FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Dampak Meditasi dan Bahayanya

Halaman 1 dari 2 1, 2  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Dampak Meditasi dan Bahayanya

Post by Penyaran on Wed Dec 12, 2012 4:00 pm

penelitian ilmiah mengenai dampak negatif dari meditasi yang ternyata lebih banyak mudharatnya dibandingkan menfaatnya. ulasan berikut ini akan membahasnya.

Pembahasan:

Semedi, meditasi, atau bertapa, merupakan sebuah praktek yang semakin populer bagi masyarakat modern dewasa ini. Tradisi semedi awalnya berasal dari India dan meluas sebagai alternatif penenangan diri bagi masyarakat khususnya di Barat. Terdapat banyak usaha untuk memahami semedi dari perspektif sains ketika fenomena ini memasuki dunia barat yang rasional. Sebagai sebuah perilaku, ada dampak positif, dan ada pula dampak negatif dari semedi. Berikut tinjauan kritis mengenai dampak semedi bagi manusia, khususnya masyarakat modern.

Tinjauan dasar tentang Meditasi

Meditasi memiliki banyak variasi. Pada dasarnya ia adalah perilaku berdiam diri dalam postur tertentu, umumnya duduk, dalam waktu tertentu yang cukup panjang. Tujuannya juga dapat bervariasi namun umumnya adalah meningkatkan kualitas diri pelaku, entah itu kewaspadaan, menyatu dengan alam, kedamaian diri, penghilangan nafsu, atau menahan diri untuk melakukan tindakan tertentu yang tidak diinginkan. Tinjauan positif negatif berikut tidak dapat digeneralisir untuk semua semedi. Pembaca harus memahami konteks semedi jenis apa yang bisa memunculkan dampak positif atau negatif yang dimaksud.

Dampak Positif

Meditasi, diwariskan dari tradisi Buddha, saat ini mulai digunakan dalam psikologi Barat untuk mengangkat berbagai kondisi mental dan fisik. Penelitian ilmiah semedi umumnya ada dalam payung psikologi positif. Penelitian telah dilakukan selama 20 atau 30 tahun dan semakin meningkat dalam dekade terakhir. Tahun 2011, National Center for Complementary and Alternative Medicine (NCCAM) NIH melaporkan temuan studi dimana citra resonansi magnetik otak dari 16 partisipan 2 minggu sesudah dan setelah meditasi yang mengikuti program meditasi diambil oleh para peneliti dari Rumah Sakit Umum Massachusetts, Lembaga Citra Syaraf Bender di Jerman, dan Sekolah Medis Universitas Massachusetts. Penelitian ini menyimpulkan kalau:

“temuan ini mewakili mekanisme otak yang berasosiasi dengan perbaikan kesehatan mental”

Sebuah studi bulan Januari 2011 di jurnal Psychiatry Research: Neuroimaging, berdasarkan pencitraan resonansi magnetik (MRI) dari partisipan Mindfulness-Based Stress Reduction (MBSR), menyatakan kalau “partisipasi dalam MBSR berasosiasi dengan perubahan konsentrasi materi abu-abu di daerah otak yang bertanggung jawab atas proses belajar dan mengingat, pengaturan emosi, proses referensi diri, dan pengambilan sudut pandang.”

Dampak Negatif Meditasi Berlebih

1. Depersonalisasi

Terdapat jenis meditasi khusus yang disebut meditasi disosiatif. Meditasi disosiatif adalah meditasi yang bertujuan untuk memisahkan individu sebagai pengamat fenomena ketimbang melibatkan individu ke dalam sebuah aktivitas. Biasanya meditasi semacam ini disebut meditasi pembebasan dengan maksud membebaskan jiwa pelaku dari sebuah pengikat, misalnya nafsu-nafsu jasmaniah.

Meditasi model ini berfokus pada penghapsan ego atau self dan menjadi Semesta, atau Diri secara universal. Dua ribu tahun praktek ini dilakukan oleh masyarakat India. Praktek spiritual semacam ini telah begitu mengakar sehingga mereka lebih memandang dunia luar hanya sejauh ia ikut campur dalam hidup mereka secara langsung. Hal ini berakibat pada rendahnya kesadaran adanya subjek lain, sampai pada level hak dan tanggung jawab warga negara secara politik, sebuah mentalitas yang menyulitkan demokrasi dan memudahkan rezim otoriter berkuasa di level masyarakat.

Dalam psikologi, kepribadian semacam ini disebut kepribadian disosiatif. Gejala disosiatif adalah kondisi dimana seseorang merasa terlepas dari diri sendiri. Ia akan merasakan kalau dirinya atau lingkungannya sebagai sesuatu yang tidak nyata. Ia akan merasakan tidak memiliki kontrol atas diri sendiri. Dalam pikirannya, dunia hanyalah sebuah perasaan yang muncul dari dalam dirinya sendiri.

Pertanyaannya menjadi: apakah saya merupakan masalah bagi tubuh ini, atau apakah tubuh ini merupakan masalah bagi saya? Pada tahap ekstrim, hal ini membawa pada bunuh diri dengan alasan membebaskan diri dari “belenggu” jasad.

Meditasi disosiatif bukanlah sebuah solusi yang masuk akal untuk menghadapi masalah yang dialami individu di masyarakat. Masalah penderitaan sosial adalah masalah yang nyata dan karenanya keterlibatan individu dalam masyarakat sangat dibutuhkan.

2.Hipoksia

Meditasi biasanya dilakukan pada ruangan yang sepi dan sedikit mungkin derau dari luar. Kita memejamkan mata sehingga melihat langsung bintik-bintik reseptor cahaya di retina (derau seperti di layar televisi tanpa siaran). Dengan tindakan semacam ini, pikiran akan lebih mudah berfokus pada sensasi ketubuhan. Napas juga diatur sedemikian oleh pikiran (bukannya langsung tanpa sadar oleh otak). Napas yang diatur bukan hanya mengalihkan pikiran pada bagaimana bernapas yang baik namun juga membawa pada hipoksia. Hipoksia adalah kondisi dimana pasokan oksigen menjadi rendah di otak. Dalam kondisi hipoksia, pikiran menjadi sangat tenang dan napas menjadi sangat lembut. Semakin rendahnya pasokan oksigen ke otak, aktivitas otakpun semakin menurun. Jika pelaku merasakan kedamaian di saat ini, ini bukanlah kedamaian sesungguhnya secara psikis namun kedamaian buatan secara biologis.

Berfokus pada napas dan sensasi diri membuat pikiran tenang yang ditandai dengan hipoksia. Dengan adanya ketenangan pikiran, pelaku dapat berkonsentrasi pada merasakan sensasi ketubuhan. Goenka misalnya, mendaku kalau dalam kondisi ini, kita akan merasakan seluruh gerak individual molekul dan atom di tubuh kita sebagai tanda kita mulai mampu memisahkan antara jiwa dan raga. Hal ini tidak benar. Sensasi bergetar ketika berada dalam kondisi hipoksia disebabkan oleh kesemutan, hanya saja kesemutan ini berasal dari syaraf di dalam tubuh kita sendiri yang kekurangan aliran darah dan oksigen.

Lalu apa masalahnya dengan hipoksia? Tentunya ketidaksiapan tubuh menghadapi kejutan. Seperti halnya mata yang tertutup lama tidak siap menghadapi cahaya terang, begitu juga tubuh yang terdiam pada waktu lama tidak siap untuk melakukan gerakan yang secara normal dapat kita lakukan. Jika dipaksakan, kita bisa mendapatkan serangan jantung atau setidaknya epilepsi.

3.Mengganggu Sistem Syaraf Otonom

Reaktivitas otak pada sensasi inderawi merupakan hasil evolusi kita untuk bertahan hidup. Segera ketika tubuh merasakan sakit atau panas atau dingin atau kondisi berbahaya lainnya, otak memberi sinyal pada tubuh agar bereaksi sedemikian hingga menjauh dari kondisi bahaya tersebut. Ketika kita bersemedi dalam postur yang sama terus menerus misalnya, otak menganggap hal tersebut berbahaya bagi peredaran darah atau menekan beberapa syaraf penting. Karena alasan ini, otak menyuruh tubuh untuk berganti posisi.

Tindakan menahan diri dari keinginan untuk berganti posisi dengan alasan melatih diri agar tidak terpengaruh rangsangan dunia luar tubuh menjadi sebuah hal yang berbahaya. Memang beberapa reaksi tubuh dapat dipandang sebagai reaksi yang berbahaya bagi kehidupan sosial, misalnya marah, takut, egois, nafsu, agresi, stress, hiperaktivitas. Namun tubuh memiliki sistem otonomnya sendiri yang bekerja otomatis menyesuaikan berbagai banyak komponen syaraf yang mungkin tak diperhitungkan kita ketika membawanya ke ranah sadar. Ada alasan mengapa detak jantung berada di sistem syaraf otonom bukannya diatur secara sadar oleh kita. Jika hal ini diganggu, bahaya serangan jantung dapat menjadi nyata.

4.Ketenangan Pikiran

Mungkin anda heran mengapa ketenangan pikiran dipandang sebagai dampak negatif. Hal ini memang cukup subjektif tetapi ketika kita bawa pada masyarakat modern sekarang, pikiran yang tidak tenang sungguh merupakan hal penting. Pikiran yang tidak tenang ditandai oleh banyaknya ucapan-ucapan saling tumpang tindih dalam otak. Dalam sekian detik, otak anda memikirkan tentang hal ini, dan sesaat kemudian pindah ke hal lain. Dalam satu menit, anda telah memikirkan banyak hal seperti masa kecil, kejadian tadi pagi, masa datang seperti apa, dan sebagainya, semua seperti potongan-potongan halaman dari ratusan buku yang bercerai berai dan disatukan secara acak dalam satu buku. Hal ini juga yang membuat “membaca pikiran” adalah sebuah tindakan yang hampir mustahil dilakukan oleh orang lain pada seseorang (profesor Xavier dalam X-Men misalnya).

Secara evolusioner, kompleksitas hidup manusia memang menuntut pola berpikir acak demikian. Otak hanya memikirkan apa yang dianggap bernilai. Adanya banyak pikiran acak bermakna ada banyak hal bernilai dalam pikiran yang harus diproses otak. Hal ini membawa pada satu kelebihan dari berpikir tidak tenang:

Ia merupakan sumber dari pemikiran kreatif. Dari sekian banyak hal tidak berhubungan yang dipikirkan seseorang dalam satu menit akan ada satu hubungan mendadak tak terduga. Ini sebuah pemikiran baru dan apabila individu memutuskan untuk memikirkannya lebih jauh, hal tersebut dapat menjadi hal yang mengejutkan (baik ataupun buruk) seperti penemuan solusi baru atas masalah penting atau penemuan ide untuk menjadi kaya. Dalam dunia penuh persaingan di masa modern, pemikiran kreatif sangat dibutuhkan.

5.Hilangnya Penghargaan Pada Estetika

Dalam meditasi jenis tertentu, pelaku menjadi sangat terfokus pada dirinya sendiri. Dunia luar menjadi sesuatu yang sekunder. Akibatnya adalah individu menjadi egois sejati. Ia tidak memandang pemandangan alam, bintang-bintang, keluarga, seks, tetesan hujan, bunga-bunga, dan deburan ombak sebagai sesuatu yang indah. Mereka adalah nafsu. Pada taraf tertentu, mereka bahkan tiba pada kesimpulan kalau dunia ini hanya ilusi. Walaupun hal tersebut merupakan perdebatan dalam ranah filsafat, satu hal yang pasti adalah hilangnya sistem nilai yang mengikat masyarakat.

Kesimpulan

Meditasi memiliki manfaat cukup baik bagi jiwa manusia, tetapi jika dilakukan secara berlebih, hasilnya justru berbalik, bukan hanya berbahaya bagi jiwa tetapi juga bagi jasad. Beberapa bentuk meditasi bahkan bisa digantikan dengan bentuk penajaman konsentrasi lainnya. Diperlukan sebuah kebijaksanaan untuk mensikapi segala klaim yang datang dari jasa meditasi agar keinginan kita untuk menjadi lebih baik dapat terfasilitasi.

Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2559
Join date : 03.01.12
Reputation : 115

Kembali Ke Atas Go down

Re: Dampak Meditasi dan Bahayanya

Post by BiasaSaja on Wed Dec 12, 2012 7:55 pm

bisa minta linknya bung?? pliss
avatar
BiasaSaja
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 660
Kepercayaan : Protestan
Location : warnet langganan
Join date : 08.12.12
Reputation : 11

Kembali Ke Atas Go down

Re: Dampak Meditasi dan Bahayanya

Post by BiasaSaja on Wed Dec 12, 2012 7:56 pm

@Penyaran wrote:penelitian ilmiah mengenai dampak negatif dari meditasi yang ternyata lebih banyak mudharatnya dibandingkan menfaatnya. ulasan berikut ini akan membahasnya.

Pembahasan:

Semedi, meditasi, atau bertapa, merupakan sebuah praktek yang semakin populer bagi masyarakat modern dewasa ini. Tradisi semedi awalnya berasal dari India dan meluas sebagai alternatif penenangan diri bagi masyarakat khususnya di Barat. Terdapat banyak usaha untuk memahami semedi dari perspektif sains ketika fenomena ini memasuki dunia barat yang rasional. Sebagai sebuah perilaku, ada dampak positif, dan ada pula dampak negatif dari semedi. Berikut tinjauan kritis mengenai dampak semedi bagi manusia, khususnya masyarakat modern.

Tinjauan dasar tentang Meditasi

Meditasi memiliki banyak variasi. Pada dasarnya ia adalah perilaku berdiam diri dalam postur tertentu, umumnya duduk, dalam waktu tertentu yang cukup panjang. Tujuannya juga dapat bervariasi namun umumnya adalah meningkatkan kualitas diri pelaku, entah itu kewaspadaan, menyatu dengan alam, kedamaian diri, penghilangan nafsu, atau menahan diri untuk melakukan tindakan tertentu yang tidak diinginkan. Tinjauan positif negatif berikut tidak dapat digeneralisir untuk semua semedi. Pembaca harus memahami konteks semedi jenis apa yang bisa memunculkan dampak positif atau negatif yang dimaksud.

Dampak Positif

Meditasi, diwariskan dari tradisi Buddha, saat ini mulai digunakan dalam psikologi Barat untuk mengangkat berbagai kondisi mental dan fisik. Penelitian ilmiah semedi umumnya ada dalam payung psikologi positif. Penelitian telah dilakukan selama 20 atau 30 tahun dan semakin meningkat dalam dekade terakhir. Tahun 2011, National Center for Complementary and Alternative Medicine (NCCAM) NIH melaporkan temuan studi dimana citra resonansi magnetik otak dari 16 partisipan 2 minggu sesudah dan setelah meditasi yang mengikuti program meditasi diambil oleh para peneliti dari Rumah Sakit Umum Massachusetts, Lembaga Citra Syaraf Bender di Jerman, dan Sekolah Medis Universitas Massachusetts. Penelitian ini menyimpulkan kalau:

“temuan ini mewakili mekanisme otak yang berasosiasi dengan perbaikan kesehatan mental”

Sebuah studi bulan Januari 2011 di jurnal Psychiatry Research: Neuroimaging, berdasarkan pencitraan resonansi magnetik (MRI) dari partisipan Mindfulness-Based Stress Reduction (MBSR), menyatakan kalau “partisipasi dalam MBSR berasosiasi dengan perubahan konsentrasi materi abu-abu di daerah otak yang bertanggung jawab atas proses belajar dan mengingat, pengaturan emosi, proses referensi diri, dan pengambilan sudut pandang.”

Dampak Negatif Meditasi Berlebih

1. Depersonalisasi

Terdapat jenis meditasi khusus yang disebut meditasi disosiatif. Meditasi disosiatif adalah meditasi yang bertujuan untuk memisahkan individu sebagai pengamat fenomena ketimbang melibatkan individu ke dalam sebuah aktivitas. Biasanya meditasi semacam ini disebut meditasi pembebasan dengan maksud membebaskan jiwa pelaku dari sebuah pengikat, misalnya nafsu-nafsu jasmaniah.

Meditasi model ini berfokus pada penghapsan ego atau self dan menjadi Semesta, atau Diri secara universal. Dua ribu tahun praktek ini dilakukan oleh masyarakat India. Praktek spiritual semacam ini telah begitu mengakar sehingga mereka lebih memandang dunia luar hanya sejauh ia ikut campur dalam hidup mereka secara langsung. Hal ini berakibat pada rendahnya kesadaran adanya subjek lain, sampai pada level hak dan tanggung jawab warga negara secara politik, sebuah mentalitas yang menyulitkan demokrasi dan memudahkan rezim otoriter berkuasa di level masyarakat.

Dalam psikologi, kepribadian semacam ini disebut kepribadian disosiatif. Gejala disosiatif adalah kondisi dimana seseorang merasa terlepas dari diri sendiri. Ia akan merasakan kalau dirinya atau lingkungannya sebagai sesuatu yang tidak nyata. Ia akan merasakan tidak memiliki kontrol atas diri sendiri. Dalam pikirannya, dunia hanyalah sebuah perasaan yang muncul dari dalam dirinya sendiri.

Pertanyaannya menjadi: apakah saya merupakan masalah bagi tubuh ini, atau apakah tubuh ini merupakan masalah bagi saya? Pada tahap ekstrim, hal ini membawa pada bunuh diri dengan alasan membebaskan diri dari “belenggu” jasad.

Meditasi disosiatif bukanlah sebuah solusi yang masuk akal untuk menghadapi masalah yang dialami individu di masyarakat. Masalah penderitaan sosial adalah masalah yang nyata dan karenanya keterlibatan individu dalam masyarakat sangat dibutuhkan.

2.Hipoksia

Meditasi biasanya dilakukan pada ruangan yang sepi dan sedikit mungkin derau dari luar. Kita memejamkan mata sehingga melihat langsung bintik-bintik reseptor cahaya di retina (derau seperti di layar televisi tanpa siaran). Dengan tindakan semacam ini, pikiran akan lebih mudah berfokus pada sensasi ketubuhan. Napas juga diatur sedemikian oleh pikiran (bukannya langsung tanpa sadar oleh otak). Napas yang diatur bukan hanya mengalihkan pikiran pada bagaimana bernapas yang baik namun juga membawa pada hipoksia. Hipoksia adalah kondisi dimana pasokan oksigen menjadi rendah di otak. Dalam kondisi hipoksia, pikiran menjadi sangat tenang dan napas menjadi sangat lembut. Semakin rendahnya pasokan oksigen ke otak, aktivitas otakpun semakin menurun. Jika pelaku merasakan kedamaian di saat ini, ini bukanlah kedamaian sesungguhnya secara psikis namun kedamaian buatan secara biologis.

Berfokus pada napas dan sensasi diri membuat pikiran tenang yang ditandai dengan hipoksia. Dengan adanya ketenangan pikiran, pelaku dapat berkonsentrasi pada merasakan sensasi ketubuhan. Goenka misalnya, mendaku kalau dalam kondisi ini, kita akan merasakan seluruh gerak individual molekul dan atom di tubuh kita sebagai tanda kita mulai mampu memisahkan antara jiwa dan raga. Hal ini tidak benar. Sensasi bergetar ketika berada dalam kondisi hipoksia disebabkan oleh kesemutan, hanya saja kesemutan ini berasal dari syaraf di dalam tubuh kita sendiri yang kekurangan aliran darah dan oksigen.

Lalu apa masalahnya dengan hipoksia? Tentunya ketidaksiapan tubuh menghadapi kejutan. Seperti halnya mata yang tertutup lama tidak siap menghadapi cahaya terang, begitu juga tubuh yang terdiam pada waktu lama tidak siap untuk melakukan gerakan yang secara normal dapat kita lakukan. Jika dipaksakan, kita bisa mendapatkan serangan jantung atau setidaknya epilepsi.

3.Mengganggu Sistem Syaraf Otonom

Reaktivitas otak pada sensasi inderawi merupakan hasil evolusi kita untuk bertahan hidup. Segera ketika tubuh merasakan sakit atau panas atau dingin atau kondisi berbahaya lainnya, otak memberi sinyal pada tubuh agar bereaksi sedemikian hingga menjauh dari kondisi bahaya tersebut. Ketika kita bersemedi dalam postur yang sama terus menerus misalnya, otak menganggap hal tersebut berbahaya bagi peredaran darah atau menekan beberapa syaraf penting. Karena alasan ini, otak menyuruh tubuh untuk berganti posisi.

Tindakan menahan diri dari keinginan untuk berganti posisi dengan alasan melatih diri agar tidak terpengaruh rangsangan dunia luar tubuh menjadi sebuah hal yang berbahaya. Memang beberapa reaksi tubuh dapat dipandang sebagai reaksi yang berbahaya bagi kehidupan sosial, misalnya marah, takut, egois, nafsu, agresi, stress, hiperaktivitas. Namun tubuh memiliki sistem otonomnya sendiri yang bekerja otomatis menyesuaikan berbagai banyak komponen syaraf yang mungkin tak diperhitungkan kita ketika membawanya ke ranah sadar. Ada alasan mengapa detak jantung berada di sistem syaraf otonom bukannya diatur secara sadar oleh kita. Jika hal ini diganggu, bahaya serangan jantung dapat menjadi nyata.

4.Ketenangan Pikiran

Mungkin anda heran mengapa ketenangan pikiran dipandang sebagai dampak negatif. Hal ini memang cukup subjektif tetapi ketika kita bawa pada masyarakat modern sekarang, pikiran yang tidak tenang sungguh merupakan hal penting. Pikiran yang tidak tenang ditandai oleh banyaknya ucapan-ucapan saling tumpang tindih dalam otak. Dalam sekian detik, otak anda memikirkan tentang hal ini, dan sesaat kemudian pindah ke hal lain. Dalam satu menit, anda telah memikirkan banyak hal seperti masa kecil, kejadian tadi pagi, masa datang seperti apa, dan sebagainya, semua seperti potongan-potongan halaman dari ratusan buku yang bercerai berai dan disatukan secara acak dalam satu buku. Hal ini juga yang membuat “membaca pikiran” adalah sebuah tindakan yang hampir mustahil dilakukan oleh orang lain pada seseorang (profesor Xavier dalam X-Men misalnya).

Secara evolusioner, kompleksitas hidup manusia memang menuntut pola berpikir acak demikian. Otak hanya memikirkan apa yang dianggap bernilai. Adanya banyak pikiran acak bermakna ada banyak hal bernilai dalam pikiran yang harus diproses otak. Hal ini membawa pada satu kelebihan dari berpikir tidak tenang:

Ia merupakan sumber dari pemikiran kreatif. Dari sekian banyak hal tidak berhubungan yang dipikirkan seseorang dalam satu menit akan ada satu hubungan mendadak tak terduga. Ini sebuah pemikiran baru dan apabila individu memutuskan untuk memikirkannya lebih jauh, hal tersebut dapat menjadi hal yang mengejutkan (baik ataupun buruk) seperti penemuan solusi baru atas masalah penting atau penemuan ide untuk menjadi kaya. Dalam dunia penuh persaingan di masa modern, pemikiran kreatif sangat dibutuhkan.

5.Hilangnya Penghargaan Pada Estetika

Dalam meditasi jenis tertentu, pelaku menjadi sangat terfokus pada dirinya sendiri. Dunia luar menjadi sesuatu yang sekunder. Akibatnya adalah individu menjadi egois sejati. Ia tidak memandang pemandangan alam, bintang-bintang, keluarga, seks, tetesan hujan, bunga-bunga, dan deburan ombak sebagai sesuatu yang indah. Mereka adalah nafsu. Pada taraf tertentu, mereka bahkan tiba pada kesimpulan kalau dunia ini hanya ilusi. Walaupun hal tersebut merupakan perdebatan dalam ranah filsafat, satu hal yang pasti adalah hilangnya sistem nilai yang mengikat masyarakat.

Kesimpulan

Meditasi memiliki manfaat cukup baik bagi jiwa manusia, tetapi jika dilakukan secara berlebih, hasilnya justru berbalik, bukan hanya berbahaya bagi jiwa tetapi juga bagi jasad. Beberapa bentuk meditasi bahkan bisa digantikan dengan bentuk penajaman konsentrasi lainnya. Diperlukan sebuah kebijaksanaan untuk mensikapi segala klaim yang datang dari jasa meditasi agar keinginan kita untuk menjadi lebih baik dapat terfasilitasi.

Ne TS emang kagak baca dulu sebelum ngetik kali ya?? ngupil

avatar
BiasaSaja
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 660
Kepercayaan : Protestan
Location : warnet langganan
Join date : 08.12.12
Reputation : 11

Kembali Ke Atas Go down

Re: Dampak Meditasi dan Bahayanya

Post by Penyaran on Mon Dec 17, 2012 1:24 pm

Perlu diketahui bahwa keberadaan yoga yang banyak dilakukan oleh masyarakat dan perkumpulan yoga hari ini sebenarnya bukan yoga yang murni olah tubuh. Melainkan mereka (para praktisi yoga) banyak mencampur adukkan gerakan yoga dari tahapan meditasi diam hingga meditasi gerak (Yoga memang tak ubahnya dengan meditasi. Secara umum, senam yoga adalah meditasi dalam gerak sebab dalam melakukan gerakan yoga juga pikiran kita dilatih untuk tenang dan khusyuk) dengan selalu mengiringinya dengan bacaan-bacaan khusus disertai dengan menghadirkan hati dan kekhusyu’an. memusatkan pikiran dan konsentrasi, atau melihat pada objek gambar tertentu.

Setelah mereka melakukannya, biasanya mereka merasakan sensasi yang berbeda. Terutama bagi praktisi yoga yang ingin mendapatkan suatu kesaktian tertentu, ada yang mengklaim bahwa mereka didatangi oleh mahkluk astral (Dewa-dewi) yang sesungguhnya itu adalah s*t*n. Atau merasa kundalininya telah bangkit yang sesungguhnya adalah syetan yang berjalan di sepanjang tulang punggungnya dengan menstimulir syaraf tubuhnya hingga merasa seolah-olah ada yang menjalar panas, dingin, getaran halus dan berbagai macam sensasi lainnya.

Dari sini jelas sekali bahwa yoga ini merupakan ibadah orang-orang Hindu. Terkhusus untuk para devotes sai baba, yoga merupakan menu wajib baginya. Dan sebagaian besar perkumpulan Sai Organisation berlindung di balik perkumpulan-perkumpulan ini. Salah satu gelar dan julukan sai baba sendiri adalah Maha Master Yogi (raja diraja Yoga). Meditasi yoga mengajarkan bahwa seseorang akan sampai pada puncak kesadaran ini yang tertinggi, atau berada pada maqam manunggaling kawula gusti karena kesempurnaan gerakan yoga yang dilakukannya, maka sai baba dianggap salah satu master yoga yang telah mencapai maqam itu. Kehebatan ilmu yoga Sai Baba diklaim telah mengantarkan dirinya pada derajad seorang avatar (menjelmanya tuhan dalam dirinya). Saibaba sendiri selalu mengingatkan pada devotesnya bahwa tuhan berada dalam diri setiap orang. Bahkan, Sai Baba menyebutkan bahwa setiap manusia adalah tuhan. Inilah buah dari pengamalan yoga yang dipraktekkan oleh para pengikut Sai Baba.

Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2559
Join date : 03.01.12
Reputation : 115

Kembali Ke Atas Go down

Re: Dampak Meditasi dan Bahayanya

Post by BiasaSaja on Fri Dec 21, 2012 6:25 pm

Gue keknya pernah baca2 yang meditasi di dalam kegelapan gua itu siapa ya namanya..... baibai

Bahaya bener tuh hasilnya usil
avatar
BiasaSaja
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 660
Kepercayaan : Protestan
Location : warnet langganan
Join date : 08.12.12
Reputation : 11

Kembali Ke Atas Go down

Re: Dampak Meditasi dan Bahayanya

Post by Penyaran on Sat May 11, 2013 11:40 am

Hasil penelitian ini sangat-sangat penting diketahui bagi yang senang bermeditasi, sebab efek negative bermeditasi ternyata membuat kita dapat menderita skizophrenia dan gangguan psikis lain seperti halusinasi. Kami harap Informasi ini disebarkan ke berbagai maillinglist, website-website dan berbagai media cetak.

Kasus efek negative bermeditasi yang telah diteliti adalah kasus yang dialami oleh seorang warga San Fransisco, Amerika Serikat, bernama Karen Long, sebagaimana dikutip SF Weekly.com, ditahun 2002. Karen Long pada awalnya mendatangi kuil Budha di kotanya. Ia bermaksud menemui seorang guru yang mengajarkan praktek meditasi untuk menyembuhkan beberapa penyakit fisik yang dideritanya. Atas anjuran sang guru. Karen pun setiap hari melakukan meditasi satu- dua jam. Dan hasilnya cukup menggembirakan, karena gangguan fisik yang dikeluhkannya berangsur-angsur lenyap. Tapi yang menjadi permasalahannya, karena ia justru dijangkiti oleh penyakit baru, yakni berhalusinasi. "Saya mulai mendengar suara-suara aneh". Kata Karen. Padahal suara itu sebenarnya tak ada.

Keluhan tersebut sempat diutarakan oleh Karen Long kepada gurunya. Apa jawaban gurunya/ halusinasi itu tak lain 'wahyu tuhan" atau sejenis wangsit. Gurunya menyarankan Karen untuk tetap rutin dalam bermeditasi. Walaupun demikian, tetap saja. Tidak bisa menenangkan bathin Karen. Ia tetap gelisah. Hal itu baru bisa hilang tiga tahun kemudian setelah Karen menghentikan meditasinya.

Permasalahan buruk yang demikian ini, tak hanya dialami oleh Karen saja. Bahkan menurut pengakuan Maggie Phillips, Direktur california Institude Clinical Hypnosis, Oakland, Amerika Serikat, ia dikunjungi banyak pasien yang mengalami efek negatif bermeditasi, sebagaimana yang dialami Karen tersebut. Keterangan ini juga dapat kita peroleh dari Jahja Lanich, psikolog klinis pada Universitas Berkeley Amerika Serikat, yang mengaku kedatangan 70 pasien yang berobat gara-gara bermeditasi.

Dari catatan medis, rata-rata mereka mengeluh cemas, susuh tidur, dan muka pucat. Misalnya ada yang menderita cemas, merasa lingkungan disekitarnya seolah-olah gelap, susah tidur, mendengar suara-suara aneh dan bahkan ada yang merasa bahwa dirinya sudah meninggal dunia. Keluhan yang demikian sangat mengejutkan, karena dari riwayat famili, tak satupun dari mereka yang mengidap gangguan mental.

Studi serupa pernah dilakukan oleh psikolog dari universitas Leuretian, kanada pada awal tahun 2002 yang lalu. Dari 1.081 maditator, seganyak 221 orang mengalami gejala-gejala epilepsi, antara lain kejang-kejang dan keluarnya cairan dari mulut. (dalam bahasa kita Kesurupan).

Erwin Kusuma, psikiater pada Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, Jakarta Pusat, mengakui bahwa kasus serupa menimpa beberapa pasiennya. Mereka mengeluh kerap sedih, cemas, tegang seusai bermeditasi. Namun dari sekian banyak pasien itu , hanya dua orang yang diminta Erwin menghentikan program meditasi lantaran mentalnya lemah. "Satu diantaranya" kata erwin, "Mengalami halusinasi pendengaran, seakan-akan mendengar suara aneh." Efek negatif bermeditasi yang demikian itu, tentu saja mengejutkan semua orang. Sebab selama ini banyak orang yang mengklaim bahwa meditasi relatif aman dan bisa membasmi sejumlah penyakit psikis maupun fisik.

Yang paling menghawatirkan adalah efek halusinasi. Halusinasi termasuk satu diantara tanda skizophrenia. Orang awam sering menyebut skizophrenia ini dengan penyakit gila. Karena itu tak heran bila Erwin pernah berkata, "Meditasi bisa memicu skizaphrenia dan epilepsi". Artinya penyakit jiwa yan sudah "mendekam" lebih dulu di tubuh pasien, lalu muncul setelah menjalani meditasi. Namun Erwin juga menandaskan bahwa " Meditasi bukan faktor penyebab tapi pemicu skizophrenia dan epilepsi disebabkan oleh banyak variabel antara lain faktor lingkungan dan genetika"

Sejumlah ahli syaraf dan psikiater sepakat, bahwa relaksasi pada meditasi memang bisa memicu kecemasan. Hal ini terjadi karena selama meditasi, otak mengeluarkan seretonim. Neurotransmiter itu meningkat melebihi kadarnya. Padahal seretonim terkait dengan memori dan kemurungan seseorang. Makin tinggi kadarnya, ingatan masa lalu bisa muncul lagi. Neurotransmitter adalah zat kimia di otak yang menghubungkan informasi antar sel syaraf di otak.

Dalam proses meditasi, alam bawah sadar seseorang 'diangkat' guna mengimbangi alam sadar, yang selama ini mendominasi kehidupan seseorang. Perasaan cemas, takut dan gembira yang selama ini tependam dalam alam bawah sadar, bisa muncul pada saat meditasi. Hal ini yang mempengaruhi emosi. Sehingga wajar bila muncul ketegangan dan kegelisahan. Demikian keterangan Erwin Kusuma yang juga merupakan dosen hipnosis kedokteran, bagian psikiatri Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Menanggapi masalah munculnya faktor negatif dari meditasi tersebut, Maggie Phillips (Direktur california Institude Clinical Hypnosis, Oakland, Amerika Serikat) menyalahkan guru meditasi. Sebab menurut Maggie Philllips, banyak pelatih meditasi tidak bisa menginteraksikan relaksasi dengan meditasi. Meditasi lebih sering dikedepankan ketimbang relaksasi. Akibatnya pasien kerasukan bayang-bayang. Padahal, relaksasilah yang membuat orang tenang bukan meditasi. Selain itu, meditasi terlalu lama dan mencampurkan dengan mantra-mantra bisa jadi pemicunya.

Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2559
Join date : 03.01.12
Reputation : 115

Kembali Ke Atas Go down

Re: Dampak Meditasi dan Bahayanya

Post by Emiliana on Fri May 31, 2013 3:56 pm

Meditasi ga didampingi guru spiritual seh....kan klo samatha bhavana itu boleh dilakukan siapa saja, tp lain sudah klo bicara soal vipassana bhavana.

Ini kupasan sedkit ttg Hindu:
Hindu memiliki empat jalan mulia (Catur Yoga) untuk mencapai moksha (jivan mukti, nirvana, mahasamadhi, dll istilahnya) yang boleh dipilih bebas sesuai keinginan sendiri. Yaitu Raja Yoga (jalan samadhi, tapa), Jnana Yoga (filsafat, tattwa), Bhakti Yoga (upakara) dan Karma Yoga (jalan kerja, perbuatan). Ajaran Buddha sangat fokus di jalan Raja Yoga dan Jnana Yoga. Bagi penganut Hindu yang tekun di jalan Jnana Yoga dan Raja Yoga, pastilah sadar bahwa mereka ada di jalan (path) yang sama dengan penganut Buddha.

Tidak terhitung Maharsi yang mengatakan : bila ingin tekun di jalan Bhakti Yoga dan Raja Yoga, di awal perjalananmu bacalah Veda. Bila ingin tekun di jalan Karma Yoga, di awal perjalananmu bacalah Bhagavadgita. Bila ingin tekun di jalan Jnana Yoga dan Raja Yoga, di awal perjalananmu bacalah Upanishad dan belajarlah pada……Buddha !

(....http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20080526230016AAPHYjJ)
avatar
Emiliana
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Female
Posts : 258
Kepercayaan : Budha
Location : apa penting
Join date : 04.05.13
Reputation : 5

Kembali Ke Atas Go down

Re: Dampak Meditasi dan Bahayanya

Post by Penyaran on Fri May 31, 2013 4:17 pm

kesel bener deh, semasa si Emiliana dimari gw berasa kek ama si jakajayagiri. lagi nyantaian malah diseriusin panas

jangan2 si Emiliana calon jodohnya si jakajayagiri. TKP

Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2559
Join date : 03.01.12
Reputation : 115

Kembali Ke Atas Go down

Re: Dampak Meditasi dan Bahayanya

Post by Emiliana on Fri May 31, 2013 4:20 pm

Ga afdol klo lu bikin thread yg memojokkan Buddhis, tp gw diem aja. Dan lagi gw sekadar menjelaskan, klo gw menjelaskan dgn serius, ya itu kelebihan gw dunx...Yg jelas gw ga ngajak lu berantem ngece
avatar
Emiliana
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Female
Posts : 258
Kepercayaan : Budha
Location : apa penting
Join date : 04.05.13
Reputation : 5

Kembali Ke Atas Go down

Re: Dampak Meditasi dan Bahayanya

Post by Penyaran on Fri May 31, 2013 5:33 pm


Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2559
Join date : 03.01.12
Reputation : 115

Kembali Ke Atas Go down

Re: Dampak Meditasi dan Bahayanya

Post by Emiliana on Fri May 31, 2013 5:41 pm

Gak nyadar lu thread itu udh resmi jadi sampah? Haha, malah berakhir dgn Emiliana cantik, baik hati, bla bla bla...capek ladenin lu, ga bermanfaat...klo mo ngomong ama w, lgsg aja ama inti topik yg lu buka, ga usah pake nyelonong blg gw ini, itu...r u dare?
avatar
Emiliana
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Female
Posts : 258
Kepercayaan : Budha
Location : apa penting
Join date : 04.05.13
Reputation : 5

Kembali Ke Atas Go down

Re: Dampak Meditasi dan Bahayanya

Post by Penyaran on Fri May 31, 2013 5:51 pm

si jakajayagiri malah berakhirnya dari ngomongin Pajak Gereja & Perpuluhan jadi Zakat & Infaq serta Dakwah Kristen di TV jadi Dakwah Islam di TV ketawa guling ketawa guling ketawa guling : http://laskarislam.indonesianforum.net/t6049-kenalan-ya-sy-puddle#74978

Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2559
Join date : 03.01.12
Reputation : 115

Kembali Ke Atas Go down

Re: Dampak Meditasi dan Bahayanya

Post by Emiliana on Fri May 31, 2013 5:58 pm

Jadi intinya lu ngefans gt ama jakajayagiri, so lu mw ngikutin dy? Terserah lah style lu klo mw kek gt, gw cuman blg: berani ga lu ladenin gw to the point of the topic..misalnya ngomongin meditasi di thread ini. In case lu ga bisa bhs inggris.
Tanpa lu bhs2 gw standar ganda, gw murtadin palsu, gw disuruh ke web lain...
avatar
Emiliana
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Female
Posts : 258
Kepercayaan : Budha
Location : apa penting
Join date : 04.05.13
Reputation : 5

Kembali Ke Atas Go down

Re: Dampak Meditasi dan Bahayanya

Post by Penyaran on Fri May 31, 2013 7:06 pm


Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2559
Join date : 03.01.12
Reputation : 115

Kembali Ke Atas Go down

Re: Dampak Meditasi dan Bahayanya

Post by Emiliana on Mon Jun 03, 2013 1:21 pm

Lo kan emang ada muslim yg ga mau makan makanan hsl sembahyang...dan ada kok teman sy yg Katolik boleh pakai dupa n makan makanan hasil sembahyang...klo gw ngajak lu berkaca karena ada fakta pendukung...terserah lu mw namakan itu OOT apa ga. Sedangkan lu buat gw 'berkaca' pakai fitnahan...
avatar
Emiliana
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Female
Posts : 258
Kepercayaan : Budha
Location : apa penting
Join date : 04.05.13
Reputation : 5

Kembali Ke Atas Go down

Re: Dampak Meditasi dan Bahayanya

Post by Penyaran on Tue Jun 04, 2013 6:33 pm

kembali ke topik,...

@Emiliana wrote:Meditasi ga didampingi guru spiritual seh.

lha trus kalo guru spiritualnya sendiri yg meditasi begimana piss

Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2559
Join date : 03.01.12
Reputation : 115

Kembali Ke Atas Go down

Re: Dampak Meditasi dan Bahayanya

Post by WenYang on Sat Aug 31, 2013 9:51 pm

Wah si emiliana malah jadi emosi gara2 kalimat orang yang tidak jelas dan 100% hoax. Siapa yang bisa ngomong meditasi itu berbahaya? Kalo emang dia bisa ngomong begitu, harus ada pembuktiannnya.
Kata siapa meditasi itu mengatur napas?
- hanyalah orang bodoh dan tidak paham 99% arti dari meditasi sebenarnya.
Kata siapa meditasi menyebabkan gila?
- hanyalah orang yang tidak mempunyai niat untuk melakukan meditasi tapi trus di lakukan. Jadi gila deh.

Meditas bhavana adalah meditasi untuk tingkat pemula. Dalam meditasi ini kita hanya akan mencapai jhana. Jhana pun ada tingkatannya. Dari tingkat 1-9. Dalam meditasi bhavana, kita belum bisa mencapai nibbana. Karena meditasi bhavana semakin membuat kita melekat pada object tadi.
Meditasi tertinggi adalah vipasana bhavana. Inilah meditasi yang bisa membuat tercapai nya nibbana.
Vipasana sendiri mempunyai arti pandangan terang.
Apa sih tujuan vipasana? Menghancurkan 5 kelompok kemelekatan (pañcupādānakkhandha).
pañcupādānakkhandha =
- tanha dan upadana = kemelekatan pada sesuatu
- lobha = keserakahan
- chanda = keinginan
- cetasika = faktor mental
- sankhara = bentukan karma
Sebenarnya percuma kalo saya jelaskan semuanya. Karena tanpa adanya dasar dan pengertian yang kuat akan agama budha, semua nya akan sia-sia.

WenYang
KOPRAL
KOPRAL

Male
Posts : 30
Kepercayaan : Lain-lain
Location : Earth
Join date : 31.08.13
Reputation : 6

Kembali Ke Atas Go down

Re: Dampak Meditasi dan Bahayanya

Post by dharma_senapati on Thu Sep 01, 2016 2:17 pm

up
avatar
dharma_senapati
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Age : 46
Posts : 279
Kepercayaan : Budha
Location : Serang
Join date : 21.02.16
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Dampak Meditasi dan Bahayanya

Post by dharma_senapati on Thu Sep 01, 2016 2:19 pm


Inilah yang Terjadi pada Otak Saat Meditasi (dan Manfaatnya)

Inilah yang Terjadi pada Otak Saat Meditasi (dan Manfaatnya)
Belle Beth Cooper, seorang penulis dari Melbourne, Australia berbagi cerita tentang pengalamannya bermeditasi kepada lifehacker.com.

Ketika ayah mulai meyakinkan saya untuk bermeditasi ketika saya berusia 12 tahun, sejujurnya saya skeptis terhadap meditasi. Saya selalu ragu-ragu dan sulit untuk memahami untuk apa saya bermeditasi. Tapi kini saya telah menemukan bagaimana sederhananya (bukan gampang, tapi sederhana) meditasi dapat memberi manfaat besar untuk membuat hari-hari saya menjadi bahagia.

Sebagai orang dewasa, saya pertama kali memulai latihan meditasi hanya dua menit dalam sehari. Ya, dua menit! Saya mendapatkan ide tersebut dari blog Zen Habits milik Leo Babauta, dimana ia menekankan bagaimana cara memulai kebiasaan kecil dengan sebuah langkah kecil secara konsisten. Walaupun Anda skeptis seperti saya waktu pertama mulai, atau mungkin Anda malah sudah terbiasa melakukan meditasi selama beberapa jam, rasanya menarik untuk mencaritahu bagaimana kebiasaan baru memberi dampak pada otak kita. Saya coba melihat meditasi lebih dalam, melihat ke dalam otak kita ketika kita sedang melakukannya. Dan saya menemukan sesuatu yang menakjubkan.

Apakah Meditasi Itu?
Ada beberapa cara berbeda untuk bermeditasi. Meski begitu hanya ada beberapa metode meditasi yang sering menjadi obyek penelitian. Salah satunya adalah meditasi perhatian penuh atau meditasi kesadaran penuh yang memfokuskan pada satu obyek –mungkin nafas, sensasi pada tubuh, atau benda di luar tubuh Anda. Meditasi jenis ini adalah memfokuskan pada satu obyek secara kuat dan secara kontinyu menarik kembali fokus ke obyek meditasi ketika fokus menyimpang.

Jenis lain meditasi yang biasanya digunakan dalam penelitian adalah meditasi pengamatan. Metode meditasi ini dilakukan dengan cara memperhatikan semua yang terjadi di sekitar Anda –Anda hanya memperhatikan tanpa bereaksi.

Apa yang Terjadi Pada Otak Ketika Bermeditasi?
Inilah yang sangat menarik. Menggunakan teknologi modern seperti scan fMRI, para ilmuwan telah mengembangkan pemahaman yang menyeluruh tentang apa yang terjadi pada otak ketika kita meditasi. Keadaan yang sungguh berbeda terjadi, otak kita berhenti memproses informasi tidak seaktif biasanya. Ini ditunjukkan dengan terjadinya penurunan gelombang beta. Gelombang beta merupakan pertanda otak kita sedang memproses informasi. Bahkan ini terjadi setelah sesi meditasi 20 menit pada orang yang sama sekali belum pernah melakukan meditasi sebelumnya.

Pada foto di bawah ini Anda dapat lihat bagaimana gelombang beta (warna cerah di kiri) secara dramatis berkurang selama meditasi (kanan).

20130905 Inilah yang Terjadi pada Otak Saat Meditasi (dan Manfaatnya)_2

Berikut penjelasan tentang apa yang terjadi pada otak kita selama meditasi:

Lobus depan
Adalah bagian otak yang paling berkembang, memberi pertimbangan, perencanaan, emosi, dan kesadaran diri. Selama meditasi, lobus depan cenderung offline.

Lobus parietal
Bagian otak yang memproses informasi sensorik tentang kondisi sekitar kita, membuat kita mengenali ruang dan waktu. Selama meditasi, aktivitas di lobus parietal melambat.

Thalamus
Sebagai penjaga indera, organ ini memfokuskan perhatian kita dengan menyalurkan data sensorik lebih dalam ke otak dan menghentikan sinyal lain di jalurnya. Meditasi mengurangi arus informasi yang masuk hingga minimal.

Formasi reticular
Sebagai penjaga otak, bagian ini menerima stimulus yang masuk dan menjadikan otak waspada, siap untuk memberi respon. Meditasi memanggil kembali sinyal yang kuat.

Bagaimana Pengaruh Meditasi?
Setelah kita tahu apa yang terjadi pada otak ketika meditasi, mari kita lihat penelitian tentang bagaimana meditasi berpengaruh terhadap kesehatan kita.

1. Konsentrasi lebih baik
Karena meditasi adalah sebuah latihan memfokuskan diri pada perhatian dan senantiasa sadar ketika fokus terlepas, hal ini meningkatkan kemampuan konsentrasi ketika kita sedang tidak bermeditasi. Ini adalah efek jangka panjang jika kita bermeditasi secara teratur.

2. Kecemasan berkurang
Ini sangat teknis, tapi sangat menarik. Makin sering kita meditasi, makin sedikit kecemasan. Ternyata ini terjadi karena kita melonggarkan koneksi jalur saraf tertentu. Kedengarannya tidak bagus, tapi tidak.

Apa yang terjadi tanpa meditasi adalah adanya bagian otak yang kadang disebut Me Center (korteks prefrontal medial). Bagian ini yang memproses informasi tentang diri dan pengalaman kita. Pada keadaan normal, jalur saraf dari sensasi tubuh dan pusat rasa takut pada otak menuju Me Center benar-benar kuat. Ketika Anda mengalami sensasi yang menakutkan atau menyedihkan, itu akan mendorong sebuah reaksi kuat di dalam Me Center, membuat Anda merasa takut atau merasa diserang.

Ketika kita meditasi, kita melemahkan koneksi saraf ini. Ini berarti kita tidak bereaksi sekuat itu terhadap sensasi yang menyulut Me Center. Karena kita melemahkan koneksi ini, kita secara terus-menerus menguatkan koneksi antara apa yang kita ketahui sebagai pusat pemikiran (bagian dari otak yang berfungsi untuk menimbang) dan sensasi tubuh dan pusat rasa takut. Jadi, ketika kita mengalami rasa takut atau sedih, kita dapat dengan mudah melihatnya secara rasional.

Begini contohnya. Ketika Anda merasakan sakit, alih-alih cemas dan berasumsi ada yang salah dengan Anda, lebih baik Anda mengamati bahwa rasa sakit muncul dan lenyap tanpa menjadi terjerat di dalamnya.

3. Lebih kreatif
Sebagai seorang penulis, hal ini adalah sesuatu yang selalu menarik. Sayangnya, ini bukanlah hal mudah untuk dipelajari, tapi ada beberapa penelitian yang menyatakan bahwa meditasi dapat meningkatkan kreativitas.

Para peneliti di Universitas Leiden, Belanda mempelajari meditasi perhatian penuh dan meditasi pengamatan untuk melihat apakah ada peningkatan kreativitas karenanya. Mereka menemukan bahwa orang yang mempraktekkan meditasi perhatian penuh tidak menunjukkan peningkatan yang nyata dalam hal peningkatan kreativitas selama mengikuti meditasi. Sedangkan bagi mereka yang mengikuti meditasi pengamatan, terjadi peningkatan dalam hal munculnya ide-ide baru.

4. Lebih welas asih
Penelitian tentang meditasi menunjukkan bahwa empati dan welas asih lebih tinggi pada orang yang melakukan meditasi secara teratur. Dalam sebuah uji coba diperlihatkan foto orang lain yang baik, buruk atau netral kepada para peserta uji coba yang melakukan meditasi welas asih. Para peserta mampu fokus pada perhatian mereka dan mengurangi reaksi emosional pada foto-foto tersebut, bahkan ketika mereka sedang tidak meditasi. Mereka juga menjadi lebih welas asih pada orang lain ketika diperlihatkan foto-foto yang mengganggu.

Jawaban atas hal ini berasal dari aktivitas pada amygdala –bagian dari otak yang memproses stimuli emosional. Selama meditasi, bagian otak ini secara normal menunjukkan penurunan aktivitas, tapi dalam uji coba ini terjadi pengecualian ketika para peserta diperlihatkan foto-foto orang.

Studi lain di tahun 2008 menemukan bahwa orang yang bermeditasi secara rutin memiliki tingkat keaktifan yang lebih kuat dalam junktur parietal temporal (bagian dari otak yang memproduksi empati) ketika mereka mendengar suara orang yang menderita, dibandingkan dengan mereka yang tidak bermeditasi.

5. Daya ingat lebih baik
Satu hal yang dikaitkan dengan meditasi adalah peningkatan daya ingat. Catherine Kerr, seorang peneliti di Martinos Center for Biomedical Imaging and the Osher Research Center menemukan bahwa orang yang mempraktekkan meditasi kesadaran penuh mampu untuk meningkatkan gelombang otak yang menghilangkan gangguan dan meningkatkan produktivitas mereka lebih cepat daripada mereka yang tidak bermeditasi. Ia mengatakan bahwa kemampuan untuk mengabaikan gangguan dapat dijelaskan sebagai “kemampuan superior berupa daya ingat yang kuat dan menggabungkannya dengan fakta-fakta baru”. Ini kelihatannya sangat sesuai dengan kekuatan yang diperlihatkan pada situasi baru yang juga akan secara dramatis meningkatkan daya ingat kita terhadap segala sesuatu.

6. Lebih sedikit stres
Meditasi kesadaran penuh telah terbukti membantu orang mengurangi rasa stres ketika berada dalam tekanan. Sebuah studi di tahun 2012 membagi sebuah kelompok manajer sumber daya manusia menjadi tiga, dimana sepertiganya berpartisipasi dalam pelatihan meditasi kesadaran penuh, sepertiga yang lain ikut pelatihan relaksasi tubuh, dan sepertiga terakhir tidak mengikuti pelatihan apa pun. Tumpukan tugas yang membuat stres diberikan kepada semua manajer sebelum dan sesudah uji coba selama delapan minggu. Pada tes akhir, kelompok yang ikut pelatihan meditasi dilaporkan memiliki tingkat stres yang lebih rendah dibandingkan dua kelompok yang lain.

7. Lebih banyak area abu-abu
Meditasi telah dihubungkan dengan sejumlah besar area abu-abu di dalam hippocampus dan wilayah depan otak. Awalnya saya tidak mengerti apa maksudnya, tapi ternyata menakjubkan. Semakin banyak area abu-abu di dalam otak dapat membuat emosi positif menjadi lebih banyak, stabilitas emosi lebih bertahan lama, dan konsentrasi lebih meningkat dalam hidup sehari-hari.

Meditasi juga terbukti mengurangi efek yang ditimbulkan karena penuaan dalam hal area abu-abu dan memperlambat penurunan fungsi kognitif. (wildmind/lifehacker.com)

sumber : http://buddhazine.com/inilah-yang-terjadi-pada-otak-saat-meditasi-dan-manfaatnya/
avatar
dharma_senapati
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Age : 46
Posts : 279
Kepercayaan : Budha
Location : Serang
Join date : 21.02.16
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Dampak Meditasi dan Bahayanya

Post by njlajahweb on Sun Oct 22, 2017 2:34 pm

dampak perenungan bisa berbahaya apabila tidak melepaskan rasa egosentris(rasa ingin memiliki "yang berlebihan")
avatar
njlajahweb
MAYOR
MAYOR

Female
Posts : 6038
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 114

Kembali Ke Atas Go down

Re: Dampak Meditasi dan Bahayanya

Post by Stain Remover on Fri Oct 27, 2017 12:51 am

Merenung jorok itu nggak bagus, apalagi merenungi Jesus ketika dia disalib bugil...

Mat 27:35 - “Sesudah menyalibkan Dia mereka membagi-bagi pakaianNya dengan membuang undi”.

Mark 15:24 - “Kemudian mereka menyalibkan Dia, lalu mereka membagi pakaianNya dengan membuang undi atasnya untuk menentukan bagian masing-masing”.

Luk 23:34b - “Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaianNya”.

Tiga ayat ini menunjukkan bahwa pada saat Yesus disalibkan, para prajurit yang menyalibkan-Nya membagi-bagi pakaian-Nya. Tetapi kalau kita memperhatikan catatan Injil Yohanes, ternyata yang diambil dan dibagi-bagi oleh para prajurit itu bukan hanya pakaian tetapi dikatakan juga jubah.

Yoh 19:23 - Sesudah prajurit-prajurit itu menyalibkan Yesus, mereka mengambil pakaian- Nya lalu membaginya menjadi empat bagian untuk tiap-tiap prajurit satu bagian -- dan jubah- Nya juga mereka ambil. Jubah itu tidak berjahit, dari atas ke bawah hanya satu tenunan saja.

Hanya saja dalam ayat itu kata “jubah” merupakan terjemahan yang salah. Kata Yunani yang diterjemahkan “jubah” di sini adalah “KHITONA” yang bukan berarti jubah (karena jubah sering dimengerti sebagai pakaian luar) tetapi artinya adalah pakaian dalam.



avatar
Stain Remover
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Age : 7
Posts : 171
Kepercayaan : Islam
Location : Hawaii
Join date : 12.09.17
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: Dampak Meditasi dan Bahayanya

Post by njlajahweb on Fri Oct 27, 2017 10:48 am

 Mzm 22:18(22-19) Mereka membagi-bagi pakaianku di antara mereka 1 , dan mereka membuang undi m  atas jubahku.n 

http://alkitab.sabda.org/verse.php?book=Mzm&chapter=22&verse=18
Mzm 22:18 2
Nas : Mazm 22:19
Tentara Romawi melakukan persis seperti yang dinubuatkan ayat ini -- suatu penggenapan nubuat yang menakjubkan (lih. Mat 27:35Mr 15:24Luk 23:34; [url=http://alkitab.sabda.org/passage.php?passage=Yoh 19:23-24&tab=text]Yoh 19:23-24[/url]).
avatar
njlajahweb
MAYOR
MAYOR

Female
Posts : 6038
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 114

Kembali Ke Atas Go down

Re: Dampak Meditasi dan Bahayanya

Post by Stain Remover on Fri Oct 27, 2017 7:32 pm

si TERKUTUK PADA TIANG YANG BUGIL ITU TIDAK TERIAK SIANG DAN MALAM

Allahku, aku berseru-seru pada waktu siang, tetapi Engkau tidak menjawab, dan pada waktu malam, tetapi tidak juga aku tenang. (Mazmur 22:2-3)

hehehe...  lol
avatar
Stain Remover
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Age : 7
Posts : 171
Kepercayaan : Islam
Location : Hawaii
Join date : 12.09.17
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: Dampak Meditasi dan Bahayanya

Post by njlajahweb on Sat Oct 28, 2017 1:02 pm

Sebagai Anak(Tunggal)Allah, Jesus berseru kepada Allah (tapi dalam TubuhJesus tetap ada KeilahianJesus yang mengandung KualitasAllah)
avatar
njlajahweb
MAYOR
MAYOR

Female
Posts : 6038
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 114

Kembali Ke Atas Go down

Re: Dampak Meditasi dan Bahayanya

Post by Stain Remover on Sun Oct 29, 2017 12:05 am

Protozoa tidak punya sisi lain selain protozoa...nubuat bugil udah gagal total karena ternyata si terkutuk pada tiang tidak berteriak siang dan malam...hehehe

Allahku, aku berseru-seru pada waktu siang, tetapi Engkau tidak menjawab, dan pada waktu malam, tetapi tidak juga aku tenang. (Mazmur 22:2-3)

piss
avatar
Stain Remover
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Age : 7
Posts : 171
Kepercayaan : Islam
Location : Hawaii
Join date : 12.09.17
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: Dampak Meditasi dan Bahayanya

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 1 dari 2 1, 2  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik