FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Esa,seperti apa dan bagaimana?

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Esa,seperti apa dan bagaimana?

Post by abu hanan on Thu Mar 01, 2012 12:09 pm

sebagai kelanjutan dari
http://isyfatihah.wordpress.com/2011/06/03/mari-menguji-ke-esaan-tuhan/#comment-735

maka tret ini dibuat khusus untuk seorang kawan-teman-guru dan lawan.Bagi sdr2 muslim diijinkan turut serta dan menyimak adalah lebih disukai daripada ber-posting plus obral ayat/hadits.Bagi sdr non-muslim dimohon tidak bikin spam dengan "ini" dan "itu".
Mohon bantuan rekan mimin dan momod utk mengamankan area.
wassalam,syukron.


Terakhir diubah oleh abu hanan tanggal Thu Mar 01, 2012 12:24 pm, total 1 kali diubah


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 84
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 224

Kembali Ke Atas Go down

Re: Esa,seperti apa dan bagaimana?

Post by abu hanan on Thu Mar 01, 2012 12:10 pm

Part 2 :Awatara

Komen sebelumnya sudah panjang, saya ga mau menambah ruwet otak anda, jadi saya ga bantah, juga ga mengiyakan dulu yg satu ini.
saya hanya bercerita (melepas penat anda setelah baca komen saya)

Ada seorang nenek yang tinggal sendirian di tengah hutan. ia masih tinggal disana karena ia yakin, sangat yakin, “Tuhan akan datang ke gubuk ini!!”. mimpi kali ye…!!!
tiap pagi ia menyapu jalan, menaburkan bunga. Jalan itupun ia yang buat dengan membabat hutan dengan alat sederhananya dan tenaga tuanya.
setelah sekian puluh tahun, lewatlah Rama dan Laksmana yg sedang mencari Sita di jalan itu. Sang nenek kaget melihat anak muda itu di tengah hutan yang tak terjamah itu. jangan2 ini Tuhan itu, pikir si nenek.

“siapa kamu? kenapa kalian berani2 menginjak bunga2(yg ditabur di jalan)ku?” kata si nenek
“Aku Rama, Aku datang karena kau telah membuatkan jalan ini untukKu, Nek” Seketika itu nenek itu sadar, inilah yang selama ini ditunggu.

Si nenek mempersilahkan tamu istimewanya itu masuk ke gubuk reotnya itu, yang nampaknya sudah ia dekorasi sebisanya (dari puluhan tahun lalu) agar nampak wah, saat menyabut Tuhannya. dan waktunya akhirnya tiba.
Dan tahukah anda apa yang dipersembahkan oleh si nenek kepada “Tuhan”nya? ia telah memetikkan buah2an. namun BUAH-BUAHAN ITU DICICIPINYA DULU untuk memastikan buah itu manis. yang manis (dengan bekas gigitan dan air liur) diberikan pada Rama, sedangkan yang sepet dibuang.
Dan Rama, seolah tidak memperdulikan statusNya, tanpa mengindahkan norma atau etika malah memakan buah persembahan tulus dari nenek itu dengan lahapnya!! Hal ini tentu dikarenakan ketulusan nenek itu. siapa yang peduli dengan najis?(ingatlah, Tuhan itu Maha Suci, apa Tuhan bisa kena najis/jadi najis?)



Tuhan turun kedunia untuk ber-lila, bermain.
permainan tentu harus ikuti aturan main. apa asiknya bermain jika kamu melanggar aturan, sekalipun kamu punya kuasa untuk melanggar. apa point dari permainan itu jadinya?
inilah yang akan ditunjukkan dlm cerita berikut :

Karena anda nampaknya suka, saya ceritakan sejarah singkatnya dan anda bisa lihat betapa RENDAHnya kelahiran Krishna. ini akan menambah daftar hujatan anda.
Krishna lahir di dalam PENJARA. ayah ibunya (ya dari ayah dan ibu) dipenjara oleh pamannya Kamsa, karena Dia diramalkan akan membunuhnya.
Krishna lolos dari dibunuh pas bayi dan diasuh oleh gembala, hingga pada akhirnya ia memenuhi takdirnya membunuh Kamsa.
Krishna membunuh Kamsa (yang sangat sakti) dengan mudah saat ia masih kanak2. namun ketika anak buah Kamsa mau membalas dendam, Krishna lebih memilih mengungsikan rakyat dari kerajaan dan menghindari pertempuran. Banyak yang kecewa dgn sikap Krishna yg takut sama musuh kayak gitu. Namun Krishna meyakinkan “Aku hanya berperang jika memang itu adalah solusi terakhir!”

Sebagai pangeran, sekaligus sebagai awatara (bagi yg mengenal) Krishna biasa2 aja tuh, mau membasuh kaki para pendeta, sujud sama orang yg lebih tua, dan istiadat2 lainnya. padahal Dia lebih mulia.

pas masih muda, bibinya (kerabat Kamsa) di istana punya anak yang berwujud aneh, bermata tiga bertangan empat, serem lagi! anak ini diramalkan jelmaan raksasa sakti. orang tuanya malu, takut, dan ingin membunuh bayi itu. namun saat memohon pada Tuhan, ia mendengar sabda :

“Akan ada seorang anak. Dan semua kelainan anakmu itu akan hilang dipangkuanNya. tetapi ditanganNya pula anakmu akan menemui ajal”

Benar saja, Krishna kemudian berkunjung dan menggendong si bayi, eh semua keanehan itu hilang!!
Si ibu senang sekaligus takut, karena si anak akan mati ditangan Krishna yg adalah Awatara.
Menjawab kesedihan si ibu, Krishna berjanji bahwa ia akan memaafkan 100x kejahatan si bayi, Sisupala namanya.

Setelah gedenya, Sisupala ternyata jadi bengal, ikut2an kakek pamannya Kamsa. Sekalipun saat itu Kamsa telah kalah dan Sisupala tetap diterima di kerajaan yg kini sudah jadi kerajaan bapaknya Krishna. ia sengaja cari masalah dgn Krishna. Ngajak ribut, tapi Krishna tak bergeming. Sampai2 Sisupala ngincer istrinya Krishna, Dia tetap sabar. Hingga sampai kejahatan yang dilakukan terhadap Krishna, mencapai limit terakhir.

Saat itu acara besar yg diadakan Raja Hastinapura (Pandawa). acara itu dihadir oleh seluruh raja dunia. Wah, bergengsi, elit, terhormat, itulah kesan acara super besar itu. pada puncak acara, Yudistira mempersilahkan Krishna yg memberikan sambutan. Sisupala ga terima, ia teriak2 menjelek2kan Krishna di depan sekian banyak pengunjung, para raja2. Para pengunjung sudah siap menebas Sisupala yg lancang itu, namun dihalangi oleh Krishna. ia diberikan kesempatan untuk menarik ucapannya itu dulu, kalau tidak Dia sendiri yg akan membunuhnya, sesuai perjanjian dulu.
Sisupala malah makin ribut, akhirnya ya hukum harus ditegakkan, seketika Sisupala mati akibat Cakra Krishna.

Pada Bhagavad Gita anda sendiri sudah tahu bahwa perang itu memang bagian dari rencana Krishna, dan Krishna sudah mendahului memenangkan perang itu sebelum perang itu bahkan dipikirkan. Namun, ketika Pandawa dan Korawa ribut, kedua belah pihak sudah mau berperang, dan perang sudah nampak di depan mata, malah Krishna yang meminta diadakan perundingan damai! usul ini tentu sebenarnya ditolak oleh pandawa (karena saking dendamnya, bahkan usulannya adalah Pandawa yg mengalah!) namun mereka takut sama Krishna, jadi ya iya2 aja. Krishna bahkan menawarkan dirinya menjadi utusan (karena ga ada yg mau).
Dan hasilnya tentu saja, gagal!
Tapi kenapa Krishna tetap bersikukuh melakukan itu?
Sama seperti kisahNya sebelumnya, “KARENA ITULAH ATURANNYA”

Dan jangan bayangkan kematian Krishna seperti terbang ke awan dsb. Beliau meninggal layaknya manusia. ketika waktunya tiba, beliau bersemedi di bawah pohon, dan tanpa sengaja seorang pemburu memanah tumitNya, karena mengira itu kijang(???). maka beliau menghembuskan nafas terakhirnya.

Siapa bilang awatara lahir untuk melanggar aturan? atau tidak mengikuti aturan sebagai manusia (jika dia menjadi manusia)

Satu cerita lagi,
Anda tahu permainan catur? tahu siapa yg buat permainan itu?
Konon Rahwana menciptakan permainan itu (ya beliau memang sangat jenius, banyak sekali peninggalannya kini)
Rahwana menciptakan permainan catur dan memainkannya bersama istrinya. Kendatipun dia membuat permainan itu dan tentu dia bisa mengakali permainan itu, namun ia tetap kalah oleh istrinya saat pertama kali memainkan permainan itu.

Tapi Tuhan tidak seperti itu, Tuhan, ketika Ia ingin ikut bermain, Ia mengikuti permainan itu dengan baik, melalui semua proses itu dengan baik, itu menunjukkan bahwa dia tidak munafik, tidak anti dengan proses yang Ia ciptakan sendiri, dan tidak ada masalah dalam mengikutinya (sedangkan manusia, belum seberapa sudah merasa sangat menderita, sudah Tuhan merasa ga adil. ga merasakan penderitaannya)
Dan tentu saja, akhirnya Dia akan memenangkannya. itu yang terpenting. (namun prosesnya yg terpenting. jika Tuhan menang “curang”, maka menangnya sia2)
Berkaitan dengan itu, baru kemarin saya tonton, penerbit koran Lampu Merah (koran khusus kriminal dn sedikit vulgar!) berkata kira2 begini :

“SAYA ORANG YANG MUNAFIK! Saya membuat koran, berhasil membuat orang membeli koran saya, tapi saya sendiri (dan rekan2nya) takut, anti dan tidak pernah membawa koran itu ke rumah untuk dibaca bersama keluarga saya”

Maka jika beliau mau mengakui itu, bagaimana dengan Tuhan yang menciptakan proses itu anda katakan anti dengan proses itu(kehidupan, dari bayi sampai mati). Anti terhadap proses yang Dia ciptakan sendiri? bukankah itu artinya Tuhan munafik?

(Hanya sebuah renungan)


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 84
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 224

Kembali Ke Atas Go down

Re: Esa,seperti apa dan bagaimana?

Post by abu hanan on Thu Mar 01, 2012 1:14 pm

@abu hanan wrote:
Part 2 :Awatara

Komen sebelumnya sudah panjang, saya ga mau menambah ruwet otak anda, jadi saya ga bantah, juga ga mengiyakan dulu yg satu ini.
saya hanya bercerita (melepas penat anda setelah baca komen saya)

Ada seorang nenek yang tinggal sendirian di tengah hutan. ia masih tinggal disana karena ia yakin, sangat yakin, “Tuhan akan datang ke gubuk ini!!”. mimpi kali ye…!!!
tiap pagi ia menyapu jalan, menaburkan bunga. Jalan itupun ia yang buat dengan membabat hutan dengan alat sederhananya dan tenaga tuanya.
setelah sekian puluh tahun, lewatlah Rama dan Laksmana yg sedang mencari Sita di jalan itu. Sang nenek kaget melihat anak muda itu di tengah hutan yang tak terjamah itu. jangan2 ini Tuhan itu, pikir si nenek.

“siapa kamu? kenapa kalian berani2 menginjak bunga2(yg ditabur di jalan)ku?” kata si nenek
“Aku Rama, Aku datang karena kau telah membuatkan jalan ini untukKu, Nek” Seketika itu nenek itu sadar, inilah yang selama ini ditunggu.

Si nenek mempersilahkan tamu istimewanya itu masuk ke gubuk reotnya itu, yang nampaknya sudah ia dekorasi sebisanya (dari puluhan tahun lalu) agar nampak wah, saat menyabut Tuhannya. dan waktunya akhirnya tiba.
Dan tahukah anda apa yang dipersembahkan oleh si nenek kepada “Tuhan”nya? ia telah memetikkan buah2an. namun BUAH-BUAHAN ITU DICICIPINYA DULU untuk memastikan buah itu manis. yang manis (dengan bekas gigitan dan air liur) diberikan pada Rama, sedangkan yang sepet dibuang.
Dan Rama, seolah tidak memperdulikan statusNya, tanpa mengindahkan norma atau etika malah memakan buah persembahan tulus dari nenek itu dengan lahapnya!! Hal ini tentu dikarenakan ketulusan nenek itu. siapa yang peduli dengan najis?(ingatlah, Tuhan itu Maha Suci, apa Tuhan bisa kena najis/jadi najis?)



Tuhan turun kedunia untuk ber-lila, bermain.
permainan tentu harus ikuti aturan main. apa asiknya bermain jika kamu melanggar aturan, sekalipun kamu punya kuasa untuk melanggar. apa point dari permainan itu jadinya?
inilah yang akan ditunjukkan dlm cerita berikut :

Karena anda nampaknya suka, saya ceritakan sejarah singkatnya dan anda bisa lihat betapa RENDAHnya kelahiran Krishna. ini akan menambah daftar hujatan anda.
Krishna lahir di dalam PENJARA. ayah ibunya (ya dari ayah dan ibu) dipenjara oleh pamannya Kamsa, karena Dia diramalkan akan membunuhnya.
Krishna lolos dari dibunuh pas bayi dan diasuh oleh gembala, hingga pada akhirnya ia memenuhi takdirnya membunuh Kamsa.
Krishna membunuh Kamsa (yang sangat sakti) dengan mudah saat ia masih kanak2. namun ketika anak buah Kamsa mau membalas dendam, Krishna lebih memilih mengungsikan rakyat dari kerajaan dan menghindari pertempuran. Banyak yang kecewa dgn sikap Krishna yg takut sama musuh kayak gitu. Namun Krishna meyakinkan “Aku hanya berperang jika memang itu adalah solusi terakhir!”

Sebagai pangeran, sekaligus sebagai awatara (bagi yg mengenal) Krishna biasa2 aja tuh, mau membasuh kaki para pendeta, sujud sama orang yg lebih tua, dan istiadat2 lainnya. padahal Dia lebih mulia.

pas masih muda, bibinya (kerabat Kamsa) di istana punya anak yang berwujud aneh, bermata tiga bertangan empat, serem lagi! anak ini diramalkan jelmaan raksasa sakti. orang tuanya malu, takut, dan ingin membunuh bayi itu. namun saat memohon pada Tuhan, ia mendengar sabda :

“Akan ada seorang anak. Dan semua kelainan anakmu itu akan hilang dipangkuanNya. tetapi ditanganNya pula anakmu akan menemui ajal”

Benar saja, Krishna kemudian berkunjung dan menggendong si bayi, eh semua keanehan itu hilang!!
Si ibu senang sekaligus takut, karena si anak akan mati ditangan Krishna yg adalah Awatara.
Menjawab kesedihan si ibu, Krishna berjanji bahwa ia akan memaafkan 100x kejahatan si bayi, Sisupala namanya.

Setelah gedenya, Sisupala ternyata jadi bengal, ikut2an kakek pamannya Kamsa. Sekalipun saat itu Kamsa telah kalah dan Sisupala tetap diterima di kerajaan yg kini sudah jadi kerajaan bapaknya Krishna. ia sengaja cari masalah dgn Krishna. Ngajak ribut, tapi Krishna tak bergeming. Sampai2 Sisupala ngincer istrinya Krishna, Dia tetap sabar. Hingga sampai kejahatan yang dilakukan terhadap Krishna, mencapai limit terakhir.

Saat itu acara besar yg diadakan Raja Hastinapura (Pandawa). acara itu dihadir oleh seluruh raja dunia. Wah, bergengsi, elit, terhormat, itulah kesan acara super besar itu. pada puncak acara, Yudistira mempersilahkan Krishna yg memberikan sambutan. Sisupala ga terima, ia teriak2 menjelek2kan Krishna di depan sekian banyak pengunjung, para raja2. Para pengunjung sudah siap menebas Sisupala yg lancang itu, namun dihalangi oleh Krishna. ia diberikan kesempatan untuk menarik ucapannya itu dulu, kalau tidak Dia sendiri yg akan membunuhnya, sesuai perjanjian dulu.
Sisupala malah makin ribut, akhirnya ya hukum harus ditegakkan, seketika Sisupala mati akibat Cakra Krishna.

Pada Bhagavad Gita anda sendiri sudah tahu bahwa perang itu memang bagian dari rencana Krishna, dan Krishna sudah mendahului memenangkan perang itu sebelum perang itu bahkan dipikirkan. Namun, ketika Pandawa dan Korawa ribut, kedua belah pihak sudah mau berperang, dan perang sudah nampak di depan mata, malah Krishna yang meminta diadakan perundingan damai! usul ini tentu sebenarnya ditolak oleh pandawa (karena saking dendamnya, bahkan usulannya adalah Pandawa yg mengalah!) namun mereka takut sama Krishna, jadi ya iya2 aja. Krishna bahkan menawarkan dirinya menjadi utusan (karena ga ada yg mau).
Dan hasilnya tentu saja, gagal!
Tapi kenapa Krishna tetap bersikukuh melakukan itu?
Sama seperti kisahNya sebelumnya, “KARENA ITULAH ATURANNYA”

Dan jangan bayangkan kematian Krishna seperti terbang ke awan dsb. Beliau meninggal layaknya manusia. ketika waktunya tiba, beliau bersemedi di bawah pohon, dan tanpa sengaja seorang pemburu memanah tumitNya, karena mengira itu kijang(???). maka beliau menghembuskan nafas terakhirnya.

Siapa bilang awatara lahir untuk melanggar aturan? atau tidak mengikuti aturan sebagai manusia (jika dia menjadi manusia)

Satu cerita lagi,
Anda tahu permainan catur? tahu siapa yg buat permainan itu?
Konon Rahwana menciptakan permainan itu (ya beliau memang sangat jenius, banyak sekali peninggalannya kini)
Rahwana menciptakan permainan catur dan memainkannya bersama istrinya. Kendatipun dia membuat permainan itu dan tentu dia bisa mengakali permainan itu, namun ia tetap kalah oleh istrinya saat pertama kali memainkan permainan itu.

Tapi Tuhan tidak seperti itu, Tuhan, ketika Ia ingin ikut bermain, Ia mengikuti permainan itu dengan baik, melalui semua proses itu dengan baik, itu menunjukkan bahwa dia tidak munafik, tidak anti dengan proses yang Ia ciptakan sendiri, dan tidak ada masalah dalam mengikutinya (sedangkan manusia, belum seberapa sudah merasa sangat menderita, sudah Tuhan merasa ga adil. ga merasakan penderitaannya)
Dan tentu saja, akhirnya Dia akan memenangkannya. itu yang terpenting. (namun prosesnya yg terpenting. jika Tuhan menang “curang”, maka menangnya sia2)
Berkaitan dengan itu, baru kemarin saya tonton, penerbit koran Lampu Merah (koran khusus kriminal dn sedikit vulgar!) berkata kira2 begini :

“SAYA ORANG YANG MUNAFIK! Saya membuat koran, berhasil membuat orang membeli koran saya, tapi saya sendiri (dan rekan2nya) takut, anti dan tidak pernah membawa koran itu ke rumah untuk dibaca bersama keluarga saya”

Maka jika beliau mau mengakui itu, bagaimana dengan Tuhan yang menciptakan proses itu anda katakan anti dengan proses itu(kehidupan, dari bayi sampai mati). Anti terhadap proses yang Dia ciptakan sendiri? bukankah itu artinya Tuhan munafik?

(Hanya sebuah renungan)
bli...akan terjadi kerancuan/simpang siur manakala banyak pihak yg mengaku "tuhan"..
di suatu kampung (bumi),Saya berkata pada anda bahwa saya adalah direktur perusahaan XXX.Besok ada seseorang yg berkata seperti yang saya katakan,minggu depan ada juga yang berkata seperti saya dan seterusnya...lantas bagaimana penduduk kampung/bumi bersikap?
dan tiap "pengaku tuhan" membawa sejumlah perangkat aturan...apakah aturan tersebut kontradiktif atau saling melengkapi adalah terlepas dari isi kitab suci masing2 dan disini kita berbincang ttg bukan kitab suci.
seperti yg telah saya ulas di blog sayah;
@abu hanan wrote:tentu anda tidak akan melihat dari perbuatan2 ajaib/mukjizat.yup…perbuatan mereka (pengaku tuhan) dapat dibandingkan dg manusia suci.
so bli....apa yg menjadi dasar pemikiran anda dalam membedakan "tuhan" dengan tuhan?mohon dilepas dahulu perangkat veda.anda tentu uda paham dan yakin bahwa saya akan membunuh manusia yg mengaku tuhan.membunuh binatang yg mengaku tuhan,menghancurkan batu yg mengaku tuhan.sbg buah dari "konsistensi" yg tak terjangkau (visual/avatar)...

di masa itu ,ramayana mengaku tuhan dan nenek menerima tanpa reserve.di masa yg sama,di tempat lain (sebut aja rusia) ada orang yg mengaku tuhan dan diterima masyarakat tanpa reserve.lantas,kedua avatar tersebut mengajarkan dan-isi ajaran adalah bertolak belakang-...bagaimana anda menyikapi perbedaan ajaran tsb?
saya mengambil contoh rusia adalah terkait tulisan "menguak ya'juj dan ma'juj"...
apabila di sisi lain pembunuhan adalah terlarang maka bukan tidak mungkin di sisi yg lain mengajarkan pembunuhan adalah kebutuhan hidup.Saya ajak anda menengok sejarah2 bangsa penakluk..saya katakan pembunuhan adalah kebutuhan hidup adalah perluasan wilayah-penyebaran paham-mencari kekayaan salah satu akibat yg terjadi adalah membunuh.

silahkeun bli......jika anda keberatan disini,maka saya akan tutup tret ini dan kita teruskan di blog saya.

kedua...masalah "belum saatnya,memenuhi takdir,itulah waktunyah" akan kita bahas secara bertahap.
:damai


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 84
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 224

Kembali Ke Atas Go down

Re: Esa,seperti apa dan bagaimana?

Post by abu hanan on Fri Mar 02, 2012 1:04 pm

atas permintaan tamu.


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 84
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 224

Kembali Ke Atas Go down

Re: Esa,seperti apa dan bagaimana?

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik