FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

KEHIDUPAN DAN MASALAH RIBA

Halaman 2 dari 2 Previous  1, 2

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

KEHIDUPAN DAN MASALAH RIBA

Post by dade on Thu Mar 08, 2012 12:17 pm

First topic message reminder :






Kenapa segala macam teori ekonomi dunia telah macet dalam prakteknya hingga tidak mampu mengatur stabilitas moneter nasional sendiri?


Jawabnya yang paling tepat ialah karena ekonomi duniia itu, di masing-masing negara, telah dipengaruhi perbankan dan perasuransian. Kedua macam usaha ini sangat ditantang hukum Islam karena motifnya yang sangat berbahaya yaitu pemerasan legal berbentuk rente atau bunga uang dari sejumlah yang dipinjamkan.

Teori-teori pembangunan dari ideologi komunis, kapitalis, dan sosialis sendiri ternyata tidak dapat mengatur dirinya sendiri.

Para negarawan dan teknoratnya tidak mampu melahirkan stabilitas sistem moneter nasionalnya.

Tidak ada teori yang jelas dalam mengatur pembangunannya, seolah-olah teori mengalami kemacetan dalam praktek. Di sinilah tampak kebangkrutan ideologi-ideologi besar. Teori-teori yang tidak bisa menyelamatkan persoalan di atas merupakan tantangan.

Mungkinkah bank tanpa rente itu didirikan? Mungkin saja, bahkan lebih wajar dan efektif bagi peningkatan ekonomi masyarakat.

Perdagangan dunia bukanlah terhenti jika bunga uang dalam sistim perbankan ditiadakan, bahkan semakin sukses tanpa hal-hal yang memberatkan.

Karena asuransi memungut bunga uang dalam sistem perbankan, dan bunga uang itu adalah riba yang hukumnya haram, tentulah asuransi itu sendiri adalah terlarang menurut Islam.


Jadi buruk baiknya ekonomi seseorang adalah gambaran yang memperlihatkan buruk baiknya pemerintahan yang berfungsi dalam masyarakat.








سم الله الرحمن الرحيميَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ
الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً
كَثِيراً وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً

4/1. Wahai manusia, insyaflah pada TUHAN-mu yang menciptakan kamu dari satu diri dan menciptakan
dari padanya suaminya, dan membiakkan dari keduanya lelaki dan perempuan yang banyak. Insyaflah pada
ALLAH yang kamu sama meminta pada-NYA dan (insyaflah pada) kasih sayang. Bahwa ALLAH adalah penjaga atasmu.


وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكاً وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى
20/124. Dan siapa berpaling dari memikirkan AKU maka untuknya kehidupan sengsara,
dan KAMI kumpulkan dia buta pada hari kiamat.


أَهُمْ يَقْسِمُونَ رَحْمَةَ رَبِّكَ نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُم
مَّعِيشَتَهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَرَفَعْنَا بَعْضَهُمْ فَوْقَ بَعْضٍ
دَرَجَاتٍ لِيَتَّخِذَ بَعْضُهُم بَعْضاً سُخْرِيّاً وَرَحْمَتُ رَبِّكَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ

43/32. Apakah mereka yang menentukan rahmat TUHAN-mu? KAMI-lah yang menentukan
antara mereka kehidupan mereka dalam hidup di dunia, dan KAMI angkatkan derajat setengah
mereka di atas setengahnya agar setengah mereka mengadakan ejekan pada setengahnya.
Dan rahmat TUHAN-mu lebih baik daripada yang mereka kumpulkan.


Manusia adalah wujud ciptaan ALLAH, berasal dari satu diri perempuan ditentukan mengalami parthenogenes yaitu hamil tanpa suami lalu melahirkan bayi lelaki yang dengannya berkembanglah masyarakat ramai selaku makhluk sosial. Bukanlah manusia kini ada sendirinya dan bukan pula mengalami evolusi dari monyet sebagaimana dipercayai oleh kebanyakan sarjana Barat yang menjelajahi alam materi dengan kekuatan pikiran semata lalu menentukan semua benda berevolusi, berproses, berubah dari suatu ke lain bentuk.

Karena manusia itu berasal dari satu diri yang kini telah menjadi berbagai bangsa, tentulah semuanya memiliki naluri dan kebutuhan yang sama baik secara pribadi maupun dalam bermasyarakat. Semuanya menghendaki kemajuan tingkat hidup terutama dalam bidang ekonomi selaku faktor yang sangat penting di mana berlaku perlombaan dan persaingan yang biasanya tidak kenal kasihan. Tentang inilah manusia diseru agar selalu mengingat ALLAH yang hukum-NYA harus selalu diinsyafi, karena DIA, secara ilmiah dan pengalaman, sama diakui menjadi Pengatur dan Penguasa dalam kehidupan alam raya. Sejalan dengan itu harus pula diinsyafi bahwa manusia, secara patuh atau terpaksa, sama meminta kepada-NYA, dan di antara masyarakat manusia itu wajib berlaku kerjasama yang baik atas dasar kasih sayang.

Suatu kepastian yang tidak mungkin dielakkan bahwa manusia adalah makhluk sosial di mana tidak seorangpun sanggup hidup sendiri, masing-masingnya saling mengharapkan dan membutuhkan, maka cara terbaik dalam kehidupan ialah saling menghargai, saling mempertimbangkan dan membantu, atas dasar yang disebut kasih sayang tadi, dan inipun harus menurut hukum yang diturunkan ALLAH. Sebaliknya orang yang bersikap mementingkan diri sendiri apalagi sampai merugikan pribadi lain, berarti merusak susunan makhluk sosial di mana dia berada, maka sikap demikian sama dengan merugikan dirinya sendiri. Masyarakat yang berusaha hidup dalam kasih sayang tetapi tidak berlandaskan hukum yang diturunkan ALLAH, mereka pun akan kecewa karena jangkauan hikmah hukum yang mereka susun sangat pendek dan terbatas sebanding dengan tingkat peradaban yang mereka miliki, itupun selalu dipengaruhi rasa mementingkan diri dan ketidak adilan yang akhirnya juga merusak masyarakat.

Perlunya ada keinsyafan pada ALLAH dan kasih sayang sesama manusia sebagaimana diungkapkan dari maksud Ayat 4/1, juga telah dinyatakan dalam Ayat 3/112 yang menganjurkan adanya hubungan vertikal dengan ALLAH dan horizontal sesama manusia. Siapa yang meniadakan kedua hubungan ini atau salah satunya, maka dia menemui kemarahan ALLAH dan kehidupan miskin. Hubungan itu juga yang dimaksud dalam beberapa Ayat Suci dengan perintah agar manusia mendirikan Shalat dan memberikan zakat. Shalat ialah hubungan dengan ALLAH dan zakat hubungan dengan masyarakat ramai. Demikian hidup kini harus berlangsung dalam sistim demokrasi Ketuhanan dalam sosial ekonomi, politik, dan budaya. Tentang itu Islam memberikan ketentuan secukupnya malah dilengkapi dengan petunjuk-petunjuk ilmiah bagi peningkatan peradaban dalam lapangan pengetahuan tentang fisika dan metafisika begitupun tentang makro dan mikro kosmos.

Suatu hal yang harus jadi perhatian bagi setiap pemikir terutama mereka yang tergolong ahli ekonomi begitupun yang menangani problema kependudukan dan masalah pangan, yaitu ketentuan tercantum pada Ayat 43/32 yang maksudnya dikutipkan tadi. Bukanlah manusia dengan segala aktifitasnya menentukan nilai kehidupan dunia tetapi ALLAH yang mengaturnya hingga ada masyarakat yang lebih tinggi tingkat hidupnya di antara kelompok terbelakang. Ada yang mengejek dan ada yang diejek, namun Ayat 20/124 memberikan sanksi hukum pada bahwa siapa saja yang berpaling dari hukum ALLAH maka untuknya pastilah kesengsaraan hidup.

Kita katakan hal itu harus jadi perhatian ialah karena ketentuan yang terkandung pada Ayat 43/32 menjadi batu ujian bagi setiap lingkungan masyarakat kini yang berbentuk bangsa dan negara, apakah mereka membenarkan atau tidak . Membenarkan ketentuan itu berarti harus mematuhi sistim demokrasi ketuhanan dalam segala bidang kehidupan dimana berlaku hukum yang semuanya dijelaskan dalam Alquran selaku pokok bagi hubungan vertikal dan horizontal. Jika tidak membenarkan ketentuan Ayat 43/32 otomatis berarti tidak mengakui hukum ALLAH lalu mereka tergolong kafir, hal itu berlawanan dengan pemikiran logis dan bukti-bukti dari sejarah berlaku. Maka dalam maksud Ayat 43/32 tidak mungkin ada golongan ketiga, tidak boleh ada sikap ragu-ragu selaku muzabzabin ke sini tidak dan kesana tidak. Setiap masyarakat boleh membantah bersikap kafir lalu menyatakan sanggup menentukan kehidupan bangsanya, tetapi berakhir dengan kesengsaraan, dan setiapnya boleh mengakui bersikap patuh lalu melaksanakan hidup menurut hukum ALLAH. Tentang ini diserukan

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ ادْخُلُواْ فِي السِّلْمِ
كَآفَّةً وَلاَ تَتَّبِعُواْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ

2/208. Wahai orang-orang beriman, masuklah ke dalam hukum Islam cara keseluruhan,
jangan ikuti kesalahan-kesalahan setan, dia adalah musuh nyata bagimu.


وَجَزَاء سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِّثْلُهَا
فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ

42/40. Bahwa orang-orang yang mengada-ada dalam Ayat-ayat KAMI tidaklah tersembunyi terhadap KAMI.
Apakah yang ditempatkan dalam Neraka lebih baik, ataukah yang datang selaku orang beriman pada Hari kiamat?
Kerjakan yang kamu kehendaki, bahwa DIA melihat pada apa yang kamu kerjakan.


Orang-orang kafir boleh melakukan apa saja yang mereka kehendaki di dunia kini, sejalan dengan hukum ALLAH atau menentangnya, tetapi di Akhirat ditempatkan dalam bencana. Mereka boleh berencana tentang kehidupan dengan berbagai cara dan dengan anggapan sanggup menentukan segala sesuatu, tetapi jangkauan rencana itu sangat kabur dan anggapan mereka itu hanyalah khayalan yang keliru. Sebaliknya masyarakat yang menyatakan diri beriman haruslah sepenuhnya mematuhi dan melaksanakan hukum ALLAH, tidak boleh kepalang tanggung, tidak boleh separuh-separuh dan ragu-ragu selaku muzabzabin karena sikap demikian sangat merugikan dalam segala bidang kehidupan. Mereka yang tidak sepenuhnya melaksanakan hukum ALLAH, walaupun mendirikan Shalat, puasa dan pergi Haji, pastilah tergolong munafik atau muzabzabin, maka bagi siapa yang sengaja bersikap demikian dikatakan:


إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي
الدَّرْكِ الأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَن تَجِدَ لَهُمْ نَصِيراً

4/145. Bahwa orang-orang munafik berada pada capaian lebih rendah dari Neraka.
Dan tidak engkau dapati penolong untuk mereka.


إِلاَّ الَّذِينَ تَابُواْ وَأَصْلَحُواْ
وَاعْتَصَمُواْ بِاللّهِ وَأَخْلَصُواْ دِينَهُمْ لِلّهِ فَأَ
وَسَوْفَ يُؤْتِ اللّهُ الْمُؤْمِنِينَ أَجْراً عَظِيماًُوْلَـئِكَ مَعَ الْمُؤْمِنِين

4/146. Kecuali yang bertobat dan shaleh serta berpegang pada (hukum) ALLAH dan mengkhususkan
agamanya untuk ALLAH. Itulah yang bersama Mukmin, dan ALLAH akan memberi Mukmin itu upah yang besar.


Banyak sekali yang harus dibicarakan tentang sosial ekonomi masyarakat, maka yang dimaksud di sini hanyalah sekitar perbankan dan masalah riba. Karena manusia adalah makhluk sosial yang hidupnya saling berhubungan maka penilaian terhadap ekonomi seseorang tidak mungkin dipisahkan dari susunan ekonomi masyarakatnya. Hal ini berarti bahwa nilai ekonomi seseorang tergantung pada sistim ekonomi sekitarnya dalam suatu masyarakat tertentu. Ingatlah bahwa masyarakat manusia adalah kelompok orang dengan hukum dan pengabdian tertentu di mana ada pemerintah yang mengendalikan kehidupan. Jadi buruk baiknya ekonomi seseorang adalah gambaran yang memperlihatkan buruk baiknya pemerintahan yang berfungsi dalam masyarakat.













Terakhir diubah oleh dade tanggal Sat Mar 31, 2012 2:14 pm, total 2 kali diubah
avatar
dade
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Age : 40
Posts : 207
Location : bEkAsi
Join date : 04.03.12
Reputation : 11

http://myquran.org

Kembali Ke Atas Go down


Re: KEHIDUPAN DAN MASALAH RIBA

Post by mystery on Wed Mar 16, 2016 12:30 pm

seperti suatu hal yang kecil, tidak pernah dianggap, sehingga luput dari perhatian, tetapi berdampak besar dalam mencapai kesejahteraan ekonomi
avatar
mystery
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1484
Kepercayaan : Islam
Location : yogyakarta
Join date : 22.02.12
Reputation : 28

Kembali Ke Atas Go down

Halaman 2 dari 2 Previous  1, 2

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik