FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

orang islam nggak boleh punya nuklir

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

orang islam nggak boleh punya nuklir

Post by keroncong on Wed Dec 05, 2012 5:46 pm

"Kita hanya concern pada senjata-senjata maut itu, jangan sampai jatuh ke tangan teroris." Demikian jawab Deputi Menhan AS, Wolfowitz, kepada wartawan di Pentagon, sebuah dalih pembenaran atas nafsu angkara murka AS menyerang Irak. Saat ia diminta menunjukkan bukti, adakah senjata-senjata itu sudah ada yang diberikan Saddam kepada teroris dunia, Wolfowitz berkilah, "Dalam berurusan dengan teroris, waktu adalah hal yang krusial. Jadi, jangan menunggu sampai sesuatu itu terjadi. Kami di sini lebih melihat pada apa yang akan terjadi, bisa terjadi dan potensial untuk terjadi...."

Irak dituduh memiliki senjata biologi dan nuklir. Hingga kini belum ada bukti kepemilikan senjata "idaman" yang dituduhkan itu, apalagi bukti bahwa Irak melakukan proliferasi (penyebaran) atas senjata maut kepada kaum teroris. Atas dasar dugaan yang sumir, AS ngotot hendak menyerang Irak untuk sebuah dosa Irak "memiliki" atau "bernafsu memiliki" senjata nuklir. Sikap AS sugguh aneh dan penuh kemunafikan. Mengapa? pertama, "dosa" Irak baru bersifat dugaan yang sumir, apa yang dikatakan Wolfowitz di atas adalah sebuah deskripsi yang terlalu longgar. Kedua, betulkah memiliki senjata nuklir adalah sebuah "dosa"? Bukankah Amerika negara pertama yang mengumumkan kepemilikan nuklir, menyusul Soviet (sekarang Rusia), Inggris, Prancis, dan Cina? Juga, bukankah dunia mencatat, AS-lah negara yang pertama kali menggunakan senjata pemusnah massal di Hirosima dan Nagasaki pada 1945?

Jika Irak belum terbukti memiliki dan menjual teknologi nuklir kepada teroris atau baru seperti istilah tanpa argumen Wolfowitz, "potensial untuk terjadi", AS malah telah nyata membantu pengembangan nuklir India dengan dalih untuk mengimbangi Pakistan. AS juga bersemangat membantu pengembangan nuklir negara Yahudi Israel dan sengaja membiarkan Israel tidak menandatangani nota NPT (Non Ploriferation Treaty) dan menolak pengawasan Internasional. Seperti dicatat Riza Syahbudi (1992), Israel diyakini telah memiliki tak kurang dari 200 hulu ledak nuklir. Hampir seluruh pesawat tempur Israel mampu membawa nuklir, dan uniknya, peluncur balistik yang dimilikinya didapat dari AS. Jadi, siapa sesungguhnya yang menyebarkan senjata maut itu ke tangan teroris?

Tidak sulit memahami sikap "ambigu" AS. Apa yang tengah dilakukan AS adalah bagian dari stigmatisasi islamic bomb, seperti pernah dinyatakan senator AS, Larry Pressler, pada Desember 1993 di Pakistan, bahwa AS khawatir akan tercipta suatu "bom Islam". Alasannya, jika suatu negara Islam telah berhasil menguasai teknologi senjata nuklir, hal itu bisa menyebar ke negara-negara Islam lainnya. Pernyataan tersebut dengan mudah dapat disimpulkan bahwa AS menganggap Islam sebagai ancaman berikutnya pasca runtuhnya Soviet, yang karenananya harus dilucuti dari segala senjata mutakhir yang melambangkan sebuah kekuatan. AS cemas jika sampai terjadi nuklirisasi pada negeri-negeri muslim.

Seperti maklum, penguasaan sebuah negara atas teknologi nuklir menjadi barometer kekuatan dalam kancah politik dan militer. Ia, seperti diistilahkan Asep Syamsul, ditakuti dan digemari karena dayanya yang menimbulkan kerusakan massal. Daya ledak yang besar serta jangkauan penghancuran yang jauh, menjadikan banyak negara terjangkiti ingin tahu, ingin memiliki, dan ingin mengembangkan senjata nuklir sebagai "ajian pamungkas".

Sayang, negara-negara nuklir egois dan kekanak-kanakan. Mereka menerapkan politik monopoli melalui kekerasan dan tidak merestui negara lain mengembangan nuklir. Anehnya juga, mereka yang disoal adalah negeri-negeri muslim, atau negara yang dikhawatirkan menjual teknologi nuklir ke negara ketiga, seperti Korea utara. Tidak dianggap masalah jika yang mengembangkannya semacam India apalagi Israel. Padahal, keduanya apalagi yang terakhir jelas biangnya teroris. Pemimpin Pakistan, Nawas Syarif, suatu ketika pernah mengungkapkan kekesalannya, "Mengapa hanya 'bom Islam' yang diributkan, sedangkan bom Hindu (India) dan bom Yahudi (israel) tidak?"

Salahkah memiliki nuklir? Jika pertanyaan ditujukan kepada komunitas muslim, tentu jawabannya tidak. Adalah sebah sikap yang logis dan normal membentengi ideologi dengan segenap kekuatan yang dimiliki. Allah berfirman, "Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kalian mampui...." (Al-Anfal: 60). Adalah sebuah ironi menghadapi bom dengan golok. Mengejar pesawat dengan sepeda ontel. Orang bodoh pun akan menyatakan tindakan tersebut adalah @#$%^. Negeri-negeri Kristen Barat jelas memiliki nuklir, Yahudi Israel demikian juga, tak ketinggalan negeri Hindu India. Lantas apa yang salah jika terdapat negeri muslim yang ingin memiliki senjata serupa? Untuk "menambah kharisma" agar tak menjadi bulan-bulanan negara Barat dan sekutunya, seperti fakta penindasan umat yang terjadi berbagai belahan dunia.

Barat memang punya alasan untuk cemas. Karena, meski selalu dihalangi, satu persatu negeri muslim merintis upaya penguasaan nuklir. Asep Syamsul (2000) mencatat, warisan nuklir Uni Soviet sebagian telah jatuh ke negeri mayoritas berpenduduk muslim di Asia Tengah: Kazakstan, Uzbekistan, Turkmenistan, Azerbeizan, Tajikistan, dan Kirgistan. Bahkan, sekitar 9,43 % atau setara dengan 1.150 rudal balistik diwarisi Kazakstan. Terhadap ini, Doff Zakem menulis di Washington Pos, 14 Januari 1992, "Inilah untuk pertama kalinya Israel mendapati dirinya dalam ancaman." Memang, dengan senjata nuklir, Kazakstan dapat mulumatkan Israel dalam beberapa menit saja. Negeri muslim lain yang juga mengembangkan nuklir, seperti Pakistan, Iran, Libya, dan Suria. Terhadap fenomena ini, seharusnya Barat dan sekutunya tidak perlu cemas berlebihan. Justru saatnya mereka berpikir ulang untuk menghentikan kezaliman atas umat Islam, baik secara langsung maupun tidak langsung.


-|PROBLEM SOLVED |-

-| Cara 'Request' Membuka Kembali Thread di Topic solved |-
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Re: orang islam nggak boleh punya nuklir

Post by BiasaSaja on Sat Dec 08, 2012 6:18 pm

"Kita hanya concern pada senjata-senjata maut itu, jangan sampai jatuh ke tangan teroris." Demikian jawab Deputi Menhan AS, Wolfowitz, kepada wartawan di Pentagon, sebuah dalih pembenaran atas nafsu angkara murka AS menyerang Irak. Saat ia diminta menunjukkan bukti, adakah senjata-senjata itu sudah ada yang diberikan Saddam kepada teroris dunia, Wolfowitz berkilah, "Dalam berurusan dengan teroris, waktu adalah hal yang krusial. Jadi, jangan menunggu sampai sesuatu itu terjadi. Kami di sini lebih melihat pada apa yang akan terjadi, bisa terjadi dan potensial untuk terjadi...."

dari perkataan ene ae loe kagak ngerti kenapa tuh muslim kagak boleh punya bom nuklir?? ketawa guling
avatar
BiasaSaja
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 660
Kepercayaan : Protestan
Location : warnet langganan
Join date : 08.12.12
Reputation : 11

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik