FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

mengenal syiah ismailiyah

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

mengenal syiah ismailiyah

Post by keroncong on Wed Nov 07, 2012 10:07 pm

Ismailiyyah adalah sebuah kelompok kebatinan yang dinisbatkan kepada Imam Ismail bin Jafar Shadiq. Secara lahiriah, Ismailiyyah cenderung kepada Syi'ah yang mengagungkan ahlul bait, tetapi hakikatnya kelompok ini menghancurkan akidah Islamiah. Ismailiyyah terpecah-pecah menjadi berbagai kelompok dan berkembang sepanjang zaman sampai hari ini.

Sejarah Berdiri dan Tokoh-tokohnya

Pertama: Ismailiyyah Qaramithah

Mereka muncul pertama kali di Bahrain dan Syam setelah melakukan pemberontakan terhadap Imam Ismailiyyah dan merampok harta kekayaannya. Imam yang diberontak kemudian melarikan diri dari Salmiyyah, Suriah, ke negeri Transoxiana karena takut akan kekejaman orang-orang Qaramithah. Tokoh-tokohnya antara lain:


Abdullah Maimin Qadah, muncul di Persia Selatan tahun 260 H.
Faraj ibnu Utsman Qasyani (Dzikruwaih), muncul di Irak dan menyerukan supaya mengikuti imam yang gaib.
Hamdan Qirmath Asy'ats (278 H), berdakwah dengan terang-terangan di Kufah.
Ahmad bin Qasim yang sangat terkenal kejam terhadap kafilah dagang dan jamaah haji.
Hasan bin Bahram (Abu Said antara lain Janabi), muncul di Bahrain dan dipandang sebagai pendiri negara Qaramithah.
Sulaiman bin Hasan bin Bahrain (Abu Thahir), telah memerintah selama 30 tahun. Ketika berkuasa, ia mampu memperluas kekuasaannya. Tahun 319 H ia menyerang Kakbah dan mencuri Hajar Aswad selama lebih dari 20 tahun.
Hasan A'sham bin Sulaiman yang pernah menguasai Damaskus tahun 360 H.

Kedua: Ismailiyyah Fathimiyyah

Ismailiyyah Fathimiyyah adalah gerakan Ismailiyyah asli yang telah bertahan sampai beberapa periode.


Periode Tertutup.
Periode ini dimulai sejak kematian Ismail tahun 143 H sampai munculnya Abdullah Mahdi. Selama ini, nama para imam mereka berbeda-beda disebabkan kerahasiaannya.
Periode Awal Kemunculan.
Dimulai dengan adanya seruan Hasan bin Hausyab, pendiri negara Ismailiyyah di Yaman, tahun 266 H. Kegiatannya kemudian berkembang sampai ke Afrika Utara dan mampu mempengarohi syekh-syekh Kutama (Banu Kutama adalah qabilah Barbar yang membantu orang-orang Fathimiyyah di Maroko), diikuti dengan kemunculan rekannya Ali bin Fadhal.
Periode Kemunculan.
Periode ini dimulai dengan tampilnya Ubaidillah al-Mahdi yang telah bermukim di Salmiyyah, Suriah dan melarikan diri ke Afrika Utara. Ia minta perlindungan kepada pendukungnya dari suku Kutama. Pada perkembangan selanjutnya, Ubaidillah membunuh dua orang pendukung setianya, Abu Abdillah al-Syi'ah'i al-Shun'ani dan saudaranya yang bernama Abu al-Abbas, dengan alasan karena keduanya meragukan kepribadian Ubaidillah sebagai orang yang pernah dilihatnya ketika di Salmiyyah.

Selanjutnya, Ubaidillah mendirikan negara Ismailiyyah Fathimiyyah pertama di Mahdiyyah Afrika (Tunisia) dan menguasai Raqadah tahun 297 H. Kemudian, kepemimpinannya dilanjutkan Allah SWT Manshurbillah (334 ? 365 H) yang disebut Abu Thahir Ismail; Mu'izlidinillah (341 ? 365) yang terkenal dengan sebutan Abu Tamim Mu'id, yang pernah menaklukan Mesir pada tahun 358 H; Al-Aziz Billah (365 ? 386 H), yang bergelar Abu Manshur Nazzar; Al-Hakim bin Amrillah (386 ? 411 H) yang bergelar Abu Ali Al-Manshur; Al-Zhahir (411 ? 427 H) yang dijuluki Abu Hasan Ali; dan Al-Musthanshir Billah (wafat 487 H) yang terkenal dengan sebutan Abu Tamim.

Dengan mangkatnya Abu Tamim, Ismailiyyah Fathimiyyah terpecah menjadi Nizariyyah Timur dan Musta'iliyyah Barat. Perpecahan ini terjadi karena Imam Mustanshir telah mewasiatkan (dengan dokumen tertulis), bahwa imam berikutnya adalah putra tertuanya yang bernama Nizzar. Tetapi, Perdana Mentri Ibnu Badr Jamali menghalangi Nizzar agar tidak naik tahta. Kemudian, ia memaklumkan keimanan Musta'il, putra bungsu Imam Mustanshir yang kebetulan juga sebagai kemenakan perdana menteri. Nizzar ditangkap dan dijebloskan ke dalam penjara sampai menemui ajalnya.

Ismailiyyah Fathimiyyah dinasti Musta'li terus memerintah Mesir, Hijaz, dan Yaman dengan bantuan orang Sulaih. Imam-imam mereka antara lain Musta'li (487 ? 495) yang bergelar Abu Qasim Ahmad, Amir (495 ? 525) yang bergelar Abu Ali Manshur, Hafizh (525 ? 544) yang bergelar Abu al-Maimun Abdulmajid, Al-Zhafir (544-549) yang bergelar Abu Manshur Ismail, Fa'iz (549-555 H) dengan gelar Abu Qasim, dan Adhid (555 sampai lenyapnya kekuasaan mereka di tangan Shalahuddin al-Ayyubi yang biasa disebut Abu Muhammad Abdullah).

Ketiga: Ismailiyyah Assasin

Mereka adalah Ismailiyyah keturunan Nizzar di Syam, Persia, dan negara-negara sebelah timurnya. Ketika Nizzar dilarang naik tahta di Mesir, seorang Persia yang bernama Hasan Shabah memprotes Imam Mustanshir. Karena kecewa melihat perpecahan tersebut, lalu ia kembali ke Persia menyeru kepada imam yang tersembunyi. Kemudian, ia menguasai benteng "Maut" tahun 483 H dan mendirikan negara Ismailiyyah dinasti Nizzari bagian timur. Mereka inilah yang kemudian dikenal dengan kelompok Assasin dikarenakan mereka terkenal mengisap hasis.

Kemudian, ia mengirim beberapa sukarelawan ke Mesir untuk membunuh Imam Amir Musta'li. Dia terkenal sebagai orang yang sangat haus darah sampai tega membunuh kedua putra Musta'li. Hasan bin Shabah mangkat tahun 528 H tanpa meningalkan keturunan.

Penganjur-pengajur Assasin yang terkenal antara lain Hasan bin Shabah (meninggal 1124 M), Kyabzark Amid (meninggal 1138 M), Muhammad bin Kyabzark Amir (meninggal 1162 M), Hasan II bin Muhammad (meninggal 1166 M), Muhammad II bin Hasan II (meninggal 1210), Hasan III bin Muhammad II (meninggal 1221), Muhammad III bin Hasan III (meninggal 125 M) dan Ruknuddin Khaursyah, dari tahun 1255 sampai berikutnya kekuasaan mereka yang telah dihancurkan tentara Hulako dari Mongol. Ruknuddin sendiri terbunuh di tangan tentara Hulako. Sepeninggal Ruknuddin, para pengikutnya bertebaran ke berbagai pelosok negeri. Sampai hari ini mereka masih memiliki pengikut.

Keempat: Ismailiyyah Syam

Mereka adalah Ismailiyyah Nizzari. Dalam waktu lama, mereka tetap berpegang teguh pada keyakinannya. Di dalam benteng pertahanan, mereka akan terlihat keteguhannya dalam mempertahankan keyakinan dan mengamalkan secara terang-terangan. Tetapi, mereka tetap menjadi kelompok agama yang tidak memiliki negara meski mereka masih tetap memegang peranan penting dalam urusan keagamaannya, terutama di Salmiyyah, Qadmus, Mishyaf, Banyas, Khawabi, dan Kahfi. Di antara tokohnya yang terkenal adalah Rasyidin Sinan yang dijuluki Syekh Al-Jabal. Perilakunya mirip dengan Hasan bin Shabah. Ia telah mendirikan mazhab Sinaniyyah yang penganut-penganutnya meyakini adanya reinkarnasi, di samping akidah Ismailiyahnya.

Kelima: Ismailiyah Bahrah

Ismailiyah Bahrah adalah Ismailiyyah Musta'liyyah. Mereka mengakui Imam Musta'li dan penggantinya Imam Amir, kemudian putranya Thayyib. Karena itu, mereka menyebutnya dengan Thayibiyyah. Juga, dikatakan sebagai Ismailiyyah India dan Yaman. Pada mulanya mereka meninggalkan politik dan berusaha sebagai pedagang sampai mereka tiba di India dan berbaur dengan orang-orang Hindu yang masuk Islam. Di sana akhirnya mereka dikenal dengan istilah Bahrah. Bahrah berasal dari bahasa India kuno yang berarti pedagang.

Menurut kepercayaan mereka, Imam Thayyib "gaib" pada tahun 525 H. Adapun imam-imamnya yang tersembunyi terdiri atas keturunannya sampai hari ini. Imam-imam tersebut tidak dikenal nama-namanya, bahkan ulama-ulama Bahrah sendiri tidak mengenal imam-imam mereka. Bahrah terpecah menjadi dua kelompok.:


Bahrah Daudiyyah.
Kelompok ini dinisbatkan kepada Quthb Syah Daud. Mereka tinggal di India dan Pakistan sejak abad ke-10 H; imamnya bermukim di Bombay.
Bahrah Sulaimaniyyah.
Kelompok ini dinisbatkan kepada Imam Sulaiman bin Hasan. Pusat kegiatan mereka sampai hari ini tetap di Yaman.

Keenam: Ismailiyyah Agha Khaniyyah

Kelompok sempalan Ismailiyyah ini muncul di Iran pada dasa warsa kedua abada ke-19 M. Imam-imam mereka adalah:


Hasan Ali Syah, bergelar Agha Khan I, dan diperalat Inggris untuk memimpin satu revolusi yang dijadikan dalih campur tangan Inggris terhadap mereka. Ia mengajak Ismailiyyah Nizzariyyah untuk bersama-sama turut dalam revolusi. Akibatnya, dia sendiri dibuang ke Afghanistan dan Bombay, dan gelar Agha Khannya dicopot Inggris sampai ia meninggal dunia tahun 1881 M.
Agha Ali Syah yang bergelar Agha Khan II (1881 ? 1885).
Muhammad Husein, putra Agha Ali Syah, bergelar Agha Khan III (1885 ? 1957 M). Ia lebih suka tinggal di Eropa dan berfoya-foya dengan bergelimang kenikmatan duniawi. Ketika meninggal, ia mewasiatkan kekhalifahan kepada cucunya yang bernama Karim. Ini bertentangan dengan ajaran Ismailiyyah, bahwa pengganti khalifah harus putra tertua.
Karim, bergelar Agha Khan IV, naik tahta sejak tahun 1957. Ia belajar di salah satu universitas di Amerika.

Ketujuh: Ismailiyyah Waqifah

Sebuah kelompok Ismailiyyah yang berhenti kepada keimanan Muhammad bin Ismail yang merupakan imam pertama dari para imam yang tersembunyi. Golongan ini berpendapat bahwa imam pertma ini akan muncul kembali setelah menghilang.

Pemikiran dan Doktrin-doktrinnya

Keharusan adanya imam ma'shum (yang terjaga dari kesalahan dan dosa), adalah yang termaktub sebagai keturunan Muhammad bin Ismail. Adapun keyakinan Ahli Sunnah wal-Jamaah, yang merupakan keyakinan kalangan ulama salaf, adalah bahwa selain para nabi dan rasul itu tidak ma'shum.

Dalam ketentuannya bahwa yang berhak menjadi imam pengganti adalah keturunannya yang tertua, tetapi mereka berkali-kali mengabaikan ketentuannya sendiri.

Pengertian 'ishmah bagi mereka bukan ketiadaan melakukan maksiat dan kesalahan, tetapi bagi mereka kesalahan dan maksiat itu harus ditakwilkan dengan apa yang sesuai dengan kepercayaannya.

Mereka berkeyakinan bahwa barangsiapa yang meninggal dalam keadaan tidak mengenal imamnya dan belum pernah berbai'at, maka ia mati dalam keadaan jahiliyyah. Ini tidak jauh berbeda dengan doktrin yang dibawa kelompok LDII di Indonesia. Dengan dalil bai'at ini, sangat mudah untuk mempengaruhi orang agar bergabung dan menjadi jamaahnya. Padahal, sesungguhnya mereka telah menyimpangkan pemahaman bai'at dari pemahaman yang lurus.

Pengikutnya diwajibkan membayar sperlima hasil usahanya untuk Imam.

Mereka meyakini taqiyyah dan sirriyyah (penyamaran, penyerupaan), serta menerapkannya ketika terjadi banyak kesulitan.

Imam Ismailiyyah adalah poros dakwah dan akidah serta keduanya mengitari pribadinya.

Mereka meyakini adanya reinkarnasi. Mereka mengingkari sifat-sifat Allah, sebab menurutnya, tidak 'ada' dan juga bukan 'tidak ada'; tidak alim dan tidak jahil; tidak berkuasa dan tidak pula lemah. Mereka itu tidak menisbatkan Allah secara mutlak dan juga tidak menafikannya secara mutlak. Dia adalah Ilah dua orang yang saling bertolak belakang, pencipta dua orang yang saling berlawanan. Dia tidak kadim dan tidak hadis; yang qadim adalah perintah dan kalimat-Nya, sedangkan yang hadis adalah penciptaan dan fitrah-Nya.

Adapun doktrin-doktrin kaum Bahrah antara lain:


Tidak melakukan salat di masjid kaum muslimin yang bukan beraliran Bahrah.
Lahiriah mereka di dalam akidah-akidah seluruh firqah yang moderat, sedangkan batiniyah mereka di satu sisi lain.

Mereka melakukan salat, tetapi shalatnya untuk Imam Ismailiyyah yang tersembunyi dari keturunan Thayiyib bin amir.
Mereka pergi ke Mekah untuk haji seperti umat Islam lainnya, tetapi mereka berpendapat bahwa Kakbah adalah lambang imam mereka.

Golongan Assasin berkeyakinan, "Tidak ada hakikat dalam wujud dan segala sesuatu serba boleh (mubah)." Cara yang mereka tempuh adalah pembunuhan (Assasinasi) yang terorganisir dan bertahan dengan rantai di balik benteng yang kokoh.

Sehubungan dengan ini, Hujatul Islam Imam Al-Ghazali berkata, "Pada dasarnya pokok ajaran mereka adalah keserbabolehan mutlak: membuka hijab, membolehkan bahkan menghalalkan yang haram dan mengingkari syari'at. Hanya saja, mereka mangingkari semua itu jika hal demikian dinisbatkan kepada mereka."

Mereka berkeyakinan bahwa Allah tidak menciptakan alam secara langsung, tetapi melalui akal yang absolut yang menjadi tempat semua sifat-sifat Tuhan yang disebut 'Hijab'. Akal yang absolut menempati diri manusia, seperti nabi dan imam-imam yang ghoib sebagai pengganti nabi. Karena itu, Muhammad hanyalah sebagai juru bicara, sedangkan Ali asas yang menafsirkannya.

Akar Pemikiran dan Sifat Idiologinya

Mazhab Ismailiyyah pertama tumbuh di Irak kemudian pindah ke Persia, Khurasan dan kawasan-kawasan Transoxiana seperti India dan Turkistan. Aliran kepercayaan ini kemudian bercampur dengan kepercayaan-kepercayaan Persia Kuno dan pemikiran-pemikiran Hindu. Selanjutnya, penyimpangan dan ketidakjelasan akidah ini diperkeroh Allah SWT orang-orang yang ingin memuaskan nafsunya.

Mereka bersentuhan pula dengan orang-orang Brahma di India, filsafat-filsafat timur, orang-orang Budha dan sisa-sisa ajaran Astrologer dan Persia: berupa keyakinan dan pemikirannya tentang rohani, planet dan bintang-bintang. Mereka berbeda-beda dalam kadar mengadopsi khurafat itu. Kerahasiaan mereka semakin menambah penyimpangannya.

Sebagian mereka ada yang menjadi penganut aliran Mazdak dan Zoroaster dalam filsafat serba boleh dan kekomunisannya, seperti Qaramithah.

Akidah mereka tidak bersumber dari Alquran dan sunah. Di dalamnya telah dimasuki berbagai filsafat dan kepercayaan yang membekas pada keyakinan mereka dan menyebabkan mereka keluar dari ajaran Islam.

Penyebaran dan Kawasan Pengaruhnya

Wilayah yang semula dikuasai kaum Isma'liyyah kini telah banyak berubah, baik luas maupun pulaunya. Hal itu terjadi sesuai dengan perubahan kondisi dan keadaan sepanjang kurun yang cukup lama. Pengaruh mereka telah terdesak Allah SWT Alam Islami, tetapi dengan bentuknya yang berbeda-beda sesuai dengan perbedaan zaman dan waktu.

Orang Qaramithah pernah menguasai sepanjang Arabia, Syam, Irak, sebagian kawasan India dan Pakistan.

Orang-orang Fathimiyyah pernah mendirikan sebuah negara yang terbentang luas dari lautan Atlantik sampai Afrika utara, hingga menguasai Mesir dan Syam; Mazhabny pernah dipeluk penduduk Irak. Tahun 540 H para orator Ismailiyyah pernah menjadi jago-jago podium Baghdad. Akhirnya, negara mereka bertekuk lutut di hadapan Shalahuddin al-Ayyubi.

Kaum Agha Khamiyyah banyak berdiam di Nairobi, Darussalam, Zanzibar, Madagaskar, Congo, Belgia, India, Pakistan, dan Suriah. Kepemimpinan tertingginya berpusat di Karachi.

Pemeluk Bahrah umumnya tinggal di Yaman, India, dan dataran-dataran sekitarnya.

Ismailiyyah Syam pernah memiliki benteng pertahanan yang kokoh di sepanjang negara mereka; sisanya masih terlihat di Salmiyyah, Khawabi, Qadmus, Mishyaf, Banjas, dan Kahfi.

Kaum assassin tersebar di Iran; mereka menguasai benteng Al-Maut sebelah selatan Laut Qazwin dan kekuasaannya terbentang luas. Dalam pemerintahan Abbasiyyah yang Suni, mereka memiliki wilayah merdeka yang luas, bahkan benteng pertahanan mereka sampai ke Halb dan Mausil. Ketika Perang Salib berlangsung, salah seorang dari imam mereka pernah menguasai Damaskus yang telah dihancurkan Hulako dari Mongolia.

Sumber: Diadaptasi dari Gerakan Keagamaan dan Pemikiran; Akar Idiologis dan Penyebarannya, WAMY
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Re: mengenal syiah ismailiyah

Post by njlajahweb on Sun Sep 03, 2017 6:58 am

kalau syiah sama sunni itu, lebih tua mana ya
avatar
njlajahweb
MAYOR
MAYOR

Female
Posts : 6099
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 114

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik