FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

ulama pewaris nabi

Halaman 1 dari 2 1, 2  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

ulama pewaris nabi

Post by keroncong on Mon Nov 19, 2012 2:09 am

Waktu senantiasa mengikuti perjalanan umat manusia. Termasuk di dalamnya adalah umat Islam, yang kini telah sampai pada perjalanan yang demikian panjang. Hari demi hari, minggu berganti bulan dan bulan berganti tahun, jarak antara mereka dengan zaman risalah semakin jauh. Jarak antara mereka dengan zaman keemasan umat ini telah demikian panjang, sehingga kualitas mereka dengan kualitas umat yang hidup di masa keemasan itu pun demikian jauh berbeda. Sungguh, melihat keadaan umat ini sekarang, benar-benar membuat hati pilu dan dada sesak.
Kebodohan demikian merajalela, para ulama Rabbani semakin langka, dan semakin banyaknya orang bodoh yang berambisi untuk menjadi ulama. Keadaan ini merupakan peluang besar bagi pelaku kesesatan untuk menjerumuskan umat ke dalam kebinasaan.
Dulu, di saat ilmu agama menguasai peradaban manusia dan ulama terbaik umat memandu perjalanan hidup mereka, para pelaku kesesatan dan kebatilan seolah-olah tersembunyi di balik batu yang berada di puncak gunung dalam suasana malam yang gelap gulita. Namun ketika para penjahat agama tersebut melihat peluang, mereka pun dengan sigap memanfaatkan peluang tersebut, turun dari tempat “pertapaan” mereka dan menampilkan diri seakan-akan mereka adalah para “penasihat yang terpercaya.”
Sekarang adalah waktu yang tepat bagi mereka untuk mengobrak-abrik kekuatan dan keyakinan kaum muslimin. Mereka menggelar permainan cantik, saling mengoper kesesatan mereka. Kaum muslimin yang mayoritas kini berada dalam keterlenaan, menjadi mangsa yang empuk buat mereka. Satu demi satu sampai akhirnya menjadi banyak, gugur dalam amukan kesesatan tersebut. Para guru dengan merasa aman menggandeng tangan murid-muridnya menuju kegagalan hidup. Sementara orang tua dengan bangga melihat anaknya berjalan di tepi jurang menuju kehancuran dan kebinasaan.
Di masa-masa sekarang ini, gambaran kebenaran menjadi kejahatan yang harus dilabrak dan dihanguskan, sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menjadi bid’ah yang harus di kubur dan dimumikan. Tauhid menjadi lambang kesyirikan yang harus ditumbangkan dengan segala cara. Situasi dan kondisi kini telah berubah. Para pengikut kebenaran menjadi asing di tengah-tengah kaum muslimin. Kebatilan menjadi Al-Haq dan Al-Haq menjadi batil, berikut terasingnya orang yang bertauhid dan mengikuti sunnah. Di sinilah letak ‘kehebatan’ para penyesat dalam mengubah kebenaran hakekat agama, sehingga kaum muslimin menjalankan agama ini bagaikan robot yang berjalan membawa anggota badannya.
Namun Allah Subhanahu wa Ta'ala Maha Penyayang terhadap hamba-hamba-Nya dan tidak akan membiarkan para pelaku dan penyebar kesesatan itu merusak agama dan menyesatkan mereka secara menyeluruh. Allah Subhanahu wa Ta'ala telah berjanji di dalam Kitab-Nya dan di dalam Sunnah Rasul-Nya untuk menjaga agama-Nya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْناَ الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لحَاَفِظُوْنَ

“Sesungguhnya Kami yang telah menurunkan Ad-Dzikri (Al-Qur’an) dan Kami pula yang menjagannya.” (Al-Hijr: 9)

يُرِيْدُوْنَ لِيُطْفِئُوا نُوْرَ اللهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَاللهُ مُتِمُّ نُوْرِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ

“Mereka berkeinginan memadamkan cahaya (Agama) Allah dan Allah tetap akan menyempurnakannya walaupun orang-orang kafir itu benci.” (Ash-Shaff: 8)

هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ

“Dia-lah yang telah mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk dan agama yang benar untuk Allah menangkan atas seluruh agama.” (Ash-Shaff: 9)
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengingatkan kepada Khabbab bin Art radhiallahu 'anhu:

وَاللهِ لَيُتِمَّنَّ اللهُ هَذَا اْلأَمْرَ حَتَّى يَسِيْرَ الرَّاكِبُ مِنْ صَنْعاَءَ إِلَى حَضْرَمَوْتَ لاَ يَخاَفُ إِلاَّ اللهَ وَالذِّئْبَ عَلَى غَنَمِهِ وَلَكِنَّكُمْ تَسْتَعْجِلُوْنَ

“Demi Allah, Allah akan benar-benar menyempurnakan urusan-Nya (agama) sehingga orang yang berkendaraan dari Shan’a1 menuju Hadhramaut (Yaman) tidak takut melainkan hanya kepada Allah atau kepada serigala yang akan menerkam kambingnya, akan tetapi kalian tergesa-gesa.” (HR. Al-Bukhari)

Bentuk pemeliharaan Allah Subhanahu wa Ta'ala terhadap agama-Nya
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah mengatakan: “Segala puji bagi Allah, tidaklah seseorang melakukan kebid’ahan melainkan Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan pemberian nikmat-Nya membangkitkan orang yang akan membongkar kebid’ahan tersebut dan akan melumatkan dengan kebenaran. Dan ini merupakan perwujudan dari firman-Nya: “Sesungguhnya Kami yang telah menurunkan Adz-Dzikr dan Kami pula yang akan menjaganya.” Inilah bentuk pemeliharaan Allah terhadapnya.” (Syarh Al-’Aqidah Al-Wasithiyyah, hal. 25)
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ اللهَ يَبْعَثُ فِيْ هَذِهِ اْلأُمَّةِ عَلَى رَأْسِ كُلِّ مِائَةِ سَنَةٍ مَنْ يُجَدِّدُ لَهاَ دِيْنَهاَ

“Sesungguhnya Allah akan membangkitkan di setiap awal seratus tahun orang yang akan memperbaharui agama umat ini.” (HR. Abu Dawud dari shahabat Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ no. 1874)
Dari sini diketahui bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala menjaga kemurniaan agama-Nya dari rongrongan para perusak agama dengan mengangkat ulama pada tiap generasi yang akan menjadi pembimbing umat ini.
Abu Muslim Al-Khaulani rahimahullah mengatakan: “Ulama di muka bumi ini bagaikan bintang-bintang di langit. Apabila muncul, manusia akan diterangi jalannya dan bila gelap manusia akan mengalami kebingungan.” (Tadzkiratus Sami’, hal 34)
Al-Imam Adz-Dzahabi rahimahullah mengatakan: “Telah sampai kepada kami bahwa Abu Dawud adalah termasuk ulama dari ulama-ulama yang mengamalkan ilmunya sehingga sebagian imam mengatakan bahwa Abu Dawud serupa dengan Ahmad bin Hanbal dalam hal bimbingan dan kewibawaan. Dalam hal ini Ahmad menyerupai Waki’, dalam hal ini pula Waki’ menyerupai Sufyan dan Sufyan menyerupai Manshur dan Manshur menyerupai Ibrahim, Ibrahim serupa dengan ‘Alqamah dan ‘Alqamah dengan Abdullah bin Mas’ud. ‘Alqamah berkata: “Ibnu Mas’ud menyerupai Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam bimbingan dan arahannya.” (Tadzkiratul Huffadz, 2/592, lihat Wujub Irtibath bil ‘Ulama karya Hasan bin Qashim Ar-Rimi)
Dalam setiap generasi dan jaman, Allah Subhanahu wa Ta'ala memilih sejumlah orang yang dikehendaki-Nya sebagai pelita dan lentera kegelapan dan perahu dalam mangarungi lautan yang diliputi guncangan ombak dahsyat sebagai tali penghubung antara diri-Nya dengan para hamba-Nya. Sebagai penunjuk jalan dan pemandu dalam perjalanan setiap insan menuju Allah Subhanahu wa Ta'ala. Mereka adalah ulama.

Kedudukan Ulama
Permbahasan ulama, kedudukan mereka dalam agama berikut di hadapan umat, merupakan permasalahan yang menjadi bagian dari agama. Mereka adalah orang-orang yang menjadi penyambung umat dengan Rabbnya, agama dan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Mereka adalah sederetan orang yang akan menuntun umat kepada cinta dan ridha Allah, menuju jalan yang dirahmati yaitu jalan yang lurus. Oleh karena itu ketika seseorang melepaskan diri dari mereka berarti dia telah melepaskan dan memutuskan tali yang kokoh dengan Rabbnya, agama dan Rasul-Nya. Ini semua merupakan malapetaka yang dahsyat yang akan menimpa individu ataupun sekelompok orang Islam. Berarti siapapun atau kelompok mapapun yang mengesampingkan ulama pasti akan tersesat jalannya dan akan binasa.
Al-Imam Al-Ajurri rahimahullah dalam muqaddimah kitab Akhlaq Al-Ulama mengatakan: “Amma ba’du, sesungguhnya Allah dengan nama-nama-Nya yang Maha Suci telah mengkhususkan beberapa orang dari makhluk yang dicintai-Nya lalu menunjuki mereka kepada keimanan. Kemudian Allah Subhanahu wa Ta'ala juga memilih dari seluruh orang-orang yang beriman yaitu orang-orang yang dicintai-Nya dan setelah itu memberikan keutamaan atas mereka dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab (Al-Qur’an) dan As-Sunnah, mengajarkan kepada mereka ilmu agama dan tafsir Al-Qur’an yang jelas. Allah Subhanahu wa Ta'ala utamakan mereka di atas seluruh orang-orang yang beriman pada setiap jaman dan tempat.
Allah Subhanahu wa Ta'ala mengangkat mereka dengan ilmu, menghiasi mereka dengan sikap kelemahlembutan. Dengan keberadaan mereka, diketahui yang halal dan haram, yang hak dan yang batil, yang mendatangkan mudharat dari yang mendatangkan manfaat, yang baik dan yang jelek. Keutamaan mereka besar, kedudukan mereka mulia. Mereka adalah pewaris para nabi dan pemimpin para wali. Semua ikan yang ada di lautan memintakan ampun buat mereka, malaikat dengan sayap-sayapnya menaungi mereka dan tunduk. Para ulama pada hari kiamat akan memberikan syafa’at setelah para Nabi, majelis-majelis mereka penuh dengan ilmu dan dengan amal-amal mereka menegur orang-orang yang lalai.
Mereka lebih utama dari ahli ibadah dan lebih tinggi derajatnya daripada orang-orang zuhud. Hidup mereka merupakan harta ghanimah bagi umat dan mati mereka merupakan musibah. Mereka mengingatkan orang-orang yang lalai, mengajarkan orang-orang yang jahil. Tidak pernah terlintas bahwa mereka akan melakukan kerusakan dan tidak ada kekhawatiran mereka akan membawa menuju kebinasaan. Dengan kebagusan adab mereka, orang-orang yang bermaksiat terdorong untuk menjadi orang yang taat. Dan dengan nasihat mereka, para pelaku dosa bertaubat.
Seluruh makhluk butuh kepada ilmu mereka. Orang yang menyelisihi ucapan mereka adalah penentang, ketaatan kepada mereka atas seluruh makhluk adalah wajib dan bermaksiat kepada mereka adalah haram. Barangsiapa yang mentaati mereka akan mendapatkan petunjuk, dan barang siapa yang memaksiati mereka akan sesat. Dalam perkara-perkara yang rancu, ucapan para ulama merupakan landasan mereka berbuat. Dan kepada pendapat mereka akan dikembalikan segala bentuk perkara yang menimpa pemimpin-pemimpin kaum muslimin terhadap sebuah hukum yang tidak mereka ketahui. Maka dengan ucapan ulama pula mereka berbuat dan kepada pendapat ulama mereka kembali.
Segala perkara yang menimpa para hakim umat Islam maka dengan hukum para ulama-lah mereka berhukum, dan kepada ulama-lah merekalah kembali. Para ulama adalah lentera hamba-hamba Allah Subhanahu wa Ta'ala, lambang2 sebuah negara, lambang kekokohan umat, sumber ilmu dan hikmah, serta mereka adalah musuh syaithan. Dengan ulama akan menjadikan hidupnya hati para ahli haq dan matinya hati para penyeleweng. Keberadaan mereka di muka bumi bagaikan bintang-bintang di langit yang akan bisa menerangi dan dipakai untuk menunjuki jalan dalam kegelapan di daratan dan di lautan. Ketika bintang-bintang itu redup (tidak muncul), mereka (umat) kebingungan. Dan bila muncul, mereka (bisa) melihat jalan dalam kegelapan.”
Dari ucapan Al-Imam Al-Ajurri t di atas jelas bagaimana kedudukan ulama dalam agama dan butuhnya umat kepada mereka serta betapa besar bahayanya meninggalkan mereka.

Dalil-dalil tentang keutamaan ilmu dan ulama
1. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

يَرْفَعِ اللهُ الَّذِيْنَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِيْنَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجاَتٍ

“Allah mengangkat orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberikan ilmu ke beberapa derajat.” (Al-Mujadalah: 11)
Ibnu ‘Abbas radhiallahu 'anhu berkata: “(Kedudukan) ulama berada di atas orang-orang yang beriman sampai 100 derajat, jarak antara satu derajat dengan yang lain seratus tahun.” (Tadzkiratus Sami’, hal. 27)
2. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

شَهِدَ اللهُ أَنَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ وَالْمَلاَئِكَةُ وَأُولُوا الْعِلْمِ قَائِماً بِالْقِصْطِ

“Allah telah mempersaksikan bahwa tidak ada sesembahan yang benar melainkan Dia dan para malaikat dan orang yang berilmu (ikut mempersaksikan) dengan penuh keadilan.” (Ali ‘Imran: 18)
Al-Imam Badruddin rahimahullah berkata: “Allah memulai dengan dirinya (dalam persaksian), lalu malaikat-malaikat-Nya, lalu orang-orang yang berilmu. Cukuplah hal ini sebagai bentuk kemuliaan, keutamaan, keagungan dan kebaikan (buat mereka).” (Tadzkiratus Sami’, hal 27)
Asy-Syaikh Abdurrahman As-Sa’di rahimahullah dalam Tafsir-nya mengatakan: “Di dalam ayat ini terdapat penjelasan tentang keutamaan ilmu dan ulama karena Allah Subhanahu wa Ta'ala menyebut mereka secara khusus dari manusia lain. Allah Subhanahu wa Ta'ala menggandengkan persaksian mereka dengan persaksian diri-Nya dan malaikat-malaikat-Nya. Dan Allah Subhanahu wa Ta'ala menjadikan persaksian mereka (ulama) sebagai bukti besar tentang ketauhidan Allah Subhanahu wa Ta'ala, agama, dan balasan-Nya. Dan wajib atas setiap makhluk menerima persaksian yang penuh keadilan dan kejujuran ini. Dan dalam kandungan ayat ini pula terdapat pujian kepada mereka (ulama) bahwa makhluk harus mengikuti mereka dan mereka (para ulama) adalah imam-imam yang harus diikuti. Semua ini menunjukkan keutamaan, kemuliaan dan ketinggian derajat mereka, sebuah derajat yang tidak bisa diukur.” (Tafsir As-Sa’di, hal 103).
Al-Qurthubi rahimahullah dalam Tafsir-nya mengatakan: “Di dalam ayat ini ada dalil tentang keutamaan ilmu dan kemuliaan ulama. Maka jika ada yang lebih mulia dari mereka, niscaya Allah akan menggandengkan nama mereka dengan nama–Nya dan nama malaikat-malaikat-Nya sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta'ala menggandengkan nama ulama.” (Tafsir Al-Qurthubi, 2/27)
3. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

قُلْ هَلْ يَسْتَوِى الَّذِيْنَ يَعْلَمُوْنَ وَالَّذِيْنَ لاَ يَعْلَمُوْنَ

“Katakan (wahai Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam) apakah sama antara orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu.” (Az-Zumar: 9)
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: “Allah Subhanahu wa Ta'ala menafikan unsur kesamaan antara ulama dengan selain mereka sebagaimana Allah menafikan unsur kesamaan antara penduduk surga dan penduduk neraka. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: “Katakan, tidaklah sama antara orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu.” (Az-Zumar: 9), sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala: “Tidak akan sama antara penduduk neraka dan penduduk surga.” (Al-Hasyr: 20). Ini menunjukkan tingginya keutamaan ulama dan kemuliaan mereka.” (Miftah Dar As-Sa’adah, 1/221)
4. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لاَ تَعْلَمُوْنَ

“Maka bertanyalah kalian kepada ahli dzikir (ahlinya/ ilmu) jika kalian tidak mengetahui.” (An-Naml: 43)
Asy-Syaikh Abdurrahman As-Sa’di rahimahullah dalam Tafsir-nya mengatakan: “Sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada siapa saja yang tidak mengetahui untuk kembali kepada mereka (ulama) dalam segala hal. Dan dalam kandungan ayat ini, terdapat pujian terhadap ulama dan rekomendasi untuk mereka dari sisi di mana Allah memerintahkan untuk bertanya kepada mereka.” (Tafsir As-Sa’di, hal. 394)
5. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

وَمَا يَعْقِلُهَا إِلاَّ الْعَالِمُوْنَ

“Dan tidak ada yang mengetahuinya (perumpamaan-perumpamaan yang dibuat oleh Allah) melainkan orang-orang yang berilmu.” (Al-’Ankabut: 43)
Asy-Syaikh Abdurrahman As-Sa’di rahimahullah dalam Tafsir-nya mengatakan: “Melainkan orang-orang yang berilmu secara benar di mana ilmunya sampai ke lubuk hatinya.” (Tafsir As-Sa’di, hal 581)
6. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

إِنَّمَا يَخْشَى اللهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمآءُ

“Sesungguhnya yang takut kepada Allah dari hamba-hamba-Nya hanyalah ulama.” (Fathir: 28)
Abdullah bin Mas’ud radhiallahu 'anhu mengatakan: “Sesungguhnya aku mengira bahwa terlupakannya ilmu karena dosa, kesalahan yang dilakukan. Dan orang alim itu adalah orang yang takut kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.” (Ta’liq kitab Tadzkiratus Sami’, hal. 28)
Abdurrazaq mengatakan: “Aku tidak melihat seseorang yang lebih bagus shalatnya dari Ibnu Juraij. Dan ketika melihatnya, aku mengetahui bahwa dia takut kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.” (Ta’liq kitab Tadzkiratus Sami’, hal 28)
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: “Allah Subhanahu wa Ta'ala memberitakan bahwa mereka (para ulama) adalah orang-orang yang takut kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, bahkan Allah Subhanahu wa Ta'ala mengkhususkan mereka dari mayoritas orang. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: “Sesungguhnya yang takut kepada Allah dari hamba-hamba-Nya adalah ulama, sesungguhnya Allah Maha Mulia lagi Maha Pengampun.” (Fathir: 28). Ayat ini merupakan pembatasan bahwa orang yang takut kepada Allah adalah ulama.” (Miftah Dar As-Sa’adah 1/225)
7. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

جَزَاؤُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا اْلأَنْهَارُ خَالِدِيْنَ فِيْهَا أَبَدًا رَضِيَ اللهً عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ذَلِكَ لِمَنْ خَشِيَ رَبَّهُ

“Ganjaran mereka di sisi Allah adalah jannah Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan mereka kekal di dalamnya. Allah meridhai mereka dan mereka ridha kepada Allah, demikian itu adalah bagi orang yang takut kepada Rabbnya.” (Al-Bayyinah: 8)
Badruddin Al-Kinani rahimahullah berkata: “Kedua ayat ini (Fathir ayat 28 dan Al-Bayyinah ayat 8) mengandung makna bahwa ulama adalah orang-orang yang takut kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dan orang-orang yang takut kepada Allah adalah sebaik-baik manusia. Dari sini disimpulkan bahwa ulama adalah sebaik-baik manusia.” (Tadzkiratus Sami’ hal. 29)
Ucapan yang serupa dan semakna dibawakan oleh Ibnul Qayyim t dalam kitabnya Miftah Dar As-Sa’adah, jilid 1 hal. 225.
8. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّيْنِ

“Barang siapa yang dikehendaki oleh Allah untuk mendapatkan kebaikan, maka Allah akan mengajarkannya ilmu agama.”
Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan: “Hadits ini menunjukkan, barangsiapa yang tidak dijadikan Allah faqih dalam agama-Nya, menunjukkan bahwa Allah tidak mengijinkan kepadanya kebaikan.” (Miftah Dar As-Sa’adah, 1/246)
9. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

الْعُلُمَاءُ وَرَثَةُ اْلأَنْبِيَاءِ

“Ulama adalah pewaris para nabi.” (HR At-Tirmidzi dari Abu Ad-Darda radhiallahu 'anhu)
Badruddin Al-Kinani rahimahullah mengatakan: “Cukup derajat ini menunjukkan satu kebanggaan dan kemuliaan. Dan martabat ini adalah martabat yang tinggi dan agung. Sebagaimana tidak ada kedudukan yang tinggi daripada kedudukan nubuwwah, begitu juga tidak ada kemuliaan di atas kemuliaan pewaris para nabi.” (Tadzkiratus Sami’ hal. 29)
Dan masih banyak dalil-dalil yang menjelaskan tentang kedudukan mereka dalam agama dan peran mereka dalam kehidupan umat.
Wallahu a’lam.

1 Sebagian ulama mengatakan bahwa yang dimaksud adalah Shan’a di Syam, dan sebagian yang lain mengatakan Shan’a di Yaman. Adapun Ibnu Hajar menguatkan pendapat yang kedua, yaitu yang dimaksud adalah Shan’a di Yaman.
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Re: ulama pewaris nabi

Post by sungokong on Thu Jun 27, 2013 4:48 am

Di samping sebagai perantara antara diri-Nya dengan hamba-hamba-Nya, dengan rahmat dan pertolongan-Nya, Allah Subhanahu wa Ta'ala juga menjadikan para ulama sebagai pewaris perbendaharaan ilmu agama. Sehingga, ilmu syariat terus terpelihara kemurniannya sebagaimana awalnya. Oleh karena itu, kematian salah seorang dari mereka mengakibatkan terbukanya fitnah besar bagi muslimin.
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengisyaratkan hal ini dalam sabdanya yang diriwayatkan Abdullah bin ‘Amr ibnul ‘Ash, katanya: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ اللهَ لاَ يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعاً يَنْتَزِعُهُ مِنَ الْعِباَدِ، وَلَكِنْ بِقَبْضِ الْعُلَماَءِ. حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عاَلِماً اتَّخَذَ النَّاسُ رُؤُوْساً جُهَّالاً فَسُأِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا

“Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan mencabutnya dari hamba-hamba. Akan tetapi Dia mencabutnya dengan diwafatkannya para ulama sehingga jika Allah tidak menyisakan seorang alim pun, maka orang-orang mengangkat pemimpin dari kalangan orang-orang bodoh. Kemudian mereka ditanya, mereka pun berfatwa tanpa dasar ilmu. Mereka sesat dan menyesatkan.” (HR. Al-Bukhari no. 100 dan Muslim no. 2673)
Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah mengatakan: Asy-Sya’bi berkata: “Tidak akan terjadi hari kiamat sampai ilmu menjadi satu bentuk kejahilan dan kejahilan itu merupakan suatu ilmu. Ini semua termasuk dari terbaliknya gambaran kebenaran (kenyataan) di akhir zaman dan terbaliknya semua urusan.”
Di dalam Shahih Al-Hakim diriwayatkan dari Abdullah bin ‘Amr secara marfu’ (riwayatnya sampai kepada Rasulullah): “Sesungguhnya termasuk tanda-tanda datangnya hari kiamat adalah direndahkannya para ulama dan diangkatnya orang jahat.” (Jami’ul Ulum wal Hikam, hal. 60)
Meninggalnya seorang yang alim akan menimbulkan bahaya bagi umat. Keadaan ini menunjukkan keberadaan ulama di tengah kaum muslimin akan mendatangkan rahmat dan barakah dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Terlebih Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengistilahkan mereka dalam sebuah sabdanya:

مَفاَتِيْحُ لِلِخَيْرِ وَمَغاَلِيْقُ لِلشَّرِّ

“Sebagai kunci-kunci untuk membuka segala kebaikan dan sebagai penutup segala bentuk kejahatan.”
Kita telah mengetahui bagaimana kedudukan mereka dalam kehidupan kaum muslimin dan dalam perjalanan kaum muslimin menuju Rabb mereka. Semua ini disebabkan mereka sebagai satu-satunya pewaris para nabi sedangkan para nabi tidak mewariskan sesuatu melainkan ilmu.
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin rahimahullah mengatakan: “Ilmu merupakan warisan para nabi dan para nabi tidak mewariskan dirham dan tidak pula dinar, akan tetapi yang mereka wariskan adalah ilmu. Barangsiapa yang mengambil warisan ilmu tersebut, sungguh dia telah mengambil bagian yang banyak dari warisan para nabi tersebut. Dan engkau sekarang berada pada kurun (abad, red) ke-15, jika engkau termasuk dari ahli ilmu engkau telah mewarisi dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan ini termasuk dari keutamaan-keutamaan yang paling besar.” (Kitabul ‘Ilmi, hal. 16)
Dari sini kita ketahui bahwa para ulama itu adalah orang-orang pilihan. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

ثُمَّ أَوْرَثْناَ الْكِتاَبَ الَّذِيْنَ اصْطَفَيْناَ مِنْ عِباَدِناَ

“Kemudian kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba kami.” (Fathir: 32)
Ibnu Katsir rahimahullah menyatakan: Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: “Kemudian Kami menjadikan orang-orang yang menegakkan (mengamalkan) Al-Kitab (Al-Quran) yang agung sebagai pembenar terhadap kitab-kitab yang terdahulu yaitu orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, mereka adalah dari umat ini.” (Tafsir Ibnu Katsir, 3/577)
Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan: “Ayat ini sebagai syahid (penguat) terhadap hadits yang berbunyi Al-’Ulama waratsatil anbiya (ulama adalah pewaris para nabi).” (Fathul Bari, 1/83)
Al-Imam Asy-Syaukani rahimahullah mengatakan: Maknanya adalah: “Kami telah mewariskan kepada orang-orang yang telah Kami pilih dari hamba-hamba Kami yaitu Al-Kitab (Al-Qur’an). Dan Kami telah tentukan dengan cara mewariskan kitab ini kepada para ulama dari umat engkau wahai Muhammad yang telah Kami turunkan kepadamu… dan tidak ada keraguan bahwa ulama umat ini adalah para shahabat dan orang-orang setelah mereka. Sungguh Allah Subhanahu wa Ta'ala telah memuliakan mereka atas seluruh hamba dan Allah Subhanahu wa Ta'ala menjadikan mereka sebagai umat di tengah-tengah agar mereka menjadi saksi atas sekalian manusia, mereka mendapat kemuliaan demikian karena mereka umat nabi yang terbaik dan sayyid bani Adam.” (Fathul Qadir, hal. 1418)
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

إن الْعُلُمَاءُ وَرَثَةُ اْلأَنْبِيَاءِ، إِنَّ اْلأَنْبِياَءَ لَمْ يُوَرِّثُوْا دِيْناَرًا وَلاَ دِرْهَماً إِنَّمَا وَرَّثُوْا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَ بِهِ فَقَدْ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ

“Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (Hadits ini diriwayatkan Al-Imam At-Tirmidzi di dalam Sunan beliau no. 2681, Ahmad di dalam Musnad-nya (5/169), Ad-Darimi di dalam Sunan-nya (1/98), Abu Dawud no. 3641, Ibnu Majah di dalam Muqaddimahnya dan dishahihkan oleh Al-Hakim dan Ibnu Hibban. Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah mengatakan: “Haditsnya shahih.” Lihat kitab Shahih Sunan Abu Dawud no. 3096, Shahih Sunan At-Tirmidzi no. 2159, Shahih Sunan Ibnu Majah no. 182, dan Shahih At-Targhib, 1/33/68)
Asy-Syaikh Zaid bin Muhammad bin Hadi Al-Madkhali mengatakan: “Kebijaksanaan Allah atas makhluk-Nya dan kekuasaan-Nya yang mutlak atas mereka. Maka barang siapa yang mendapat hidayah maka itu wujud fadhilah (keutamaan) dari Allah dan bentuk rahmat-Nya. Barangsiapa yang menjadi tersesat, maka itu dengan keadilan Allah dan hikmah-Nya atas orang tersebut. Sungguh para pengikut nabi dan rasul menyeru pula sebagaimana seruan mereka. Mereka itulah para ulama dan orang-orang yang beramal shalih pada setiap zaman dan tempat, sebab mereka adalah pewaris ilmu para nabi dan orang-orang yang berpegang dengan sunnah-sunnah mereka. Sungguh Allah telah menegakkan hujjah melalui mereka atas setiap umat dan suatu kaum dan Allah merahmati dengan mereka suatu kaum dan umat. Mereka pantas mendapatkan pujian yang baik dari generasi yang datang sesudah mereka dan ucapan-ucapan yang penuh dengan kejujuran dan doa-doa yang barakah atas perjuangan dan pengorbanan mereka. Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya atas mereka dan semoga mereka mendapatkan balasan yang lebih dan derajat yang tinggi.” (Al-Manhaj Al-Qawim fi At-Taassi bi Ar-Rasul Al-Karim hal. 15)
Asy-Syaikh Shalih Fauzan mengatakan: “Kita wajib memuliakan ulama muslimin karena mereka adalah pewaris para nabi, maka meremehkan mereka termasuk meremehkan kedudukan dan warisan yang mereka ambil dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam serta meremehkan ilmu yang mereka bawa. Barangsiapa terjatuh dalam perbuatan ini tentu mereka akan lebih meremehkan kaum muslimin. Ulama adalah orang yang wajib kita hormati karena kedudukan mereka di tengah-tengah umat dan tugas yang mereka emban untuk kemaslahatan Islam dan muslimin. Kalau mereka tidak mempercayai ulama, lalu kepada siapa mereka percaya. Kalau kepercayaan telah menghilang dari ulama, lalu kepada siapa kaum muslimin mengembalikan semua problem hidup mereka dan untuk menjelaskan hukum-hukum syariat, maka di saat itulah akan terjadi kebimbangan dan terjadinya huru-hara.” (Al-Ajwibah Al-Mufidah, hal. 140)
avatar
sungokong
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 154
Kepercayaan : Islam
Location : gunung hwa kwou
Join date : 04.05.13
Reputation : 3

Kembali Ke Atas Go down

Re: ulama pewaris nabi

Post by Antonio Bihusban on Sun Sep 21, 2014 9:57 pm

Ilmuwan kimia, bisa disebut ulama gak?

Antonio Bihusban
PRAJURIT
PRAJURIT

Male
Posts : 10
Kepercayaan : Islam
Location : Sidoarjo
Join date : 21.09.14
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: ulama pewaris nabi

Post by Kedunghalang on Fri Sep 26, 2014 10:11 pm

@Antonio Bihusban wrote:Ilmuwan kimia, bisa disebut ulama gak?

Secara Bahasa Arab bisa, tetapi secara definisi Al Qur'an gak bisa.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: ulama pewaris nabi

Post by Kedunghalang on Fri Oct 10, 2014 5:54 pm

Sesungguhnya para ulama (orang-orang yang berilmu) yang menjadi pewaris para nabi itu adalah para mujadid (Mujaddidin) yang dinubuatkan, oleh Rasulullah saw, akan dibangkitkan dari antara dan bagi umat Islam pada permulaan setiap abad (HR Sunan Abu Daud) setelah beliau saw wafat. Di antara para mujaddid yang sudah datang adalah Umar bin Abdul Aziz, Imam Syafi'i, Imam Al Ghazali, Imam Abdul Qadir Jailani, Abdurrahman As-Suyuti, dan pada permulaan abad ke 14 H, Allah telah membangkitkan HMG Ahmad as sebagai Mujaddid Islam.

Selain sebagai Mujaddid Islam abad ke-14 H, HMG Ahmad as juga sebagai Khalifah Allah, Imam Mahdi & The Promised Messiah. (Hujajjul Kiramah oleh Nawab Shiddiq Hasan Khan, Seorang Ahli Sejarah Muslim Ahlus-Sunnah wal Jamaah dari Hindustan)

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: ulama pewaris nabi

Post by putramentari on Fri Oct 10, 2014 10:58 pm

“Wahai Allah Azza Wajall… Yang Maha Mengetahui rahasia-rahasia yang tersimpan di hati…  Jika aku seorang pendusta, pelaku kerusakan dalam pandangan-Mu, suka membuat kedustaan atas nama-Mu pada waktu siang dan malam hari, maka binasakanlah aku saat Ustadz Tsanaullah masih hidup, dan berilah kegembiraan kepada para pengikutnya dengan sebab kematianku…!

“Wahai Allah! Dan jika saya benar, sedangkan Tsanaullah berada di atas kebathilan, pendusta pada tuduhan yang diarahkan kepadaku, maka binasakanlah dia dengan penyakit ganas, seperti tha’un, kolera atau penyakit lainnya, saat aku masih hidup. Amin.”

Begitulah bunyi do’a Mirza Ghulam Ahmad. Sebuah do’a mubahalah. Dan benarlah, do’a yang ia tulis dalam suratnya tersebut dikabulkan oleh Allah Azza wa Jalla. Yakni 13 bulan lebih sepuluh hari sejak do’anya itu, yaitu pada tanggal 26 bulan Mei 1908M, Mirza Ghulam Ahmad ini dibinasakan oleh Allah Azza wa Jalla dengan penyakit kolera, yang dia harapkan menimpa Syaikh Tsanaullah.

Di akhir hayatnya, saat meregang nyawa, dia sempat mengatakan kepada mertuanya: “Aku terkena penyakit kolera.” Dan setelah itu, omongannya tidak jelas lagi sampai akhirnya meninggal. Sementara itu, Syaikh Tsanaullah masih hidup sekitar empat puluh tahun setelah kematian Mirza Ghulam Ahmad.

Meski kematian telah menjemput Mirza Ghulam Ahmad, tetapi bukan berarti ajarannya juga ikut mati. Tapi malah kian tersebar di tengah masyarakat. Karenanya, sebagai seorang muslim, hendaklah lebih berhati-hati, agar tidak terjerat dengan berbagai ajaran sesat.

ketawa guling ketawa guling ketawa guling
avatar
putramentari
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 36
Posts : 4870
Kepercayaan : Islam
Location : Pekanbaru
Join date : 04.03.12
Reputation : 116

Kembali Ke Atas Go down

Re: ulama pewaris nabi

Post by Kedunghalang on Fri Oct 10, 2014 11:18 pm

Ha ha ha ha Pendekar yang baru belajar silat muncul lagi dengan fitnah. Silahkan baca saja tuh buku-buku fitnah dari para ulama Pakistan anti Jemaat Muslimin Ahmadiyah. Kerahkan segala kemampuan anda, tetapi anda tidak akan mampu untuk menghancurkan Jemaat Muslimin Ahmadiyah, karena Jemaat Muslimin Ahmadiyah didirikan oleh HMG Ahmad (khalifah Allah, Imam Mahdi & The Promised Messiah) as atas perintah Allah.
Jika anda ingin mengikuti para penentang Jemaat Muslimin Ahmadiyah dan ingin mengalami nasib yang sama dengan mereka yang telah dihinakan Allah, antara lain:
1. Dr. Alexander Dowie (Kristen Amerika)
2. Pandit Lekhram (Hindu India)
3. Abdullah Atham (Kristen India)
4. Tsanaullah Amritsari (Islam Pakistan)
5. Zulfikar Ali Bhuto (Islam Pakistan)
6. Zia ul Haq (Islam Pakistan)

Atau anda ingin mengalami nasib yang sama dengan orang-orang Indonesia yang menentang Jemaat Muslimin Ahmadiyah yang telah dihinakan Allah, seperti:
1. A. Hasan (Persis)
2. Habib Riziq Shihab (FPI)
2. Surya Dharma Ali (mantan Menag).

SILAHKAN, LAKUKANLAH SESUKA HATI ANDA, KARENA ALLAH ADALAH TUHAN YANG MAHA MELIHAT, MAHA ADIL, MAHA BIJAKSANA, MAHA KUAT dan MAHA KUASA.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: ulama pewaris nabi

Post by putramentari on Sat Oct 11, 2014 2:15 am

daripada jihad jauh jauh, bagus jihad ke parung bogor untuk memberantas ALIRAN SESAT.

avatar
putramentari
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 36
Posts : 4870
Kepercayaan : Islam
Location : Pekanbaru
Join date : 04.03.12
Reputation : 116

Kembali Ke Atas Go down

Re: ulama pewaris nabi

Post by abu hanan on Sat Oct 11, 2014 8:30 am

menentang paham ghulam ahmad itu gak berefek seperti namar diatas..nasib buruk seseorang tidak dapat dikaitkan dengan itu..suryadharma ali itu kan krn doyan ajah..habib rizq jg krn faktor anak buah dll..demen tahayul uda ada sf tersendiri..


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: ulama pewaris nabi

Post by satria bergitar on Sat Oct 11, 2014 9:17 am

@putramentari wrote:daripada jihad jauh jauh, bagus jihad ke parung bogor untuk memberantas ALIRAN SESAT.


KEMANA AJA BRO!!! BARU NONGOL 2 good

avatar
satria bergitar
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Age : 31
Posts : 1399
Location : Karawang
Join date : 08.12.11
Reputation : 58

Kembali Ke Atas Go down

Re: ulama pewaris nabi

Post by Kedunghalang on Sat Oct 11, 2014 10:49 am

@putramentari wrote:daripada jihad jauh jauh, bagus jihad ke parung bogor untuk memberantas ALIRAN SESAT.


Forum Laskar Islam itu kan forum diskusi, tetapi kenapa digunakan untuk menghujat? Silahkan lakukan JIHAD NGACO seperti yang dilakukan oleh FPI, dan perhatikan bagaimana nasib FPI saat ini.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: ulama pewaris nabi

Post by Kedunghalang on Sat Oct 11, 2014 12:06 pm

@abu hanan wrote:menentang paham ghulam ahmad itu gak berefek seperti namar diatas..nasib buruk seseorang tidak dapat dikaitkan dengan itu..suryadharma ali itu kan krn doyan ajah..habib rizq jg krn faktor anak buah dll..demen tahayul uda ada sf tersendiri..

Kedatangan seorang Khalifatullah, Al Mahdi itu sudah dinubuatkan oleh Nabi Muhammad saw dalam HR Sunan Ibnu Majah. Berdasarkan firman Allah dalam Al Qur'an, seorang Khalifah itu dijadikan Allah dari antara orang-orang Islam yang beriman dan beramal shaleh (An-Nur 24:55/56), dan dia itu adalah seorang rasul yang bernama AHMAD (Asy-Syaf 61:6/7) yang dijelaskan dalam Al Qur'an bahwa dia itu adalah Nabi Muhammad saw, yakni seorang rasul yang bernama AHMAD dari kaum umiyyin Arab (Al Jumu'ah 62:2/3) dan seorang rasul yang bernama AHMAD dari kaum aakhorina (Al Jumu'ah 62:3/4), yang dijelaskan oleh Nabi Muhammad saw dalam Shahih Bukhari bahwa dia itu berasal dari keturunan bangsanya Salman Al Farisi ra. Nah, HMG Ahmad as itu adalah seorang rasul yang bernama AHMAD dari keturunan bangsanya Salman Al Farisi ra yang telah diutus Allah sebagai Khalifah Allah, Imam Mahdi & The Promised Messiah berkat ketaatannya kepada Allah dan Nabi Muhammad saw (An-Nisa 4:69/70). Dengan demikian, maka menentang/mentaati HMG Ahmad as, sama dengan menentang/mentaati Nabi Muhammad saw, menentang/mentaati Nabi Muhammad saw sama dengan menentang/mentaati Allah (An-Nisa 4:80/81).

Menurut Al Qur'an, kedatangan seorang utusan/nabi Allah itu adalah Nikmat Allah yang dia anugerahkan kepada mereka yang mentaati Allah dan Rasul-Nya (An-Nisa 4:69/70), dan jika kita mensyukurinya, maka Dia akan menambahkan nikmat-Nya itu, tetapi jika kita mengingkarinya, maka adzab Allah itu sangat pedih (Ibrahim 14:7/8). Masih menurut Al Qur'an, mereka yang menentang Allah dan Rasul-Nya itu akan termasuk orang-orang yang hina (Al Mujadallah 58:20/21), karena Allah telah menetapkan, "Aku dan Rasul-rasul-Ku pasti menang" (Al Mujadallah 58:21/22). Jadi, nasib buruk yang dialami SDA, Habib Riziq dan FPI itu sudah pasti terkait dengan firman-firman Allah tersebut di atas.  Jika anda belum percaya, silahkan coba menjadi seorang Penentang Allah dan Rasul-Nya, sebagaimana yang telah dilakukan oleh SDA,  Habib Riziq dan FPI, jika anda ingin menikmati Adzab Ilahi yang sangat pedih itu.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: ulama pewaris nabi

Post by Kedunghalang on Sat Oct 11, 2014 12:13 pm

@satria bergitar wrote:
@putramentari wrote:daripada jihad jauh jauh, bagus jihad ke parung bogor untuk memberantas ALIRAN SESAT.


KEMANA AJA BRO!!! BARU NONGOL 2 good

@ Sat Ber

Anda juga ingin mengalami nasib seperti Habib Riziq, FPI & SDA?

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: ulama pewaris nabi

Post by abu hanan on Sat Oct 11, 2014 12:24 pm

mr kedung..jika messiah itu valid..baik ditinjau dari nahwu,matan,sanad yah sayah bisa terima..lha kalow validitas messiah ini dari konsep gathukmology,menabrak rambu2 nahwu..trus "berpikir" yang gimana dunk?
haditsnyah gak valid..ayatnyah gathukisme..moso sayah harus terima?
lebih baik kepala sayah terpisah pedang jika harus menerima sesuatu yang tidak benar,tidak adil dan tanpa ilmu..


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: ulama pewaris nabi

Post by putramentari on Sat Oct 11, 2014 1:35 pm

@satria bergitar wrote:

KEMANA AJA BRO!!! BARU NONGOL 2 good


biasa kangmas, sibuk cari sesuai nasi demi anak istri, he he he ambulance
avatar
putramentari
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 36
Posts : 4870
Kepercayaan : Islam
Location : Pekanbaru
Join date : 04.03.12
Reputation : 116

Kembali Ke Atas Go down

Re: ulama pewaris nabi

Post by putramentari on Sat Oct 11, 2014 1:39 pm

@abu hanan wrote:mr kedung..jika messiah itu valid..baik ditinjau dari nahwu,matan,sanad yah sayah bisa terima..lha kalow validitas messiah ini dari konsep gathukmology,menabrak rambu2 nahwu..trus "berpikir" yang gimana dunk?
haditsnyah gak valid..ayatnyah gathukisme..moso sayah harus terima?
lebih baik kepala sayah terpisah pedang jika harus menerima sesuatu yang tidak benar,tidak adil dan tanpa ilmu..

gak bosen wak, bahas messiah terus.

hadis yang dipake pada dhoif semua.

ayat Al Qur'an pun yang dipake hanyalah terjemahan yang di gotak gatuk.

nahwu shorof dibuang ke kolong jembatan.


jadi apa yang mau di andalkan selain ngeyelmology usil
avatar
putramentari
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 36
Posts : 4870
Kepercayaan : Islam
Location : Pekanbaru
Join date : 04.03.12
Reputation : 116

Kembali Ke Atas Go down

Re: ulama pewaris nabi

Post by Kedunghalang on Sat Oct 11, 2014 1:41 pm

@abu hanan wrote:mr kedung..jika messiah itu valid..baik ditinjau dari nahwu,matan,sanad yah sayah bisa terima..lha kalow validitas messiah ini dari konsep gathukmology,menabrak rambu2 nahwu..trus "berpikir" yang gimana dunk?
haditsnyah gak valid..ayatnyah gathukisme..moso sayah harus terima?
lebih baik kepala sayah terpisah pedang jika harus menerima sesuatu yang tidak benar,tidak adil dan tanpa ilmu..

Memang menolak dengan dalih haditsnya gak valid tanpa menyebut haditsnya itu sangat mudah dilakukan. Apalagi dengan mendasarkan kepada nahwu, karena merasa pakar dalam bidang itu, padahal ketika ditanya "kenapa Khaatamu Dzahabin tidak diartikan Emas Terakhir?", sampai sekarang masih bungkam.

Sesungguhnya, sangat mudah untuk membuktikan kebenaran HMG Ahmad as sebagai Khalifah Allah, Imam Mahdi & The Promised Messiah yang diutus Allah atau Rasul-Nya. Menurut Al Qur'an, Allah telah menetapkan "Aku dan Rasul-rasul-Ku PASTI MENANG", sesungguhnya Allah itu Maha Kuat, Maha Perkasa. (Al Mujadallah 58:21/22). Nah, HMG Ahmad as itu adalah salah-seorang dari Rasul-Nya, sekarang silahkan anda monitor, apa yang dimaksud PASTI MENANG dalam ayat tersebut? Menurut Al Qur'an, Kemenangan karena Pertolongan Allah itu terdapat dalam Surah An-Nashr 110:1/2-3/4. Pertolongan Allah dan Kemenangan itulah yang saat ini sedang dinikmati oleh HMG Ahmad (Khalifah Allah, Imam Mahdi & The Promised Messiah) as dan Jemaat Muslimin Ahmadiyah di seluruh penjuru dunia.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: ulama pewaris nabi

Post by Kedunghalang on Sat Oct 11, 2014 1:44 pm

@putramentari wrote:
@abu hanan wrote:mr kedung..jika messiah itu valid..baik ditinjau dari nahwu,matan,sanad yah sayah bisa terima..lha kalow validitas messiah ini dari konsep gathukmology,menabrak rambu2 nahwu..trus "berpikir" yang gimana dunk?
haditsnyah gak valid..ayatnyah gathukisme..moso sayah harus terima?
lebih baik kepala sayah terpisah pedang jika harus menerima sesuatu yang tidak benar,tidak adil dan tanpa ilmu..

gak bosen wak, bahas messiah terus.

hadis yang dipake pada dhoif semua.

ayat Al Qur'an pun yang dipake hanyalah terjemahan yang di gotak gatuk.

nahwu shorof dibuang ke kolong jembatan.


jadi apa yang mau di andalkan selain ngeyelmology usil

Pendekar yang baru belajar Nahwu yang tidak bisa menjawab, kenapa "Khaatamu Dzahabin" tidak diartikan "Emas Terakhir"?

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: ulama pewaris nabi

Post by putramentari on Sat Oct 11, 2014 1:53 pm

@Kedunghalang wrote:
@putramentari wrote:
@abu hanan wrote:mr kedung..jika messiah itu valid..baik ditinjau dari nahwu,matan,sanad yah sayah bisa terima..lha kalow validitas messiah ini dari konsep gathukmology,menabrak rambu2 nahwu..trus "berpikir" yang gimana dunk?
haditsnyah gak valid..ayatnyah gathukisme..moso sayah harus terima?
lebih baik kepala sayah terpisah pedang jika harus menerima sesuatu yang tidak benar,tidak adil dan tanpa ilmu..

gak bosen wak, bahas messiah terus.

hadis yang dipake pada dhoif semua.

ayat Al Qur'an pun yang dipake hanyalah terjemahan yang di gotak gatuk.

nahwu shorof dibuang ke kolong jembatan.


jadi apa yang mau di andalkan selain ngeyelmology usil

Pendekar yang baru belajar Nahwu yang tidak bisa menjawab, kenapa "Khaatamu Dzahabin" tidak diartikan "Emas Terakhir"?

coba jelaskan berdasarkan nahwu shorof.

tapi ingat ya

bukan nafsu curut
avatar
putramentari
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 36
Posts : 4870
Kepercayaan : Islam
Location : Pekanbaru
Join date : 04.03.12
Reputation : 116

Kembali Ke Atas Go down

Re: ulama pewaris nabi

Post by abu hanan on Sat Oct 11, 2014 2:15 pm

mr kedung..
bentuk jamak dari emas,gimana?
sayah gak jawab itu bukan bungkam..tapi bingung ajah karena anda sama rata semuanyah..


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: ulama pewaris nabi

Post by abu hanan on Sat Oct 11, 2014 2:19 pm

owh yah..kelewat nih..
apa arti kemenangan itu?
jumlah cabang di seluruh bumikah?atow kemampuan ahmadiyah mencegah penindasan muslim2 di seluruh bumi dari antek kafir?

ketika kemenangan itu tiba,maka islam dominate world akan terjadi..walaupun berpusat di london..apakah itu telah menjadikan england berhukum syariah?


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: ulama pewaris nabi

Post by Kedunghalang on Sun Oct 12, 2014 8:30 am

@putramentari wrote:
@Kedunghalang wrote:
@putramentari wrote:
@abu hanan wrote:mr kedung..jika messiah itu valid..baik ditinjau dari nahwu,matan,sanad yah sayah bisa terima..lha kalow validitas messiah ini dari konsep gathukmology,menabrak rambu2 nahwu..trus "berpikir" yang gimana dunk?
haditsnyah gak valid..ayatnyah gathukisme..moso sayah harus terima?
lebih baik kepala sayah terpisah pedang jika harus menerima sesuatu yang tidak benar,tidak adil dan tanpa ilmu..

gak bosen wak, bahas messiah terus.

hadis yang dipake pada dhoif semua.

ayat Al Qur'an pun yang dipake hanyalah terjemahan yang di gotak gatuk.

nahwu shorof dibuang ke kolong jembatan.


jadi apa yang mau di andalkan selain ngeyelmology usil

Pendekar yang baru belajar Nahwu yang tidak bisa menjawab, kenapa "Khaatamu Dzahabin" tidak diartikan "Emas Terakhir"?

coba jelaskan berdasarkan nahwu shorof.

tapi ingat ya

bukan nafsu curut

Aku kasih lagi khusus buat Pendekar yang baru belajar nahwu sharaf nih, langsung dari pakar nahwu sharaf di:
http://nahwusharaf.wordpress.com/2011/12/24/pengertian-idhafah-idhofah-sununan-mudhaf-dan-mudhof-ilaih-alfiyah-bait-385-386-387/

Hukum Idhafah ketiga:

Wajib menyimpan Huruf Jar Asli yg ditempatkan antara Mudhaf dan Mudhaf Ilaih. Untuk memperjelas hubungan pertalian makna antara Mudaf dan Mudhaf Ilaeh-nya. Huruf-huruf simpanan tersebut berupa MIN, FIY dan LAM.

1. Idhafah menyimpan makna huruf MIN Lil-Bayan apabila Mudhaf Ilaih-nya berupa jenis dari Mudhaf. contoh:

خاتمُ ذهبٍ
KHOOTAMU DZAHABIN = cincin dari emas

Takdirannya adalah KHOOTAMUN MIN DZAHABIN’

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: ulama pewaris nabi

Post by Kedunghalang on Sun Oct 12, 2014 8:48 am

@abu hanan wrote:mr kedung..
bentuk jamak dari emas,gimana?
sayah gak jawab itu bukan bungkam..tapi bingung ajah karena anda sama rata semuanyah..

Nih, Mbah GOOGLE ngasih tahu anda:
الذهب atau ذهب = bentuk tunggalnya emas
ذهبية = bentuk jamaknya emas

Anda BUNGKAM karena masih BINGUNG, itu artinya anda BELUM PAKAR NAHWU SHARAF. Makanya jangan SOMBONG, mengaku-ngaku bahwa setiap komentar anda itu adalah dari syari'ah.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: ulama pewaris nabi

Post by Kedunghalang on Sun Oct 12, 2014 9:27 am

@abu hanan wrote:owh yah..kelewat nih..
apa arti kemenangan itu?
jumlah cabang di seluruh bumikah?atow kemampuan ahmadiyah mencegah penindasan muslim2 di seluruh bumi dari antek kafir?

ketika kemenangan itu tiba,maka islam dominate world akan terjadi..walaupun berpusat di london..apakah itu telah menjadikan england berhukum syariah?

Jika anda ingin tahu tentang arti KEMENANGAN, maka seharusnya anda harus melihat Al Qur'an, jangan hanya berdasarkan angan-angan sendiri dengan berkomentar seperti di atas, karena yang dimaksud dengan KEMENANGAN bagi para Nabi/Rasul itu tidak terlepas dari PERTOLONGAN ALLAH.

Allah berfirman dalam Al Qur'an:
Apabila datang PERTOLONGAN ALLAH dan KEMENANGAN, Dan engkau melihat manusia akan masuk dalam agama Allah berbondong-bondong, Maka  bertasbihlah dengan memuji Tuhan engkau, dan mohonlah ampunan-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Penerima tobat. (An-Nashr 110:1/2-3/4).

Dari firman Allah di atas jelas sekali bahwa yang dimaksud PERTOLONGAN ALLAH dan KEMENANGAN dalam Islam berdasarkan Al Qur'an, bukanlah sebagaimana anda pahami, melainkan adanya "manusia akan masuk dalam agama Allah berbondong-bondong". Seperti itulah yang dialami Jemaat Muslimin Ahmadiyah, meskipun banyak hambatan dari para penentang, tetapi berkat PERTOLONGAN ALLAH, ratusan juta manusia - dari berbagai macam suku bangsa di 206 negara, di lima benua, di seluruh penjuru dunia - masuk dalam agama Allah berbondong-bondong melalui Khilafat Jemaat Muslimin Ahmadiyah.  Ribuan masjid dan pusat-pusat dakwah Islam di seluruh penjuru dunia telah, sedang dan akan terus dibangun oleh Jemaat Muslimin Ahmadiyah untuk menyeru manusia kepada Allah http://www.alislam.org/gallery2/v/mosques/.   Di bawah bendera Rasulullah Nabi Muhammad Mustafa saw, HMG Ahmad (Khalifah Allah, Imam Mahdi & The Promised Messiah) as dan Jemaat Muslimin Ahmadiyah telah, sedang dan akan terus mengumandangkan Kalimah Thayyibah: LAA ILAAHA ILLALLAH, MUHAMMAD-AR-RASULULLAH ke seluruh penjuru dunia.

Namun demikian, meskipun PERTOLONGAN ALLAH dan KEMENANGAN telah, sedang dan akan terus Dia anugerahkan kepada HMG Ahmad (Khalifah Allah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud) as dan Khilafat Jemaat Muslimin Ahmadiyah, tetapi Allah tidak memerintahkan kita untuk sombong atau berhura-hura, melainkan sebaliknya, Dia memerintahkan kita - berdasarkan Al Qur'an - untuk bertasbih dengan memuji Allah dan memohon ampunan-Nya, karena sesungguhnya Dia Maha Penerima Tobat (An-Nashr 110:3/4).
 

JELAS BUKAN?

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: ulama pewaris nabi

Post by putramentari on Sun Oct 12, 2014 7:37 pm

khusus untuk masalah idhofah, baiknya dibahas di :

http://www.laskarislam.com/t92p375-ahmadiyah-qadian#148525

biar gak tumpang tindih
avatar
putramentari
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 36
Posts : 4870
Kepercayaan : Islam
Location : Pekanbaru
Join date : 04.03.12
Reputation : 116

Kembali Ke Atas Go down

Re: ulama pewaris nabi

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 1 dari 2 1, 2  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik