FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

RATUBAGUS...Bangsawan atau Habib?

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

RATUBAGUS...Bangsawan atau Habib?

Post by satria bergitar on Sat Oct 26, 2013 9:59 am

Akhir - akhir ini kita disibukan oleh pemberitaan media massa soal tertangkapnya Tubagus Chaeri Whardana yang merupakan adik kandung Ratu Atut Choisiyah…banyak yang menyayangkan langkah politik yang dilakukan oleh Ratu Atut dalam membentuk pemerintahan provinsi Banten terutama masalah penempatan posisi yang dianggap krusial yang diisi oleh beberapa anggota keluarganya sehingga menimbulkan kesan adanya dinasti politik, begitupun kerajaan bisnis yang dibangun oleh keluarganya yg menguasai proyek2 yg menggunakan APBD Pemprov banten.

Tapi sudahlah…saya tidak akan membahas Atut…yg akan saya ulas disini adalah gelar yang disandangnya berupa “Ratu” yang sepengetahuan saya memiliki sejarah panjang semenjak jaman dahulu dimulai dari terbentuknya kasultanan Banten yang didirikan oleh Maulana Hasanudin yg merupakan sultan Banten pertama…juga berbagi cerita keluarga saya yang berlangsung turun temurun secara estafet oleh buyut, kakek, abah, anak, cucu, cicit dst..dst..sebagai pengingat bagi seseorang yang menyandang gelar Ratu dan Tubagus untuk instrospeksi diri mengngingat seiapa diri kita dan lelluhur kita.

Lalu apa itu “ratubagus”? dan siapakah berhak menyandangnya?

Melihat sejarahnya bagi saya ratubagus merupakan gelar yang unik dan tiada duanya di nusantara

Ratubagus (Ratu untuk perempuan dan Tubagus untuk laki-laki) adalah panggilan tertinggi untuk seseorang yang dihormati di Banten karena keluhuran Ilmu yang dimilikinya baik dalam soal agama maupun sosial bahkan bela diri…dalam babad tatar Banten kuno seseorang yang dipanggil Ratubagus biasanya memiliki strata sosial yang tinggi dan pemimpin untuk setiap daerahnya, biasanya permasalahan sosial dibawa kepadanya untuk diselesaikan secara musyawarah.

Banyak orang mengira Ratubagus adalah gelar kebangsawanan Banten yang merujuk pada keturunan sultan Maulana Hasanudin, maka saya katakan tidak sepenuhnya benar…sebab menurut cerita keluarga saya seseorang yang pintar dan pandai dalam ilmu agama meskipun bukan keturunan sultan pun dipanggil tubagus dibanten…kasarnya semua keturunan sultan banten pasti disebut tubagus, tapi tidak semua tubagus adalah keturunan sultan banten.

Benarkah para tubagus memiliki darah biru atau kebangsawanan Banten? Saya katakan BENAR jika dia mempunyai silsilah yang dapat dirunut sampai sultan Maulana Hasanudin.

Benarkah para tubagus dapat disamakan dengan habib, sayyid, atau syarif yang katanya dapat dirunut silsilahnya sampai rasulullah SAW?
Saya katakan BENAR jika dia mempunyai silsilah yang dapat dirunut sampai sultan Maulana Hasanudin.

Kuncinya ada di sultan Maulana Hasanudin…lalu siapakah sebenarnya sultan Maulana Hasanudin???

Maka dari sini kita akan berbicara fakta sejarah…

bersambung..
avatar
satria bergitar
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Age : 31
Posts : 1399
Location : Karawang
Join date : 08.12.11
Reputation : 59

Kembali Ke Atas Go down

Re: RATUBAGUS...Bangsawan atau Habib?

Post by satria bergitar on Sat Oct 26, 2013 10:47 am

Maulana Hasanudin merupakan sultan banten pertama yang merupakan putra dari syarif hidayatullah aka Sunan Gunung Jati..

Lahir 1450 Masehi syarif hidayatullah sendiri dari pihak ibu merupakan putra dari nyai rara santang yang merupakan putri kedua dari Prabhu Siliwangi yang memeluk islam dan mengganti nama menjadi nyai syarifah mudaim setelah menikah dengan sayyid Sayyid ‘Umadtuddin Abdullah Al-Khan salah satu pejabat mesir yang konon katanya masih keturunan Syaidinna Al-husain cucu baginda Rasulullah SAW.

Secara kebangsawanan Sultan Maulana Hasanudin merupakan pemangku sah Tahta Pajajaran jika melihat silsilah leluhurnya.

Prabu Siliwangi yang merupakan maharaja Tatar Sunda mempunyai beberapa anak  dari  Kentring Manik Mayang Sunda yang merupakan anak dari Prabu Susuk Tunggal, yaitu Prabu Sanghyang Surawisesa yang merupakan raja di Pakuan dan Sanghyang Surosowan yang dijadikan adipati di pesisir Banten.

Dari Sang Surosowan mempunyai dua orang anak yaitu: Sang Arya Surajaya dan Nhai Kawung Anten.
Dalam Babad Cirebon disebutkan ketika Syarif Hidayattulah baru datang dari Mesir dan singgah di Cirebon menemui Uwa-nya bernama Pangeran Cakrabuana alias Raden Walang Sungsang yang juga putra Prabu Siliwangi yang mendirikan kadipaten Pakungwati, lalu mereka pergi ke Banten untuk menyebarkan agama Islam.

Di Banten Syarif Hidayatullah kemudian menikah dengan Nyai Kawung Anten yang merupakan anak dari Sang Surosowan,  dengan demikian mereka itu adalah sama-sama cucu dari Prabu Siliwangi, meski dari ibu yang berbeda. Dari hasil perkawinan mereka lahirlah Maulana Hasanudin, yang lahir di tahun 1478 Masehi

Sementara silsilah syarif hidayatullah dari ayah sbb :

Nabi Muhammad SAW
Fatimah Az-Zahra
Al-Imam Sayyidina Hussain putera Ali bin Abu Tholib dan Fatimah Az-Zahra binti Muhammad
Sayyidina ‘Ali Zainal ‘Abidin bin
Sayyidina Muhammad Al Baqir bin
Sayyidina Ja’far As-Sodiq bin
Sayyid Al-Imam Ali Uradhi bin
Sayyid Muhammad An-Naqib bin
Sayyid ‘Isa Naqib Ar-Rumi bin
Ahmad al-Muhajir bin
Sayyid Al-Imam ‘Ubaidillah bin
Sayyid Alawi Awwal bin
Sayyid Muhammad Sohibus Saumi’ah bin
Sayyid Alawi Ats-Tsani bin
Sayyid Ali Kholi’ Qosim bin
Sayyid Muhammad Sohib Mirbath (Hadhramaut)
Sayyid Alawi Ammil Faqih (Hadhramaut) bin
Sayyid Amir ‘Abdul Malik Al-Muhajir (Nasrabad, India) bin
Sayyid Abdullah Al-’Azhomatu Khan bin
Sayyid Ahmad Shah Jalal @ Ahmad Jalaludin Al-Khan bin
Sayyid Syaikh Jumadil Qubro @ Jamaluddin Akbar Al-Khan bin
Sayyid ‘Ali Nuruddin Al-Khan @ ‘Ali Nurul ‘Alam
Sayyid ‘Umadtuddin Abdullah Al-Khan bin
Sunan Gunung Jati @ Syarif Hidayatullah Al-Khan
avatar
satria bergitar
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Age : 31
Posts : 1399
Location : Karawang
Join date : 08.12.11
Reputation : 59

Kembali Ke Atas Go down

Re: RATUBAGUS...Bangsawan atau Habib?

Post by isaku on Sat Oct 26, 2013 11:35 am

nompang duduk dulu,..

kurang panjang ceritanya :)

isaku
KAPTEN
KAPTEN

Male
Posts : 3589
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 17.09.12
Reputation : 141

Kembali Ke Atas Go down

Re: RATUBAGUS...Bangsawan atau Habib?

Post by satria bergitar on Sun Oct 27, 2013 10:06 am

@isaku wrote:nompang duduk dulu,..

kurang panjang ceritanya :)
woles kangmas CR7...masih bersambung kok tenang aj...
avatar
satria bergitar
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Age : 31
Posts : 1399
Location : Karawang
Join date : 08.12.11
Reputation : 59

Kembali Ke Atas Go down

Re: RATUBAGUS...Bangsawan atau Habib?

Post by satria bergitar on Mon Oct 28, 2013 1:05 pm

NYAI SUBHANG LARANG

masih tentang Syarif Hidayatullah yg merupakan ayahanda dari sultan maulana hasanudin...

bercerita tentang syarif hidayatullah atau kita lebih mengenalnya dengan sebutan Sunan Gunung Jati...maka selalu ada kaitan dengan Prabu siliwangi yg merupakan Raja Kerajaan Padjajaran penguasa tatar pasundan..Beliau merupakan kakek  syarif hidayatullah dari ibunya nyai Rara Santang yang merupakan anak kedua prabu siliwangi hasil pernikahannya dengan nyai subhang larang...

menjadi menarik ketika kita berbicara Raja kerajaan padjajdaran yang notabene penganut animisme yaitu kepercayaan terhadap dewa sang hyang widi akan tetapi mempunyai keturunan yang taat terhadap agama Islam...hal ini tidak terlepas dari pengaruh Istri prabhu siliwangi sendiri yaitu nyai subhang larang...siapa sebenarnya nyai subhang larang???

menurut naskah Purwaka Caruban Nagari yang ditulis oleh Pangeran Arya Carbon (ditulis 150 thn setelah syarif hidayatullah wafat)  nyai subang larang merupakan putri dari ki gedheng tapa salah seorang adipati pajajaran yg berkuasa di muara jati cirebon...asal muasal islamnya ki ghedeng tapa adalah ketika pelabuhan cirebon kedatangan salah seorang pelaut yg tekenal dari dataran tiongkok yaitu laksamana Cheng Ho yg sedang melaksanakan ekspedisi di asia tenggara..

cheng ho adalah seorang tionghoa muslim...bersama kedatangannya di muara jati ia membawa seorang ulama bernama syeikh hasanudin… perilaku dan keluhuran budi pekerti syeikh hasanudin memikat ki gedheng tapa untuk mempelajari islam sehingga beliau masuk islam dengan mengajak seluruh anggota keluarganya…

Penyebaran agama Islam yang disampaikan oleh syekh Hasanuddin di Muara Jati Cirebon, yang merupakan bawahan dari Kerajaan Pajajaran, rupanya sangat mencemaskan raja Pajaran Prabu Anggalarang (ayah raden Pamanah  Rasa yg kelak menjadi sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi), sehingga pada waktu itu,penyebaran agama Islam dperintahkan agar dihentikan. Perintah dari Raja Negeri Pajajaran tersebut dipatuhi oleh Syekh Hasanuddin. Beberapa saat kemudian Syekh Hasanuddin mohon diri kepada Ki Gedeng Tapa. Sebagai sahabat, Ki Gedeng Tapa sendiri sangat prihatin atas peristiwa yang menimpa ulama besar itu, Sebab ia pun sebenarnya masih ingin menambah pengetahuannya tentang Agama Islam. Oleh karena itu, sebagai wujud kesungguhannya terhadap agama Islam, putri Ki Gedeng Tapa yang bernama Nyai Subang Karancang atau Nyai Subang Larang dititipkan ikut bersama ulama besar ini untuk belajar mengaji dan Agama Islam di Campa.

Beberapa waktu lamanya berada di Campa, kemudian Syekh Hasanuddin membulatkan tekadnya untuk kembali ke wilayah negeri Pajajaran. Dan untuk keperluan tersebut, maka telah disiapkan dua perahu dagang yang memuat rombongan para santrinya adalah Syekh Abdul Rahman.Syekh Maulana Madzkur dan Syekh Abdilah Dargom.termasuk Nyai Subang Larang.

Sekitar tahun 1416 Masehi, setelah rombongan ini memasuki Laut Jawa, dan Sunda Kelapa lalu memasuki Kali Citarum,yang waktu itu di Kali tersebut ramai dipakai Keluar masuk para pedagang ke Negeri Pajajaran, akhirnya rombongan perahu singgah di Pura Dalam atau Pelabuhan Karawang. dimana kegiatan Pemerintaahan dibawah kewenangan Jabatan Dalem. Karena rombongan tersebut,sangat menjunjung tinggi peraturan kota Pelabuhan,sehingga aparat setempat sangat menghormati dan,memberikan izin untuk mendirikan Mushola ( 1418 Masehi) sebagai sarana Ibadah sekaligus tempat tinggal mereka. Setelah beberapa waktu berada di pelabuahan Karawang, Syekh Hasanuddin menyampaikan Dakwah-dakwahnya di Mushola yang dibangunya ( sekarang Mesjid Agung Karawang ).dari urainnya mudah dipahami dan mudah diamalkan,ia beserta santrinya juga memberikan contoh pengajian Al-Qur’an menjadi daya tarik tersendiri di sekitar karawang.
Berita tentang dakwah Syeh Hasanuddin yang kemudian masyarakat Pelabuhan Karawang memanggilnya dengan Syekh Quro, rupanya telah terdengar kembali oleh Prabu Angga Larang, yang dahulu pernah melarang Syekh Quro melakukan kegiatan yang sama tatkala mengunjungi pelabuhan Muara Jati Cirebon. Sehingga ia segera mengirim utusan yang dipimpin oleh sang putra mahkota yang bernama Raden Pamanah Rasa untuk menutup Pesantren Syekh Quro.

Namun tatkala putra mahkota ini tiba di tempat tujuan, rupanya hatinya tertambat oleh alunan suara merdu ayat-ayat suci Al-Qur’an yang dikumandangkan oleh Nyai Subang Larang. Putra Mahkota (yang setelah dilantik menjadi Raja Pajajaran bergelar Sri Baduga Maharaja atau Prabu Siliwangi) itu pun mengurungkan niatnya untuk menutup Pesantren Quro, dan tanpa ragu-ragu menyatakan isi hatinya untuk memperistri Nyi Subang Larang yang cantik dan halus budinya.
Akhirnya pinangan pun diterima dengan syarat raden pamanah rasa memeluk islam…dari sini banyak cerita yang simpang siur….sebab ada yang mengatakan raden pamanah rasa tetap memeluk agama leluhurnya meskipun dinikahkan secara islam dengan nyai subhang larang oleh syeikh hasanudin…hal ini dilakukan untuk mnghindari murka ayahandanya prabu Anggalarang…
Prabu Siliwangi seorang raja besar dari Pakuan Pajajaran. Putra dari Prabu Anggalarang dari dinasti Galuh yang berkuasa di Surawisesa atau Kraton Galuh. Pada masa mudanya dikenal dengan nama Raden Pamanah Rasa. Diasuh oleh Ki Gedeng Sindangkasih, seorang juru pelabuhan Muara Jati. Istri pertama adalah Nyi Ambetkasih, sepupunya sendiri, yang merupakan putri dari Ki Gedeng Sindangkasih, putra ketiga Wastu Kancana dari Mayangsari, yang menjadi raja muda di Surantaka (Sekitar Majalengka sekarang). Dengan pernikahan ini dia ditunjuk menjadi pengganti Ki Gedeng Sindangkasih sebagai raja muda Surantaka. Dari Ambetkasih dia tidak mendapat keturunan.
Pernikahan kedua di Musholla yang senantiasa mengagungkan alunan suara merdu ayat-ayat suci Al-Qur’an yang dikumandangkan oleh Nyai Subang Larang. memang telah membawa hikmah yang besar, dan Syekh Quro memegang peranan penting dalam masuknya pengaruh ajaran Islam ke keluarga Sang Prabu Siliwangi. Sebab para putra-putri yang dikandung oleh Nyai Subang Larang yang muslimah itu, memancarkan sinar IMAN dan ISLAM bagi umat di Negeri Pajajaran. Nyai Subang Larang sebagai isteri kedua seorang raja memang harus berada di Istana Pakuan Pajajaran, dengan tetap memancarkan Cahaya Islamnya.

Perbedaan yang mencolok antara Ibu Subang Larang dengan istri-istri Prabu Siliwangi lainnya adalah keunggulan mendidik anak-anaknya yang mencerminkan sosok ibu yang idealnya seperti seorang ibu bahkan bagi sebagian orang Bogor, Ibu Subang Larang-lah yang biasa disebut dengan nama Ibu Ratu bukan Nyai Roro Kidul seperti yang diyakini sebagian masyarakat.

Hasil dari pernikahan Prabu Siliwangi dan Nyai Subang Larang tersebut mereka dikarunai tiga anak Ideal yaitu: 1.Raden Walangsungsang ( 1423 Masehi) ; 2.Nyi Mas Rara Santang ( 1426 Masehi) ; 3.Raja Sangara ( 1428 Masehi).

Melihat kondisi Pakuan Pajajaran yang menganut keyakinan “Sunda Wiwitan” Subang Larang tidak mungkin mengajari Islam putra putrinya sendiri di istana Pakuan Pajajaran. Diizinkan Putra pertama yang laki-laki bernama Raden Walangsungsang setelah melewati usia remaja, maka bersama adiknya yang bernama Nyimas Rara Santang, meninggalkan Istana Pakuan Pajajaran dan mendapat bimbingan dari ulama Syekh nur Kahfi adalah muballigh asal Baghdad memilih pengajian di pelabuhan Muara Jati, yaitu Perguruan Islam Gunung Jati Cirebon. Setelah kakak beradik ini menunaikan ibadah Haji, maka Raden Walangsungsang, dengan restu Prabu Siliwangi menjadi Pangeran Cakrabuana mendirikan kerajaan dibawah Pajajaran dan memimpin pemerintahan Nagari Caruban Larang, Cirebon.

Sedangkan Nyi Mas Rara Santang Di tempat pengajian Gunung Jati Cirebon tampaknya Nyai Rara Santang bertemu atau dipertemukan dengan Syarif Umadtudin Abdullah, cucu Syekh Maulana Akbar Gujarat atau lebih dikenal seikh jumadil Qubro. Setelah mereka menikah, lahirlah Raden Syarif Hidayatullah kemudian hari dikenal sebagai Sunan Gunung Jati. Penerus raja Caruban Larang yang menurut cerita versi Pajajaran beliau yang mendirikan asal muasal kota Cirebon.

Sedangkan Raja Sangara menuntut ilmu Islam mengembara hingga ke Timur Tengah. Kemudian menyebarkan agama Islam di tatar selatan dengan sebutan Prabu Kian Santang (Sunan Rohmat), wafat dan dimakamkan di Godog Suci Garut.
Adapun kegiatan Pesantren Quro, Kemudian para santri yang telah berpengalaman disebarkan ke pelosok pedesaan untuk mengajarkan agama Islam, terutama di daerah Karawang bagian selatan seperti Pangkalan. Demikian juga ke pedesaan di bagian utara Karawang yang berpusat di Desa Pulo Kalapa dan sekitarnya.

Setelah wafat, Syekh Quro dimakamkan di Dusun Pulobata, Desa Pulokalapa, Kecamatan Lemahabang, Lokasi makam penyebar agama Islam tertua, yang konon lebih dulu dibandingkan Walisongo tersebut, berada sekitar 30 kilometer ke wilayah timur laut dari pusat kota Lumbung Padi di Jawa Barat itu.

dikutip dari berbagai sumber... dan masih bersambung..


Silahkan lampirkan yang anda sebut "berbagai Sumber"
Mohon diperhatikan
By:Mod


sorry mod... piss 

https://www.facebook.com/media/set/?set=a.158571247567058.36954.105732876184229&type=3
http://www.nimusinstitute.com/silsilah-kesultanan-banten-1
http://islamic-center.or.id/betawi-corner/1139-genealogi-dan-polemik-fatahillah-1.html
http://gapurasunda.blogspot.com/2011/01/syarif-hidayatullah-sunan-gunung-jati_16.html
http://cainusantara.wordpress.com/2011/02/07/alunan-suara-nyai-subang-larang-yang-meluluhkan-keras-hatinya-prabu-siliwangi/
http://groups.yahoo.com/group/bmg2006_sukses/message/3107
http://www.pelitakarawang.com/2010/03/sekilas-sejarah-makam-syekh-quro.html
http://indo.hadhramaut.info/view/1941.aspx
http://su.wikipedia.org/wiki/Obrolan:Prabu_Siliwangi
http://www.forumbebas.com/printthread.php?tid=20951
http://www.asalcageur.co.cc/2009/06/sejarah-sunda-bagian-6.htm
avatar
satria bergitar
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Age : 31
Posts : 1399
Location : Karawang
Join date : 08.12.11
Reputation : 59

Kembali Ke Atas Go down

Re: RATUBAGUS...Bangsawan atau Habib?

Post by satria bergitar on Sat Nov 23, 2013 11:15 am

Sultan Ageng Tirtayasa

Sultan Ageng Tirtayasa (Banten, 1631 - 1692) adalah putra Sultan Abu al-Ma'ali Ahmad yang menjadi Sultan Banten periode 1640-1650. Ketika kecil, ia bergelar Pangeran Surya. Ketika ayahnya wafat, ia diangkat menjadi Sultan Muda yang bergelar Pangeran Ratu atau Pangeran Dipati. Setelah kakeknya meninggal dunia, ia diangkat sebagai sultan dengan gelar Sultan Abdul Fathi Abdul Fattah. Nama Sultan Ageng Tirtayasa berasal ketika ia mendirikan keraton baru di dusun Tirtayasa (terletak di Kabupaten Serang). Ia dimakamkan di Mesjid Banten.

Riwayat Perjuangan

Sultan Ageng Tirtayasa berkuasa di Kesultanan Banten pada periode 1651 - 1682. Ia memimpin banyak perlawanan terhadap Belanda. Masa itu, VOC menerapkan perjanjian monopoli perdagangan yang merugikan Kesultanan Banten. Kemudian Tirtayasa menolak perjanjian ini dan menjadikan Banten sebagai pelabuhan terbuka.

Saat itu, Sultan Ageng Tirtayasa ingin mewujudkan Banten sebagai kerajaan Islam terbesar. Di bidang ekonomi, Tirtayasa berusaha meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan membuka sawah-sawah baru dan mengembangkan irigasi. Di bidang keagamaan, ia mengangkat Syekh Yusuf sebagai mufti kerajaan dan penasehat sultan.

Ketika terjadi sengketa antara kedua putranya, Sultan Haji dan Pangeran Purbaya, Belanda ikut campur dengan bersekutu dengan Sultan Haji untuk menyingkirkan Sultan Ageng Tirtayasa. Saat Tirtayasa mengepung pasukan Sultan Haji di Sorosowan (Banten), Belanda membantu Sultan Haji dengan mengirim pasukan yang dipimpin oleh Kapten Tack dan de Saint Martin.

Masa kekuasaan Sultan Haji

Pada jaman pemerintahan Sultan Haji, tepatnya pada 12 Maret 1682, wilayah Lampung diserahkan kepada VOC. seperti tertera dalam surat Sultan Haji kepada Mayor Issac de Saint Martin, Admiral kapal VOC di Batavia yang sedang berlabuh di Banten. Surat itu kemudian dikuatkan dengan surat perjanjian tanggal 22 Agustus 1682 yang membuat VOC memperoleh hak monopoli perdagangan lada di Lampung.

Penghapusan kesultanan

Kesultanan Banten dihapuskan tahun 1813 oleh pemerintah kolonial Inggris. Pada tahun itu, Sultan Muhammad Syafiuddin dilucuti dan dipaksa turun takhta oleh Thomas Stamford Raffles. Tragedi ini menjadi klimaks dari penghancuran Surasowan oleh Gubernur-Jenderal Belanda, Herman William Daendels tahun 1808.

http://taganabanten-info.blogspot.com/2009/10/sejarah-kesultanan-banten.html

pada periode inilah banyak bangsawan banten yang menolak tunduk memilih hengkang keluar banten...termasuk kakek buyut saya...beliau lari dari kejaran belanda menuju karawang karena menolak tunduk...pada saat itu daendels sedang gencar - gencarnya membangun mega proyek jalan 1000 km dari anyer menuju surabaya...

avatar
satria bergitar
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Age : 31
Posts : 1399
Location : Karawang
Join date : 08.12.11
Reputation : 59

Kembali Ke Atas Go down

Re: RATUBAGUS...Bangsawan atau Habib?

Post by jaya on Sun Nov 24, 2013 5:37 pm

sumber, fb, blog, twiter.....hem.....
avatar
jaya
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 1969
Kepercayaan : Lain-lain
Location : London
Join date : 21.07.13
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: RATUBAGUS...Bangsawan atau Habib?

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik