FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Arti mati menurut ajaran Alquran

Halaman 1 dari 2 1, 2  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Arti mati menurut ajaran Alquran

Post by Jagona on Tue Feb 14, 2012 11:47 am

Setiap diri mengalami mati dua kali dan hidup dua kali. Mati pertama adalah waktu sebelum lahir dan mati yang kedua yaitu di waktu hidup kini berakhir dengan kausalita yang beragam, waktu itu roh terpisah dari tubuh yang kemudian mulai membusuk dan mendebu. Itulah dua kali mati yang setiap orang pasti melaluinya, dan di akhirat nanti akan dihidupkan kembali untuk tidak pernah mati lagi. Waktu itu setiap diri yang pernah hidup kini akan dihidupkan kembali, baik diri itu berupa binatang, jin atau berupa manusia
Di waktu hidup orang dapat merasa, berpikir dan mengingat ataupun mengkhayal. Dari sebab itu pernah didengar pendapat bahwa kematian adalah nikmat terakhir dari ALLAH bagi setiap diri dalam kehidupan di dunia kini. Pada umumnya diri yang mengalami kematian lebih dulu merasa sakit. Rasa sakit ini telah dimilikinya semenjak mulai lahir ke dunia dan rasa inilah yang menimbulkan kewaspadaan, takut, loba, dan kesungguhan dalam kehidupan. Bila rasa sakit itu sudah meningkat maka diri itu jadi gelisah dan akhirnya menderita. Jika ketika itu maut tidak datang maka diri itu akan lebih menderita untuk kesengsaraan yang lebih gawat. Tetapi ALLAH itu Penyayang, ketika itu roh diri itu diangkat-NYA dan matilah diri itu. Dia terbebas dari rasa sakit yang amat gawat. Sebaliknya jarang sekali kita mendengar tentang kematian yang tidak didahului rasa sakit. Rasa ini didahului oleh penyebab yang dinamakan penyakit, mungkin berupa infeksi, luka, patah, atau penyakit dalam dan lain sebagainya, maka penyakit itulah sebenarnya yang mendatangkan kematian. Itulah sebagian hukum kausalita tersebut pada QS.18;84 yang artinya : "Bahwa KAMI menempatkan baginya di Bumi dan KAMI datangkan padanya dari tiap sesuatu berkausalita".

Mengenai kematian dengan penyebab itu dinyatakan ALLAH dalam :
QS.32;11 : Katakanlah : "yang mewafatkan kamu ialah yang menguasai maut (malakal maut) yang dikuasakan atasmu, kemudian kamu dikembalikan kepada Tuhanmu".
QS.50;19 : Dan datanglah pingsan menjelang maut (sakratul maut) dengan hal logis. Yang demikian itu tidaklah engkau dapat menantangnya.
QS.50;20 : Dan ditiupkanlah Comet (kemudiannya) itulah Hari janjian (Akhirat).

Kesimpulan dari keterangan di atas ialah ; setiap orang akan mati, mati itu dengan sebab, waktu mati orang itu tidak jadi orang lagi karena rohnya telah pergi, mayat itu tidak merasakan apa-apa dan tidak bisa mengingat karena memang telah berhenti jadi orang atau telah berhenti hidup, di Akhirat dia akan dihidupkan kembali.
Maka yang menyebabkan seseorang dapat merasa dan mengingat ialah adanya hidup, yaitu tubuh dan roh. Adanya kedua unsur ini mendatangkan kesadaran, tetapi tidak selamanya tubuh dengan roh ini memiliki kesadaran misalnya di waktu tidur.
Tentang itu Alquran menggambarkan pada :
QS.39;42 : ALLAH mengangkatkan (kesadaran) suatu diri ketika matinya dan diri yang belum mati waktu tidurnya, maka DIA tahanlah kesadaran diri yang DIA laksanakan atasnya kematian dan ...................................................................

QS.6;60 : Dan DIA-lah yang mengangkatkan (kesadaran) kamu pada malam hari dan DIA mengetahui apa yang kamu lakukan pada siang hari, kemudian DIA bangkitkan kamu pada siang hari agar terlaksana ajal (ketetapan) tertentu .......................

Kesadaran adalah problem utama. Orang yang memiliki kesadaran pastilah dia mempunyai tubuh dan roh, untuk orang itu berlaku hukum dengan segala fungsi dan sangsinya. Tetapi bukan semua bukan semua orang yang mempunyai tubuh dan roh memiliki kesadaran, dalam keadaan demikian dia tidak dikenai hukum.

Akhirnya ..... kematian adalah perceraian tubuh dari roh, terang sekali orang yang mati tidak memiliki kesadaran, karenanya dia tidak lagi dikenakan hukum.

nice info nice info nice info

Jagona
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 71
Posts : 4039
Kepercayaan : Islam
Location : Banten
Join date : 08.01.12
Reputation : 18

Kembali Ke Atas Go down

Re: Arti mati menurut ajaran Alquran

Post by SEGOROWEDI on Tue Feb 14, 2012 1:06 pm

kematian adalah perceraian tubuh dari roh

tapi
Mati pertama adalah waktu sebelum lahir
bingung

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Arti mati menurut ajaran Alquran

Post by keroncong on Wed Mar 07, 2012 6:50 pm



Sebelum membicarakan wawasan Al-Quran tentang kematian,
terlebih dahulu perlu digarisbawahi bahwa kematian dalam
pandangan Al-Quran tidak hanya terjadi sekali, tetapi dua
kali. Surat Ghafir ayat 11 mengabadikan sekaligus membenarkan
ucapan orang-orang kafir di hari kemudian:

"Mereka berkata, 'Wahai Tuhan kami, Engkau telah
mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan
kami dua kali (pula), lalu kami menyadari
dosa-dosa kami maka adakah jalan bagi kami untuk
keluar (dari siksa neraka)?"

Kematian oleh sementara ulama didefinisikan sebagai
"ketiadaan hidup," atau "antonim dari hidup." Kematian
pertama dialami oleh manusia sebelum kelahirannya, atau saat
sebelum Allah menghembuskan ruh kehidupan kepadanya; sedang
kematian kedua, saat ia meninggalkan dunia yang fana ini.
Kehidupan pertama dialami oleh manusia pada saat manusia
menarik dan menghembuskan nafas di dunia, sedang kehidupan
kedua saat ia berada di alam barzakh, atau kelak ketika ia
hidup kekal di hari akhirat.

Al-Quran berbicara tentang kematian dalam banyak ayat,
sementara pakar memperkirakan tidak kurang dari tiga ratusan
ayat yang berbicara tentang berbagai aspek kematian dan
kehidupan sesudah kematian kedua.

KESAN UMUM TENTANG KEMATIAN

Secara umum dapat dikatakan bahwa pembicaraan tentang
kematian bukan sesuatu yang menyenangkan. Namun manusia
bahkan ingin hidup seribu tahun lagi. Ini, tentu saja bukan
hanya ucapan Chairil Anwar, tetapi Al-Quran pun melukiskan
keinginan sekelompok manusia untuk hidup selama itu (baca
surat Al-Baqarah [2]: 96). Iblis berhasil merayu Adam dan
Hawa melalui "pintu" keinginan untuk hidup kekal
selama-lamanya.

"Maukah engkau kutunjukkan pohon kekekalan (hidup)
dan kekuasaan yang tidak akan lapuk? (QS Thaha
[20]: 120).

DEMIKIAN IBLIS MERAYU ADAM.

Banyak faktor yang membuat seseorang enggan mati. Ada orang
yang enggan mati karena ia tidak mengetahui apa yang akan
dihadapinya setelah kematian; mungkin juga karena menduga
bahwa yang dimiliki sekarang lebih baik dari yang akan
didapati nanti. Atau mungkin juga karena membayangkan betapa
sulit dan pedih pengalaman mati dan sesudah mati. Atau
mungkin karena khawatir memikirkan dan prihatin terhadap
keluarga yang ditinggalkan, atau karena tidak mengetahui
makna hidup dan mati, dan lain sebagainya, sehingga semuanya
merasa cemas dan takut menghadapi kematian.

Dari sini lahir pandangan-pandangan optimistis dan
pesimistis terhadap kematian dan kehidupan, bahkan dari
kalangan para pemikir sekalipun.

Manusia, melalui nalar dan pengalamannya tidak mampu
mengetahui hakikat kematian, karena itu kematian dinilai
sebagai salah satu gaib nisbi yang paling besar. Walaupun
pada hakikatnya kematian merupakan sesuatu yang tidak
diketahui, namun setiap menyaksikan bagaimana kematian
merenggut nyawa yang hidup manusia semakin terdorong untuk
mengetahui hakikatnya atau, paling tidak, ketika itu akan
terlintas dalam benaknya, bahwa suatu ketika ia pun pasti
mengalami nasib yang sama.

Manusia menyaksikan bagaimana kematian tidak memilih usia
atau tempat, tidak pula menangguhkan kehadirannya sampai
terpenuhi semua keinginan. Di kalangan sementara orang,
kematian menimbulkan kecemasan, apalagi bagi mereka yang
memandang bahwa hidup hanya sekali yakni di dunia ini saja.
Sehingga tidak sedikit yang pada akhirnya menilai kehidupan
ini sebagai siksaan, dan untuk menghindar dari siksaan itu,
mereka menganjurkan agar melupakan kematian dan menghindari
sedapat mungkin segala kecemasan yang ditimbulkannya dengan
jalan melakukan apa saja secara bebas tanpa kendali, demi
mewujudkan eksistensi manusia. Bukankah kematian akhir dari
segala sesuatu? Kilah mereka.

Sebenarnya akal dan perasaan manusia pada umumnya enggan
menjadikan kehidupan atau eksistensi mereka terbatas pada
puluhan tahun saja. Walaupun manusia menyadari bahwa mereka
harus mati, namun pada umumnya menilai kematian buat manusia
bukan berarti kepunahan. Keengganan manusia menilai kematian
sebagai kepunahan tercermin antara lain melalui penciptaan
berbagai cara untuk menunjukkan eksistensinya. Misalnya,
dengan menyediakan kuburan, atau tempat-tenapat tersebut
dikunjunginya dari saat ke saat sebagai manifestasi dari
keyakinannya bahwa yang telah meninggalkan dunia itu tetap
masih hidup walaupun jasad mereka telah tiada.

Hubungan antara yang hidup dan yang telah meninggal amat
berakar pada jiwa manusia. Ini tercermin sejak dahulu kala,
bahkan jauh sebelum kehadiran agama-agama besar dianut oleh
umat manusia dewasa ini. Sedemikian berakar hal tersebut
sehingga orang-orang Mesir Kuno misalnya, meyakini benar
keabadian manusia, sehingga mereka menciptakan teknik-teknik
yang dapat mengawetkan mayat-mayat mereka ratusan bahkan
ribuan tahun lamanya.

Konon Socrates pernah berkata, sebagaimana dikutip oleh
Asy-Syahrastani dalam bukunya Al-Milal wa An-Nihal (I:297),

"Ketika aku menemukan kehidupan (duniawi)
kutemukan bahwa akhir kehidupan adalah kematian,
namun ketika aku menemukan kematian, aku pun
menemukan kehidupan abadi. Karena itu, kita harus
prihatin dengan kehidupan (duniawi) dan bergembira
dengan kematian. Kita hidup untuk mati dan mati
untuk hidup."

Demikian gagasan keabadian hidup manusia hadir bersama
manusia sepanjang sejarah kemanusiaan. Kalau keyakinan
orang-orang Mesir Kuno mengantar mereka untuk menciptakan
teknik pengawetan jenazah dan pembangunan piramid, maka
dalam pandangan pemikir-pemikir modern, keabadian manusia
dibuktikan oleh karya-karya besar mereka.

Abdul Karim Al-Khatib dalam bukunya Qadhiyat Al-Uluhiyah
(I:214) mengutip tulisan Goethe (1749-1833 M) yang
menyatakan:

"Sesungguhnya usaha sungguh-sungguh yang lahir
dari lubuk jiwa saya, itulah yang merupakan bukti
yang amat jelas tentang keabadian. Jika saya telah
mencurahkan seluruh hidup saya untuk berkarya,
maka adalah merupakan hak saya atas alam ini untuk
menganugerahi saya wujud baru, setelah kekuatan
saya terkuras dan jasad ini tidak lagi memikul
beban jiwa."

Demikian filosof Jerman itu menjadikan kehidupan duniawi ini
sebagai arena untuk bekerja keras, dan kematian merupakan
pintu gerbang menuju kehidupan baru guna merasakan
ketenangan dan keterbebasan dari segala macam beban.

PANDANGAN AGAMA TENTANG MAKNA KEMATIAN

Agama, khususnya agama-agama samawi, mengajarkan bahwa ada
kehidupan sesudah kematian. Kematian adalah awal dari satu
perjalanan panjang dalam evolusi manusia, di mana
selanjutnya ia akan memperoleh kehidupan dengan segala macam
kenikmatan atau berbagai ragam siksa dan kenistaan.

Kematian dalam agama-agama samawi mempunyai peranan yang
sangat besar dalam memantapkan akidah serta
menumbuhkembangkan semangat pengabdian. Tanpa kematian,
manusia tidak akan berpikir tentang apa sesudah mati, dan
tidak akan mempersiapkan diri menghadapinya. Karena itu,
agama-agama menganjurkan manusia untuk berpikir tentang
kematian. Rasul Muhammad Saw., misalnya bersabda,
"Perbanyaklah mengingat pemutus segala kenikmatan duniawi
(kematian)."

Dapat dikatakan bahwa inti ajakan para Nabi dan Rasul
setelah kewajiban percaya kepada Tuhan, adalah kewajiban
percaya akan adanya hidup setelah kematian.

Dari Al-Quran ditemukan bahwa kehidupan yang dijelaskannya
bermacam-macam dan bertingkat-tingkat. Ada kehidupan
tumbuhan, binatang, manusia, jin, dan malaikat, sampai ke
tingkat tertinggi yaitu kehidupan Yang Mahahidup dan
Pemberi Kehidupan. Di sisi lain, berulang kali ditekankannya
bahwa ada kehidupan di dunia dan ada pula kehidupan di
akhirat. Yang pertama dinamai Al-Quran al-hayat ad-dunya
(kehidupan yang rendah), sedangkan yang kedua dinamainva
al-hayawan (kehidupan yang sempurna).

"Sesungguhnya negeri akhirat itu adalah al-hayawan
(kehidupan yang sempurna" (QS Al-'Ankabut [29]:
64).

Dijelaskan pula bahwa,

"Kesenangan di dunia ini hanya sebentar, sedang
akhirat lebih baik bagi orang-orang bertakwa, dan
kamu sekalian (yang bertakwa dan yang tidak) tidak
akan dianiaya sedikitpun (QS Al-Nisa' 14]: 77)

Di lain ayat dinyatakan,

"Hai orang-orang yang beriman, mengapa jika
dikatakan kepada kamu berangkatlah untuk berjuang
di jalan Allah, kamu merasa berat dan ingin
tinggal tetap di tempatmu? Apakah kamu puas dengan
kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di
akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini
dibanding dengan akhirat (nilai kehidupan duniawi
dibandingkan dengan nilai kehidupan) di akhirat
hanyalah sedikit (QS At-Tawbah [9]: 38).

Betapa kehidupan ukhrawi itu tidak sempurna, sedang di
sanalah diperoleh keadilan sejati yang menjadi dambaan
setiap manusia, dan di sanalah diperoleh kenikmatan hidup
yang tiada taranya.

Satu-satunya jalan untuk mendapatkan kenikmatan dan
kesempurnaan itu, adalah kematian, karena menurut Raghib
Al-Isfahani:

"Kematian, yang dikenal sebagai berpisahnya ruh
dari badan, merupakan sebab yang mengantar manusia
menuju kenikmatan abadi. Kematian adalah
perpindahan dari satu negeri ke negeri yang lain,
sebagaimana dirtwayatkan bahwa, "Sesungguhnya
kalian diciptakan untuk hidup abadi, tetapi kalian
harus berpindah dan satu negen ke negen (yang
lain) sehingga kalian menetap di satu tempat."
(Abdul Karim AL-Khatib, I:217)

Kematian walaupun kelihatannya adalah kepunahan, tetapi pada
hakikatnya adalah kelahiran yang kedua. Kematian manusia
dapat diibaratkan dengan menetasnya telur-telur. Anak ayam
yang terkurung dalam telur, tidak dapat mencapai
kesempurnaan evolusinya kecuali apabila ia menetas. Demikian
juga manusia, mereka tidak akan mencapai kesempurnaannya
kecuali apabila meninggalkan dunia ini (mati).

Ada beberapa istilah yang digunakan Al-Quran untuk menunjuk
kepada kematian, antara lain al-wafat (wafat), imsak
(menahan).

Dalam surat Al-Zumar (39): 42 dinyatakan bahwasanya,

"Allah mewafatkan jiwa pada saat kematiannya, dan
jiwa orang yang belum mati dalam tidurnya, maka
Allah yumsik (menahan) jiwa yang ditetapkan
baginya kematian, dan melepaskan yang lain (orang
yang tidur) sampai pada batas waktu tertentu."

Ar-Raghib menjadikan istilah-istilah tersebut sebagai salah
satu isyarat betapa Al-Quran menilai kematian sebagai jalan
menuju perpindahan ke sebuah tempat, dan keadaan yang lebih
mulia dan baik dibanding dengan kehidupan dunia. Bukankah
kematian adalah wafat yang berarti kesempurnaan serta imsak
yang berarti menahan (di sisi-Nya)?

Memang, Al-Quran juga menyifati kematian sebagai musibah
malapetaka (baca surat Al-Ma-idah [5]: 106), tetapi agaknya
istilah ini lebih banyak ditujukan kepada manusia yang
durhaka, atau terhadap mereka yang ditinggal mati. Dalam
arti bahwa kematian dapat merupakan musibah bagi orang-orang
yang ditinggalkan sekaligus musibah bagi mereka yang mati
tanpa membawa bekal yang cukup untuk hidup di negeri
seberang.
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 64
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 67

Kembali Ke Atas Go down

Re: Arti mati menurut ajaran Alquran

Post by SEGOROWEDI on Thu Mar 08, 2012 7:35 am

@SEGOROWEDI wrote:kematian adalah perceraian tubuh dari roh

tapi
Mati pertama adalah waktu sebelum lahir
bingung

mana pencerahannya?

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Arti mati menurut ajaran Alquran

Post by senopati on Wed Mar 14, 2012 8:47 pm

@SEGOROWEDI wrote:
@SEGOROWEDI wrote:kematian adalah perceraian tubuh dari roh

tapi
Mati pertama adalah waktu sebelum lahir
bingung

mana pencerahannya?

Noh...khusus buat Loe..entar pencerahannya minta ke PLN....
avatar
senopati
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Age : 28
Posts : 109
Join date : 11.03.12
Reputation : 2

Kembali Ke Atas Go down

Re: Arti mati menurut ajaran Alquran

Post by SEGOROWEDI on Thu Mar 15, 2012 7:26 am

sebelum lahir mana ada tubuh?
mana ada roh? (yang ditiupkan)
bingung

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Arti mati menurut ajaran Alquran

Post by senopati on Thu Mar 15, 2012 9:58 am

@SEGOROWEDI wrote:sebelum lahir mana ada tubuh?
mana ada roh? (yang ditiupkan)
bingung

yach...mungkin karena Loe lahir dari Batu kali yach....!!!
avatar
senopati
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Age : 28
Posts : 109
Join date : 11.03.12
Reputation : 2

Kembali Ke Atas Go down

Arti mati menurut ajaran Alquran

Post by barabasmurtad77 on Fri Mar 16, 2012 11:49 am

@Jagona wrote:Setiap diri mengalami mati dua kali dan hidup dua kali. Mati pertama adalah waktu sebelum lahir dan mati yang kedua yaitu di waktu hidup kini berakhir dengan kausalita yang beragam, waktu itu roh terpisah dari tubuh yang kemudian mulai membusuk dan mendebu. Itulah dua kali mati yang setiap orang pasti melaluinya, dan di akhirat nanti akan dihidupkan kembali untuk tidak pernah mati lagi. Waktu itu setiap diri yang pernah hidup kini akan dihidupkan kembali, baik diri itu berupa binatang, jin atau berupa manusia
Di waktu hidup orang dapat merasa, berpikir dan mengingat ataupun mengkhayal. Dari sebab itu pernah didengar pendapat bahwa kematian adalah nikmat terakhir dari ALLAH bagi setiap diri dalam kehidupan di dunia kini. Pada umumnya diri yang mengalami kematian lebih dulu merasa sakit. Rasa sakit ini telah dimilikinya semenjak mulai lahir ke dunia dan rasa inilah yang menimbulkan kewaspadaan, takut, loba, dan kesungguhan dalam kehidupan. Bila rasa sakit itu sudah meningkat maka diri itu jadi gelisah dan akhirnya menderita. Jika ketika itu maut tidak datang maka diri itu akan lebih menderita untuk kesengsaraan yang lebih gawat. Tetapi ALLAH itu Penyayang, ketika itu roh diri itu diangkat-NYA dan matilah diri itu. Dia terbebas dari rasa sakit yang amat gawat. Sebaliknya jarang sekali kita mendengar tentang kematian yang tidak didahului rasa sakit. Rasa ini didahului oleh penyebab yang dinamakan penyakit, mungkin berupa infeksi, luka, patah, atau penyakit dalam dan lain sebagainya, maka penyakit itulah sebenarnya yang mendatangkan kematian. Itulah sebagian hukum kausalita tersebut pada QS.18;84 yang artinya : "Bahwa KAMI menempatkan baginya di Bumi dan KAMI datangkan padanya dari tiap sesuatu berkausalita".

Mengenai kematian dengan penyebab itu dinyatakan ALLAH dalam :
QS.32;11 : Katakanlah : "yang mewafatkan kamu ialah yang menguasai maut (malakal maut) yang dikuasakan atasmu, kemudian kamu dikembalikan kepada Tuhanmu".
QS.50;19 : Dan datanglah pingsan menjelang maut (sakratul maut) dengan hal logis. Yang demikian itu tidaklah engkau dapat menantangnya.
QS.50;20 : Dan ditiupkanlah Comet (kemudiannya) itulah Hari janjian (Akhirat).

Kesimpulan dari keterangan di atas ialah ; setiap orang akan mati, mati itu dengan sebab, waktu mati orang itu tidak jadi orang lagi karena rohnya telah pergi, mayat itu tidak merasakan apa-apa dan tidak bisa mengingat karena memang telah berhenti jadi orang atau telah berhenti hidup, di Akhirat dia akan dihidupkan kembali.
Maka yang menyebabkan seseorang dapat merasa dan mengingat ialah adanya hidup, yaitu tubuh dan roh. Adanya kedua unsur ini mendatangkan kesadaran, tetapi tidak selamanya tubuh dengan roh ini memiliki kesadaran misalnya di waktu tidur.
Tentang itu Alquran menggambarkan pada :
QS.39;42 : ALLAH mengangkatkan (kesadaran) suatu diri ketika matinya dan diri yang belum mati waktu tidurnya, maka DIA tahanlah kesadaran diri yang DIA laksanakan atasnya kematian dan ...................................................................

QS.6;60 : Dan DIA-lah yang mengangkatkan (kesadaran) kamu pada malam hari dan DIA mengetahui apa yang kamu lakukan pada siang hari, kemudian DIA bangkitkan kamu pada siang hari agar terlaksana ajal (ketetapan) tertentu .......................

Kesadaran adalah problem utama. Orang yang memiliki kesadaran pastilah dia mempunyai tubuh dan roh, untuk orang itu berlaku hukum dengan segala fungsi dan sangsinya. Tetapi bukan semua bukan semua orang yang mempunyai tubuh dan roh memiliki kesadaran, dalam keadaan demikian dia tidak dikenai hukum.

Akhirnya ..... kematian adalah perceraian tubuh dari roh, terang sekali orang yang mati tidak memiliki kesadaran, karenanya dia tidak lagi dikenakan hukum.

nice info nice info nice info

BILA ANDA MENYATAKAN BAHWA SEBELUM LAHIR KE DUNIA ORANG ITU DALAM KEADAAN MATI MAKA DASAR AJARAN INI MENGACU KEPADA AJARAN REINKARNASI.
DALAM KEKRISTENAN ADA UNGKAPAN YANG MENYATAKAN: ORANG YANG PERCAYA KRISTUS HANYA MATI SATU KALI TETAPI ORANG YANG TIDAK PERCAYA KRISTUS AKAN MATI DUA KALI.
SAYA AKAN UNGKAPKAN APA YANG DINYATAKAN DALAM ALKITAB

P. Baru: Yohanes: 5
5:28 Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya,
5:29 dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.
P. Baru: Roma: 8
8:1. Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.
8:2 Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.

P. Baru: Wahyu: 20
20:5 Tetapi orang-orang mati yang lain tidak bangkit sebelum berakhir masa yang seribu tahun itu. Inilah kebangkitan pertama.
20:6 Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka, tetapi mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya.

P. Baru: Wahyu: 20
20:11. Lalu aku melihat suatu takhta putih yang besar dan Dia, yang duduk di atasnya. Dari hadapan-Nya lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan lagi tempatnya.
20:12 Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu.
20:13 Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan maut dan kerajaan maut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya.
20:14 Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api.
20:15 Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu.


ARTINYA SEMUA ORANG YANG MENOLAK YESUS KRISTUS AKAN MATI DAN DIMASUKAN KE "DUNIA ORANG MATI" SEDANGKAN ORANG2 PERCAYA YANG MATI AKAN MASUK KE FIRDAUS. PADA HARI KEBANGKITKAN PERTAMA ORANG2 PERCAYA AKAN DIBANGKITKAN DAN IKUT MEMERINTAH DALAM KERAJAAN SERIBU TAHUN BERSAMA2 DENGAN YESUS, TAPI ORANG2 YANG MENOLAK YESUS AKAN TETAP TINGGAL DI DUNIA ORANG MATI; BARU DALAM KEBANGKITAN YANG KEDUA YAITU SETELAH MASA YANG SERIBU TAHUN ORANG2 YANG MENOLAK YESUS AKAN DIBANGKITKAN DAN DILEMPARKAN KE DALAM LAUTAN API BERSAMA2 DENGAN MAUT DAN KERAJAAN MAUT

barabasmurtad77
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Posts : 197
Join date : 24.11.11
Reputation : 2

Kembali Ke Atas Go down

Re: Arti mati menurut ajaran Alquran

Post by Jagona on Sat Mar 17, 2012 10:57 am


BILA ANDA MENYATAKAN BAHWA SEBELUM LAHIR KE DUNIA ORANG ITU DALAM KEADAAN MATI MAKA DASAR AJARAN INI MENGACU KEPADA AJARAN REINKARNASI.
DALAM KEKRISTENAN ADA UNGKAPAN YANG MENYATAKAN: ORANG YANG PERCAYA KRISTUS HANYA MATI SATU KALI TETAPI ORANG YANG TIDAK PERCAYA KRISTUS AKAN MATI DUA KALI.




dalam Islam tidak dikenal reinkarnasi. ....... mati yang pertama pada saat janin belum diberikan roh. ......... mati yang ke dua yaitu di waktu hidup kini berakhir dengan sebab dan waktu itu roh meninggalkan tubuh.......
menurut kristen tentunya tidak akan sama ........... ok

Jagona
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 71
Posts : 4039
Kepercayaan : Islam
Location : Banten
Join date : 08.01.12
Reputation : 18

Kembali Ke Atas Go down

Re: Arti mati menurut ajaran Alquran

Post by SEGOROWEDI on Sat Mar 17, 2012 1:00 pm

@Jagona wrote:
dalam Islam tidak dikenal reinkarnasi. ....... mati yang pertama pada saat janin belum diberikan roh. ......... mati yang ke dua yaitu di waktu hidup kini berakhir dengan sebab dan waktu itu roh meninggalkan tubuh.......
menurut kristen tentunya tidak akan sama ...........

pada umur berapa janin mulai diberi roh?


SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Arti mati menurut ajaran Alquran

Post by barabasmurtad77 on Sun Mar 18, 2012 5:37 pm

@SEGOROWEDI wrote:
@Jagona wrote:
dalam Islam tidak dikenal reinkarnasi. ....... mati yang pertama pada saat janin belum diberikan roh. ......... mati yang ke dua yaitu di waktu hidup kini berakhir dengan sebab dan waktu itu roh meninggalkan tubuh.......
menurut kristen tentunya tidak akan sama ...........

pada umur berapa janin mulai diberi roh?


BAGAIMANA MUNGKIN PADA SAAT JANIN BELUM DIBERIKAN ROH SUDAH DISEBUT SEBAGAI KEMATIAN YANG PERTAMA SEDANGKAN HIDUP PUN BELUM.
TUNJUKAN AYAT QURAN YANG MENDUKUNG PENDAPAT ANDA INI!!!!!

barabasmurtad77
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Posts : 197
Join date : 24.11.11
Reputation : 2

Kembali Ke Atas Go down

Re: Arti mati menurut ajaran Alquran

Post by Jagona on Sun Mar 18, 2012 7:05 pm

@barabasmurtad77 wrote:
@SEGOROWEDI wrote:
@Jagona wrote:
dalam Islam tidak dikenal reinkarnasi. ....... mati yang pertama pada saat janin belum diberikan roh. ......... mati yang ke dua yaitu di waktu hidup kini berakhir dengan sebab dan waktu itu roh meninggalkan tubuh.......
menurut kristen tentunya tidak akan sama ...........

pada umur berapa janin mulai diberi roh?


BAGAIMANA MUNGKIN PADA SAAT JANIN BELUM DIBERIKAN ROH SUDAH DISEBUT SEBAGAI KEMATIAN YANG PERTAMA SEDANGKAN HIDUP PUN BELUM.
TUNJUKAN AYAT QURAN YANG MENDUKUNG PENDAPAT ANDA INI!!!!!

1. Coba anda teliti uraian dari tretnya.
2. Coba anda pelajari dengan cermat Ayat 40/11 : Mereka berkata : "Wahai TUHAN kami, ENGKAU matikan kami dua kali dan ENGKAU hidupkan kami dua kali, maka kenallah kami pada dosa-dosa kami. Tetapi adakah garis hukum untuk keluar ?"

Jagona
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 71
Posts : 4039
Kepercayaan : Islam
Location : Banten
Join date : 08.01.12
Reputation : 18

Kembali Ke Atas Go down

Re: Arti mati menurut ajaran Alquran

Post by SEGOROWEDI on Mon Mar 19, 2012 8:52 am

justeru ayat itu yang harus dibuktikan..
belum lahir, belum ada tubuh kok mati
belum ada roh yang ditiupkan kok mati

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Arti mati menurut ajaran Alquran

Post by Jagona on Sat Apr 14, 2012 9:45 am

@SEGOROWEDI wrote:
@Jagona wrote:
dalam Islam tidak dikenal reinkarnasi. ....... mati yang pertama pada saat janin belum diberikan roh. ......... mati yang ke dua yaitu di waktu hidup kini berakhir dengan sebab dan waktu itu roh meninggalkan tubuh.......
menurut kristen tentunya tidak akan sama ...........

pada umur berapa janin mulai diberi roh?


pada umur 16 minggu ditiupkan roh kudus, sebelumnya masih disebut mati

:lkj:

Jagona
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 71
Posts : 4039
Kepercayaan : Islam
Location : Banten
Join date : 08.01.12
Reputation : 18

Kembali Ke Atas Go down

Re: Arti mati menurut ajaran Alquran

Post by Orang_Pinggiran on Sun Apr 15, 2012 1:05 am

tandain dulu
avatar
Orang_Pinggiran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 1862
Kepercayaan : Islam
Location : Jawa Tengah
Join date : 12.03.12
Reputation : 18

Kembali Ke Atas Go down

Re: Arti mati menurut ajaran Alquran

Post by Jagona on Sun Apr 15, 2012 10:28 am

@Orang_Pinggiran wrote:tandain dulu


apanya yang ditandain ........ ???????

Jagona
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 71
Posts : 4039
Kepercayaan : Islam
Location : Banten
Join date : 08.01.12
Reputation : 18

Kembali Ke Atas Go down

Re: Arti mati menurut ajaran Alquran

Post by Orang_Pinggiran on Sun Apr 15, 2012 5:17 pm

@Jagona wrote:
@Orang_Pinggiran wrote:tandain dulu


apanya yang ditandain ........ ???????

Biar nongol di email.. jadi kalo ada perkembangan pembahasan dapet emailnya..
sementara belum komen :lkj:
avatar
Orang_Pinggiran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 1862
Kepercayaan : Islam
Location : Jawa Tengah
Join date : 12.03.12
Reputation : 18

Kembali Ke Atas Go down

Re: Arti mati menurut ajaran Alquran

Post by barabasmurtad on Mon Apr 16, 2012 2:28 pm

[quote="Jagona"]
@barabasmurtad77 wrote:
@SEGOROWEDI wrote:
@Jagona wrote:
dalam Islam tidak dikenal reinkarnasi. ....... mati yang pertama pada saat janin belum diberikan roh. ......... mati yang ke dua yaitu di waktu hidup kini berakhir dengan sebab dan waktu itu roh meninggalkan tubuh.......
menurut kristen tentunya tidak akan sama ...........

pada umur berapa janin mulai diberi roh?


BAGAIMANA MUNGKIN PADA SAAT JANIN BELUM DIBERIKAN ROH SUDAH DISEBUT SEBAGAI KEMATIAN YANG PERTAMA SEDANGKAN HIDUP PUN BELUM.
TUNJUKAN AYAT QURAN YANG MENDUKUNG PENDAPAT ANDA INI!!!!!

ARTI MATI MENURUT AJARAN ALQURAN - JAWABAN

@Jagona wrote:

BILA ANDA MENYATAKAN BAHWA SEBELUM LAHIR KE DUNIA ORANG ITU DALAM KEADAAN MATI MAKA DASAR AJARAN INI MENGACU KEPADA AJARAN REINKARNASI.
DALAM KEKRISTENAN ADA UNGKAPAN YANG MENYATAKAN: ORANG YANG PERCAYA KRISTUS HANYA MATI SATU KALI TETAPI ORANG YANG TIDAK PERCAYA KRISTUS AKAN MATI DUA KALI.

dalam Islam tidak dikenal reinkarnasi. ....... mati yang pertama pada saat janin belum diberikan roh. ......... mati yang ke dua yaitu di waktu hidup kini berakhir dengan sebab dan waktu itu roh meninggalkan tubuh.......
menurut kristen tentunya tidak akan sama ........... ok

ISLAM TIDAK MENGENAL ISTILAH REINKARNASI, TAPI MENURUT PENDAPAT SAYA
SESUATU DIKATAKAN MATI KALAU IA SUDAH MENGALAMI KEHIDUPAN DAN KEMATIAN MERUPAKAN SUATU STADIUM DIMANA SUATU KEHIDUPAN BERAKHIR, JADI BAGAIMANA ANDA BISA MENGATAKAN BAHWA mati yang pertama pada saat janin belum diberikan roh. SEDANGKAN JANIN ITU BELUM LAGI HIDUP.
ISTILAH MATI YANG KEDUA MENURUT ISLAM ADALAH APA YANG DIPAHAMI OLEH KRISTEN SEBAGAI KEMATIAN YANG PERTAMA YAITU SUATU STADIUM DIMANA JIWA DAN ROH MENINGGALKAN TUBUHNYA DARI DUNIA YANG FANA INI.

Heb 9:27 Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi,
Heb 9:28 demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia.


1. Coba anda teliti uraian dari tretnya.
2. Coba anda pelajari dengan cermat Ayat 40/11 : Mereka berkata : "Wahai TUHAN kami, ENGKAU matikan kami dua kali dan ENGKAU hidupkan kami dua kali, maka kenallah kami pada dosa-dosa kami. Tetapi adakah garis hukum untuk keluar ?"


PENGERTIAN ISLAM DENGAN KRISTEN DALAM HAL INI SEBENARNYA SEJALAN YAITU BILA SETELAH KEMATIAN JASMANI, KEHIDUPAN DI DUNIA ORANG MATI ATAU DI FIRDAUS DIANGGAP SEBAGAI KEHIDUPAN KEDUA, MAKA DAPAT DIKATAKAN SEPERTI AYAT 40/11, TETAPI HAL ITU TIDAK MENGACU KEPADA KEADAAN ROH SEBELUM DILAHIRKAN MENJADI MANUSIA, KARENA ALKITAB JUGA TIDAK MENCATATNYA SELAIN APA YANG DIKATAKAN TUHAN YESUS DALAM:
Joh 8:23 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini.
NAMUN HAL INI MENUNJUK KEPADA KEBERADAAN YESUS SEBELUM IA TURUN KE DUNIA BAHWA IA BERASAL DARI SURGA, SEBALIKNYA UNTUK ROH MANUSIA ALKITAB TIDAK BICARA APA2 SELAIN BERDASARKAN PENGERTIAN BAHWA SEBELUM MANUSIA DILAHIRKAN IA BERADA DALAM ALAM ROH NAMUN TIDAK DAPAT DIKATAKAN BAHWA IA BERADA DALAM ALAM KEMATIAN.

P. Baru: Wahyu: 2
2:10 Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.
2:11 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, ia tidak akan menderita apa-apa oleh kematian yang kedua."

P. Baru: Wahyu: 20
20:11. Lalu aku melihat suatu takhta putih yang besar dan Dia, yang duduk di atasnya. Dari hadapan-Nya lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan lagi tempatnya.
20:12 Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu.
20:13 Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan maut dan kerajaan maut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya.
20:14 Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api.
20:15 Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu.

P. Baru: Wahyu: 21
21:6 Firman-Nya lagi kepadaku: "Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.
21:7 Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku.
21:8 Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."

MERUPAKAN PENGERTIAN UMUM DIMANA ORANG PADA UMUMNYA MATI SATU KALI YAITU KEMATIAN TUBUH JASMANI, KEMUDIAN
1) BAGI ORANG TIDAK PERCAYA IA AKAN DIHAKIMI DAN MASUK KE DUNIA ORANG MATI
BAGI ORANG PERCAYA IA AKAN LANGSUNG MASUK KE FIRDAUS
2) ORANG TIDAK PERCAYA AKAN MENGALAMI PENYIKSAAN DAN PADA KEBANGKITAN YANG KEDUA AKAN MENERIMA HUKUMAN BERSAMA2 DENGAN IBLIS YANG DISEBUT SEBAGAI KEMATIAN YANG KEDUA ARTINYA JIWANYA PUN MATI DAN JATUH KE DALAM HUKUMAN ALLAH.

INILAH KEMATIAN MENURUT APA YANG DICATAT DALAM ALKITAB DAN YANG SAYA IMANI SEHINGGA DENGAN BERANI SAYA BERKATA BAHWA SETIAP SAATPUN SAYA MATI SAYA AKAN MASUK KE DALAM KERAJAAN ALLAH.




barabasmurtad
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Age : 74
Posts : 408
Kepercayaan : Protestan
Location : bandung
Join date : 26.11.11
Reputation : 5

Kembali Ke Atas Go down

Re: Arti mati menurut ajaran Alquran

Post by Jagona on Mon Apr 16, 2012 4:33 pm

yang aku tulis arti mati menurut ajaran Alquran ...... bagaimana menurut ajaran yang anda anut silakan saja ..... tentunya tidak akan sejalan .... ok

Jagona
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 71
Posts : 4039
Kepercayaan : Islam
Location : Banten
Join date : 08.01.12
Reputation : 18

Kembali Ke Atas Go down

Re: Arti mati menurut ajaran Alquran

Post by SEGOROWEDI on Thu Apr 19, 2012 3:26 pm

@Jagona wrote:
pada umur 16 minggu ditiupkan roh kudus, sebelumnya masih disebut mati

referensi?

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Arti mati menurut ajaran Alquran

Post by Jagona on Sat Apr 21, 2012 11:28 am

@SEGOROWEDI wrote:
@Jagona wrote:
pada umur 16 minggu ditiupkan roh kudus, sebelumnya masih disebut mati

referensi?

tanya sama genekologist aja

Jagona
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 71
Posts : 4039
Kepercayaan : Islam
Location : Banten
Join date : 08.01.12
Reputation : 18

Kembali Ke Atas Go down

Re: Arti mati menurut ajaran Alquran

Post by SEGOROWEDI on Sat Apr 21, 2012 3:33 pm

@Jagona wrote:
tanya sama genekologist aja

mereka ketawa ketika ditanya soal tiup-tiupan
itu teori sinting, katanya

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Arti mati menurut ajaran Alquran

Post by Jagona on Sun Apr 22, 2012 9:23 am

@SEGOROWEDI wrote:
@Jagona wrote:
tanya sama genekologist aja

mereka ketawa ketika ditanya soal tiup-tiupan
itu teori sinting, katanya

kalau begitu dokternya atau malah anda yang sinting ...... ok

Jagona
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 71
Posts : 4039
Kepercayaan : Islam
Location : Banten
Join date : 08.01.12
Reputation : 18

Kembali Ke Atas Go down

Re: Arti mati menurut ajaran Alquran

Post by frontline defender on Sun Apr 22, 2012 9:53 am

2:55. Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: “Hai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang”, karena itu kamu disambar halilintar, sedang kamu menyaksikannya.

2:56. Setelah itu Kami bangkitkan kamu sesudah kamu mati, supaya kamu bersyukur.
kalau yang ini, mati atau pingsan? :)
avatar
frontline defender
MAYOR
MAYOR

Posts : 6460
Kepercayaan : Islam
Join date : 17.11.11
Reputation : 137

Kembali Ke Atas Go down

Re: Arti mati menurut ajaran Alquran

Post by Jagona on Mon Apr 23, 2012 9:16 am

@frontline defender wrote:
2:55. Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: “Hai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang”, karena itu kamu disambar halilintar, sedang kamu menyaksikannya.

2:56. Setelah itu Kami bangkitkan kamu sesudah kamu mati, supaya kamu bersyukur.
kalau yang ini, mati atau pingsan? :)

pingsan

Jagona
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 71
Posts : 4039
Kepercayaan : Islam
Location : Banten
Join date : 08.01.12
Reputation : 18

Kembali Ke Atas Go down

Re: Arti mati menurut ajaran Alquran

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 1 dari 2 1, 2  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik