FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

An Najm,Allah menampakkan wujud-Nya kepada Rasulullah saw

Halaman 6 dari 6 Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

An Najm,Allah menampakkan wujud-Nya kepada Rasulullah saw

Post by abu hanan on Tue Feb 18, 2014 11:56 pm

First topic message reminder :

berawal dari sonoh..
http://www.laskarislam.com/t6550p275-isra-miraj-sebuah-hayalan-muhammad#127027

@Kedunghalang wrote:


Di dalam dunia kasysyaf, wujud Jibril as dan Allah Subhaana wa Ta'ala sangat mungkin dapat dilihat oleh Nabi Muhammad saw, karena mata yang digunakan Rasulullah pun adalah mata hati ruhani (fuaad), bukan kasat mata. Hadits menyatakan bahwa Rasulullah saw melihat (dengan mata hati ruhani/fuaad) Jibril as, dan Al Qur'an (An-Najm) menyatakan bahwa Allah Subhaana wa Ta'ala menampakkan wujud-Nya kepada Rasulullah saw yang melihat-Nya dengan mata hati ruhani/fuaad.

Tetapi, saya kira hanya grammar/nahwu & shorof saja tidak akan cukup menafsirkan dunia kasysyaf.


PERATURAN DAN PANDUAN UMUM | FAQ | ADA MASALAH..?? l PENGADUAN
Like dan Follow !
facebook.com/laskarislamcom
@LaskarIslamcom
untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 218

Kembali Ke Atas Go down


Re: An Najm,Allah menampakkan wujud-Nya kepada Rasulullah saw

Post by Kedunghalang on Tue Oct 07, 2014 7:46 pm

@abu hanan wrote:mr kedung..
haditsnyah gak bedakan fisik dan rohani..

1.Aku bertanya, 'Apakah tiga perkara itu? ' Aisyah menjawab, ' Pertama, barang siapa mengklaim bahwa Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam melihat Tuhannya maka sungguh dia telah membesarkan kebohongannya terhadap Allah.'

apakah "melihat" diatas telah berkategori fisik/rohani?

Sudah berulangkali saya katakan bahwa Mi'raj itu bukan peristiwa fisik, melainkan kasysyaf. Jadi yang dimaksud dengan kata-kata Siti 'Aisyah ra dalam hadits tersebut adalah tentang siapapun yang mengklaim bahwa Nabi Muhammad saw melihat Tuhannya secara kasat mata dalam peristiwa Mi'raj, maka sesungguhnya dia berbohong besar terhadap Allah.

@abu hanan wrote:
2. Maka Aisyah menjawab, 'Aku adalah orang yang pertama bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. mengenai perkara ini dari  kalangan umat ini. Beliau telah menjawab dengan bersabda:
"Yang dimaksud 'dia' dalam ayat itu adalah Jibril (bukan Allah),

uda jelaskah?dhommir gak mengacu pada allah..jika anda bantah point 2 diatas,silahkan anda angkut semua kaidah nahwu aka ilmu basa di trit ini..kalow anda masih ngeyel "dia" adalah allah..sayah heran,bugimana mungkin anda melampaui al quran berjalan dalam menafsirkan al quran..

Saya mengingatkan anda bahwa Al Qur'an mensyaratkan para pembacanya untuk membersihkan/mensucikan hatinya sehingga memancarkan kata-kata yang hikmah, dan menggunakan akal-sehatnya agar dapat menyentuh/memahami kebenaran kandungannya (Al Waaqi'ah 56:79/80). Jadi, jika anda menggunakan tulisan-tulisan yang tidak hikmah, maka anda pun tidak akan dapat menyentuh/memahami kebenaran kandungan Al Qur'an.

Nah, sekarang mari kita lihat lagi ayatnya:
An-Najm 53:7/8     Dan, Dia mewahyukan kalam-Nya ketika ia berada di atas ufuk tertinggi,
An-Najm 53:8/9     Kemudian ia, Rasulullah, mendekati Allah, lalu Dia, Allah, kian dekat kepadanya,
An-Najm 53:9/10   Maka jadilah ia, seakan-akan, seutas tali dari  dua buah busur, atau lebih dekat lagi.
An-Najm 53:10/11 Kemudian Dia mewahyukan kepada hamba-Nya apa yang telah Dia wahyukan.
An-Najm 53:11/12 Hati Rasulullah tidak berdusta apa yang dia lihat,
Kata-kata yang di-italic-kan adalah tafsiriyah agar dapat memahami ayatnya dengan jelas. An-Najm 53:9/10 adalah maqam atau derajat yang hanya dianugerahkan Allah kepada Nabi Muhammad saw, yakni maqam syahadat, yaitu LAA ILAAHA ILLALLAAH, MUHAMMAD-AR-RASULULLAH.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: An Najm,Allah menampakkan wujud-Nya kepada Rasulullah saw

Post by abu hanan on Tue Oct 07, 2014 9:26 pm

penggunaan akal sehat adalah dengan ilmu..nahwu adalah ilmu..dan dilarang bicara tafsir tanpa ilmu..

sayah bicara tentang dhomir di an najm..gak lebih mr kedung..


PERATURAN DAN PANDUAN UMUM | FAQ | ADA MASALAH..?? l PENGADUAN
Like dan Follow !
facebook.com/laskarislamcom
@LaskarIslamcom
untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 218

Kembali Ke Atas Go down

Re: An Najm,Allah menampakkan wujud-Nya kepada Rasulullah saw

Post by Kedunghalang on Tue Oct 07, 2014 10:26 pm

@abu hanan wrote:penggunaan akal sehat adalah dengan ilmu..nahwu adalah ilmu..dan dilarang bicara tafsir tanpa ilmu..

sayah bicara tentang dhomir di an najm..gak lebih mr kedung..


Ooooh memang sudah lama saya duga, bahwa anda hanya membatasi dengan ilmu nahwu saja. Padahal Al Qur'an itu tidak cukup ditafsirkan dengan ilmu nahwu saja. Selain dengan ilmu nahwu, bukankah ada alat-alat tafsir lainnya, misalnya dengan asbabun-nuzul, quran bil quran, quran bil hadits, pendapat para sahabat ra, ilmu kalam, rasionalitas, ilmu pengetahun alam dan banyak lagi. Dan yang paling penting, untuk menafsirkan An-Najm (Mi'raj) adalah bagaimana memahami kandungan nubuatan di dalamnya karena jelas-jelas bahwa Mi'raj itu adalah kasysyaf yang diperlihatkan Allah kepada Nabi Muhammad saw dalam keadaan antara sadar dan tidur. Nubuatan utama dalam An-Najm adalah maqam Nabi Muhammad saw yang tidak dimiliki oleh para nabi sebelum dan sesudahnya, yakni LAA ILAAHA ILLALLAH, MUHAMMAD-AR-RASULULLAH.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: An Najm,Allah menampakkan wujud-Nya kepada Rasulullah saw

Post by abu hanan on Wed Oct 08, 2014 6:52 am

mr kedung..
sayah batasin dulu dengan nahwu..karena ilmu ini sangat jelas..seterang matahari di malam hari..terkait asbabun nuzul pun itu tafsir an najm uda terwakili hadits aisyah diatas..untuk bil quran pun,anda keliru menempatkan logika ayat..


PERATURAN DAN PANDUAN UMUM | FAQ | ADA MASALAH..?? l PENGADUAN
Like dan Follow !
facebook.com/laskarislamcom
@LaskarIslamcom
untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 218

Kembali Ke Atas Go down

Re: An Najm,Allah menampakkan wujud-Nya kepada Rasulullah saw

Post by Kedunghalang on Wed Oct 08, 2014 7:13 am

@abu hanan wrote:mr kedung..
sayah batasin dulu dengan nahwu..karena ilmu ini sangat jelas..seterang matahari di malam hari..terkait asbabun nuzul pun itu tafsir an najm uda terwakili hadits aisyah diatas..untuk bil quran pun,anda keliru menempatkan logika ayat..

Ho ho ho, sangat jelas seterang matahari di malam hari, sehingga tidak terlihat maqam Nabi Muhammad saw - pada pandangan Allah - yang merupakan aqidah pokok umat Islam, yakni LAA ILAAHA ILLALLAH, MUHAMMAD-AR-RASULULLAH. Hadits Siti 'Aisyah ra yang mengutip ayat-ayat suci Al Qur'an bahwa Mi'raj itu adalah kasysyaf yang diperlihatkan Allah kepada Nabi Muhammad saw dalam keadaan antara sadar dan tidur itupun sudah mengcover qur'an bil qur'an yang secara rasional dapat dipahami. Ah, saya kira itu hanya penolakan anda saja yang ditulis tanpa argumen yang kuat.

Tetapi, karena tidak ada paksaan dalam agama Islam, maka silahkan saja anda berpendapat seperti itu, meskipun firman Allah dan sabda Rasul-Nya saw berbanding terbalik dengan pendapat anda.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: An Najm,Allah menampakkan wujud-Nya kepada Rasulullah saw

Post by abu hanan on Wed Oct 08, 2014 8:16 am

mr kedung..
lha kan..kebiasaan anda adalah meminta nash AQ..sedangkan penafsiran anda adalah sesuai selera..tanpa batasan..

melihat di hadits aisyah TIDAK menjelaskan mata fisik maupun rohani..untuk itu pula anda hanya membawa seculi persamaan rukyat dalam konteks bani israel..very sempit bos..
bagi mereka yang lama berkecimpung di forum ini uda mahfum jika semuwah argumen sayah,meski tanpa sebut nash,adalah berdasarkan syariah..
emang benar mr kedung,ketika anda buntu di nahwu,maka segala daya akan anda terapkan untuk membantah argumentasi nahwu..


PERATURAN DAN PANDUAN UMUM | FAQ | ADA MASALAH..?? l PENGADUAN
Like dan Follow !
facebook.com/laskarislamcom
@LaskarIslamcom
untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 218

Kembali Ke Atas Go down

Re: An Najm,Allah menampakkan wujud-Nya kepada Rasulullah saw

Post by ngayarana on Wed Oct 08, 2014 3:25 pm

@kedunghalang wrote:Hadits itu sudah jelas mengisyaratkan bahwa Allah tidak bisa dilihat secara kasat mata oleh siapa pun termasuk oleh Nabi Muhammad saw,
Pak......., Coba baca ulang deh hadistnya, mungkin ada yang kelewatan....
Hadist diatas bukan hanya menerangkan penglihatan Ruhani ataupun Fisik, tapi sebagian menceritakan tentang Tafsir Surat An Najm ayat 13 ini yang sedang kita perbincangkan ini....?
yang menerangkan bahwa Sayyidati Aisah RA langsung mendengan penjelasan atau tafsiran dari Rosulullah SAW, yang mengatakan bahwa "dia" dalam ayat itu adalah Jibrill, dan sekaligus membantah pemahaman bahwa "dia" dalam ayat itu adalah "Allah SWT".

Bukankah anda sudah tau pak, yang paling utama menafsirkan Ayat alquran dan bisa di jadikan Hujjah itu langsung dari Rosulullah SAW yang di sebut Hadist yang langsung di riwayatkan oleh Ummil Mu'minin RA.

Atau anda mau menentang ucapan Rosulullah SAW..?
Saya rasa saatnya anda Istighfar mengenai hal ini, dan merubah keyakinan mengenai ayat ini dan juga keyakinan tentang Allah SWT dapat dilihat di dunia baik dengan mata batin ataupun mata jasmani atau apalah sebutannya, atau anda akan di anggap melakukan kebohongan besar terhadap Allah SWT sesuai hadist diatas.

Dan lihat perkataan Ummul Mu'minin RA yang menyebutkan surat Al An'am:103, itu merupakan bantahan terhadap orang yang mengatakan bahwa ada manusia baik Rosulullah SAW sendiri apa lagi manusia biasa dapat melihat Allah SWT di dunia ini baik dengan penglihatan apapun.

Renungkan Pak..... khawatir

tetapi pandangan mata ruhani dalam peristiwa Mi'raj dimana Allah mendekati Rasulullah saw merupakan kasysyaf, bukan kasat mata / pemandangan fisik.
Ya karena anda menganggap peristiwa itu bukan secara fisik dan ruhani, padahal sangat jelas surat Al Isro':1 menerangkan bahwa peristiwa itu secara Jasad dan Ruh, yang di Awali kata Tasbih "Subhana" yang merupakan kalimat yang akan menerangkan peristiwa yang sangat besar yang melibatkan kekuasaan Allah SWT saja, dan juga kata "bi Abdi" sebagai kata ganti Rosulullah, bukankah kata "Abdi" itu berlaku pada Jasad dan Ruh.....?

Fikirkan itu...?

Ohya saya tambahkan sedikit.
karena ayat itu menerangkan pertemuan Rosulullah SAW dengan Jibril dalam bentuk asalnya, maka yang mendekat itu juga Jibril yang sedang di ceritakan....Okay.......!!
avatar
ngayarana
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1147
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 30.01.14
Reputation : 27

Kembali Ke Atas Go down

Re: An Najm,Allah menampakkan wujud-Nya kepada Rasulullah saw

Post by Kedunghalang on Fri Oct 10, 2014 10:54 am

@ Abu Hanan & Ngayarana

Pada umumnya umat Islam memahami peristiwa Israa' Mi'raj itu adalah perjalanan fisik jasmani Nabi Muhammad saw, padahal Al Qur'an sendiri menjelaskan bahwa peristiwa itu adalah Perjalanan Ruhani ketika Nabi Muhammad saw menerima wahyu dalam bentuk Ru'ya atau Kasysyaf. Dalam Peristiwa Israa', ayat berikut merupakan kunci bahwa peristiwa Israa' itu adalah Perjalan Ruhani:


"Dan ingatlah  ketika Kami mengatakan kepada engkau, “Sesungguhnya Tuhan engkau telah mengepung orang-orang ini dengan kebinasaan.” Dan tidaklah Kami jadikan ru’ya yang telah Kami perlihatkan kepada engkau melainkan sebagai ujian bagi manusia, dan begitu pula pohon terkutuk dalam Al Qur'an. Dan Kami menakuti-nakuti kepada mereka, kecuali kedurhakaan amat besar." (Al Israa'/Bani Israil 17:60/61)

Isyarat di sini tertuju kepada kasysyaf yang disebut dalam ayat kedua dari Surah ini. Dalam kasysyaf itu Rasulullah saw melihat diri beliau mengimami semua nabi lainnya dalam shalat yang dilakukan di Baitul-muqadas di Yerusalem, yang merupakan kiblat orang-orang Yahudi. Kasysyaf itu mengandung arti bahwa pada suatu ketika di masa yang akan datang, para pengikut nabi-nabi tersebut akan masuk ke haribaan Islam. Inilah yang dimaksud oleh kata-kata “Tuhan engkau telah mengepung orang-orang ini dengan kebinasaan.” Penyebaran Islam secara meluas akan datang sesudah terjadi bencana-bencana yang akan melanda seluruh dunia seperti telah disinggung dalam ayat 58/59.

Sedangkan dalam peristiwa Mi'raj, hadits dan dua ayat berikut menegaskan bahwa peristiwa Mi'raj adalah Perjalanan Ruhani:

Shahih Bukhari No.4612: Dari Masruq katanya: "Saya berkata kepada 'Aisyah ra, wahai ibu, apakah Muhammad saw melihat Tuhannya? Maka 'Aisyah berkata: "Sungguh benar-benar rambutku berdiri karena apa-apa yang kamu tanyakan terhadap tiga perkara. Barangsiapa yang bercerita kepadamu tentang tiga perkara itu, maka ia benar-benar berbohong. Dan siapa saja berbicara kepadamu bahwa Muhammad saw melihat Tuhannya maka ia benar-benar bohong. Kemudian 'Aisyah membaca Al An'aam 6:103/104 dan Asy-Syura 42:51/52:



Penglihatan mata tidak sampai kepada-Nya tetapi Dia mencapai penglihatan. Dan, Dia Mahahalus, Maha Mengetahui. (Al An'Aam 6:103/104)

Abshar adalah jamak dari bashar  yang berarti penglihatan atau pengertian, dan lathif berarti, yang tak dapat dijangkau oleh panca-indera, halus (Arabic-English Lexicon oleh EW Lane). Ayat itu berarti, bahwa akal manusia, tanpa pertolongan wahyu Ilahi, tidak bisa menghayati pengertian mengenai Tuhan. Tuhan tidak dapat dilihat dengan mata jasmani, tetapi Dia menampakkan Diri-Nya kepada manusia, melalui nabi-nabi-Nya atau melalui bekerjanya sifat-sifat-Nya. Dia pun nampak kepada mata rohani.



Dan tidak ada bagi manusia bahwa Allah berbicara kepadanya, kecuali dengan wahyu atau dari belakang tabir atau dengan mengirimkan seorang Rasul/Utusan guna mewahyukan dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya, Dia Mahaluhur, Mahabijaksana. (Asy-Syura 42:51/52)

Ayat ini menyebut tiga cara Allah, Tuhan Yang Maha Berbicara berkomunikasi dengan hamba-Nya dan menampakkan Wujud-Nya kepada mereka;
(a) Dia berfirman secara langsung kepada mereka tanpa perantara.
(b) Dia membuat mereka menyaksikan kasyaf (Penglihatan Gaib), yang dapat ditakwilkan atau tidak, atau kadang-kadang membuat mereka mendengar kata-kata dalam keadaan jaga dan sadar, di waktu itu mereka tidak melihat wujud orang yang berbicara kepada mereka. Inilah arti kata-kata “dari belakang tabir.”
(c) Tuhan menurunkan seorang rasul dan/atau seorang malaikat (Al Hajj 22:75/76), yang menyampaikan Amanat Ilahi.

Kedua ayat suci Al Qur'an yang dibacakan oleh Siti 'Aisyah ra merupakan pendukung bahwa Mi'raj adalah suatu Perjalanan Ruhani (KASYSYAF) yang luar biasa yang dialami oleh Rasulullah saw:



Hati Rasulullah tidak berdusta apa yang dia lihat, (An-Najm 53:11/12)

Hakikatnya, ialah, apa yang telah dilihat oleh penglihatan mata (ra'a) hati ruhani (fu'aad) Rasulullah saw adalah pengalaman hakiki; pengalaman itu kebenaran sejati dan bukan tipuan khayal beliau saw, sebagaimana dituduhkan oleh orang-orang kafir. Bagi orang biasa seperti kita, tidak bisa atau sulit untuk memiliki penglihatan mata (ra'a) hati ruhani fuaad seperti Rasulullah saw yang bisa membawa kepada kasysyaf, melainkan hanya qalaba, yuqalibu saja.



Maka, apakah kamu membantah tentang apa yang telah dia lihat? (An-Najm 53:12/13).

Umat Islam pada umumnya memahami bahwa peristiwa Israa' mendahului Mi'raj, padahal jika kita telaah sejarah turunnya ayat suci Al Qur'an, sesungguhnya peristiwa Israa' terjadi pada tahun ke-11 atau ke-12 tahun Nabawi (Zurqani), sedangkan Mi'raj Rasulullah saw terjadi lebih dulu daripada Israa', yakni pada tahun ke-5 tahun Nabawi, atau tidak lama sesudah hijrah beliau saw yang pertama ke Abessinia, enam atau tujuh tahun sebelum terjadi Israa’.

Dan, sesungguhnya, dia melihat-Nya kedua kali, (An-Najm 53:13/14)

Kasysyaf Rasulullah saw itu suatu pengalaman ruhani berganda.


Terakhir diubah oleh Kedunghalang tanggal Fri Oct 10, 2014 11:30 am, total 1 kali diubah

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: An Najm,Allah menampakkan wujud-Nya kepada Rasulullah saw

Post by Kedunghalang on Fri Oct 10, 2014 11:15 am

@ngayarana wrote:
@kedunghalang wrote:Hadits itu sudah jelas mengisyaratkan bahwa Allah tidak bisa dilihat secara kasat mata oleh siapa pun termasuk oleh Nabi Muhammad saw,

Pak......., Coba baca ulang deh hadistnya, mungkin ada yang kelewatan....
Hadist diatas bukan hanya menerangkan penglihatan Ruhani ataupun Fisik, tapi sebagian menceritakan tentang Tafsir Surat An Najm ayat 13 ini yang sedang kita perbincangkan ini....?
yang menerangkan bahwa Sayyidati Aisah RA langsung mendengan penjelasan atau tafsiran dari Rosulullah SAW, yang mengatakan bahwa "dia" dalam ayat itu adalah Jibrill, dan sekaligus membantah pemahaman bahwa "dia" dalam ayat itu adalah "Allah SWT".

Bukankah anda sudah tau pak, yang paling utama menafsirkan Ayat alquran dan bisa di jadikan Hujjah itu langsung dari Rosulullah SAW yang di sebut Hadist yang langsung di riwayatkan oleh Ummil Mu'minin RA.

Atau anda mau menentang ucapan Rosulullah SAW..?

Saya rasa saatnya anda Istighfar mengenai hal ini, dan merubah keyakinan mengenai ayat ini dan juga keyakinan tentang Allah SWT dapat dilihat di dunia baik dengan mata batin ataupun mata jasmani atau apalah sebutannya, atau anda akan di anggap melakukan kebohongan besar terhadap Allah SWT sesuai hadist diatas.

Dan lihat perkataan Ummul Mu'minin RA yang menyebutkan surat Al An'am:103, itu merupakan bantahan terhadap orang yang mengatakan bahwa ada manusia baik Rosulullah SAW sendiri apa lagi manusia biasa dapat melihat Allah SWT di dunia ini baik dengan penglihatan apapun.

Renungkan Pak..... khawatir


tetapi pandangan mata ruhani dalam peristiwa Mi'raj dimana Allah mendekati Rasulullah saw merupakan kasysyaf, bukan kasat mata / pemandangan fisik.

Ya karena anda menganggap peristiwa itu bukan secara fisik dan ruhani, padahal sangat jelas surat Al Isro':1 menerangkan bahwa peristiwa itu secara Jasad dan Ruh, yang di Awali kata Tasbih "Subhana" yang merupakan kalimat yang akan menerangkan peristiwa yang sangat besar yang melibatkan kekuasaan Allah SWT saja, dan juga kata "bi Abdi" sebagai kata ganti Rosulullah, bukankah kata "Abdi" itu berlaku pada Jasad dan Ruh.....?

Fikirkan itu...?

Ohya saya tambahkan sedikit.
karena ayat itu menerangkan pertemuan Rosulullah SAW dengan Jibril dalam bentuk asalnya, maka yang mendekat itu juga Jibril yang sedang di ceritakan....Okay.......!!

Saya tidak pernah menolak hadits-hadits sahih yang mendukung dan/atau didukung oleh Al Qur'an. Yang dikatakan oleh Siti 'Aisyah ra memang tidak salah, karena ketika Mi'raj, Nabi Muhammad saw senantiasa didampingi oleh Malaikat Jibril as. Tetapi, coba anda perhatikan Shahih Bukhari No.4612 berikut ini:

Dari Masruq katanya: "Saya berkata kepada 'Aisyah ra, wahai ibu, apakah Muhammad saw melihat Tuhannya? Maka 'Aisyah berkata: "Sungguh benar-benar rambutku berdiri karena apa-apa yang kamu tanyakan terhadap tiga perkara. Barangsiapa yang bercerita kepadamu tentang tiga perkara itu, maka ia benar-benar berbohong. Dan siapa saja berbicara kepadamu bahwa Muhammad saw melihat Tuhannya maka ia benar-benar bohong. Kemudian 'Aisyah membaca Al An'aam 6:103/104 dan Asy-Syura 42:51/52:



Penglihatan mata tidak sampai kepada-Nya tetapi Dia mencapai penglihatan. Dan, Dia Mahahalus, Maha Mengetahui. (Al An'Aam 6:103/104)

Abshar adalah jamak dari bashar  yang berarti penglihatan atau pengertian, dan lathif berarti, yang tak dapat dijangkau oleh pancaindera, halus (Arabic-English Lexicon oleh EW Lane). Ayat itu berarti, bahwa akal manusia, tanpa pertolongan wahyu Ilahi, tidak bisa menghayati pengertian mengenai Tuhan. Tuhan tidak dapat dilihat dengan mata jasmani, tetapi Dia menampakkan Diri-Nya kepada manusia, melalui nabi-nabi-Nya atau melalui bekerjanya sifat-sifat-Nya. Dia pun nampak kepada mata rohani.



Dan tidak ada bagi manusia bahwa Allah berbicara kepadanya, kecuali dengan wahyu atau dari belakang tabir atau dengan mengirimkan seorang Rasul/Utusan guna mewahyukan dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya, Dia Mahaluhur, Mahabijaksana. (Asy-Syura 42:51/52)

Ayat ini menyebut tiga cara Allah, Tuhan Yang Maha Berbicara berkomunikasi dengan hamba-Nya dan menampakkan Wujud-Nya kepada mereka;
(a) Dia berfirman secara langsung kepada mereka tanpa perantara.
(b) Dia membuat mereka menyaksikan kasyaf (Penglihatan Gaib), yang dapat ditakwilkan atau tidak, atau kadang-kadang membuat mereka mendengar kata-kata dalam keadaan jaga dan sadar, di waktu itu mereka tidak melihat wujud orang yang berbicara kepada mereka. Inilah arti kata-kata “dari belakang tabir.”
(c) Tuhan menurunkan seorang rasul dan/atau seorang malaikat (Al Hajj 22:75/76), yang menyampaikan Amanat Ilahi.
Kedua ayat suci Al Qur'an yang dibacakan oleh Siti 'Aisyah ra merupakan pendukung bahwa Mi'raj adalah suatu peristiwa ruhani (KASYSYAF) yang luar biasa yang dialami oleh Rasulullah saw:



Hati Rasulullah tidak berdusta apa yang dia lihat, (An-Najm 53:11/12)

Hakikatnya, ialah, apa yang telah dilihat oleh penglihatan mata (ra'a) dengan hati (fuaad) Rasulullah saw adalah pengalaman hakiki; pengalaman itu kebenaran sejati dan bukan tipuan khayal beliau saw, sebagaimana dituduhkan oleh orang-orang kafir. Bagi orang biasa seperti kita, tidak bisa atau sulit untuk memiliki penglihatan mata (ra'a) dengan hati fuaad seperti Rasulullah saw yang bisa membawa kepada kasysyaf, melainkan hanya qalaba, yuqalibu saja.



Maka, apakah kamu membantah tentang apa yang telah dia lihat? (An-Najm 53:12/13).



Dan, sesungguhnya, dia melihat-Nya kedua kali, (An-Najm 53:13/14)

Kasysyaf Rasulullah saw itu suatu pengalaman ruhani berganda.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: An Najm,Allah menampakkan wujud-Nya kepada Rasulullah saw

Post by ngayarana on Fri Oct 10, 2014 3:05 pm

@Kedunghalang wrote:
@ngayarana wrote:
@kedunghalang wrote:Hadits itu sudah jelas mengisyaratkan bahwa Allah tidak bisa dilihat secara kasat mata oleh siapa pun termasuk oleh Nabi Muhammad saw,

Pak......., Coba baca ulang deh hadistnya, mungkin ada yang kelewatan....
Hadist diatas bukan hanya menerangkan penglihatan Ruhani ataupun Fisik, tapi sebagian menceritakan tentang Tafsir Surat An Najm ayat 13 ini yang sedang kita perbincangkan ini....?
yang menerangkan bahwa Sayyidati Aisah RA langsung mendengan penjelasan atau tafsiran dari Rosulullah SAW, yang mengatakan bahwa "dia" dalam ayat itu adalah Jibrill, dan sekaligus membantah pemahaman bahwa "dia" dalam ayat itu adalah "Allah SWT".

Bukankah anda sudah tau pak, yang paling utama menafsirkan Ayat alquran dan bisa di jadikan Hujjah itu langsung dari Rosulullah SAW yang di sebut Hadist yang langsung di riwayatkan oleh Ummil Mu'minin RA.

Atau anda mau menentang ucapan Rosulullah SAW..?

Saya rasa saatnya anda Istighfar mengenai hal ini, dan merubah keyakinan mengenai ayat ini dan juga keyakinan tentang Allah SWT dapat dilihat di dunia baik dengan mata batin ataupun mata jasmani atau apalah sebutannya, atau anda akan di anggap melakukan kebohongan besar terhadap Allah SWT sesuai hadist diatas.

Dan lihat perkataan Ummul Mu'minin RA yang menyebutkan surat Al An'am:103, itu merupakan bantahan terhadap orang yang mengatakan bahwa ada manusia baik Rosulullah SAW sendiri apa lagi manusia biasa dapat melihat Allah SWT di dunia ini baik dengan penglihatan apapun.

Renungkan Pak..... khawatir


tetapi pandangan mata ruhani dalam peristiwa Mi'raj dimana Allah mendekati Rasulullah saw merupakan kasysyaf, bukan kasat mata / pemandangan fisik.

Ya karena anda menganggap peristiwa itu bukan secara fisik dan ruhani, padahal sangat jelas surat Al Isro':1 menerangkan bahwa peristiwa itu secara Jasad dan Ruh, yang di Awali kata Tasbih "Subhana" yang merupakan kalimat yang akan menerangkan peristiwa yang sangat besar yang melibatkan kekuasaan Allah SWT saja, dan juga kata "bi Abdi" sebagai kata ganti Rosulullah, bukankah kata "Abdi" itu berlaku pada Jasad dan Ruh.....?

Fikirkan itu...?

Ohya saya tambahkan sedikit.
karena ayat itu menerangkan pertemuan Rosulullah SAW dengan Jibril dalam bentuk asalnya, maka yang mendekat itu juga Jibril yang sedang di ceritakan....Okay.......!!

Saya tidak pernah menolak hadits-hadits sahih yang mendukung dan/atau didukung oleh Al Qur'an. Yang dikatakan oleh Siti 'Aisyah ra memang tidak salah, karena ketika Mi'raj, Nabi Muhammad saw senantiasa didampingi oleh Malaikat Jibril as. Tetapi, coba anda perhatikan Shahih Bukhari No.4612 berikut ini:
Dari Masruq katanya: "Saya berkata kepada 'Aisyah ra, wahai ibu, apakah Muhammad saw melihat Tuhannya? Maka 'Aisyah berkata: "Sungguh benar-benar rambutku berdiri karena apa-apa yang kamu tanyakan terhadap tiga perkara. Barangsiapa yang bercerita kepadamu tentang tiga perkara itu, maka ia benar-benar berbohong. Dan siapa saja berbicara kepadamu bahwa Muhammad saw melihat Tuhannya maka ia benar-benar bohong. Kemudian 'Aisyah membaca Al An'aam 6:103/104 dan Asy-Syura 42:51/52:


Penglihatan mata tidak sampai kepada-Nya tetapi Dia mencapai penglihatan. Dan, Dia Mahahalus, Maha Mengetahui. (Al An'Aam 6:103/104)
Abshar adalah jamak dari bashar  yang berarti penglihatan atau pengertian, dan lathif berarti, yang tak dapat dijangkau oleh pancaindera, halus (Arabic-English Lexicon oleh EW Lane). Ayat itu berarti, bahwa akal manusia, tanpa pertolongan wahyu Ilahi, tidak bisa menghayati pengertian mengenai Tuhan. Tuhan tidak dapat dilihat dengan mata jasmani, tetapi Dia menampakkan Diri-Nya kepada manusia, melalui nabi-nabi-Nya atau melalui bekerjanya sifat-sifat-Nya. Dia pun nampak kepada mata rohani.


Dan tidak ada bagi manusia bahwa Allah berbicara kepadanya, kecuali dengan wahyu atau dari belakang tabir atau dengan mengirimkan seorang Rasul/Utusan guna mewahyukan dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya, Dia Mahaluhur, Mahabijaksana. (Asy-Syura 42:51/52)
Ayat ini menyebut tiga cara Allah, Tuhan Yang Maha Berbicara berkomunikasi dengan hamba-Nya dan menampakkan Wujud-Nya kepada mereka;
(a) Dia berfirman secara langsung kepada mereka tanpa perantara.
(b) Dia membuat mereka menyaksikan kasyaf (Penglihatan Gaib), yang dapat ditakwilkan atau tidak, atau kadang-kadang membuat mereka mendengar kata-kata dalam keadaan jaga dan sadar, di waktu itu mereka tidak melihat wujud orang yang berbicara kepada mereka. Inilah arti kata-kata “dari belakang tabir.”
(c) Tuhan menurunkan seorang rasul dan/atau seorang malaikat (Al Hajj 22:75/76), yang menyampaikan Amanat Ilahi.
Kedua ayat suci Al Qur'an yang dibacakan oleh Siti 'Aisyah ra merupakan pendukung bahwa Mi'raj adalah suatu peristiwa ruhani (KASYSYAF) yang luar biasa yang dialami oleh Rasulullah saw:


Hati Rasulullah tidak berdusta apa yang dia lihat, (An-Najm 53:11/12)
Hakikatnya, ialah, apa yang telah dilihat oleh penglihatan mata (ra'a) dengan hati (fuaad) Rasulullah saw adalah pengalaman hakiki; pengalaman itu kebenaran sejati dan bukan tipuan khayal beliau saw, sebagaimana dituduhkan oleh orang-orang kafir. Bagi orang biasa seperti kita, tidak bisa atau sulit untuk memiliki penglihatan mata (ra'a) dengan hati fuaad seperti Rasulullah saw yang bisa membawa kepada kasysyaf, melainkan hanya qalaba, yuqalibu saja.


Maka, apakah kamu membantah tentang apa yang telah dia lihat? (An-Najm 53:12/13).


Dan, sesungguhnya, dia melihat-Nya kedua kali, (An-Najm 53:13/14)
Kasysyaf Rasulullah saw itu suatu pengalaman ruhani berganda.
Apa yang hendak anda buktikan pak, dengan membawa tambahan hadist yang di riwayatkan oleh Bukhari ini', Andapun memotong hadistnya yang di mana Sayyidati Aisah RA berkata dalam kalimat terahir dalam hadist bukhari ini bahwa :
"Akan tetapi Beliau SAW melihat Jibril As dalam bentuknya yang asli sebanyak dua kali."

Tidak usahlah anda menutup nutupi, saya pun punya kalimat lengkapnya dalam Hadist riwayat Bukhori ini.

Dan itu sejalan dengan hadist riwayat Muslim yang sebelumnya saya posting, dimana "dia/nya" pada surat An Najm :13 itu maksud nya adalah  Jibril AS. Bukan Allah SWT pak.
Dan itu Rosulullah SAW sendiri yang mengatakannya.
itu yang saya tanyakan, Apakah anda menentang ucapan Rosulullah SAW....?

Dan mengenai surat Al An'aam 6:103 dan Asy-Syura 42:51 saya akan kutip di post mendatang.
avatar
ngayarana
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1147
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 30.01.14
Reputation : 27

Kembali Ke Atas Go down

Re: An Najm,Allah menampakkan wujud-Nya kepada Rasulullah saw

Post by Kedunghalang on Fri Oct 10, 2014 5:36 pm

@ngayarana wrote:
@Kedunghalang wrote:
@ngayarana wrote:
@kedunghalang wrote:Hadits itu sudah jelas mengisyaratkan bahwa Allah tidak bisa dilihat secara kasat mata oleh siapa pun termasuk oleh Nabi Muhammad saw,

Pak......., Coba baca ulang deh hadistnya, mungkin ada yang kelewatan....
Hadist diatas bukan hanya menerangkan penglihatan Ruhani ataupun Fisik, tapi sebagian menceritakan tentang Tafsir Surat An Najm ayat 13 ini yang sedang kita perbincangkan ini....?
yang menerangkan bahwa Sayyidati Aisah RA langsung mendengan penjelasan atau tafsiran dari Rosulullah SAW, yang mengatakan bahwa "dia" dalam ayat itu adalah Jibrill, dan sekaligus membantah pemahaman bahwa "dia" dalam ayat itu adalah "Allah SWT".

Bukankah anda sudah tau pak, yang paling utama menafsirkan Ayat alquran dan bisa di jadikan Hujjah itu langsung dari Rosulullah SAW yang di sebut Hadist yang langsung di riwayatkan oleh Ummil Mu'minin RA.

Atau anda mau menentang ucapan Rosulullah SAW..?

Saya rasa saatnya anda Istighfar mengenai hal ini, dan merubah keyakinan mengenai ayat ini dan juga keyakinan tentang Allah SWT dapat dilihat di dunia baik dengan mata batin ataupun mata jasmani atau apalah sebutannya, atau anda akan di anggap melakukan kebohongan besar terhadap Allah SWT sesuai hadist diatas.

Dan lihat perkataan Ummul Mu'minin RA yang menyebutkan surat Al An'am:103, itu merupakan bantahan terhadap orang yang mengatakan bahwa ada manusia baik Rosulullah SAW sendiri apa lagi manusia biasa dapat melihat Allah SWT di dunia ini baik dengan penglihatan apapun.

Renungkan Pak..... khawatir


tetapi pandangan mata ruhani dalam peristiwa Mi'raj dimana Allah mendekati Rasulullah saw merupakan kasysyaf, bukan kasat mata / pemandangan fisik.

Ya karena anda menganggap peristiwa itu bukan secara fisik dan ruhani, padahal sangat jelas surat Al Isro':1 menerangkan bahwa peristiwa itu secara Jasad dan Ruh, yang di Awali kata Tasbih "Subhana" yang merupakan kalimat yang akan menerangkan peristiwa yang sangat besar yang melibatkan kekuasaan Allah SWT saja, dan juga kata "bi Abdi" sebagai kata ganti Rosulullah, bukankah kata "Abdi" itu berlaku pada Jasad dan Ruh.....?

Fikirkan itu...?

Ohya saya tambahkan sedikit.
karena ayat itu menerangkan pertemuan Rosulullah SAW dengan Jibril dalam bentuk asalnya, maka yang mendekat itu juga Jibril yang sedang di ceritakan....Okay.......!!

Saya tidak pernah menolak hadits-hadits sahih yang mendukung dan/atau didukung oleh Al Qur'an. Yang dikatakan oleh Siti 'Aisyah ra memang tidak salah, karena ketika Mi'raj, Nabi Muhammad saw senantiasa didampingi oleh Malaikat Jibril as. Tetapi, coba anda perhatikan Shahih Bukhari No.4612 berikut ini:
Dari Masruq katanya: "Saya berkata kepada 'Aisyah ra, wahai ibu, apakah Muhammad saw melihat Tuhannya? Maka 'Aisyah berkata: "Sungguh benar-benar rambutku berdiri karena apa-apa yang kamu tanyakan terhadap tiga perkara. Barangsiapa yang bercerita kepadamu tentang tiga perkara itu, maka ia benar-benar berbohong. Dan siapa saja berbicara kepadamu bahwa Muhammad saw melihat Tuhannya maka ia benar-benar bohong. Kemudian 'Aisyah membaca Al An'aam 6:103/104 dan Asy-Syura 42:51/52:


Penglihatan mata tidak sampai kepada-Nya tetapi Dia mencapai penglihatan. Dan, Dia Mahahalus, Maha Mengetahui. (Al An'Aam 6:103/104)
Abshar adalah jamak dari bashar  yang berarti penglihatan atau pengertian, dan lathif berarti, yang tak dapat dijangkau oleh pancaindera, halus (Arabic-English Lexicon oleh EW Lane). Ayat itu berarti, bahwa akal manusia, tanpa pertolongan wahyu Ilahi, tidak bisa menghayati pengertian mengenai Tuhan. Tuhan tidak dapat dilihat dengan mata jasmani, tetapi Dia menampakkan Diri-Nya kepada manusia, melalui nabi-nabi-Nya atau melalui bekerjanya sifat-sifat-Nya. Dia pun nampak kepada mata rohani.


Dan tidak ada bagi manusia bahwa Allah berbicara kepadanya, kecuali dengan wahyu atau dari belakang tabir atau dengan mengirimkan seorang Rasul/Utusan guna mewahyukan dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya, Dia Mahaluhur, Mahabijaksana. (Asy-Syura 42:51/52)
Ayat ini menyebut tiga cara Allah, Tuhan Yang Maha Berbicara berkomunikasi dengan hamba-Nya dan menampakkan Wujud-Nya kepada mereka;
(a) Dia berfirman secara langsung kepada mereka tanpa perantara.
(b) Dia membuat mereka menyaksikan kasyaf (Penglihatan Gaib), yang dapat ditakwilkan atau tidak, atau kadang-kadang membuat mereka mendengar kata-kata dalam keadaan jaga dan sadar, di waktu itu mereka tidak melihat wujud orang yang berbicara kepada mereka. Inilah arti kata-kata “dari belakang tabir.”
(c) Tuhan menurunkan seorang rasul dan/atau seorang malaikat (Al Hajj 22:75/76), yang menyampaikan Amanat Ilahi.
Kedua ayat suci Al Qur'an yang dibacakan oleh Siti 'Aisyah ra merupakan pendukung bahwa Mi'raj adalah suatu peristiwa ruhani (KASYSYAF) yang luar biasa yang dialami oleh Rasulullah saw:


Hati Rasulullah tidak berdusta apa yang dia lihat, (An-Najm 53:11/12)
Hakikatnya, ialah, apa yang telah dilihat oleh penglihatan mata (ra'a) dengan hati (fuaad) Rasulullah saw adalah pengalaman hakiki; pengalaman itu kebenaran sejati dan bukan tipuan khayal beliau saw, sebagaimana dituduhkan oleh orang-orang kafir. Bagi orang biasa seperti kita, tidak bisa atau sulit untuk memiliki penglihatan mata (ra'a) dengan hati fuaad seperti Rasulullah saw yang bisa membawa kepada kasysyaf, melainkan hanya qalaba, yuqalibu saja.


Maka, apakah kamu membantah tentang apa yang telah dia lihat? (An-Najm 53:12/13).


Dan, sesungguhnya, dia melihat-Nya kedua kali, (An-Najm 53:13/14)
Kasysyaf Rasulullah saw itu suatu pengalaman ruhani berganda.
Apa yang hendak anda buktikan pak, dengan membawa tambahan hadist yang di riwayatkan oleh Bukhari ini', Andapun memotong hadistnya yang di mana Sayyidati Aisah RA berkata dalam kalimat terahir dalam hadist bukhari ini bahwa :
"Akan tetapi Beliau SAW melihat Jibril As dalam bentuknya yang asli sebanyak dua kali."

Tidak usahlah anda menutup nutupi, saya pun punya kalimat lengkapnya dalam Hadist riwayat Bukhori ini.

Dan itu sejalan dengan hadist riwayat Muslim yang sebelumnya saya posting, dimana "dia/nya" pada surat An Najm :13 itu maksud nya adalah  Jibril AS. Bukan Allah SWT pak.
Dan itu Rosulullah SAW sendiri yang mengatakannya.
itu yang saya tanyakan, Apakah anda menentang ucapan Rosulullah SAW....?

Dan mengenai surat Al An'aam 6:103 dan Asy-Syura 42:51 saya akan kutip di post mendatang.

Dalam Buku Hadits Shahih Bukhari yang diterjemahkan Achmad Sunarto dkk yang diterbitkan CV Asy-Syifa ', Semarang, tidak ada kalimat: "Akan tetapi Beliau SAW melihat Jibril As dalam bentuknya yang asli sebanyak dua kali." yang anda klaim sebagai sabda Rasulullah saw sendiri.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: An Najm,Allah menampakkan wujud-Nya kepada Rasulullah saw

Post by ngayarana on Tue Oct 14, 2014 11:07 am

@Kedunghalang wrote:Dalam Buku Hadits Shahih Bukhari yang diterjemahkan Achmad Sunarto dkk yang diterbitkan CV Asy-Syifa ', Semarang, tidak ada kalimat: "Akan tetapi Beliau SAW melihat Jibril As dalam bentuknya yang asli sebanyak dua kali." yang anda klaim sebagai sabda Rasulullah saw sendiri.
Oooh berarti Yang nerjemahin hadist di atas kelupaan kali ada kalimat yang saya sebutkan di atas.

Untuk lebih jelasnya, agar anda tidak menganggap apa yang saya tulis merupakan Klaim semata, saya kirimkan Teks lengkap dari hadist yang terpotong di atas.


Dan berikut terjemahannya :
"Telah   menceritakan  kepada   kami   Yahya Telah   menceritakan   kepada   kami   Waki' dari Ismail   bin   Abu   Khalid dari 'Amir dari   Masruq dia berkata; “Aku  bertanya kepada 'Aisyah radliallahu 'anha wahai Ibu, Apakah benar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah melihat Rabbnya..?” Aisyah menjawab; “Sungguh rambutku berdiri (karena kaget) atas apa yang kamu katakana, tiga perkara yang barang siapa mengatakannya kepadamu, maka sungguh ia telah berdusta.

Barang siapa mengatakan kepadamu bahwa Muhammad  shallallahu 'alaihi wasallam pernah melihat Rabbnya, maka ia telah berdusta. Lalu Aisyah membaca ayat; “Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala yang Penglihatan,  dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui.” (Al An'am: 103).

"Dan tidak mungkin bagi seorang manusiapun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau dibelakang tabir." (As Syura: 51).

Dan barang siapa yang mengatakan kepadamu bahwa beliau mengetahui apa yang akan terjadi pada hari esok maka ia telah berdusta. Lalu Aisyah   membaca   ayat;  
“Dan   tiada   seorangpun   yang   dapat   mengetahui   (dengan   pasti)   apa yang  akan  diusahakannya besok”. (Luqman : 34).
Dan barang siapa yang mengatakan kepadamu   bahwa   beliau   menyembunyikan   sesuatu,   maka   ia   telah   berdusta.   Lalu   Aisyah membaca ayat;
“Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu”. (Al Maidah; 67).

“Akan tetapi Beliau SAW melihat Jibril As dalam bentuknya yang asli sebanyak dua kali.”
(HR. Bukhari)

Hadist Bukhari ini sejalan dengan Hadist Muslim yang saya posting sebelumnya, http://www.laskarislam.com/t8212p100-an-najmallah-menampakkan-wujud-nya-kepada-rasulullah-saw#148276 tetapi Hadist Muslim lebih terang dan jelas dalam menafsirkan ayat di atas, tentang pertemuan Rosulullah SAW dengan Jibril yang anda (kaum Ahmadi) kira pertemuan itu dengan Allah SWT.

Makanya saya Tanyakan ke anda, apakah anda akan mengingkari perkataan Rosulullah SAW tersebut....?
avatar
ngayarana
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1147
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 30.01.14
Reputation : 27

Kembali Ke Atas Go down

Re: An Najm,Allah menampakkan wujud-Nya kepada Rasulullah saw

Post by Kedunghalang on Tue Oct 14, 2014 12:09 pm

@ngayarana wrote:
@Kedunghalang wrote:Dalam Buku Hadits Shahih Bukhari yang diterjemahkan Achmad Sunarto dkk yang diterbitkan CV Asy-Syifa ', Semarang, tidak ada kalimat: "Akan tetapi Beliau SAW melihat Jibril As dalam bentuknya yang asli sebanyak dua kali." yang anda klaim sebagai sabda Rasulullah saw sendiri.
Oooh berarti Yang nerjemahin hadist di atas kelupaan kali ada kalimat yang saya sebutkan di atas.

Untuk lebih jelasnya, agar anda tidak menganggap apa yang saya tulis merupakan Klaim semata, saya kirimkan Teks lengkap dari hadist yang terpotong di atas.


Dan berikut terjemahannya :
"Telah   menceritakan  kepada   kami   Yahya Telah   menceritakan   kepada   kami   Waki' dari Ismail   bin   Abu   Khalid dari 'Amir dari   Masruq dia berkata; “Aku  bertanya kepada 'Aisyah radliallahu 'anha wahai Ibu, Apakah benar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah melihat Rabbnya..?” Aisyah menjawab; “Sungguh rambutku berdiri (karena kaget) atas apa yang kamu katakana, tiga perkara yang barang siapa mengatakannya kepadamu, maka sungguh ia telah berdusta.

Barang siapa mengatakan kepadamu bahwa Muhammad  shallallahu 'alaihi wasallam pernah melihat Rabbnya, maka ia telah berdusta. Lalu Aisyah membaca ayat; “Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala yang Penglihatan,  dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui.” (Al An'am: 103).

"Dan tidak mungkin bagi seorang manusiapun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau dibelakang tabir." (As Syura: 51).

Dan barang siapa yang mengatakan kepadamu bahwa beliau mengetahui apa yang akan terjadi pada hari esok maka ia telah berdusta. Lalu Aisyah   membaca   ayat;  
“Dan   tiada   seorangpun   yang   dapat   mengetahui   (dengan   pasti)   apa yang  akan  diusahakannya besok”. (Luqman : 34).
Dan barang siapa yang mengatakan kepadamu   bahwa   beliau   menyembunyikan   sesuatu,   maka   ia   telah   berdusta.   Lalu   Aisyah membaca ayat;
“Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu”. (Al Maidah; 67).

“Akan tetapi Beliau SAW melihat Jibril As dalam bentuknya yang asli sebanyak dua kali.”
(HR. Bukhari)

Hadist Bukhari ini sejalan dengan Hadist Muslim yang saya posting sebelumnya, http://www.laskarislam.com/t8212p100-an-najmallah-menampakkan-wujud-nya-kepada-rasulullah-saw#148276 tetapi Hadist Muslim lebih terang dan jelas dalam menafsirkan ayat di atas, tentang pertemuan Rosulullah SAW dengan Jibril yang anda (kaum Ahmadi) kira pertemuan itu dengan Allah SWT.

Makanya saya Tanyakan ke anda, apakah anda akan mengingkari perkataan Rosulullah SAW tersebut....?

Mungkinkah Rasulullah saw bersabda: "Akan tetapi Beliau SAW melihat Jibril As dalam bentuknya yang asli sebanyak dua kali."?

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: An Najm,Allah menampakkan wujud-Nya kepada Rasulullah saw

Post by ngayarana on Tue Oct 14, 2014 12:28 pm

@Kedunghalang wrote:
@ngayarana wrote:
@Kedunghalang wrote:Dalam Buku Hadits Shahih Bukhari yang diterjemahkan Achmad Sunarto dkk yang diterbitkan CV Asy-Syifa ', Semarang, tidak ada kalimat: "Akan tetapi Beliau SAW melihat Jibril As dalam bentuknya yang asli sebanyak dua kali." yang anda klaim sebagai sabda Rasulullah saw sendiri.
Oooh berarti Yang nerjemahin hadist di atas kelupaan kali ada kalimat yang saya sebutkan di atas.

Untuk lebih jelasnya, agar anda tidak menganggap apa yang saya tulis merupakan Klaim semata, saya kirimkan Teks lengkap dari hadist yang terpotong di atas.


Dan berikut terjemahannya :
"Telah   menceritakan  kepada   kami   Yahya Telah   menceritakan   kepada   kami   Waki' dari Ismail   bin   Abu   Khalid dari 'Amir dari   Masruq dia berkata; “Aku  bertanya kepada 'Aisyah radliallahu 'anha wahai Ibu, Apakah benar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah melihat Rabbnya..?” Aisyah menjawab; “Sungguh rambutku berdiri (karena kaget) atas apa yang kamu katakana, tiga perkara yang barang siapa mengatakannya kepadamu, maka sungguh ia telah berdusta.

Barang siapa mengatakan kepadamu bahwa Muhammad  shallallahu 'alaihi wasallam pernah melihat Rabbnya, maka ia telah berdusta. Lalu Aisyah membaca ayat; “Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala yang Penglihatan,  dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui.” (Al An'am: 103).

"Dan tidak mungkin bagi seorang manusiapun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau dibelakang tabir." (As Syura: 51).

Dan barang siapa yang mengatakan kepadamu bahwa beliau mengetahui apa yang akan terjadi pada hari esok maka ia telah berdusta. Lalu Aisyah   membaca   ayat;  
“Dan   tiada   seorangpun   yang   dapat   mengetahui   (dengan   pasti)   apa yang  akan  diusahakannya besok”. (Luqman : 34).
Dan barang siapa yang mengatakan kepadamu   bahwa   beliau   menyembunyikan   sesuatu,   maka   ia   telah   berdusta.   Lalu   Aisyah membaca ayat;
“Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu”. (Al Maidah; 67).

“Akan tetapi Beliau SAW melihat Jibril As dalam bentuknya yang asli sebanyak dua kali.”
(HR. Bukhari)

Hadist Bukhari ini sejalan dengan Hadist Muslim yang saya posting sebelumnya, http://www.laskarislam.com/t8212p100-an-najmallah-menampakkan-wujud-nya-kepada-rasulullah-saw#148276 tetapi Hadist Muslim lebih terang dan jelas dalam menafsirkan ayat di atas, tentang pertemuan Rosulullah SAW dengan Jibril yang anda (kaum Ahmadi) kira pertemuan itu dengan Allah SWT.

Makanya saya Tanyakan ke anda, apakah anda akan mengingkari perkataan Rosulullah SAW tersebut....?

Mungkinkah Rasulullah saw bersabda: "Akan tetapi Beliau SAW melihat Jibril As dalam bentuknya yang asli sebanyak dua kali."?
Ya itu nama Hadist Pak....., yang menceritakan adalah Istri Rosulullah sendiri, dan perkataan "Akan tetapi Beliau SAW melihat Jibril As dalam bentuknya yang asli sebanyak dua kali." itu memang perkataan Sayyidati Aisah RA, dan tentunya di dengar langsung Oleh Beliau RA dari Rosulullah SAW.

Makanya saya bawakan juga Hadist riwayat Muslim sebelumnya yang lebih jelas, nih saya kutip ulang sebagian Hadistnya :
"Maka   Aisyah   menjawab,   'Aku   adalah   orang yang   pertama   bertanya kepada   Rasulullah shallallahu     'alaihi  wasallam.   mengenai perkara ini  dari  kalangan umat ini.  Beliau  telah menjawab dengan bersabda: "Yang dimaksud 'dia' dalam ayat itu adalah Jibril (bukan Allah), aku tidak pernah melihat Jibril dalam bentuk asalnya kecuali dua kali saja, yaitu semasa dia turun dari langit dalam keadaan yang terlalu besar sehingga memenuhi di antara lagit dan bumi.' "
Noooh..., Saya Blod dan warnain biar terang.

Saya yakin anda tau apa itu Definisi Hadist ..... awas
avatar
ngayarana
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1147
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 30.01.14
Reputation : 27

Kembali Ke Atas Go down

Re: An Najm,Allah menampakkan wujud-Nya kepada Rasulullah saw

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 6 dari 6 Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik