FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

arti penting hijrah

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

arti penting hijrah

Post by keroncong on Wed Apr 04, 2012 8:12 pm

Pentingnya hijrah, perpindahan Muhammad dan para sahabatnya
dari Makkah ke Madinah, tidak dapat dianggap remeh. Hijrah
merupakan permulaan lahirnya masyarakat Islam dan mempunyai
makna religius dan historis yang luar biasa sehingga menjadi
dasar dalam menulis sejarah Islam, tahun pertama penanggalan
Islam. Kepindahan Muhammad ke Madinah menandai sebuah
perubahan utama dalam sejarah dari zaman penyembahan berhala
pra-Islam masa lampau ke dunia yang dibimbing oleh dan
berpusat pada Tuhan di mana kesukuan dikalahkan oleh
keanggotaan dalam suatu umat yang disatukan oleh iman yang
sama.

Masyarakat Madinah terdiri dari banyak golongan keluarga
(klan), termasuk beberapa golongan keluarga Yahudi. Dalam
beberapa waktu kemudian, Muhammad dapat mengkonsolidasikan
kekuasaan dan wewenangnya, memasukkan keluarga-keluarga
penyembah berhala kedalam Islam. Akhirnya Muhammad tidak
hanya menjadi Rasul tetapi juga pemimpin masyarakat[1] Islam
tidak mengenal adanya pemilahan antara agama dan negara,
antara agama dan masyarakat, individu dan komunitas.
Orientasi Islam dilambangkan dalam ayat Al-Quran: "Patuhilah
Allah dan Rasul-Nya." Rasulullah menerima dan menyampaikan
wahyu yang diterimanya yang membimbing dan juga tanggap
terhadap dinamika sejarah umat. Pada waktu yang sama ia
memperhatikan dan mengatur urusan-urusan negara, mengabdi
sebagai pemimpin politik dan militer, hakim dan pembaru
masyarakat. Agama merupakan sesuatu yang menyatu dalam
kepemimpinan, kehidupan dan jaringan masyarakat, yang
memberikan norma-norma ibadah (kewajiban terhadap Tuhan) dan
kehidupan sosial (kewajiban terhadap masyarakat). Jika Islam
berarti penyerahan diri terhadap kehendak Allah, maka kaum
Muslimlah yang harus pasrah, yaitu mengikuti atau
membenarkan kehendak Tuhan baik dalam kehidupan pribadi
maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Madinah mencerminkan hubungan integral antara agama dan
negara dalam Islam, suatu idealisme yang mempengaruhi
pembangunan masyarakat Islam baik dulu maupun kini. Negara
itu dipimpin oleh Muhammad, Rasul Allah, dan dibimbing oleh
Wahyu Tuhan. Muhammad memegang peran-peran eksekutif,
yudikatif dan legislatif sebagai kepala negara. Ia mengurusi
masalah dalam dan luar negeri, masalah kemiliteran dan
masalah pemungutan pajak, dan ia pun melerai orang-orang
yang bertikai. Masyarakat Islam tidak hanya diwajibkan
mengikuti peraturan dan perintah Tuhan, tetapi juga untuk
menyebarkannya. Muhammad memadukan tindakan militer dengan
diplomasi. Ia kembali ke Makkah disertai oleh kemenangan,
dan pada tahun wafatnya, 632 Masehi, telah berhasil
mengkonsolidasikan berbagai suku di Arab.

Yang dibawa Muhammad lebih dari sekadar sintesis atau
interpretasi gagasan agama dan adat-istiadat (Arab, Yahudi,
Kristen) yang ada. Ia menciptakan suatu tatanan dan
masyarakat yang baru. Suatu masyarakat yang religius dan
politis (lebih tepatnya religiopolitis) yang berakar dalam
dan dipersatukan oleh suatu visi atau ikatan agama.[2]
Gagasan-gagasan dan lembaga-lembaga lama tetap dipergunakan
tetapi disesuaikan dengan norma-norma Islam, dengan
terciptanya cita baru akan identitas, solidaritas, komunitas
dan wewenang. Jantung gerakan ini adalah "agama baru,"
pemahaman khusus mengenai arti dan implikasi visi
monoteistik dan jalan hidup Islam; keesaan Tuhan yang
transenden dan Mahakuasa; kehendak-Nya untuk mencipta, yang
mempunyai dampak pada kehidupan pribadi maupun umum;
perlunya kepatuhan kepada kehendak itu; misi setiap Muslim
sebagai individu dan sebagai anggota umat beragama untuk
merealisasikan dan menyebarkan peraturan Tuhan; dan
kesempumaan serta kebenaran wahyu Al-Quran dan kenyataan
bahwa Muhammad adalah Rasul terakhir. Visi inilah yang
mengubah suku-suku di Arab dan menghasilkan perubahan besar
dalam sejarah dan kebudayaan dunia.

Catatan kaki:
[1]:
Karya standar mengenai hal ini adalah W. Montgomery Watt,
Muhammad at Mecca (Oxford: Clarendon Press, 1953) dan
Muhammad at Medina (Oxford: Clarendon Press, 1956). Kedua
volume ini kemudian diterbitkan dalam versi ringkas,
Muhammad Prophet and Statesman (London: Oxford University
Press, 1961).
[2]:
Fred McGraw Donner, The Early Islamic Conquest (Princeton,
N.Y.: Princeton University Press, 1981), hlm. 269ff
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 64
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 67

Kembali Ke Atas Go down

Re: arti penting hijrah

Post by Orang_Pinggiran on Wed Apr 04, 2012 8:44 pm

nice info
avatar
Orang_Pinggiran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 1862
Kepercayaan : Islam
Location : Jawa Tengah
Join date : 12.03.12
Reputation : 18

Kembali Ke Atas Go down

Re: arti penting hijrah

Post by SEGOROWEDI on Tue Apr 10, 2012 6:26 pm

hijrah karena sudah tak nyaman di mekkah
buah dari perbuatannya sendiri yang suka menjelek-jelekkan orang dan sesembahan orang

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: arti penting hijrah

Post by Orang_Pinggiran on Wed Apr 11, 2012 12:04 pm

@SEGOROWEDI wrote:hijrah karena sudah tak nyaman di mekkah
buah dari perbuatannya sendiri yang suka menjelek-jelekkan orang dan sesembahan orang

Catatan kakinya mana??
jangan cuman catatan sms doang dong akh ketawa guling
avatar
Orang_Pinggiran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 1862
Kepercayaan : Islam
Location : Jawa Tengah
Join date : 12.03.12
Reputation : 18

Kembali Ke Atas Go down

Re: arti penting hijrah

Post by SEGOROWEDI on Wed Apr 11, 2012 2:34 pm

sepenggal kisah menjelang kematian abu thalib ini bisa memotret siapa biang-kerok perselisihannya:

Abu Thalib telah berusia lebih dari delapan puluh tahun. Ia menjadi sakit-sakitan. Sehingga ia harus selalu berada di tempat tidur. Tidak ada yang dia pikirkan kecuali Nabi Muhammad saw. Ia tahu, bila ia wafat nanti, orang-orang Quraisy tak akan segan-segan membunuh keponakannya itu.

Para pemimpin Quraisy mendatangi Abu Thalib. Mereka berkata, "Abu Thalib, kau adalah pemuka dan pemimpin kami. Dan kau pun sedang menjelang ajal. Maka, akhiri segala permusuhan antara keponakanmu denagn kami. Katakan padanya untuk berhenti pula menyakiti kami. Maka kami akan berhenti pula menyakitinya. Maka kami akan membiarkan kami dengan agama kami. Maka kami akan membiarkannya dengan agamanya."

Abu Thalib memandang Abu Jahal, Abu Sufyan, dan para pemimpin Quraisy yang lain. Ia berkata pada mereka dengan lirih," Bila kalian mendengarkan kata-kata Muhammad dan mematuhi perintahnya, maka kalian akan bahagia. Oleh karena itu, patuhilah ia dan dapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat."

Kaum kafir itu berdiri. Abu Jahal berkata dengan marah," Apakah kau menginginkan kami menjadikan Tuhan kami satu?"

Abu Thalib sedih melihat mereka. Ia sangat mengkhawatirkan keselamatan Nabi Muhammad saw. Maka, ia mengundang bani Hasyim dan meminta kesediaan mereka untuk mendukung Nabi Muhammad saw. apa pun resikonya. Mereka semua mematuhinya. Kemudian Abu Thalib menutup mata untuk selama-lamanya.

Syekh al Bat-ha tak bergerak. Ia telah meninggalkan dunia.

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: arti penting hijrah

Post by Orang_Pinggiran on Fri Apr 13, 2012 7:16 pm

kok ga nyambung ya Wed? ketawa guling
avatar
Orang_Pinggiran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 1862
Kepercayaan : Islam
Location : Jawa Tengah
Join date : 12.03.12
Reputation : 18

Kembali Ke Atas Go down

Re: arti penting hijrah

Post by SEGOROWEDI on Fri Apr 13, 2012 7:41 pm

biang keroknya itu muhammad
karena ulahnya itulah maka mendatangkan konflik dengan quraisy
pun quraisy begitu bijak, tidak memperlakukan muhammad secara kasar
melainkan memperingatkan melalui pamannya

hijrahnya muhammad karena keinginannya sendiri
buah dari perbuatannya sehingga tak nyaman lagi tnggal di mekkah
(kelak ia membalas dendam dengan mencegati pedagang quraisy dan akhirnya memerangi quraisy mekkah dengan 10.000 gerombolan)

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: arti penting hijrah

Post by Orang_Pinggiran on Sat Apr 14, 2012 2:47 am

@SEGOROWEDI wrote:biang keroknya itu muhammad
karena ulahnya itulah maka mendatangkan konflik dengan quraisy
pun quraisy begitu bijak, tidak memperlakukan muhammad secara kasar
melainkan memperingatkan melalui pamannya

hijrahnya muhammad karena keinginannya sendiri
buah dari perbuatannya sehingga tak nyaman lagi tnggal di mekkah
(kelak ia membalas dendam dengan mencegati pedagang quraisy dan akhirnya memerangi quraisy mekkah dengan 10.000 gerombolan)

catatan kakinya mana Wed?
kamu kok selalu ngga mikir si kalo jawab ketawa guling
avatar
Orang_Pinggiran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 1862
Kepercayaan : Islam
Location : Jawa Tengah
Join date : 12.03.12
Reputation : 18

Kembali Ke Atas Go down

Re: arti penting hijrah

Post by darussalam on Mon Jan 21, 2013 2:24 am

RENCANA Quraisy akan membunuh Muhammad pada malam hari, karena
dikuatirkan ia akan hijrah ke Medinah dan memperkuat diri di
sana serta segala bencana yang mungkin menimpa Mekah dan
menimpa perdagangan mereka dengan Syam sebagai akibatnya,
beritanya sudah sampai kepada Muhammad. Memang tak ada orang
yang menyangsikan, bahwa Muhammad akan menggunakan kesempatan
itu untuk hijrah. Akan tetapi, karena begitu kuat ia dapat
menyimpan rahasia itu, sehingga tiada seorangpun yang
mengetahui, juga Abu Bakr, orang yang pernah menyiapkan dua
ekor unta kendaraan tatkala ia meminta ijin kepada Nabi akan
hijrah, yang lalu ditangguhkan, hanya sedikit mengetahui
soalnya. Muhammad sendiri memang masih tinggal di Mekah ketika
ia sudah mengetahui keadaan Quraisy itu dan ketika kaum
Muslimin sudah tak ada lagi yang tinggal kecuali sebagian
kecil. Dalam ia menantikan perintah Tuhan yang akan mewahyukan
kepadanya supaya hijrah, ketika itulah ia pergi ke rumah Abu
Bakr dan memberitahukan, bahwa Allah telah mengijinkan ia
hijrah. Dimintanya Abu Bakr supaya menemaninya dalam hijrahnya
itu, yang lalu diterima baik oleh Abu Bakr.

Di sinilah dimulainya kisah yang paling cemerlang dan indah
yang pernah dikenal manusia dalam sejarah pengejaran yang
penuh bahaya, demi kebenaran, keyakinan dan iman. Sebelum itu
Abu Bakr memang sudah menyiapkan dua ekor untanya yang
diserahkan pemeliharaannya kepada Abdullah b. Uraiqiz sampai
nanti tiba waktunya diperlukan. Tatkala kedua orang itu sudah
siap-siap akan meninggalkan Mekah mereka sudah yakin sekali,
bahwa Quraisy pasti akan membuntuti mereka. Oleh karena itu
Muhammad memutuskan akan menempuh jalan lain dari yang biasa,
Juga akan berangkat bukan pada waktu yang biasa.

Pemuda-pemuda yang sudah disiapkan Quraisy untuk membunuhnya
malam itu sudah mengepung rumahnya, karena dikuatirkan ia akan
lari. Pada malam akan hijrah itu pula Muhammad membisikkan
kepada Ali b. Abi Talib supaya memakai mantelnya yang hijau
dari Hadzramaut dan supaya berbaring di tempat tidurnya.
Dimintanya supaya sepeninggalnya nanti ia tinggal dulu di
Mekah menyelesaikan barang-barang amanat orang yang dititipkan
kepadanya. Dalam pada itu pemuda-pemuda yang sudah disiapkan
Quraisy, dari sebuah celah mengintip ke tempat tidur Nabi.
Mereka melihat ada sesosok tubuh di tempat tidur itu dan
merekapun puas bahwa dia belum lari.

Tetapi, menjelang larut malam waktu itu, dengan tidak setahu
mereka Muhammad sudah keluar menuju ke rumah Abu Bakr. Kedua
orang itu kemudian keluar dari jendela pintu belakang, dan
terus bertolak ke arah selatan menuju gua Thaur. Bahwa tujuan
kedua orang itu melalui jalan sebelah kanan adalah di luar
dugaan.

Tiada seorang yang mengetahui tempat persembunyian mereka
dalam gua itu selain Abdullah b. Abu Bakr, dan kedua orang
puterinya Aisyah dan Asma, serta pembantu mereka 'Amir b.
Fuhaira. Tugas Abdullah hari-hari berada di tengah-tengah
Quraisy sambil mendengar-dengarkan permufakatan mereka
terhadap Muhammad, yang pada malam harinya kemudian
disampaikannya kepada Nabi dan kepada ayahnya. Sedang 'Amir
tugasnya menggembalakan kambing Abu Bakr' sorenya
diistirahatkan, kemudian mereka memerah susu dan menyiapkan
daging. Apabila Abdullah b. Abi Bakr keluar kembali dari
tempat mereka, datang 'Amir mengikutinya dengan kambingnya
guna menghapus jejaknya.

Kedua orang itu tinggal dalam gua selama tiga hari. Sementara
itu pihak Quraisy berusaha sungguh-sungguh mencari mereka
tanpa mengenal lelah. Betapa tidak. Mereka melihat bahaya
sangat mengancam mereka kalau mereka tidak berhasil menyusul
Muhammad dan mencegahnya berhubungan dengan pihak Yathrib.
Selama kedua orang itu berada dalam gua, tiada hentinya
Muhammad menyebut nama Allah. KepadaNya ia menyerahkan
nasibnya itu dan memang kepadaNya pula segala persoalan akan
kembali. Dalam pada itu Abu Bakr memasang telinga. Ia ingin
mengetahui adakah orang-orang yang sedang mengikuti jejak
mereka itu sudah berhasil juga.

Kemudian pemuda-pemuda Quraisy - yang dari setiap kelompok di
ambil seorang itu - datang. Mereka membawa pedang dan tongkat
sambil mundar-mandir mencari ke segenap penjuru. Tidak jauh
dari gua Thaur itu mereka bertemu dengan seorang gembala, yang
lalu ditanya.

"Mungkin saja mereka dalam gua itu, tapi saya tidak melihat
ada orang yang menuju ke sana."

Ketika mendengar jawaban gembala itu Abu Bakr keringatan.
Kuatir ia, mereka akan menyerbu ke dalam gua. Dia menahan
napas tidak bergerak, dan hanya menyerahkan nasibnya kepada
Tuhan. Lalu orang-orang Quraisy datang menaiki gua itu, tapi
kemudian ada yang turun lagi.

"Kenapa kau tidak menjenguk ke dalam gua?" tanya
kawan-kawannya.

"Ada sarang laba-laba di tempat itu, yang memang sudah ada
sejak sebelum Muhammad lahir," jawabnya. "Saya melihat ada dua
ekor burung dara hutan di lubang gua itu. Jadi saya mengetahui
tak ada orang di sana."

Muhammad makin sungguh-sungguh berdoa dan Abu Bakr juga makin
ketakutan. Ia merapatkan diri kepada kawannya itu dan Muhammad
berbisik di telinganya:

"Jangan bersedih hati. Tuhan bersama kita."

Dalam buku-buku hadis ada juga sumber yang menyebutkan, bahwa
setelah terasa oleh Abu Bakr bahwa mereka yang mencari itu
sudah mendekat ia berkata dengan berbisik:

"Kalau mereka ada yang menengok ke bawah pasti akan melihat
kita."

"Abu Bakr, kalau kau menduga bahwa kita hanya berdua,
ketiganya adalah Tuhan," kata Muhammad.

Orang-orang Quraisy makin yakin bahwa dalam gua itu tak ada
manusia tatkala dilihatnya ada cabang pohon yang terkulai di
mulut gua. Tak ada jalan orang akan dapat masuk ke dalamnya
tanpa menghalau dahan-dahan itu. Ketika itulah mereka lalu
surut kembali. Kedua orang bersembunyi itu mendengar seruan
mereka supaya kembali ke tempat semula. Kepercayaan dan iman
Abu Bakr bertambah besar kepada Allah dan kepada Rasul.

"Alhamdulillah, Allahuakbar!" kata Muhammad kemudian.

Sarang laba-laba, dua ekor burung dara dan pohon. Inilah
mujizat yang diceritakan oleh buku-buku sejarah hidup Nabi
mengenai masalah persembunyian dalam gua Thaur itu. Dan pokok
mujizatnya ialah karena segalanya itu tadinya tidak ada.
Tetapi sesudah Nabi dan sahabatnya bersembunyi dalam gua, maka
cepat-cepatlah laba-laba menganyam sarangnya guna menutup
orang yang dalam gua itu dari penglihatan. Dua ekor burung
dara datang pula lalu bertelur di jalan masuk. Sebatang
pohonpun tumbuh di tempat yang tadinya belum ditumbuhi.
Sehubungan dengan mujizat ini Dermenghem mengatakan:

"Tiga peristiwa itu sajalah mujizat yang diceritakan oleh
sejarah Islam yang benar-benar: sarang laba-laba, hinggapnya
burung dara dan tumbuhnya pohon-pohonan. Dan ketiga keajaiban
ini setiap hari persamaannya selalu ada di muka bumi."

Akan tetapi mujizat begini ini tidak disebutkan dalam Sirat
Ibn Hisyam ketika menyinggung cerita gua itu. Paling banyak
oleh ahli sejarah ini disebutkan sebagai berikut:

"Mereka berdua menuju ke sebuah gua di Gunung Thaur sebuah
gunung di bawah Mekah - lalu masuk ke dalamnya. Abu Bakr
meminta anaknya Abdullah supaya mendengar-dengarkan apa yang
dikatakan orang tentang mereka itu siang hari, lalu sorenya
supaya kembali membawakan berita yang terjadi hari itu. Sedang
'Amir b. Fuhaira supaya menggembalakan kambingnya siang hari
dan diistirahatkan kembali bila sorenya ia kembali ke dalam
gua. Ketika itu, bila hari sudah sore Asma, datang membawakan
makanan yang cocok buat mereka ... Rasulullah s.a.w. tinggal
dalam gua selama tiga hari tiga malam. Ketika ia menghilang
Quraisy menyediakan seratus ekor unta bagi barangsiapa yang
dapat mengembalikannya kepada mereka. Sedang Abdullah b. Abi
Bakr siangnya berada di tengah-tengah Quraisy mendengarkan
permufakatan mereka dan apa yang mereka percakapkan tentang
Rasulullah s.aw. dan Abu Bakr, sorenya ia kembali dan
menyampaikan berita itu kepada mereka.

'Amir b. Fuhaira - pembantu Abu Bakr - waktu itu
menggembalakan ternaknya di tengah-tengah para gembala Mekah,
sorenya kambing Abu Bakr itu diistirahatkan, lalu mereka
memerah susu dan menyiapkan daging. Kalau paginya Abdullah b.
Abi Bakr bertolak dari tempat itu ke Mekah, 'Amir b. Fuhaira
mengikuti jejaknya dengan membawa kambing supaya jejak itu
terhapus. Sesudah berlalu tiga hari dan orangpun mulai tenang,
aman mereka, orang yang disewa datang membawa unta kedua orang
itu serta untanya sendiri... dan seterusnya."

Demikian Ibn Hisyam menerangkan mengenai cerita gua itu yang
kami nukilkan sampai pada waktu Muhammad dan sahabatnya keluar
dari sana.

Tentang pengejaran Quraisy terhadap Muhammad untuk dibunuh itu
serta tentang cerita gua ini datang firman Tuhan demikian:

"Ingatlah tatkala orang-orang kafir (Quraisy) itu berkomplot
membuat rencana terhadap kau, hendak menangkap kau, atau
membunuh kau, atau mengusir kau. Mereka membuat rencana dan
Allah membuat rencana pula. Allah adalah Perencana terbaik."
(Qur'an, 8: 30)

"Kalau kamu tak dapat menolongnya, maka Allah juga Yang telah
menolongnya tatkala dia diusir oleh orang-orang kafir
(Quraisy). Dia salah seorang dari dua orang itu, ketika
keduanya berada dalam gua. Waktu itu ia berkata kepada
temannya itu: 'Jangan bersedih hati, Tuhan bersama kita!' Maka
Tuhan lalu memberikan ketenangan kepadanya dan dikuatkanNya
dengan pasukan yang tidak kamu lihat. Dan Allah menjadikan
seruan orang-orang kafir itu juga yang rendah dan kalam Allah
itulah yang tinggi. Dan Allah Maha Kuasa dan Bijaksana."
(Qur'an, 9: 40)

Pada hari ketiga, bila mereka berdua sudah mengetahui, bahwa
orang sudah tenang kembali mengenai diri mereka, orang yang
disewa tadi datang membawakan unta kedua orang itu serta
untanya sendiri. Juga Asma, puteri Abu Bakr datang membawakan
makanan. Oleh karena ketika mereka akan berangkat tak ada
sesuatu yang dapat dipakai menggantungkan makanan dan minuman
pada pelana barang, Asma, merobek ikat pinggangnya lalu
sebelahnya dipakai menggantungkan makanan dan yang sebelah
lagi diikatkan. Karena itu ia lalu diberi nama
"dhat'n-nitaqain" (yang bersabuk dua).

Mereka berangkat. Setiap orang mengendarai untanya
sendiri-sendiri dengan membawa bekal makanan. Abu Bakr membawa
limaribu dirham dan itu adalah seluruh hartanya yang ada.
Mereka bersembunyi dalam gua itu begitu ketat. Karena mereka
mengetahui pihak Quraisy sangat gigih dan hati-hati sekali
membuntuti, maka dalam perjalanan ke Yathrib itu mereka
mengambil jalan yang tidak biasa ditempuh orang. Abdullah b.
'Uraiqit - dari Banu Du'il - sebagai penunjuk jalan, membawa
mereka hati-hati sekali ke arah selatan di bawahan Mekah,
kemudian menuju Tihama di dekat pantai Laut Merah. Oleh karena
mereka melalui jalan yang tidak biasa ditempuh orang, di
bawanya mereka ke sebelah utara di seberang pantai itu, dengan
agak menjauhinya, mengambil jalan yang paling sedikit dilalui
orang.

Kedua orang itu beserta penunjuk jalannya sepanjang malam dan
di waktu siang berada di atas kendaraan. Tidak lagi mereka
pedulikan kesulitan, tidak lagi mereka mengenal lelah. Ya,
kesulitan mana yang lebih mereka takuti daripada tindakan
Quraisy yang akan merintangi mereka mencapai tujuan yang
hendak mereka capai demi jalan Allah dan kebenaran itu!
Memang, Muhammad sendiri tidak pernah mengalami kesangsian,
bahwa Tuhan akan menolongnya, tetapi "jangan kamu mencampakkan
diri ke dalam bencana." Allah menolong hambaNya selama hamba
menolong dirinya dan menolong sesamanya. Mereka telah
melangkah dengan selamat selama dalam gua.

Akan tetapi apa yang dilakukan Quraisy bagi barangsiapa yang
dapat mengembalikan mereka berdua atau dapat menunjukkan
tempat mereka, wajar sekali akan menarik hati orang yang hanya
tertarik pada hasil materi meskipun akan diperoleh dengan
jalan kejahatan. Apalagi jika kita ingat orang-orang Arab
Quraisy itu memang sudah menganggap Muhammad musuh mereka.
Dalam jiwa mereka terdapat suatu watak tipu-muslihat, bahwa
membunuh orang yang tidak bersenjata dan menyerang pihak yang
tak dapat mempertahankan diri, bukan suatu hal yang hina.
Jadi, dua orang itu harus benar-benar waspada, harus membuka
mata, memasang telinga dan penuh kesadaran selalu.

Dugaan kedua orang itu tidak meleset. Sudah ada orang yang
datang kepada Quraisy membawa kabar, bahwa ia melihat
serombongan kendaraan unta terdiri dari tiga orang lewat.
avatar
darussalam
Co-Administrator
Co-Administrator

Male
Posts : 411
Kepercayaan : Islam
Location : Brunei Darussalam
Join date : 25.11.11
Reputation : 10

Kembali Ke Atas Go down

Re: arti penting hijrah

Post by MBA on Mon Jan 21, 2013 2:35 am

@Darussalam

Ichreza detected... Ichreza detected...

avatar
MBA
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Age : 23
Posts : 309
Kepercayaan : Lain-lain
Location : Jalan Petamburan 3/17, Tanah Abang, Jakarta Pusat.Telp: 021-534-1250
Join date : 09.10.12
Reputation : 15

http://indonesia.faithfreedom.org/forum/alasan-kuat-mengapa-musl

Kembali Ke Atas Go down

Re: arti penting hijrah

Post by njlajahweb on Sun Sep 03, 2017 12:38 pm

https://kbbi.web.id/hijrah


hijrah /hij·rah / 1 n perpindahan Nabi Muhammad saw. bersama sebagian pengikutnya dari Mekah ke Medinah untuk menyelamatkan diri dan sebagainya dari tekanan kaum kafir Quraisy, Mekah; 2 v berpindah atau menyingkir untuk sementara waktu dari suatu tempat ke tempat lain yang lebih baik dengan alasan tertentu (keselamatan, kebaikan, dan sebagainya);

menghijrahkan/meng·hij·rah·kan/ v memindahkan (tentara dari satu tempat ke tempat lain);

penghijrahan/peng·hij·rah·an/ n hal menghijrahkan; pemindahan (tentara dari satu tempat ke tempat lain)
avatar
njlajahweb
KOLONEL
KOLONEL

Female
Posts : 10559
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 116

Kembali Ke Atas Go down

Re: arti penting hijrah

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik