana Pandangan Sodara sekalian mengenai perlakuan kita yg Hidup terhadap yg sudah mati, seperti TAHLILAN 7 Hari, menghadiahkan aL-Fatihah, dan Amalan-Amalan ketika setelah Sholat Misal: Ingin mendapatkan Jodoh/memperoleh rezekiy/mendambakan anak shol

Post by njlajahweb on Thu Aug 31, 2017 1:45 pm

maaf kalau nggak salah ini Surat Alfatekah

Qs 1
1  Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
2  Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
3  Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
4  Yang menguasai di Hari Pembalasan.
5  Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.
6  Tunjukilah kami jalan yang lurus,
7  (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.


Terakhir diubah oleh njlajahweb tanggal Thu Aug 31, 2017 1:48 pm, total 1 kali diubah
avatar
njlajahweb
MAYOR
MAYOR

Female
Posts : 5431
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 114

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bagaimana Pandangan Sodara sekalian mengenai perlakuan kita yg Hidup terhadap yg sudah mati, seperti TAHLILAN 7 Hari, menghadiahkan aL-Fatihah, dan Amalan-Amalan ketika setelah Sholat Misal: Ingin mendapatkan Jodoh/memperoleh rezekiy/mendambakan anak shol

Post by njlajahweb on Thu Aug 31, 2017 1:47 pm

(saat membaca Alfatekah ataupun Yasin)tujuan hati memohon pertolongan pada AllohSWT, tapi bukan memohon pertolongan pada jenazah.
avatar
njlajahweb
MAYOR
MAYOR

Female
Posts : 5431
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 114

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bagaimana Pandangan Sodara sekalian mengenai perlakuan kita yg Hidup terhadap yg sudah mati, seperti TAHLILAN 7 Hari, menghadiahkan aL-Fatihah, dan Amalan-Amalan ketika setelah Sholat Misal: Ingin mendapatkan Jodoh/memperoleh rezekiy/mendambakan anak shol

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 3 dari 3 Previous  1, 2, 3

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik