FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

meneladani nabi ibrahim

Halaman 2 dari 2 Previous  1, 2

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

meneladani nabi ibrahim

Post by engkong on Mon Aug 05, 2013 4:28 pm

First topic message reminder :

Dalam lintasan sejarah kenabian, nama Nabi Ibrahim Alaihissalam , merupakan nama yang sudah tidak asing lagi bagi umat Islam. Selain dikenal sebagai salah seorang rasul ulul azmi (yang memiliki keteguhan), beliau juga sering disebut sebagai Khalilullah (kekasih Allah), dan Abul Anbiya' (bapaknya para nabi). Tulisan singkat ini memberikan sedikit gambaran tentang perilaku kehidupan beliau untuk kemudian nantinya bisa kita teladani. Namun karena terbatas, kami sampaikan pokok-pokoknya saja.

Kritis terhadap lingkungan

Nabi Ibrahim Alaihissalam di lahirkan diling-kungan penyembah berhala, termasuk bapaknya sendiri, Azar, namun ternyata lingkungan tidak memberi pengaruh terhadap dirinya. Hal ini dikarenakan sikap kritis yang beliau miliki. Suatu ketika beliau bertanya kepada bapaknya tentang penyembahan berhala ini. Sebagaimana dalam firman Allah:

"Dan (ingatlah) di waktu Ibrahim ber-kata kepada bapaknya Aazar: "Pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai ilah-ilah. Sesungguhnya aku melihat kamu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata". (Al-An'am: 74)

Demikianlah kesesatan tetaplah beliau katakan sebagai kesesatan meskipun itu dihadapan ayahnya sendiri, sehingga dalam riwayat lain beliau akhirnya diusir oleh sang ayah. Sikap Nabi Ibrahim tidaklah berhenti disini, namun dilanjutkan dengan mencari siapakah sesembahan (Ilah) yang sebenarnya. Tatakla ia melihat bintang ia katakan "Inilah Tuhanku," namun ketika bintang itu tenggelam ia berkata: "Saya tidak suka yang tenggelam", demikian juga ketika melihat bulan dan matahari sama seperti itu. Akhirnya karena merasa bahwa benda-benda di alam ini tak ada yang pantas untuk disembah maka ia berkata, sebagaimana dalam firman Allah, yang artinya: "Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan cenderung kepada agama yang benar dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan."

Kisah ini membuktikan bahwa hanya dengan mengikuti akal sehat dan hati nurani saja (fitrah) ternyata beliau mampu menjadi muslim yang muwahid (lurus tauhidnya) meski lingkungan yang ada tidak mendukung. Dan ini menunjukan bahwa fitrah manusia pada dasarnya adalah bertauhid.

Lalu bagaimana dengan kita umat Islam sekarang ini, bukankah selain memiliki akal dan hati nurani kita juga mempunyai pembimbing berupa Al-Qur'an dan As-Sunnah. Masihkah kita akan menutupi kemusyrikan , kebid'ahan dan kemungkaran-kemungkaran yang kita lakukan dengan alasan lingkungan? atau sudah tradisi?

Cerdas, diplomatis dan pemberani

Hal ini dibuktikan ketika beliau berhadapan dengan penguasa musyrik saat itu yang bernama Namrudz, raja Babilonia. Firman Allah, artinya: "Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim tentang Rabbnya (Allah) karena Allah telah memberikan kepada orang itu pemerintahan (kekuasaan). Ketika Ibrahim mengatakan: "Rabbku ialah yang menghidupkan dan mematikan". Orang itu berkata: "Saya dapat menghidupkan dan mematikan". Ibrahim berkata: "Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat," lalu heran terdiamlah orang kafir itu; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim." (Al-Baqarah: 258)

Dalam tafsir di sebutkan bahwa yang di maksud orang yang diberi kekuasaan adalah Namrudz, kemudian arti ucapannya: "Saya dapat menghidupkan dan mematikan" ialah membiarkan hidup seseorang dan membunuh yang lainya.

Sadar menghadapi orang yang punya kekuasaan yang bisa bertindak apa saja semaunya maka Nabi Ibrahim lalu menyampaikan hujjah yang sekiranya membuatnya diam, yakni disuruh ia menerbitkan matahari dari barat, jika memang bisa dan punya kekuasaan.

Kecerdasan Nabi Ibrahim juga tertuang dalam kisah lainya yakni tatkala ia menghancurkan berhala-berhala para musyrikin ia sisakan satu berhala yang terbesar. Hal ini tentunya bukan dengan tanpa tujuan. Ketika dalam persidangan iapun ditanya tentang siapa yang menghancurkan berhala-berhala itu. Nabi Ibrahim menjawab: "Tanyakan saja kepada berhala yang paling besar yang belum rusak! Sebenarnya jika para musyrikin itu mau menggunakan otaknya mereka sudah tahu dengan maksud perkataan Nabi Ibrahim tersebut. Namun karena kebodohan mereka merekapun balik mengumpat: "Bagaimana kami bertanya kepadanya, bukankah dia itu hanyalah patung benda mati? Maka dijawab lagi oleh Nabi Ibrahim dengan yang lebih tegas: "Jika sudah tahu itu benda mati mengapa kalian sembah?"

Inilah bukti kecerdasan dan kehebatan beliau dalam berdiplomasi. Memang banyak orang cerdas pemikirannya, namun jika sudah berhadapan dengan penguasa, maka terkadang tidak begitu terlihat kehebatannya bahkan justru yang dilakukan adalah minta petunjuk.

Memiliki ketaatan luar biasa

Sengaja disini kami tulis dengan luar biasa karena memang tidak dimiliki dan tidak bisa dimiliki oleh manusia-manusia biasa seperti kita. Mari kita renungkan arti firman Allah berikut ini yang mengisah-kan tentang perintah penyembelihan Nabi Isma'il:

"Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelih-mu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar". (Ash-Shaffat: 102)

Perintah menyembelih anak bukan-lah perintah sembarangan, namun demikian Nabi Ibrahim tetap saja mengerjakannya, walaupun akhirnya diganti oleh Allah dengan seekor domba. Jika bukan karena ketaatan yang luar biasa maka tentu Nabi Ibrahim tak sanggup untuk mengerjakannya, demikian pula dengan Nabi Isma'il yang akan disembelih, beliau pun persis seperti ayahnya, pasrah (Islam) terha-dap apa yang diwahyukan Allah.

Dimuka telah kami sampaikan bahwa beliau adalah seorang yang kritis, cerdas dan diplomatis serta pemberani. Namun itu semua sama sekali tidak berlaku di hadapan Allah. Mestinya dengan sikap kritis dan kecerdasannya ia bisa menolak perintah itu dengan mengatakan bahwa perintah itu tidak masuk akal dan diluar kebiasaan atau kemampuan. Jika tidak, sebagai seorang yang diplomatis ia bisa menyampikan alasan-alasan tertentu untuk berkelit dari printah itu atau minimal minta diganti perintah lain yang lebih ringan, bukankah ia seorang nabi yang jika meminta sesuatu pasti dikabulkan? Akan tetapi kaum muslimin, beliau bukanlah tipe manusia seperti kita yang ketaatanya hanya setebal kulit ari, dan sangat mudah terhampas oleh tiupan badai. Jika bukan karena rahmat Allah kita tak punya kekuatan apa-apa untuk mempertahankannya. Rupanya yang ada dalam diri Nabi Ibrahim ketika berhadapan dengan perintah Allah adalah Sami'na wa atha'na ya dan ya. Tak pernah ada kata 'tidak', 'nanti saja' atau 'perlu analisa dulu', dengan tujuan supaya bebas darinya. Demikianlah ciri-ciri muslim dan mukmin sejati.

Hal ini sesuai dengan firman Alllah:
"Dan tidakkah patut bagi laki-laki yang mu'min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu'min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetappkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka.Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata." (Al-Ahzab: 36)

Memang begitulah idealnya seorang di sebut sebagai mukmin. Jika Al Qur'an atau Sunnah mengatakan salah dan haram maka seperti itu pula yang ia katakan. Jika memerintahkan sesuatu maka itulah yang ia kerjakan dan jika melarang sesuatu pantangan jangankan dia mengerjakan, mendekati saja tidak akan mau.

Sungguh Allah Maha Tahu bahwa seorang hamba tak akan sanggup untuk menyembelih anaknya dan seandainya pun yang diperintahkan Allah hanya ini saja dan tidak ada perintah-perintah lain maka tetap saja dan kita tak akan mampu melakukannya. Dan tiadalah suatu larangan Allah kecuali di situ terdapat sesuatu yang merugikan dan membawa petaka, oleh karenanya wajib untuk di jauhi.

Dan masih banyak sebenarnya teladan yang bisa diambil dari sirah Nabi Ibrahim ini. Namun karena keterbatasan tempat maka tidak bisa untuk disampaikan semuanya, diantaranya yang terpenting adalah ketegasan beliau terhadap kemusyrikan dan kekafiran. Seperti yang tersebut dalam Al-Qur'an Surat Az-Zurkhruf 26-27.

Pelajaran yang bisa diambil

Seseorang tidak boleh melakukan kesyirikan/ kebid'ahan hanya dengan alasan lingkungan, karena telah ada Al Qur'an dan As Sunnah sebagai petunjuk.

Seseorang da'i dituntut memiliki sifat yang cerdas, kritis, peka terhadap lingkungan, bisa bertukar pendapat dengan baik dan pemberani.

Kecerdasan dan intelektualitas bukan penghalang bagi seseorang untuk berlaku taat kepada Allah. Bahkan akal harus tunduk terhadap wahyu.

Hikmah dari perintah penyembelihan nabi Ismail adalah disyariatkanya ibadah kurban.

Tegas terhadap kemusyrikan dan kekafiran adalah sikap yang harus dimiliki setiap muslim.

Oleh karenanya wahai kaum muslimin, akankah lingkungan terus menerus kita kambinghitamkan untuk mempertahankan sebuah kesalahan atau tradisi yang menyimpang, ataukah dengan kecerdasan dan intelektual yang kita miliki kita akan mencoba membelokkan makna ayat-ayat Allah atau menafsiri semaunya dan dikatakan sudah tidak relevan lagi. Ingat! Nabi Ibrahim adalah orang yang sangat cerdas , namun ia berubah menjadi orang yang sangat bodoh (karena taat) ketika berhadapan dengan wahyu, sehingga ketika disuruh menyembelih putranya ia pun bersedia melakukannya tanpa banyak berpikir panjang.

Dimanakah muslim yang berjiwa seperti nabi Ibrahim ini? memang kita tak akan bisa seperti beliau namun setidaknya kita harus berusaha menjadi muslim yang taat dan tidak banyak membantah walau belum mampu untuk melakukannya. Wallahu A'lam bishawab.

(Abu Lutfa Al-Banarani)
Maraji: Al-Qur'an tafsir Bayan, Mushaf terjemah, Kitab Tauhid karya Syaikh At-Tamimi.
avatar
engkong
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 150
Kepercayaan : Islam
Location : betawi
Join date : 03.08.13
Reputation : 2

Kembali Ke Atas Go down


Re: meneladani nabi ibrahim

Post by SEGOROWEDI on Thu Aug 15, 2013 12:22 pm

@wahyu_zein_alkaf wrote:
Ada 3 pendapat tentang khitaan Nabi Muhammad shollallahu 'alaihi wa sallam:
a. Lahir dalam keadaan sudah disunat
b. Disunat oleh malaikat Jibril saat ia membelah dadanya
c. Disunat oleh kakeknya, yaitu Abdul Muttaalib sesuai tradisi orang-orang Arab
simpang-siur
bukti tidak/takut khitan..
piss

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43720
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: meneladani nabi ibrahim

Post by alex77 on Thu Aug 15, 2013 4:15 pm

@wahyu_zein_alkaf wrote:
Ya, saya memang mengutip ayat tersebut, namun ayat tersebutkan menggambarkan Ibrahim versi Kristen. Sedang yang anda quote diatas ayat tersbut lebih tertuju pada Ibrahim versi Islam. Jika mau tau Ibrahim versi Islamnya gini :


Umur 7 hari sama umur ketika Pubertas itukan beda jauh, dan jika anda menelaahnya lebih cermat, anda pasti bisa memahami konsep saya tadi piss 
bung zein...
secepat itukah anda lupa dengan postingan anda sendiri..?

di atas ayat yang anda kutip anda menyatakan:
Juga dibenarkan oleh Injil (itu bukan injil, tp kitab kejadian by: alex), yaitu ketika Allah meminta perjanjian kepada Abraham tentang sunat :
apa maksud pernyataan anda ini..?
kalau anda bilang ada 2 versi, bukan kah versi kitab kejadian yang benar nya..

alex77
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 773
Kepercayaan : Protestan
Location : indonesia
Join date : 05.06.13
Reputation : 3

Kembali Ke Atas Go down

Re: meneladani nabi ibrahim

Post by alex77 on Thu Aug 15, 2013 4:36 pm

@wahyu_zein_alkaf wrote:
Sebenarnya saya tidak ingin membahas tentang khitan nabi muhammad, karena khitan nabi Muhammad itu terletak kepada kepercayaan masing - masing, tapi karena anda sangat menekankan pada tersebut, terserahlah :

Ada 3 pendapat tentang khitaan Nabi Muhammad shollallahu 'alaihi wa sallam:
a. Lahir dalam keadaan sudah disunat
b. Disunat oleh malaikat Jibril saat ia membelah dadanya
c. Disunat oleh kakeknya, yaitu Abdul Muttaalib sesuai tradisi orang-orang Arab

Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah dalam bukunya Tuhfatul Mauluud menyampaikan banyak hadits untuk poin a, tapi semuanya dha'if. Sehingga tertolaklah pendapat bahwa Nabi lahir dalam keadaan sudah disunat. Ibnu Qayyim menjelaskan lebih lanjut, jika ada bayi yang terlahir dalam keadaan sudah disunat, maka hal tersebut bukanlah merupakan tanda kesalehan atau mukjizat seperti yang sering dianggap banyak orang. Melainkan harus dinilai sebagai bawaan lahir saja.

Tentang pendapat bahwa Jibril yang mengkhitan, Ibnu Qayyim juga menjelaskan bahwa hadits-hadits shahih tentang kisah pembelahan dada Nabi tidak satupun menceritakan tentang sunat. Semua hadits yang meriwayatkan Jibril mengkhitan Nabi adalah syadz dan ghariib (aneh), sehingga pendapat ini juga tertolak.

Pendapat yang disetujui oleh para ulama dan yang paling cenderung benar, adalah pendapat ketiga, bahwa Nabi dikhitan oleh kakeknya, Abdul Muttaalib saat berusia 7 hari, sebagaimana kebiasaan orang-orang Arab di zaman itu. (Zaadul Ma'aad, Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah)
bung zein..
pada post anda #4
anda menampilkan hadist tentang sunat muhammad.. bahwa muhammad lahir dalam keadaan telah bersunat..

di akhir post anda, anda mempertanyakan kepada saya:
Masihkah anda tidak percaya bahwa nabi muhammad sudah disunat?

skrng anda tampilkan 3 versi sunat muhammad..
kemudian anda tampilkan pendapat yang disetujui muhammad adalah bahwa muhammad di sunat oleh kakek nya..

sumber anda sendiri yang membantah bahwa muhammad terlahir dalam ke adaan bersunat...
lantas bagaimana anda bisa mempertanyakan kepada saya seperti quote anda yang saya bold..

apakah 3 pendapat tersebut merupakan pengakuan muhammad dalam hadist..?
kenapa sampe berbeda2 spt itu...?

@wahyu_zein_alkaf wrote:
2. Jika demikian, berarti Nabi Muhammad tidak dibebani oleh Allah SWT kewajiban untuk berkhitan. Menurut pertanyaan anda sendiri!
jika itu jawaban anda...
kl muhammad sendiri sebagai panutan anda tidaak di bebani oleh allah untuk berkhitan, kenapa umat muslim harus melaksanakan khitan..?
berarti ayat Alquran tidak berlaku bagi muhammad..
[QS16:123] Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad): "Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif" dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.

alex77
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 773
Kepercayaan : Protestan
Location : indonesia
Join date : 05.06.13
Reputation : 3

Kembali Ke Atas Go down

Re: meneladani nabi ibrahim

Post by wahyu_zein_alkaf on Thu Aug 15, 2013 6:35 pm

@alex77 wrote:
@wahyu_zein_alkaf wrote:
Sebenarnya saya tidak ingin membahas tentang khitan nabi muhammad, karena khitan nabi Muhammad itu terletak kepada kepercayaan masing - masing, tapi karena anda sangat menekankan pada tersebut, terserahlah :

Ada 3 pendapat tentang khitaan Nabi Muhammad shollallahu 'alaihi wa sallam:
a. Lahir dalam keadaan sudah disunat
b. Disunat oleh malaikat Jibril saat ia membelah dadanya
c. Disunat oleh kakeknya, yaitu Abdul Muttaalib sesuai tradisi orang-orang Arab

Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah dalam bukunya Tuhfatul Mauluud menyampaikan banyak hadits untuk poin a, tapi semuanya dha'if. Sehingga tertolaklah pendapat bahwa Nabi lahir dalam keadaan sudah disunat. Ibnu Qayyim menjelaskan lebih lanjut, jika ada bayi yang terlahir dalam keadaan sudah disunat, maka hal tersebut bukanlah merupakan tanda kesalehan atau mukjizat seperti yang sering dianggap banyak orang. Melainkan harus dinilai sebagai bawaan lahir saja.

Tentang pendapat bahwa Jibril yang mengkhitan, Ibnu Qayyim juga menjelaskan bahwa hadits-hadits shahih tentang kisah pembelahan dada Nabi tidak satupun menceritakan tentang sunat. Semua hadits yang meriwayatkan Jibril mengkhitan Nabi adalah syadz dan ghariib (aneh), sehingga pendapat ini juga tertolak.

Pendapat yang disetujui oleh para ulama dan yang paling cenderung benar, adalah pendapat ketiga, bahwa Nabi dikhitan oleh kakeknya, Abdul Muttaalib saat berusia 7 hari, sebagaimana kebiasaan orang-orang Arab di zaman itu. (Zaadul Ma'aad, Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah)
bung zein..
pada post anda #4
anda menampilkan hadist tentang sunat muhammad.. bahwa muhammad lahir dalam keadaan telah bersunat..

di akhir post anda, anda mempertanyakan kepada saya:
Masihkah anda tidak percaya bahwa nabi muhammad sudah disunat?
skrng anda tampilkan 3 versi sunat muhammad..
kemudian anda tampilkan pendapat yang disetujui muhammad adalah bahwa muhammad di sunat oleh kakek nya..

sumber anda sendiri yang membantah bahwa muhammad terlahir dalam ke adaan bersunat...
lantas bagaimana anda bisa mempertanyakan kepada saya seperti quote anda yang saya bold..

apakah 3 pendapat tersebut merupakan pengakuan muhammad dalam hadist..?
kenapa sampe berbeda2 spt itu...?

@wahyu_zein_alkaf wrote:
2. Jika demikian, berarti Nabi Muhammad tidak dibebani oleh Allah SWT kewajiban untuk berkhitan. Menurut pertanyaan anda sendiri!
jika itu jawaban anda...
kl muhammad sendiri sebagai panutan anda tidaak di bebani oleh allah untuk berkhitan, kenapa umat muslim harus melaksanakan khitan..?
berarti ayat Alquran tidak berlaku bagi muhammad..
[QS16] Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad): "Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif" dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.
Aduh gan, jujur saya tertawa melihat komentar anda ketawa guling . Perkara Nabi Muhammad dikhitan atau tidak itu tergantung kepercayaan masin - masing. Jadi terserah anda apakah anda percaya atau tidak, karena khitan Nabi Muhammad dalam sisi orang islam itu seperti kepercayaan anda kepada trinitas. Meskipun banyak agama lain menyebutkan agama anda gila karena menyembah 3 tuhan, tapi anda tetap percaya bukan. Jadi terserah anda mau percaya atau tidak ketawa guling 

kenapa umat muslim harus melaksanakan khitan..? wrote:
Khitan tidak pernah disebutkan oleh AL - Qur`an melainkan didalam Hadist, sehingga hukum khitan dianggap Sunah. Jadi terserah umatnya aja lah, mau khitan maka dapat pahala, ga khitan ga dapat dosa ketawa guling 
avatar
wahyu_zein_alkaf
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 362
Kepercayaan : Islam
Location : Kalimantan Tengah
Join date : 09.08.13
Reputation : 12

Kembali Ke Atas Go down

Re: meneladani nabi ibrahim

Post by wahyu_zein_alkaf on Thu Aug 15, 2013 6:43 pm

@alex77 wrote:
@wahyu_zein_alkaf wrote:
Ya, saya memang mengutip ayat tersebut, namun ayat tersebutkan menggambarkan Ibrahim versi Kristen. Sedang yang anda quote diatas ayat tersbut lebih tertuju pada Ibrahim versi Islam. Jika mau tau Ibrahim versi Islamnya gini :


Umur 7 hari sama umur ketika Pubertas itukan beda jauh, dan jika anda menelaahnya lebih cermat, anda pasti bisa memahami konsep saya tadi piss 
bung zein...
secepat itukah anda lupa dengan postingan anda sendiri..?

di atas ayat yang anda kutip anda menyatakan:
Juga dibenarkan oleh Injil (itu bukan injil, tp kitab kejadian by: alex), yaitu ketika Allah meminta perjanjian kepada Abraham tentang sunat :
apa maksud pernyataan anda ini..?
kalau anda bilang ada 2 versi, bukan kah versi kitab kejadian yang benar nya..
Maksud saya adalah, ajaran khitan adalah berasal dari perintah Allah kepada Nabi Ibrahim dan pernyataan tersebut dibenarkan oleh Kitab Kejadian dan ayatnya sudah tertulis jelas dipost saya diatas. Sesimple itu tidak bisakah anda memahami konteks saya? ketawa guling 
avatar
wahyu_zein_alkaf
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 362
Kepercayaan : Islam
Location : Kalimantan Tengah
Join date : 09.08.13
Reputation : 12

Kembali Ke Atas Go down

Re: meneladani nabi ibrahim

Post by wahyu_zein_alkaf on Thu Aug 15, 2013 6:48 pm

@SEGOROWEDI wrote:
@wahyu_zein_alkaf wrote:
Ada 3 pendapat tentang khitaan Nabi Muhammad shollallahu 'alaihi wa sallam:
a. Lahir dalam keadaan sudah disunat
b. Disunat oleh malaikat Jibril saat ia membelah dadanya
c. Disunat oleh kakeknya, yaitu Abdul Muttaalib sesuai tradisi orang-orang Arab
simpang-siur
bukti tidak/takut khitan..
piss
Thread ini sudah jauh banget menyimpang dari judul semula. Disini kita membahas tentang keteladanan Nabi Ibrahim, bukan Khitan Nabi Muhammad. Jika kalian ingin membahas tentang Khitan Nabi Muhammad, silahkan anda membuat thread yang membahas tentang khitan Muhammad.

So, dengan ini case khitan nabi muhammad dithread ini saya akhiri dan jika ada yang mengajukan pertanyaan seputar khitan Nabi Muhammad dithread ini, maka tidak akan saya tanggapi. piss 
avatar
wahyu_zein_alkaf
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 362
Kepercayaan : Islam
Location : Kalimantan Tengah
Join date : 09.08.13
Reputation : 12

Kembali Ke Atas Go down

Re: meneladani nabi ibrahim

Post by alex77 on Sun Aug 25, 2013 3:56 pm

@wahyu_zein_alkaf wrote:
Maksud saya adalah, ajaran khitan adalah berasal dari perintah Allah kepada Nabi Ibrahim dan pernyataan tersebut dibenarkan oleh Kitab Kejadian dan ayatnya sudah tertulis jelas dipost saya diatas. Sesimple itu tidak bisakah anda memahami konteks saya? ketawa guling 
alquran aja ga tau perintah kepada ibrahim sprt apa....ketawa guling 

@wahyu_zein_alkaf wrote:
@SEGOROWEDI wrote:
@wahyu_zein_alkaf wrote:
Ada 3 pendapat tentang khitaan Nabi Muhammad shollallahu 'alaihi wa sallam:
a. Lahir dalam keadaan sudah disunat
b. Disunat oleh malaikat Jibril saat ia membelah dadanya
c. Disunat oleh kakeknya, yaitu Abdul Muttaalib sesuai tradisi orang-orang Arab
simpang-siur
bukti tidak/takut khitan..
piss
Thread ini sudah jauh banget menyimpang dari judul semula. Disini kita membahas tentang keteladanan Nabi Ibrahim, bukan Khitan Nabi Muhammad. Jika kalian ingin membahas tentang Khitan Nabi Muhammad, silahkan anda membuat thread yang membahas tentang khitan Muhammad.

So, dengan ini case khitan nabi muhammad dithread ini saya akhiri dan jika ada yang mengajukan pertanyaan seputar khitan Nabi Muhammad dithread ini, maka tidak akan saya tanggapi. piss
ini yang punya thread siapa ya..?
yang buka masalah sunat nya muhammad juga bukan anda...
ada moderator dan ada TS.. kok anda pulak yang mengakhiri..ketawa guling ketawa guling 

kl anda ga mau jawab, ya ga masalah... ga ada yang maksa kok....:)

alex77
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 773
Kepercayaan : Protestan
Location : indonesia
Join date : 05.06.13
Reputation : 3

Kembali Ke Atas Go down

Re: meneladani nabi ibrahim

Post by Mutiara on Mon Aug 26, 2013 4:13 am

bukan simpang siur, tapi itu bukan hal yang urgen, buat muslim sudah jelas nabi bersunat, itu juga syariat nabi Ibrahim, tentang detilnya itu tidak penting, karena bukan hal esensi, itu seperti menanyakan apa warna baju nabi Isa ketika ulang tahun pertamanya. Bahkan parahnya kalian yang mengaku bertuhan nabi Isa, kalian TAK TAHU kapan tepatnya tanggal lahirnya isa, tuhan kalian. saking simpang siurnya tanggal lahir tuhanmu sampai kalian harus mencontek tanggal lahir tuhan pagan yang lain, yakni dewa matahri romawi, 25 Desember.
avatar
Mutiara
KAPTEN
KAPTEN

Female
Posts : 3660
Kepercayaan : Islam
Location : DKI
Join date : 01.08.13
Reputation : 45

Kembali Ke Atas Go down

Re: meneladani nabi ibrahim

Post by SEGOROWEDI on Mon Aug 26, 2013 1:57 pm

@Mutiara wrote:bukan simpang siur, tapi itu bukan hal yang urgen, buat muslim sudah jelas nabi bersunat, itu juga syariat nabi Ibrahim, tentang detilnya itu tidak penting, karena bukan hal esensi, itu seperti menanyakan apa warna baju nabi Isa ketika ulang tahun pertamanya. Bahkan parahnya kalian yang mengaku bertuhan nabi Isa, kalian TAK TAHU kapan tepatnya tanggal lahirnya isa, tuhan kalian. saking simpang siurnya tanggal lahir tuhanmu sampai kalian harus mencontek tanggal lahir tuhan pagan yang lain, yakni dewa matahri romawi, 25 Desember.
semua kok dianggap milih baju..
lalu OOT
pelanggaran 

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43720
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: meneladani nabi ibrahim

Post by Mutiara on Mon Aug 26, 2013 2:33 pm

KO yah kamu, saking bodohnya cuma bisa bilang oot
avatar
Mutiara
KAPTEN
KAPTEN

Female
Posts : 3660
Kepercayaan : Islam
Location : DKI
Join date : 01.08.13
Reputation : 45

Kembali Ke Atas Go down

Re: meneladani nabi ibrahim

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 2 dari 2 Previous  1, 2

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik