FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

kewajiban seorang hamba

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

kewajiban seorang hamba

Post by darussalam on Fri Nov 25, 2011 9:34 pm

Kewajiban Apakah yang Pertama Kali Harus Dilakukan oleh Seorang Hamba?
Kewajiban pertama kali yang harus dilakukan seorang hamba adalah mengetahui bentuk hakikat perintah yang Allah tetapkan atasnya. Allah mengambil janji terhadap mereka dengan mengutus para rasul, menurunkan kitab, karenanya pula Allah menciptakan dunia dan akhirat, surga dan neraka. Dengan perintah-Nya akan terjadi hari kiamat, sesuai dengan waktu yang telah ditentukan-Nya. Lalu, ditimbang amalnya, dibagikan lembaran catatan amalan mereka yang baik dan buruk, akan bahagia atau celaka sesuai dengan cahaya yang Allah berikan kepada mereka. Barang siapa tidakdilimpai cahaya Allah, dia tidak mempunyai cahaya (nur).

Perintah Apakah yang Allah Ciptakan untuk Hamba-Nya?

Perintah yang Allah kehendaki adalah sebagaimana dalam firman-Nya sebagai berikut.

Allah SWT berfirman yang artinya, "Aku tidak ciptakan jin dan manusia, kecuali hanya untuk beribadah kepada-Ku." (Adz-Dzariyat: 56).

"Dan Allah menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar dan agar dibalasi tiap-tiap diri terhadap apa yang dikerjakannya, dan mereka tidak akan dizalimi." (Al-Jatsiyah: 22).

Dan beberapa firman Allah yang lainnya dalam berbagai surah Alquran, seperti Al-Anbiya: 16, Shaad: 27.

Apakah Arti Hamba (Al-Abdu)

Hamba adalah orang yang lemah, hina, diperbudak, yang artinya mencakup seluruh makhluk, baik di bumi maupun di langit, basah atau kering, yang bergerak atau tidak, yang beriman atau yang kafir, yang berbuat kebajikan atau yang berbuat kejahatan. Semua makhluk Allah-lah yang memeliharanya, maka makhluk itu menjadi hina karena Allah menghinakannya, dan akan terpelihara kalau Allah memeliharanya. Setiap sesuatu sesuai dengan bentuknya sampai batas yang ditentukan. Dan setiap seautu berjalan sesuai dengan fitrahnya. Tidak ada yang dapat melampaui-Nya hanya sebesar biji sawi.

Allah SWT berfirman yang artinya, "Itulah ketentuan Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui." (Al-An'am: 96).

Yang dimaksud "hamba yang dicintai Allah" adalah orang mukmin yang dimuliakan, wali-walinya yang bertakwa dan yang tidak merasa takut dan bersedih.

Apa yang Dimaksud dengan Ibadah?

Ibadah adalah segala amal yang dicintai Allah dan diridai-Nya, baik berupa perbuatan, perkataan yang diucapkan, maupun yang terbetik dalam hati.

Kapan suatu Amalan Dianggap Ibadah?

Suatu amalan bisa dianggap ibadah apabila memenuhi dua syarat, yaitu benar-benar atas dasar cinta dan rendah hati kepada Allah SWT.

Allah SWT berfirman, "Dan orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah." (Al-Baqarah: 165).

"Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalammengerjakan perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada Kami." (Al-Anbiya': 90).

Ada Berapakah Syarat Ibadah?

Syarat ibadah ada tiga:
1. kemauan yang kuat;
2. niat yang ikhlas; dan
3. sesuai dengan syariat Islam yang diperintahkan Allah.

Dua syarat terakhir, yaitu nomor dua dan tiga merupakan syarat diterimanya ibadah oleh Allah.

Apa yang Dimaksud dengan Kemauan yang Kuat?

Yaitu, meninggalkan kemalasan dan mencurahkan segala kemampuan untuk membenarkan ucapannya dengan merealisasikannya.

Allah SWT berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan." (Ash-Shaff: 23).

Apa yang Dimaksud dengan Niat yang Ikhlas?

Yaitu, hendaknya dia menjadikan perbuatan dan perkataan yang zahir (nyata) maupun yang hanya terbetik dalam hati ditujukan semata-mata kepada Allah SWT.

Allah SWT berfirman, "Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus."
(Al-Bayyinah: 5).

"Padahal tidak ada seorang pun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya, tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridaan Rabnya Yang Maha tinggi." (Al-Lail: 19--20).

Dan, juga disebut dalam Al-Insan ayat 9 dan Asy-Syura ayat 20.

Apa Tanda-Tanda seorang Hamba Mencintai Rabnya (Tuhannya)?

Tanda kecintaan hamba kepada Rabnya yaitu dia mencintai apa yang dicintai Rabnya (Tuhannya)dan membenci apa yang dibenci-Nya; melaksanakan perintah-Nya; menjauhi larangan-Nya; berloyalitas kepada para wali (kekasih-Nya), dan memusuhi musuh-musuh-Nya. Dan, yang dinamakan sekuat-kuat iman yaitu cinta dan benci karena Allah.

Bagaimana Hamba Mengetahui Apa yang Dicintai dan Diridai Allah?

Mereka mengetahui apa-apa yang dicintai dan diridai Allah melalui para rasul yang diutus dan kitab-kitab yang diturunkan, yang di dalamnya terdapat perintah yang dicintai dan diridai-Nya dan larangan yang dibenci-Nya. Maka dengannya mereka berhujah (mengambil dalil) dengan kuat dan tampaklah hikmat yang dalam.

Allah SWT berfirman, "(Mereka) Kami utus selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan supaya tidak ada alas an bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu." (An-Nisaa': 165).

"Katakanlah: 'Jika kamu benar-benar mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu, Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang." (Ali Imran: 31).

Apakah Syariat yang Diperintahkan Allah Itu?

Yaitu, syariat yang lurus: agama Islam.

Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya agama (din yang diridai) di sisi Allah hanyalah Islam." (Ali Imran: 19).

"Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nyalah berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa."
(Ali Imran: 83).

"Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi."
(Ali Imran: 85).

Sumber: 200 Suual wa Jawaab fii Aqiidah al-Islamiyyah, Syekh Hafizh bin Ahmad Hakamy

Al-Islam, Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

avatar
darussalam
Co-Administrator
Co-Administrator

Male
Posts : 411
Kepercayaan : Islam
Location : Brunei Darussalam
Join date : 25.11.11
Reputation : 10

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik