FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

berharap ingin disegerakan mati

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

berharap ingin disegerakan mati

Post by keroncong on Sun Mar 25, 2012 1:21 pm

Apabila si sakit diperbolehkan mengeluhkan penderitaannya
sebagaimana saya sebutkan, maka tidaklah baik baginya
mengharapkan kematian atau meminta kematian karena penderitaan
yang dialaminya, mengingat hadits yang diriwayatkan oleh Imam
Bukhari dan Muslim dari Anas bahwa Nabi saw. bersabda:

"Jangan sekali-kali seseorang diantara kamu mengharapkan
kematian karena penderitaan yang dialaminya. Jika ia
harus berbuat begitu, maka hendaklah ia mengucapkan, 'Ya
Allah, hidupkanlah aku jika hidup itu lebih baik bagiku;
dan matikanlah aku jika kematian itu lebih baik
bagiku."83

Hadits Abu Hurairah r.a. yang diriwayatkan oleh Bukhari dan
lainnya menjelaskan hikmah larangan ini, maka Nabi saw.
bersabda:

"Dan jangan sekali-kali salah seorang diantara kamu
mengharapkan kematian, karena kalau ia orang baik maka
boleh jadi akan menambah kebaikannya; dan jika ia orang
yang jelek maka boleh jadi ia akan bertobat dengan
tulus."84

Makna kata yasta'tibu ialah kembali dari segala sesuatu yang
menjadikannya tercela, caranya ialah dengan melakukan tobat
nashuha (tobat yang tulus).

Imam Muslim meriwayatkan dalam Shahih-nya dari Abu Hurairah
bahwa Nabi saw. bersabda:

"Jangan sekali-kali salah seorang diantara kamu
mengharapkan kematian dan jangan pula berdoa memohon
kematian sebelum datang waktunya. Sesungguhnya kematian
itu apabila datang kepada salah seorang diantara kamu
maka putuslah amalnya, dan sesungguhnya tidak bertambah
umur orang mukmin itu melainkan hanya menambah kebaikan
baginya."85

Para ulama mengatakan, "Sebenarnya dimakruhkannya mengharapkan
kematian itu hanyalah apabila berkenaan dengan kemudaratan
atau kesempitan hidup duniawi, tetapi tidak dimakruhkan
apabila motivasinya karena takut fitnah terhadap agamanya,
karena kerusakan zaman, sebagaimana dipahami dari hadits Anas
di atas. Banyak diriwayatkan dari kalangan salaf yang
mengharapkan kematian ketika mereka takut fitnah terhadap
agamanya."86

Hal ini diperkuat oleh hadits Mu'adz bin Jabal mengenai doa
Nabi saw.:

"Ya Allah, aku mohon kepada-Mu (agar Engkau menolongku
untuk) melakukan kebaikan, meninggalkan kemunkaran, dan
mencintai orang-orang miskin. Dan apabila Engkau
menghendaki suatu fitnah kepada suatu kaum, maka
wafatkanlah aku untuk menghadapMu tanpa terkena
fitnah."87

Selain itu, juga disebutkan dalam beberapa hadits yang
membicarakan tanda-tanda hari kiamat bahwa kelak akan ada
seseorang yang melewati kubur saudaranya, lalu ia mengatakan,
"Alangkah baiknya kalau aku yang menempati tempatnya
(kuburnya)."

Tidak disukainya (dimakruhkannya) mengharapkan kematian ini
dengan ketentuan apabila hal itu dilakukan sebelum datangnya
pendahuluan kematian; namun jika setelah pendahuluan kematian
itu datang, maka tidak terlarang dia mengharapkannya karena
merasa rela bertemu Allah, dan tidak terlarang pula bagi orang
yang meminta kematian karena kerinduannya untuk bertemu dengan
Allah Azza wa Jalla.

Karena itu, dalam bab ini pula Imam Bukhari mencatat hadits
Aisyah yang mengatakan, "Saya mendengar Nabi saw., sambil
bersandar pada saya, berdoa:

"Ya Allah, ampunilah aku dan kasih sayangilah aku, dan
pertemukanlah aku dengan teman yang luhur."88

Hal ini sebagai isyarat bahwa larangan tersebut khusus untuk
keadaan sebelum datangnya pendahuluan kematian.89



-|PROBLEM SOLVED |-

-| Cara 'Request' Membuka Kembali Thread di Topic solved |-
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik