FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

An Najm,Allah menampakkan wujud-Nya kepada Rasulullah saw

Halaman 2 dari 6 Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

An Najm,Allah menampakkan wujud-Nya kepada Rasulullah saw

Post by abu hanan on Tue Feb 18, 2014 11:56 pm

First topic message reminder :

berawal dari sonoh..
http://www.laskarislam.com/t6550p275-isra-miraj-sebuah-hayalan-muhammad#127027

@Kedunghalang wrote:


Di dalam dunia kasysyaf, wujud Jibril as dan Allah Subhaana wa Ta'ala sangat mungkin dapat dilihat oleh Nabi Muhammad saw, karena mata yang digunakan Rasulullah pun adalah mata hati ruhani (fuaad), bukan kasat mata. Hadits menyatakan bahwa Rasulullah saw melihat (dengan mata hati ruhani/fuaad) Jibril as, dan Al Qur'an (An-Najm) menyatakan bahwa Allah Subhaana wa Ta'ala menampakkan wujud-Nya kepada Rasulullah saw yang melihat-Nya dengan mata hati ruhani/fuaad.

Tetapi, saya kira hanya grammar/nahwu & shorof saja tidak akan cukup menafsirkan dunia kasysyaf.


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down


Re: An Najm,Allah menampakkan wujud-Nya kepada Rasulullah saw

Post by crescent-star on Thu Feb 20, 2014 1:10 am

kenapa menjadi loyo begini bung kedung ??? .... apa yang yang saya pertanyakan di atas adalah KONSEKUENSI dari cara bung menterjemahkan surah an najm tsb.
jika bung menterjemahkan surah an najm model sesat spt itu, ya pastilah akan mentok dengan tes-tes di atas.
kalau keukeuh bahwa itu Allah yg menampakkan diri pada Nabi Muhammad ..ya harus bisa menjelaskan apa iya Allah datang seperti superman dari atas turun ke bawah sampah berjarak 2 ujung busur ???

ini yang saya sebut NGACO dgn EFEK DOMINO, sekali anda ngaco maka akan terlihat ngaco seterusnya.
avatar
crescent-star
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 403
Kepercayaan : Islam
Location : jabar
Join date : 29.01.14
Reputation : 5

Kembali Ke Atas Go down

Re: An Najm,Allah menampakkan wujud-Nya kepada Rasulullah saw

Post by putramentari on Thu Feb 20, 2014 3:06 am

@Kedunghalang wrote:
@putramentari wrote:
@Kedunghalang wrote:
@putramentari wrote:
mohon kalo menafsirkan ayat Al Qur'an harap menggunakan tafsir dan Asbabun Nuzul jadi tidak terkesan debat kusir awas 

Tidak semua ayat Al Qur'an harus ditafsirkan dengan Asbabun Nuzul, karena beberapa ayat suci Al Qur'an itu saling menafsirkan satu sama lain, jadi prioritasnya adalah menafsirkan ayat suci Al Qur'an dengan ayat lain dalam Al Qur'an. Kemudian, tafsir oleh Nabi Muhammad saw dalam Kitab Tafsir para perawi hadits, terus Asbabun Nuzul, terus pendapat para sahabat ra dan para ulama shalafushalihin, kemudian menggunakan nahwu shorof dan kamus Bahasa Arab. Boleh juga melihat tafsir-tafsir karya Ibnu Katsir, Jalalain dlsb.

yups, itu mulai pinter.

tapi tak satupun umat islam yang berpegang pada TAFSIR IMAM MAHDI basi basi basi 

Tafsir Imam Mahdi as pada hakekatnya berdasarkan Al Qur'an dan Hadits atau wahyu dari Allah yang beliau as terima. Banyak umat Islam yang berpegang kepada Tafsir Imam Mahdi, ya terutama mereka yang sudah beriman kepada Imam Mahdi as. Tetapi, banyak juga Non-Ahmadiyah yang menanyakan tentang ayat-ayat tertentu Al Qur'an  yang ditafsirkan oleh Imam Mahdi as. Ini adalah fakta yang mungkin membuat anda cemburu. Tetapi, NYATA.

nah ini satu bukti pernyataan anda yang sesat dan menyesatkan, yaitu anda berkata :

wahyu dari Allah yang beliau as terima

padahal jelas Nabi Muhammad berkata wahyu tidak akan turun lagi, apalagi kepada HMGA
 basi 
avatar
putramentari
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 36
Posts : 4870
Kepercayaan : Islam
Location : Pekanbaru
Join date : 04.03.12
Reputation : 116

Kembali Ke Atas Go down

Re: An Najm,Allah menampakkan wujud-Nya kepada Rasulullah saw

Post by Kedunghalang on Thu Feb 20, 2014 7:22 am

@putramentari wrote:
nah ini satu bukti pernyataan anda yang sesat dan menyesatkan, yaitu anda berkata :

wahyu dari Allah yang beliau as terima

padahal jelas Nabi Muhammad berkata wahyu tidak akan turun lagi, apalagi kepada HMGA
 basi 

Mana haditsnya yang menyatakan dengan jelas Nabi Muhammad berkata wahyu tidak akan turun lagi?
Apakah Allah Al Mutakallim menjadi bisu, dan Jibril as jadi nganggur?


Terakhir diubah oleh Kedunghalang tanggal Thu Feb 20, 2014 4:38 pm, total 1 kali diubah

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: An Najm,Allah menampakkan wujud-Nya kepada Rasulullah saw

Post by Kedunghalang on Thu Feb 20, 2014 7:31 am

@crescent-star wrote:kenapa menjadi loyo begini bung kedung ??? .... apa yang yang saya pertanyakan di atas adalah KONSEKUENSI dari cara bung menterjemahkan surah an najm tsb.
jika bung menterjemahkan surah an najm model sesat spt itu, ya pastilah akan mentok dengan tes-tes di atas.
kalau keukeuh bahwa itu Allah yg menampakkan diri pada Nabi Muhammad ..ya harus bisa menjelaskan apa iya Allah datang seperti superman dari atas turun ke bawah sampah berjarak 2 ujung busur ???

ini yang saya sebut NGACO dgn EFEK DOMINO, sekali anda ngaco maka akan terlihat ngaco seterusnya.

Ya, jika anda seorang muslim yang baik, sebaiknya mengunakan bahasa yang sopan terhadap Allah Yang Maha Suci dan Nabi Suci Muhammad Rasulullah saw. Jika anda boleh menuduh terjemahan saya sesat, maka saya juga boleh menuduh, justru, terjemahan anda yang sesat. Kemudian, forum ini tidak akan menghasilkan apa-apa, kecuali hanya menjadi ajang saling menuduh sesat, padahal hanya Dia, Tuhan (Allah Yang Maha Mengetahui) Yang Lebih Mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya (Al Qalam 68:7/8).

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: An Najm,Allah menampakkan wujud-Nya kepada Rasulullah saw

Post by Kedunghalang on Thu Feb 20, 2014 4:41 pm

@abu hanan wrote:wokeh pak kedung..
silahkeun anda beri satu ayat yang menjadi pijakan "allah menampakkan WUJUD"..

Mari kita bahas terjemahan & tafsir ayat-ayat berikut ini, wan Abu:

Dan, Dia mewahyukan kalam-Nya  ketika ia berada di atas ufuk tertinggi, (An-Najm 53:7/8)

Rasulullah saw telah mencapai batas tertinggi dalam Mi'raj beliau saw, ketika Tuhan menampakkan wujud-Nya kepada beliau dengan kebenaran dan keangungan yang sempurna. Atau, ayat ini dapat berarti, bahwa cahaya Islam ditempatkan pada suatu tempat yang amat tinggi dan dari tempat itu dapat menyinari seluruh dunia. Kata ganti huwa dapat menunjuk kepada Tuhan dan kepada Rasulullah saw. Lihat juga ayat An-Najm 53:9/10.


Kemudian ia, Rasulullah, mendekati Allah, lalu Dia, Allah, kian dekat kepadanya, (An-Najm 53:8/9)

Dalla al-dalwa berarti ia menurunkan ember ke dalam perigi, ia menarik ember ke atas atau keluar dari perigi, Tadalla berarti, ia atau sesuatu itu merendah atau menurun; ia menghampiri atau mendekati atau kian dekat (Arabic-English Lexicon oleh E.W; Lane). Ayat ini berarti, bahwa Rasulullah saw mendekati Tuhan dan Tuhan condong kepada beliau saw. Ayat itu dapat juga berarti, bahwa Rasulullah saw mencapai kedekatan yang sedekat-dekatnya kepada Tuhan, dan setelah minum dengan sepuas-puasnya dari sumber mata air ilmu-keruhanian Ilahi, beliau saw turun kembali dan memberikan ilmu kepada segenap umat manusia.


Maka jadilah ia, seakan-akan, seutas tali dari dua buah busur atau lebih dekat lagi. (An-Najm 53:9/10)

Qaab berarti,
(1) bagian busur antara bagian yang dipegang oleh tangan dan ujungnya yang berlengkungan:
(2) dari satu busur ke ujung busur yang lain;
(3) ukuran atau ruang. Orang Arab berkata, Bainahumaa qaaba qausaini, yakni di antara mereka berdua adalah seukuran busur, yang berarti, bahwa perhubungan di antara mereka sangat akrab.

Peribahasa Arab yang mengatakan, ramaunaa ‘an qausin waahidin, yakni, mereka memanah kamu dari satu busur, yakni, bahwa mereka seia-sekata melawan kami. Oleh karena itu, kata itu menyatakan kesepakatan sepenuhnya (Lane , Lisan, dan Zamakhsyari). Apa pun kandungan arti kata qaab itu, ungkapan qaaba qausaini menyatakan perhubungan yang sangat dekat antara dua orang. Ayat ini bermaksud bahwa Rasulullah saw terus menaiki jenjang-jenjang ketinggian Mi'raj dan menhampiri Tuhan sehingga jarak antara keduanya hilang  sirna dan Rasulullah saw seolah-olah menjadi ”seutas tali dari dua busur”. Peribahasa ini mengingatkan kita kepada suatu kebiasaan orang-orang Arab kuno. Menurut Kebiasaan itu, bila dua orang mengikat janji persahabatan yang kokoh kuat mereka biasa menyatu-padukan busur-busur mereka dengan cara demikian, sehingga busur-busur itu nampak seperti satu dan kemudian mereka melepaskan anak panah dari busur yang telah dipadukan itu; dengan demikian mereka menyatakan bahwa mereka itu seakan-akan telah menjadi satu wujud, dan bahwa suatu serangan terhadap yang seorang akan berarti serangan terhadap yang lainnya juga. Bila kata tadalla diangap mengenai Tuhan, maka ayat ini akan berarti, bahwa Rasulullah saw naik menuju Tuhan, dan Tuhan turun kepada beliau saw, sehingga kedua-duanya seolah-olah telah menyatu menjadi satu wujud. Ungkapan ini mengandung pula arti lain yang sangat indah dan halus, yaitu, bahwa sementara di satu pihak Rasulullah saw menjadi seolah terbenam dalam Tuhan serta Pencipta-nya, sehingga beliau saw seakan-akan menjadi bayangan Tuhan sendiri, maka di pihak lain, beliau saw turun kembali kepada umat manusia dan menjadi begitu penuh cinta dan dengan rasa kasih serta merasa prihatin akan mereka, sehingga sifat ke-Tuhan-an dan sifat kemanusiaan menjadi terpadu dalam diri beliau saw, dan beliau saw menjadi titik-pusat tali kedua busur ketuhanan dan kemanusiaan. Kata-kata “atau lebih dekat lagi” mengandung arti bahwa perhubungan antara Rasulullah saw dan Tuhan menjadi kian dekat dan kian mesra lebih daripada yang dapat dibayangkan pikiran.

Ayat-ayat 7/8 sampai ke 17/18 menggambarkan Mi'raj Rasulullah saw. ketika beliau secara ruhani dibawa ke langit dan dianugerahi pemandangan – suatu penjelmaan – ruhani Tuhan, dan secara ruhani, beliau naik sampai dekat sekali kepada khalik-nya. pada hakikatnya, Mi'raj merupakan dua pengalaman ruhani; kenaikan ruhani Rasulullah saw dan turunnya tajalli (penampakan kebesaran) Tuhan kepada beliau. Dalam pikiran umum, Mi'raj telah dicampur-baurkan dengan Israa’ (perjalanan ruhani Rasulullah saw pada waktu malam ke Yerusalem), padahal masing-masing berlainan dan terpisah waktu terjadinya. Israa': terjadi pada tahun ke-11 atau ke-12 tahun Nabawi (Zurqani), padahal Rasulullah saw. telah lebih dahulu Mi'raj pada tahun ke-5 Nabawi, tidak lama sesudah hijrah pertama ke Abessinia, enam atau tujuh tahun sebelum terjadi Israa’. Penelaahan secara seksama dan teliti mengenai rincian kedua peristiwa itu, sebagaimana disebut-sebut di dalam hadits, juga mendukung pendapat ini. Untuk keterangan agak terinci tentang kedua peristiwa – Mi'raj dan Israa’ – itu merupakan kejadian yang terpisah dan berbeda satu sama lain.


Kemudian Dia mewahyukan kepada hamba-Nya apa yang telah Dia wahyukan. (An-Najm 53:10/11)

Maa kadang-kadang dipergunakan untuk menyatakan kehormatan, keherananm atau untuk memberikan tekanan arti (Aqrab). Ayat ini mengandung arti bahwa Tuhan menurunkan wahtu kepada hamba-Nya, dan alangkah bagus lagi hebatnya wahyu itu!


Hati Rasulullah tidak berdusta apa yang dia lihat, (An-Najm 53:11/12)

Apa yang telah dilihat oleh Rasulullah saw dengan mata hati ruhani (fuaad) beliau saw adalah pengalaman hakiki; pengalaman itu kebenaran sejati dan bukan tipuan khayalan beliau saw belaka.


Maka, apakah kamu membantah tentang apa yang telah dia lihat? (An-Najm 53:12/13)


Dan, sesungguhnya, dia melihat-Nya kedua kali, (An-Najm 53:13/14)

Kasysyaf Rasulullah saw itu suatu pengalaman ruhani berganda.


Dekat pohon Sidrah tertinggi, (An-Najm 53:14/15)

Pada waktu Mi'raj, Rasulullah saw telah mencapai martabat qurb Ilahi (kedekatan kepada Allah) demikian tinggi, sehingga sungguh berada di luar jangkauan otak manusia untuk memahaminya; atau ayat ini dapat berarti bahwa pada martabat itu terbentang di hadapan beliau saw, samudera luas tanpa tepi – samudera makrifat Ilahi dan hakikat-hakikat serta kebenaran-kebenaran abadi; sadir yang diambil dari akar kata yang sama, berarti bahwa makrifat Ilahi, yang dilimpahkan kepada Rasulullah saw akan seperti halnya pohon Sidrah, memberikan kesenangan dan naungan kepada para musafir ruhani yang merasa kakinya letih dan payah. Lebih-lebih karena daun pohon Sidrah memiliki khasiat mengawetkan mayat dari proses pembusukan, ayat ini dapat berarti, bahwa ajaran yang diwahyukan kepada Rasulullah saw tidak hanya kebal terhadap bahaya kerusakan, melainkan juga baik sekali guna menolong dan memelihara umat manusia terhadap kerusakan. Atau, ayat ini mengandung khabar gaib yang mengisyaratkan kepada sebatang pohon, yang di bawah pohon itu para sahabat Rasulullah saw mengikat janji setia kepada beliau saw pada peristiwa Perjanjian Hudaibiyah.


Yang didekatnya ada surga, tempat tinggal. (An-Najm 53:15/16)


Ketika pohon Sidrah ditutupi oleh sesuatu yang menutupi, (An-Najm 53:16/17)

Kata-kata “yang menutupi,” maknanya ialah, penjelmaan Ilahi.


Penglihatannya tidak menyimpang dan tidak pula melantur. (An-Najm 53:17/18)


Terakhir diubah oleh Kedunghalang tanggal Thu Feb 27, 2014 7:19 am, total 1 kali diubah

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: An Najm,Allah menampakkan wujud-Nya kepada Rasulullah saw

Post by crescent-star on Thu Feb 20, 2014 9:17 pm

sopan sopanan tidak bisa dijadikan alasan bagi bung untuk menghindar dari pertanyaan "Bagaimana bisa Allah berlagak seperti superman turun dari ketinggian dan mendekat dalam tahapan ordinat" bagaimana penjelasannya ? karena ini ASING di pemahaman kaum muslimin. ini lebih kepada gaya theologis Kristen.
avatar
crescent-star
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 403
Kepercayaan : Islam
Location : jabar
Join date : 29.01.14
Reputation : 5

Kembali Ke Atas Go down

Re: An Najm,Allah menampakkan wujud-Nya kepada Rasulullah saw

Post by Kedunghalang on Thu Feb 20, 2014 9:47 pm

@crescent-star wrote:sopan sopanan tidak bisa dijadikan alasan bagi bung untuk menghindar dari pertanyaan "Bagaimana bisa Allah berlagak seperti superman turun dari ketinggian dan mendekat dalam tahapan ordinat" bagaimana penjelasannya ? karena ini ASING di pemahaman kaum muslimin. ini lebih kepada gaya theologis Kristen.

Allah Al Azis (Maha Perkasa) Al Hakim (Maha Bijaksana) Al Mutakallim (Maha Berbicara kepada hamba-Nya) dan Maha Kuasa atas segala sesuatu, termasuk untuk mendekati dan didekati hamba-Nya (Rasulullah saw) yang Dia cintai untuk mewahyukan apa yang Dia kehendaki (Asy-Syura 42:51/52). Uraian selanjutnya, silahkan baca posting saya sebagai respon kepada wan Abu Hanan berupa terjemahan dan Tafsir An-Najm 53:7/8-17/18.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: An Najm,Allah menampakkan wujud-Nya kepada Rasulullah saw

Post by crescent-star on Thu Feb 20, 2014 9:53 pm

@Kedunghalang wrote:Allah Al Azis (Maha Perkasa) Al Hakim (Maha Bijaksana) Al Mutakallim (Maha Berbicara kepada hamba-Nya) dan Maha Kuasa atas segala sesuatu, termasuk untuk mendekati dan didekati hamba-Nya (Rasulullah saw) yang Dia cintai untuk mewahyukan apa yang Dia kehendaki (Asy-Syura 42:51/52). Uraian selanjutnya, silahkan baca posting saya sebagai respon kepada wan Abu Hanan berupa terjemahan dan Tafsir An-Najm 53:7/8-17/18.
oh begitu, kalau di sini Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, kalau di kasus isra mi'raj Allah mandul untuk sekedar memperjalankan fisik hamba Nya ya ?? .... terlihat sekali Nafsu mengatur dalil, bukan dalil mengendalikan nafsu.
kalau Allah membutuhkan ordinat seperti itu, ada ruang dan waktu dari titik ordinat tinggi ke titik ordinat rendah, ada waktu perjalanan dari tinggi ke rendah. saya mau tanya, SEKARANG TITIK ORDINAT ALLAH ADA DIMANA ???
avatar
crescent-star
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 403
Kepercayaan : Islam
Location : jabar
Join date : 29.01.14
Reputation : 5

Kembali Ke Atas Go down

Re: An Najm,Allah menampakkan wujud-Nya kepada Rasulullah saw

Post by Kedunghalang on Thu Feb 20, 2014 10:22 pm

@crescent-star wrote:
@Kedunghalang wrote:Allah Al Azis (Maha Perkasa) Al Hakim (Maha Bijaksana) Al Mutakallim (Maha Berbicara kepada hamba-Nya) dan Maha Kuasa atas segala sesuatu, termasuk untuk mendekati dan didekati hamba-Nya (Rasulullah saw) yang Dia cintai untuk mewahyukan apa yang Dia kehendaki (Asy-Syura 42:51/52). Uraian selanjutnya, silahkan baca posting saya sebagai respon kepada wan Abu Hanan berupa terjemahan dan Tafsir An-Najm 53:7/8-17/18.
oh begitu, kalau di sini Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, kalau di kasus isra mi'raj Allah mandul untuk sekedar memperjalankan fisik hamba Nya ya ?? .... terlihat sekali Nafsu mengatur dalil, bukan dalil mengendalikan nafsu.
kalau Allah membutuhkan ordinat seperti itu, ada ruang dan waktu dari titik ordinat tinggi ke titik ordinat rendah, ada waktu perjalanan dari tinggi ke rendah. saya mau tanya, SEKARANG TITIK ORDINAT ALLAH ADA DIMANA ???

Ya Allah, ya Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah dimandulkan oleh hamba-Mu yang lemah itu karena dia tidak memahami dan/atau tidak mau memahami Ayat-ayat-Mu dalam Surah An-Najm 53:7/8-17/18. Kemudian hamba-Mu yang lemah itu telah meminta titik ordinat-Mu, padahal hamba-Mu yang lemah itu mungkin juga memahami bahwa Engkau berada lebih dekat dari urat leher hamba-hamba-Mu. Ya Allah, ya Ghofur-ru-Rahim, kabulkanlah doaku agar berkenan mengampuni hamba-Mu yang lemah itu.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: An Najm,Allah menampakkan wujud-Nya kepada Rasulullah saw

Post by crescent-star on Thu Feb 20, 2014 10:34 pm

ga bisa jawab kok pura-pura berdo'a ?? .... yang mempercayai Allah punya ordinat kan kamu ?? tafsir an najm sesat mu itu. Allah datang dari ufuk tinggi ke titik rendah di depan Nabi muhammad. Allah kok ada titik ordinatnya. eeh malah melemparkan kesalahan ke saya, bagaimana bung ini.
avatar
crescent-star
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 403
Kepercayaan : Islam
Location : jabar
Join date : 29.01.14
Reputation : 5

Kembali Ke Atas Go down

Re: An Najm,Allah menampakkan wujud-Nya kepada Rasulullah saw

Post by crescent-star on Thu Feb 20, 2014 11:03 pm

Nah sekarang saya yang berdo'a buat kamu, semoga Allah lembutkan Akal Budi mu, supaya menerima kebenaran dengan Ikhlas bukan berdasarkan nafsu belaka. bukan karena supaya posisi sosial di kaum mu di kelompok mu langgeng kemudian menodai al Quran dan mengingkari hadits.

sungguh sebagaimana penjelasan mu Allah lebih dekat dari urat leher kita, SEHINGGA ALLAH TIDAK PERLU ADA SESI TURUN DARI UFUK TINGGI ke POSISI RENDAH. sehingga sungguh kekhilafan yang perlu diinsyafi jika menyangka yang datang dari ufuk yg tinggi di sana adalah Allah, melainkan Jibril (Jabber El / kekuatan Tuhan).
avatar
crescent-star
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 403
Kepercayaan : Islam
Location : jabar
Join date : 29.01.14
Reputation : 5

Kembali Ke Atas Go down

Re: An Najm,Allah menampakkan wujud-Nya kepada Rasulullah saw

Post by putramentari on Thu Feb 20, 2014 11:07 pm

@Kedunghalang wrote:
@putramentari wrote:
nah ini satu bukti pernyataan anda yang sesat dan menyesatkan, yaitu anda berkata :

wahyu dari Allah yang beliau as terima

padahal jelas Nabi Muhammad berkata wahyu tidak akan turun lagi, apalagi kepada HMGA
 basi 

Mana haditsnya yang menyatakan dengan jelas Nabi Muhammad berkata wahyu tidak akan turun lagi?
Apakah Allah Al Mutakallim menjadi bisu, dan Jibril as jadi nganggur?

udah sering ane posting, kowe ajah yang gak nyimak :

pertama : Nabi Muhammad adalah Nabi Penutup


مَّا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِّن رِّجَالِكُمْ وَلَٰكِن رَّسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا

QS 33:40. Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu[1223]., tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

وَلَكِنْ رَسُولَ اللهِ

“Tetapi dia adalah Rasulullah.”

Jumhur ahli qira`ah membaca لَكِنْ dengan takhfif tanpa tasydid, dan me-nashab-kan رَسُولَ sebagai khabar كَانَ yang di-taqdir-kan. Atau di-’athaf-kan kepada أَبَا أَحَدٍ. Sedangkan Abu ‘Amr dalam sebuah riwayat membaca dengan tasydid لَكِنَّ dan me-nashab-kan رَسُولَ sebagai isim-nya, sedangkan khabar-nya terhapus (mahdzuf). (Tafsir Fathul Qadir, Asy-Syaukani rahimahullahu)

وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ

“Dan penutup nabi-nabi.”

Ada dua bacaan dalam membaca lafadz ini:

Pertama: خَاتِمَ dengan huruf ta` yang di-kasrah, dan ini bacaan mayoritas qurra`. Menurut bacaan ini, maknanya adalah penutup para nabi.
Kedua: خَاتَمَ dengan huruf ta` yang di-fathah, dan ini qira`ah yang dinukilkan dari Al-Hasan rahimahullahu dan qira`ah ‘Ashim rahimahullahu. Menurut bacaan ini, maknanya adalah akhir para nabi. (Lihat Tafsir Ath-Thabari)

Penjelasan Makna Ayat
Ath-Thabari rahimahullahu mengatakan tatkala menjelaskan makna ayat ini:

“Wahai manusia, Muhammad bukanlah bapak Zaid bin Haritsah. Bukan pula bapak dari salah seorang di antara kalian, yang tidak dilahirkan oleh Muhammad, sehingga diharamkan atasnya untuk menikahi istri Zaid setelah berpisah dengannya. Namun beliau adalah Rasul Allah dan penutup para nabi, yang menutup pintu kenabian dan mengakhirinya, sehingga tidak lagi terbuka bagi siapapun setelahnya hingga hari kiamat. Dan Allah Maha Mengetahui segala amalan dan ucapan kalian serta yang lainnya. Allah Maha berilmu, tidak ada yang tersamarkan atasnya sesuatu apapun.” (Tafsir Ath-Thabari)

Al-Allamah As-Sa’di rahimahullahu berkata:
“Rasul Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bukanlah bapak salah seorang dari laki-laki di antara kalian, wahai umat. Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala memutus hubungan nasab Zaid bin Haritsah darinya, karena perkara ini. Tatkala peniadaan tersebut bersifat umum pada seluruh keadaan, maka jika dipahami secara zahir pada lafadznya, bermakna: bukan bapak dalam hal nasab dan bukan pula bapak angkat. Dan telah ditetapkan pula sebelumnya bahwa Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah bapak bagi seluruh kaum mukminin, sedangkan istri-istri beliau adalah ibu-ibu bagi mereka.

Maka untuk mengeluarkannya dari jenis ini, dengan larangan sebelumnya yang bersifat umum, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Namun Dia adalah Rasul Allah dan penutup para nabi”, yaitu kedudukan beliau adalah kedudukan orang yang ditaati dan diikuti, yang dijadikan sebagai pembimbing, yang diimani, yang wajib mendahulukan kecintaan kepadanya di atas kecintaan terhadap siapapun, yang senantiasa menasihati kaum mukminin. Karena kebaikan dan nasihatnya, beliau seakan-akan bagaikan seorang bapak bagi mereka. “Dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu”, yang ilmu-Nya meliputi segala sesuatu, dan Allah Subhanahu wa Ta’ala lebih mengetahui di mana Dia meletakkan risalah-Nya, siapa yang berhak mendapatkan keutamaannya dan siapa yang tidak berhak.” (Taisir Al-Karim Ar-Rahman)

Ibnu Katsir rahimahullahu menjelaskan:
“Allah Subhanahu wa Ta’ala melarang untuk dikatakan (kepada Zaid bi Haritsah) setelah (turun ayat) ini ‘Zaid bin Muhammad’. Beliau bukan ayahnya walaupun telah mengangkatnya menjadi anak, sebab beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mempunyai satu anak laki-laki pun yang mencapai usia baligh. Beliau memiliki anak bernama Qasim, Thayyib, dan Thahir, dari Khadijah, namun mereka meninggal di masa kecil. Beliau juga dikaruniai Ibrahim dari Mariyah Al-Qibthiyyah, yang juga meninggal di masa masih menyusui. Dari Khadijah, beliau dikaruniai empat anak wanita: Zainab, Ruqayyah, Ummu Kultsum, dan Fathimah radhiyallahu ‘anhum. Tiga orang meninggal semasa beliau masih hidup, adapun Fathimah meninggal enam bulan setelah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam meninggal.” (Tafsir Ibnu Katsir)

Qatadah rahimahullahu berkata tentang ayat ini:
“(Ayat ini) turun berkenaan tentang Zaid, bahwa dia bukanlah anak beliau.” Juga diriwayatkan dari ‘Ali bin Husain. (Tafsir Ath-Thabari)

Muhammad bin Abdillah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, adalah Penutup Para Nabi
Ibnu Katsir rahimahullahu:

“Ayat ini merupakan nash bahwa tidak ada Nabi setelah beliau. Jika tidak ada nabi setelah beliau, maka lebih utama dan lebih patut untuk tidak ada rasul setelahnya. Sebab kedudukan rasul lebih khusus dari kedudukan nabi, sebab setiap rasul adalah nabi dan tidak sebaliknya. Tentang hal ini telah datang hadits-hadits yang mutawatir dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dari sekelompok sahabat radhiallahu 'anhum. “ (Tafsir Ibnu Katsir)

kedua :  risalah atau pewahyuan tidak ada lagi, yang ada hanya mubasyirat :

حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ مُحَمَّدٍ الزَّعْفَرَانِيُّ حَدَّثَنَا عَفَّانُ بْنُ مُسْلِمٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ يَعْنِي ابْنَ زيَادٍ حَدَّثَنَا الْمُخْتَارُ بْنُ فُلْفُلٍ حَدَّثَنَا أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الرِّسَالَةَ وَالنُّبُوَّةَ قَدْ انْقَطَعَتْ فَلَا رَسُولَ بَعْدِي وَلَا نَبِيَّ قَالَ فَشَقَّ ذَلِكَ عَلَى النَّاسِ فَقَالَ لَكِنْ الْمُبَشِّرَاتُ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْمُبَشِّرَاتُ قَالَ رُؤْيَا الْمُسْلِمِ وَهِيَ جُزْءٌ مِنْ أَجْزَاءِ النُّبُوَّةِ
وَفِي الْبَاب عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ وَحُذَيْفَةَ بْنِ أَسِيدٍ وَابْنِ عَبَّاسٍ وَأُمِّ كُرْزٍ وَأَبِي أَسِيدٍ قَالَ هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ مِنْ حَدِيثِ الْمُخْتَارِ بْنِ فُلْفُلٍ

(TIRMIDZI - 2198) : Telah menceritakan kepada kami Al Hasan bin Muhammad Az Za'farani telah menceritakan kepada kami 'Affan bin Muslim telah menceritakan kepada kami 'Abdul Wahid bin Ziyad telah menceritakan kepada kami Al Mukhtar bin Fulful bahwa Anas bin Malik telah menceritakan kepada kami, dia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam bersabda: " risalah dan kenabian telah terputus, maka tidak ada rasul dan nabi setelahku." Anas berkata: Hal itu memberatkan orang-orang, lalu beliau bersabda: "Akan tetapi yang ada adalah mubasyyirat" para sahabat bertanya: Apa yang dimaksud mubasyirat wahai Rosulullah? beliau menjawab: "Mimpi seorang muslim adalah salah satu dari sekian bagian kenabian." Dan dalam bab ini ada hadits dari Abu Hurairah, Hudzaifah bin Asid, Ibnu 'Abbas, Ummu Kurz dan Abu Sa'id, Abu Isa berkata: Hadits ini hasan shahih gharib dari jalur sanad ini dari hadits Al Mukhtar bin Fulful.

 basi  basi 

cepatlah tobat nak kedung pencakar langit usil  usil  usil
avatar
putramentari
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 36
Posts : 4870
Kepercayaan : Islam
Location : Pekanbaru
Join date : 04.03.12
Reputation : 116

Kembali Ke Atas Go down

Re: An Najm,Allah menampakkan wujud-Nya kepada Rasulullah saw

Post by mystery on Fri Feb 21, 2014 12:00 am

@Kedunghalang wrote:
Mari kita bahas terjemahan & tafsir ayat-ayat berikut ini, wan Abu:

Dan, Dia mewahyukan kalam-Nya  ketika ia berada di atas [a] ufuk tertinggi, (An-Najm 53:7/8)

Rasulullah saw telah mencapai batas tertinggi dalam Mi'raj beliau saw, ketika Tuhan menampakkan wujud-Nya kepada beliau dengan kebenaran dan keangungan yang sempurna. Atau, ayat ini dapat berarti, bahwa cahaya Islam ditempatkan pada suatu tempat yang amat tinggi dan dari tempat itu dapat menyinari seluruh dunia. Kata ganti huwa dapat menunjuk kepada Tuhan dan kepada Rasulullah saw. Lihat juga ayat An-Najm 53:9/10.

yang biru itu gimana ceritanya? sedangkan

﴾ An Najm:5 ﴿

عَلَّمَهُۥ شَدِيدُ الْقُوَىٰ

yang diajarkan kepadanya oleh yang terkuat.


mbok terbarngnya itu tetep pake radar mas kedung, pasti rusak ya radarnya? kok dilewati loh...


Terakhir diubah oleh mystery tanggal Thu Feb 27, 2014 8:52 pm, total 2 kali diubah
avatar
mystery
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1484
Kepercayaan : Islam
Location : yogyakarta
Join date : 22.02.12
Reputation : 28

Kembali Ke Atas Go down

Re: An Najm,Allah menampakkan wujud-Nya kepada Rasulullah saw

Post by Ibnu Sabil on Fri Feb 21, 2014 7:47 am

@Pak Kedung

Dan, Dia mewahyukan kalam-Nya  ketika ia berada di atas [a] ufuk tertinggi, (An-Najm 53:7/8)
Bisa tolong jelaskan dalil ilmiah atau bahasa arabkah yang anda jadikan dasar bahwa hu bisa disandarkan ke Allah?
avatar
Ibnu Sabil
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Age : 77
Posts : 1803
Kepercayaan : Islam
Location : JAYA - RAYA
Join date : 28.07.13
Reputation : 36

Kembali Ke Atas Go down

Re: An Najm,Allah menampakkan wujud-Nya kepada Rasulullah saw

Post by Ibnu Sabil on Wed Feb 26, 2014 8:28 am

@pak kedung kemana nih....?  usil 
avatar
Ibnu Sabil
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Age : 77
Posts : 1803
Kepercayaan : Islam
Location : JAYA - RAYA
Join date : 28.07.13
Reputation : 36

Kembali Ke Atas Go down

Re: An Najm,Allah menampakkan wujud-Nya kepada Rasulullah saw

Post by Kedunghalang on Thu Feb 27, 2014 6:20 am

@crescent-star wrote:ga bisa jawab kok pura-pura berdo'a ?? .... yang mempercayai Allah punya ordinat kan kamu ?? tafsir an najm sesat mu itu. Allah datang dari ufuk tinggi ke titik rendah di depan Nabi muhammad. Allah kok ada titik ordinatnya. eeh malah melemparkan kesalahan ke saya, bagaimana bung ini.

Di dalam doa saya itu sudah ada jawaban terhadap pertanyaan anda bahwa (1) Tidak ada titik ordinat atau tempat tertentu bagi Allah, karena Dia lebih dekat dari urat leher kita, dan (2) Dia (Allah) mewahyukan kalam-Nya ketika ia (Nabi Muhammad saw) berada di atas ufuk tertinggi, (An-Najm 53:7/8).

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: An Najm,Allah menampakkan wujud-Nya kepada Rasulullah saw

Post by Kedunghalang on Thu Feb 27, 2014 6:43 am

@crescent-star wrote:Nah sekarang saya yang berdo'a buat kamu, semoga Allah lembutkan Akal Budi mu, supaya menerima kebenaran dengan Ikhlas bukan berdasarkan nafsu belaka. bukan karena supaya posisi sosial di kaum mu di kelompok mu langgeng kemudian menodai al Quran dan mengingkari hadits.

sungguh sebagaimana penjelasan mu Allah lebih dekat dari urat leher kita, SEHINGGA ALLAH TIDAK PERLU ADA SESI TURUN DARI UFUK TINGGI ke POSISI RENDAH. sehingga sungguh kekhilafan yang perlu diinsyafi jika menyangka yang datang dari ufuk yg tinggi di sana adalah Allah, melainkan Jibril (Jabber El / kekuatan Tuhan).

Kasysyaf itu bukan peristiwa fisik, melainkan suatu peristiwa dalam pandangan rahasia ghaib yang dikomunikasikan Allah, Tuhan Yang Maha Mengetahui kepada manusia yang Dia kehendaki (Asy-Syura 42:51/52), yakni dari belakang tabir yang tidak Dia zahirkan kepada siapapun, kecuali kepada Rasul-Nya yang Dia ridhai sebagaimana firman-Nya:
Dia-lah Yang Maha Mengetahui yang ghaib; maka Dia tidak menzahirkan rahasia gaib-Nya kepada siapa pun, (Al Jin 72:26/27)

Ungkapan, “izhhar ‘ala al-ghaib,” berarti diberi pengetahuan dengan sering dan secara berlimpah-limpah mengenai rahasia gaib bertalian dengan dan mengenai peristiwa dan kejadian yang sangat penting.

Kecuali kepada Rasul yang Dia ridhai, maka sesungguhnya barisan pengawal berjalan di hadapannya dan di belakangnya, (Al Jin 72:27/28)

Ayat ini merupakan ukuran yang tiada tara bandingannya guna membedakan antara sifat dan jangkauan rahasia-rahasia gaib yang dibukakan kepada seorang rasul Tuhan dan rahasia-rahasia gaib yang dibukakan kepada orang-orang mukmin muttaki lainnya. Perbedaan itu letaknya pada kenyataan bahwa, kalau rasul-rasul Tuhan dianugerahi izhhar ‘ala al-ghaib, penguasaan atas yang gaib, maka rahasia-rahasia yang diturunkan kepada orang-orang muttaki dan orang-orang suci lainnya tidak menikmati kehormatan serupa itu. Tambahan pula wahyu yang dianugerahkan kepada rasul-rasul Tuhan, karena ada dalam pemeliharaan- istimewa-Ilahi, kepadaannya aman dari pemutar-balikan atau pemalsuan oleh jiwa-jiwa yang jahat, sedang rahasia-rahasia yang dibukakan kepada orang-orang muttaki lainnya tidak begitu terpelihara.

Supaya Dia mengetahui, bahwa sesungguhnya mereka telah menyampaikan Amanat- amanat Tuhan Mereka, dan Dia meliputi semua yang ada pada mereka dan Dia membuat perhitungan tentang segala sesuatu. (Al Jin 72:28/29)

Wahyu rasul-rasul Tuhan itu dijamin keamanannya terhadap pemutarbalikkan atau pemalsuan, sebab para rasul itu membawa tugas dari Tuhan yang harus dipenuhi dan mengemban Amanat Ilahi yang harus disampaikan oleh mereka.


Dan, sesungguhnya, dia (Nabi Muhammad saw) melihat-Nya kedua kali, (An-Najm 53:13/14)

Kasysyaf Rasulullah saw itu suatu pengalaman ruhani berganda. Dalam suatu riwayat, Siti 'Aisyah ra mengatakan: "Aku bersumpah dengan nama Allah, bahwa jasad Rasulullah saw tidak meninggalkan tempat, dan yang diangkat adalah rohnya bermi'raj. (Tafsir Al Kasysyaf 'an Ghawamidh al-Tanzil oleh Imam Mahmud ibnu Umar Zamakhsyari, hal. 758)

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: An Najm,Allah menampakkan wujud-Nya kepada Rasulullah saw

Post by Kedunghalang on Thu Feb 27, 2014 6:54 am

@putramentari wrote:
@Kedunghalang wrote:
@putramentari wrote:
nah ini satu bukti pernyataan anda yang sesat dan menyesatkan, yaitu anda berkata :

wahyu dari Allah yang beliau as terima

padahal jelas Nabi Muhammad berkata wahyu tidak akan turun lagi, apalagi kepada HMGA
 basi 

Mana haditsnya yang menyatakan dengan jelas Nabi Muhammad berkata wahyu tidak akan turun lagi?
Apakah Allah Al Mutakallim menjadi bisu, dan Jibril as jadi nganggur?

udah sering ane posting, kowe ajah yang gak nyimak :

pertama : Nabi Muhammad adalah Nabi Penutup


مَّا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِّن رِّجَالِكُمْ وَلَٰكِن رَّسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا

QS 33:40. Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu[1223]., tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

وَلَكِنْ رَسُولَ اللهِ

“Tetapi dia adalah Rasulullah.”

Jumhur ahli qira`ah membaca لَكِنْ dengan takhfif tanpa tasydid, dan me-nashab-kan رَسُولَ sebagai khabar كَانَ yang di-taqdir-kan. Atau di-’athaf-kan kepada أَبَا أَحَدٍ. Sedangkan Abu ‘Amr dalam sebuah riwayat membaca dengan tasydid لَكِنَّ dan me-nashab-kan رَسُولَ sebagai isim-nya, sedangkan khabar-nya terhapus (mahdzuf). (Tafsir Fathul Qadir, Asy-Syaukani rahimahullahu)

وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ

“Dan penutup nabi-nabi.”

Ada dua bacaan dalam membaca lafadz ini:

Pertama: خَاتِمَ dengan huruf ta` yang di-kasrah, dan ini bacaan mayoritas qurra`. Menurut bacaan ini, maknanya adalah penutup para nabi.
Kedua: خَاتَمَ dengan huruf ta` yang di-fathah, dan ini qira`ah yang dinukilkan dari Al-Hasan rahimahullahu dan qira`ah ‘Ashim rahimahullahu. Menurut bacaan ini, maknanya adalah akhir para nabi. (Lihat Tafsir Ath-Thabari)

Penjelasan Makna Ayat
Ath-Thabari rahimahullahu mengatakan tatkala menjelaskan makna ayat ini:

“Wahai manusia, Muhammad bukanlah bapak Zaid bin Haritsah. Bukan pula bapak dari salah seorang di antara kalian, yang tidak dilahirkan oleh Muhammad, sehingga diharamkan atasnya untuk menikahi istri Zaid setelah berpisah dengannya. Namun beliau adalah Rasul Allah dan penutup para nabi, yang menutup pintu kenabian dan mengakhirinya, sehingga tidak lagi terbuka bagi siapapun setelahnya hingga hari kiamat. Dan Allah Maha Mengetahui segala amalan dan ucapan kalian serta yang lainnya. Allah Maha berilmu, tidak ada yang tersamarkan atasnya sesuatu apapun.” (Tafsir Ath-Thabari)

Al-Allamah As-Sa’di rahimahullahu berkata:
“Rasul Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bukanlah bapak salah seorang dari laki-laki di antara kalian, wahai umat. Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala memutus hubungan nasab Zaid bin Haritsah darinya, karena perkara ini. Tatkala peniadaan tersebut bersifat umum pada seluruh keadaan, maka jika dipahami secara zahir pada lafadznya, bermakna: bukan bapak dalam hal nasab dan bukan pula bapak angkat. Dan telah ditetapkan pula sebelumnya bahwa Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah bapak bagi seluruh kaum mukminin, sedangkan istri-istri beliau adalah ibu-ibu bagi mereka.

Maka untuk mengeluarkannya dari jenis ini, dengan larangan sebelumnya yang bersifat umum, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Namun Dia adalah Rasul Allah dan penutup para nabi”, yaitu kedudukan beliau adalah kedudukan orang yang ditaati dan diikuti, yang dijadikan sebagai pembimbing, yang diimani, yang wajib mendahulukan kecintaan kepadanya di atas kecintaan terhadap siapapun, yang senantiasa menasihati kaum mukminin. Karena kebaikan dan nasihatnya, beliau seakan-akan bagaikan seorang bapak bagi mereka. “Dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu”, yang ilmu-Nya meliputi segala sesuatu, dan Allah Subhanahu wa Ta’ala lebih mengetahui di mana Dia meletakkan risalah-Nya, siapa yang berhak mendapatkan keutamaannya dan siapa yang tidak berhak.” (Taisir Al-Karim Ar-Rahman)

Ibnu Katsir rahimahullahu menjelaskan:
“Allah Subhanahu wa Ta’ala melarang untuk dikatakan (kepada Zaid bi Haritsah) setelah (turun ayat) ini ‘Zaid bin Muhammad’. Beliau bukan ayahnya walaupun telah mengangkatnya menjadi anak, sebab beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mempunyai satu anak laki-laki pun yang mencapai usia baligh. Beliau memiliki anak bernama Qasim, Thayyib, dan Thahir, dari Khadijah, namun mereka meninggal di masa kecil. Beliau juga dikaruniai Ibrahim dari Mariyah Al-Qibthiyyah, yang juga meninggal di masa masih menyusui. Dari Khadijah, beliau dikaruniai empat anak wanita: Zainab, Ruqayyah, Ummu Kultsum, dan Fathimah radhiyallahu ‘anhum. Tiga orang meninggal semasa beliau masih hidup, adapun Fathimah meninggal enam bulan setelah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam meninggal.” (Tafsir Ibnu Katsir)

Qatadah rahimahullahu berkata tentang ayat ini:
“(Ayat ini) turun berkenaan tentang Zaid, bahwa dia bukanlah anak beliau.” Juga diriwayatkan dari ‘Ali bin Husain. (Tafsir Ath-Thabari)

Muhammad bin Abdillah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, adalah Penutup Para Nabi
Ibnu Katsir rahimahullahu:

“Ayat ini merupakan nash bahwa tidak ada Nabi setelah beliau. Jika tidak ada nabi setelah beliau, maka lebih utama dan lebih patut untuk tidak ada rasul setelahnya. Sebab kedudukan rasul lebih khusus dari kedudukan nabi, sebab setiap rasul adalah nabi dan tidak sebaliknya. Tentang hal ini telah datang hadits-hadits yang mutawatir dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dari sekelompok sahabat radhiallahu 'anhum. “ (Tafsir Ibnu Katsir)

kedua :  risalah atau pewahyuan tidak ada lagi, yang ada hanya mubasyirat :

حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ مُحَمَّدٍ الزَّعْفَرَانِيُّ حَدَّثَنَا عَفَّانُ بْنُ مُسْلِمٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ يَعْنِي ابْنَ زيَادٍ حَدَّثَنَا الْمُخْتَارُ بْنُ فُلْفُلٍ حَدَّثَنَا أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الرِّسَالَةَ وَالنُّبُوَّةَ قَدْ انْقَطَعَتْ فَلَا رَسُولَ بَعْدِي وَلَا نَبِيَّ قَالَ فَشَقَّ ذَلِكَ عَلَى النَّاسِ فَقَالَ لَكِنْ الْمُبَشِّرَاتُ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْمُبَشِّرَاتُ قَالَ رُؤْيَا الْمُسْلِمِ وَهِيَ جُزْءٌ مِنْ أَجْزَاءِ النُّبُوَّةِ
وَفِي الْبَاب عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ وَحُذَيْفَةَ بْنِ أَسِيدٍ وَابْنِ عَبَّاسٍ وَأُمِّ كُرْزٍ وَأَبِي أَسِيدٍ قَالَ هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ مِنْ حَدِيثِ الْمُخْتَارِ بْنِ فُلْفُلٍ

(TIRMIDZI - 2198) : Telah menceritakan kepada kami Al Hasan bin Muhammad Az Za'farani telah menceritakan kepada kami 'Affan bin Muslim telah menceritakan kepada kami 'Abdul Wahid bin Ziyad telah menceritakan kepada kami Al Mukhtar bin Fulful bahwa Anas bin Malik telah menceritakan kepada kami, dia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam bersabda: " risalah dan kenabian telah terputus, maka tidak ada rasul dan nabi setelahku." Anas berkata: Hal itu memberatkan orang-orang, lalu beliau bersabda: "Akan tetapi yang ada adalah mubasyyirat" para sahabat bertanya: Apa yang dimaksud mubasyirat wahai Rosulullah? beliau menjawab: "Mimpi seorang muslim adalah salah satu dari sekian bagian kenabian." Dan dalam bab ini ada hadits dari Abu Hurairah, Hudzaifah bin Asid, Ibnu 'Abbas, Ummu Kurz dan Abu Sa'id, Abu Isa berkata: Hadits ini hasan shahih gharib dari jalur sanad ini dari hadits Al Mukhtar bin Fulful.

 basi  basi 

cepatlah tobat nak kedung pencakar langit usil  usil  usil

Penjelasan anda yang mengutip ayat suci Al Qur'an dan Hadits di atas tidak menegaskan bahwa wahyu Allah tidak akan turun lagi, karena dalam (TIRMIDZI - 2198) Rasulullah saw bersabda: "Akan tetapi yang ada adalah mubasysyirat", dan para sahabat ra bertanya kepada Rasulullah saw: Apa yang dimaksud mubasysyirat wahai Rosulullah? yang beliau saw jawab: "Mimpi seorang muslim adalah salah satu dari sekian bagian kenabian."

Nah, kedatangan Khalifatullah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud as adalah khabar suka / mubasysyirat yang sudah lama disampaikan oleh Nabi Muhammad saw atau salah satu dari sekian bagian kenabian. Oleh karena itu, Jemaat Ahmadiyah mensyukuri bahwa HMG Ahmad as telah diutus Allah Yang Maha Kuasa, Maha Bijaksana sebagai Khalifatullah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud as, dan kenabian beliau as adalah Nikmat Allah yang telah Dia anugerahkan kepada beliau as, berkat ketaatan beliau as yang sempurna kepada Nabi Muhammad saw (An-Nisa 4:69/70)

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: An Najm,Allah menampakkan wujud-Nya kepada Rasulullah saw

Post by Kedunghalang on Thu Feb 27, 2014 7:18 am

@mystery wrote:
@Kedunghalang wrote:
Mari kita bahas terjemahan & tafsir ayat-ayat berikut ini, wan Abu:

Dan, Dia mewahyukan kalam-Nya  ketika ia berada di atas ufuk tertinggi, (An-Najm 53:7/8)

Rasulullah saw telah mencapai batas tertinggi dalam Mi'raj beliau saw, ketika Tuhan menampakkan wujud-Nya kepada beliau dengan kebenaran dan keangungan yang sempurna. Atau, ayat ini dapat berarti, bahwa cahaya Islam ditempatkan pada suatu tempat yang amat tinggi dan dari tempat itu dapat menyinari seluruh dunia. Kata ganti huwa dapat menunjuk kepada Tuhan dan kepada Rasulullah saw. Lihat juga ayat An-Najm 53:9/10.

yang biru itu gimana ceritanya? sedangkan

﴾ An Najm:5 ﴿

[size=42]عَلَّمَهُۥ شَدِيدُ الْقُوَىٰ[/size]

yang diajarkan kepadanya oleh yang terkuat.

Sebagaimana ditulis di atas, sebaiknya anda lihat dan baca pula ayat An-Najm 53:9/10:

Maka jadilah ia, seakan-akan, seutas tali dari dua buah busur atau lebih dekat lagi. (An-Najm 53:9/10)

Qaab berarti,
(1) bagian busur antara bagian yang dipegang oleh tangan dan ujungnya yang berlengkungan:
(2) dari satu busur ke ujung busur yang lain;
(3) ukuran atau ruang. Orang Arab berkata, Bainahumaa qaaba qausaini, yakni di antara mereka berdua adalah seukuran busur, yang berarti, bahwa perhubungan di antara mereka sangat akrab.

Peribahasa Arab yang mengatakan, ramaunaa ‘an qausin waahidin, yakni, mereka memanah kamu dari satu busur, yakni, bahwa mereka seia-sekata melawan kami. Oleh karena itu, kata itu menyatakan kesepakatan sepenuhnya (Lane , Lisan, dan Zamakhsyari). Apa pun kandungan arti kata qaab itu, ungkapan qaaba qausaini menyatakan perhubungan yang sangat dekat antara dua orang. Ayat ini bermaksud bahwa Rasulullah saw terus menaiki jenjang-jenjang ketinggian Mi'raj dan menhampiri Tuhan sehingga jarak antara keduanya hilang  sirna dan Rasulullah saw seolah-olah menjadi ”seutas tali dari dua busur”. Peribahasa ini mengingatkan kita kepada suatu kebiasaan orang-orang Arab kuno. Menurut Kebiasaan itu, bila dua orang mengikat janji persahabatan yang kokoh kuat mereka biasa menyatu-padukan busur-busur mereka dengan cara demikian, sehingga busur-busur itu nampak seperti satu dan kemudian mereka melepaskan anak panah dari busur yang telah dipadukan itu; dengan demikian mereka menyatakan bahwa mereka itu seakan-akan telah menjadi satu wujud, dan bahwa suatu serangan terhadap yang seorang akan berarti serangan terhadap yang lainnya juga. Bila kata tadalla diangap mengenai Tuhan, maka ayat ini akan berarti, bahwa Rasulullah saw naik menuju Tuhan, dan Tuhan turun kepada beliau saw, sehingga kedua-duanya seolah-olah telah menyatu menjadi satu wujud. Ungkapan ini mengandung pula arti lain yang sangat indah dan halus, yaitu, bahwa sementara di satu pihak Rasulullah saw menjadi seolah terbenam dalam Tuhan serta Pencipta-nya, sehingga beliau saw seakan-akan menjadi bayangan Tuhan sendiri, maka di pihak lain, beliau saw turun kembali kepada umat manusia dan menjadi begitu penuh cinta dan dengan rasa kasih serta merasa prihatin akan mereka, sehingga sifat ke-Tuhan-an dan sifat kemanusiaan menjadi terpadu dalam diri beliau saw, dan beliau saw menjadi titik-pusat tali kedua busur ketuhanan dan kemanusiaan. Kata-kata “atau lebih dekat lagi” mengandung arti bahwa perhubungan antara Rasulullah saw dan Tuhan menjadi kian dekat dan kian mesra lebih daripada yang dapat dibayangkan pikiran.

Ayat-ayat 7/8 sampai ke 17/18 menggambarkan Mi'raj Rasulullah saw. ketika beliau secara ruhani dibawa ke langit dan dianugerahi pemandangan – suatu penjelmaan – ruhani Tuhan, dan secara ruhani, beliau naik sampai dekat sekali kepada khalik-nya. pada hakikatnya, Mi'raj merupakan dua pengalaman ruhani; kenaikan ruhani Rasulullah saw dan turunnya tajalli (penampakan kebesaran) Tuhan kepada beliau. Dalam pikiran umum, Mi'raj telah dicampur-baurkan dengan Israa’ (perjalanan ruhani Rasulullah saw pada waktu malam ke Yerusalem), padahal masing-masing berlainan dan terpisah waktu terjadinya. Israa': terjadi pada tahun ke-11 atau ke-12 tahun Nabawi (Zurqani), padahal Rasulullah saw. telah lebih dahulu Mi'raj pada tahun ke-5 Nabawi, tidak lama sesudah hijrah pertama ke Abessinia, enam atau tujuh tahun sebelum terjadi Israa’. Penelaahan secara seksama dan teliti mengenai rincian kedua peristiwa itu, sebagaimana disebut-sebut di dalam hadits, juga mendukung pendapat ini. Untuk keterangan agak terinci tentang kedua peristiwa – Mi'raj dan Israa’ – itu merupakan kejadian yang terpisah dan berbeda satu sama lain.


Telah mengajarkan Tuhan Yang Maha Perkasa, (An-Najm 53:5/6)

Maknanya, Al Qur'an adalah wahyu yang gagah perkasa, yang di hadapannya, semua Kitab Suci terdahulu pudar artinya.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: An Najm,Allah menampakkan wujud-Nya kepada Rasulullah saw

Post by Kedunghalang on Thu Feb 27, 2014 7:43 am

@Ibnu Sabil wrote:@Pak Kedung

Dan, Dia mewahyukan kalam-Nya  ketika ia berada di atas ufuk tertinggi, (An-Najm 53:7/8)
Bisa tolong jelaskan dalil ilmiah atau bahasa arabkah yang anda jadikan dasar bahwa hu bisa disandarkan ke Allah?

Rasulullah saw telah mencapai batas tertinggi dalam mi'raj beliau saw, ketika Tuhan menampakkan wujud-Nya kepada beliau saw dengan kebenaran dan keagungan yang sempurna. Atau, ayat ini dapat berarti, bahwa cahaya Islam ditempatkan pada suatu tempat yang amat tinggi dan dari tempat itu dapat menyinari seluruh dunia. Kata pengganti huwa dapat menunjuk kepada Tuhan dan kepada Rasulullah saw. Ini adalah tafsir An-Najm yang mengisyaratkan kepada kedekatan Nabi Muhammad saw dengan Allah, Tuhan Yang Maha Agung, demikian dekatnya sehingga maqam syahadat dinisbahkan hanya kepada Nabi Muhammad saw

Anda boleh juga melihat dan membaca An-Najm 9/10 untuk memahami kedekatan Nabi Muhammad Rasulullah saw dengan Allahu Rabbul'aalamin:

Maka jadilah ia, seakan-akan, seutas tali dari dua buah busur atau lebih dekat lagi. (An-Najm 53:9/10)

Qaab berarti,
(1) bagian busur antara bagian yang dipegang oleh tangan dan ujungnya yang berlengkungan:
(2) dari satu busur ke ujung busur yang lain;
(3) ukuran atau ruang. Orang Arab berkata, Bainahumaa qaaba qausaini, yakni di antara mereka berdua adalah seukuran busur, yang berarti, bahwa perhubungan di antara mereka sangat akrab.

Peribahasa Arab yang mengatakan, ramaunaa ‘an qausin waahidin, yakni, mereka memanah kamu dari satu busur, yakni, bahwa mereka seia-sekata melawan kami. Oleh karena itu, kata itu menyatakan kesepakatan sepenuhnya (Lane , Lisan, dan Zamakhsyari). Apa pun kandungan arti kata qaab itu, ungkapan qaaba qausaini menyatakan perhubungan yang sangat dekat antara dua orang. Ayat ini bermaksud bahwa Rasulullah saw terus menaiki jenjang-jenjang ketinggian Mi'raj dan menhampiri Tuhan sehingga jarak antara keduanya hilang  sirna dan Rasulullah saw seolah-olah menjadi ”seutas tali dari dua busur”. Peribahasa ini mengingatkan kita kepada suatu kebiasaan orang-orang Arab kuno. Menurut Kebiasaan itu, bila dua orang mengikat janji persahabatan yang kokoh kuat mereka biasa menyatu-padukan busur-busur mereka dengan cara demikian, sehingga busur-busur itu nampak seperti satu dan kemudian mereka melepaskan anak panah dari busur yang telah dipadukan itu; dengan demikian mereka menyatakan bahwa mereka itu seakan-akan telah menjadi satu wujud, dan bahwa suatu serangan terhadap yang seorang akan berarti serangan terhadap yang lainnya juga. Bila kata tadalla diangap mengenai Tuhan, maka ayat ini akan berarti, bahwa Rasulullah saw naik menuju Tuhan, dan Tuhan turun kepada beliau saw, sehingga kedua-duanya seolah-olah telah menyatu menjadi satu wujud. Ungkapan ini mengandung pula arti lain yang sangat indah dan halus, yaitu, bahwa sementara di satu pihak Rasulullah saw menjadi seolah terbenam dalam Tuhan serta Pencipta-nya, sehingga beliau saw seakan-akan menjadi bayangan Tuhan sendiri, maka di pihak lain, beliau saw turun kembali kepada umat manusia dan menjadi begitu penuh cinta dan dengan rasa kasih serta merasa prihatin akan mereka, sehingga sifat ke-Tuhan-an dan sifat kemanusiaan menjadi terpadu dalam diri beliau saw, dan beliau saw menjadi titik-pusat tali kedua busur ketuhanan dan kemanusiaan. Kata-kata “atau lebih dekat lagi” mengandung arti bahwa perhubungan antara Rasulullah saw dan Tuhan menjadi kian dekat dan kian mesra lebih daripada yang dapat dibayangkan pikiran.

Ayat-ayat 7/8 sampai ke 17/18 menggambarkan Mi'raj Rasulullah saw. ketika beliau secara ruhani dibawa ke langit dan dianugerahi pemandangan – suatu penjelmaan – ruhani Tuhan, dan secara ruhani, beliau naik sampai dekat sekali kepada khalik-nya. pada hakikatnya, Mi'raj merupakan dua pengalaman ruhani; kenaikan ruhani Rasulullah saw dan turunnya tajalli (penampakan kebesaran) Tuhan kepada beliau. Dalam pikiran umum, Mi'raj telah dicampur-baurkan dengan Israa’ (perjalanan ruhani Rasulullah saw pada waktu malam ke Yerusalem), padahal masing-masing berlainan dan terpisah waktu terjadinya. Israa': terjadi pada tahun ke-11 atau ke-12 tahun Nabawi (Zurqani), padahal Rasulullah saw. telah lebih dahulu Mi'raj pada tahun ke-5 Nabawi, tidak lama sesudah hijrah pertama ke Abessinia, enam atau tujuh tahun sebelum terjadi Israa’. Penelaahan secara seksama dan teliti mengenai rincian kedua peristiwa itu, sebagaimana disebut-sebut di dalam hadits, juga mendukung pendapat ini. Untuk keterangan agak terinci tentang kedua peristiwa – Mi'raj dan Israa’ – itu merupakan kejadian yang terpisah dan berbeda satu sama lain.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: An Najm,Allah menampakkan wujud-Nya kepada Rasulullah saw

Post by crescent-star on Thu Feb 27, 2014 7:49 am

@Kedunghalang wrote:Di dalam doa saya itu sudah ada jawaban terhadap pertanyaan anda bahwa (1) Tidak ada titik ordinat atau tempat tertentu bagi Allah, karena Dia lebih dekat dari urat leher kita, dan (2) Dia (Allah) mewahyukan kalam-Nya  ketika ia (Nabi Muhammad saw) berada di atas ufuk tertinggi, (An-Najm 53:7/8).
ya lalu jarak Allah dengan Nabi Muhammad menurut surat An Najm versi sesat mu segimana ?? sejarak 2 tali busur atau lebih dekat dari urat leher ??
avatar
crescent-star
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 403
Kepercayaan : Islam
Location : jabar
Join date : 29.01.14
Reputation : 5

Kembali Ke Atas Go down

Re: An Najm,Allah menampakkan wujud-Nya kepada Rasulullah saw

Post by Kedunghalang on Thu Feb 27, 2014 8:08 am

@crescent-star wrote:
@Kedunghalang wrote:Di dalam doa saya itu sudah ada jawaban terhadap pertanyaan anda bahwa (1) Tidak ada titik ordinat atau tempat tertentu bagi Allah, karena Dia lebih dekat dari urat leher kita, dan (2) Dia (Allah) mewahyukan kalam-Nya  ketika ia (Nabi Muhammad saw) berada di atas ufuk tertinggi, (An-Najm 53:7/8).
ya lalu jarak Allah dengan Nabi Muhammad menurut surat An Najm versi sesat mu segimana ?? sejarak 2 tali busur atau lebih dekat dari urat leher ??

Di dalam Mi'raj Rasulullah saw terdapat ungkapan mengenai kedekatan Nabi Muhammad saw dengan Allah Al Khaaliq bagaikan dua tali busur, atau lebih dekat lagi. Peristiwa Mi'raj ini menggambarkan kedekatan dengan Allah Al Khaaliq yang tidak dimiliki oleh nab-nabi/rasul-rasul lain, kecuali hanya Nabi Muhammad Rasulullah sa, yakni maqam syahadat

Oleh karena itu, janganlah menuduh muslimin lain SESAT, karena "Sesungguhnya, Tuhan-mu, Dia-lah Yang Lebih Mengetahui siapa yang SESAT dari jalan-Nya" (Al Qalam 68:7/8). Rasulullah saw bersabda: "Barangsiapa menuduh SESAT/KAFIR kepada muslimin lain, padahal sesungguhnya TIDAK, maka tuduhan KESESATAN/KEKAFIRAN itu akan kembali kepada yang menuduh." (HR Bukhari)

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: An Najm,Allah menampakkan wujud-Nya kepada Rasulullah saw

Post by crescent-star on Thu Feb 27, 2014 8:15 am

loh kalau begitu Allah lebih dekat dgn manusia biasa donk karena Dia lebih dekat dgn urat leher kita. justru dgn tafsir sesat An najm bung Allah lebih jauh kedekatannya dengan sang nabi yakni sepanjang 2 tali busur panah. jauh amat tuh ...
avatar
crescent-star
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 403
Kepercayaan : Islam
Location : jabar
Join date : 29.01.14
Reputation : 5

Kembali Ke Atas Go down

Re: An Najm,Allah menampakkan wujud-Nya kepada Rasulullah saw

Post by Kedunghalang on Thu Feb 27, 2014 10:14 am

@crescent-star wrote:loh kalau begitu Allah lebih dekat dgn manusia biasa donk karena Dia lebih dekat dgn urat leher kita. justru dgn tafsir sesat An najm bung Allah lebih jauh kedekatannya dengan sang nabi yakni sepanjang 2 tali busur panah. jauh amat tuh ...

Itu adalah ungkapan-ungkapan Allah, Tuhan Yang Maha Mengetahui, Maha Bijaksana di dalam Al Qur'an. Ketika seseorang bertanya kepada Rasulullah saw tentang Allah, maka Dia menjawab di dalam Al Qur'an: "Sesungguhnya Aku dekat" (Al Baqarah) agar orang-orang beriman meningkatkan ketaqwaan mereka. Sedangkan pada ayat lain dalam Al Qur'an, Allah mengungkapkan kedekatan Nabi Muhammad saw dengan Allah Al Khaaliq dalam peristiwa Mi'raj (Kenaikan) sampai ke Sidratul Muntaha yang digambarkan bagaikan dua tali busur dan lebih dekat lagi, mengilustrasikan ketinggian derajat kenabian/kerasulan Nabi Muhammad Rasulullah saw, sehingga mencapai maqam syahadat.



Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: An Najm,Allah menampakkan wujud-Nya kepada Rasulullah saw

Post by crescent-star on Thu Feb 27, 2014 10:36 am

wah seenak udel rupanya ya ... kayak kodok dikejar saja bung ini, loncat locat. sekarang tafsirnya DERAJAT pula.

ini contoh standar ganda yg bisa dimainkan sesuka bung, lihat kelakuan bung di bawah ini :
@kedunghalang wrote:Rasulullah saw telah mencapai batas tertinggi dalam Mi'raj beliau saw, ketika Tuhan menampakkan wujud-Nya kepada beliau dengan kebenaran dan keangungan yang sempurna. Atau, ayat ini dapat berarti, bahwa cahaya Islam ditempatkan pada suatu tempat yang amat tinggi dan dari tempat itu dapat menyinari seluruh dunia. Kata ganti huwa dapat menunjuk kepada Tuhan dan kepada Rasulullah saw. Lihat juga ayat An-Najm 53:9/10.

bagaimana bisa seenak udel begitu bung ???
pantas saja ...


saya saya tanya kalau itu ungkapan kedekatan derajat.
posisi Allah di ufuk tinggi derajat apa itu ?
posisi Allah di 2 tali busur derajat apa itu ?
lalu apakah Allah hanya menyampaikan wahyu jika posisinya 2 tali busur ??
avatar
crescent-star
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 403
Kepercayaan : Islam
Location : jabar
Join date : 29.01.14
Reputation : 5

Kembali Ke Atas Go down

Re: An Najm,Allah menampakkan wujud-Nya kepada Rasulullah saw

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 2 dari 6 Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik