FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Kesaksian Palsu Pendeta Philip Mantofa Piknik ke Neraka

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Kesaksian Palsu Pendeta Philip Mantofa Piknik ke Neraka

Post by Penyaran on Sun Mar 03, 2013 12:29 pm

Bengcu Menggugat Karena Philip Mantofa Mustahil Piknik ke Neraka

Philip Mantofa dikenal lewat KKR-KKR yang berthema: Awakening for Jesus, Before 30X, Festival of God’s Power, Promisen Land Crusade, Asia for Jesus. Dia bukan orang pertama yang bersaksi piknik ke Neraka dalam kesaksian yang dia beri judul a trip to hell. Pendeta Yesaya Pariadji dari Gereja Tiberias getol sekali bersaksi tentang hal demikian bahkan ketika bersaksi dia tidak segan-segan mengutuk dirinya bila kesaksiannya dusta belaka. Marry Katrina Baxter sudah bersaksi piknik ke neraka selama 40 hari pada tahun 1976. Walaupun banyak orang Kristen yang meragukan bahkan menuduh orang-orang yang bersaksi piknik ke neraka MEMBUAL namun hingga saat ini belum ada yang menguji kebenaran kesaksian-kesaksian tersebut dengan Alkitab sebagai STANDARD kebenaran dan sumber pustaka. Inilah saatnya kita mulai menguliti kesaksian-kesaksian piknik ke neraka helai demi helai seperti menguliti bawang bombai dengan Alkitab sebagai STANDARD kebenaran di depan banyak saksi. Kita memilih kesaksian Philip Mantofa karena dia orang Indonesia dan sarjana Teologi yang MAMPU membela diri alias ber-APOLOGETIKA dengan baik.

Memberanikan diri bertanya, Philip Mantofa bersaksi diajak Tuhan piknik ke Neraka, apakah kesaksiannya benar? Tentang hal itu, dia menulis:

Sahabat, Tanggal 1 Januari 2000 pukul 05.00 wib pagi, aku dibawa ke suatu daerah GURUN PASIR YANG LUAS, TANDUS, KERING-KERONTANG, SERTA PANAS TERIK SANGAT MENYENGAT. Aku melihat banyak binatang aneh dan menjijikkan yang tidak pernah aku temui sebelumnya.

Aku berjalan setapak demi setapak melewati gurun tersebut hingga sampai pada suatu tempat yang menyeramkan. Rasa aneh meliputi aku, tulang-tulangku serasa sakit semua, terlebih lagi tidak ada sedikitpun angin berhembus, suasana sunyi mencekam dan mendung menyelimuti daerah tersebut! Aku tidak dapat menggambarkan dengan lebih baik lagi sebab hanya kengerian yang ada di sana. Sebuah pintu gerbang berdiri menjulang di hadapanku dan dengan rasa gelisah namun ingin tahu aku mencoba membuka gerbang tersebut. Ternyata gerbang tersebut tidak cukup sulit untuk dibuka tetapi membuat aku tersentak sebab di hadapanku masih berdiri sebuah pintu gerbang lagi dan di atas gerbang tersebut terdapat papan palang bertuliskan “valley of torture” (lembah penyiksaan)!!!!

Aku sempat ragu apakah aku harus melanjutkan ‘perjalanan’ ini atau tidak, tetapi aku merasa ada sesuatu yg mendorong aku untuk melanjutkannya. Dengan jantung berdegup keras aku membuka gerbang berikutnya dan … oh Tuhan!!! aku tidak percaya pada apa yang kulihat tetapi itulah kenyataannya! Aku melihat suatu lorong yang diliputi oleh kegelapan. Saat itu aku berdiri di pinggir pintu gerbang, aku tidak tahu seberapa luas dan panjang lorong tersebut tetapi aku dapat melihat asap samar2 pada ujungnya dan aku merasa itu adalah lautan api yang dahsyat.

Di sepanjang lorong yang gelap itu aku melihat banyak orang disiksa oleh orang-orang berpakaian hitam-hitam serta bertanduk dan aku melihat mereka sangat bernafsu untuk menyiksa setiap orang yang ada di sana sebelum mereka semua dimasukkan dalam lautan api pada ujung lorong tersebut. Tangis ngilu serta erangan bercampur dengan tertawa yang menjijikkan aku dengar dalam tempat yang sangat kotor tersebut.

Di tepi lorong aku melihat seorang wanita muda, tangannya diikat pada sebuah kayu. Banyak sekali orang-orang bertanduk yang mengelilingi dia serta mentertawakannya Aku melihat wajahnya yang sudah putih pucat itu diliputi oleh rasa ketakutan yang amat sangat, di depan matanya terdapat suatu senjata aneh yang tidak pernah aku jumpai sebelumnya, aku tidak tahu namanya tapi bentuknya sejenis garpu penggaruk dengan mata pisau yang sangat tajam. Senjata tersebut dibawa oleh salah satu iblis bertanduk yang sedang mengerubuti wanita tersebut, aku mendengar si iblis mengancam wanita malang itu “Ayo berdusta!!! Ayo berdusta!!!” Aku melihat wanita muda itu makin ketakutan dan dia sudah sepenuhnya jatuh dalam kuasa para iblis bertanduk itu sehingga ia mau menuruti kemauan mereka. Jawab wanita itu, “Ya!! Ya!! aku berdusta!! aku berdusta!!!” Para iblis yang mengancam itu tertawa terbahak-bahak dan mereka merasa puas akan jawaban wanita muda tersebut.

Aku menyangka setelah wanita itu menuruti apa yang mereka mau maka ia akan dilepaskan tapi apa yang terjadi? Para iblis jahat itu malah menyorongkan garpu penggaruk dengan mata pisau yang tajam-tajam itu kedalam wajahnya dan darah segar menyembur keluar dari wajah wanita yang telah hancur dan tidak berbentuk itu. Pada saat itu aku mendengar wanita itu berteriak kesakitan, “AAAAAHHHH TOLong!!!!!” aku langsung berteriak “Stopp!!! Hentikan…!” Aneh! Mereka tidak mendengar teriakanku dan bahkan aku tidak terlihat oleh mereka walaupun aku ada di sana. Aku merasa muak melihat pemandangan yang mengerikan dan suara-suara itu tapi ternyata masih banyak lagi pemandangan yang lebih mengejutkan. Berikutnya aku melihat seorang laki-laki, rambutnya sudah hangus, wajahnya tinggal tengkorak yang membusuk dan ulat-ulat yang tidak dapat terbakar oleh api keluar dari lubang-lubang tengkoraknya.

Laki-laki tersebut diusung dari ujung lorong yang mendekati api, aku rasa mereka telah lama menyiksa orang tersebut, orang tersebut telah hangus dan dagingnya meleleh karena telah diletakkan dekat api yang tidak terhingga panasnya. Iblis-iblis yang mengusungnya tertawa-tawa mengejek laki-laki di atas usungan tersebut dan tidak ada yang dilakukan laki-laki tersebut selain pasrah. Ia sekarat! tetapi tidak bisa mati. mulutnya megap-megap seolah ingin memohon belas kasihan. Salah seorang dari iblis itu berteriak, “Ayo masturbasi!!!! ayo masturbasi !!!!” jawab pria itu dengan bergetar, “Ya aku masturbasi!! aku masturbasi!!” AHHHHH!!!!!! ” Aku melihat ulat-ulat yang amat sangat banyak keluar dari dalam tubuhnya .. Seluruh tubuhnya!!!!! Aku makin jijik melihat semua itu apalagi mendengar teriakannya! aku merasa ngeri!!!!!! masih banyak lagi teriakan dan perintah2 yang aku dengar, “Ayo minum! Ayo mabuk! Ayo judi! Ayo menipu!!!” dan para iblis itu tertawa-tawa menikmati serangan dan tangisan seolah-olah mereka sedang mendengar musik yang indah.

Aku tidak berani berjalan masuk lebih dalam. Aku hanya melihat sejauh mata memandang dan aku yakin masih banyak lagi jenis2 penyiksaan yang dilakukan sebab lorong tersebut lebih pas kalau disebut barak penyiksaan. Aku menemukan suatu pemandangan yang amat sangat mengagetkan, aku melihat banyak orang saleh beragama di sana ! aku tidak percaya….!!!! Tapi aku tidak berkuasa untuk menyangkalnya !!! Aku mendengar teriakan mereka saat disiksa, mereka menyebut nama Tuhan, “Tuhan tolong aku!!!!!” Tuhan bukankah aku selalu bersama dengan Engkau? Engkau mengajar di kota-kota kami. Aku melayani Engkau TUhan !!!!!”

Mereka memohon-mohon pada Tuhan tetapi mereka sudah tidak mendapat kesempatan itu, sampai pada akhirnya aku mendengar mereka menghujat Tuhan. Hancur hatiku melihat hal ini. Setelah itu aku betul2 berada dipuncak kengerian dan shock berat meliputi aku!!! aku sudah tidak kuat lagi untuk melanjutkan ‘perjalanan’ ini dan jika dilanjutkan kemungkinan besar aku akan ‘mati’ secara jasmani. “Tuhan , tolong bawa aku untuk keluar dari sini…. Tolong Tuhan…..!!!!”

Seketika itu juga aku……. aku tersadar! semua yg terjadi tadi adalah sebuah vision, sebuah penglihatan ……. penglihatan yang sangat mengerikan….. penglihatan tentang neraka….!!!!!!! aku senang menemukan diriku berada di rumah meski setelah itu aku harus mengalami sakit berhari-hari. Tulang dan sendiku ngilu semua. Penyakit maag ku kambuh dan shock masih membayangiku!!! Aku berdoa pada Tuhan, apa arti semua ini? Dan apa yang Tuhan mau terhadap pengalamanku itu? Tuhan memberiku suatu pengertian dan beban yang sangat mendalam bagi orang-orang di sekelilingku. Tuhan mau aku memberitakan apa yang telah terjadi dan yang akan terjadi kepada semua orang. Saat ini banyak dari mereka sedang bersenang-senang, makan-minum, pesta pora, pesta sex, narkoba dan banyak kesenangan lain yang seolah-olah mereka bisa nikmati selamanya, tetapi mereka tidak sadar bahwa neraka ada di depan mereka dan iblis2 bertanduk sedang menanti mereka untuk menjadi mangsa berikutnya!!!!!

Penutup:

Aku tahu Tuhan Yesus sangat mengasihimu oleh sebab itu Ia masih mau memberi kesempatan kepadamu!!! Untuk bertobat melalui ‘penglihatan’ yang telah ditunjukkannya kepadaku. Sahabatku, aku HARUS MENULIS SURAT INI padamu untuk mengingatkanmu sebab aku tidak mau kamu mengalami hal yang sama dengan mereka di sana. Sungguh, aku mengasihimu!! Dan aku harap kamu mau MERENUNGKAN semuanya ini dan benar2 bertobat, terima Tuhan Yesus secara pribadi, HIDUP BARU, dan jangan keluar dari jalan yang telah Tuhan Yesus TETAPKAN.

PS. Forwardlah pesan ini ke semua, masih ada waktu tersisa!! Atau anda akan menyesal bila suatu saat anda akan melihat orang2 yg saudara cintai berada pada “valley of torture!!”"

GOD BLESS US
HOPE AND PRAY!
KEEP THE FAITH THAT HE ALWAYS BE WITH US AND TRUST IN HIM THAT HE REALLY
KNOWS YOU!!

KISAH nyata ini disaksikan oleh Philip Mantofa. ditulis ulang tgl 20 oktober 2000.

Bengcu menjawab:

Kerabatku sekalian, apakah yang dialami oleh Philip Mantofa adalah kisah nyata? MUSTAHIL! Apakah Philip Mantofa memang mendapat penglihatan tentang apa yang dia ceritakan? Saya tidak tahu! Namun, baiklah kita menganggap dia memang melihat apa yang diceritakannya. Menurutnya hal itu terjadi jam 05.00 WIB. Bisa saja dia bermimpi. Bila saat itu tidak tidur, bisa saja dia berhalusinasi. Adalah bijaksana bila kita tidak menuduh Philip Mantofa MEMBUAL.


Ketika bersaksi secara lisan dan direkam, Philip Mantofa menyatakan bahwa yang dialaminya bukan hasil imajinasi manusia namun pengalaman nyata yang dialaminya. Tuhan membawa rohnya ke neraka. Di dalam kisahnya, Philip Mantofa sama sekali tidak bertemu dengan Tuhan apalagi Allah. Dia juga tidak bertemu dengan malaikat. Dia berjalan sendirian dan kehadirannya sama sekali tidak disadari baik oleh Iblis-iblis maupun orang-orang yang disiksa di tempat yang bernama Lembah Penyiksaan. Bila demikian, atas dasar apa Philip Mantofa menyimpulkan bahwa yang dia alami adalah kisah nyata, bukan imajinasi atau halusinasi manusia? Nampaknya dia menarik kesimpulan berdasarkan hal tersebut di bawah ini:

Philip Mantofa: Aku berdoa pada Tuhan, apa arti semua ini? Dan apa yang Tuhan mau terhadap pengalamanku itu? Tuhan memberiku suatu pengertian dan beban yang sangat mendalam bagi orang-orang di sekelilingku. Tuhan mau aku memberitakan apa yang telah terjadi dan yang akan terjadi kepada semua orang. Saat ini banyak dari mereka sedang bersenang-senang, makan-minum, pesta pora, pesta sex, narkoba dan banyak kesenangan lain yang seolah-olah mereka bisa nikmati selamanya, tetapi mereka tidak sadar bahwa neraka ada di depan mereka dan iblis2 bertanduk sedang menanti mereka untuk menjadi mangsa berikutnya!!!!!

Menurutnya, dia mendapat PENGERTIAN dan BEBAN dari Tuhan.

Handai taulanku sekalian, apabila Philip Mantofa tidak MEMBUAL dan dia memang benar-benar mendapat PENGERTIAN dan BEBAN dari Tuhan maka itu berarti Lembah Penyiksaan memang ada dan kondisinya seperti yang dia ceritakan. Bila memang benar demikian, itu berarti Philip Mantofa adalah seorang RASUL yang mendapat wahyu baru alias firman baru dari Tuhan. Itu berarti yang diceritakannya harus dibukukan dan bukunya ditambahkan sebagai kitab ke 67 dari Alkitab yang kita miliki saat ini. Dengan cara demikianlah semua orang Kristen di seluruh dunia sejak generasi ini dan generasi-generasi selanjutnya bisa memberitakannya ke seluruh dunia.

Haruskah orang-orang Kristen generasi ini melakukan hal demikian? Apabila Philip Mantofa memang mendapat PENGERTIAN dan BEBAN dari Tuhan, maka itulah yang harus dilakukan. Apa akibatnya bila orang Kristen generasi ini melakukan hal demikian, menambahkan wahyu baru yang diterima oleh Philip Mantofa sebagai kitab ke 67 dari Alkitab yang kita miliki saat ini? Akibatnya adalah kita tahu bahwa Tuhan Yesus Kristus adalah Pembual atau Dia lupa pada firman-Nya. Atau para penulis Alkitab Perjanjian Baru adalah pembual atau mereka salah ketika mencatat firman Allah. Kenapa demikian?

Karena di dalam Alkitab terjemahan LAI, kata Iblis diterjemahkan dari kata, Satan alias Satanos alias Diabolos. Lebih lanjut, Alkitab mencatat bahwa Satan alias Satanos alias Diabolos adalah Drakon Megas (naga besar) alias Ophis archaios (Ular Tua) alias Beelzebul (penghulu setan). Sementara di Perjanjian Lama, Satan juga disebut Nachas (ular) alias Tanniyn Gadowl (Naga besar). Kata setan-setan dalam Alkitab LAI diterjemahkan dari kata Daimonion. Selanjutnya Alkitab mengajarkan bahwa Iblis hanya ada satu sementara setan-setan jumlahnya banyak. Ketika bertemu dengan Yesus di Israel, setan-setan ketakutan dan menyembah-Nya sementara Iblis selain tidak menyembah-Nya bahkan mencobai-Nya. Setan-setan bisa diusir sementara Iblis hanya bisa didoakan.

Marilah kita anggap Philip Mantofa belum tahu kebenaran tersebut di atas karena kebenaran demikian memang belum pernah diajarkan kepada generasi sebelumnya. Itu sebabnya, Philip Mantofa sama seperti kebanyakan sarjana teologi dan jemaat Kristen generasi ini, menganggap Iblis dan setan-setan berasal dari jenis makluk hidup yang sama. Keduanya sama-sama malaikat yang memberontak kepada Allah. Namun, sekarang kita tahu bahwa Iblis alias Satan alias Satanos alias Diabolos alias Beelzebul adalah NAMA-nya sementara Ular alias naga alias Drakon alias Ophis alias Nachas alias Tanniyn gadowl adalah JENIS-nya. Karena hanya ada satu maka baik nama pribadi maupun nama jenis menjadi sama saja alias sama sekali tidak bermasalah bila ditukargunakan.

Lalu Yefta mengirim pula utusan kepada raja bani Amon. Hakim-hakim 11:4

Ketika fajar telah menyingsing, kedua malaikat itu mendesak Lot, supaya bersegera, katanya: “Bangunlah, bawalah isterimu dan kedua anakmu yang ada di sini, supaya engkau jangan mati lenyap karena kedurjanaan kota ini.” Kejadian 19:15

Kata Ibrani MALAK sama sekali bukan nama JENIS makluk hidup namun nama JABATAN bagi makluk yang DIUTUS sebagai DUTA. Itu sebabnya kata MALAK digunakan baik untuk makluk roh maupun manusia yang menjalankan TUGAS sebagai duta atau utusan. Baik kata UTUSAN dalam Hakim-hakim 11:4 maupun kata MALAIKAT dalam Kejadian 19:15 di atas sama-sama diterjemahkan dari kata Ibrani MALAK. Bila mempelajari Alkitab dengan teliti maka anda akan tahu bahwa pada zaman Perjanjian Lama sama sekali tidak ada setan-setan di dunia. Bila mempelajari Perjanjian baru dengan teliti dan hati-hati maka kita akan memahami bahwa setan-setan alias Daimonion adalah malaikat alias utusan Allah yang diutus untuk menyiksa manusia yang tidak memiliki meterai Allah di dahinya.

Dan ketika Ia membawa pula Anak-Nya yang sulung ke dunia, Ia berkata: “Semua malaikat Allah harus menyembah Dia.” Ibrani 1:6

Bukankah mereka semua adalah roh-roh yang melayani, yang diutus untuk melayani mereka yang harus memperoleh keselamatan? Ibrani 1:4

Kata Yohanes kepada Yesus: “Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita.” Markus 9:38

Itu sebabnya setan-setan takluk dan menyembah ketika bertemu Yesus dan melayani orang-orang yang HARUS memperoleh keselamatan. Itu sebabnya walaupun Yesus tidak memberinya kuasa namun orang yang bukan murid-Nya tersebut berkuasa untuk mengusir setan. Nama Yesus bukan Jimat juga bukan mantera. Apabila nama Yesus adalah jimat atau mantera itu berarti semua manusia dari generasi ke generasi yang bernama Yesus pasti sakti mandraguna. Namun hal demikian sama sekali tidak terjadi. Orang yang bukan murid Yesus itu tidak mengusir setan dengan jimat atau mantera nama Yesus namun karena dia memang berkuasa sebab dia adalah orang yang HARUS memperoleh keselamatan. Ingat! Orang tersebut BUKAN orang yang AKAN diselamatkan namun orang yang HARUS memperoleh keselamatan. Itu sebabnya walaupun belum menerima Roh Kudus dan Injil serta dibaptis namun dia sudah memiliki kuasa untuk mengusir setan.

Dan dari asap itu berkeluaranlah belalang-belalang ke atas bumi dan kepada mereka diberikan kuasa sama seperti kuasa kalajengking-kalajengking di bumi. Wahyu 9:3

Dan kepada mereka dipesankan, supaya mereka jangan merusakkan rumput-rumput di bumi atau tumbuh-tumbuhan ataupun pohon-pohon, melainkan hanya manusia yang tidak memakai meterai Allah di dahinya. Wahyu 9:4

Dan mereka diperkenankan bukan untuk membunuh manusia, melainkan hanya untuk menyiksa mereka lima bulan lamanya, dan siksaan itu seperti siksaan kalajengking, apabila ia menyengat manusia. Wahyu 9:5

Dan pada masa itu orang-orang akan mencari maut, tetapi mereka tidak akan menemukannya, dan mereka akan ingin mati, tetapi maut lari dari mereka. Wahyu 9:6

Lalu sampailah mereka di seberang danau, di daerah orang Gerasa. Markus 5:1

Baru saja Yesus turun dari perahu, datanglah seorang yang kerasukan roh jahat dari pekuburan menemui Dia. Markus 5:2

Orang itu diam di sana dan tidak ada seorangpun lagi yang sanggup mengikatnya, sekalipun dengan rantai, Markus 5:3

karena sudah sering ia dibelenggu dan dirantai, tetapi rantainya diputuskannya dan belenggunya dimusnahkannya, sehingga tidak ada seorangpun yang cukup kuat untuk menjinakkannya. Markus 5:4

Siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak dan memukuli dirinya dengan batu. Markus 5:5

Ketika ia melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia mendapatkan-Nya lalu menyembah-Nya, Markus 5:6

dan dengan keras ia berteriak: “Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!” Markus 5:7

Karena sebelumnya Yesus mengatakan kepadanya: “Hai engkau roh jahat! Keluar dari orang ini!” Markus 5:8

Kerabatku sekalian, apabila anda membaca ayat-ayat tersebut di atas dengan teliti dan hati-hati maka tidak sulit untuk memahami: Kenapa setan-setan HARUS minta izin Yesus untuk merasuki babi-babi dan tidak minta untuk merasuki manusia? Kenapa setan-setan tidak bebas merasuki manusia dan binatang? Karena mereka HANYA diutus oleh Allah untuk merasuki manusia yang tidak memiliki meterai Allah di keningnya. Kenapa orang-orang yang kerasukan menjadi gila dan menyakiti diri sendiri namun tidak mati? Karena setan-setan itu diutus untuk menyengat alias menyiksa, bukan untuk membunuh orang yang dirasukinya. Kenapa setan-setan itu takluk dan menyembah Yesus? Karena ketika Allah membawa PULA Anak-Nya yang sulung ke dunia, Ia berkata: “Semua malaikat Allah harus menyembah Dia.” Kenapa orang yang bukan murid Yesus berkuasa mengusir setan? Karena bukankah setan-setan adalah roh-roh yang melayani, yang diutus untuk melayani mereka yang harus memperoleh keselamatan?

Handaiku sekalian, tidak ada satu ayat Alkitab pun yang mencatat tentang keberadaan Lembah Penyiksaan. Juga tidak ada satu ayat Alkitab pun yang mencatat tentang setan-setan yang diutus untuk menyiksa arwah manusia di Lembah Penyiksaan bahkan tidak ada satu ayat Alkitab pun yang mengajarkan bahwa setan-setan diberi kuasa untuk menyiksa arwah-arwah orang berdosa, juga tidak ada satu ayat Alkitab pun yang mengajarkan bahwa setan-setan diberi kuasa untuk mengelola neraka dan sekitarnya. Bagaimana dengan Iblis alias Satanos alias Diabolos? Alkitab sama sekali tidak mencatat dan mengajarkan bahwa Iblis mendapat kuasa demikian.

Karena Alkitab tidak mencatat dan mengajarkannya, bukankah itu berarti Philip Mantofa tidak membual sebab dia MEMANG mendapat wahyu baru yang belum pernah diwahyukan sebelumnya untuk dikabarkan kepada dunia? Tentu saja hal itulah yang terjadi bila tidak ada ayat-ayat Alkitab yang mengajarkan kebenaran ini.

Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: “Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini. Wahyu 22:18

Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini.” Wahyu 22:19

Handai taulanku sekalian, mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, apabila Philip Mantofa memang menerima wahyu baru, bukankah itu berarti ada bagian dari kitab Wahyu yang harus DITAMBAHKAN dan DIKURANGI? Bila hal demikian yang terjadi, bukankah itu berarti Tuhan Yesus Kristus yang mewahyukan kitab Wahyu kepada Rasul Yohanes adalah PEMBUAL atau Dia lupa pada firman-Nya? Itu sebabnya Dia memberi WAHYU baru kepada Philip Mantofa tentang Lembah Penyiksaan dan Neraka serta kuasa setan-setan untuk menyiksa arwah-arwah manusia di sana? Bukankah itu berarti ketika di atas kayu salib Yesus berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Lukas 23:34a, Dia MEMBUAL? Atau DOA Yesus sama sekali tidak dikabulkan oleh Allah karena ketika mengucapkannya Dia sedang sekarat dan tidak sehat jasmani dan rohani? Atau yang terjadi di atas kayu salib hanya sinetron belaka? Dibikin seru agar enak ditonton dan diceritakan?

Kesimpulan

Kerabatku sekalian, seperti yang telah saya katakan di atas, adalah bijaksana bila kita tidak menuduh Philip Mantofa MEMBUAL. Namun mustahil kisahnya piknik ke Neraka adalah kisah nyata. Kisah Tuhan membawa roh Philip Mantofa ke neraka dan Lembah Penyiksaan BERTENTANGAN dengan yang tercatat dan diajarkan oleh Alkitab.

Neraka memang ada karena Alkitab mencatat dan mengajarkannya. Namun yang tercatat dan diajarkan oleh Alkitab bertentangan dengan yang disaksikan oleh Philip Mantofa. Itu berarti Philip Mantofa boleh kekeh jumekeh meyakini dan bersaksi sampai kuda gigit besi namun FAKTANYA Tuhan sama sekali tidak memberi PENGERTIAN dan BEBAN kepadanya tentang neraka dan Lembah Penyiksaan.

Bila demikian, apa yang sesungguhnya terjadi pada Philip Mantofa? Anggap saja dia mimpi buruk atau berhalusinasi! Bukankah menurutnya setelah itu dia menderita sakit selama berhari-hari?

Apabila kesaksian Philip Mantofa mustahil kisah nyata karena bertentangan dengan ajaran Alkitab, kenapa banyak orang yang mengaku atau DIBERKATI oleh kesaksiannya? Kerabatku sekalian, orang-orang tersebut sama sekali tidak DIBERKATI sebab yang terjadi adalah mereka merasa ASYK dengan kesaksian PIKNIK ke Nerakanya Philip Mantofa seperti mereka merasa ASYK mendengar DONGENG Sun Go Kong menyerbu Neraka. Karena menyadari FAKTA demikianlah, itu sebabnya ketika menulis surat kepada Timotius, muridnya, Paulus mengingatkan:

Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. 2 Timotius 4:2

Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. 2 Timotius 4:3

Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng. 2 Timotius 4:4

Dongeng memang mengasykkan namun walaupun mengasykan tetap saja dongeng namanya. Dongeng bukan ajaran Alkitab yang sehat dan benar. Itu sebabnya, jangan mengajarkan dongeng sebagai ajaran Alkitab. Bila pengkotbah mengajarkan dongeng sebagai ajaran Alkitab maka semakin hari jemaat menjadi semakin kekanak-kanakan. Main sinetron artinya bersandiwara. Itu bukan cara yang benar untuk kebaktian di gereja. Oleh karena itu, jemaat jangan terlalu banyak aksi untuk memancing pujian dari orang lain bahwa dirinya dipenuhi Roh Kudus. Malu-maluin tahu? Bila pengkotbah mengajari jemaat beraksi maka cepat atau lambat mereka akan bosan dengan perannya lalu pindah ke gereja lain untuk mendapatkan peran baru. Berkotbah artinya mengajarkan Firman Allah bukan show. Oleh karena itu lakukanlah dengan wajar, jangan terlalu banyak gaya. Bila pengkotbah terlalu banyak gaya maka lambat laun jemaat akan menganggapnya topeng monyet, itu sebabnya akhirnya jemaat lebih suka ngelamun dari pada menonton pertunjukkan itu lagi itu lagi.

http://bengcumenggugat.wordpress.com/2011/02/28/bengcu-menggugat-karena-philip-mantofa-mustahil-piknik-ke-neraka/


Terakhir diubah oleh Penyaran tanggal Sun Mar 03, 2013 12:49 pm, total 1 kali diubah

Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2559
Join date : 03.01.12
Reputation : 115

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kesaksian Palsu Pendeta Philip Mantofa Piknik ke Neraka

Post by Penyaran on Sun Mar 03, 2013 12:32 pm

Bengcu Menggugat Karena Philip Mantofa Bersaksi Palsu

Bertemu dengan Yesus. Ketika seseorang bersaksi bertemu dengan Yesus jemaat pun mempercayainya tanpa mengujinya. Karena pengkotbah alam roh getol sekali mengajarkannya maka jemaat pun meyakini bahwa kesaksian bertemu dengan Yesus harus diimani sebab mustahil dipahami dengan akal budi apalagi diuji secara ilmiah. Itu sebabnya sebagian besar jemaat Kristen percaya bahwa mereka yang tidak mempercayai kesaksian bertemu dengan Yesus adalah orang-orang yang tidak beriman dan tidak bahagia, sebab berbahagialah mereka yang percaya meskipun tidak melihat.

Memberanikan diri bertanya, Philip Mantofa bersaksi:

Pada tanggal 3 September 2011 di hotel Swissotels Singapura, saya mengalami perjumpaan yang ajaib dengan Tuhan Yesus. Tuhan ijinkan saya menjamah tangan Tuhan yang berlobang paku secara fisik, lalu Ia berkata kepada saya: “Pergilah ke Myanmar. Beritakanlah keselamatan besar kepada bangsa yang hidup dalam kegelapan.”

Di dalam KKR di Myanmar Philip Mantofa main Sinetron. Sambil memegang borgol dia berteriak, “In Jesus Name. Satan Lets them go!” Artinya, “Dalam Nama Yesus. Iblis lepaskan mereka!” Kemudian membanting borgol tersebut.

Bengcu Menjawab:

Tujuan menguji kesaksian seseorang adalah membuktikan apakah kesaksiannya adalah kisah nyata atau pepesan kosong belaka? Tujuan menguji ajaran seseorang adalah membuktikan apakah ajarannya adalah ajaran Alkitab atau ajaran sesat? Ketika kita menguji kesaksian Philip Mantofa piknik ke Neraka. Hasilnya adalah: Philip Mantofa MENIPU jemaat dengan kesaksian PALSU. Philip Mantofa menyesatkan jemaat dengan mengajarkan ajaran tentang NERAKA yang bertentangan dengan ajaran Alkitab. Kali kita akan menguji kesaksiannya bertemu dengan Yesus. Apakah kesaksiannya adalah kisah nyata atau omong kosong belaka? Kali ini kita akan menguji yang diajarkannya kepada bangsa Myanmar. Apakah ajarannya adalah ajaran Alkitab atau ajaran sesat yang bertentangan dengan ajaran Alkitab?

Satu Saksi Tidak Sah

“Satu orang saksi saja tidak dapat menggugat seseorang mengenai perkara kesalahan apapun atau dosa apapun yang mungkin dilakukannya; baru atas keterangan dua atau tiga orang saksi perkara itu tidak disangsikan. ulangan 19:15

Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan. Matius 18:16

Kerabatku sekalian, Alkitab mengajarkan bahwa kesaksian dari SATU orang saksi sama sekali TIDAK SAH. Dengan kesaksian DUA atau TIGA orang saksilah maka suatu perkara tidak disangsikan alias diakui kebenarannya. Ayat-ayat di bawah ini adalah bukti bahwa Alkitab benar-benar menjaga prinsip SATU saksi tidak SAH kesaksiannya.

Inilah wahyu Yesus Kristus, yang dikaruniakan Allah kepada-Nya, supaya ditunjukkan-Nya kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi. Dan oleh malaikat-Nya yang diutus-Nya, Ia telah menyatakannya kepada hamba-Nya Yohanes. Wahyu 1:1

Aku tahu tentang seorang Kristen; empat belas tahun yang lampau–entah di dalam tubuh, aku tidak tahu, entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya–orang itu tiba-tiba diangkat ke tingkat yang ketiga dari sorga. 2 Korintus 12:2

Yohanes mencatat kesaksiannya piknik ke sorga dalam kitab Wahyu. Di dalam 2 korintus 12:2, Paulus bersaksi mendukung kesaksian Yohanes naik ke sorga. Karena ada dua saksi maka kesaksian Yohanes pun SAH adanya.

Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia. Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: “Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?” Jawab Saulus: “Siapakah Engkau, Tuhan?” Kata-Nya: “Akulah Yesus yang kauaniaya itu. Kisah Para Rasul 9:3-5

Di Damsyik ada seorang murid Tuhan bernama Ananias. Firman Tuhan kepadanya dalam suatu penglihatan: “Ananias!” Jawabnya: “Ini aku, Tuhan!” Firman Tuhan: “Mari, pergilah ke jalan yang bernama Jalan Lurus, dan carilah di rumah Yudas seorang dari Tarsus yang bernama Saulus. Ia sekarang berdoa, dan dalam suatu penglihatan ia melihat, bahwa seorang yang bernama Ananias masuk ke dalam dan menumpangkan tangannya ke atasnya, supaya ia dapat melihat lagi.” Kisah Para Rasul 9:10-12

Tetapi firman Tuhan kepadanya: “Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel. Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku.” Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya: “Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus.” Kisah Para Rasul 9:15-17

Karena tadi malam seorang malaikat dari Allah, yaitu dari Allah yang aku sembah sebagai milik-Nya, berdiri di sisiku, dan ia berkata: Jangan takut, Paulus! Engkau harus menghadap Kaisar; dan sesungguhnya oleh karunia Allah, maka semua orang yang ada bersama-sama dengan engkau di kapal ini akan selamat karena engkau. Kisah Para Rasul 27:23-24

Paulus bersaksi bertemu dengan Yesus di jalan ke Damsyik. Ananias bersaksi mendukung kesaksiannya. Karena ada dua saksi maka kesaksian Paulus pun sah.

Ananias bersaksi bertemu dengan Yesus sedangkan Paulus bersaksi mendukungnya. Kesaksian Ananias sah adanya. Ananias bersaksi bahwa Yesus sendiri yang akan menunjukkan kepada Paulus betapa banyak penderitaan yang harus ditanggung oleh Paulus karena nama Yesus. Paulus bersaksi bahwa hal demikianlah yang terjadi. Ada dua saksi maka kesaksian Ananias tidak disangsikan kebenarannya.

Dalam suatu penglihatan, kira-kira jam tiga petang, jelas tampak kepadanya seorang malaikat Allah masuk ke rumahnya dan berkata kepadanya: “Kornelius!” Ia menatap malaikat itu dan dengan takut ia berkata: “Ada apa, Tuhan?” Jawab malaikat itu: “Semua doamu dan sedekahmu telah naik ke hadirat Allah dan Allah mengingat engkau. Kisah Para Rasul 10:3-4

Jawab mereka: “Kornelius, seorang perwira yang tulus hati dan takut akan Allah, dan yang terkenal baik di antara seluruh bangsa Yahudi, telah menerima penyataan Allah dengan perantaraan seorang malaikat kudus, supaya ia mengundang engkau ke rumahnya dan mendengar apa yang akan kaukatakan.” Kisah Para Rasul 10:22

Cornelius bersaksi bertemu dengan Yesus alias Malaikat Allah. Petrus bersaksi mendukung kesaksian Cornelius sehingga kesaksian Cornelius tidak disangsikan kebenarannya.

Tetapi waktu malam seorang malaikat Tuhan membuka pintu-pintu penjara itu dan membawa mereka ke luar, katanya: “Pergilah, berdirilah di Bait Allah dan beritakanlah seluruh firman hidup itu kepada orang banyak.” Kisah Para Rasul 5:19-20

Tetapi ketika pejabat-pejabat datang ke penjara, mereka tidak menemukan rasul-rasul itu di situ. Lalu mereka kembali dan memberitahukan, katanya: “Kami mendapati penjara terkunci dengan sangat rapihnya dan semua pengawal ada di tempatnya di muka pintu, tetapi setelah kami membukanya, tidak seorangpun yang kami temukan di dalamnya.” Kisah Para Rasul 5:23

Para rasul bersaksi bertemu dengan Yesus alias Malaikat Tuhan di penjara. Malaikat Tuhan lalu membebaskan mereka. Para penjaga bersaksi mendukung kesaksian para rasul. Dengan demikian maka kesaksian para rasul pun tidak diragukan lagi kebenarannya.

Kemudian berkatalah seorang malaikat Tuhan kepada Filipus, katanya: “Bangunlah dan berangkatlah ke sebelah selatan, menurut jalan yang turun dari Yerusalem ke Gaza.” Jalan itu jalan yang sunyi. Kisah Para Rasul 8:26

Lalu kata Roh kepada Filipus: “Pergilah ke situ dan dekatilah kereta itu!” Kisah Para Rasul 8:29

Dan setelah mereka keluar dari air, Roh Tuhan tiba-tiba melarikan Filipus dan sida-sida itu tidak melihatnya lagi. Ia meneruskan perjalanannya dengan sukacita. Kisah Para Rasul 8:39

Filipus bersaksi bertemu dengan Yesus alias Roh Tuhan. Yesus menyuruhnya menemui Sida-sida. Setelah membaptis tiba-tiba Roh Tuhan melarikan Filipus dari hadapan sida-sida itu. Kesaksian Filipus didukung oleh kesaksian sida-sida. Dua saksi adalah sah adanya.

Pada malam sebelum Herodes hendak menghadapkannya kepada orang banyak, Petrus tidur di antara dua orang prajurit, terbelenggu dengan dua rantai. Selain itu prajurit-prajurit pengawal sedang berkawal di muka pintu. Kisah Para Rasul 12:6

Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan dekat Petrus dan cahaya bersinar dalam ruang itu. Malaikat itu menepuk Petrus untuk membangunkannya, katanya: “Bangunlah segera!” Maka gugurlah rantai itu dari tangan Petrus. Kisah Para Rasul 12:7

Lalu kata malaikat itu kepadanya: “Ikatlah pinggangmu dan kenakanlah sepatumu!” Iapun berbuat demikian. Lalu malaikat itu berkata kepadanya: “Kenakanlah jubahmu dan ikutlah aku!” Kisah Para Rasul:8

Pada keesokan harinya gemparlah prajurit-prajurit itu. Mereka bertanya-tanya apakah yang telah terjadi dengan Petrus. Kisah Para Rasul 12:18

Herodes menyuruh mencari Petrus, tetapi ia tidak ditemukan. Lalu Herodes menyuruh memeriksa pengawal-pengawal itu dan membunuh mereka. Kemudian ia berangkat dari Yudea ke Kaisarea dan tinggal di situ. Kisah Para Rasul 12:19

Petrus bersaksi bertemu dengan Yesus alias malaikat Tuhan di penjara. Yesus lalu membebaskannya dari penjara. Para pengawal bersaksi mendukung kesaksian Petrus dan kehilangan nyama mereka. Kesaksian Petrus benar-benar sah.

Kesaksian Philip Mantofa Tidak Sah

Kerabatku sekalian, ketika Philip Mantofa bersaksi bertemu dengan Yesus, siapakah yang bersaksi untuk mendukung kesaksiannya? Tidak ada! Itu berarti Philip Mantofa adalah SATU-SATUNYA saksi atas kesaksiannya. Tentu saja kesaksian demikian TIDAK SAH karena Alkitab menuntut kesaksian DUA orang SAKSI atau lebih agar sebuah KESAKSIAN tidak disangsikan kebenarannya. Karena Alkitab mengajarkan hal demikian, itu berarti semua kesaksian umat Kristen yang hanya disaksikan oleh satu orang, sama sekali tidak sah.

Di dalam kesaksiannya, Philip Mantofa menyatakan tiga hal yaitu:

1. Bertemu Yesus secara ajaib.
2. Menjamah tangan Yesus yang berlobang paku secara fisik.
3. Mendapat wahyu baru, “Pergilah ke Myanmar. Beritakanlah keselamatan besar kepada bangsa yang hidup dalam kegelapan.”

Philip Mantofa Bertemu Dengan Yesus Secara Ajaib

Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku; akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi; akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum. Yohanes 16:8-11

Dalam Yohanes 16:11, Yesus bersaksi bahwa setelah Dia pergi kepada Bapa, manusia tidak akan melihat-Nya lagi. Para rasul, Petrus, Paulus, Ananias, Filipus, Cornelius dan Yohanes; Semuanya bersaksi bertemu dengan Yesus namun Yesus yang mereka temui tidak dalam wujud DAGING. Itu sebabnya mereka menyebut-Nya malaikat Allah alias malaikat Tuhan alias Tuhan. Kesaksian Yesus dan kesaksian para rasul dan orang Kristen awal saling mendukung. SAH adanya.

Bagaimana dengan kesaksian Philip Mantofa bertemu dengan Yesus di hotel Swissotels Singapura pada tanggal 3 September 2001? Kesaksiannya tidak SAH karena hanya hanya disaksikan oleh dirinya sendiri. Mungkinkah kesaksiannya adalah kisah nyata? Mustahil! Kenapa demikan? Karena kesaksiannya bertentangan dengan kesaksian Yesus dan para rasul serta umat Kristen awal yang tercatat di dalam Alkitab.

Apabila anda meyakini kesaksian Philip Mantofa adalah kisah nyata maka pada saat yang sama anda pun sedang meyakini bahwa Yesus membual ketika bersaksi: Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi.

Philip Mantofa Menjamah Tangan Yesus Yang Berlobang Paku Secara Fisik

Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!” Yohanes 20:19

Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ. Yohanes 20:24

Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: “Kami telah melihat Tuhan!” Tetapi Tomas berkata kepada mereka: “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.” Yohanes 20:25

Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!” Yohanes 20:26

Kemudian Ia berkata kepada Tomas: “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.” Tomas menjawab Dia: “Ya Tuhanku dan Allahku!” Yohanes 20:27-28

Yohanes mencatat: Setelah dibangkitkan pada pagi harinya maka malamnya Yesus menampakan diri kepada murid-murid-Nya, namun, saat itu Tomas tidak bersama mereka. Atas kesaksian murid-murid lainnya, Tomas menyatakan bahwa dia baru akan percaya bahwa Yesus sudah bangkit dari kematian-Nya setelah mencucukkan jarinya ke dalam bekas paku di tangan Yesus dan mencucukkan tangannya ke dalam bekas tombak di lambung Yesus. Delapan hari kemudian, di tempat yang sama, Yesus kembali menampakan diri kepada murid-murid-Nya dan saat itu, Tomas ada bersama mereka. Yesus menantang Tomas untuk membuktikan ucapannya.

Philip Mantofa bersaksi: Ketika bertemu dengan Yesus di hotel Swissotels, Singapura pada tanggal 3 September 2011, dia diizinkan untuk menjamah tangan Yesus yang berlobang paku secara fisik. Aneh bin ajaib! Apabila anda memaku papan dengan paku lalu mencabutnya kembali maka lobang paku pada papan tersebut akan tinggal tetap. Demikian pula bila anda menombak papan dengan tombak. Hal itu terjadi karena papan adalah benda mati yang tidak bertumbuh kembang, itu sebabnya ketika dilobangi, lukanya tidak pernah sembuh.

Ketika tangan Yesus dipaku dan lambung-Nya ditombak, dengan berlalunya waktu, lukanya pun berangsur-angsur sembuh. Apabila tidak berangsur sembuh maka semakin hari lukanya akan semakin parah. Berapa lama waktu yang diperlukan oleh luka tusukan paku dan tusukan tombak Yesus untuk sembuh? Saya tidak tahu! Namun, luka-luka Yesus tidak sembuh dalam DELAPAN hari. Itu sebabnya ketika bertemu dengan Tomas delapan hari setelah kebangkitan-Nya, sebelas hari setelah terjadi, luka Yesus belum sembuh sama sekali.

Apa yang dapat kita simpulkan dari kesaksian Philip Mantofa menjamah tangan Yesus yang berlobang paku secara fisik? Apabila kesaksiannya memang kisah nyata, itu berarti luka bekas paku di tangan Yesus, belum sembuh. Anda bisa bayangkan luka bekas paku yang nggak sembuh-sembuh setelah 2000 tahun berlalu? Apabila luka-Nya yang nggak sembuh-sembuh namun tidak semakin parah, itu berarti Yesus bukan makluk hidup namun benda mati. Mungkinkah tubuh Yesus terbuat dari KAYU seperti boneka Pinokio? Itu sebabnya setelah dipaku, lukanya nggak pernah sembuh? Ha ha ha ha ha ha ha ….

Philip Mantofa Mendapat Wahyu Baru

Di dalam kesaksiannya, Philip Mantofa mengaku mendapat wahyu baru dari Yesus. Wahyu baru itu adalah: “Pergilah ke Myanmar. Beritakanlah keselamatan besar kepada bangsa yang hidup dalam kegelapan.”

Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: “Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini. Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini.” Wahyu 22:18-19

Setelah kitab wahyu, mungkinkah masih ada orang yang mendapat wahyu baru dari Yesus Kristus? Benarkah Philip Mantofa mendapat wahyu baru? Mustahil! Kenapa demikian? Karena di dalam Wahyu 22:18-19 Yohanes bersaksi: TIDAK ADA LAGI WAHYU BARU! Apabila Philip Mantofa memang mendapat wahyu baru, bukankah itu berarti Yesus dan Yohanes membual, karena menyatakan tidak ada lagi wahyu baru? Ho ho ho ho ho … jangan-jangan Yesus mulai pikun, itu sebabnya Dia lupa bahwa Dia pernah berfirman kepada Yohanes: TIDAK ada wahyu lagi setelah WAHYU yang diberikan kepada Yohanes?

Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut; dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut. Ibrani 2:14

Bagaimana cara membongkar bualan seorang pembual? Biarkan pembual terus membual sampai menyangkal bualannya sendiri. Apabila kesaksian Philip Mantofa bertemu Yesus adalah kisah nyata, maka yang seharusnya dilakukannya ketika mengunjungi Myanmar adalah MENGGENAPI amanat yang diterimanya dari Yesus yaitu: MEMBERITAKAN keselamatan besar kepada bangsa yang hidup dalam kegelapan? Itukah yang dilakukan Philip Manofa di Myanmar? Bukan! Apa yang dilakukannya di sana? Dia memegang rantai dan borgol lalu berteriak: “In Jesus Name. Satan Lets them go!” Artinya, “Dalam Nama Yesus. Iblis lepaskan mereka!” Kemudian membanting borgol tersebut.

Ibrani 2:14 mengajarkan dengan TEGAS dan GAMBLANG bahwa oleh kematian Yesus, Iblis TELAH DIMUSNAHKAN. Yesus SUDAH mati 2000 tahun yang lalu bahkan Dia telah bangkit dari kematian tiga hari kemudian. Bukankah itu berarti IBLIS SUDAH MUSNAH 2000 tahun yang lalu? Karena SUDAH MUSNAH 2000 tahun yang lalu, mustahil Iblis MEMBELENGGU Myanmar pada tahun 2011 bukan? Karena sudah musnah 2000 tahun yang lalu, mustahil memerintah Iblis untuk melepaskan bangsa Myanmar dari belenggunya pada tahun 2011 bukan?

Ketika seorang lelaki, di Myanmar, di hadapan 8.000 orang Myanmar, memegang rantai dan borgol lalu berteriak: “In Jesus Name. Satan Lets them go!” Artinya, “Dalam Nama Yesus. Iblis lepaskan mereka!” Kemudian membanting borgol tersebut. Apa yang sedang diajarkannya? Tidak perlu menjadi Genius untuk mengerti bahwa lelaki itu sedang MENIPU bangsa Myanmar dengan mengajarkan bahwa mereka ada di dalam BELENGGU Iblis. Lelaki itu sedang MENIPU bangsa Myanmar dengan mengajarkan bahwa dia memiliki KUASA untuk memerintah Iblis melepaskan belenggunya atas bangsa Myanmar. Lelaki itu sedang MENIPU bangsa Myanmar dengan mengajarkan bahwa dia TELAH MELEPASKAN bangsa Myanmar dari belenggu Iblis. Adakah bukti lain bahwa lelaki itu SEDANG menipu bangsa Myanmar? Ada. Ini dia:

Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih; di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa. Kolose 1:13-14

Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Matius 28:18-20

Di dalam Kolose 1:13-14 Paulus bersaksi bahwa Allah TELAH melepaskan manusia dari KUASA kegelapan dan memindahkan manusia ke dalam kerajaan Anak-Nya yang kekasih yaitu Yesus Kristus. Di dalam Matius 28:18-20, Yesus bersaksi bahwa SEGALA KUASA di sorga dan di dunia telah diberikan kepada-Nya. Apabila Paulus tidak MEMBUAL itu berarti bangsa Myanmar pasti SUDAH dilepaskan dari kuasa kegelapan dan dipindahkan ke dalam kerajaan Yesus Kristus oleh Allah, bukan? Apabila Yesus Kristus tidak MEMBUAL, itu berarti bangsa Myanmar pasti ada di bawah kuasa-Nya, bukan? Apabila Yesus Kristus dan Paulus tidak MEMBUAL bukankah itu berarti LELAKI itu membual ketika bersaksi bahwa dia bertemu Yesus dan mendapat amanat dari-Nya untuk membebaskan bangsa Myanmar dari kegelapan. Bukankah itu berarti LELAKI itu MENIPU ketika BERSANDIWARA memerintah Iblis dalam nama Yesus untuk melepaskan bangsa Myanmar dari belenggunya? Kerabatku sekalian, anda bebas untuk memilih mempercayai bahwa kesaksian LELAKI itu adalah kisah nyata dan meyakini bahwa Paulus dan Yesus Kristus membual atau mempecayai ucapan Paulus dan Yesus yang tercatat dalam Alkitab dan meyakini bahwa LELAKI itu adalah Nabi palsu alias guru palsu yang sedang berusaha menyesatkan jemaat Allah.

Kenapa Banyak Jemaat Merasa Diberkati?

Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin. Roma 1:25

Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng. 2 Timotius 4:4

Apabila Kesaksian Philip Mantofa palsu, kenapa banyak orang yang merasa DIBERKATI ketika mendengar kesaksiannya? Merasa diberkati artinya MENYUKAI kesaksian Philip Mantofa. Kenapa banyak orang menyukai kesaksian PALSU Philip Mantofa? Karena DONGENG memang mengasykkan untuk didengar. Kenapa anda merasa DIBERKATI oleh kesaksian palsu Philip Mantofa? Karena tidak belajar Alkitab dengan baik sehingga tidak memahami ajaran Alkitab dengan benar, maka anda pun TERTIPU mentah-mentah oleh Philip Mantofa. Karena meskipun memahami ajaran Alkitab dengan baik namun anda menggantikannya dengan dusta Philip Mantofa. Karena anda memalingkan telingamu dari kebenaran ajaran Alkitab dan membukanya bagi dongeng Philip Mantofa.

Handai taulanku sekalian, inilah kebenarannya: Ketika bersaksi bertemu Yesus di Swissotels hotel, Singapura pada tanggal 3 September 2011: Philip Mantofa NDOBOS! Philip Mantofa MEMBUAL! Philip Mantofa BERSAKSI PALSU. Kesaksian Philip Mantofa bertemu Yesus hanya DONGENG belaka. Philip Mantofa MENIPU jemaat dengan KESAKSIAN PALSU. Philip Mantofa MENIPU bangsa Myanmar dengan mengajarkan bahwa mereka DIBELENGGU oleh Iblis lalu main SANDIWARA memerintah Iblis melepaskan bangsa Myanmar dari belenggunya.

http://bengcumenggugat.wordpress.com/2012/05/23/bengcu-menggugat-karena-philip-mantofa-bersaksi-palsu/


Terakhir diubah oleh Penyaran tanggal Sun Mar 03, 2013 12:36 pm, total 1 kali diubah

Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2559
Join date : 03.01.12
Reputation : 115

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kesaksian Palsu Pendeta Philip Mantofa Piknik ke Neraka

Post by Penyaran on Sun Mar 03, 2013 12:35 pm

Bengcu Menggugat Karena Philip Mantofa Nabi Palsu

Kerabatku sekalian, pada tanggal 28 Februari 2011 kita MENEGOR Philip Mantofa dengan blog “Bengcu Menggugat Karena Philip Mantofa Mustahil Piknik ke Neraka”. Saat menulis ini, blog tersebut sudah DIBUKA (views) 15.623 kali. Sudah ratusan orang mencoba MEMBELA Philip Mantofa dan MEMBENARKAN kesaksiannya. Namun dengan Alkitab sebagai STANDARD kebenaran, TIDAK ada satu orang pun yang mampu MEMBELA Philip Mantofa apalagi MEMBENARKAN kesaksiannya. Philip Mantofa dan para pemimpin Gereja Mawar Sharon (GMS) TAHU tentang blog “Bengcu Menggugat Karena Philip Mantofa Mustahil Piknik ke Neraka” namun mereka BERLAGAK PILON. Alih-alih BERTOBAT pada tahun 2012 ini Philip Mantofa justru keliling Indonesia memimpin KKR “ ATrip To Hell” dan bersaksi bahwa 12 tahun yang lalu dia DIKIRIM Tuhan ke NERAKA. Orang yang kekeh jumekeh mengajarkan ajaran yang bertentangan dengan ajaran Alkitab sebagai ajaran Alkitab namanya PENYESAT! Orang yang kekeh jumekeh menceritakan KESAKSIAN palsu piknik ke Neraka sebagai kisah nyata namanya PENIPU! Philip Mantofa adalah NABI PALSU yang berusaha MENYESATKAN dengan MENIPU jemaat bahwa dongeng piknik ke neraka adalah kisah nyata yang dialaminya. Blog ini ditulis agar TIDAK ada jemaat yang TERTIPU lagi meskipun Philip Mantofa kekeh jumekeh MENIPU sampai kuda gigit jari.

Memberanikan diri bertanya, di dalam Ibadah Raya IV jam 16.30 WIB tanggal 26 Februari 2012 di GBI-PRJ Phillip Mantofa bersaksi:

A Trip To Hell (Bawalah Jiwa Untuk Mengalami Pertobatan)

Dua belas tahun yang lalu saya mengalami suatu pengalaman yaitu saya dibawa ke neraka. Secara sadar saya melihat pembantaian yang luar biasa yang terjadi di dalam neraka. Saya mengalami stress yang berat ketika menerima penglihatan karena harus menyampaikan hal ini kepada banyak orang. Dua belas tahun tertekan karena begitu banyak orang yang terlewat dan masuk ke neraka tanpa mendengar kesaksian ini, namun sekarang hal itu telah terbayar karena sudah ribuan orang yang bertobat dan diselamatkan melalui kesaksian ini. Mengapa saya yang dikirim Tuhan ke neraka? Karena hanya orang hidup yang dapat memberitakan Injil, orang mati tidak mungkin akan menyampaikan Injil Allah kepada orang hidup. Untuk menyampaikan kepada semua orang yang masih hidup bahwa neraka sungguh ada dan semua orang yang mendengar bertobat.

“Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu. Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka. Jika ada orang yang menolak hukum Musa, ia dihukum mati tanpa belas kasihan atas keterangan dua atau tiga orang saksi. Betapa lebih beratnya hukuman yang harus dijatuhkan atas dia, yang menginjak-injak Anak Allah, yang menganggap najis darah perjanjian yang menguduskannya, dan yang menghina Roh kasih karunia? Sebab kita mengenal Dia yang berkata: “Pembalasan adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan.” Dan lagi: “Tuhan akan menghakimi umat-Nya.” Ngeri benar, kalau jatuh ke dalam tangan Allah yang hidup.” (Ibr 10:26-31)

Pengalaman dibawa kedalam neraka membuat saya sadar bahwa Injil Kerajaan Allah harus diberitakan, sungguh berharga satu nyawa di hadapan Tuhan. Tidak ada kata yang tepat yang dapat menggambarkan bagaimana keadaan yang ada di neraka. Apa saja yang saya lihat di neraka :

Ada sebuah gerbang tinggi besar yang bertuliskan tulisan-tulisan roh yang artinya “Lembah Penyiksaan”.
Suasana keputusasaan
Jiwa-jiwa yang terhilang yang begitu banyak jumlahnya
Seorang wanita yang dikelilingi oleh roh-roh jahat, yang terus diintimidasi oleh roh-roh jahat itu menurut bahasa mereka yaitu, “ayo berdusta, ayo berdusta”. Wanita itu terus dipaksa untuk mendustai Tuhan.

“Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka. Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka.” (Mat 5:29-30)

Seorang pria yang badannya sudah meleleh, tidak bisa mati, dan mendekati lautan api. Orang yang sedikit saja mendekati lautan api tubuhnya pasti meleleh. roh-roh jahat meneriakkan “masturbasi, masturbasi”. Setiap orang yang masturbasi mengeluarkan seperti ulat-ulat dari seluruh lubang ditubuh dan kemaluannya.

Orang yang mati karena saling membenci, mereka hidup saling memakan satu dengan yang lain.

Mereka disebut “pembunuh” dan di neraka mereka saling membunuh.

“Lalu aku melihat suatu takhta putih yang besar dan Dia, yang duduk di atasnya. Dari hadapan-Nya lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan lagi tempatnya. Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu. Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan maut dan kerajaan maut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya. Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api. Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu.” (Way 20:11-15)

Maut adalah orang yang mati didalam dosanya, jiwa-jiwa yang tidak menemukan pertobatannya. Gerbang neraka itu menarik semua jiwa yang sudah tidak menemukan pertobatannya. Kerajaan maut adalah tempat penyimpanan orang-orang yang hidupnya tidak didalam Tuhan. Lautan api adalah tempat terakhir untuk setan-setan dan semua orang yang tidak hidup dalam Tuhan setelah Tuhan Yesus datang kedua kalinya, perapian yang tidak akan padam sampai selama-lamanya. Fokus kita adalah firman Allah dan bukan kepada neraka. Kita harus fokus kepada keselamatan kita didalam Tuhan.

“Jawab Petrus kepada mereka: “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.” (Kis 2:38)

Hal utama yang harus kita lakukan untuk memperoleh hidup yang kekal dan tidak turut masuk dalam kematian yang kekal adalah bertobat dan berbalik dari setiap kejahatan kita. Amin… “TUHAN YESUS MEMBERKATI”

Bengcu Menggugat:

Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? Matius 7:16

Ada RATUSAN orang yang mengutip ayat tersebut di atas untuk MEMBELA Philip Mantofa dan MEMBENARKAN kesaksiannya piknik ke neraka. Menurut mereka, kesaksian Philip Mantofa piknik ke neraka PASTI BENAR karena banyak yang MERASA diberkati (merasa asyk) olehnya. Philip Mantofa mustahil PENYESAT karena pelayanannya BERBUAH lebat sekali. BUAH-buah pelayanan Philip Mantofa? Buah pelayanan Philip Mantofa adalah RIBUAN orang yang BERTOBAT. Siapakah orang-orang yang konon BERTOBAT tersebut?

JEMAAT gereja lain yang pindah menjadi Jemaat GBI, hanya pindah gereja, tidak BERTOBAT. Semua gereja Kristen mengakui Alkitab sebagai sumber pustaka dan standard kebenaran. Sebelumnya mereka mengakui Alkitab sabagai sumber pustaka dan standard kebenaran. Setelah pindah menjadi jemaat GBI mereka tidak BERTOBAT sama sekali karena tetap mengakui Alkitab sebagai sumber pustaka dan standard kebenaran.

PEMELUK agama lain yang lalu MEMELUK agama Kristen, hanya PINDAH AGAMA, tidak bertobat. Umat Islam dan Hindu serta Khonghucu sama-sama MENYEMBAH Sang Pencipta meskipun MENYAPA-Nya dengan nama berbeda dan menyembah-Nya dengan tata ibadah yang berbeda-beda. Meskipun umat Buddha tidak menyembah Sang Pencipta namun mereka MENGABDIKAN dirinya untuk MENJALANKAN hukum Sang Pencipta. Sebelumnya mereka menyembah Sang Pencipta dan setelah pindah agama menjadi Kristen mereka sama sekali TIDAK bertobat sebabm ereka hanya BERHENTI menyembah Allah dengan CARA lama dan mulai menyembah-Nya dengan cara Kristen serta pengetahuannya bertambah dengan ajaran Alkitab.

Disebut BERTOBAT apabila mereka adalah PENJAHAT yang setelah mendengar AJARAN Philip Mantofa lalu MEMUTUSKAN untuk menjadi orang BAIK kemudian seumur hidupnya membina diri menjalani hidup SALEH. Berapa BANYAK penjahat yang BERTOBAT gara-gara kotbah Philip Mantofa?

Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng. 2 Timotius 4:3-4

Eceng Gondok tetap eceng gondok. Eceng Gondok yang berkembang pesat merusak danau dan sungai. Yang mengajarkan ajaran yang bertentangan dengan ajaran Alkitab sebagai ajaran Alkitab adalah PENYESAT. Yang menceritakan KESAKSIAN palsu sebagai KISAH nyata adalah PENIPU. Orang-orang demikian adalah NABI palsu alias GURU palsu. Mereka adalah perampok dan pencuri yang menyamar sebagai hamba Tuhan. Mereka memotivasi dan MEMANIPULASI jemaat dengan segala cara untuk MEMBERI persembahan UANG kepada TUHAN sebanyak mungkin dengan IMING-IMING akan menerima balasan berlipat-lipat ganda. Mereka lalu MENCURI dan MERAMPOK uang yang terkumpul untuk dirinya sendiri. Banyak jemaat yang TERTIPU lalu memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.

Kerabatku sekalian, msekipun tidak bisa memaksa para PERAMPOK dan PENIPU berhenti MERAMPOK dan MENIPU jemaat namun kita bisa membongkar semua TIPUAN dan ajaran SESAT mereka agar jemaat tidak tertipu dan disesatkan.

Tidak Ada Wahyu Baru Lagi

Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: “Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini. Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini.” Wahyu 22:18-19

Apabila kesaksian Philip Mantofa piknik ke neraka adalah Kisah nyata, itu berarti ajarannya adalah WAHYU BARU karena Alkitab sama sekali tidak mencatat ajaran demikian. Mungkinkah Philip Mantofa mendapat wahyu baru? Mustahil! Kenapa demikian? Karena dalam Wahyu 22:18-19 Yohanes BERSAKSI tidak AKAN ada WAHYU baru lagi. Itu sebabnya KESAKSIAN Philip Mantofa piknik ke neraka MUSTAHIL kisah NYATA. Itulah BUKTI bahwa Philip Mantofa MENIPU jemaat dengan dongeng piknik ke neraka.

Philip Mantofa Adalah Nabi Palsu

“Lalu aku melihat suatu takhta putih yang besar dan Dia, yang duduk di atasnya. Dari hadapan-Nya lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan lagi tempatnya. Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu. Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan maut (thanatos) dan kerajaan maut (hades) menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya. Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian (thanatos) yang kedua: lautan api. Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu.” Wahyu 20:11-15

Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan (katargeo) dia, yaitu Iblis (Diabolos), yang berkuasa atas maut (thanatos); Ibrani 2:14

Philip Mantofa: Maut adalah orang yang mati di dalam dosanya, jiwa-jiwa yang tidak menemukan pertobatannya.

Philip Mantofa: Kerajaan maut adalah tempat penyimpanan orang-orang yang hidupnya tidak di dalam Tuhan.

Philip Mantofa: Lautan api adalah tempat terakhir untuk setan-setan dan semua orang yang tidak hidup dalam Tuhan.

Wahyu 20:11-15 mengajarkan: MAUT adalah TEMPAT orang-orang MATI namun Philip Mantofa MENIPU jemaat dengan mengajarkan bahwa MAUT dalam Wahyu 20:11-15 adalah orang yang mati di dalam dosanya.

Wahyu 20:11-15 mengajarkan: KERAJAAN MAUT adalah tempat orang-orang mati namun Philip Mantofa MENIPU jemaat dengan mengajarkan bahwa KERAJAAN MAUT dalam Wahyu 20:11-15 adalah tempat penyimpanan orang-orang yang hidupnya tidak didalam Tuhan.

Wahyu 20:11-15 mengajarkan: MAUT dan KERAJAAN MAUT serta mereka yang tidak ditemukan namanya dalam kitab kehidupan, dilemparkan ke lautan api sedangkan Ibrani 2:14 mengajarkan bahwa Iblis yang BERKUASA atas MAUT SUDAH dimusnahkan oleh KEMATIAN Kristus akan tetapi Philip Mantofa MENIPU jemaat dengan mengajarkan bahwa Lautan api adalah tempat terakhir untuk setan-setan dan semua orang yang tidak hidup dalam Tuhan.

Mengajarkan yang tidak diajarkan Alkitab sebagai ajaran Alkitab namanya MEMBUAL! Mengajarkan yang bertentangan dengan ajaran Alkitab sebagai ajaran Alkitab namanya MENYESATKAN.

Karena Iblis (Diabolos) SUDAH dimusnahkan oleh KEMATIAN Kristus, MUSTAHIL Philip Mantofa melihat Iblis GENTAYANGAN di Neraka MENYIKSA manusia bukan? Itulah BUKTI bahwa Philip Mantofa MENIPU jemaat dengan dongeng piknik ke neraka.

Tidak Ada Penghukuman Di Dalam Kristus Yesus

Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam (en) Kristus Yesus. Roma 8:1 – LAI

Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman di dalam Kristus Yesus. Roma 8:1 – Terjemahan yang benar

Frasa “bagi mereka yang ada di dalam” di Roma 8:1 diterjemahkan dari kata Yunani “EN” yang artinya “di dalam”. Alih-alih menerjemahkan kata Yunani “EN” apa adanya, para penerjemah LAI (Lembaga Alkitab Indonesia) justru ikut-ikutan MENAFSIRKAN-nya menjadi “bagi mereka yang ada di dalam”? Itulah cara mereka menegakkan doktrin KRISTEN DOANG = Hanya orang Kristen doang yang masuk sorga sedangkan yang lainnya akan DIHUKUM di neraka. Namun, kerabatku sekalian, sekarang anda TAHU bahwa Roma 8:1 mengajarkan dengan tegas dan gamblang bahwa DI DALAM Kristus Yesus TIDAK ada PENGHUKUMAN. Artinya Yesus Kristus TIDAK MENGHUKUM manusia.

Yesus berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya. Lukas 23:34

Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes; dan sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang menggagahinya berebut memasukinya. Lukas 16:16

sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera, dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu. Efesus 2:15

Yesus Kristus SUDAH menghakimi umat manusia ketika Dia ada di atas kayu SALIB. VONIS-nya adalah, “Tidak BERSALAH sebab TIDAK tahu yang dilakukannya.” Yesus Kristus bukan hanya MENGAMPUNI namun Dia pun MOHON kepada Bapa-Nya untuk MENGAMPUNI umat manusia. Melalui kematian-Nya sebagai Manusia, Yesus MEMBATALKAN Hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya. Karena SUDAH BATAL itu sebabnya Hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya hanya berlaku sampai jaman Yohanes Pembaptis. Karena SUDAH BATAL maka TIDAK ada PENGHUKUMAN karena melanggar Hukum Taurat lagi.

Karena yang diajarkan Alkitab pasti BENAR itu berarti kesaksian Philip Mantofa piknik ke neraka dan melihat orang-orang DIHUKUM karena melanggar Hukum Taurat MUSTAHIL kisah NYATA namun PEPESAN kosong belaka. Barang siapa yang mempercayai kesaksian Philip Mantofa piknik ke neraka adalah KISAH NYATA adalah mereka yang MEYAKINI bahwa:

Yesus MEMBUAL ketika berkata, “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.”
Yohanes MEMBUAL ketika mencatat: Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes.
Paulus MEMBUAL ketika menulis: Sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya.
Paulus membual ketika menulis: Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman di dalam Kristus Yesus

Banyak teolog yang mengajarkan bahwa Sepuluh Perintah TUHAN mustahil BATAL karena YHWH sendiri yang menulisnya. Menurut mereka, yang dibatalkan adalah Hukum bangsa Israel dan tata ibadah bangsa Israel. Teolog yang lain mengajarkan bahwa Sepuluh Perintah TUHAN mustahil DIBATALKAN sebab bila demikian maka MANUSIA pun bebas berbuat JAHAT seenak jidatnya. Kerabatku sekalian, apa pun ALASAN yang dikemukakan, MUSTAHIL menyangkal FAKTA bahwa Alkitab mengajarkan bahwa Hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya SUDAH dibatalkan oleh KEMATIAN Kristus Yesus.

Mungkinkah manusia berbuat jahat seenak jidatnya karena tidak ada Hukum Taurat? Mustahil! Kenapa demikian? Karena SEJARAH mencatat bahwa Hukum Taurat hanya berlaku bagi bangsa Israel dan tidak berlaku bagi bangsa-bangsa lainnya namun orang-orang BAIK di luar bangsa Israel jumlahnya jauh lebih BANYAK. Ayub bukan orang Israel namun dia adalah seorang yang SALEH. Tidak ada orang Israel yang sesaleh Ayub. Orang-orang Israel MENAATI Hukum Taurat karena TAKUT dihukum namun Ayub menjadi orang SALEH karena dia SUKA menjadi orang SALEH.

Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik. 1 Tesalonika 5:21

Itulah cara orang Kristen. Apabila setelah MENGUJINYA anda menemukan FAKTA bahwa MENCURI itu baik, silahkan memegangnya. Mulailah mengujinya dengan membiarkan barang-barang anda dicuri. Bila mencuri memang BAIK anda pasti membiarkan orang lain mencurinya bukan?

Allah Dung Dung Pret

Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah. Yakobus 4:4

“Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; Lukas 6:27

Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosapun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka. Lukas 6:32

Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun berbuat demikian. Lukas 6:33

Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.” Lukas 6:36

Philip Mantofa: Seorang wanita yang dikelilingi oleh roh-roh jahat, yang terus diintimidasi oleh roh-roh jahat itu menurut bahasa mereka yaitu, “ayo berdusta, ayo berdusta”. Wanita itu terus dipaksa untuk mendustai Tuhan.

Philip Mantofa: Seorang pria yang badannya sudah meleleh, tidak bisa mati, dan mendekati lautan api. Orang yang sedikit saja mendekati lautan api tubuhnya pasti meleleh. roh-roh jahat meneriakkan “masturbasi, masturbasi”. Setiap orang yang masturbasi mengeluarkan seperti ulat-ulat dari seluruh lubang ditubuh dan kemaluannya.

Philip Mantofa: Orang yang mati karena saling membenci, mereka hidup saling memakan satu dengan yang lain.

Philip Mantofa: Mereka disebut “pembunuh” dan di neraka mereka saling membunuh.

Kerabatku sekalian, apa sebutan bagi pengkotbah yang melarang jemaatnya BERZINAH namun dirinya BERZINAH seenak jidatnya? MUNAFIK! Apa sebutan bagi pengkotbah yang melarang jemaatnya BERZINAH namun MEMAKSA orang BERZINAH sampai kuda gigit jari? SAKIT JIWA!

Apa sebutan bagi Allah yang MENYURUH manusia “Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu!” sedangkan diri-Nya MENYIKSA orang-orang yang DIMUSUHINYA di Neraka? Anda menyebut-Nya Allah yang MAHAKASIH? Mustahil! Anda PASTI menyebut-Nya Allah MUNAFIK yang MAHADENDAM!

Apa sebutan bagi Allah yang MELARANG manusia MASTURBASI di dunia namun MEMAKSA manusia NGELOCO sampai kuda gigit jari di neraka? Anda menyebut-Nya Allah yang MAHAADIL? Mustahil! Anda PASTI menyebut-Nya Allah SAKIT JIWA! Untuk sebuah kata yang LUCU anda menyebut-Nya Allah dung dung pret alias Allah dungu-dungu kampret.

Pendeta Philip Mantofa bersaksi dirinya dikirim Tuhan piknik ke NERAKA. Di Lorong menuju neraka dia melihat seorang perempuan DIPAKSA berdusta, seorang lelaki DIPAKSA masturbasi, mereka yang saling membenci dipaksa saling memakan dan pembunuh dipaksa saling membunuh. Kerabatku sekalian, mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, apabila kesaksiannya adalah KISAH NYATA itu berarti Allah yang di sembah oleh Philip Mantofa dan para pengikutnya adalah Allah DUNG DUNG PRET alias Allah dungu-dungu kampret. Kenapa demikian?

Karena hanya Allah dung dung pret yang MURKA melihat si Markonah BERBOHONG di dunia namun SENANG bukan kepalang ketika MEMAKSA Markonah BERDUSTA sampai pohon semangka berdaun sirih di neraka.

Karena Hanya Allah dung dung pret yang murka melihat si Markoto MASTURBASI tiga kali sehari di dunia namun HAPPY sekali ketika MEMAKSA si Markoto NGELOCO sampai kuda gigit jari di NERAKA.

Karena Hanya Allah dung dung pret yang murka melihat si Markonah dan si Markoto saling membenci di dunia namun PUAS sekali ketika MEMAKSA keduanya saling MEMBENCI sampai burung bangau pulang ke kandang setahun sekali di neraka.

Karena Hanya Allah dung dung pret yang murka melihat si Marsini membunuh si Marsitu dan si Marjauh membunuh si Mardekat di dunia namun BERSUKACITA ketika memaksa si Marsini dan si Marjauh saling MEMBUNUH sampai selama-lamanya di Neraka.

Karena Hanya Allah dung dung pret yang murka melihat si Markota BERZINAH dengan si Mardesa di dunia namun puas dan bahagia ketika MEMAKSA keduanya NGEWE terus sampai kuda gigit jari.

Kerabatku sekalian, Hanya Allah SAKIT JIWA yang membalas DENDAM kepada orang JAHAT dengan MEMAKSA mereka BERBUAT JAHAT sampai kuda gigit jari! Allah dung dung pret demikian MUSTAHIL Allah sejati. Allah dung dung pret adalah BERHALA sakit jiwa ciptaan PENIPU dan PENYESAT Philip Mantofa. Hanya orang-orang Kristen dung dung pret yang menyembah BERHALA SAKIT JIWA sebagai Sang Pencipta Sorga dan Dunia.

NB:
GBI-PRJ = Gereja Bethel Indonesia – Praise Revival For Jesus
Philip Mantofa adalah Pendeta dari Gereja Mawar Sharon

http://bengcumenggugat.wordpress.com/2012/10/09/bengcu-menggugat-karena-philip-mantofa-nabi-palsu/

Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2559
Join date : 03.01.12
Reputation : 115

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kesaksian Palsu Pendeta Philip Mantofa Piknik ke Neraka

Post by Penyaran on Wed Mar 06, 2013 2:07 pm


Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2559
Join date : 03.01.12
Reputation : 115

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kesaksian Palsu Pendeta Philip Mantofa Piknik ke Neraka

Post by SEGOROWEDI on Wed Mar 06, 2013 2:28 pm



nabi palsu itu ini

Roh Allah dan roh antikristus

1 Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.
2 Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah,
3 dan setiap roh, yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah. Roh itu adalah roh antikristus dan tentang dia telah kamu dengar, bahwa ia akan datang dan sekarang ini ia sudah ada di dalam dunia.
4 Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.
5 Mereka berasal dari dunia; sebab itu mereka berbicara tentang hal-hal duniawi dan dunia mendengarkan mereka.
6 Kami berasal dari Allah: barangsiapa mengenal Allah, ia mendengarkan kami; barangsiapa tidak berasal dari Allah, ia tidak mendengarkan kami. Itulah tandanya Roh kebenaran dan roh yang menyesatkan.

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kesaksian Palsu Pendeta Philip Mantofa Piknik ke Neraka

Post by Penyaran on Tue Mar 12, 2013 11:19 am


False Preacher: Kenneth E. Hagin

Here we go, the first entry of my False Preachers/Prophets etc. project. And to start it off, I'll use Kenneth E. Hagin, a.k.a "Dad" Hagin, the "father" of the Word Of Faith movement that has caused corruption with Christian teachings.

While Hagin is called the father of the Faith movement, he really was influenced by Essek William Kenyon, who was inspired by New Thought and who had his own corrupt beliefs that were unbilbical such as believing all Christians were an incarnation as much as Jesus and that Jesus' physical death didn't count towards our sins. Though Hagin denies it.

Kenneth Hagin has been a big influence on most prosperity preachers today. Almost all the false teachings you see today were popularized by him.

I know he's highly respected. But many of his teachings and things he has said and wrote are very questionable. For instance in his book "I Believe In Visions" Hagin is speaking with Jesus about demons when a demon monkey appears between them, annoying Hagin by yelling "Yackety, yack, yack, yack" Hagin tries to tell the demon to shut up in the name of Jesus. Jesus then replies:

"If you haven't done something about that, I couldn't have."

Very strange since Jesus should be able to stop anything and not be defenseless... Hagin is suprised and suggests that Jesus was mistaken. Hagin couldn't believe Jesus would say that and thought he meant "I wouldn't have." Jesus tells Hagin "Sometimes your thelogy needs upending" And theres a few other "visions" Hagin had involving demon monkeys...

Hagin had other meetings with Jesus as well, some of which don't seem to match up to what Jesus would really say and do. Such as meeting with Jesus according to his book "I Believe In Visions" and seeing the holes in the palms of his hands, even though science and archelogy proves that people who are crucified are nailed through the wrists so the arms stay in place, else the body weight would make the hands rip off the nails and right off the cross. And that the Greek word for hands included the wrists.

Hagin teaches us to have faith in our faith instead of in God. In another meeting with Jesus from the booklet "How To Write Your Own Ticket with God",while Hagin was in the "spirit" Jesus tells Hagin to get a pencil and paper and write down the 4 steps in His faith formula and that anyone who follows them will recieve what ever he wants from Him:

1. Say It. 2. Do It. 3. Recieve it. 4. Tell It. In other words, the Name It and Claim It teaching. Where we put our faith into the power of our words instead of in God. Even the title of the book "How To Write Your Own Ticket With God" implies that we can get to Heaven our own way instead of God's way.

Let me show you some of the very unbiblical things Hagin said and taught.

"Why did he need to be begotten? Or born? Because he became like we were. Seperated from God. He [Jesus] tasted spiritual death for every man. And His spirit and inner men went to hell in my place. Can't you see that? Physical death wouldn't remove your sins. He's tasted death for every man. He's talking about tasting spiritual death. Jesus was the first person to be born again. Why did his spirit need to be born again? Because it was estranged from God" (Ken Hagin, "How Jesus Obtained His Name.") Hear it for youself here
[link] from 6:01-6:55

Pretty crazy huh? How could Jesus die spirtually, if his spirit went directly to his Father in heaven right after his physical death? (Luke 23:46, John 19:30) And being born again would imply that Jesus had sinned somehow and that he couldn't be by God's side.

"I say this with reluctance but this actually happened in one place where I preached. Two weeks from the day that I closed the meeting, the pastor fell dead in the pulpit. When I left that church crying. I told the pastor in the next church where I went to hold a meeting, 'that man fell dead in the pulpit.' And just a very short time after that he did. Why? Because he didn't accept the message that God gave me to give him from the Holy Spirit."
(Ken Hagin, "I Believe," page 115)

So if no pastor accept's Hagin's teachings, God kills them? Hagin appears to be threatening everyone with that statement.

"Man was created on terms of equality with God, and he could stand in God's presence without any consciousness of inferiority....God has made us as much like Himself as possible...He made us the same class of being that He is Himself...Man lived in the realm of God. He lived on terms equal with God... The believer is called Christ...that's who we are; we're Christ!" Zoe: The God-Kind of Life page 35.

So Hagin believes we are equal to God? That we are like God? How did he get away with writing that blasphemy?

"The believer is as much an incarnation as was Jesus of Nazareth."(Kenneth E. Hagin, "The Incarnation," The Word of Faith page 13, December 12, 1980

Once again, Hagin is saying we are equal to God! God clearly tells Isaiah in Isaiah 43:10-13 that He has no equal and that there was no other god before or after him. We are human beings, not gods!

Hagin is perfectly fine with Holy Laughter, which has cultic origins, yet he claims the people in Pentacost in the book of Acts acted this way, since they appeared to be drunk to onlookers, even though the only thing the believers did that appeared strange was speaking in tongues.

To me, the Holy Spirit is not going to make you act in a way that has no real purpose to helping other's know God or even bring glory to Him. I can understand worshipping, dancing and speaking in tongues done by the Holy Spirit since these are all shown in the Bible. But constant laughing? I don't think so. The laughing even sounds evil and demonic. Galatians 5:22-23 mention the fruits of the spirt and verse 23 clearly says "self control" which I don't really see in Holy Laughter.

Finally, Hagin also taught that any symptoms of sickness comes from the devil and has brought that teaching to other famous preachers:

"Real faith in God-heart faith-believes the Word of God regardless of what the physical evidences may be... A person seeking healing should look to God's Word, not to his symptoms. He should say, 'I know that I am healed because the Word says that by His stripes I am healed'." (from the book Right And Wrong Thinking)

This teaching Hagin and other Faith preachers have taught is very dangerous. According to them we are never supposed to get sick, even though several people in the Bible already did even when they had a relationship to God. Despite the fact that Hagin bragged he never got a headache, flu or even "one sick day" in 60 years, he still suffered 4 cardiovascular crises and one heart stopage.

Theres more to Hagin's teachings and ideas than this. Such as prosperity, but he doesn't go to extremes like his followers have done. But I think what I have shown has said enough. Hope you enjoyed reading and feel free to ask questions and hope you look forward to next weeks false preacher.

http://artngame215.deviantart.com/art/False-Preacher-Kenneth-E-Hagin-287603605

Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2559
Join date : 03.01.12
Reputation : 115

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kesaksian Palsu Pendeta Philip Mantofa Piknik ke Neraka

Post by Penyaran on Tue Mar 12, 2013 11:34 am

Did Bill Wiese Really Go To Hell?

By David J. Stewart

“God, who at sundry times and in divers manners spake in time past unto the fathers by the prophets, Hath in these last days spoken unto us by his Son” —Hebrews 1:1,2

An an evangelist named Bill Wiese has been traveling around the country, selling books, and making lots of money by exploiting people's fear of the unknown... Hell in particular. According to this website:

"Bill Wiese saw the searing flames of hell, felt total isolation, and experienced the putrid and rotting stench, deafening screams of agony, terrorizing demons, and finally, the strong hand of God lifting him out of the pit.
"Tell them I am coming very, very soon!"

Wiese’s visit to the devil’s lair lasted just twenty-three minutes, but he returned with vivid details etched in his memory. Since this life-changing ordeal, he has spent the last seven years studying the Scriptures to find answers and has listed more than 150 Bible verses referencing hell." —SOURCE


Bizarre Unscriptural Claims

Bill Wiese make's some bizarre claims...

I found myself in the cell, and these 4 creatures were in the cell with me...

Anyway, it was all scaly. This one had scales all over its body, giant jaws with huge teeth, and claws sticking out, along with sunken-in eyes. They were just enormous. And the other one didn't looked like this at all, but it had razor sharp fins all over with one long arm and out of proportion feet. Everything was deformed and twisted and out of proportion, out of symmetry, no symmetry, one arm longer and one shorter and just odd looking creatures, horrible, horrible looking things.

And they were blaspheming God. The whole time they were cursing God. I wondered, "Why are they cursing God? Why are they hating God so much?" And then they turned their attention to me, and I felt the same hatred they had for God, they had for me also, and again I thought: "Why do they hate me? I haven't done anything to them." But they hated me with a hatred that I have never experienced on earth; way beyond what man has the ability to hate with. They absolutely hated me, and I knew they were assigned to torture me.

There were things that I am going to say, that I don't know how I knew. In Hell your senses are keener, you are just aware of more than our physical bodies are. I was aware of distances, I was aware of time, and so forth, much more than you are here. I knew these things were assigned to me, to torture me forever in this place.

I was lying on the floor in this cell and I had absolutely no strength in my body. I wondered, "Why can I hardly move, what is wrong with me?" I was just aware of no strength, and I was helplessly lying there. One Demon just grabbed me and picked me up, and threw me into the wall like a glass. He just picked me up like a glass. That was how light I was, or how strong he was. And threw me into the wall, and every bone in my body just broke. And I felt pain! I just began to lie on the floor there, crying out for mercy, but these creatures don't have any mercy at all, absolutely no mercy.

The one picked me up, and the other one, with his razor-sharp claws; he just shredded my flesh right off. He just tore it off, and had absolutely no care what so ever for this body that God so wonderfully made. It had a hatred that was so intense against me. I wondered, "Why am I alive, why am I living through this? I don't understand why am I not dead." My flesh just hung there in ribbons. And there was no blood, just flesh hanging, because life is in the blood, and there is no life in Hell. And there is no water in Hell...

Then one of the demons grabbed me, and drug me back into the cell and began all these torments again, which I really hate to talk about, because I don't like to have to re-live the torment. They began to crush my skull. One demon grabbed me and tried to crush my head. I was screaming and begging for mercy, but no mercy! About this time they each grabbed an arm and a leg and were about to tear off my legs and my arms. I thought, "I can't endure this, I can't endure this!" -SOURCE

Although compelling, and definitely frightening, there is NO Scriptural support for many of Mr. Wiese's claims. Wiese's claims of enormous sized demons with giant jaws and huge teeth with claws sticking out simply aren't taught in the Word of God. At first I was hesitant to write this article, because Hell should scare people—because Hell is very real. The Bible clearly describes Hell as a place of horrible torment. Hell is a place of fire. We should try to scare people with the reality of Hell. Proverb 16:6, “...by the fear of the LORD men depart from evil.”

However, making exaggerated claims concerning Hell only leads people to doubt and mock the Word of God. As Christians, we should protect the integrity of the Bible by never allowing anyone to twist or exaggerate It's teachings. We ought to be silent where the Scriptures are silent. We don't need to ADD to the Word of God. Bill Wiese is ADDING to the Scriptures.

Although this may seem harmlessly beneficial to some Christians, such bizarre claims are damaging to the truth. The testimony of the rich man burning in Hell in Luke 16 doesn't mention demonic monsters with fangs and sunken-in eyes. In fact, nothing is mentioned in the Scriptures about monsters in Hell. Believe me friend, if you die in your sins and go to Hell, monsters are going to be the last thing on your mind if you're being burned alive with fire and brimstone (molten sulfur)!

Also, the Bible plainly teaches that the fallen angels (demons) aren't in Hell as workers tormenting people. That false idea came from the unsaved world. Numerous Scriptures; such as Ephesians 6:12 and 2nd Corinthians 11:13-15, evidence that the demons are living amongst humanity, seeking to deceive and destroy lives. Satan is the god of this wicked world (2nd Corinthians 11:4).

The Bible teaches that some of the demons are already bound in chains in the bottomless pit (in “Tartaroo,” 2nd Peter 2:4; which is the deepest pit of Hades, a special place of punishment reserved just for demons, who are bound their in chains of darkness). Other demons are still free to do damage to the human race, and roam amongst mankind looking for people to posses (Matthew 12:44). Romans 8:9 says that the Holy Spirit lives within every believer. If you don't have the Holy Spirit, then there is a “vacancy open” sign hanging out for the Devil to move in. You are either a child of God or a child of the Devil.

Luke 11:28, “But he said, Yea rather, blessed are they that hear the word of God, and keep it.”


Lordship Salvation

Damnable Lordship Salvation has infested our churches on a massive scale. Here is Bill Wiese's Gospel invitation:

The Bible is real plain, we are all sinners, and whoever will call on the name of the Lord will be saved. Jesus said if you will confess me before men, publicly, then I will in turn; confess your name before my heavenly Father and the Holy angels. But if you deny me before men, I will deny you before my Father. I want to ask you to do something. If you've never publicly, in front of other people, if you've never publicly declared Jesus Christ as your Savior, and made Him the Lord of your life, or if you're unsure whether heaven is your eternal home, remember Jesus hung naked on a cross, in a market place, he hung there for you, He endured your shame. -SOURCE

As you can see, the basic plan of salvation is given; but Mr. Wiese ADDS (i.e., perverts) the gospel of Jesus Christ when he mandates "publicly" declaring Jesus and making Jesus "the Lord of your life" to be saved. All a person needs to do to be saved is to come as a hell-deserving sinner to Jesus Christ for forgiveness. All Jesus asks is that we BELIEVE on Him (John 3:16). Lordship Salvation requires people to surrender to Christ to be saved, ceasing from one's sins; thus adding works to faith.

Lordship Salvationists, such as John MacArthur all speak in double-talk. They claim to believe that salvation is by grace through faith alone; but then they teach that a person cannot be saved if they don't make Christ their Lord. My friend you don't make Jesus Lord... HE IS LORD!

Biblical repentance means a "change of mind," not necessarily a change of lifestyle. The changed life comes later as a person GROWS in the Word of God (1st Peter 2:2). A changed life is the FRUIT of genuine repentance (James 2:18-21); and not a part of the ROOT of saving-faith (Romans 4:5-6). If you add as much as drinking a cup of water to faith alone in Jesus Christ for salvation, then you've fabricated a false gospel and a damnable heresy. Salvation is received, not achieved. Salvation is receiving, not giving. Eternal life is the gift of God—freely offered (Romans 10:13) and freely received (Revelation 22:17).


Bill Wiese Claims God is a Liar

Listen to what Bill Wiese claims...

I found myself in the cell, and these 4 creatures were in the cell with me. I didn't know they were demons at the time, because I went there as an unsaved person. God took it out of my mind that I was a Christian. I didn't understand why, but He explained it to me on the way back. These creatures, I didn't realize that they were demons, but they were enormous. They were about 12 or 13 feet tall, one you will see in the video. One of the people that gives their testimony, he saw the same demon that I did. So you will see what one actually looks like. There is a really good picture of it in the video where one guy was drug up to the bars of Hell. It's Kenneth Hagan's testimony. -SOURCE

Mr. Wiese states... "God took it out of my mind that I was a Christian." What? This is deception! Why would God do such a thing and violate His own Word? The Bible declares in Titus 1:2 that God cannot lie. Eternal life is a free gift from God (Romans 5:15; 6:23). Why would Jesus Christ even pretend to take away the gift of eternal life from one which He has saved? Jesus would never pretend to be a liar. God would never pretend to break His promise in order to scare someone.

Listen to the precious words of Jesus in John 10:28, "And I give unto them eternal life; and they shall never perish, neither shall any man pluck them out of my hand." Bill Wiese would lead us to believe that God pretended to send him to Hell, breaking His PROMISE of eternal life. Mr. Wiese claims he didn't know why he was being tormented until afterwards. Remember, Bill Wiese claims this was no dream; but an actual experience which he encountered. Is God a liar? No Mr. Wiese, you are the liar, not God. God has promised eternal life to all who believe upon His only begotten Son for the forgiveness of sins. God would never forsake us, making us believe that He had abandoned us, not even for one second (Hebrews 13:5).

To no surprise, the same website advertising Bill Wiese's visions is also promoting the false prophet Kenneth Hagin, who also claims to have been to Hell and back...

In April 1933 during a dramatic conversion experience, he reported dying three times in 10 minutes, each time seeing the horrors of hell and then returning to life. -SOURCE

A video is available from cuttingedge.org which shows Kenneth Hagin hissing like a serpent while guests slither out of their chairs with laughter. The techniques and words show the Satanic influence in Mr. Hagin's ministry. This video shows many evidences of demon possession — all done in the name of Jesus!


Satan Can Deceive People Through Dreams and Visions

Here is an excellent quote from Dr. Max D. Younce's helpful book, I'M SO GLAD YOU ASKED!...

Can Satan Deceive Us With Visions and Dreams?

Question: I am a Christian and my friends tells me that God gives him dreams and visions. Could this be Satan trying to deceive him?

Answer: Yes, Satan is a master at counterfeiting the Lord. One of his masterpieces of counterfeiting God was in the dream or vision he gave to Eliphaz to instruct Job concerning his trials. In the dream Satan posed as God; but, the deception was that the advice and false accusations did not apply to Job.

Follow with me Eliphaz's dream (See Job 4:12,12, and 16.),

“Now a thing was secretly brought to me... In thoughts from the visions of the night, when deep sleep falleth on men. Then a spirit passed before my face; the hair of my flesh stood up: It stood still...an image was before mine eyes, and I heard a voice saying.”

The following is the advice to Job from the dream.

“I would seek unto God, and unto God would I commit my cause:” (5:8).

“He taketh the wise in their own craftiness: and the counsel of the forward is carried headlong.” (5:13)

Job answers:

“To him (Job) that is afflicted pity should be shewed from his friend...My brethren have dealt deceitfully...” (6:14,15).

Eliphaz to Job:

“For thy mouth uttereth thine iniquity, and thou choosest the tongue of the crafty. Thine own mouth condemneth thee, and not I: yea, thine own lips testify against thee:”

Job answers Eliphaz:

“But he (God) knoweth the way that I take: when he hath tried me, I shall come forth as gold. My foot hath held his steps, his way have I kept, and not declined.” (23:10,11).

Now God rebukes Eliphaz for applying Satan's dream to Job in Chapter 42, Verses 7,8,

“...the Lord said unto Eliphaz, the Temanite, My wrath is kindled against thee,... for ye have not spoken of me the thing that is right, as my servant Job hath. (7) “Therefore...go to my servant Job, and offer up for yourselves a burnt offering: and my servant Job shall pray for you: for him will I accept: lest I deal with you after your folly, in that ye have not spoken of me the thing which is right, like my servant Job.” (8)

You should read the whole account for yourself. Satan deceived Eliphaz into thinking he (Satan) was God, applying his (Satan's) words to Job, which scenario God had nothing to do with. God harshly rebuked Eliphaz for being deceived by Satan and perpetrating his lie to Job.

Visions and dreams are deceptive; but, God's Word is always true. In John 14:6,

“Jesus saith unto him, I am the way, the truth, and the life: no man cometh unto the father, but by me (Christ).”

SOURCE: Dr. Max D. Younce, I'M SO GLAD YOU ASKED!, Volume 2, pg. 221-222; ISBN-13-978-0-9815225-8-6; Morris Publishing.


Divine Revelations?

Are there divine revelations today? Does God speak face-to-face with certain people? No! But the people who operate the website at www.spiritlessons.com believe so, and they promote Bill Wiese's bizarre claims:

"Dedicated to people who have been given DIVINE REVELATIONS, (Face to Face)
encounters & visitations with Jesus Christ; and the important message they were given.
(For some reason these testimonies have been buried and ignored, among all the other Christian Media?!?)" -SOURCE

We read in Hebrews 1:1-2, "God, who at sundry times and in divers manners spake in time past unto the fathers by the prophets, Hath in these last days spoken unto us by his Son." How does God speak to us? Through His Son, who is THE WORD OF GOD (John 1:1; Revelation 19:13). Jesus is the Living Word which came down amongst men in the flesh (John 1:14; 1st Timothy 3:16).

If you want to find God today, and hear from God, then you MUST look to the Scriptures (John 5:39). This is the key to truth, for the Word of God is truth (John 17:17). Jesus is the truth (John 14:6). Jesus Christ and the Word of God are inseparable! BEWARE of modernists who teach about spirituality and appear to be Christian, who don't teach and promote the Word of God. God doesn't speak to any individuals today through private revelations, as He did in the Old Testament. The Word of God is complete! Such false prophets as Ellen G. White of the Seventh-Day Adventists, and Joseph Smith of the Mormons, were demonically inspired. They both made claims of having received "divine revelations" from God, but they are both LIARS! Hebrews 1:1-2 plainly states that God speaks to us today ONLY through THE WORD OF GOD.

So why do people claim to experience bizarre revelations and visions that no one else has? In a word, MONEY! The average person is woefully IGNORANT of God's Word, and is therefore susceptible to the tricks of the Devil. These people are suckers for every religious charlatan who claims to have a special connection with God. Don't you believe it! The Word of God plainly states in 2nd Peter 1:20, "Knowing this first, that no prophecy of the scripture is of any private interpretation."

Bill Wiese is making money from the sale of his books, videos, speaking engagements, et cetera. It's sad that people don't have any interest in the Word of God—until some nut claims that there's a secret computer code in the Bible, or that he saw 13 feet demons in a vision with claws and giant teeth. The reason why the claims of Bill Wiese (and others like him) have been totally ignored is because they SHOULD be ignored. Let the Bible speak for Itself. We don't need any new revelations, and the Bible never tells us to look for them. Hebrews 1:1-2 tells us that God speaks to us in these last days through HIS SON (i.e., the WORD OF GOD).


Demons Who Pretend To Serve God

I can assure you Biblically that Bill Wiese DIDN'T go to Hell. Many false prophets today are presenting some distorted version of the gospel message. They are rotten apples propagating a perverted religion of greed, Lordship Salvation, and ecumenicalism.

There's a very interesting passage of Scripture to consider in Acts 16:16-18... "And it came to pass, as we went to prayer, a certain damsel possessed with a spirit of divination met us, which brought her masters much gain by soothsaying: The same followed Paul and us, and cried, saying, These men are the servants of the most high God, which shew unto us the way of salvation. And this did she many days. But Paul, being grieved, turned and said to the spirit, I command thee in the name of Jesus Christ to come out of her. And he came out the same hour."

This demon-possessed woman was seemingly of God, trying to encourage people to hear the gospel; yet, she was of the Devil and only mocking Paul's soulwinning efforts. Paul perceived this and commanded the evil spirit to depart. Likewise, Benny Hinn's website presents a basic gospel, which every hellbound Catholic would agree with. Hinn is openly Catholic and has endorsed praying to the hoax of Our Lady of Fatima on the Larry King Live show. Clearly, Benny Hinn is a false prophet on his way to Hell and damnation. The Bible says in 2nd Peter 2:3 that their “judgment now of a long time lingereth not, and their damnation slumbereth not.” In other words, evil televangelists are already under the judgment and damnation of a holy God, it's just a matter of when payday is going to arrive. PAYDAY SOMEDAY!!!

It is very important to understand that just because someone preaches from the Bible doesn't mean that they are saved. Judas was one of Christ's very own Apostles, but he was unsaved and had an evil heart. Judas played the part for his own personal gain. Increasingly, we are seeing false prophets exploit the gospel for their own greedy gain and benefit. Bill Wiese is no different. This is how ruthless false prophets have become nowadays.

There's just something eerie about these televangelists who preach the gospel, while raking in tens-of-millions of dollars in profits. Pat Robertson is a demonic prophet. The truth is that they're as unsaved as can be, and they're just exploiting the gospel message for their own gain. According to Pat Robertson, the Pope is a man of "deep spirituality." You've got to be kidding Mr. Robertson! And you call yourself a "Christian"? The Pope is the leader of the biggest false religion in the world, Catholicism! For Robertson to speak such gleaming words of praise toward such a satanic imposter as the Pope, reveals that Robertson is in league with the Devil himself.

No born again Christian who loves the Lord would ever praise the Pope, who is leading one billion people straight into Hell. Pat Robertson praises the Pope because he'd be off TV very fast if he criticized the Pope. Satan uses man's love of money to control the world. Pat Robertson has sold out to Satan! So keep this in mind when you hear some TV preacher presenting the Gospel, because there's a good chance he doesn't believe a Word of It. Benny Hinn rakes in over $100,000,000 a year by exploiting the gospel. James Robison took in $50,000,000 last year. Joyce Meyer says that it's her mission to teach unsaved non-Christians how to enjoy life. It's sickening! They don't know God, and don't want to know God...they just want your money! They are masters of deception who know just what to say, when to say it, and how to say it to get your money.


Please Don't Go to Hell

Many foolish people today claim that Hell is only a myth. I certainly am not trying to minimize the horrors of Hell by exposing Bill Wiese. In fact, I am doing just the opposite. It upsets me when preachers exploit the truth to make money. Millions of people are flocking to Bill Wiese, making him wealthy, looking for some special revelation about Hell not found in the Scriptures. Why is it that the Bible is not enough for people? Why do people need to hear spectacular claims of private revelations from God. There are no such private revelations from God today. 2nd Peter 1:20, “Knowing this first, that no prophecy of the scripture is of any private interpretation.” No one can claim special revelation from God. Everyone has the same Bible, and the same Commandments, and the same Word of God to live by.

Hell is a place of fire and torment. We read in 2nd Thessalonians 1:8, "In flaming fire taking vengeance on them that know not God, and that obey not the gospel of our Lord Jesus Christ." Are you willing to risk your eternal destiny on the assumption that there is no Hell?

The Word of God is very clear concerning the future eternal destiny of all unbelievers... "And whosoever was not found written in the book of life was cast into the lake of fire." Doesn't it strike you as more than coincidental that the Bible is perverted by nearly every false religion? Why is the Bible under so much attack today? The answer is obvious--because It is GOD'S WORD! Everything in this life points back to the Word of God, whether it be secular history or genuine science. The Bible is God's Word!

Everywhere the Apostle Paul took the Bible's gospel message, either REVIVAL or RIOT broke out. If you've never been saved, then I plead with you to do so by believing on the Lord Jesus Christ to forgive your sins by His shed blood (1st Peter 1:18-19).

http://www.jesus-is-savior.com/Wolves/bill_wiese.htm

Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2559
Join date : 03.01.12
Reputation : 115

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kesaksian Palsu Pendeta Philip Mantofa Piknik ke Neraka

Post by Penyaran on Tue Mar 12, 2013 11:39 am

Bill Wiese is probably a false prophet – part 1

Day 2 of having a blog to say whatever i feel like. I’m going to put it to the test and see if i really do have free speech.(you never know with these things anymore)

This post is actually an extension of a much older comment i made on some of the videos on YouTube featuring Bill Wiese.(Videos posted by other people i imagine). Why would i waste my time commenting on YouTube videos about some guy who supposedly went to hell for 23 minutes? I did it because i knew what it was like to fear hell myself and i hated the fact that these people like Bill Wiese were (and are) preying on people’s fears just to earn money (or granted, he may actually believe his own nightmare was a literal event, in which case he’s going against modern-day christianity’s teaching of hell anyway)

So what should we learn about the human mind and it’s thoughts, from a biblical perspective?

“For as he thinks in his heart, so is he.” (Proverbs 23:7)(understand what this proverb truly means to ALL people)

Bill Wiese says he dreamed this dream after having attended prayer group that night. I believe that this was his mind trying to reason with a merciful God and an eternal torment, something that right thinking Christians must all do.
According to the holy scriptures, no man or woman will go to heaven or hell until he is judged upon the Day of the Lord. So we must rule out an out-of-body experience to hell



But Bill Wiese claims in his videos that he literally went to hell and suffered it’s agony for 23 minutes. The commonly held belief in modern-day Christianity however, is that when you go to hell, there are no exits. you stay there and no one will help you, no one will rescue you….you’re basically stuck. Yet Bill gets rescued 23 minutes later? Very convenient it seems.

The problem with a lot of “prophets” these days is that they have nice clothes, multi million dollar homes and multi million dollar businesses, compared to the hated prophets who wore sackcloth and were stoned and ridiculed by their own people. Self confessed prophets these days preach Jesus from their mega churches and decorated pulpits and live like Kings. In short, they are hypocrites( “how hard it is for a rich man to enter heaven” anyone?) Some even have the audacity to preach “the wealth gospel” to poor people, telling them that only they themselves have the knowledge of predicting when the Lord’s blessing will be at its highest peak with their silly charts and statistics. With these props, they plead with people to “put money in now” or ” sow the seeds” and other such garbage that foolish poor people fall into. “you’ve got to be in it to win it” they say, as though it were some kind of religious lottery. They conveniently forget the stories in the book of Job, where good and bad things fall on everyone, regardless of how generous, faithful or “holy” they are.



Bill Wiese however(to my knowledge) is not a preacher that preaches the foolish ” wealth gospel”, but he certainly has found a bit of a niche. Where monetary gains speak to some through the wealth gospel, saving one’s ass usually appeals to a much broader scope of people. It’s the fear game that Bill profits from, but he’s found a relatively untapped niche in the form of visiting hell and living to tell the tale. True prophets like those in the old testament were deeply distressed, dressed in sackcloth which represented mourning. They didn’t have the luxury of book deals or air time. Having great sales in books, dvds and otherwise, certainly are the perks to being a self-styled prophet today, which the old testament prophets didn’t have. Like I said earlier, most of the old testament prophets were murdered, hated, spat upon and ridiculed.

Let’s just consider this for a second as being real. If it was real, these books would be massed produced in their millions and posted free of charge through everyone’s mailbox or door in America, never mind around the planet, rather than left there on amazon for those who happened to be fortunate enough to even hear of this story, let alone have the chance to read it. “ohh, but it would be too unrealistic to do this, do you know how much that would cost?” I hear some say. Well think about it, the Christian entertainment industry with its millions of same-ish books, with its millions of same-ish music are bringing in hundreds of millions of dollars.

Collectively if they believed this nonsense, are you saying they all wouldn’t band together with the millions of dollars and produce a free book for every house in America? Are you telling me that the CCM artists today (contemporary christian music) and the cloned mediocre music they produce are more important than Bill Wiese supposedly true story of having 23 minutes in hell? If Bill Wiese’s report really was taken as gospel by most Christians (pardon the pun), it would become as published as the bible. But it is not so. Something is surely amiss.



I’m sure some will read this and think i am the enemy of Christ or something. It’s entirely the opposite actually. I think the name of Christ has been hijacked by greedy people who want to make lots of money from those who can’t see that almost every book and song this collective Christian industry creates is a replica. Just like the pop industry, true talent rarely gets a mention. In Christian music, the best bands rarely get a mention ( Saviour Machine, The wedding party, Stavesacre to name a few). So I am not against Christian music or books, just the crap ones that offer nothing of substance. But getting back to the topic of false prophets.

Keep in mind, the true prophets mourned alongside the Almighty. Yet for all their mourning, they didn’t mourn for an afterlife but for the here and now. Where in the old testament do the prophets have a vision of seeing hell and warning people about it? Nowhere, that’s where. It was the here and now that they were concerned about. In the new testament, yes, the prophet John sees hell according to the book of revelation as a vision, but this book itself is mostly based on symbolism and even John himself admits this in his writing. If the “prophets” of our day cared more about lost souls than about book deals, you would see them mourning, and I mean a sincere mourning, not the crocodile tears that passes for it.

Jesus Christ warned about such false prophets when he says

“Beware of false prophets, who come to you in sheep’s clothing, but inwardly they are ravenous wolves. You will know them by their fruits. Do men gather grapes from thornbushes or figs from thistles? ( Matthew 7:15-16 )

Even the God of the old testament, according to Jeremiah(Ch 7 vs 31) said this

“They have built the high places of Topheth, which is in the valley of the son of Hinnom, to burn their sons and their daughters in the fire, which I did not command, and it did not come into My mind.

One must ask the inevitable question then. If it did not even enter God’s mind then, are we to assume that he was inspired by those followers who went their own way, sacrificing their sons and daughters to the flames? Can we see God rubbing his hands together thinking “A-ha, now that is a clever idea!”. I personally doubt it.

This is an interesting dialogue between Jesus the Christ and the Pharisees found in the book of Mark Ch 7 vs 6-13

He(Jesus) answered and said to them, “Well did Isaiah prophesy of you hypocrites, as it is written:

‘ This people honors Me with their lips,
But their heart is far from Me.
And in vain they worship Me,
Teaching as doctrines the commandments of men.(eerily familiar I think when you look at these modern-day fraudsters in this light)

For laying aside the commandment of God, you hold the tradition of men—the washing of pitchers and cups, and many other such things you do.”
He said to them, “All too well you reject the commandment of God, that you may keep your tradition. For Moses said, ‘Honor your father and your mother’; and, ‘He who curses father or mother, let him be put to death.’ But you say, ‘If a man says to his father or mother, “Whatever profit you might have received from me is Corban”—’ (that is, a gift to God), then you no longer let him do anything for his father or his mother, making the word of God of no effect through your tradition which you have handed down. And many such things you do.”

So already we see in the new testament that the religious leaders, those who were well versed in the books of the bible, had, according to Christ himself, somehow over time distorted God’s word for the sake of their traditions. It must be well-known now to the most observant among us, that spirituality, when given to man with all of his failings, becomes a religion, for he does not know how to take the good advice on how to live. Instead he deifies the messenger instead of the message. It is my personal belief that this same thing has happened Mohammed in Islam, along with Krishna and Buddha in the far east, not to mention all the saints within Catholicism. We deify the messengers, because they had the enlightenment to basically practice what they preached. We can too, but it takes dedication.

http://rebellionoftherighthemisphere.wordpress.com/2011/09/08/bill-weise-is-probably-a-false-prophet-part-1/

Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2559
Join date : 03.01.12
Reputation : 115

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kesaksian Palsu Pendeta Philip Mantofa Piknik ke Neraka

Post by Penyaran on Tue Mar 12, 2013 11:43 am

Bill Wiese is probably a false prophet – part 2

This is part 2 of “Bill Wiese is probably a false prophet”

In Part 1 I discussed what I believe to be Bill Wiese’s deception, including the man-made traditions of Hell, among other things.

Creating statues, idols, shrines, rosary beads, holy books and crosses are all physical things that humans have created to focus their intentions on, which may be used as tools on the path to enlightenment, providing we don’t replace the spiritual life with these physical objects and relics completely(Bibliolatry for example is a form of idolatry). But all too often, these physical things take over, along with the rules and regulations that human man creates in place of his spiritual life.

It is my own belief that Hell as a place of eternal suffering is a concept moulded and remoulded throughout the centuries because through it, leaderships and governments (who were once based on religious principles) could control their subjects through fear. Things have changed today within our multi cultural society due to many religious beliefs and lack of them. Alot of the people now wouldn’t be intimadated by a government who threatens them with the tortures of hell, like in the past. Some would probably laugh in their face. The Atheist for example, cannot be controlled by the idea of hell. And so, with the changing of the times, our governments have now produced a new threat to replace hell.

They’ve replaced the fear of fictional Hell today with the fear of fictional terrorism. Surely this will keep ALL of the people in line, as the fear of pain,war and death prevails over all people, including the non religious. Although it is still a belief system (for the most part you only believe the news reports, you don’t experience them), through the threat of fictional terrorism, liberties are taken away almost every few weeks it seems. The governments’ big buzz word now is “national security”, and under this banner, all manner of horrific crimes are committed, including some inane idea that we are un-patriotic if we disagree with anything the government does “for our best interests”. But we are getting off topic slightly.

An eternal hell is still used to control people and it is, I believe, a manufactured and re manufactured idea, which some, including Bill Wiese, use as a means of financial gain (although Bill is not to blame for creating this fictional hell’s existence, but he stokes it’s fires and keeps it alive with his misunderstanding of where it first originated.



Naturally 2000 years of backlog as to how Hell first came about is going to demand a lot of research and so it is only right that I should refer the interested reader to visit http://www.tentmaker.org. As for books, I would highly recommend the book ” Hope beyond Hell” by Gerry Beauchemin and also The Origin And History Of The Doctrine of Endless Punishment By Thomas B. Thayer.

There are a few parables or sayings which really deny the existence of an “eternal” hell anyway, if you are inclined to look. They may not be so readily visible considering that the word Hell(derived from Gehenna, in Israel. You can visit it today if you want) overshadows them dramatically. But the scriptures still reveal these clues as to how we can know that Hell is not everlasting, by means of Jesus’ parables

Luke Ch 12 vs 57-59 (also mentioned in Matthew Ch 5 vs 25-26)

“Why can’t you decide for yourselves what is right? When you are on the way to court with your accuser, try to settle the matter before you get there. Otherwise, your accuser may drag you before the judge, who will hand you over to an officer, who will throw you into prison. And if that happens, you won’t be free again until you have paid the very last penny

Arguably this is just Jesus referring to a human court, but when we read the entire chapter where this paragraph is found, we see that he is teaching spiritual wisdom, and referring to such symbolic concepts as “salt and light”. Why would Jesus talk about earthly court cases during his spiritual teachings, and moreover, he does not mention what the court case would even be about. This is because it is a generalisation of what symbolically represents a heavenly court, i.e judgement day. However, this will not persuade everyone.



For those Christians who are not convinced, i will let the scriptures put the same idea across more clearly. We will see where Jesus says this again, only this time with a “the Kingdom of heaven is like” quote to back it up.

In the parable of the unforgiving servant (Matthew Ch 18 vs 21-35) it states

“Then Peter came to Jesus and asked, “Lord, how many times shall I forgive my brother or sister who sins against me? Up to seven times?”

Then Peter came to Jesus and asked, “Lord, how many times shall I forgive my brother or sister who sins against me? Up to seven times?”

Jesus answered, “I tell you, not seven times, but seventy-seven times.(some will take that to mean a total of 490 times, then after that give up on them…which if you get that far, you’re probably a saint anyway. I believe that 7 is considered the number of perfection in the bible, i.e infinity. What Jesus means is, you don’t stop forgiving.)

“Therefore, the kingdom of heaven is like a king who wanted to settle accounts with his servants. As he began the settlement, a man who owed him ten thousand bags of gold was brought to him. Since he was not able to pay, the master ordered that he and his wife and his children and all that he had be sold to repay the debt.

The story goes on to say that the King forgives the servant, erasing all of his debt.(King= God or Christ, servant = a human being). This one particular servant appears to be very grateful for having his debts erased, but soon goes off and finds a fellow servant that owes him money and treats him very cruelly. the poor servant who is being treated badly, goes off to tell the King all about it. Here’s what happens…

‘You wicked servant,’ he said, ‘I canceled all that debt of yours because you begged me to. Shouldn’t you have had mercy on your fellow servant just as I had on you?’ In anger his master handed him over to the jailers to be tortured, until he should pay back all he owed.

“This is how my heavenly Father will treat each of you unless you forgive your brother or sister from your heart.”

where in these Parables of Jesus does it say “until he should pay back all he owed, of which it is impossible to do?” The common reply to this might be ” he can’t pay his master back because he owed him millions”. Then perhaps he repays it through penance, considering that he is put into jail and punished? I mean, that seems to be what it says….”until he pays back all that he owed”. The idea of Karmic debt is not a new concept. Various scriptures seem to lean towards that way of thinking.

As he went along, he saw a man blind from birth. His disciples asked him, “Rabbi, who sinned, this man or his parents, that he was born blind?” (John Ch 9 vs -2)

In this scripture, although Jesus says “Neither this man nor his parents sinned but this happened so that the works of God might be displayed in him”, it is apparant that the idea of karma was within the minds of the disciples even then. Notice too, that Jesus again didn’t rebuke them for thinking this way.

Another teaching of Jesus which symbolically rejects the idea of an eternal torment is 1st Timothy Ch 4 vs 10

That is why we labor and strive, because we have put our hope in the living God, who is the Savior of all people, and especially of those who believe.

Then we have Matthew Ch 21 vs 31

Jesus said to them, “Truly I tell you, the tax collectors and the prostitutes are entering the kingdom of God ahead of you

This seems to imply that the Pharisees are eventually going to get into heaven, and the Pharisees according to Jesus were basically a “brood of vipers”(Matthew 23:33) and “whitewashed tombs” (Matthew 23:27). Strange isn’t it? I feel that this concept is further supported by Jesus when he says ” whoever shall be first shall be last and whoever shall be last shall be first”(Matthew Ch 20 vs 16)

Don’t be fooled by these false reports by the likes of Bill Wiese and others like him who say that hell is eternal and their claims of going there. You should read the things that Jesus is purported to have said, not someone who worships the dollar. In the following verses, I’ve put in bold text the parts I think really speak to us about the self-confessed prophets we have these days.

2 Timothy Ch 1 vs 2-9

But mark this: There will be terrible times in the last days. People will be lovers of themselves, lovers of money, boastful, proud, abusive, disobedient to their parents, ungrateful, unholy, without love, unforgiving, slanderous, without self-control, brutal, not lovers of the good, treacherous, rash, conceited, lovers of pleasure rather than lovers of God— having a form of godliness but denying its power(i.e Christians who say God can’t save you from Hell, limiting his own power over his own creations). Have nothing to do with such people.



They are the kind who worm their way into homes and gain control over gullible women, who are loaded down with sins and are swayed by all kinds of evil desires, always learning but never able to come to a knowledge of the truth. Just as Jannes and Jambres opposed Moses, so also these teachers oppose the truth. They are men of depraved minds, who, as far as the faith is concerned, are rejected(the true Christian faith that almost died out around AD 500 so i don’t feel it is wise to see this line of scripture as referring to the church we know today). But they will not get very far because, as in the case of those men, their folly will be clear to everyone.(everyone except those people who’ve been sucked in by their lies)

Words in inverted commas in those scriptures are by myself and not part of the scripture itself. For the likes of Westboro Baptist Church and the Phelps family, I’d have to cover all of the above in bold, but the Phelps family are only the extreme version of what happens when you believe in the utter insanity and rubbish that passes for Christian tradition these days.

Thanks for reading, and remember, as Jesus himself said

“Why can’t you decide for yourselves what is right? (Luke Ch 12 vs 57)

http://rebellionoftherighthemisphere.wordpress.com/2011/09/08/bill-weise-is-probably-a-false-prophet-part-2/

Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2559
Join date : 03.01.12
Reputation : 115

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kesaksian Palsu Pendeta Philip Mantofa Piknik ke Neraka

Post by Penyaran on Tue Mar 12, 2013 1:57 pm

Percakapan dgn Pendeta Mawar Sharon

Beberapa hari yg lalu, saya di-ajak teman yg beralih keyakinan ke kristen utk bertemu dgn pendeta nya.

pada awal bertemu spt biasa tegur sapa, lalu dilanjutkan dengan berdoa ala kristen.
setelah itu pendeta nya bertanya "kalo nanti malam anda mati, kemana anda akan pergi ?" (sungguh suatu pertanyaan yg menggelikan, spt bisa meramal kematian saya )
saya jawab "tidak tahu", lalu dia berkata "nah, betul kan bingung ngak tahu tujuannya."
saya jawab "tadi pertanyaan adalah [kalo], jd [kalo] nanti malam saya benar2 mati, saya pasti [tidak tahu] kemana, karena saya [tahu] saya belum saatnya mati".
pendeta tsb merasa tidak puas, lalu diam tidak merespon.
kemudian saya mengatakan " jika pada saat saya mati, saya tahu pasti tujuan saya yaitu nibbana"

kemudian dia berkata "jika org berbuat jahat, maka pasti ke neraka. ttp jika org berbuat baik blm tentu ke surga"
"karena jika dia belum mengenal tuhan yesus, maka dia tdk akan ke surga" (sungguh suatu pernyataan yg egois dan tidak bermoral/beradab)
lalu saya bertanya "jika leluhur anda tidak mengenal tuhan yesus, kemana mrk pergi ?" (dia kebingungan)
setelah diam sejenak (pikir) lalu dia menjawab "yah, pasti ke neraka", saya tanya "kenapa ke neraka"
dia menjawab karena mrk tidak mengakui tuhan yesus.

kemudian dia berkata tuhan yesus sdh ada sejak dahulu, melampaui buddha.
lalu saya mengatakan "buddha duluan lahir dan setelah parinibbana 500thn kemudian baru yesus lahir"
dia ngotot mengatakan "yesussdh ada sejak pertama dunia ini diciptakan, pasti buddha sdh pernah mendengar namanya", lalu saya bertanya "jika demikian kemana buddha pergi sekarang ?" , dia kebingungan.
malah dia bertanya balik saya, menurut kamu kemana ? saya jawab nibbana.
dia lalu ngotot mengatakan ke neraka. karena buddha tidak mengakui yesus.

lalu saya tanya "pendeta tahu darimana buddha sdh ke neraka ?", dia kebingungan
lalu dgn ego menjawab "saya tidk perlu tahu dia macam mana, yg penting saya tahu saya kemana"

kemudian tiba2, saya melihat hantu wanita yg berjalan keluar dari arah belakang rumahnya. lalu saya bilang kok ada makhluk ini didalam rumah anda. (dia terkejut sekali)
kemudian dia menjawab itu adalah iblis. semua itu ulah iblis.

lalu dia mencoba menyakinkan saya bahwa seharusnya kita menyerahkan diri kepada tuhan yesus, karena hanya dia yg mampu menyelamatkan hidup kita semua.
saya tanya "usia 13-30thn, yesus kemana ?" (sekali lagi dia sangat kebingungan)
setelah cengar-cengir dia lalu menjawab "tidak tahu, di alkitab tidak tertulis" lol lol lol ketawa guling
kemudian teman saya yg beralih keyakinan kebingungan lalu mencoba mengarang "oh, itu saya pernah baca buku yg menyatakan yesus bekerja sebagai si ........" (sungguh suatu dusta)

lalu teman saya mengatakan "dulu waktu dia masih buddhist, dia sering ikut murid master LSY (bhikkhu)"
belajar macam2 ilmu (mantra), lalu saya bilang sejak kapan ajaran buddha mengajarkan hal demikian, anda sudah salah mencari guru yg tidak pada tempatnya. bukan buddhist sejati tetapi ajaran campuran taoisme n konghucu
dan sedikit ajaran buddha." lalu saya bilang "anda seharusnya tidak mengikuti ajaran yg demikian"

teman tersebut sungguh ngak ngerti ajaran buddha dgn baik dan benar (sangat disayangkan). nyerah nyerah nyerah
lalu, pendetanya berkata " buat apa kamu bersusah payah meditasi ? kita ngak perlu meditasi langsung diterima di surga, kalo kita mengakui yesus, kan tidak susah cuma di baptis aja kok."
saya bilang "saya makin yakin kepada buddha, karena ajarannya sempurna, bukan karena di tulis dalam kitab suci dari turun temurun dlsb"

terakhir dia memberikan 1 buku kepada saya, TRIP to HELL, yg dikarang oleh pendeta Phillip Mantofa
begitu saya membacanya saya lalu teringat dgn buku yg pernah di terbitkan salah satu vihara yg ada di taiwan. yg perjalanan ke alam neraka melalui tubuh manusia yg di temani oleh dewa cikung.

kalo mereka membaca buku tersebut, maka buku mereka TRIP to HELL. saya rasa itu hanyalah isapan jempol.
seperti kita bermimpi yg tidak tahu pasti benar atau tidak. (loh, katanya mereka pasti, ttp kok ada juga yg tidak pasti rupanya ngakak ngakak ngakak )

banyak hal yg bisa saya petik dari pembicaraan tersebut, diantaranya :
1. sebelum beralih agama, yakinkan diri anda bahwa anda beralih ke agama bukan karena :
a. masalah ekonomi
b. masalah hukum
c. masalah keluarga
d. masalah penyakit / sekarat
e. masalah percintaan
2. bukan karena mujizat. (mujizat itu ada sebab musababnya)
3. ajakan org lain.

http://dhammacitta.org/forum/index.php?topic=13320.0

Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2559
Join date : 03.01.12
Reputation : 115

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kesaksian Palsu Pendeta Philip Mantofa Piknik ke Neraka

Post by SEGOROWEDI on Wed Mar 13, 2013 7:46 am


palsu/asli harus discreening dulu pakai ini:
1 Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.
2 Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah,
3 dan setiap roh, yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah. Roh itu adalah roh antikristus dan tentang dia telah kamu dengar, bahwa ia akan datang dan sekarang ini ia sudah ada di dalam dunia.


maka jangan salah: roh setan dikira Roh Allah...

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kesaksian Palsu Pendeta Philip Mantofa Piknik ke Neraka

Post by njlajahweb on Sun Sep 03, 2017 12:30 pm

kalaupun memang ada kesaksian yang palsu, pernah keneraka, tapi bukan berarti semua kesaksian pasti palsu, demikian pula kesaksian tentang surga.
avatar
njlajahweb
KOLONEL
KOLONEL

Female
Posts : 12760
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 116

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kesaksian Palsu Pendeta Philip Mantofa Piknik ke Neraka

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik