FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

memberantas praktik perdukunan di negeri kita

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

memberantas praktik perdukunan di negeri kita

Post by keroncong on Sun Dec 02, 2012 10:27 pm

Menyaksikan praktek sihir dan perdukunan yang sangat merajalela dan transparan di Indonesia, membuat bulu kuduk kita merinding. Bagaimana mungkin, sebuah dosa besar berlangsung begitu sangat transparan tanpa ada peringatan secara sistemik dari pemerintah maupun para du'at. Berbagai iklan yang ditampilkan oleh majalah dan koran menegaskan posisi keduanya sebagai salah satu proyek bisnis dengan digit yang menggiurkan. Sebegitu parahkan negeri kita ?

Seorang muslim yang jujur, ketika ditanya tentang hukum perdukunan tentu saja akan menjawab bahwa itu adalah terlarang dan merupakan perbuatan syirik kepada Allah SWT. Tapi, kenapa hal ini justru begitu menjamur dan mengakar dalam masyarakat kita. Setidaknya ada beberapa argumen untuk menjelaskan kenyataan ini; pertama, awamnya masyarakat tentang pengertian dukun, sihir dan ruqyah syar'iyah (pengobatan menurut aturan syar'i dengan menggunakan do'a dan lafadz-lafadz yang disyariatkan). Banyak kalangan awam, ketika diajarkan tentang bacaan-bacaan berbahasa Arab, meskipun mereka tidak mengerti artinya, mereka menganggap bahwa itu syar'i dan boleh hukumnya. Padahal, bacaan-bacaan yang tidak mempunyai landasan syari'at, ataupun mempunyai landasan syar'i tapi dipergunakan bukan pada tempatnya, seperti menulis ayat Al-Qur'an pada kalung lalu menggantungkannya di leher dengan maksud kebal atau menjaga diri, adalah perbuatan bid'ah sekaligus peremehan terhadap ayat-ayat Al-Qur'an.

Kedua, adanya sosok-sosok yang menamakan diri mereka kyai dan ulama tapi pada kenyataan mereka mempraktekkan sihir dan perdukunan, seperti bekerjasama dengan jin untuk keperluan di luar kuasa manusia seperti jodoh dan rezki, pasang susuk, dll. Mereka bukanlah ulama, melainkan para da'i yang mengajak pada neraka jahannam (du'at ilaa abwabi jahannam). Kaum Muslimin tidak pernah berbeda pendapat dalam masalah asasi seperti Tauhid dan Syirik. Oleh karena itu, melakukan berbagai tindakan yang bertentangan dengan aqidah Islam, dengan legitimasi segelintir orang yang menamakan dirinya kyai adalah kebodohan yang kuadrat.

Ketiga, lemahnya iman. Hal ini adalah akibat logis dari minimnya pengetahuan orang tentang Islam, ditambah minus dalam pengamalan. Disadari, tuntutan dan godaan hidup begitu kompleks. Kadang-kadang terasa begitu berat, sehingga seorang muslim yang lemah iman kemudian melarikan masalah mereka kepada dukun dan tukang sihir. Termasuk dalam hal ini adalah, astrologi (perbintangan). Apakah dalam keyakinan Islam terdapat penjelasan bahwa nasib manusia ditentukan oleh bergeraknya bintang ke arah tertentu ? Apakah manusia dalam zaman modern ini bisa menjelaskan secara logis disertai bukti-bukti ilmiah tentang korelasi antara pergerakan bintang dengan nasib manusia ? Yang pasti adalah, bahwa hal itu adalah kepercayaan agama lain yang secara tidak sadar dipercayai oleh kaum Muslimin sehingga menjerumuskan mereka kepada perbuatan terlarang. Rasulullah SAW. bersabda : "Barangsiapa yang mendatangi tukang sihir, atau tukang tenung kemudian membenarkan perkataannya maka shalatnya tidak diterima selama 40 hari."

Keempat, tuntutan kehidupan materialisme modern. Kita tidak bisa menyalahkan masa/waktu, sebagaimana diterangkan oleh Rasullah SAW. dalam sebuah hadits shahih. Modernisasi adalah suatu hal yang sah-sah saja, karena berkembang, berkreasi dan mencintai hal-hal yang serba baru adalah fitrah manusia. Namun ketika materialisme sebagai sebuah pandangan yang 100 % bertolak belakang dengan Islam mendominasi, jadilah hal-hal yang menyertai kehidupan modern menjadi problem buat kaum Muslimin. Kecantikan yang dipuja-puja, kekayaan yang dipertuhankan, pangkat dan jabatan yang begitu diagung-agungkan, dan simbol-simbol materialisme lainnya adalah kenyataan yang menghinggapi kaum Muslimin. Sebagai kompetisi, ada yang berjaya, ada juga yang kalah. Dan yang terakhir mencoba menempuh jalur-jalur "tidak resmi" seperti dukun dan sihir.

Lantas bagaimana sikap kita ? Kaum muslimin, khususnya para du'at mempunyai kewajiban untuk menerangkan masalah esensial ini sejelas-jelasnya. Dan negara sebagai sebuah institusi yang dituntut mengayomi kehidupan masyarakat mempunyai kewajiban untuk menerangkan masalah ini. Bukankah agama adalah inti kehidupan manusia ? Negara juga berkewajiban menetapkan hukuman bagi tukang sihir ataupun dukun yang masih berpraktek untuk menghindari mahkamah massa. Pembantaian para dukun/kyai di Banyuwangi, dengan banyak tuduhan yang tak terbukti, adalah akibat dari tidak adanya policy yang jelas dari pemerintah. Pemerintah berkewajiban menjamin keamanan rakyat. Jika hal itu tidak terwujud, emosi rakyat bisa jadi meledak. Mampukah kita menahan diri jika orang tua kita, saudara kita atau keluarga kita disantet oleh orang yang kita ketahui, namun kita tidak bisa buktikan secara hukum ? Dalam hal ini, pemerintah jelas berkewajiban untuk melakukan prosedur-prosedur sistemik dan bertanggung jawab, jika ingin keamanan masyarakat terjamin.

Para ulama dan da'i perlu menyelaraskan program-program dakwah yang terarah. Betapapun, orientasi dakwah harus bermula dari perbaikan aqidah, sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Tanpa aqidah dan mabda' (dasar) yang satu, persatuan umat Islam adalah utopia belaka, karena orientasi, arah dan tujuan yang berbeda. Dapatkah sebuah khilafah Islamiyah mewujud di atas kumpulan orang-orang yang mempunyai aqidah yang beragam ? Karenanya, orientasi perbaikan pemahaman aqidah sesuai dengan petunjuk Al-Qur'an dan As-Sunnah sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasullah SAW. dan para Sahabat ridwanullah 'alaihim harus mendapat prioritas utama. Yang harus selalu diingat, bahwa sikap dan prinsip manusia dibangun di atas aqidah yang dianutnya.

Lembaga pers juga perlu mendapat kontrol dari pemerintah menyangkut iklan dan pemuatan hal-hal yang berbau sihir dan perdukunan. Bagi yang membandel, harus mendapat teguran keras, karena ini menyangkut sesuatu yang asasi bagi kaum Muslimin. Jika Pers begitu semangat mem-blow up kasus haramnya Ajinomoto, kenapa masalah Syirik yang jelas sangat asasi begitu diremehkan. Dalam hal ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) jangan hanya mengkhususkan fatwa-fatwanya pada hal-hal yang berkenaan dengan makanan & minuman. Betapa banyak praktek-praktek politik, sosial dan ekonomi yang perlu mendapat perhatian dari MUI sehingga arah perbaikan umat Islam secara menyeluruh menjadi niscaya.

Akhirnya, harapan kita layangkan kepada segenap ulama, d'uat, dan mahasiswa muslim yang mempunyai ghirah Islam untuk menyadarkan masyarakat dari perbuatan syirik. Sebab Syirik adalah dosa yang tidak diampunkan oleh Allah SWT. "Sesungguhnya Allah tidak mengampuni perbuatan menyekutukan-Nya, dan mengampuni dosa-dosa selain itu." (An-Nisa (4) : 48). (aba)
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Re: memberantas praktik perdukunan di negeri kita

Post by keroncong on Wed Dec 05, 2012 1:48 pm

Rasulullah bersabda yang artinya:
"Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal/dukun dan bertanya kepadanya tentang sesuatu, maka tidak diterima shalatnya selama 40 hari".

Allah berfirman yang artinya :
"Dan orang-orang yang kalian seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari." (Q.S. Faathir: 13)
"Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah yang tiada dapat mengabulkan (do'a) nya sampai hari kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) do'a mereka." (Q.S. Al Ahqaf : 5)
"Hai manusia telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah oleh kalian perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kalian seru selain Allah, sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah." (Q.S. Al Hajj : 73)

Yang demikian haram hukumnya. Tidak boleh seseorang memberikan nama padanya sebagai sayyid (tuan). Peramal/dukun adalah dajal pendusta. Wajib bagi pemimpin pemerintah menangkap dan memenjarakannya sampai dia bertaubat kepada Allah ‘Azza wa Jalla dan membunuhnya karena dia membuat kerusakan dan keraguan pada aqidah kaum muslimin, memerintahkan manusia untuk menyembelih dan dipersembahkan kepada jin-jin.


Rasululah bersabda yang artinya:
"Allah telah melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allah".

Allah berfirman yang artinya :
"Maka dirikanlah shalat untuk Rabbmu dan berkorbanlah." (Q.S. Al Kautsar: 2)
"Katakanlah: "Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itu yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)". (Q.S. Al An'am : 162 - 163)

Jin adalah makhluk yang tidak mengetahui perkara ghaib sedikitpun. Pergerakan mereka berada di tangan Allah. Apabila kuat aqidah kita maka mereka (jin) akan takut kepada kita tetapi apabila goncang aqidah kita, kita akan mendengar fulan dikatakan terkena penyakit (karena gangguan jin) epilepsi (ayan), fulan menjadi gila, fulan...,fulan... sebagaimana firman Allah ‘Azza wa Jalla yang artinya :
"Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki diantara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki diantara jin, maka jin-jin itu menambah dosa bagi mereka." (Q.S. Al Jin : 6)

Yaitu apabila manusia dalam keadaan mereka takut kepada jin, maka jin akan sewenang-wenang dan melampaui batas dalam mempermainkan manusia.

Bagi peramal/dukun agar mereka kembali bertaubat dan menyandarkan dirinya (dalam mencari rizki) kepada Allah, karena Dia berkuasa untuk memberikan rizki kepadanya.
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman yang artinya:
"Dan tidak ada suatu binatang melatapun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semua tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)." (Huud: 6)

Rizki hanya milik Allah ‘Azza wa Jalla. Haram atas peramal/dukun merampas atau mengambil harta manusia dengan tipuan dan kedustaan.
Kami nasehatkan kepada saudara-saudara kaum muslimin membaca kitab Tath-hiru Al I'tiqad oleh Imam Ash Shon'any, dan Kitabut Tauhid oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab. Karena kitab-kitab tersebut adalah kitab yang sangat berharga dalam pembahasan itu.

Orang yang meyakini tukang ramal, dukun dan tukang sihir bahwa mereka bisa mendatangkan manfaat dan menolak mudharat selain Allah maka dia meragukan Al Quran .
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman yang artinya :
"Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib ; tidak ada yang mengetahui kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)." (Q.S. Al An'am: 59)

Allah adalah dzat yang mengetahui perkara ghaib. Barang siapa yang mendakwa/mengklaim dirinya mengetahui perkara ghaib bersama Allah maka dia telah kafir. Dan tidak boleh sholat di belakangnya (menjadi ma'mum padanya).

(Diterjemahkan oleh Al Ustadz Abu ‘Isa Nurwahid dari Kitab Ijaabatu As Saail ‘Ala Ahammi Al Masaail )
Sumber : Buletin Dakwah Al Atsary, Semarang Edisi X/Th.I
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Re: memberantas praktik perdukunan di negeri kita

Post by keroncong on Sun Dec 09, 2012 1:59 pm

Sihir dan sejenisnya dari cakupan ilmu-ilmu hitam makin populer dewasa ini. Para 'pakar' berikut iklan 'sihir'-nya bisa ditemui di hampir semua media massa. Merekalah yang seakan-akan menguasai rahasia dan kunci-kunci kehidupan.
Eksistensi mereka kian diperkuat dengan dongeng-dongeng takhayul nenek moyang utamanya yang berkaitan dengan kerajaan-kerajaan nusantara di masa lampau. Jadilah semua itu sebagai sebuah ajaran dan aliran tersendiri yang dibahasakan sebagai bagian dari agama.
Ironisnya, sebagian kaum muslimin kian terbentuk akal dan pikirannya dengan semua itu. Lahirlah kemudian keyakinan yang berasal dari akal yang jumud yang tergantung dan menggantungkan segala-galanya kepada orang-orang "sakti" tersebut.
Bahagia dan sengsara, senang dan susah, sehat dan sakit, berhasil dan gagal, maju dan mundur seolah-olah ada di tangan mereka. Umat pun mulai lupa akan kekuasaan dan ketentuan Allah.



Definisi Sihir

Secara etimologis atau bahasa, sihir diartikan sebagai sesuatu yang halus dan rumit sebabnya (Mukhtar Ash-Shihah, hal. 208 dan Al-Qamus, hal. 519). Oleh karena itu, waktu sahur terjadi di malam hari karena aktivitas-aktivitas yang dilakukan pada waktu itu tersembunyi.
Adapun secara terminologis (istilah), terjadi perbedaan pendapat di antara ulama dalam mengungkapkan dan mendefinisikan sihir. Di antara mereka ada yang mendefinisikan sihir sebagai jimat-jimat, jampi-jampi, dan buhul-buhul yang berpengaruh pada hati dan badan, yang mengakibatkan sakit, mati, terpisahkannya antara suami dan istri atas izin Allah. Di antara mereka ada Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul 'Azis Sulaiman Al-Qar'awi dalam kitab Al-Jadid fi Syarah Kitabut Tauhid (hal. 153), Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin di dalam kitab Al-Qaulul Mufid (2/5), dan Asy-Syaikh Shalih Fauzan Al-Fauzan dalam kitab At-Tauhid.
Asy-Syaikh Muhammad Amin Asy-Syinqithi mengatakan: “Ketahuilah bahwa sihir tidak akan bisa didefinisikan dengan definisi yang menyeluruh dan lengkap karena terkandung banyak permasalahan. Dan dari sinilah berbeda ungkapan para ulama dalam mendefinisikan dan perselisihan yang jelas.” (Adhwaul Bayan, 4/444)
Namun dari kedua tinjauan ini, sangat jelas bahwa sihir memiliki hakikat dan pengaruh dalam kehidupan manusia. Sihir merupakan bentuk perbuatan tersembunyi yang akan memberi pengaruh terhadap badan, pikiran, dan hati seseorang dengan bantuan makhluk halus baik melalui jampi-jampi, ikatan-ikatan buhul yang berakibat merusak badan, pikiran, dan hati seseorang.




Hakekat Sihir

Merupakan akidah Ahlus Sunnah wal Jamaah bahwa sihir memiliki hakikat dan pengaruh pada seseorang yang disihir. Keyakinan ini dibangun di atas dalil-dalil dari Al Qur’an dan As Sunnah. Allah berfirman:
وَاتَّبَعُوْا مَا تَتْلُو الشَّيَاطِيْنُ عَلىَ مُلْكِ سُلَيْمَانَ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَكِنَّ الشَّيَاطِيْنَ كَفَرُوْا يُعَلِّمُوْنَ النَّاسَ السِّحْرَ
“Dan mereka mengikuti apa-apa yang dibaca oleh s*t*n-s*t*n pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu yang mengerjakan sihir). Padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya s*t*n-s*t*n itulah yang kafir (mengerjakan sihir), dan mereka mengajarkan sihir kepada manusia.” (Al-Baqarah: 102)
قَالُوْا إِنْ هَذَانِ لَسَاحِرَانِ يُرِيْدَانِ أَن يُّخْرِجَاكُمْ مِنْ أَرْضِكُمْ بِسِحْرِهِمَا وَيَذْهَبَ بِطَرِيْقَتِكُمُ الْمُثْلىَ. فَأَجْمِعُوْا كَيْدَكُمْ ثُمَّ ائْتُوْا صَفًّا وَقَدْ أَفْلَحَ الْيَوْمَ مَنْ اسْتَعْلىَ. قَالُوْا يَا مُوْسَى إِمَّا أَنْ تُلْقِيَ وَإِمَّا أَن نَّكُوْنَ أَوَّلَ مَنْ أَلْقَى. قَالَ بَلْ أَلْقُوْا فَإِذَا حِبَالُهُمْ وَعِصِيُّهُمْ يُخَيَّلُ إِلَيْهِ مِنْ سِحْرِهِمْ أَنَّهَا تَسْعَى. فَأَوْجَسَ فَيْ نَفْسِهِ خِيْفَةً مُوْسَى. قُلْنَا لاَ تَخْفْ إِنَّكَ أَنْتَ اْلأَعْلىَ. وَأَلْقِ مَا فِيْ يَمِيْنِكَ تَلْقَفْ مَا صَنَعُوْا إِنَّمَا صَنَعُوْا كَيْدُ سَاحِرٍ وَلاَ يُفْلِحُ السَّاحِرُ حَيْثُ أَتَى.
“Mereka berkata: Sesungguhnya dua orang ini (Musa dan Harun) adalah benar-benar ahli sihir yang hendak mengusir kalian dari negeri kalian dengan sihirnya, serta hendak melenyapkan kedudukan kalian yang utama. Maka himpunkanlah segala daya (sihir) kalian kemudian datanglah dengan berbaris dan sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang menang pada hari ini. Setelah mereka berkumpul, mereka berkata: Hai Musa, (pilihlah) apakah kamu yang melempar dahulu atau kamilah yang mula-mula melemparkan? Musa berkata: Silakan kalian melemparkan. Maka tiba-tiba tali dan tongkat mereka terbayang kepada Musa seakan-akan dia merayap dengan cepat lantaran sihir mereka. Maka Musa merasa takut dalam hatinya. Kami (Allah) berkata: Janganlah kamu takut, sesungguhnya kamulah yang paling unggul (menang). Lemparkanlah apa yang ada di tangan kananmu, niscaya dia akan menelan apa yang mereka perbuat. Sesungguhnya apa yang mereka perbuat itu adalah tipu daya tukang sihir (belaka) dan tidak akan menang tukang sihir itu dari mana saja dia datang.” (Thaha: 63-69)
فَلَمَّا أَلْقَوْا سَحَرُوْا أَعْيُنَ النَّاسِ وَاسْتَرْهَبُوْهُمْ وَجَاءَ بِسِحْرٍ عَظِيْمٍ
“Maka tatkala melemparkan, mereka menyulap mata orang dan menjadikan orang banyak itu takut serta mereka mendatangkan sihir yang besar.” (Al-A’raf: 116)

Masih banyak ayat-ayat lain yang menjelaskan hakikat sihir tersebut. Adapun dalil dari As Sunnah adalah sebagai berikut. Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah bersabda:

اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوْبِقَاتِ. قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ وَمَا هُنَّ؟ قَالَ: الشِّرْكُ بِاللهِ وَالسِّحْرُ وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِيْ حَرَّمَ اللهُ إِلاَّ بِالْحَقِّ وَأَكْلُ الرِّبَا وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيْمِ وَالتَّوَلِّي يَوْمَ الزَّحْفِ وَقَذْفُ الْمُحْصَنَاتِ الْغَافِلاَتِ الْمُؤْمِنَاتِ
“Jauhilah tujuh perkara yang akan membinasakan.” Para shahabat bertanya: “Apa itu?” Beliau bersabda: “Syirik kepada Allah, sihir, membunuh jiwa tanpa alasan yang haq, makan riba, memakan harta anak yatim, lari dari medan perang, dan menuduh orang-orang yang beriman yang menjaga diri dari lalai.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Masih banyak dalil lain yang menunjukkan bahwa sihir memiliki hakikat dan pengaruh.
Hafidz bin Ahmad Al-Hakami rahimahullah mengatakan: “Sihir adalah sesuatu yang benar-benar ada dan pengaruhnya tidak terlepas dari takdir Allah sebagaimana Allah berfirman: Mereka belajar dari keduanya perkara yang akan memecah belah hubungan suami istri dan mereka tidak akan bisa berbuat mudharat kepada seorang pun kecuali dengan izin Allah. Dan pengaruhnya ada sebagaimana dalam hadits-hadits yang shahih.” (I’lam As Sunnah Al-Mansyurah hal. 153)
Musthafa Abu Nashr Asy-Syabli dalam ta’liqnya terhadap kitab di atas mengatakan: “Pengaruh sihir itu ada, dan tidak ada yang mengingkari kecuali orang yang sombong atau mengingkari apa yang diturunkan kepada Rasulullah. Beliau sebagai sebaik-baik manusia dan sayyid anak Adam pernah terkena sihir seorang Yahudi dari Bani Zuraiq yang bernama Labid bin Al-A’sham dan beliau terus dalam sihir tersebut selama 6 bulan.”
Ibnu Hajar dalam Fathul Bari (10/226) mengatakan: “Al-Maziri berkata: Sebagian ahli bidah mengingkari sihir yang menimpa Rasulullah ini. Mereka menyangka bahwa hal ini akan menjatuhkan kedudukan nubuwwah dan akan memberi keraguan. Mereka berkata: Siapa saja yang berkata demikian maka itu adalah pengakuan batil.”
Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan mengatakan: “Dinamakan sihir karena terjadi dengan perkara yang sangat tersembunyi yang tidak akan bisa dilihat oleh mata. Yaitu berbentuk jimat-jimat, jampi-jampi, pembicaraan-pembicaraan, atau melalui asap-asap. Sihir memiliki hakikat dan di antaranya berpengaruh terhadap hati dan badan sehingga bisa menyebabkan sakit, terbunuh, dan memisahkan antara suami istri.” (At-Tauhid, hal. 21)
Abu Muhammad Al-Maqdisi di dalam kitab Al-Kafi (3/164) mengatakan: “Sihir adalah jimat-jimat, jampi-jampi dan ikatan-ikatan buhul yang berpengaruh pada hati dan badan yang akhirnya menyebabkan sakit dan mati dan juga akan memisahkan antara suami istri. Allah berfirman: Lalu mereka belajar dari keduanya (Harut dan Marut) sesuatu yang akan bisa memisahkan antara seorang suami dengan istrinya. Allah juga berfirman: “Dan kejahatan wanita-wanita yang meniupkan buhul-buhul.” Yaitu tukang-tukang sihir dari kaum wanita yang mereka mengikat buhul-buhul dalam sihirnya lalu menjampinya. Jika sihir itu tidak ada hakikatnya, niscaya Allah tidak menyuruh untuk berlindung darinya.”




Hukum Mempelajari Sihir

Para ulama berselisih pendapat mengenai hukum mempelajari sihir ini.
Pendapat pertama, Al-Imam Malik berkata bahwa belajar sihir atau mengajarkannya menyebabkan pelakunya kafir meskipun dia tidak menggunakannya. Karena, pada sihir terdapat unsur pengagungan terhadap s*t*n dan mengaitkan semua kejadian yang ada di alam ini kepada mereka. Dan tidak akan dikatakan oleh orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir bahwa mereka tidak kafir.
Pernyataan ini juga diucapkan oleh Al-Imam Ahmad dalam riwayat darinya yang lebih masyhur dinukil dari shahabat 'Ali radhiallahu anhu dan dikuatkan oleh Ibnu Qudamah dalam kitab Al-Mughni.
Pendapat kedua, adalah pendapat Al-Hanafiyyah. Mereka merinci hal yang demikian. Apabila mempelajari sihir agar dia terjaga darinya, maka dia tidak kafir. Bila dia mempelajarinya dengan keyakinan bahwa dibolehkan atau akan memberi manfaat baginya, maka ini adalah kufur. Yang berpendapat demikian juga adalah Asy-Syafi’i dan mayoritas pengikut beliau, serta dikuatkan oleh Al-Qurafi, Asy-Syinqithi, dan Al-Hafidz Ibnu Hajar. (Al-Fath, 10/224 dan Adhwaul Bayan, 4/44)
Pendapat ketiga, belajar sihir tidak kafir. Ini merupakan salah satu pendapat Al-Imam Ahmad yang tidak kuat, dan dicela pendapat ini oleh Ibnu Hazm. (Lihat Fathul Bari, 10/224, Adhwaul Bayan, 4/44, Tafsir Ibnu Katsir, 1/128, Tafsir Al-Qurthubi, 2/43, Fathul Qadir, 1/151, dan Tafsir As-Sa’di, hal. 42)
Ash-Shan’ani dalam kitab Tath-hir Al-I’tiqad (hal. 44) mengatakan: “Belajar ilmu sihir bukan perkara yang sulit, bahkan pintunya yang paling besar adalah kufur kepada Allah dan menghinakan apa-apa yang diagungkan oleh Allah seperti meletakkan mushaf di WC dan sebagainya.”



Sihir Dalam Pandangan Agama

Ibnu 'Allan dalam kitab Dalil Falihin (8/284) mengatakan: “Sihir adalah hal-hal di luar kebiasaan yang terjadi melalui ucapan-ucapan dan perbuatan dan mungkin untuk dilawan dengan yang sepertinya. Dan sihir itu adalah haram termasuk dari dosa besar.”
Allah berfirman:
وَلَقَدْ عَلِمُوْا لَمَنْ اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي اْلأَخِرَةِ مِنْ خَلاَقٍ
“Sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukar (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah keuntungan baginya di akherat.” (Al-Baqarah: 102)

Abdurrahman bin Hasan Alusy-Syaikh mengatakan: “Ayat ini menunjukkan atas haramnya sihir dan juga haram dalam agama suluruh para rasul sebagaimana firman Allah: Dan tidak akan beruntung tukang sihir dari mana saja dia datang. (Thaha: 69)
Pengikut Imam Ahmad telah menjelaskan tentang kafirnya belajar sihir dan mengajarkannya.” (Fathul Majid, hal. 336)
Asy-Syaikh Shalih Fauzan dalam ta’liq beliau terhadap kitab Al-'Aqidah Ath-Thahawiyyah mengatakan: “Sihir adalah satu bentuk perbuatan s*t*n dan termasuk dari kekufuran kepada Allah, maka janganlah kamu tertipu dengan mereka.”
Ibnu Abil ‘Izzi dalam syarah beliau terhadap kitab Al-'Aqidah Ath-Thahawiyyah (hal. 505) mengatakan: “Para ulama telah sepakat bahwa jika sihir itu dalam bentuk meminta kepada bintang yang tujuh atau selainnya, mengajak berbicara atau sujud kepadanya, dan mendekatkan diri kepadanya baik dengan bentuk pakaian, atau cincin, asap-asap, sesajen, atau yang sejenisnya, maka ini termasuk jenis kekufuran dan pintu kesyirikan yang paling besar. Oleh karena itu wajib ditutup.”
As-Sa’di dalam Tafsir beliau mengatakan: “Jangan kamu belajar sihir karena yang demikian itu termasuk dari kekufuran.” (hal. 44)
Dari semua ucapan para ulama tersebut terambil dari dalil-dalil Al Qur’an dan As Sunnah sebagaimana dalam firman Allah:
وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُوْلاَ إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلاَ تَكْفُرْ
“Tidaklah keduanya mengajarkan sesuatu kepada seorang pun melainkan keduanya mengatakan: Sesungguhnya kami hanya cobaan bagimu, maka janganlah kamu kafir.” (Al-Baqarah: 102)

Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab mengatakan: “Dari sini sangat jelas bahwa seseorang tidak mungkin mempelajari sihir melainkan dia harus kafir. Dan bila dia telah kafir maka dia akan mempelajarinya. Berdasarkan ayat ini maka tukang sihir hukumnya adalah kafir.”
Adz-Dzahabi dalam kitab beliau Al-Kabair (hal. 21-22) mengatakan: “Tukang sihir harus dikafirkan berdasarkan firman Allah: "Akan tetapi s*t*n-s*t*n yang kafir dan mengajarkan manusia sihir". s*t*n tidak memiliki tujuan dalam mengajarkan manusia ilmu sihir melainkan agar Allah disekutukan. Kamu melihat kebanyakan orang sesat karena masuk dalam ilmu sihir tersebut dan mereka menyangka hanya sebatas haram dan mereka tidak mengira kalau yang demikian itu adalah wujud kekafiran. Hukuman bagi tukang sihir adalah dibunuh karena dia kufur kepada Allah. Hendaklah setiap hamba bertakwa kepada Allah dan jangan sekali-kali dia masuk kepada perkara-perkara yang akan mencelakakan dirinya di dunia dan akhirat. (Al-Qaulul Mufid, Asy-Syaikh Muhammad bin Abdulwahhab Al-Yamani, hal. 137)
Adapun dari Sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam adalah hadits Abu Hurairah di atas yang dikeluarkan oleh Al-Imam Bukhari dan Al-Imam Muslim: “Jauhilah oleh kalian tujuh perkara penghancur..." di antaranya adalah sihir.
Al-Lajnah Daimah mengatakan: “Diharamkan untuk belajar sihir apakah belajarnya untuk diamalkan atau untuk menjaga diri. Allah telah menjelaskan dalam Al Quran tentang mempelajarinya dalah kekufuran. Allah berfirman: "Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diharamkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut. Sedang keduanya tidak mengajarkan kepada seorang pun melainkan mengatakan: Sesungguhnya kami hanya cobaan bagi kamu, maka janganlah kafir". Sungguh Rasulullah telah menjelaskan bahwa sihir adalah salah satu dari dosa-dosa besar dan memerintahkan agar menjauhinya dengan sabdanya: "Jauhilah oleh kalian tujuh perkara yang akan menghancurkan...", kemudian beliau menyebutkan di antaranya: “Sihir.” Dan di dalam As-Sunan di sisi An-Nasa’i disebutkan: “Barangsiapa yang mengikat buhul lalu meniupkan padanya, maka sungguh dia telah melakukan sihir. Dan barangsiapa yang telah melakukan sihir maka sungguh dia telah melakukan kesyirikan.” (Fatawa Al-Lajnah, 1/367/368)



Hukuman Bagi Tukang Sihir


Terjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama apakah tukang sihir itu dihukumi kafir atau tidak. Kemudian, bagaimana dengan hukuman bagi mereka di dunia ini, apakah dibunuh atau tidak.
Jumhur ulama berpendapat bahwa tukang sihir adalah kafir secara mutlak. Di antara mereka adalah Malik, Abu Hanifah, pengikut Al-Imam Ahmad dan selain mereka. (Adhwaul Bayan, 4/455)
Di antara mereka ada yang mengatakan perlu dirinci, yaitu apabila di dalam sihir tersebut terkandung pengagungan terhadap selain Allah seperti bintang-bintang, jiwa-jiwa dan selainnya yang akan bisa mengantarkan kepada kekafiran, maka pelaku sihir tersebut adalah kafir tanpa ada perselisihan. Apabila sihir itu tidak mengandung kekufuran seperti menggunakan benda-benda tertentu seperti minyak dan selainnya maka ini adalah haram dengan keharaman yang keras dan pelakunya tidak bisa dikatakan kafir. (Adhwaul Bayan, 4/456)
Pendapat kedua ini yang dikuatkan oleh Asy-Syinqithi dalam kitab Adhwaul Bayan (4/456) dengan menyatakan: “Inilah yang benar insya Allah dari perbedaan-perbedaan para ulama tersebut.” Dan ini pula yang dirajihkan oleh Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin dalam kitab Al-Qaulul Mufid (2/6).
Di antara para ulama ada yang menggabungkan kedua pendapat tersebut seperti yang dilakukan oleh Asy-Syaikh Sulaiman dalam kitab Taisir Al-'Azizil Hamid (hal. 384): “Sebenarnya kedua pernyataan tersebut tidaklah berbeda. Adapun yang menyatakan tidak kafir dia menyangka bahwa sihir itu terjadi tanpa ada unsur kesyirikan. Padahal tidak demikian, bahkan sihir yang datang dari sisi s*t*n tidak lepas dari kesyirikan dan penyembahan kepada s*t*n. Oleh karena itulah Allah mengkafirkan mereka dengan firman-Nya: "Sesungguhnya kami adalah cobaan, maka janganlah kamu kafir". Adapun sihir yang berasal dari obat-obatan atau asap-asap maka ini bukan sihir. Dinamakan sihir majaz sebagaimana penamaan ucapan yang memukau dan namimah (mengadu domba) sihir, akan tetapi hal yang demikian ini haram karena mengandung mudharat dan pelakunya harus diberi pelajaran.” (lihat Syarah Nawaqidhul Islam, hal. 26)
Setelah kita mengetahui hukum dalam pandangan agama terhadap tukang sihir atau yang melakukannya kafir atau disebut sebagai pelaku maksiat, lalu bagaimana hukuman di dunia, harus dibunuh atau tidak?
Ibnu Katsir dalam Tafsir-nya mengatakan: Ibnu Hubairah berkata: “Apakah dibunuh orang yang hanya melakukan perbuatan sihir atau tidak?” Malik dan Ahmad menyatakan ya (dibunuh), Asy-Syafi’i dan Abu Hanifah mengatakan tidak. Adapun apabila dia membunuh seseorang dengan sihirnya maka dia harus dibunuh menurut pendapat Malik, Asy-Syafi’i dan Ahmad.
Telah ada riwayat dari ulama salaf yang membunuh pelaku sihir. Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih beliau dari Bajalah bin ‘Abdah, berkata 'Umar bin Al-Khaththab: “...agar membunuh para tukang sihir.” Maka kami membunuh tiga tukang sihir.
Asy-Syaikh Muhammad bin Abdulwahab dalam Kitab At-Tauhid berkata: “Telah shahih dari Hafshah bahwa beliau memerintahkan untuk membunuh budak yang menyihirnya.” Dan telah shahih pula dari Jundub radhiallahu anhu.
Asy-Syaikh Abdurrahman bin Hasan dalam Fathul Majid (hal. 343) berkata: “Diriwayatkan pula yang mengatakan (tukang sihir harus dibunuh) dari 'Umar, 'Utsman, Ibnu 'Umar, Hafshah, Jundub bin Abdullah, Jundub bin Ka'ab, Qais bin Sa’d, dan 'Umar bin Abdul 'Aziz.”
Adapun Asy-Syafi’i tidak berpendapat dibunuh hanya sekedar menyihir kecuali apabila di dalam sihirnya itu telah sampai pada tingkat kufur. Demikian pula yang dikatakan oleh Ibnul Mundzir dan sebuah riwayat dari Imam Ahmad. Pendapat pertama lebih kuat berdasar hadit dari Anas dari Ibnu Umar dan orang-orang melakukan di masa pemerintahan beliau dan beliau tidak mengingkarinya.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Majmu’ Fatawa (29/384) berkata: “Sungguh telah diketahui bahwa sihir adalah haram berdasarkan Al Qur’an, As Sunnah, dan ijma’ umat. Kebanyakan ulama berpendapat bahwa tukang sihir adalah kafir dan telah shahih dari 'Umar bin Al-Khaththab tentang harusnya dibunuh dan juga dari 'Utsman bin 'Affan, Hafshah bintu 'Umar, Abdullah bin 'Umar, dan dari Jundub bin Abdillah dan telah diriwayatkan secara marfu’ (sampai sanadnya kepada Rasulullah)."
Dari semua pendapat para ulama ini, jelas bahwa sihir merupakan sesuatu yang sangat berbahaya baik ditinjau dari sisi dunia maupun akherat. Oleh karena itu, telah shahih riwayat dari ulama salaf tentang keharusan membunuh mereka. Lalu apakah dibunuh mereka sebagai hukuman peringatan atau karena murtad?
Sepakat para ulama, kalau sihirnya itu sampai kepada batas kekufuran dan syirik, maka dibunuhnya adalah sebagai hukuman murtad. Dan terjadi perbedaan pendapat apabila sihirnya itu tidak sampai pada tingkatan kufur. Di antara mereka dibunuh sebagai hukuman (had) dan ada yang mengatakan dia dibunuh sebagai satu bentuk peringatan baginya dan orang lain.
Muhammad bin Amin Asy-Syinqithi dalam kitab Adhwaul Bayan (4/463) berkata: “Yang benar di sisiku adalah bahwa penyihir yang sihirnya belum sampai ke tingkat kufur dan dia tidak membunuh dengan sihirnya itu, maka dia tidak boleh dibunuh berdasarkan dalil-dalil yang qath’i (kuat) dan ijma’ atas terpeliharanya darah orang-orang Islam secara umum kecuali apabila datang dalil yang jelas. Membunuh tukang sihir yang belum sampai pada tingkatan kufur dengan sihirnya, tidak ada yang shahih dari Rasulullah. Dan menumpahkan darah seorang muslim tanpa ada dalil dari Al Qur’an dan As Sunnah yang shahih, belum jelas pembolehannya di sisiku.”
Dan ilmunya di sisi Allah, bersamaan dengan itu yang mengatakan harus dibunuh secara mutlak merupakan pendapat yang kuat sekali berdasarkan perbuatan para shahabat tanpa ada pengingkaran.
Apakah mereka harus dimintai taubat ataukah langsung dibunuh? Terjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama dan pendapat yang kuat berdasarkan tarjih Asy-Syinqithi dalam Adhwaul Bayan: “Kalau dia bertaubat maka taubatnya diterima, karena sihir tidak lebih besar daripada dosa syirik dan Allah menerima taubat tukang sihir Fir’aun dan menjadikan ketika itu sebagai walinya.” (lihat Syarah Nawaqidhul Islam, hal. 28)
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Re: memberantas praktik perdukunan di negeri kita

Post by keroncong on Sun Dec 09, 2012 2:36 pm

Telah diriwayatkan di zaman salaf bahwa suatu ketika ada seorang penyihir (atau lebih pasnya untuk hari ini adalah tukang sulap) yang memancangkan seutas tali antara tiang dengan tiang di depan masjid, lalu dia perintahkan seekor gajah untuk meleatinya dan gajah itupun mampu melakukannya. Bukan hanya itu, dia juga menggelinding di tanah, namun tatkala dia katakan "Bangun...!" maka bangunlah orang tadi dan kepalanya pulih seperti semula.

Melihat adegan tersebut, Jundub bin Ka'ab menyibak kerumunan orang-orang yang menonton hingga mendapatkan penyulap tadi lalu beliau memukulnya hingga tersungkur, lalu beliau katakan, "Bangun...!" ternyata ia tidak bisa bangun. Begitulah perlakuan para salaf terhadap para penipu dan penyihir. Kekuatan dan tipuan bangsa jin atau syaitan tak berdaya menghadapi orang-orang mulia pilihan Allah.

Secara umum profesi "dukun" sebenarnya telah memiliki konotasi buruk sejak zaman jahiliyah, sehingga tatkala orang-orang musrik jahiliyah ingin menjauhkan manusia dari Nabi, mereka sebarkan isu dan mereka memberikan gelar "kahin" (dukun) atau "sihir" (tukang sihir) agar orang-orang manjauh dari Nabi. Begitu pula tatkala datangnya cahaya Islam, tukang sihir dan dukun menempati track record yang buruk dalam pandangan Islam.

Di jaman modern ini dukun lebih dikenal dengan istilah ngetrennya "paranormal", dan keberadaan mereka mendapat tempat terhormat dalam masyarakat baik yang berprofesi sebagai tukang ramal, tukang sulap, pemimpin adat sampai pada dukun yang melakukan pengobatan alternatif yang menggunakan jin sebagai prewangan (khadam/partner).

Para Dukun Mendapat Informasi dari Jin

"Telah mengabarkan kepada kami Ali bin Abdillah dari Hisyam bin Yusuf dari Ma'mar dari Az-Zuhri dari Urwah bin Zubeir dari Aisyah r.a. berkata, "Orang-orang bertanya kepada Rasulullah SAW tentang para dukun," beliau bersabda, "Tidak ada apa-apanya." Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, mereka kadang-kadang bisa menceritakan sesuatu yang benar kepada kami. Maka Rasulullah SAW bersabda, "Kalimat tersebut berasal dari kebenaran yang dicuri oleh jin, kemudian dibisikkan ke telinga para walinya (dukun). Maka para dukun tersebut mencampurkan kalimat yang benar tersebut dengan seratus kedustaan."
(HR. Bukhari, Muslim dan Ahmad)

Hadits tersebut sejara jelas membuka kedok dan rahasia "keampuhan" dukun yang banyak mengecoh orang-orang yang menyandarkan harapan, keselamatan dan kebahagiaan hidupnya kepada selain Allah. Dalam hadits ini terungkap pula teka-teki di balik kemampuan dukun yang terkadang dapat menebak peristiwa yang akan terjadi. Dijelaskan pula dalam hadits ini dari mana sumber ilmu paranormal (dukun).

Pelajaran yang dapat dipetik dari petunjuk Rasulullah SAW tersebut diatas adalah:


Terkadang dukun mendapat kabar yang benar dari jin. Akan tetapi kedustaan yang dibawa sebenarnya jauh lebih besar dan lebih sering

Imam Bukhari meriwayatkan pula dalam bab lain, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Apabila Allah memutuskan perkara di langit, para malaikat memukul-mukulkan sayapnya dalam keadaan tunduk mendengarkan firman Allah laksana gemerincingnya rantai besi yang terjatuh pada batu yang licin. Maka rasa takut telah hilang dari hati malaikat, mereka bertanya: Apa yang telah ditetapkan oleh Rabbmu? Malaikat menjawab kepada yang lain, "Allah berfirman tentang kebenaran, sedangkan Dia Maha Tinggi lagi Maha Besar. Maka di saat ada s*t*n-s*t*n pencuri dengan membentuk formasi demikian (yakni bertumpuk satu sama lain), Sufyan memperagakan dengan menyusun telapak tangannya dan membentangkan jari-jarinya.

Kemudian s*t*n pencuri dengar itu berhasil mencuri dengar kalimat yang benar, lalu ia sampaikan kepada s*t*n di bawahnya, s*t*n yang dibawahnya tersebut mengabarkan lagi kepada yang dibawahnya lagi sampai akhirnya yang paling bawah menyampaikan hingga sampai ke lidah tukang sihir atau dukun. Bisa jadi sebelum s*t*n sempat menyampaikan berita yang benar tersebut keburu disambar oleh bintang api. Tetapi boleh jadi pula s*t*n berhasil menyampaikan hasil curiannya sebelum disambar api. Kemudian s*t*n menambahi kalimat yang benar tersebut dengan seratus kedustaan. Lalu dikatakan oleh orang-orang: "Bukankah ia (dukun) telah mengatakan kita hari begini dan begini, demikian dan demikian? Maka dukun pun dipercaya karena kalimat yang benar yang dicuri dari langit." (HR. Bukhari).

Kebanyakan manusia cenderung lebih mudah tergoda untuk menerima kebatilan. Jika sekali saja dukun terbukti benar, maka jiwa akan terpengaruh untuk selalu menganggap setiap apa yang dikatakan dukun adalah benar, sementara mereka melupakan kedustaan-kedustaan yang telah mereka perbuat

Taruhlah seorang dukun meramal sebanyak seratus kali, lalu jin yang bekerja untuknya berhasil mencuri dengar sekali saja, hingga dia memberitahukan sesuatu yang benar. Maka hal ini mengandung ketakjuban banyak orang higga dikiranya setiap kali dia ngomong mesti benar. Padahal yang benar hanya satu persen, sekian persennya "kebetulan" benar dan sekian persen lagi salah.

Contoh yang sangat mudah, mendekati tanggal 9-9-1999 yang lalu para dukun, tukang ramal atau paranormal mensosialisasikan besar-besaran, diantaranya lewat tabloid posmo, bahwa hari itu adalah hari kiamat. Ada pula yang meramalkan Soeharto meninggal ditembak pada tahun 2000 dan sebagainya yang ternyata jauh dari kenyataan. Namun alangkah anehnya, orang-orang belum merasa jera dan kapok dikibuli oleh para penipu itu.

Tepatnya ramalan dukun bukanlah indikasi benarnya perbuatan tersebut secara syar'i

Dari pintu inilah banyak orang-orang jahil tergelincir, jika apa yang mereka usahakan yakni dengan mendatangi dukun jika kebetulan terwujud, mereka menyangka bahwa hal itu merupakan indikasi keridlaan Allah karen tercapainya cita-citanya. Hal ini pula yang menggeincirkan banyak orang yang berdo'a dengan cara-cara bid'ah dan syirik seperti berdo'a kepada Allah melalui perantara penghuni kuburan nenek moyangnya atau orang shaleh. Ketika kebetulan tercapai, mereka menyangka bahwa apa yang mereka tempuh berarti benar dan diridlaai Allah, padahal bisa jadi hal itu adalah istidraj, Allah SWT berfirman, yang artinya:
"Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang kami berikan kepada mereka itu berarti Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? Tidak, sesungguhnya mereka tidak sadar."
(Q. S. Al-Mukmin: 55-56)

Kesimpulannya, bahwa tepatnya ramalan dukun, tercapainya tujuan melalui perantaraan dukun ataupun terkabulnya do'a bukanlah merupakan indikasi keridlaan Allah dan lurus di atas syare'at.

Syaikhul Islam mengisahkan di dalam kitabnya "Iqtadha'us Shirathil Mustaqim" suatu kisah yang amat berharga untuk kita ambil pelajarannya.

Suatu ketika orang-orang kafir dari golongan Nasrani berhasil mengepung kota kaum muslimin namun mereka kehabisan persediaan air minum. Lalu mereka melobi kepada kaum muslimin agar mau memberikan air kepada mereka dengan jaminan mereka akan meninggalkan kota kaum muslimin. Maka musyawarahlah para pemimpin kaum muslimin. Mereka berkata, "Biarlah mereka kehausan dan lemah kekuatan mereka lalu kita serang mereka." Kemudian orang-orang Nashrani berdo'a kepada Allah agar menurunkan hujan atas mereka dan tiba-tiba hujan pun turun. Maka menjadi bingunglah orang-orang awam dari kaum muslimin melihat fenomena tersebut yang mana do'a orang kafir dikabulkan oleh Allah. Maka berkatlah amir kepada seorang yang alim, 'Berilah pengertian kepada manusia.' Lalu disiapkanlah mimbar untuk beliau lalu beliau berkhutbah: "Ya Allah, sesungguhnya kami mengetahui bahwa orang-orang kafir tersebut adalah termasuk yang rizkinya menjadi tanggungan-Mu sebagaimana Engkau firmankan dalam kitab-Mu: "Dan tiada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rizkinya..."(Q. S. Hud: 6) Mereka berdo'a kepada-Mu dalam keadaan terjepit, sedangkan Engkau mengabulkan do'a orang-orang yang dalam keadaan terjepit jika mereka memohon kepada-Mu, karena itulah Engkau menurunkan hujan bagi mereka karena semata-mata Engkaulah yang menanggung rizki mereka dan karena mereka berdo'a kepada-Mu dalam keadaan terjepit, bukan karena Engkau mencintai mereka, bukan pula karena Engkau mencintai agama mereka. Sekarang kami berharap agar Engkau menunjukkan kepada kami tanda-tanda kekuasaan-Mu sehingga menjadi teguhlah keimanan hamba-hamba-Mu yang beriman..." Maka sebentar kemudian Allah mengirimkan badai atas orang-orang kafir dan binasalah mereka.

Sisi Kelam Kehidupan Para Dukun

Tidak banyak orang yang tahu bahwa di balik keampuhan dan kesaktian para dukun, ternyata ada sisi kelam dalam kehidupan mereka di dunia dan juga di akherat (jika mereka tidak bertaubat).

Bagaimana tidak untuk dapat bernego dengan para jin yang menjadi mitra kerjanya itu mereka harus rela menggadaikan kebahagiaan akheratnya dengan cara menanggalkan tauhid.

Bukan rahasia lagi bahwa untuk memperoleh kapasitas ilmu klenik yang tinggi mereka harus melakukan bentuk kesyirikan, kezaliman ataupun kemaksiatan kepada Allah. Ada yang menyembelih untuk jin, ada yang menjadikan para gdis sebagai tumbal, ada yang harus melakukan puasa-puasa bid'ah dan bahkan ada yang harus menjadikan mushaf Al-Qur'an sebagi alas kaki tatkala buang air besar, inna lillaahi wa inna ilaihi raji'uun.

(Abu Umar Abdillah)

Referensi:


Fathul Bari, Ibnu Hajar Al-Asqalani
Iqtidha' Ash shirat Al-Mustaqim, Ibnu Taimiyah
Fathul Majid Syarh Kitab at-Tauhid, Alu Syaikh
Tafsir Al-Qur'an, Ibnu Katsir
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Re: memberantas praktik perdukunan di negeri kita

Post by keroncong on Tue Dec 11, 2012 3:47 pm

Apa yang dimaksud dengan "kahanah" (perdukunan) menurut Islam ? Dan apa pengaruhnya terhadap tauhid ?" Yang dimaksud dengan "kahanah" yaitu mengabarkan tentang hal-hal ghaib. Sebagian mengatakan, mengabarkan sesuatu yang ada dalam hati.

Dahulu kala, sebelum diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, para dukun itu mencari tahu hal-hal ghaib melalui s*t*n yang mencuri dengar dari langit. Tetapi ketika langit telah dijaga dengan syihab (pelempar s*t*n) semenjak diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, para dukun itu akhirnya mencari tahu hal-hal ghaib melalui pemimpin mereka yaitu jin.

Dengan kabar yang diterimanya dari jin itu para dukun mengabarkan kepada orang-orang bodoh. Lalu mereka mengira itu merupakan karamah (keluarbiasaan yang diberikan Allah kepada wali-Nya). Dan mereka menyangka bahwa para dukun itu wali Allah. Akhirnya mereka selalu membenarkan apa yang dikatakannya, padahal itu sangat membahayakan agama dan dunianya. Allah berfirman, "Dan (ingatlah) hari di waktu Allah menghimpunkan mereka semuanya, (dan Allah berfirman)," Hai golongan jin (s*t*n), sesungguhnya kamu telah banyak (menyesatkan) manusia." Lalu berkatalah kawan-kawan mereka dari golongan manusia, "Ya Tuhan kami, sesungguhnya sebagian dari kami telah mendapatkan kesenangan dari sebagian (yang lain), dan kami telah sampai pada waktu yang telah Engkau tentukan bagi kami." Allah berfirman: "Neraka itulah tempat diam kamu, sedang kamu kekal di dalamnya, kecuali kalau Allah menghendaki (yang lain)." (Al An'am: 128)

Kesenangan manusia berteman dengan jin karena jin tersebut membantu mencukupi berbagai kebutuhannya. Sebaliknya, kesenangan jin berteman dengan manusia karena ia mendapatkan pengagungan dari manusia. Perdukunan berpengaruh kepada agama, karena ia mendakwakan dirinya mengetahui hal-hal ghaib. Padahal masalah-masalah ghaib hanya Allah yang mengetahui. Di samping juga karena perdukunan berdasarkan wasilah-wasilah (perantara) kemusyrikan, seperti penggunaan jin.

Secara umum, hukum perdukunan adalah kafir. Termasuk di dalamnya mempercayai perdukunan tersebut. Yakni mempercayai dibolehkannya wasilah-wasilah syirik serta kepercayaan adanya makhluk yang memiliki ilmu ghaib. Jika demikian halnya maka tak disangsikan lagi ia adalah kafir. Tetapi jika pekerjaannya tersebut sekedar mendakwakan diri tanpa menggunakan pertolongan jin, mereka-reka untuk mengelabui orang awam maka hukumnya haram dan kufrun duuna kufrin (kekufuran yang tidak menyebabkan keluar dari Islam).

"Apakah "irafah" (pekerjaan meramal) itu ? Dan Apa pula hukumnya ?" Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam memperingatkan agar kita tidak mendatangi orang pintar ('arraf) dan dukun apalagi membenarkannya. Beliau bersabda, "Siapa saja mendatangi orang pintar atau dukun lalu mempercayai apa yang dikatakannya maka dia telah ingkar (kafir) dengan apa yang diturunkan atas Muhammad Shal-lallahu Alaihi Wasallam." (Hadits shahih menurut syarat Al Bukhari dan Muslim)

Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam juga menjelaskan bahwa orang yang melakukan pekerjaan perdukunan bukan termasuk orang yang berada di jalannya, "Tidak termasuk golongan kami orang yang melakukan atau meminta tathayyur (meramal nasib sial), orang yang meramal atau minta diramalkan, yang menyihir atau yang minta disihirkan. Dan siapa saja yang mendatangi dukun lalu mempercayai apa yang dikatakannya maka dia telah ingkar (kafir) dengan wahyu yang diturunkan atas Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam."(HR. Al Bazzar dengan isnad jayyid)

Apa akibat dari praktek perdukunan
Di antara pengaruh dan akibat praktek perdukunan yaitu:

Hilangnya iman atau minimal iman itu menjadi lemah.
Mengingkari terhadap apa yang diturunkan atas Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.
Amal kebaikannya tidak berpahala, sebagai balasan dari perbuatan maksiat yang ia lakukan.
Timbulnya keragu-raguan di kalangan umat Islam dan keluarga sehingga menimbulkan perpecahan dan saling membenci.
Membelanjakan harta tidak pada tempatnya. Sebab haram hukumnya membelanjakan harta untuk kepenting-an perdukunan atau yang semisalnya. Dan seperti yang umum terjadi, tidak ada praktek perdukunan yang lepas dari soal uang.
Ketergantungan orang awam kepada jalan-jalan yang dilarang agama. Mereka lebih senang bertanya kepada dukun daripada melakukan ikhtiar yang dibenarkan syariat.
Hancurnya rumah tangga yang berakhir dengan perceraian. Hal ini misalnya karena si dukun mengabarkan kepada suami apa yang dilakukan oleh isterinya, baik itu kabar benar atau bohong yang pada akhirnya menyebabkan perceraian atau minimal menggoncangkan ketenangan kehidupan rumah tangga.
Terjadinya goncangan jiwa, gelisah dan kacau karena apa yang diinginkannya tidak sampai dan memang tidak akan sampai. Apa yang sudah baik ia kacaukan kembali lalu kekacauan dan bahaya itu senantiasa bertambah dan bertambah.
Jatuh dalam perbuatan syirik, karena si dukun melakukan pengobatan yang mengandung syirik. Seperti menyembelih pada waktu atau tempat-tempat tertentu, lalu menyebutkan kepada siapa sembelihan itu diperuntukkan. Padahal jelas, menyembelih bukan karena Allah hukumnya syirik.

Apakah ilmu nujum itu ? Apa hukum mempelajarinya ?
Ilmu nujum yaitu ilmu yang mempelajari bintang-bintang, letak dan gerakan-gerakannya serta manfaat daripadanya. Pada saat sekarang ilmu ini disebut dengan astrologi. Hukum mempelajarinya tergantung maksud orang yang bersangkutan:

Jika ia bermaksud dengan mempelajari bintang-bintang itu sebagai petunjuk mengetahui arah dan kiblat, hal ini dibolehkan. Allah berfirman, "Dan (Dia) ciptakan tanda-tanda (penunjuk jalan). Dan dengan bintang-bintang itulah mereka mendapat petunjuk." (An Nahl: 16). Dengan ilmu ini seseorang bisa mengetahui waktu-waktu ibadah, seperti shalat lima waktu, bagian siang dan malam, mengetahui kapan yang baik untuk menanam dan menaburkan benih dengan izin Allah dan lain-lain. Alat-alat penunjuk waktu yang ditemukan manusia 'atas petunjuk Allah' adalah dibuat berdasarkan ilmu astrologi ini, yakni berdasarkan gerakan tempat edar bintang-bintang dan planet-planet.
Jika ia bermaksud dengan mempelajari bintang-bintang itu untuk mengaitkan antara pengaruh bintang itu dengan kejadian-kejadian di bumi dan meyakini bahwa bintang-bintang itu punya peran dalam kejadian-kejadian maka ini adalah kufur. Sebab ia percaya bahwa bintang-bintang itu ikut mengatur bersama Allah. Maha Suci Allah dari apa yang mereka dakwakan tersebut.
Jika ia mengaitkan kejadian-kejadian di bumi dengan perjalanan bintang-bintang. Misalnya pertemuan bintang-bintang dan kejauhan jarak antara bintang-bintang tersebut lalu ia percaya bahwa hal itu bisa mempenga-ruhi kejadian-kejadian di bumi dengan izin Allah maka hal ini hukumnya haram. Sebab ia merupakan wasilah kepada kemusyrikan.

Qatadah berkata, "Allah menciptakan bintang-bintang itu untuk tiga hal; hiasan langit, pelempar s*t*n dan tanda-tanda untuk dijadikan petunjuk." Siapa saja mentakwilkan selain daripada itu maka dia keliru dan memaksakan sesuatu yang tidak ia ketahui. Allah berfiman, "Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar s*t*n." (Al Mulk: 5). "Dan (Dia ciptakan) tanda-tanda (penunjuk jalan). Dan dengan bintang-bintang itulah mereka mendapat petunjuk." (An Nahl: 16). Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengancam keras orang yang mempelajari ilmu bintang yang diharamkan. Beliau bersabda, "Tiga orang yang tidak akan masuk Surga, pecandu khamar, orang yang mempercayai sihir, dan pemutus hubungan kekeluargaan."(HR. Imam Ahmad dan Ibnu Hibban dalam shahihnya)

Hadits di atas menunjukkan diharamkannya mempelajari sihir serta mempercayainya. Di antara sihir itu adalah mencari pertanda dari keadaan falak (perbintangan) atas pelbagai kejadian di bumi serta dugaannya bahwa hal itu punya pengaruh, karena di dalamnya terkandung dakwaan mengetahui ilmu ghaib dan sya'wadzah (sulap) dan itu adalah salah satu bentuk sihir.

"Apakah sihir benar-benar nyata terjadi (tampak sebagai hakekat) atau ia sekedar hayalan ?"
"Sihir ada yang benar-benar nyata terjadi dan mempengaruhi di badan atau hati sehingga menyebabkan sakit, kematian atau berpisahnya suami dari isteri. Sihir semacam ini hukumnya kafir.

Di antara sihir ada pula yang hanya merupakan hayalan, yaitu pengelabuan mata. Di hadapan mata, dihayalkan adanya suatu hal yang nyata terjadi, padahal tidak demikian. Sihir semacam ini tidak mempengaruhi tubuh manusia. Hayalan itu akan hilang dengan sendirinya setelah tukang sihir itu menghentikan permainannya. Sihir semacam ini merupakan salah satu bagian dari sulap. Ia hukumnya haram, karena di dalamnya mengandung penyesatan dan tipu daya. Bisa jadi orang yang dihayalkan di hadapannya diambil uangnya dan diganti dengan sesuatu yang tidak sesungguhnya, lalu orang tersebut menerima karena ia terpedaya. Atau mungkin juga dengan sebab sihir semacam ini seseorang mempercayai terjadinya pemotongan leher, masuk dalam kobaran api, pengeluaran isi perut dan lain-lain. Ini adalah bentuk penipuan yang mungkin melalui latihan, kekuatan hayal atau kecerdikan. Sihir yang berupa hayalan atau sulap hukumnya haram, tetapi tidak sampai pada derajat kekufuran.

Sumber:
(Al As'ilah wal Ajwibah fil Aqidah, Syaikh Shalih bin Abdurrahman Al Athram)
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Re: memberantas praktik perdukunan di negeri kita

Post by keroncong on Wed Dec 12, 2012 11:34 pm

Sesungguhnya segala puji bagi Allah semata, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan serta bertaubat kepada-Nya. Kami berlindung kepada-Nya dari kejelekan jiwa-jiwa kami dan dari keburukan amal perbuatan kami. Barangsiapa diberi hidayah oleh Allah, niscaya tiada seorang pun yang dapat menyesatkannya. Dan barangsiapa disesatkan-Nya, maka tiada seorang pun yang dapat
memberinya petunjuk. Saya bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah semata tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam adalah hamba dan utusan-Nya. Shalawat dan salam semoga tercurah atas beliau, atas keluarga, dan segenap sahabat beliau serta orang-orang yang mengikuti petunjuk beliau sampai hari kemudian kelak.

Maasyiral Muslimin rahimakumullah!

Resesi yang berkepanjangan menimpa seluruh dunia, termasuk Indonesia. Indonesia saat ini dalam situasi yang tidak menentu, baik dari segi ekonomi maupun politik. Keadaan seperti ini menimbulkan keresahan yang sangat pada segenap lapisan masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah atau rakyat miskin. Keperluan hidup mesti dicukupi dari hari ke hari, sementara kemampuan masyarakat miskin untuk memenuhinya sangat terbatas atau tidak mampu. Hal ini membuat suasana kehidupan keras dan kejam, bahkan cenderung ke arah perlombaan yang tidak sehat. Keadaan ini sangat efektif membuat orang stres sehingga mudah terkena penyakit, baik fisik maupun mental.

Mereka yang terkena hal ini, penyakit stres dan sejenisnya, tentunya berusaha sekuat-kuatnya mencari solusi peneyembuhan dan pengobatannya. Salah satu jalan yang ditempuh adalah melalui pengobatan alternatif. Sesungguhnya model pengobatan eperti ini bukanlah hal yang baru. Pengobatan seperti ini sudah ada sejak zaman dahulu. Hanya saja, pemakaian istilah "pengobatan alternatif" inilah yang baru yang sebelumnya belum ada istilah semacam itu. Kini pengobatan alternatif telah menjamur, bertebaran di mana-mana.

Maasyiral Muslimin rahimakumullah.

Kita sebagai seorang muslim hendaknya hati-hati dengan bentuk-bentuk pengobatan seperti ini, dalam arti kata jangan sampai terjerumus pada lembah kemusyrikan. Untuk itu, kita harus mengetahui dahulu sebelum bertindak. Sebab, seorang muslim memang dituntut untuk berilmu dahulu baru berucap dan beramal.

Allah SWT telah berfirman yang artinya, "Ketahuilah sesungguhnya tidak ada ilah yang haq kecuali Allah." (Muhammad: 19).
Dalam menerangkan ayat ini, Imam Bukhari menyatakan dalam kitab Sahihnya, "Ilmu sebelum kita berucap dan beramal. Dalam Alquran dijelaskan bahwa kita tidak boleh bertindak, mengikut, atau berbuat sesuatu yang kita tidak mempunyai kefahaman tentang itu. "Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya." (Al-Israa': 36).

Oleh karena itu, sebelum kita berobat ke berbagai macam pengobatan alternatif hendaklah kita membekali diri kita dengan rasa takut kepada Allah, jangan sampai kita terjerumus kepada kemusyrikan faliyaadzubillah. Sebab, Allah dengan jelas telah menyatakan bahwa dosa syirik tidak akan diampuni, yaitu bagi mereka yang wafat dalam keadaan belum taubat dari dosa itu.

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar." (An-Nisaa': 48).

Dalam ayat yang lain Allah juga telah menekankan hal ini agar seorang muslim terhindar dari kemusyrikan.

"Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang lain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya." (An-Nisaa': 116).

Maasyiral Muslimin rahimakumullah.

Sungguh, hal itu merupakan suatu ancaman yang sangat menakutkan yang datang dari Allah SWT. Dalam keadaan sakit, seorang hendaknya tidak berpikir pendek, yaitu hanya berpikir bagaimana sakit yang dideritanya dapat sembuh, tanpa memikirkan dan mengembalikan pada Allah, bahwa Dialah Allah Yang Maha Penyembuh. Setiap muslim hendaknya berpikir bagaimana cara pengobatan yang tidak menyalahi syariat agamanya. Kalaupun melalui pengobatan alternatif, hendaknya kita memilih yang sesauai dengan tuntunan Islam, jangan sampai terjebak kepada pengobatan alternatif yang sesat yang di dalamnya terdapat bentuk-bentuk kemusyrikan.

Untuk menilai apakah pengobatan tersebut sesuai atau bertentangan dengan syariat Islam, maka kita harus mengetahui Ilmu Tauhid. Atau, jika kita belum mengetahui tentang ilmu tauhid, hendaknya bertanya kepada seorang yang dianggap arif masalah ini. Hal ini penting karena ini masalah prinsip yang menyangkut keselamatan hidup untuk akhirat. Oleh karena itu kita harus ekstra hati-hati dalam hal-hal seperti ini.

Allah menyatakan dalam Firman-Nya yang artinya, "Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui." (An-Nahl: 43)

Maasyiral Muslimin rahimakumullah!

Orang yang sedang sakit pada umumnya berada pada dimensi hidup dan mati, apalagi jika penyakitnya telah begitu parah. Maka, jangan sampai kematian yang dekat itu dia bekali dengan suatu amalan yang akan disesali sepanjang masa di akhirat kelak. Perlu kita ketahui bahwa satu hari di akhirat sama dengan 50 ribu tahun di dunia ini. Apakah logis, kalau kita sakit di dunia ini, misalnya hanya satu atau dua bulan, tetapi kita akan menanggung derita yang lebih lama di akhirat hanya gara-gara tauhid kita rusak karena salah mencari pengobatan. Kalaupun sakit yang diderita oleh manusia itu mencapai 100 tahun lamanya, belum ada apa-apanya jika dibandingkan dengan sakit yang diderita di akhirat. Rasulullah Shallallahualaihi wa sallam telah bersabda yang artinya, "Barangsiapa menemui Allah (mati) dalam keadaan tidak berbuat syirik kepada-Nya sedikit pun, pasti masuk Surga; tetapi, barangsiapa menemui-Nya (mati) dalam keadaan berbuat sesuatu syirik kepada-Nya, pasti masuk Neraka." Dengan demikian, sesungguhnya alasan apa yang dapat menyebabkan kita berlari menuju terjerumus kepada kemusrikan atau kesyirikan. Oleh karena itu, kita hendaknya jangan sekali-kali memudahkan atau meremehkan urusan yang berhubungan dengan masalah ketauhidan.

Mencari pengobatan alternatif termasuk wilayah yang jika tidak hati-hati bisa terjerumus kepada kesyirikan. Hal ini karena banyak para dukun yang jauh dari syariat gencar melakukan promosi secara besar-besaran. Mereka berdalih menolong orang, tetapi sebagian besar mereka adalah mencari keduniaan dan ketenaran.

Kaum Muslimin rahimakumullah.

Kita berdoa semoga Allah menjaga dan melindungi kita dari hal-hal yang merugikan, baik di dunia maupun di akhirat. Semoga Allah menyembuhkan kita apabila sakit dan mewaafatkan kita dalam kedanaan jauh dari kemusyrikan, amiin.

Yaa Allah, ampunkanlah kesalahan-kesalahan kami, dan juga perbuatan yang berleb-lebihan dalam urusan kami, dan apa yang Engkau lebih mengetahuinya dari kami!
Yaa Allah, ampuni kami, segala senda gurau kami, kesalahan kami, kesengajaan kami, dan semua dari kami!
Yaa Allah, ampunilah kami, baik yang dahulu maupun terkemudian, baik yang tersembunyi maupun yang terang-terangan, sesungguhnya Engkau lebih tahu dari kami. Engkaulah yang mendahulukan dan Engkau yang mengakhirkan, dan Engkaulah di atas segala sesuatu berkuasa.
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Re: memberantas praktik perdukunan di negeri kita

Post by keroncong on Thu Dec 13, 2012 10:41 am

Maraknya perdukunan disebabkan, di antaranya:

Lemah iman dan kurangnya pemahaman agama.
Lemah iman (kurangnya keyakinan bahwa Allah adalah tempat meminta segala keperluan) adalah faktor utama bagi seseorang untuk mencari alternatif lain untuk menyelesaikan permasalahan hidup. Meminta pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat merupakan solusi Islami dan tepat untuk menyelesaikan masalah. Allah berfirman:
"Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar." (Al-Baqarah: 153).

Membungkus dunia perdukunan dengan agama.
"Kami tak melakukan apa-apa, hanya berdoa kepada Allah, dan atas ridhaNyalah doa kami itu terkabul", tutur seorang paranormal di sebuah media. Ungkapan di atas dan semisalnya adalah ucapan klise yang sering keluar dari mulut paranormal/dukun. Mereka berlindung di balik kata "doa" dan nama "Allah" untuk mengelabui orang dan meyakinkan bahwa kemampuan yang dimilikinya itu adalah pemberian dari Allah dan tidak bertentangan dengan ajaran agama. Untuk membantah syubhat (kerancuan) ini, perhatikanlah firman Allah:
"Iblis menjawab, 'Demi kekuasaan (izzah) Engkau, aku akan menyesatkan mereka semuanya'." (Shad: 82).

Iblis makhluk yang telah nyata kekafirannya kepada Allah (Al-Baqarah: 24) menggunakan sifat Allah (Al-Izzah) dalam bersumpah. Maka bukan suatu hal aneh jika mereka menggunakan nama Allah, membaca (potongan) ayat-ayat Al-Qur'an sebagai mantera. Penggunaan simbol-simbol agama bukan ukuran kebenaran. Bukankah iblis yang menggunakan sifat Allah ketika bersumpah tidak menjadi pembenaran bahwa ia sesungguhnya tidak sesat dan menyesatkan. Selain itu, mereka mengatakan bahwa ilmu yang diberikan berdasar pada agama (Al-Qur'an). Tapi pada saat yang sama, mereka juga memberikan syarat, azimat dan amalan-amalan yang tidak sesuai dengan Al-Qur'an atau tidak diajarkan oleh Al-Qur'an.

Ajaran Sufisme
Ajaran Sufisme mempunyai andil dalam memupuk mistikisme. Lipstik agama yang membungkus ritual sufisme banyak mengelabui umat. Cerita-cerita mistik tentang hal-hal ghaib -Allah, malaikat, jin dll- banyak mewarnai ajaran mereka.

Animisme, dinamisme, sinkretisme
Kepercayaan masyarakat yang suka mistik adalah sisa-sisa pengaruh dari ajaran anismisme -kepercayaan kepada roh-roh yang mendiami semua benda-, dinamisme -kepercayaan bahwa segala sesuatu mempunyai kekuatan yang dapat mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan usaha manusia- kemudian ajaran Hindu (tentang roh dan dewa-dewi). ( Dr. Simuh ). Termasuk budaya sinkretisme yang mencampuradukkan ajaran berbagai agama untuk mencari penyesuaian (Prof. Kusnaka Adimihardja).

Pergi ke Dukun/Paranormal

Allah menurunkan penyakit dan menurunkan pula obatnya, ada di antaranya yang sudah diketahui dan ada pula yang belum. Berobat yang sesuai syari'at dibolehkan menurut kesepakatan ulama. Tidak dibolehkan mendatangi dukun/paranormal yang mengaku mengetahui hal-hal ghaib, untuk mengetahui penyakit yang diderita dan atau kebutuhan lainnya.

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda:
"Barangsiapa datang ke kahin (dukun), dan percaya apa yang ia katakan, maka sesungguhnya ia telah kafir terhadap apa yang telah diturunkan kepada Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam." (HR. Abu Daud).

Allah berfirman:
"(Dia adalah Rabb) Yang Mengetahui yang ghaib, maka dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu." (Al-Jin: 26).

Para dukun/paranormal tidak mempunyai "kelebihan" melainkan dengan cara berbakti, tunduk, taat dan menyembah jin. Kumkum (berendam) di pertemuan dua sungai, tapa (meditasi) di gua-gua, puasa, menyembelih hewan dengan kriteria tertentu adalah sebagian bentuk dari penyembahan jin. Pengobatan alternatif, pengisian ilmu kesaktian, susuk, azimat, wafak, pengasihan dan lainnya dalam praktiknya banyak menggunakan jin dan s*t*n. Setiap praktik dukun/paranormal yang menggunakan syarat, mahar, perantara dan mantera pantas dicurigai. Lewat syarat itulah, apakah namanya susuk atau azimat, jin masuk dengan cara yang disadari atau tidak disadari.

Pergi ke dukun/paranormal adalah awal dari rentetan kesusahan. Menyelesaikan masalah dengan menambah masalah. Jin dan s*t*n akan terus menanamkan rasa takut, gelisah dan ketergantungan bagi para konsumen dan pengguna jasanya, yang menyebabkan ia tak akan lepas dari pengaruhnya. Syarat-syarat yang beraneka ragam -dari yang tidak rutin atau rutin dikerjakan pada waktu atau tempat tertentu- itulah bukti nyata kekuasaan jin atas konsumennya.

"Dan bahwasanya ada beberapa orang di antara manusia meminta perlindungan kepada jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka rahaq." (Al-Jin: 6). Arti rahaq menurut Qatadah ialah, dosa dan menambah keberanian bagi jin pada manusia. Rahaq juga berarti ketakutan (Abul Aliyah, Ar-Rabi', dan Zaid bin Aslam). Ketika jin tahu manusia minta perlindungan karena takut pada mereka, maka jin menambahkan rasa takut dan gelisah agar manusia semakin tambah takut dan selalu minta perlindungan kepada mereka. (Ibnu Katsir, Tafsirul Qur'anil Azhim, 4/453).

Menjauhi Dukun/Paranormal

Kandungan arti surat Al-Falaq dan An-Nas adalah bukti bahwa jin dan s*t*n dapat berbuat jahat terhadap manusia. Juga mengajarkan kita untuk berlindung dan minta pertolongan dari hal-hal tersebut hanya kepada Allah semata. Tindakan prefentif dengan berdzikir, berdoa sesuai tuntutan agama perlu dilakukan sebelum terjadi.

Takhayul, sihir dan adu nasib memiliki lahan yang cocok untuk berkembang dan tersebar pada lingkungan-lingkungan dan masyarakat-masyarakat yang lemah di atas manhaj yang tidak bertujuan dan beragama dengan tidak benar. Gelombang sihir, takhayul dan gejala-gejala sosial yang sakit dan ganjil disebabkan oleh jauhnya manusia dari Allah (agamaNya), serta keterikatan dan ambisi mereka terhadap dunia dan kenikmatan-kenikmatan materinya.

Kembali ke agama adalah jalan pertama dan terakhir agar terhindar dari dunia perdukunan yang penuh kesesatan dan kebohongan. ( Asri Ibnu Tsani)
Maraji': Republika, 1 Agustus 1999, Risalah tentang Sihir dan Perdukunan, Syaikh Abdul Aziz, dll.
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Re: memberantas praktik perdukunan di negeri kita

Post by Slametbedjo on Sun Jun 23, 2013 8:50 pm

Mengapa Praktik Perdukunan di cap tidak baik sama muslim?

Jelaslah sangat karena Para rasul dan Allah akan mendapat pesaing2 baru. Hal ini yang ditakuti umat sekarang,. karena memang nyata2 tak dapat mengeluarkan mukjijat,dan kalah dengan mukjijat amatir2 baru lalu menjadi iri dengan mengatakan dia musuh Allah dan sirik serta masuk neraka. Itu semua adalah klain/cap buruk untuk para dukun.

Realita para kyai juga buka praktek seperti itu. Ustad danu, Ustad di indosiar dua dunia.dan masih banyak lagi lainnya. Apa ada polisi syariat yang menciduk tentang hal ini? jawab: tidak ada!!!

Apa sikap kita terhadap para dukun? Jawab: Biarkan saja... selama tidak praktik menipu,karena ada juga yang merasa tertipu. Dukun termasuk budaya bangsa.

Slametbedjo
REGISTERED MEMBER
REGISTERED MEMBER

Male
Posts : 3
Kepercayaan : Lain-lain
Location : Purworejo
Join date : 23.06.13
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: memberantas praktik perdukunan di negeri kita

Post by njlajahweb on Fri Oct 14, 2016 9:29 am

Q
memberantas praktik perdukunan di negeri kita
T
setuju

baik Islam juga Kristen tidak boleh ke dukun

pergi kedukun sama dengan perzinahan roh demikian pula terhadap segala praktek ilmu hitam dan terhadap semua orang yang menggunakan jimat, bertobatlah dan jangan kembali melakukan hal-hal seperti itu
avatar
njlajahweb
MAYOR
MAYOR

Female
Posts : 5746
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 114

Kembali Ke Atas Go down

Re: memberantas praktik perdukunan di negeri kita

Post by abu hanan on Fri Oct 14, 2016 3:27 pm

kalo dukun uda bawa tasbih,pake surban adalah bahaya laten..
kebanyakan dari awam adalah melihat bajunya,lantas penilaian..fakta adalah dukun juga anjurin sholat,dzikir dll..
susah membedakan antara dukun dengan kyai..antara dukun dengan romo,antara dukun dengan tabib..

menurut sayah,dikatakan dukun adalah bila dia uda bicara tentang masa depan,melihat masa lalu dan mungkin juga garis tangan atau astrologi juga..


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: memberantas praktik perdukunan di negeri kita

Post by abu hanan on Fri Oct 14, 2016 3:33 pm

taat pribadi..gak ada salah jika ada yang mengatakan bahwa taat adalah miniatur dajjal..
di yutub,uda banyak ditayangkan berbagai atraksi menggandakan uang..namun kasus taat pribadi adalah kebodohan nyata bagi yang percaya..

tanpa bantuan jin,bila ada,ini mustahil dikatakan karomah..karena karomah itu lahir dari istiqomah,amaliah/riadhoh yg dilakukan istiqomah oleh murid/pelaku suluk..

sebelum menyampaikan lebih jauh,sayah berpesan kepada segenap pembaca baik muslim ataupun kafir ;
untuk tidak percaya pada penggandaan dan atau pengadaan uang meskipun perbuatan itu dilakukan oleh seseorang yang anda yakini kesalehannya,keilmuannya baik pastor,kyai,pendeta ato bahkan presiden dan menteri..

ketahuilah,sesungguhnya iblis pun bisa melayang,bisa berjalan di atas air karena kesalehan seseorang tidak dapat ditentukan dari kelebihan yang dia miliki..


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: memberantas praktik perdukunan di negeri kita

Post by njlajahweb on Fri Oct 14, 2016 5:39 pm

ada benarnya juga sih

daud tony(mantan dukun santet nomer 1 indonesia)
dulu dia juga punya ilmu berjalan diatas air tapi itu masih tergolong ilmu tingkat rendah(katanya daud tony)

juruspamungkas daud tony adalah santet tingkat tinggi (berisi keris) dan pukulan jarak jauh(tembus tembok) yang bisa menghancurkan jantung manusia dan bisa menghancurkan batu dengan jarak (kalau nggak salah 50km)

tonydaud yang sempat dinamai tukiman oleh neneknya(yang juga gurunya tony), pernah melihat kakek gurunya menghancurkan gembok dengan tangan kosong

tanony daud adalah murid atmogejek

tapi tetap aja kalah sama Yesus, waktu itu Yesus sempat mengklaim diri-Nya sebagai Ratu Adil Soko Etan

dan dari kesaksian yang pernah saya dengar dari mantan gs, lucifer jatuh dari tempatnya apabila Nama Yesus diserukan, karena waktu itu adalah salah satu dari pengikut gs yang iseng, ngetes Nama Yesus didepan lucifer
avatar
njlajahweb
MAYOR
MAYOR

Female
Posts : 5746
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 114

Kembali Ke Atas Go down

Re: memberantas praktik perdukunan di negeri kita

Post by njlajahweb on Fri Oct 14, 2016 7:40 pm

18:27 Abraham menyahut: "Sesungguhnya aku telah memberanikan diri berkata kepada Tuhan, walaupun aku debu dan abu.
18:28 Sekiranya kurang lima orang dari kelima puluh orang benar itu, apakah Engkau akan memusnahkan seluruh kota itu karena yang lima itu?" Firman-Nya: "Aku tidak memusnahkannya, jika Kudapati empat puluh lima di sana."
18:29 Lagi Abraham melanjutkan perkataannya kepada-Nya: "Sekiranya empat puluh didapati di sana?" Firman-Nya: "Aku tidak akan berbuat demikian karena yang empat puluh itu."
18:30 Katanya: "Janganlah kiranya Tuhan murka, kalau aku berkata sekali lagi. Sekiranya tiga puluh didapati di sana?" Firman-Nya: "Aku tidak akan berbuat demikian, jika Kudapati tiga puluh di sana."
18:31 Katanya: "Sesungguhnya aku telah memberanikan diri berkata kepada Tuhan. Sekiranya dua puluh didapati di sana?" Firman-Nya: "Aku tidak akan memusnahkannya karena yang dua puluh itu."
18:32 Katanya: "Janganlah kiranya Tuhan murka, kalau aku berkata lagi sekali ini saja. Sekiranya sepuluh didapati di sana?" Firman-Nya: "Aku tidak akan memusnahkannya karena yang sepuluh itu."
18:33 Lalu pergilah TUHAN, setelah Ia selesai berfirman kepada Abraham; dan kembalilah Abraham ke tempat tinggalnya.

avatar
njlajahweb
MAYOR
MAYOR

Female
Posts : 5746
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 114

Kembali Ke Atas Go down

Re: memberantas praktik perdukunan di negeri kita

Post by abu hanan on Mon Oct 17, 2016 3:58 pm

njah..postingmu diatas kok gagal paham sayah dengan korelasi perdukunan?bisa dijelasin agak gimana gitu?pliss yah..


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: memberantas praktik perdukunan di negeri kita

Post by abu hanan on Mon Oct 17, 2016 4:03 pm

abu hanan wrote:taat pribadi..gak ada salah jika ada yang mengatakan bahwa taat adalah miniatur dajjal..
di yutub,uda banyak ditayangkan berbagai atraksi menggandakan uang..namun kasus taat pribadi adalah kebodohan nyata bagi yang percaya..

tanpa bantuan jin,bila ada,ini mustahil dikatakan karomah..karena karomah itu lahir dari istiqomah,amaliah/riadhoh yg dilakukan istiqomah oleh murid/pelaku suluk..

sebelum menyampaikan lebih jauh,sayah berpesan kepada segenap pembaca baik muslim ataupun kafir ;
untuk tidak percaya pada penggandaan dan atau pengadaan uang meskipun perbuatan itu dilakukan oleh seseorang yang anda yakini kesalehannya,keilmuannya baik pastor,kyai,pendeta ato bahkan presiden dan menteri..

ketahuilah,sesungguhnya iblis pun bisa melayang,bisa berjalan di atas air karena kesalehan seseorang tidak dapat ditentukan dari kelebihan yang dia miliki..
Imam Syafi’i berkata: “Jika aku menyaksikan seorang pengikut hawa nafsu terbang di luar angkasa, aku tetap tidak akan percaya kepadanya.”

salah satu indikasi dukun adalah ; Menebak nama, rumahnya atau kesulitan si pasien sebelum ia mengatakannya..

secara medis,bertanya dan melakukan analisa biasa disebut diagnosa penyakit..lebih jauh lagi diagnosa harus ditegakkan denga melakukan serangkaian observasi..begitu pula dalam kasus kebatinan atau ke-paranormal-an..siapapun dia,baik yang katanya kyai atau ustadz.lebih baik segera anda tinggalkan dengan resiko apapun bila dia melakukan perihal diatas..


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: memberantas praktik perdukunan di negeri kita

Post by njlajahweb on Mon Oct 17, 2016 4:29 pm

ya memang sebenarnya ayat diatas itu salah kamar, tapi menurut saya masih ada korelasi

perdukunan bisa termasuk perzinahan roh, dan ternyata menurut yang saya dengar dari kotbah hamba-hambaTuhan, banyak juga orang-orang Kristen yang pergi kedukun atau orang yang punya kekuatan ghaib, untuk mendapatkan penyembuhan secara instan, mencari pelarisan, mencari opo-opo/jimat, mencari kekayaan secara instan dsb((padahal mereka aktif beribadah atau kegereja) dan tidak menutup kemungkinan ini bisa terjadi dengan nonKristen. (padahal juga kalau dukun sakit ya perginya kerumah sakit, karena dukun itu tahu kutukanya, kata daud tony)

ini termasuk yang bisa membuat TUHAN sangat murka, dan bisa jadi krisis ekonomi(kehancuran) diijinkan TUHAN agar banyak manusia kembali lagi bersungguh-sungguh mencari TUHAN, untuk lebih mengandalkan KekuatanNYA, bukan kekuatan selain DIA.

tanpa mengabaikan doa dan usaha yang sebisa mungkin dengan cara yang benar (ora et labora)


Terakhir diubah oleh njlajahweb tanggal Mon Oct 17, 2016 5:55 pm, total 9 kali diubah
avatar
njlajahweb
MAYOR
MAYOR

Female
Posts : 5746
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 114

Kembali Ke Atas Go down

Re: memberantas praktik perdukunan di negeri kita

Post by njlajahweb on Mon Oct 17, 2016 4:31 pm

yang pernah aku dengar
yang menebak nasib biasanya pakai garis tangan, kartu tarot, bola, dsb
avatar
njlajahweb
MAYOR
MAYOR

Female
Posts : 5746
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 114

Kembali Ke Atas Go down

Re: memberantas praktik perdukunan di negeri kita

Post by njlajahweb on Mon Oct 17, 2016 4:44 pm

tapi tentang ini

"salah satu indikasi dukun adalah ; Menebak nama, rumahnya atau kesulitan si pasien sebelum ia mengatakannya.."

mungkin akan lebih baik jika anda mendengar kotbah eku hidayat, biasanya dia bercerita tentang sebelum dia jadi pendeta yang masih berurusan dengan klenik

---
sekilas tentang eku hidayat

dulu ...
eku hidayat pernah belajar dari gurunya daudtony
eku ini punya kelebihan supranatural, dia juga punya guru lain
jabatanya presiden direktur
eku punya keahlian khusus tapi menggunakan media kuasa gelap

setelah eku bertobat, eku didatangi jin terkuat, lalu jin terkuat diusir Nama Yesus dan jin itu hilang
avatar
njlajahweb
MAYOR
MAYOR

Female
Posts : 5746
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 114

Kembali Ke Atas Go down

Re: memberantas praktik perdukunan di negeri kita

Post by njlajahweb on Mon Oct 17, 2016 5:05 pm

orang-orang yang melakukan hubungan dengan kuasa gelap, itu berbahaya,

karena selain setan-setan itu bisa meminta tumbal, setan bisa mencabut nyawa manusia tanpa meminta ijin TUHAN, karena orang-orang seperti itu sama dengan telah mengadakan kontrak perjanjian dengan iblis

daud tony juga pernah berkata, orang yang datang kedukun, perlahan-lahan umurnya akan dikurangi secara diam-diam oleh dukun itu,
dan penyembuhan yang mereka lakukan sebenarnya adalah tipuan,
iblis itu punya keahlian ilmu totok syaraf,
dalam 5 atau 10 tahun lagi penyakit yang sembuh itu akan menjadi lebih parah.

segala kutuk kuasa gelap hanya bisa dipatahkan Dalam Nama Yesus Kristus.
tapi tidak boleh lagi berhubungan dengan kuasa gelap.
avatar
njlajahweb
MAYOR
MAYOR

Female
Posts : 5746
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 114

Kembali Ke Atas Go down

Re: memberantas praktik perdukunan di negeri kita

Post by njlajahweb on Mon Oct 17, 2016 5:59 pm

kalau jenis dukun yang susah dideteksi susah diberantas, mungkin tidak bagi dukun yang mudah dideteksi juga bagi praktik kuasa gelap yang mudah dideteksi seperti yang digunung kawi, misalnya.
avatar
njlajahweb
MAYOR
MAYOR

Female
Posts : 5746
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 114

Kembali Ke Atas Go down

Re: memberantas praktik perdukunan di negeri kita

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik