FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Bulan bisa kehilangan cahaya?

Halaman 2 dari 2 Previous  1, 2

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Bulan bisa kehilangan cahaya?

Post by aliumar on Sat Oct 12, 2013 4:01 pm

First topic message reminder :

Kita tau bersama bahwa bulan tidak mempunyai cahaya pada dirinya sendiri. Namun menurut Quran, nanti sbg salah satu tanda2 kiamat, bulan akan hilang cahayanya.


﴾ Al Qiyaamah:6 ﴿
Ia berkata: "Bilakah hari kiamat itu?"
Qiyaamah:7 ﴿
Maka apabila mata terbelalak (ketakutan),
﴾ Al Qiyaamah:8 ﴿
dan apabila bulan telah hilang cahayanya

Pertanyaannya:
koq bisa ya sesuatu yg tidak mempunyai cahaya bisa dikatakan : "hilang cahayanya"?

ini kah yg namanya Firman dari Allah yg sesuai dgn science? hahaha.....


aliumar
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2663
Kepercayaan : Katolik
Location : Padang
Join date : 20.06.12
Reputation : 29

Kembali Ke Atas Go down


Re: Bulan bisa kehilangan cahaya?

Post by aliumar on Sat Jan 04, 2014 9:51 am

bintang2 yg anda lihat dilangit apakah mereka semua menghasilkan cahayanya sendiri? mereka semua bercahaya berkat pantulan cahaya matahari
hahaha....belajar science dulu sana gih....masa bintang2 bercahaya berkat pantulan cahaya matahari juga?
Tidak tahukah engkau bahwa bintang bercahaya dari dirinya sendiri yg memang menghasilkan cahaya? dan matahari itu adalah bintang...bintang yg terdekat dgn bumi.

mereka semua bercahaya berkat pantulan cahaya matahari, dan dikatakan diayat di atas "bilakah hari kiamat itu" yg artinya jika hari kiamat terjadi maka bulan tdk lagi bercahaya itu berarti sumber cahaya bulan (matahari sumber cahaya bulan dan bintang) sudah padam
sudah pernah aku post juga sebelumnya:

Quran malah bilang bahwa menjelang kiamat, matahari masih terbit, cuma bedanya terbit dari barat. Ini artinya sumber cahaya mataharinya masih tetap ada,


aliumar
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2663
Kepercayaan : Katolik
Location : Padang
Join date : 20.06.12
Reputation : 29

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bulan bisa kehilangan cahaya?

Post by Jagona on Sun Jan 05, 2014 10:18 am

aliumar wrote:
bintang2 yg anda lihat dilangit apakah mereka semua menghasilkan cahayanya sendiri? mereka semua bercahaya berkat pantulan cahaya matahari
hahaha....belajar science dulu sana gih....masa bintang2 bercahaya berkat pantulan cahaya matahari juga?
Tidak tahukah engkau bahwa bintang bercahaya dari dirinya sendiri yg memang menghasilkan cahaya? dan matahari itu adalah bintang...bintang yg terdekat dgn bumi.
memang benar bintang adalah tatasurya yang terdiri dari Matahari, Planet, dan Bulan, pasti bercahaya karena ada sumber api.

mereka semua bercahaya berkat pantulan cahaya matahari, dan dikatakan diayat di atas "bilakah hari kiamat itu" yg artinya jika hari kiamat terjadi maka bulan tdk lagi bercahaya itu berarti sumber cahaya bulan (matahari sumber cahaya bulan dan bintang) sudah padam
sudah pernah aku post juga sebelumnya:

Quran malah bilang bahwa menjelang kiamat, matahari masih terbit, cuma bedanya terbit dari barat. Ini artinya sumber cahaya mataharinya masih tetap ada,

hi hi hi ...... gak ada tuh quran bilang matahari terbit dari Barat ..... biar anda tahu di akherat nanti matahari berfungsi sebagai NERAKA

Jagona
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 71
Posts : 4039
Kepercayaan : Islam
Location : Banten
Join date : 08.01.12
Reputation : 18

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bulan bisa kehilangan cahaya?

Post by aliumar on Sun Jan 05, 2014 12:59 pm

bintang adalah tatasurya yang terdiri dari Matahari, Planet, dan Bulan,
satu lagi org ngaco....belajar ilmu di mana siy yg ngajarin bintang itu adalah tatasurya yg terdiri dari matahari, palanet, dan bulan?
Bintang itu bagian dari tata surya. Dan Bintang itu tidak terdiri dari planet dan bulan. Ketauan Pelajaran IPA nya dulu jeblok niy.

gak ada tuh quran bilang matahari terbit dari Barat
sori sedikit ralat....bukan quran yg bilang, tapi hadist shahih yg bilang:

( HR.MUSLIM No:226 )
Hadis riwayat Abu Hurairah ra.: Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Hari Kiamat tidak akan terjadi sebelum matahari terbit dari barat. Apabila matahari telah terbit dari barat, maka seluruh manusia akan beriman. Tetapi (Pada saat itu), tidak bermanfaat lagi iman seseorang untuk dirinya sendiri pada apa yang belum diimaninya atau pada kebaikan yang belum diusahakannya di masa imannya.


aliumar
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2663
Kepercayaan : Katolik
Location : Padang
Join date : 20.06.12
Reputation : 29

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bulan bisa kehilangan cahaya?

Post by cain on Sun Jan 05, 2014 1:07 pm

aliumar wrote:
bintang adalah tatasurya yang terdiri dari Matahari, Planet, dan Bulan,
satu lagi org ngaco....belajar ilmu di mana siy  yg ngajarin bintang itu adalah tatasurya yg terdiri dari matahari, palanet, dan bulan?
Bintang itu bagian dari tata surya. Dan Bintang itu tidak terdiri dari planet dan bulan. Ketauan Pelajaran IPA nya dulu jeblok niy.



Lulusan pesantren bro, ga belajar IPA dia  basi 

Belajar "sains islam" iya  ketawa guling 

Jadi...maklummin sajalah  nyerah 
avatar
cain
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1408
Kepercayaan : Lain-lain
Location : Indonesia
Join date : 13.10.13
Reputation : 10

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bulan bisa kehilangan cahaya?

Post by Jagona on Mon Jan 06, 2014 12:00 pm

aliumar wrote:
bintang adalah tatasurya yang terdiri dari Matahari, Planet, dan Bulan,
satu lagi org ngaco....belajar ilmu di mana siy  yg ngajarin bintang itu adalah tatasurya yg terdiri dari matahari, palanet, dan bulan?
Bintang itu bagian dari tata surya. Dan Bintang itu tidak terdiri dari planet dan bulan. Ketauan Pelajaran IPA nya dulu jeblok niy.

hi hi hi ...... anda yang harus mulai belajar astronomi ....... jangan baca komik aja .... key

gak ada tuh quran bilang matahari terbit dari Barat
sori sedikit ralat....bukan quran yg bilang, tapi hadist shahih yg bilang:

( HR.MUSLIM No:226 )
       Hadis riwayat Abu Hurairah ra.: Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Hari Kiamat tidak akan terjadi sebelum matahari terbit dari barat. Apabila matahari telah terbit dari barat, maka seluruh manusia akan beriman. Tetapi (Pada saat itu), tidak bermanfaat lagi iman seseorang untuk dirinya sendiri pada apa yang belum diimaninya atau pada kebaikan yang belum diusahakannya di masa imannya.


hi hi hi .......... anda tahu artinya "matahari terbit dari Barat" ? ini pelajaran astronomi juga ..... cuma manusia tidak akan pernah melihat "matahri terbit dari Barat", karena sa'at sudah terjadi kematian total bagi makhluk hidup yang ada di Dunia (bukan hanya di Bumi) ........... key

Jagona
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 71
Posts : 4039
Kepercayaan : Islam
Location : Banten
Join date : 08.01.12
Reputation : 18

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bulan bisa kehilangan cahaya?

Post by Mutiara on Mon Jan 06, 2014 2:39 pm

matahari terbit dari barat secara ilmiah dimungkinkan juga tuh...

kafir suka heboh dengan kebodohannay sendiri
avatar
Mutiara
KAPTEN
KAPTEN

Female
Posts : 3660
Kepercayaan : Islam
Location : DKI
Join date : 01.08.13
Reputation : 45

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bulan bisa kehilangan cahaya?

Post by Jagona on Mon Jan 06, 2014 5:01 pm

Mutiara wrote:matahari terbit dari barat secara ilmiah dimungkinkan juga tuh...

kafir suka heboh dengan kebodohannay sendiri

hi hi hi ............. ngaco, ilmiah mana yang memungkinkan matahari terbit dari barat .......... jangan asal bunyi, ................................. okey

Jagona
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 71
Posts : 4039
Kepercayaan : Islam
Location : Banten
Join date : 08.01.12
Reputation : 18

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bulan bisa kehilangan cahaya?

Post by Mutiara on Tue Jan 07, 2014 4:08 am

baca tuh statement para ahlinya, bahkan ada pakar ilmuwan yang jadi mualaf karenanya
avatar
Mutiara
KAPTEN
KAPTEN

Female
Posts : 3660
Kepercayaan : Islam
Location : DKI
Join date : 01.08.13
Reputation : 45

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bulan bisa kehilangan cahaya?

Post by Jagona on Tue Jan 07, 2014 8:23 am

Mutiara wrote:baca tuh statement para ahlinya, bahkan ada pakar ilmuwan yang jadi mualaf karenanya

tunjukin aja statementnya ............ ilmuwan mana yang ngaco kaya gitu .......... okey

Jagona
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 71
Posts : 4039
Kepercayaan : Islam
Location : Banten
Join date : 08.01.12
Reputation : 18

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bulan bisa kehilangan cahaya?

Post by Mutiara on Tue Jan 07, 2014 2:07 pm

sekali lagi ada pemalas yang minta disuapin mulu.

baca tuh di sini:

http://www.laskarislam.com/t7335p100-para-mualaf

Mutiara wrote:Hadist Nabi Terbukti Bahwa Matahari Akan Terbit dari Barat, Profesor Ukraina Masuk Islam



Seorang ilmuwan fisika yang sebelumnya menganut keyakinan agama lain akhirnya masuk Islam setelah dia membuktikan sebuah hadits yang mengatakan bahwa matahari akan terbit dari barat. Ilmuwan Fisika tersebut adalah Dmitriy Polakov , seorang ahli Fisika yang sangat menggandrungi kajian serta riset-riset ilmiah.



Bagaimana kisah dan kejadiannya.
Berikut sedikit tentang kisahnya.
Demitri bersama dengan Profesor Nicolai Kosinikov sebagai pimpinannya, melakukan sebuah sample yang diuji di laboratorium untuk mempelajari teori modern yang menjelaskan perputaran bumi pada porosnya.
Mereka berhasil menetapkan teori tersebut.

Poros Bumi.
Teori yang dikemukakan sang profesor merupakan teori yang paling baru dan paling berani dalam menafsirkan fenomena perputaran bumi dan porosnya. Kelompok peneliti ini merancang sebuah sample berupa bola yang diisi penuh dengan papan tipis dari logam yang dilelehkan, kemudian ditempatkan pada badan bermagnet yang terbentuk dari elektroda yang saling berlawanan arus.

Pada saat arus listrik berjalan pada dua elektroda tersebut, maka timbullah gaya magnet dan bola yang dipenuhi dengan papan tipis dari logam tersebut mulai berputar pada porosnya. Fenomenan ini dinamakan Gerak Integral Elektro Magno Dinamika.
Gerak ini pada substansinya menjadi aktivitas perputaran bumi pada porosnya.

Pada tingkat realita di alam ini, daya tarik matahari merupakan kekuatan penggerak yang bisa melahirkan area magnet yang bisa mendorong bumi untuk berputar pada porosnya.
Kemudian gerak perputaran bumi ini dalam hal cepat atau lambatnya seiring dengan daya intensitas daya matahari.

Atas dasar ini pula, posisi dan arah kutub utara bergantung.
Telah diadakan penelitian bahwa kutub magnet bumi hingga tahun 1970 bergerak dengan kecepatan kurang dari 10 km/tahun. Dan bertambah lagi menjadi 40km.tahun pada tahun selanjutnya. Bahkan tahun 2001 mencapai 200 km/tahun.

Hal ini membuktikan bahwa bumi dengan pengaruh daya magnet tersebut mengakibatkan dua kutub magnet bergantian tempat.
Itu artinya bahwa gerak perputaran bumi akan mengarah pada arah berlawanan. Ketika itu, matahari akan terbit dari barat.

Hanya Terdapat dalam Hadits Rasulullah SAW.
Informasi dan ilmu pengetahuan ini telah dicari oleh demitri kemanapun, namun dia tak berhasil mendapatkannya. Buku-buku dipelajarinya namun tidak menemukan.
Kaget bukan kepalang Prof. Demitri ini setelah menbaca sebuah hadits yang menyatakan cocok dengan analisanya.

Dalam islam, informasi itu tertulis sebuah hadits riwayat Bukhari dan Muslim.
Sejak dari 1.400 tahun yang lalu ternyata sudah ada. Tiada seorang pun yang mengetahui kecuali Sang Pencipta lewat RasulNya, nabi Muhammad SAW.

Berikut hadits yang menyatakan
Rasulullah SAW bersabda, "Tidak akan terjadi kiamat sehingga matahari terbit dari tempat terbenamnya, apabila ia telah terbit dari barat dab semua manusia melihat hal itu maka semua manusia akan beriman, dan itulah waktu yang tidak ada gunanya iman seseorang yang belum pernah beriman sebelum itu."
(HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam jarak beberapa jam saja, Demitri sang ahli fisika telah menyatakan syahadat pertama kalinya. Sungguh Benar Allah dengan segala FirmanNya, Sungguh Benar Rasulullah SAW dengan segala Sabdanya. Ia kagum pada Islam. Al-Quran dan Hadits, dimana keduanya menggabungkan ilmu agama dan juga ilmu sains.



Perkembangan Islam di Ukraina yang pesat, menyebabkab hampir setiap dua minggu terdapat rakyat asal Ukraine baik lelaki atau wanita memeluk agama Islam di Pusat Islam Kyiv. Seorang ilmuan Ukraina bernama Dimitry Boliakov. Beliau seorang saintis muda yang tekun dalam kajian bidang fisikanya. Beliau memasuki masjid di pusat tersebut ditemani bersama seorang ahli yang aktif di pusat tersebut.

Ketika inilah Dimitry mula menjelaskan perjalanannya menuju keimanan terhadap ajaran Islam. Dia menyatakan keyakinannya dalam memeluk Islam ialah hasil dari kajian sains terutamanya dalam bidang ilmu fisika yang menjadi keahliannya, selain itu Dimitry awalnya menerangkan bahwa ia menjalankan kajiannya bersama para ilmuan lainnya yang berwibawa dalam bidang kajian Vacuum Physics dibawah kelolaan Prof Nikolay Kosinikov yang merupakan pelopor dalam bidang tersebut. Dia menyatakan mereka membuat kajian terhadap sebuah teori tata surya terbaru yang menjelaskan tentang perputaran bumi.

Akan tetapi Dimitry mengetahui terdapat riwayat dalam sebuah hadis dari nabi saw yang diketahui umat Islam sebelumnya, bahkan termasuk dalam asas akidah mereka. Hadis ini mengukuhkan lagi tentang kajian yang telah dibuatnya.

Dimitri merasa yakin bahwa pengetahuan seperti ini, yang terdapat lebih dari 1.400 tahun yang lalu hanya mungkin didapati dari Tuhan yang mencipta alam ini sendiri.



Teori yang dikemukan oleh Prof. Kosinov merupakan teori yang paling baru dalam menjelaskan fenomena perputaran bumi. Kumpulan kajian ini menyediakan sebuah sampel berupa globe yang diisi penuh dengan cairan dari logam, kemudiannya mengenakannya dengan medan magnet yang terhasil dari electrode akibat caj dua elektronik. Iaitu proses aliran arus letrik DC melalui electrode yang menghasilkan medan magnet kemudiaanya menyebabkan globe diisi cairan logam itu berputar pada paksinya. Fenomena ini dinamakan “electo-magno-dynamic phenomenon”. Gerak ini pada asanya menjadi aktivitas perputaran bumi pada paksinya.

Daya matahari merupakan “kekuatan penggerak” yang melahirkan medan magnet yang mendorong bumi untuk berputar pada porosnya. Kemudian gerak putaran bumi ini berputar cepat atau lambatnya seiring dengan daya kekuatan daya matahari.

Telah didapati bahawa kutub magnet bumi hingga tahun 1970 bergerak dengan kecepatan tidak lebih dari 10 km dalam setahun, akan tetapi pada tahun-tahun terakhir ini kecepatan tersebut bertambah hingga 40 km dalam setahun.

Bahkan pada tahun 2001 kutub magnet bumi bergeser dari tempatnya hingga mencapai jarak 200 km dalam sekali gerak. Ini berarti bumi dengan pengaruh daya magnet tersebut mengakibatkan dua kutub magnet bergantian tempat. Artinya bahwa “gerak” perputaran bumi akan mengarah pada arah yang berlawanan. Ketika itu matahari akan terbit (keluar) dari Barat.

Ilmu pengetahuan seperti ini tidak didapati Dimitry dalam buku-buku atau didengar dari manapun, akan tetapi ia memperoleh kesimpulan tersebut dari hasil kajian . Ketika dia meneliti berbagai-bagai kitab agama lain, ia tidak mendapatkan satupun petunjuk tersebut , namun ia menemukannya dari agama Islam.

Ia mendapatkan ilmu tersebut dari hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, bahawa Rasulullah saw bersabda,”
“Tidak akan terjadi kiamat sehingga matahari terbit dari tempat terbenamnya, apabila ia telah terbit dari barat dan semua manusia melihat hal itu maka semua mereka akan beriman, dan itulah waktu yang tidak ada gunanya iman seseorang yang belum pernah beriman sebelum itu.”
(Riwayat Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah. Dan riwayat Ahmad, Abu Dawud dan Ibn Majah)

Matahari terbit dari Barat akan terjadi selama satu hari saja, kemudian tertutuplah pintu taubat. Setelah itu, gerakan matahari pun akan kembali seperti sebelumnya terbit dari timur sampai terjadinya kiamat. Saintis NASA juga mengesahkan fenomena ini seperti dalam artikel di atas.

Dari Ibn ‘Abbas, “Maka Ubai bin Ka’ab berkata: “Maka bagaimana jadinya matahari dan manusia setelah itu?” Rasulullah menjawab: “Matahari akan tetap menyinarkan cahayanya dan akan terbit sebagaimana terbit sebelumnya, dan orang-orang akan menghadapi (tugas-tugas) dunia mereka, apabila kuda seorang laki-laki melahirkan anaknya, maka ia tidak akan dapat menunggang kuda tersebut sampai terjadinya kiamat.” (Fathul Baari, Kitaburriqaq, Juz 11, Thulu’issyamsi Min Maghribiha).

Beberapa Dalil yang Menjadi Dasar Terjadinya Peristiwa Tersebut
1. Dalil dari Al-Qur’an.
Allah ta’ala berfirman :
يَوْمَ يَأْتِي بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ لا يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيمَانِهَا خَيْرًا
“Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Tuhanmu tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya” [QS. Al-An’am : 158].
Beberapa hadits shahih menunjukkan bahwasannya yang dimaksudkan dengan ‘sebagian tanda-tanda (ayat)’ yang disebutkan dalam ayat di atas adalah terbitnya matahari dari arah barat. Hal itu merupakan perkataan kebanyakan mufassiriin (ahli tafsir).[1]
Telah berkata Ath-Thabariy – setelah menyebutkan perkataan mufassiriin tentang ayat ini - :
وأولى الأقوال بالصواب في ذلك ما تظاهرت به الأخبار عن رسول الله صلى الله عليه وسلم أنه قال : ذلك حين تطلع الشمس من مغربها
“Perkataan yang lebih mendekati kebenaran tentang perkara itu adalah apa yang datang dengannya khabar dari Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, bahwasannya beliau bersabda : ‘Hal itu terjadi ketika matahari terbit dari arah barat”.[2]
Asy-Syaukaniy berkata :
فإذا ثبت رفع هذا التفسير النبوي من وجه صحيح لا قادح فيه، فهو واجب التقديم، محتَّم الأخذ به
“Apabila telah tetap akan marfu’-nya tafsir nabawiy ini dari jalan yang shahih tanpa ada cacat di dalamnya, maka wajib untuk mendahulukan dan mengambil/menerimanya”.[3]
2. Dalil dari As-Sunnah Ash-Shahiihah
Hadits-hadits yang menunjukkan terbitnya matahari dari arah barat sangat banyak, diantaranya :
a. Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhubahwasannya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
لا تقوم الساعة حتى تطلع الشمس من مغربها، فإذا طلعت، فرآها الناس؛ آمنوا أجمعون، فذاك حين لا ينفع نفسًا إيمانُها لم تكن آمنت من قبل أو كسبت في إيمانها خيرًا
“Tidaklah tegak hari kiamat hingga matahari terbit dari arah barat. Apabila ia telah terbit (dari arah barat) dan manusia melihatnya, maka berimanlah mereka semua. Pada hari itu tidaklah bermanfaat keimanan seseorang yang tidak beriman sebelum hari itu atau belum mengusahakan kebaikan di masa imannya”.[4]
b. Al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhu bahwasannya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda :
لا تقوم الساعة حتى تقتتل فئتان...(فذكر الحديث، وفيه : ) حتى تطلع الشمس من مغربها، فإذا طلعت، فرآها الناس؛ آمنوا أجمعون، فذاك حين لا ينفع نفسًا إيمانُها لم تكن آمنت من قبل أو كسبت في إيمانها خيرًا
“Tidaklah tegak hari kiamat hingga berperang dua kelompok besar kaum manusia….. (yang kemudian di dalamnya disebutkan : ) hingga terbitnya matahari dari arah barat. Apabila ia telah terbit (dari arah barat) dan manusia melihatnya, maka berimanlah mereka semua. Pada hari itu tidaklah bermanfaat keimanan seseorang yang tidak beriman sebelum hari itu atau belum mengusahakan kebaikan di masa imannya”. [5]

Tidak Diterimanya Iman dan Taubat Setelah Matahari Terbit dari Arah Barat
Apabila matahari terbit dari arah barat, maka saat itu tidak diterima keimanan seseorang yang belum beriman sebelumnya, sebagaimana juga tidak diterima taubatnya orang-orang yang berbuat maksiat. Hal itu dikarenakan terbitnya matahari dari arah barat merupakan satu tanda (hari kiamat) yang sangat besar, yang dapat dilihat oleh seluruh manusia di waktu itu. Maka tersingkaplah semua hakekat bagi mereka, dan mereka menyaksikan berbagai hal mengerikan yang menjadikan leher mereka tunduk membenarkan ayat-ayat Allah. Hukum mereka pada waktu itu adalah seperti hukum orang yang tertimpa adzab Allah ta’ala, sebagaimana firman-Nya ‘azza wa jalla :
فَلَمَّا رَأَوْا بَأْسَنَا قَالُوا آمَنَّا بِاللَّهِ وَحْدَهُ وَكَفَرْنَا بِمَا كُنَّا بِهِ مُشْرِكِينَ * فَلَمْ يَكُ يَنْفَعُهُمْ إِيمَانُهُمْ لَمَّا رَأَوْا بَأْسَنَا سُنَّةَ اللَّهِ الَّتِي قَدْ خَلَتْ فِي عِبَادِهِ وَخَسِرَ هُنَالِكَ الْكَافِرُونَ

“Maka tatkala mereka melihat azab Kami, mereka berkata: "Kami beriman hanya kepada Allah saja dan kami kafir kepada sembahan-sembahan yang telah kami persekutukan dengan Allah. Maka iman mereka tiada berguna bagi mereka tatkala mereka telah melihat siksa Kami. Itulah sunah Allah yang telah berlaku terhadap hamba-hamba-Nya. Dan di waktu itu binasalah orang-orang kafir” [QS. Al-Mukmin : 84-85].


Telah berkata Al-Qurthubi :
قال العلماء : وإنما لا ينفع نفسًا إيمانُها عند طلوع الشمس من مغربها لأنه خلص إلى قلوبهم من الفزع ما تخمد معه كل شهوة من شهوات النفس، وتفتر كل قوة من قوى البدن، فيصير الناس كلهم - لإيقانهم بذنو القيامة - في حال مَن حضره الموت؛ في انقطاع الدواعي إلى أنواع المعاصي عنهم، وبطلانها من أبدانهم، فمن تاب في مثل هذه الحال؛ لم تقبل توبته؛ كما لا تقبل توبة مَن حضره الموت
“Para ulama berkata : Keimanan seseorang tidaklah bermanfaat ketika matahari telah terbit dari arah barat (bagi orang yang belum beriman sebelumnya), karena pada satu itu perasaan takut menghunjam sangat dalam pada hati sehingga mematikan segala syahwat jiwa, serta seluruh kekuataan tubuh menjadi lemah. Seluruh manusia saat itu menjadi – karena yakin kiamat telah dekat – seperti keadaan orang yang datang kematian (sakaratul-maut) padanya dalam hal terputusnya segala ajakan untuk berbuat maksiat dan sia-sianya apa yang ada pada tubuh/diri mereka. Barangsiapa yang bertaubat dalam keadaan seperti ini (ketika matahari terbit dari arah barat), maka tidak diterima taubatnya sebagaimana tidak diterimanya taubat orang yang sakaratul-maut”.[18]
Ibnu Katsir berkata :
إذا أنشأ الكافر إيمانًا يومئذ لا يقبل منه، فأما مَن كان مؤمنًا قبل ذلك؛ فإن كان مصلحًا في عمله؛ فهو بخير عظيم، وإن كان مخلطًا فأحدث توبة؛ حينئذ لم تقبل منه توبة
“Apabila orang kafir baru mulai beriman pada hari itu, maka tidak diterima. Adapun orang-orang yang telah beriman sebelumnya, apabila ia melakukan amal shalih, maka ia berada dalam kebaikan yang sangat besar. Adapun jika ia seorang yang senang bergelimang dengan kemaksiatan, dan baru bertaubat setelah itu; maka taubatnya tidak diterima”.[19]

Dan inilah penjelasan yang datang dari Al-Qur’an Al-Kariim dan hadits-hadits yang shahih. Allah ta’ala berfirman :
يَوْمَ يَأْتِي بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ لا يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيمَانِهَا خَيْرًا
“Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Tuhanmu tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya” [QS. Al-An’am : 158].
Beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
لا تنقطع الهجرة ما تقبلت التوبة، ولا تزال التوبة مقبولة حتى تطلع الشمس من المغرب، فإذا طلعت؛ طُبِعَ على كل قلب بما فيه، وكفي الناس العمل
“Hijrah tidak terputus selama taubat masih diterima. Dan taubat akan senantiasa diterima hingga terbitnya matahari dari arah barat. Apabila telah terbit (dari arah barat), ditutuplah setiap hati dengan apa yang ada di dalamnya, dan cukuplah manusia amal (yang telah dilakukannya)”.[20]
Beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda :
إن الله عز وجل جعل المغرب بابًا عرضه مسيرة سبعين عامًا للتوبة، لا يغلق حتى تطلع الشمس من قبله، وذلك قول الله تبارك وتعَلى : (يَوْمَ يَأْتِي بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ لا يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ)
“Sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla menjadikan arah barat sebagai satu pintu yang luasnya seperti perjalanan tujuh puluh tahun untuk bertaubat. Ia tidak akan tertutup hingga matahari terbit dari arahnya. Dan itulah makna firman Allah tabaaraka wa ta’ala : ‘Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Tuhanmu tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman”.[21]
Sebagian ulama[22] berpendapat bahwa yang tidak diterima taubatnya adalah orang-orang kafir yang hidup pada saat matahari terbit dari arah barat. Adapun ketika jaman telah berganti, dan lalailah/lupalah manusia akan hal itu, maka iman orang yang kafir dan taubat orang yang berbuat maksiat diterima.
Al-Qurthubi menjelaskan :
قال صلى الله عليه وسلم : (إن الله يقبل توبة العبد ما لم يغرغر)؛ أي : تبلغ روحه رأس حلقه، وذلك وقت المعاينة الذي يرى فيه مقعده من الجنة ومقعده من النار، فالمشاهد لطلوع الشمس من مغربها مثله، وعلى هذا ينبغي أن تكون توبة كل مَن شاهد ذلك أو كان كالشاهد له مردودةً ما عاش؛ لأن علمه بالله تعالى ونبيه صلى الله عليه وسلم وبوعده قد صار ضرورة، فإن امتدت أيام الدنيا إلى أن ينسى الناس من هذا الأمر العظيم ما كان، ولا يتحدثون عنه إلا قليلًا، فيصير الخبرعنه خاصّا، وينقطع التواتر عنه، فمن أسلم في ذلك الوقت أو تاب، قُبِلَ منه، والله أعلم.
“Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam : ‘Sesungguhnya Allah akan menerima taubat seorang hamba selama nyawa ada di kerongkongannya”.[23] Yaitu pada waktu yang sangat menentukan ketika seseorang melihat tempat yang kelak akan dihuninya yang berupa surga atau neraka. Maka orang yang menyaksikan terbitnya matahari dari barat adalah seperti orang yang sedang menghadapi sakaratul-maut. Karena itu taubat orang yang menyaksikan matahari terbit dari barat atau orang yang keadaannya seperti itu adalah tertolak, kalau toh ia masih hidup. Karena pengetahuan akan Allah, Nabi-Nya, janji, serta ancaman-Nya pada waktu itu merupakan sesuatu yang tidak dapat ditawar lagi. Tetapi apabila hari-hari kehidupan masih terus berlangsung hingga manusia melupakan peristiwa besar itu dan sudah tidak membicarakan lagi melainkan hanya sedikit saja, dan berita mengenai masalah ini sudah menjadi berita khusus, tidak menjadi bahasan umum; maka pada waktu itu orang yang masuk Islam atau bertaubat masih diterima”.[24]
Hal itu dikuatkan lagi dengan riwayat :
إن الشمس والقمر يكسيان بعد ذلك الضوء والنور، ثم يطلعان على الناس ويغربان
“Sesungguhnya matahari dan bulan akan bersinar lagi setelah itu, dan kemudian terbit dan terbenam pada manusia seperti biasanya”.
Dan diriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Amr, dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam :
يبقى الناس بعد طلوع الشمس من مغربها عشرين ومئة سنة
“Manusia tinggal di bumi setelah terbitnya matahari dari arah barat selama 120 tahun”.
Diriwayatkan dari ‘Imraan bin Hushain bahwa ia berkata :
إنما لم تقبل وقت الطلوع حتى تكون صيحة؛ فيهلك فيها كثير من الناس، فمَن أسلم أو تاب في ذلك الوقت ثم هلك، لم تقبل توبته، ومن تاب بعد ذلك، قبلت توبته
“Sesungguhnya tidaklah diterima taubat pada saat terbitnya matahari hingga ada suara yang keras. Lalu banyak orang yang mati. Barangsiapa yang masuk Islam atau bertaubat pada waktu tersebut kemudian ia mati; maka tidak diterima tobatnya darinya. Namun barangsiapa yang bertaubat setelah waktu itu, diterima taubatnya”.[25]
Jawaban dari beberapa hal tersebut di atas adalah sebagai berikut :
Sesungguhnya nash-nash menunjukkan bahwa taubat itu tidak diterima lagi setelah terbitnya matahari dari arah barat. Orang-orang kafir yang baru berikrar masuk Islam setelah itu juga tidak diterima ikrarnya. Nash-nash tersebut juga tidak membedakan antara orang yang menyaksikan tanda-tanda hari kiamat (terbitnya matahari dari barat) dan yang tidak menyaksikannya.
Pendapat ini diperkuat dengan dengan riwayat Ath-Thabariy dari ‘Aisyah radliyallaahu ‘anhaa, ia berkata :
إذا خرج أول الآيات؛ طُرِحت الأقلام، وحُبِست الحفظة، وشهدت الأجسام على الأعمال
“Apabila telah keluar tanda-tanda hari kiamat yang pertama, maka pena-pena (pencatat amal) dilemparkan, para (malaikat) penjaga ditahan, dan jasad manusia dijadikan saksi atas segala amalnya”.[26]
Dan yang dimaksud dengan tanda-tanda (hari kiamat) yang pertama di sini adalah terbitnya matahari dari arah barat. Adapun tanda-tanda yang muncul sebelum terbitnya matahari dari arah barat, maka hadits-hadits menunjukkan masih diterimanya taubat dan ikrar keislaman pada waktu itu.
Ibnu Jarir Ath-Thabariy juga meriwayatkan dari ‘Abdullah bin Mas’ud radliyallaahu ‘anhu, ia berkata :
التوبة مبسوطةٌ ما لم تطلع الشمس من مغربها
“Taubat itu masih dibentangkan selama matahari belum terbit dari arah barat”.[27]
Al-Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Musa radliyallaahu ‘anhu, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam :
إن الله يبسط يده بالليل ليتوب مسيء النهار، ويبسط يده بالنهار ليتوب مسيء الليل، حتى تطلع الشمس من مغربها
“Sesungguhnya Allah membentangkan tangan-Nya di waktu malam untuk mengampuni orang-orang yang bersalah di waktu siang, dan membentangkan tangan-Nya di waktu siang untuk mengampuni orang-orang yang bersalah di waktu malam; hingga terbitnya matahari dari arah barat”.[28]
Menurut hadits tersebut Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam menetapkan batas akhir diterimanya taubat itu adalah ketika matahari terbit dari arah barat.
Ibnu Hajar menyebutkan banyak atsar dan hadits yang menunjukkan terus ditutupnya pintu taubat (setelah terbitnya matahari dari arah barat) hingga hari kiamat, yang kemudian berkata :
فهذه آثار يشد بعضها بعضًا متفقة على أن الشمس إذا طلعت من المغرب؛ أغلق باب التوبة، ولم يفتح بعد ذلك، وأن ذلك لا يختص بيوم الطلوع، بل يمتدُّ إلى يوم القيامة
“Atsar-atsar ini saling menguatkan satu dengan yang lainnya yang secara kesepakatan menyatakan bahwa matahari apabila telah terbit dari arah barat, maka tertutup pintu taubat dan tidak akan terbuka setelah itu. Hal itu tidak dikhususkan dengan hanya pada hari terbitnya saja, melainkan terus berlanjut hingga hari kiamat”.[29]
Adapun pendalilan Al-Qurthubiy dapat dijawab sebagai berikut :
Tentang hadits ‘Abdullah bin ‘Amr, Al-Haafidh Ibnu Hajar berkata : “Tidak tsabit riwayat ini secara marfu’”.
Sedangkan hadits ‘Imraan bin Hushain, tidak ada asalnya (laa ashla lahu).[30]
Hadits : “Sesungguhnya matahari dan bulan akan bersinar lagi…” ; maka Al-Qurthubiy tidak menyebutkan sanadnya. Kalaupun toh dianggap shahih, maka kembalinya matahari dan bulan seperti semua tidak menunjukkan bahwa pintu taubat dibuka kembali untuk kali yang lain.
Al-Haafidh menyebutkan bahwa ia tetap berpegang pada nash yang jelas dalam perbedaan pendapat ini, yaitu hadits ‘Abdullah bin ‘Amr yang menyebutkan terbitnya matahari dari barat, yang di dalamnya terdapat ucapan Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam:
فمن يومئذ إلى يوم القيامة (لا يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ )....الآية.
“Maka sejak hari itu hingga hari kiamat : ‘tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu’”.[31]

Kutub Utara Sudah Tidak di Tempatnya

Perubahan iklim menyebabkan lokasi kutub utara bergeser dan mengakibatkan terjadinya perubahan pada rotasi Bumi. Temuan ini mengindikasikan bahwa pemantauan posisi kutub bisa menjadi alat baru untuk melacak pemanasan global.

Jianli Chen, peneliti dari University of Texas at Austin dan rekan-rekannya menunjukkan bahwa mencairnya gletser akibat emisi gas rumah kaca yang disebabkan manusia telah berkontribusi terhadap pergeseran kutub tersebut.

Sejak pertamakali diamati pada tahun 1899, posisi kutub utara telah bergeser ke arah selatan sebanyak 10cm per tahun mengikuti garis longitude barat 70 derajat, sebuah garis maya yang melintasi kawasan timur Kanada.

Pergeseran ini disebabkan perubahan distribusi massa pada bagian kerak Bumi yang mulai kembali setelah berubah pada abad es terakhir. Namun demikian, Chen dan timnya menemukan hal yang mengejutkan.

Pada tahun 2005, pergeseran ke arah selatan ini mendadak berganti arah. Kutub utara mulai bergerak ke arah timur dan terus bergerak ke arah tersebut sampai saat ini. Secara total, sejak tahun 2005, pergeseran itu telah mencapai jarak sekitar 1,2 meter.

"Melelehnya es dan perubahan ketinggian air laut bisa menjelaskan 90 persen pergeseran kutub ke arah timur," kata Chen. "Namun faktor pendorong perubahan mendadak adalah perubahan iklim," ucapnya.

Dari kalkulasi Chen dan timnya, kontributor terbesarnya adalah melelehnya lapisan es di kawasan Greenland, yang kehilangan sekitar 250 gigaton es per tahunnya. (sumber: http://adf.ly/asvXK )



Al-Quran & Hadits telah memberikan petunjuk mengenai kehidupan didunia maupun akherat kelak kepada umat muslim yg beriman..

Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah
supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.
(QS. Shad Ayat 29)

Al-Quran ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam.
Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui (kebenaran) berita Al-Quran
setelah beberapa waktu lagi.
(QS. Shad Ayat 87-88)

Siapkanlah bekal dari sekarang,,,
Apakah kita termasuk orang yg akan dibiarkan tersesat oleh Allah SWT hingga usia kita habis atau hingga akhir zaman?
ataukah kita termasuk orang yg ditunjukan jalan yang lurus oleh Allah SWT?

ataukah kita termasuk orang-prang yg akan dibinasakan pada saat peristiwa itu terjadi dan pada hari pembalasan/kiamat nanti ?

Tidak akan berguna taubat dan meminta ampunan-NYA pada saat peristiwa itu sudah tiba/terjadi.. :-S

1





Perlu kalian ingat,,, bwt yg nyari-nyari profil , data, gambar, file, dan lain-lain..
Tidak semua data itu di Publish ke Google seenaknya..

Konfirmasi NASA ?
mereka hanyalah manusia biasa..
Allah SWT adalah maha segalanya..
Kalau Allah SWT menginginkan bencana saat ini..
hal tersebut tentu saja mudah bagi-NYA..

BWT YANG BILANG HOAX..
DAN PINGIN TAU SIAPA Dmitriy Polakov
SILAHKAN MINTA VIDEO LIPUTAN DARI DIMITRI KE
https://twitter.com/jazirah_islam7
ACARANYA DITAYANGKAN TANGGAL 30 JULY 2013 JAM 05.15 WIB
ORANG YG NGE WAWANCARAINYA, Langsung dateng ke ukraina,
kakak cantik yg satu ini >> https://twitter.com/bebenadila <<

http://10507276.blog.unikom.ac.id/ilmu-fisika.6pn
avatar
Mutiara
KAPTEN
KAPTEN

Female
Posts : 3660
Kepercayaan : Islam
Location : DKI
Join date : 01.08.13
Reputation : 45

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bulan bisa kehilangan cahaya?

Post by Jagona on Tue Jan 07, 2014 4:15 pm

@ atas/mumut

anda tahu ilmuwan itu membuktikan apa ? ...... aku dah bilang di atas bahwa manusia gak akan sempat melihat matahri terbit di Barat ........ karena itu adalah awal dari peristiwa Sa'ah (kematian total) atau penutupan sejarah kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya .............. itu namanya hasil penelitian yang membenarkan kandungan alquran ........ okey

Jagona
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 71
Posts : 4039
Kepercayaan : Islam
Location : Banten
Join date : 08.01.12
Reputation : 18

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bulan bisa kehilangan cahaya?

Post by Mutiara on Tue Jan 07, 2014 10:35 pm

hadeuh begonya....

itu ilmuwan membuktikan bahwa secara ilmiah matahari terbit dari barat itu DIMUNGKINKAN dan bukan suatu hal yang mustahil....

paham?!
avatar
Mutiara
KAPTEN
KAPTEN

Female
Posts : 3660
Kepercayaan : Islam
Location : DKI
Join date : 01.08.13
Reputation : 45

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bulan bisa kehilangan cahaya?

Post by Jagona on Wed Jan 08, 2014 10:22 am

Mutiara wrote:hadeuh begonya....

itu ilmuwan membuktikan bahwa secara ilmiah matahari terbit dari barat itu DIMUNGKINKAN dan bukan suatu hal yang mustahil....

paham?!

yang bego kamu neng ........... kamu paham gak postingan aku di atas ? ......... pake pikiran dong jangan mengutamakan emosi ....... atau memang kamu benar-benar stress berat.

Jagona
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 71
Posts : 4039
Kepercayaan : Islam
Location : Banten
Join date : 08.01.12
Reputation : 18

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bulan bisa kehilangan cahaya?

Post by Mutiara on Wed Jan 08, 2014 10:31 am

yg stress yah kamu, nieh siapa yang nanya begini?:

Jagona wrote:
Mutiara wrote:matahari terbit dari barat secara ilmiah dimungkinkan juga tuh...

kafir suka heboh dengan kebodohannay sendiri

hi hi hi ............. ngaco, ilmiah mana yang memungkinkan matahari terbit dari barat .......... jangan asal bunyi, ................................. okey

trus sudah dikasih tahu bukti ilmiahnya...malah mau ngeles kemana-mana........
avatar
Mutiara
KAPTEN
KAPTEN

Female
Posts : 3660
Kepercayaan : Islam
Location : DKI
Join date : 01.08.13
Reputation : 45

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bulan bisa kehilangan cahaya?

Post by Jagona on Wed Jan 08, 2014 11:22 am

Mutiara wrote:yg stress yah kamu, nieh siapa yang nanya begini?:

Jagona wrote:
Mutiara wrote:matahari terbit dari barat secara ilmiah dimungkinkan juga tuh...

kafir suka heboh dengan kebodohannay sendiri

hi hi hi ............. ngaco, ilmiah mana yang memungkinkan matahari terbit dari barat .......... jangan asal bunyi, ................................. okey

trus sudah dikasih tahu bukti ilmiahnya...malah mau ngeles kemana-mana........

nih . coba anda cermati, inikah yang anda anggap ngeles ?

anda tahu ilmuwan itu membuktikan apa ? ...... aku dah bilang di atas bahwa manusia gak akan sempat melihat matahri terbit di Barat ........ karena itu adalah awal dari peristiwa Sa'ah (kematian total) atau penutupan sejarah kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya .............. itu namanya hasil penelitian yang membenarkan kandungan alquran ........ okey

paham ngga postingan itu ............. key

Jagona
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 71
Posts : 4039
Kepercayaan : Islam
Location : Banten
Join date : 08.01.12
Reputation : 18

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bulan bisa kehilangan cahaya?

Post by Mutiara on Wed Jan 08, 2014 11:40 am

hadeuh begonya....

membuktikan itu tak harus melihat dengan mata kepala sendiri....bego kok dipiara...membuktikan itu adalah dengan membuat percobaan ilmiah, menguji sample, dll, untuk membuktikan bahwa secara teori pun hal itu BISA TERJADI.

avatar
Mutiara
KAPTEN
KAPTEN

Female
Posts : 3660
Kepercayaan : Islam
Location : DKI
Join date : 01.08.13
Reputation : 45

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bulan bisa kehilangan cahaya?

Post by Mutiara on Wed Jan 08, 2014 11:47 am

Bulan kehilangan cahaya pun secara teori DIMUNGKINKAN terjadi, sebagaimana matahari terbit dari barat....

so...gak usah heboh dengan kebodohan sendiri
avatar
Mutiara
KAPTEN
KAPTEN

Female
Posts : 3660
Kepercayaan : Islam
Location : DKI
Join date : 01.08.13
Reputation : 45

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bulan bisa kehilangan cahaya?

Post by Jagona on Thu Jan 09, 2014 10:31 am

Mutiara wrote:hadeuh begonya....

membuktikan itu tak harus melihat dengan mata kepala sendiri....bego kok dipiara...membuktikan itu adalah dengan membuat percobaan ilmiah, menguji sample, dll, untuk membuktikan bahwa secara teori pun hal itu BISA TERJADI.



yeehhhh .............. yaqng bego itu siapa ? .............. baca ;postingan aja gak bisa ....... dahhh sekarang jawab aja pertanyaan aku beberapa hari yang lalu : APA YANG ANDA PIKIRKAN KALO MATAHARI DAN BULAN DIKUMPULKAN/DISATUKAN ( ayat 75/9) ........ buktikan bahwa anda tidak bego.

Jagona
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 71
Posts : 4039
Kepercayaan : Islam
Location : Banten
Join date : 08.01.12
Reputation : 18

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bulan bisa kehilangan cahaya?

Post by Mutiara on Thu Jan 09, 2014 11:56 pm

malah OOT kemana-mana....dah kamu mbulet saj asendiri deh...
avatar
Mutiara
KAPTEN
KAPTEN

Female
Posts : 3660
Kepercayaan : Islam
Location : DKI
Join date : 01.08.13
Reputation : 45

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bulan bisa kehilangan cahaya?

Post by Jagona on Fri Jan 10, 2014 8:45 am

Mutiara wrote:malah OOT kemana-mana....dah kamu mbulet saj asendiri deh...

yeehhhh ............ yang OOT yang mana ? ........ yang aku tanyakan ada hubungannya dengan judul tret kok ........ cuma anda yang gak bisa memahaminya ......... paham nengngng ?

Jagona
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 71
Posts : 4039
Kepercayaan : Islam
Location : Banten
Join date : 08.01.12
Reputation : 18

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bulan bisa kehilangan cahaya?

Post by Mutiara on Sat Jan 18, 2014 8:23 pm

tukang OOT, mbulet sendiri
avatar
Mutiara
KAPTEN
KAPTEN

Female
Posts : 3660
Kepercayaan : Islam
Location : DKI
Join date : 01.08.13
Reputation : 45

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bulan bisa kehilangan cahaya?

Post by Jagona on Sun Jan 19, 2014 11:35 am

Mutiara wrote:tukang OOT, mbulet sendiri


bilang aja gak bisa jawab ..................... key

Jagona
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 71
Posts : 4039
Kepercayaan : Islam
Location : Banten
Join date : 08.01.12
Reputation : 18

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bulan bisa kehilangan cahaya?

Post by Mutiara on Sun Jan 19, 2014 6:39 pm

jawab apa....meladeni khayalanmu sendiri? kamu aja mbulet-mbulet sendiri, gak usah ngajak-ngajak
avatar
Mutiara
KAPTEN
KAPTEN

Female
Posts : 3660
Kepercayaan : Islam
Location : DKI
Join date : 01.08.13
Reputation : 45

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bulan bisa kehilangan cahaya?

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 2 dari 2 Previous  1, 2

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik