FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Penceritaan Yesus terinspirasi dari mitologi pagan

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Penceritaan Yesus terinspirasi dari mitologi pagan

Post by Penyaran on Sun Dec 16, 2012 8:34 pm

Tulisan ini akan mengupas sedikit informasi mengenai tokoh yang lahir pada tanggal 25 Desember dari rahim Sang Perawan.

Kau pasti menebak, bahwa yang kumaksud adalah Yesus. Kurang tepat, Kawan. Ternyata masih ada banyak tokoh mitologi yang lahir pada tanggal yang sama bahkan dengan ciri-ciri umum yang sama pula. Siapakah mereka?

1. Horus (Mesir)


Horus, juru penyelamat dari Mesir

Lahir pada tanggal 25 Desember 3000 SM. Kelahirannya ditandai dengan munculnya bintang di sebelah timur yang kemudian digunakan oleh 3 raja untuk menemukan dan memberkati juru selamatnya yang baru lahir. Pada umur 12 tahun, ia telah menjadi guru yang hebat, dan pada umur 30 tahun, ia dibaptis oleh seorang tokoh yang bernama Anup. Horus kemudian menyebarkan ajarannya.

Ia mempunyai 12 murid yang selalu menyertai perjalanannya. Horus mempunyai banyak mukjizat, di antaranya dapat menyembuhkan orang sakit, mampu berjalan di atas air dan membangkitkan orang yang sudah meninggal. Julukan Horus adalah di antaranya “Lamb of God” dan “The Light”. Setelah dikhianati oleh Taifun, ia kemudian disalib, dikubur selama 3 hari dan kemudian bangkit dari kematian.

2. Attis (Yunani)


Attis dari Yunani

Lahir dari Sang Perawan Nana pada tanggal 25 Desember 1200 SM di Pirigia. Sebagaimana Horus, ia juga disalib, dikubur selama 3 hari dan kemudian bangkit dari kematiannya.

3. Krishna (India)


Krishna dari India

Lahir dari Sang Perawan Devaki pada tanggal 25 Desember 900 SM. Kelahirannya ditandai dengan munculnya bintang di timur. Ia mempunyai banyak mukjizat yang disebarkan bersama 12 muridnya.

4. Dionysus (Yunani)


Dionysus dari Yunani

Ia adalah seorang guru, yang berkeliling menyebarkan ajarannya sambil membantu orang dengan mukjizat yang dimilikinya. Salah satunya adalah mengubah air menjadi anggur. Sebutannya yang terkenal adalah “Raja Segala Raja” dan “Alfa dan Omega”.

5. Mithra (Persia)


Mithra dari Persia

Ia lahir pada tanggal 25 Desember 1200 SM. Hari yang digunakan untuk memuja Mithra adalah hari Minggu.

Setelah pelbagai pelacakan dilakukan, ternyata masih terdapat banyak tokoh juru selamat dari seluruh penjuru dunia, yang walaupun berbeda rentang periode dan tempat, ia memiliki ciri-ciri umum yang sama. Lalu, hal lain apa yang membuat peristiwa ini lebih menarik?

Yesus, sebagaimana yang diyakini oleh semua umatnya, Dia lahir dari seorang perawan yang bernama Maria pada tanggal 25 Desember di Bethlehem yang kelahirannya ditandai dengan munculnya bintang di sebelah timur yang kemudian digunakan oleh 3 raja untuk menemukan dan memberkati juru selamatnya yang baru lahir. Ia mempunyai 12 murid yang selalu menyertai perjalanannya. Ada 6 ciri yang menjadi perbincangan di sini; seorang perawan, 25 Desember, Bethlehem, bintang di timur, 3 raja dan 12 murid. Apa makna dari kesemuanya?

6 ciri tersebut, kesemuanya merujuk pada ilmu perbintangan. Kita mulai dari bintang di sebelah timur. Yang dimaksud dengan bintang tersebut adalah bintang Sirius, yaitu bintang yang paling terang pada malam hari, pada tanggal 24 Desember. Sirius berada sejajar dengan 3 bintang paling terang di gugusan Sabuk Orion (Orion belt). Ketiga bintang tersebut, sejak dulu hingga sekarang dikenal dengan 3 raja. 3 bintang Orion dan Sirius yang sejajar, menunjuk pada tempat terbitnya matahari pada tanggal 25 Desember. Inilah alasan mengapa 3 raja mengikuti bintang di sebelah timur untuk menemukan tempat terbitnya matahari.

Perawan (Virgin) Maria adalah rasi bintang Virgo, yang juga dikenal dengan nama Sang Perawan Virgo. “Virgo” dalam bahasa Latin berarti “perawan”. Virgo juga dapat diartikan sebagai “Lumbung Roti”. Dan Virgo dalam konstelasi tata surya dilambangkan dengan “perawan yang memegang sebatang gandum”. Lumbung roti dan lambang gandum ini menyimbolkan bulan Agustus dan September, waktu untuk melakukan panen. Bahkan “Bethlehem”, jika diartikan secara harfiah berarti “Lumbung Roti”. Sehingga Bethlehem adalah istilah lain bagi rasi bintang Virgo, sebuah tempat di langit, bukan di bumi.


Virgo, Sang Perawan pembawa gandum segantang

Ada fenomena menarik lain yang terjadi sekitar tanggal 25 Desember, atau saat titik balik matahari musim dingin. Dari titik balik matahari musim panas hingga titik balik musim dingin, hari menjadi semakin pendek dan dingin. Dan dilihat dari belahan bumi sebelah utara, matahari tampak bergerak menuju selatan, dan tampak semakin mengecil. Semakin memendeknya hari serta meranggasnya tumbuhan saat mendekati musim dingin, dianggap sebagai proses kematian oleh masyarakat pada zaman dahulu. Dan pada tanggal 22 Desember, kematian matahari dianggap telah sepenuhnya terjadi. Sebab matahari, setelah bergerak secara terus menerus ke arah selatan selama 6 bulan, telah sampai pada titik terendah di cakrawala langit.

Di sini terjadi hal yang menarik, matahari berhenti bergerak ke arah selatan, setidaknya selama 3 hari, yaitu pada tanggal 22-24 Desember. Selama 3 hari masa berhenti itu, matahari sedang berada pada posisi di sekitar “Salib Selatan”, atau gugusan bintang Crux. Dan setelah itu, pada tanggal 25 Desember, matahari bergerak 1 derajat, yang kali ini ke arah utara dengan membawa hari lebih panjang, hangat dan Musim Semi. Oleh sebab itu dikatakan, “Matahari mengalami kematian pada salib, mati selama 3 hari, untuk kemudian bangkit atau terlahir kembali”. Itulah sebabnya, Yesus dan tuhan penyelamat yang lain berbagi kisah penyaliban, kematian selama 3 hari serta konsep bangkit dari kematian.


Gugusan bintang Crux, tempat matahari

Akan tetapi, masyarakat kuno tidak merayakan kebangkitan matahari itu, hingga saat titik balik matahari musim semi, atau saat Paskah (Spring Equinox). Sebab pada saat itu, dapat dikatakan bahwa matahari telah berhasil mengalahkan kekuatan jahat kegelapan, sebagaimana durasi siang lebih panjang dari malam hari serta pertanda munculnya musim semi.

Melihat demikian, apakah ini suatu kebetulan? Mengapa yang dijadikan rujukan adalah matahari, yang notabene adalah tuhan pada masa lampau? Mengapa pula untuk sekedar menentukan seorang “Juru Selamat” harus membaca tanda-tanda bintang?

Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2559
Join date : 03.01.12
Reputation : 115

Kembali Ke Atas Go down

Re: Penceritaan Yesus terinspirasi dari mitologi pagan

Post by Penyaran on Sun Dec 16, 2012 8:41 pm

Perluasan tanah antara Sungai Nil Mesir hingga Sungai Eufrat, tempat tinggal berbagai bangsa termasuk bangsa Yahudi selama berada-abad sebelum kelahiran Yesus. Selama periode ini, wilayah tsb dibawah kendali banyak kerajaan dari berbagai bangsa, sebut saja Babylonia, Persia, Romawi, dll. Semua kerajaan tsb secara luas telah berhubungan dengan beragam budaya dan kepercayaan. Kita dapat melihat “agama Yesus” ini telah direvisi dan dimodifikasi sedemikian rupa pasca kepergiannya. Bahwa agama Kristen telah terpengaruh dan menyerap berbagai unsur ajaran paganisme, seperti agama Buddha, paganisme Romawi, paganisme Yunani, agama Hindu, agama orang Persia, dan kepercayaan orang-orang Mesir kuno, yang dicampur adukkan dengan Yudaisme, dll.

Informasi dibawah ini sebagian besar bersumber dari buku “Bible myths and their parallels in other religions” oleh T. W. Doane dan “Islam and Christianity in the modern world,” oleh Dr. Muhammad Ansari.

Kesan yang hendak selalu ditekankan oleh umat Kristen sekarang ini adalah bahwa terdapat perbedaan antara agama Kristen dengan paganisme. Menurut umat Kristen Trinitarian pula, terdapat perbedaan yang sangat-sangat besar antara dua agama tsb, dan jikalau ada kesamaan itu dapatlah dikatakan jarang (tidak terlalu penting).

Umat Kristen Trinitarian benar-benar lupa sejarah, atau barang kali memang sengaja melupakan sejarah, bahwa agama Kristen mendapat dukungan penuh dari kerajaan pagan Romawi, dan demi tegaknya agama Kristen dan merebut hati kaisar pagan Romawi, bapak-bapak Gereja telah memasukkan praktek ritual agama Pagan kedalam agama Kristen.

Bapak gereja terkenal yaitu Augustine (354-430) berkata “The same thing which is now called Christian Religion existed among the ancients. They have begun to call Christian the true religion which existed before.” (Hal yang sama dari apa yang disebut agama Kristen saat ini telah eksis diantara orang-orang zaman kuno. Mereka menyebut agama Kristen sebagai agama yang benar yang telah eksis sebelumnya)

Ikan dan Salib

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa simbol pertama dari agama Kristen adalah ikan. Pada sacramental cups, seals, and lamps Roh Kudus disimbolisasikan dengan seekor burung merpati dan Kristus oleh seekor ikan (barangkali karena pada waktu itu, ikan adalah satu dari elemen-elemen dari hidangan suci) atau oleh seorang penggembala yang memikul seekor domba di bahunya (lihat Lukas 15:3-7). Salib itu tidak diadopsi hingga jauh setelah kepergian Yesus. Satu dari alasan-alasan utama untuk ini adalah fakta bahwa ia yang mati disalib adalah dianggap dikutuk oleh Tuhan (Galatia 3:13). Sejarawan modern mengetahui fakta bahwa salib telah ada dan dipakai jauh sebelum kedatangan Yesus. Salib dipuja di India sebagai simbol Dewa Agni, yang dijuluki “Cahaya Dunia”. Salib ditempatkan di tangan Dewa Siva, Brahma, Vishnu, Krishna, Tvashtri, dan Jama. Salib juga dikenal oleh penganut agama Buddha dari zaman kuno dan para pengikut Lama dari Timbet.

Orang-orang Mesir juga mengadopsi salib sebagai simbol agama pagan mereka. Tak terhitung banyaknya bahwa orang-orang Mesir menggambar lukisan mereka sendiri sambil memegang salib ditangan mereka. Juru Selamat orang-orang Mesir, Horus, dilukiskan sedang memegang sebuah salib ditangannya. Horus “Kristus” ini juga dilukiskan sebagai anak kecil (an infant) yang duduk di lutut ibunya dengan sebuah salib. Salib dalam tradisi agama pagan mesir dikenal sebagai Crux Ansata, yang kemudian diadopsi oleh bapak-bapak Gereja Kristen.

Horus “Kristus”, juru selamat Mesir dan Dewa kematian dan alam bawah dunia, kadang-kadang direpresentasikan sedang memegang salibnya, jika dihubungkan dengan konsep kematian.

Salib juga dikenal di Irlandia. Salib juga dikenal pula oleh orang-orang Persia sebagai objek sesembahan untuk Dewa Matahari “Mithra” yang memikul sebuah salib. Orang-orang Yunani dan Romawi juga mengadopsi salib sebagai simbol agama mereka selama berabad-abad jauh sebelum kelahiran Yesus. Ada satu inkripsi kuno di Tessaly disertai oleh sebuah salib Calvary. Banyak salib-salib lainnya juga dapat ditemukan untuk memperindah kuburan Raja Midas di Phrygia.

Trinitas

Sekarang marilah kita mempelajari Trintas yang berakar dari kepercayaan paganisme kuno. “Trinitas” agama Kristen didefinisikan dalam Kredo Nicea, yang disponsori oleh kaisar pagan Romawi Konstantin Yang Agung, adalah menggabungkan tiga entitas yang berbeda kedalam satu entitas. Umat Kristen Trinitarian mengatakan Tiga Tuhan dalam satu Tuhan, dan tidak pernah menyebut sebagai tiga Tuhan karena dapat dianggap sebagai bid’ah (Yesaya 43:10). Umat Kristen Trinitarian menyebut tiga entitas Tuhan sebagai co-eternal (sama kekal), co-substantial (sama substansi), and co-equal (sama sederajat). Dogma Kristen ini berasal dari ajaran filsafat Neo-Platonik yang tidak bersumber dari Tuhan, melainkan berasal dari kepercayaan agama pagan. Banyak agama-agama kuno dibangun berdasarkan Trinitas.

Di India kita dapat temukan doktrin ketuhanan Trinitas yang dikenal sebagai “Tri-murti” (tiga bentuk) yang terdiri dari Brahma, Vishnu, dan Siva. “Trinitas” ala India ini adalah kesatuan yang tidak dapat dipisahkan meskipun bentuknya ada tiga. Para penyembah pagan Hindu menyembah “Trinitas” sebagai satu. Konsep seperti ini tidak menjadi problem berdasarkan logika penganut agama Hindu oleh karena mereka juga menyembah dewa-dewa dengan perwujudan tubuh seorang manusia dan berkepala gajah (Ganesh), atau dewa monyet (Hanoman), atau dewa-dewa yang mempunyai tangan enam, dll. Ingat, agama Hindu itu jika dirunut kebelakang adalah bertarikh sekitar 500 SM, yang akarnya berasal dari sekitar tahun 2000 SM.

Brahma juga memiliki Trinitas. Trinitas Brahmana terdiri dari Vajrapani, Manjusri, dan Avalokitesvara yang jika ketiga Tuhan itu dipersatukan maka disebut “Buddha”. Penduduk Cina dan Jepang juga menyembah Buddha, namun mereka mengenalnya sebagai “Fo”. Ketika mereka menyembahnya mereka berkata “Fo adalah satu Tuhan tetapi memiliki tiga bentuk.”

Sir William Jones pernah berkata:

“Very respectable natives have assured me, that one or two missionaries have been absurd enough to in their zeal for the conversion of the Gentiles, to urge that the Hindoos were even now almost Christians; because their Brahma, Vishnu, and Mahesa (Siva), were no other than the Christian Trinity.” (Bible myths and their parallels in other religions, hal. 370)

Orang-orang Mesir kuno juga menyembah Trinitas. Simbol mereka adalah sebuah sayap, sebuah peta dunia, and sebuah serpent yang diatributkan kepada tuhan mereka.

Orang-orang Yunani juga mengenal Trinitas. Ketika mengadakan korban untuk tuhan-tuhan mereka, mereka akan memercikkan air suci pada altar sebanyak tiga kali, kemudian mereka akan memercikkan kepada orang-orang sebanyak tiga kali juga. Kemudian kemenyan diambil dengan tiga jari dan menyebarkannya ke altar sebanyak tiga kali. Kita harus ingat bahwa filosofi orang-orang pagan Yunani mempunyai peranan penting dalam membentuk dan mendefinisikan wujud Tuhan yang umat Kristen klaim sebagai Trinitas.

T.W. Doane berkata:

“Berbagai pekerjaan Plato secara luas dipelajari oleh Bapak-bapak Gereja, orang yang gembira mengakui pada guru besar, guru sekolah, di waktu penuh, ditujukan untuk mengedukasi orang-orang kafir bagi Kristus, sebagaimana yang dilakukan oleh Musa terhadap orang-orang Yahudi. Bagian mukadimah: “Pada awalnya adalah Firman, dan Firman adalah dengan Tuhan, dan Firman adalah Tuhan” adalah satu fragmen dari beberapa uraian Pagan dalam filofosi Platonik, yang dengan nyata ditulis oleh Irenaeus. Bagian mukadimah tsb juga dikutip oleh Amelius, seorang filosof Pagan karena dengan tegas menyesuaikan Logos, atau Merkurius, Firman, yang dengan jelas adalah sebagai testimony yang dihormati yang berasal dari tuhannya bangsa barbar pagan…kemudian kita dapat melihat bahwa title “Firman” atau “Logos”, diaplikasikan untuk Yesus, adalah perpaduan antara Pagan dengan agama Kristen. Bentuk ini tidaklah diterima oleh umat Kristen hingga pertengahan abad ke dua Masehi. Orang-orang pagan Romawi kuno menyembah Trinitas. Sebuah wahyu dikatakan telah menyatakan bahwa ada ‘Tuhan yang pertama, kemudian Firman, dan dengan mereka ada Roh’. Disini kita melihat dengan jelas menghitung, Tuhan, Logos, dan Roh Kudus atau Hantu Kudus, di Roma kuno, dimana banyak perayaan kuil ibu kota ini – dari Jupiter Capitolinus – yang didedikasikan untuk tiga tuhan, yangmana tiga tuhan dihormati dengan cara disembah secara gabungan.” (Bible Myths and their parallels in other religions, hal. 375-376).

Trinitas bukanlah disusun oleh suatu kelompok secara sendirian, tetapi orang-orang Persia, Asyria, Phoenikia, Skandinavia, Druid, penduduk Siberia, orang-orang Meksiko kuno, Peru, dll, semuanya menyembah tuhan pagan “Trinitarian” jauh sebelum konsili Nicea tahun 325 M yang secara resmi diakui sebagai konsep tuhan yang benar.

Sekarang mati kita melihat kepercayaan pagan lainnya yang dikemudian hari diserap oleh agama Kristen:

Attis:

Tuhan pagan Attis adalah anak dari perawan Nana. Ia adalah “Kristus” dan “putra tunggalnya yang diperanakkan” Darahnya dipercaya dapat memperbaharui kesuburan bumi. Ia adalah sebuah simbol kekekalan. Ia dipercaya mati pada tanggal 24 Maret dan bangkit kembali secara singkat setelah hari kematiannya.

Adonis atau Tammuz:

Ia terlahir dari seorang perawan dan “kristus” Suriah. Ia mati untuk menembus dosa manusia, kemudian bangkit kembali dari kematian di musim semi.

Dionysus atau Bacchus:

Ia adalah “putra tunggal yang diperanakkan” oleh Yupiter, raja para dewa Romawi dan tuan dari kehidupan dan kematian (Bagi orang-orang Yunani, bapaknya adalah Zeus). Ia mempunyai nama dewa anggur dan pesta. Dionysus mati ditangan Titans, yang mengoyak tubuhnya sebagian, memanggang potongan tubuh, dan memakan tubuhnya. Pada poin ini Zeus campur tangan, menyelamakan beberapa potongan, dan menyuruh Apollo menguburkan potongan-potongan tubuh Dionysus di Delphi. Dipercaya, Dionysus bangkit dari kematian dan ia berkata kepada manusia “Ini Aku yang membimbingmu;ini Aku yang melindungimu, dan yang menyelamatkan mu; Akulah Alpha dan Omega.”Ia yang membunuh dosa manusia dan yang “orang yang dibunuh”, “penanggung dosa”, dan “penebus”. Dalam merayakannya, para penyembahnya akan mengamati Sparagmos; menyobek bagian hewan yang hidup, memakan dagingnya, dan meminum darahnya; para peserta percaya bahwa mereka ikut ambil bagian dari tubuh dan darah tuhan. Juga memainkan tahapan perayaan ini. Anggur adalah pusat dari kegiatan acara keagamaan ini. Tidakkah sama dengan agama Kristen

Bel atau Baal:

Ia adalah dewa matahari Babylonia. Cerita kehidupan dan penderitaannya sebagian diadopsi oleh para pengarang Injil dalam menyusun biografi Yesus Kristus. Disebut tuan universal, ia dibunuh oleh monster-monster tetapi kembali hidup. Ia mati dan bangkit kembali lalu dirayakan setiap tahun oleh masyarakat Kanaan dalam upacaya ritual kesuburan.

Osiris:

Ia adalah dewa Mesir, dewa kematian dan bawah dunia, lahir dari “perawan dunia” pada tanggal 29 Desember. Ia mengajarkan kelemah-lembutan dan kedamaian. Anggur dan jagung adalah penemuannya. Ia dikhianati oleh Typhen, dibunuh dan dikoyak-koyak tubuhnya. Ia tinggal di neraka selama dua atau tiga hari dan tiga malam. Ia akan mengadili manusia di kehidupan mendatang.

Mithras atau Mithra:

Ia adalah dewa matahari orang-orang Persia dan anak dari seorang perawan. Ia lahir pada tanggal 25 Desember. Natal dan Paskah adalah dua dari perayaan agama penting dari gerejanya. Penyembahnya mengobservasi pembaptisan, konfirmasi, dan makan malam sakramen suci yang ketika itu ia akan ambil bagian dari “dewa” mereka dalam bentuk roti dan anggur.

Krishna:

Dewa India Krishna juga menanggung kepedihan luar biasa sebagaimana cerita kehidupan Yesus versi Kristen. Krishna adalah inkarnasi dari Dewa India tertinggi yaitu Dewa Vishnu (penjaga dan pelindung dunia) dalam rahim Devaki. Nabi Hindu Bala meramalkan bahwa seorang juru selamat (kristus) akan “inkarnasi ke rumah Yadu, dan lahir dari rahim Devaki (seorang perawan suci), dan menggantikan penindasan dunia dari beban dosa dan kesedihan”. Pada saat kelahiran Krishna, para malaikat menyanyi bersama dan menyatakan “Dikirim melalui wanita baik hati inilah, alam akan dimuliakan.” Kelahirannya ditandai oleh sebuah bintang di surga. Meskipun darah kerajaan mengalir ditubuh Krishna, ia terlahir disebuah gua (cave). Krishna dihadiahi dengan hadiah kayu gaharu (sandalwood) dan parfum-parfum. Bapak asuhnya diperintahkan untuk melarikan diri dan sembunyi dari Raja Kansa yang menginginkan nyawa Krishna. Raja Kansa telah memerintahkan semua bayi laki-laki yang lahir pada malam itu untuk dibunuh. Satu dari mukjizat pertamanya adalah mengobati seorang penderita kusta. Ia selanjutnya dibunuh dan mengakibatkan sebuah gerhana matahari dan sebuah bentuk lingkaran hitam disekitar bulan. Roh-roh melihat pada semua sisi dan ia turun ke neraka, bangkit lagi, dan diangkat ke sorga dengan disaksikan oleh banyak saksi mata yang menyaksikan tubuh Krishna diangkat ke langit. Kelak Krishna akan “datang untuk kedua kalinya” di masa yang akan datang yang mana para pengikutnya senantiasa menantikannya. Tak terhitung banyaknya kesamaan-kesamaan lain dengan apa yang saat ini dikenal sebagai “agama Kristen” meskipun agama Hindu telah eksis ratusan tahun sebelum kelahiran Yesus. Berbagai riwayat dari masa kanak-kanak Krishna benar-benar berhubungan erat dengan riwayat apocryphal masa kanak-kanak Yesus. Dalam syair epic kuno, Krishna digambarkan sebagai seorang pahlawan besar, dan tidak sampai dengan abad 4 SM ia telah diangkat ke posisi seorang tuhan (dewa).

Sarjana Kristen modern telah mengakui fakta bahwa tiga dekade pertama, “Agama Kristen” masih menjadi sebuah sekte Yudaisme dan bahwa lima belas pertama uskup agama Kristen dikhitan dan beribadah di sinagoga (bait) Yahudi. Kita telah simak bersama diatas bagaimana pasca pengenalan agama Kristen kepada orang-orang Romawi dan “pengawalan” Kerajaan Romawi terhadap agama Kristen yang mulai melihat banyak “kebenaran” dari misi Yesus yang dahulu disembunyikan dari rasul-rasul Yesus pertama. Kita telah lihat juga bagaimana “Trinitas”, kelahiran Yesus pada tanggal 25 Desember, perayaan Paskah, dan banyak doktrin pokok agama Kristen tidak diakui sebagai “kebenaran” hingga setelah agama Yesus diadopsi dari orang-orang pagan itu yang selama berabad-abad sebelumnya telah mengenal doktrin “Trinitas”, “juru selamat/Kristus dari dosa”, “inkarnasi Tuhan”, “kematian dan kebangkitan”, “Natal dan Paskah”, “tiga hari tiga malam di neraka”. “putra tunggal yang diperanakkan oleh Tuhan”, “dibunuh oleh musuh”, dan banyak hal-hal lainnya yang kemudian “diinspirasikan” kepada mereka oleh “Tuhan” agar di “tulis” dalam Bible sehingga mereka dapat melihatnya secara jelas.

Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2559
Join date : 03.01.12
Reputation : 115

Kembali Ke Atas Go down

Re: Penceritaan Yesus terinspirasi dari mitologi pagan

Post by frontline defender on Sun Dec 16, 2012 11:16 pm

bahan bacaan yang menarik! 2 good
avatar
frontline defender
MAYOR
MAYOR

Posts : 6460
Kepercayaan : Islam
Join date : 17.11.11
Reputation : 137

Kembali Ke Atas Go down

Re: Penceritaan Yesus terinspirasi dari mitologi pagan

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik