FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

bagaimana segarusnya sikap kristen terhadap palestina?

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

bagaimana segarusnya sikap kristen terhadap palestina?

Post by keroncong on Mon Jan 16, 2012 3:22 pm

"SIKAP NASARA TERHADAP PALESTINA?"
------------------------------------------------------------

Arti dari Yerusalem dan Tanah Suci tidak memerlukan
ketegasan. Tetapi, apakah tidak nampak aneh bahwa masalah
Palestina yang begitu menyibukkan para ahli politik, jarang
dipercakapkan dalam suatu hubungan yang benar-benar bersifat
kenasranian. Lebih mengherankan lagi adanya kenyataan bahwa
banyak pemimpin agama, yang sebetulnya dapat diharapkan
menandaskan kemasygulan Nasrani tentang kejadian, dan apa
yang akan terjadi, di Tanah Suci. Seakan-akan batinnya tak
menghiraukan suatu percakapan yang hanya dimonopoli oleh
wartawan sayap kiri, strategist militer dan para politisi
yang ambisius; sedikit dari pada mereka yang kelihatannya
beragama, dan lebih banyak yang mempunyai maksud-maksud lain
tertentu.

Banyak dari pada pemimpin-pemimpin gereja akan muncul dengan
alasan bahwa orang-orang Kristen, dan terutama para khatib,
harus jauh dan bersih dari politik. (Mereka lebih suka bahwa
si Anti-Krist/Dajjal yang memainkan peranan). Tetapi mereka
ini lupa bahwa adanya dosa adalah karena kelalaian di
samping ada pula karena perbuatan. Kami dengan rendah hati
berpendapat bahwa itu adalah salah bagi kita untuk menerima
suatu fait accompli politik yang kita ketahui dalam hati
kecil kita bahwa itu adalah tidak benar.

Gereja, terutama, harus berdiri demi kebenaran dan
memperingatkan akan kewajiban-kewajiban kita sebagai
orang-orang Nasara. Sebab kalau keadilan terletak di luar
Gereja, kita harus mengakui bahwa kemampuannya untuk memberi
pimpinan sesungguhnya terbatas.

Masalah Palestina meminta pemecahan politis. Ini karena kita
akui terutama bahwa itu adalah suatu masalah
perikemanusiaan. Jadi, membiarkan orang-orang Israeli
melaksanakan pemerintahan politiknya di Palestina sebagai
suatu fait accompli, merupakan suatu sikap yang menerima
suatu pandangan berpihak, dengan tidak membeberkan
kebodohannya tentang nubuat-nubuat dari Alkitab. Tidak dapat
disangkal bahwa rakyat Arab baik yang Nasara maupun yang
Islam, telah dirampok, diusir atau ditaklukkan kepada
Pemerintahan asing.

Ini tentu memberikan kepada masalah suatu dimensi agama, dan
ini menyadarkan setiap orang dari kita akan suatu beban
tanggung jawab moral yang kita tak dapat hindarkan diri;
kecuali jika kita dapat berkata bahwa kita mau menerima
untuk diri kita sendiri aneka kesulitan dan kezaliman yang
ditimpakan atas orang-orang Palestina, maka kita terpaksa
membenarkan apa yang telah diperbuat atas mereka, atau
mengakui bahwa kita terlalu lemah (atau pengecut) untuk
berbuat sesuatu guna menentangnya.

Jika demikian, maka ada suatu masalah moral yang memaksa
kita prihatin. Gereja (dengan kata ini saya maksudkan semua
cabang-cabang dan Agama Nasrani) berkewajiban memberikan
suatu bimbingan kepada mereka dan pada kita yang menghormati
kekuasaannya. Kita mempunyai kewajiban untuk menerima
bimbingan itu dan berbuat apa yang kita mampu untuk
mengamalkannya. Jika tidak, maka kita telah
mendemonstrasikan kepada dunia bahwa kita telah
mengenyampingkan tanggung jawab yang termasuk dalam
penerimaan iman Nasrani.

Seharusnya ada lebih banyak tekanan atas pemerintahan kita
dan lebih banyak tekanan dalam surat kabar atas keperluan
bertindak. Tetapi apa yang kita dengar? Suatu suara yang
terus menerus didengungkan bukan untuk melenyapkan kekejaman
itu, tetapi untuk melanjutkannya. Suara-suara tenar yang
meminta senjata-senjata yang lebih modern; bukan untuk
mereka yang menderita dari kekejamaan, tetapi untuk mereka
yang memetik keuntungan dari dilanjutkannya pendudukan atas
tanah-tanah yang dirampok dan orang-orang pnbumi Palestina.

Apapun haluan mereka yang sudah atau yang sekarang ini
terhadap orang-orang Yahudi, yang telah merusak sejarah dari
Timur-Tengah untuk membenarkan permusuhan terbuka terhadap
bangsa-bangsa Arab, membuktikan kepada dunia bahwa mereka
adalah "racists." Propaganda "Ummat Terpilih" (yang
ditujukan kepada orang-orang Yahudi) telah membuat banyak
untuk merobah politik-politik Barat terhadap Timur Tengah
sejak 30 tahun yang lalu. Ini telah mengakibatkan aniaya
terhadap orang-orang Palestina dan kekacauan teologis dalam
beberapa organisasi gerejani seperti "Assemblies of God,"
"Baptist" dan lain-lain Fundamentalists.

Orang-orang Kristen setuju menghormati wewenang Perjanjian
Lama, tetapi mereka berjauhan dalam penafsirannya. Semua
mufakat tentang adanya perjanjian antara Tuhan dan Israel
purba; suatu perjanjian yang membebankan kewajiban-kewajiban
dan juga memberi hak-hak. Ketika kewajiban-kewajiban ini
diabaikan, orang-orang Yahudi dapat siksaan dan dibuang ke
Babilonia. Hal ini sudah dinubuatkan pula oleh para Nabi,
dan terus oleh Yeremiah yang melipurkan umat dengan
kata-kata bahwa walaupun aneka dosa mereka telah membatalkan
perjanjian Lama dan harus menerima hukumannya, Tuhan dalam
kebijaksanaanNya akan mengutus seorang Juru Hukum Baru yang
akan menguatkan Perjanjian Baru (Yer. 31:31). Tidak akan ada
anggota "Yahudi," juga tidak "Yunani," terbuka bagi siapa
saja yang menerima Yesus Kristus. Demikianlah, negara
Palestina bukanlah pengharapan Kristen. Kewarganegaraan kita
ada di dalam Yerusalem Baru. (Lbr 11:10, 16, 12: 22-24; 13:
14; Wahyu 21:2 10; 22-19).8

YEREMIA 31:31 Sesungguhnya, akan datang waktunya,
demikianlah firman Tuhan, Aku akan mengadakan perjanjian
baru dengan ... dan seterusnya.

IBRANI 11:10, 16 - Sebab ia menanti-nantikan kota yang
mempunyai dasar, yang direncanakan dan dibangun oleh Allah.
Tetapi sekarang mereka merindukan tanah air yang lebih baik,
yaitu satu tanah air sorgawi. Sebab itu Allah tidak malu
disebut Allah mereka, karena Ia telah mempersiapkan sebuah
kota bagi mereka.

IBRANI 12:22-24 - Tetapi kamu sudah datang ke Bukit Sion, ke
kota Allah yang hidup, Yerusalem sorgawi dan kepada
beribu-ribu malaikat, suatu kumpulan meriah, dan kepada
jemaah anak-anak sulung, yang namanya terdaftar di sorga,
dan kepada Allah, yang menghakimi semua orang, dan kepada
roh-roh orang-orang benar yang telah menjadi sempurna, dan
kepada Yesus, Pengantara Perjanjian Baru, dan kepada darah
pemercikan, yang berbicara lebih kuat dari pada Habel.

IBRANI 13:14 - Sebab di sini kita tidak mempunyai tempat
tinggal yang tetap; kita mencari kota .... dan seterusnya.

WAHYU 21: 2, 10 - Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem
yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias
bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya.
Lalu, di dalam roh ia membawa aku ke atas sebuah gunung yang
besar lagi tinggi dan ia menunjukkan kepadaku kota yang
kudus itu, Yerusalem, dan seterusnya.

WAHYU 22:19 - Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari
perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan
mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota
kudus, seperti yang tertulis di dalam ... dan seterusnya.


Terakhir diubah oleh ichreza tanggal Mon May 28, 2012 8:35 am, total 1 kali diubah
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 64
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 67

Kembali Ke Atas Go down

Re: bagaimana segarusnya sikap kristen terhadap palestina?

Post by tukang tanya on Tue Jan 31, 2012 1:20 am

nice info
avatar
tukang tanya
KOPRAL
KOPRAL

Female
Posts : 26
Join date : 25.01.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: bagaimana segarusnya sikap kristen terhadap palestina?

Post by SEGOROWEDI on Tue Jan 31, 2012 7:07 am

itu masalah politik, selesaikan secara damai melalui jalur diplomasi bermartabat
anehnya, opini di indonesia seolah-olah ada sekelompok muslim yang dizolimi

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: bagaimana segarusnya sikap kristen terhadap palestina?

Post by keroncong on Tue Jan 31, 2012 8:56 am

@SEGOROWEDI wrote:itu masalah politik, selesaikan secara damai melalui jalur diplomasi bermartabat
anehnya, opini di indonesia seolah-olah ada sekelompok muslim yang dizolimi


bukan soal politik saja dogol, tapi juga soal militer dan penjajahan.......
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 64
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 67

Kembali Ke Atas Go down

Re: bagaimana segarusnya sikap kristen terhadap palestina?

Post by Penyaran on Sun Feb 19, 2012 1:26 pm




Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2559
Join date : 03.01.12
Reputation : 115

Kembali Ke Atas Go down

Re: bagaimana segarusnya sikap kristen terhadap palestina?

Post by SEGOROWEDI on Mon Feb 20, 2012 8:38 am

suruh hamas-fatah kompak dulu
baru rundingan dengan israel secara damai dan bermartabat

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: bagaimana segarusnya sikap kristen terhadap palestina?

Post by Pembela Kristen on Thu Feb 23, 2012 8:53 pm

"Maka apabila segala hal ini berlaku atasmu, yakni berkat dan kutuk yang telah kuperhadapkan kepadamu itu, dan engkau menjadi sadar dalam hatimu di tengah-tengah segala bangsa, ke mana TUHAN, Allahmu, menghalau engkau, dan apabila engkau berbalik kepada TUHAN, Allahmu, dan mendengarkan suara-Nya sesuai dengan segala yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini, baik engkau maupun anak-anakmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, maka TUHAN, Allahmu, akan memulihkan keadaanmu dan akan menyayangi engkau. Ia akan mengumpulkan engkau kembali dari segala bangsa, ke mana TUHAN, Allahmu, telah menyerakkan engkau. Sekalipun orang-orang yang terhalau dari padamu ada di ujung langit, dari sanapun TUHAN, Allahmu, akan mengumpulkan engkau kembali dan dari sanapun Ia akan mengambil engkau. TUHAN, Allahmu, akan membawa engkau masuk ke negeri yang sudah dimiliki nenek moyangmu, dan engkaupun akan memilikinya pula. Ia akan berbuat baik kepadamu dan membuat engkau banyak melebihi nenek moyangmu. (Ulangan 30:1-5)

Pada waktu itu Tuhan akan mengangkat pula tangan-Nya untuk menebus sisa-sisa umat-Nya yang tertinggal di Asyur dan di Mesir, di Patros, di Etiopia dan di Elam, di Sinear, di Hamat dan di pulau-pulau di laut. Ia akan menaikkan suatu panji-panji bagi bangsa-bangsa, akan mengumpulkan orang-orang Israel yang terbuang, dan akan menghimpunkan orang-orang Yehuda yang terserak dari keempat penjuru bumi. (Yesaya 11:11-12)

Aku akan memberi kamu menemukan Aku, demikianlah firman TUHAN, dan Aku akan memulihkan keadaanmu dan akan mengumpulkan kamu dari antara segala bangsa dan dari segala tempat ke mana kamu telah Kuceraiberaikan, demikianlah firman TUHAN, dan Aku akan mengembalikan kamu ke tempat yang dari mana Aku telah membuang kamu. (Yeremia 29:14)

Seperti kepada persembahan yang harum Aku berkenan kepadamu pada waktu Aku mengeluarkan kamu dari tengah bangsa-bangsa dan mengumpulkan kamu dari negeri-negeri, di mana kamu berserak, dan Aku akan menunjukkan kekudusan-Ku kepadamu di hadapan bangsa-bangsa. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, pada waktu Aku membawa kamu masuk ke tanah Israel, ke negeri yang dengan sumpah telah Kujanjikan memberikannya kepada nenek moyangmu. (Yehezkiel 20:41-42)
avatar
Pembela Kristen
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 349
Join date : 29.01.12
Reputation : 4

Kembali Ke Atas Go down

Re: bagaimana segarusnya sikap kristen terhadap palestina?

Post by keroncong on Tue Mar 06, 2012 2:43 pm

@SEGOROWEDI wrote:suruh hamas-fatah kompak dulu
baru rundingan dengan israel secara damai dan bermartabat

udah kompak boy.........lalu bagaimana pendapat protestan?
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 64
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 67

Kembali Ke Atas Go down

Re: bagaimana segarusnya sikap kristen terhadap palestina?

Post by SEGOROWEDI on Tue Mar 06, 2012 2:47 pm

ichreza wrote:
udah kompak boy.........lalu bagaimana pendapat protestan?

kompak apanya..
yang satu mau terima apa adanya lalu hidup berdampingan secara damai, yang lain tetep mo semuanya dan perang

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: bagaimana segarusnya sikap kristen terhadap palestina?

Post by islam pasti jaya on Tue Mar 06, 2012 2:59 pm

@SEGOROWEDI wrote:itu masalah politik, selesaikan secara damai melalui jalur diplomasi bermartabat
anehnya, opini di indonesia seolah-olah ada sekelompok muslim yang dizolimi

ummat Muslim dibatasi untuk beribadah di Masjid al-Aqsa oleh kemiliteran Israel, yang muda-mudi/dewasa diLARANG sedangkan yg boleh hanyalah orang2 tua yg renta/uzur...mengapa bisa sampai masuk kemasalah pelarangan Ibadah seperti ini??

Dan siapa yg tidak merasa terdzolimi (tidak hanya ummat islam saja) ketika ditanah kelahirannya sendiri namun mereka malah mendapati bentuk kekerasan dari orang asing....

Siapa yg tidak merasa terdzolimi ketika tentara Israel menembaki anak2 serta para Ibu (rakyat sipil) yg tidak berdosa...ini adalah Fakta yg terjadi di lapangan...

islam pasti jaya
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 354
Kepercayaan : Islam
Join date : 16.01.12
Reputation : 16

Kembali Ke Atas Go down

Re: bagaimana segarusnya sikap kristen terhadap palestina?

Post by SEGOROWEDI on Tue Mar 06, 2012 3:10 pm

@islam pasti jaya wrote:
ummat Muslim dibatasi untuk beribadah di Masjid al-Aqsa oleh kemiliteran Israel, yang muda-mudi/dewasa diLARANG sedangkan yg boleh hanyalah orang2 tua yg renta/uzur...mengapa bisa sampai masuk kemasalah pelarangan Ibadah seperti ini??

Dan siapa yg tidak merasa terdzolimi (tidak hanya ummat islam saja) ketika ditanah kelahirannya sendiri namun mereka malah mendapati bentuk kekerasan dari orang asing....

Siapa yg tidak merasa terdzolimi ketika tentara Israel menembaki anak2 serta para Ibu (rakyat sipil) yg tidak berdosa...ini adalah Fakta yg terjadi di lapangan...

paling demi keamanan
yang muda-muda selalu bikin ulah dan kerusuhan
intinya: tidak ada pelarangan

tanah air siapa?
mereka sudah tinggal di kawasan tersebut sebagai bangsa sejak ribuan tahun yang lalu
sebagian pergi, lalu pulang dan bersama yang masih tingal mendirikan negara
yang gak jelas justeru asal-usulnya itu 'bangsa' palestina

lha kan hamas sendiri yang menjadikan mereka tameng hidup?
ngajak berantem tapi ngumpetnya di pemukiman sipil
meski sudah diperingatkan israel, tentu saja korban sipil kadang tak terhindarkan

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: bagaimana segarusnya sikap kristen terhadap palestina?

Post by islam pasti jaya on Tue Mar 06, 2012 3:30 pm

@SEGOROWEDI wrote:
@islam pasti jaya wrote:
ummat Muslim dibatasi untuk beribadah di Masjid al-Aqsa oleh kemiliteran Israel, yang muda-mudi/dewasa diLARANG sedangkan yg boleh hanyalah orang2 tua yg renta/uzur...mengapa bisa sampai masuk kemasalah pelarangan Ibadah seperti ini??

Dan siapa yg tidak merasa terdzolimi (tidak hanya ummat islam saja) ketika ditanah kelahirannya sendiri namun mereka malah mendapati bentuk kekerasan dari orang asing....

Siapa yg tidak merasa terdzolimi ketika tentara Israel menembaki anak2 serta para Ibu (rakyat sipil) yg tidak berdosa...ini adalah Fakta yg terjadi di lapangan...

paling demi keamanan
yang muda-muda selalu bikin ulah dan kerusuhan
intinya: tidak ada pelarangan

tanah air siapa?
mereka sudah tinggal di kawasan tersebut sebagai bangsa sejak ribuan tahun yang lalu
sebagian pergi, lalu pulang dan bersama yang masih tingal mendirikan negara
yang gak jelas justeru asal-usulnya itu 'bangsa' palestina

lha kan hamas sendiri yang menjadikan mereka tameng hidup?
ngajak berantem tapi ngumpetnya di pemukiman sipil
meski sudah diperingatkan israel, tentu saja korban sipil kadang tak terhindarkan

Tidak ada pelarangan??????
Sudah jelas2 yg muda/i/dewasa dilarang...!!!
katanya (perlu dicek lg kebenarannya) bahwa saat ini sudah di TUTUP TOTAL oleh sebab ada penggalian bawah tanah yg dilakukan oleh militer Israel dibawah Masjid Al-Aqsa...

Pertanyaan besarnya adalah, Ada apa????

Ingat, sebelumnya... sebagian besar daerah Israel saat ini adalah tanah Palestina... yg setiap tahunnya kian menyusut sehingga tinggal sangat kecil dan itulah yg juga Israel hendak merebutkan tanah itu lagi....

Kemana Tokoh KRISTEN PAUS DI VATIKAN... Kemana PBB/AMERIKA yg tak kunjung mengakui kedaulatan negara Palestina??
DAN ADA APA DIBALIK SEMUA INI??

islam pasti jaya
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 354
Kepercayaan : Islam
Join date : 16.01.12
Reputation : 16

Kembali Ke Atas Go down

Re: bagaimana segarusnya sikap kristen terhadap palestina?

Post by keroncong on Wed Apr 18, 2012 5:50 pm

Mengapa kita harus membela Palestina ?
Ini pertanyaan menarik !!!. Mengapa kita ini sebagai bangsa Indonesia harus susah-susah mikirin Palestina. Toh mereka itu orang lain, saudara bukan teman juga bukan. Bukankah kita harus memikirkan bangsa kita dulu ?

Pertanyaan dan seruan seperti inilah yang sejak lama ditunggu-tunggu oleh para yahudi zionis. Sejak dahulu mereka mengincar tanah Palestina dan tidak pernah berhasil, karena umat Islam tidak pernah berpikir secara lokal. Lantaran sejak masa Rasulullah SAW, umat Islam itu selalu merasa satu tubuh. Mereka tidak pernah membentuk nasionalisme sempit dan kotak-kotak kecil yang menyekat persaudaraan dan kesatuan mereka.

Ketika sekelompok Yahudi datang mengemis untuk diperbolehkan tinggal di wilayah Palestina kepada Sultan Abdul Hamid II, penguasa khilafah Turki Utsmani saat itu dengan membayar upeti, maka dengan gagah perkasa sultan yang adil itu menjawab,”Walaupun kalian iris tubuhku menjadi potongan-potongan kecil, demi Allah tidak akan aku izinkan kalian tinggal di negeri itu”.

Sehingga satu agenda yang tidak pernah dilupakan oleh yahudi yaitu bagaimana menumbangkan khilafah. Dan agenda itu akhirnya berhasil dilaksanakan karena pada tahun 1924, Mustafa Kamal Ataturk telah membubarkan khilafah Islamiyah terakhir dalam sejarah panjang umat Islam.

Hanya setelah penjajahan bangsa barat-lah umat Islam ini mulai tidak merasa satu tubuh. Setelah para penjajah itu pergi, kita mewarisi sebuh kepandiran berpikir dengan membentuk diri menjadi ratusan negara kecil-kecil yang rata-rata miskin, lemah, terbelakang dan bodoh. Dari yang tadinya sebuah khilafah Islamiyah besar dan ditakuti lawan. Wilayahnya terbentang luas dari Maroko di ujung barat hingga Maroke di ujung Timur. Tapi kini menjadi negara bonsai yang tidak punya kekuatan apa-apa. Hidup terlilit hutang luar negeri dan tidak punya SDM. Kekayaan alamnya habis dijarah mantan penjajah dan persatuannya lenyap.

Maka tepatlah peringatan Rasulullah SAW 1400 tahun yang lalu bahwa umat Islam akan menjadi binatang yang dikerubuti oleh sekawanan binatang pemangsa. Rasa takut dan gentar telah Allah SWT cabut dari hati musuh-musuh Islam itu. Dan sebaliknya Allah SWT memasukkan penyakit wahan ke dalam jiwa umat Islam. Yaitu cinta dunia dan takut mati.

Kalau dahulu Yahudi dunia sulit untuk menjarah Palestina, lantaran mereka tidak hanya menghadapi sebuah bangsa Palestina. Tapi mereka menghadapi 1 Milyar umat Islam di seluruh dunia. Mereka semua merasa bahwa tanah itu milik mereka sendiri. Tapi dengan Al-Gahzwul Fikri (perang pemikiran), yahudi dunia berhasil melokalisir peperangan itu hanya dengan negara-negara arab saja.

Lalu opini semakin dikembangkan sehingga perang itu bisa dilokalisir hanya dengan beberapa gelintir negara yang berbatasan langsung dengan wilayah Palestina seperti Mesir, Suriah, Yordan dan Libanon. Lalu tahap berikutnya lebih mengharukan lagi, karena negara-negara itu kehabisan nafas dan berhenti dari perang bahkan malah berdamai dan membuat hubungan diplomatik dengan yahudi penjarah. Sehingga perang itu hanya berlangsung antara yahudi dengan bangsa Paletina.

Sekarang ini, yahudi bahkan berhasil melokalisir peperangan hanya dengan sekelompok umat Islam dari bangsa Palestina, yaitu Hamas dan Fatah saja. PLO sendiri yang tadinya diharapkan menjadi tumpuan harapan malah ikut duduk semeja dan menerima semua ketentuan yahudi. Nyaris tak ada lagi perlawanan berarti dari umat Islam kecuali lemparan baru dari tangan-tangan mungil anak-anak HAMAS.

Karena itu yang paling berbahagia kalau mendengar pertanyaan di awal jawaban ini tidak lain adalah yahudi sendiri. Mereka berbahagia karena solidaritas dan persatuan umat Islam benar-benar telah lenyap dimakan nasionalisme sempit karya mereka juga. Artinya, penjajahan terhadap komunitas umat Muhammad ini masih benar-benar berjalan sesuai dengan rencana besar mereka.

Karena kalau umat Islam sudah tidak peduli dengan nasib saudaranya, apalagi dengan nasib tanah sucinya, maka pertolongan Allah SWT itu semakin jauh saja.
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 64
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 67

Kembali Ke Atas Go down

Re: bagaimana segarusnya sikap kristen terhadap palestina?

Post by keroncong on Wed Apr 18, 2012 5:50 pm

Sebenarnya masalah ini perlu dilihat dari runtutan sejarahnya. Yaitu bagaimana bisa ada sejumlah orang asing di dalam sebuah negeri berdaulat. Ini sangat penting untuk dipahami dengan jelas dan benar.

Jauh sebelumnya, Palestina itu adalah sebuah negara berdaulat, merdeka dan punya pemerintahan, rakyat dan garis-garis batas negara. Sebagai sebuah negara berdaulat yang diakui oleh PBB, maka siapa pun orang asing yang masuk ke dalam negeri itu harus mendapatkan izin (visa) dari pemerintahnya. Dan masalah ini sudah diakui di dunia international.

Anda pun sebagai orang asing, bila ingin masuk ke dalam wilayah USA, wajib punya izin masuk, juga tentunya passport dan selain itu harus mengikuti semua aturan hukum dan undang-undang yang berlaku di negara itu. Dan Anda haurs segera keluar dari wilayah negara itu bila visa Anda habis. Kalau tidak, maka Anda tetap akan diusir ke luar.

Dan biasanya, pemerintah setiap negara tidak akan memberi visa bila tidak ada ticket pesawat pulang pergi atau keterangan yang jelas tentang tujuan Anda mau apa dan jaminan yang Anda miliki.

Bayangkan bila Anda nekat dan menerobos masuk ke dalam wilayah USA dengan sengaja, maka US ARMY berhak melarang dan kalau perlu mereka akan menembak Anda di tempat. Kalau Anda tewas, maka tentara itu tidak bisa disalahkan karena mereka berindak seusai dengan UU.

Sekarang, marilah kita lihat apa yang dilakukan oleh yahudi-yahudi itu terhadap kedaulatan sebuah negara Palestina. Mereka bukan hanya menerobos masuk, tetapi juga datang dengan persenjataan, tank, meriam, bom dan mortir. Ini adalah sebuah ekspansi dan penjajahan. Dan sebuah penginjak-injakan atas kedaulatan sebuah negara. Apakah bila pemerintah dan rakyat negara terjajah itu memberikan perlawanan bersenjata atau dengan apapun termasuk dengan mengorbankan nyawa, Anda akan katakan bahwa itu terorisme atau pelanggaran hak asasi ?

Dan keberadaan orang israel di dalam sebuah negeri berdaulat adalah pelanggaran berat. Siapa pun yang masuk ke dalam sebuah negeri berdaultan tanpa izin lalu merampas kedaultan, dia adalah pelanggara HAM dan juga penjahat. Meski pun mereka tidak pakai senjata. Tahukah Anda mengapa ada orang ‘sipil’ yahudi yang mau masuk ke israel ?

Karena adanya jaminan keamanan dari tentara israel itu sendiri. Kalaulah tidak ada tentara, maka tidak mungkin orang sipil itu mau masuk israel. Jadi kalau orang sipil itu sampai terbunuh, itu adalah 100 % kesalahan tentara Israel sendiri yang membawa-bawa orang sipil ke dalam wilayah perang. Dan sebagai orang sipil yang waras, seharusnya mereka berpikir 100 kali kalau akan dijadikan umpan atau tumbal ke dalam wilayah konflik.

Jangankan orang sipil, prajurit militer pun seharusnya tidak boleh dijadikan tumbal dalam sebuah peperangan berdarah. Dan itu semua adalah akal-akalan licik yahudi yang tidak berani berperang kalau tidak dibalik benteng kokoh.

Mereka (yahudi) tidak akan memerangi kamu dalam keadaan bersatu padu, kecuali dalam kampung-kampung yang berbenteng atau di balik tembok. … (QS. Al-Hasyr : 14)

Dahulu, benteng yang mereka gunakan adalah tembok betulan, kini tentara paling pengecut sedunia itu berlindung di balik tembok manusia sipil. Dengan cara licik itu mereka berharap tidak akan digempur oleh umat Islam. Karena benteng tembok mereka selama ini dengan mudah dirobohkan dan umat Islam tetap dengan mudah bisa merengsek ke jantung pertahanan mereka. Jadi mereka perlu melindungi diri dengan wanita dan anak-anak tak berdosa agar selamat. Padahal benteng manusia itu juga tidak kalah takutnya dari mereka.

Kalau mereka minta agar umat Islam tidak membuh warga sipil mereka, tapi apa yang mereka lakukan terhadap warga sipil palestina ? Adakah mereka menahan diri tidak membunuh warga sipil palestina ? Tentu sama sekali tidak. Justru moncong senapan mereka setiap hari menyalak mencabuti nyawa berjuta warga palestina tak berdosa. Bagaimana mungkin umat Islam harus mematuhi aturan tidak membunuh orang sipil mereka sementara mereka dengan enaknya membunuh siapa saja dari umat Islam. Laki-laki, wanita, anak-anak tak berdosa, orang tua, penyandang cacat, orang sakit, wanita hamil dan termasuk ternak dan hewan peliharaan.

Hanya pengamat ‘kurang bacaan’ saja yang berpikir bahwa membunuh sipil yahudi yang telah melanggar perbatasan wilayah itu dilarang. Jadi dalam hal ini sipil atau militer yahudi tidak ada bedanya. Sama sama musuh yang halal darahnya. Dan buat bangsa yang sama sekali tidak pernah mematuhi aturan perang international, hanya satu cara menahammnya, lawan.

Perundingan damai sama sekali bukan jalan keluar. Satu-satunya jalan keluar buat konflik palestina itu adalah keluarnya yahudi dari tanah itu dimana mereka telah diharamkan untuk memasukinya. Atau dengan meng-keluar-kan nyawa dari tenggorokan mereka. Hanya itu dan tidak ada yang lainnya.
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 64
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 67

Kembali Ke Atas Go down

Re: bagaimana segarusnya sikap kristen terhadap palestina?

Post by keroncong on Wed Apr 18, 2012 5:52 pm

Banyak orang bertanya-tanya setelah pemboman terakhir yang terjadi di kota Al Quds, Tel Aviv dan Asqalan. Di mana orang-orang Yahudi terbunuh didalamnya karena operasi syahadah yang dilancarkan oleh pemuda-pemuda HAMAS… Mereka bertanya tentang hukum operasi ini yang mereka namakan sebagai "Bom Bunuh Diri". Apakah ini termasuk jihad fisabilillah, atau salah satu bentuk teroris? Apakah para pemuda yang mengorbankan dirinya itu termasuk para syahid atau disebut orang yang bunuh diri, karena mereka membunuh dirinya sendiri dengan ulah sendiri pula? Apakah perbuatan mereka itu termasuk dalam kategori menjerumuskan diri ke dalam kehancuran yang telah dilarang oleh Al Qur'an dalam sebuah ayatnya yang artinya:"Dan janganlah kamu menjerumuskan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan." (QS. Al Baqarah: 195).

Kami ingin katakan di sini bahwa operasi-operasi ini adalah termasuk cara yang paling jitu dalam jihad fisabilillah. Dan ia termasuk bentuk teror yang diisyaratkan dalam Al Qur'an dalam sebuah firman Allah Ta'ala yang artinya:

Dan persiapkanlah kekuatan apa yang bisa kamu kuasai dan menunggang kuda yang akan bisa membuat takut musuh-musuh Allah dan musuhmu." (QS. Al Anfal: 60).

Penamaan operasi ini dengan nama bunuh diri adalah sangat keliru dan menyesatkan. Ia adalah operasi tumbal heroik yang bernuansa agamis, ia sangat jauh bila dikatakan sebagai usaha bunuh diri. Juga orang yang melakukannya sangat jauh bila dikatakan sebagai pelaku bunuh diri.

Orang yang bunuh diri itu membunuh dirinya untuk kepentingan pribadinya sendiri. Sementara pejuang ini mempersembahkan dirinya sebagai korban demi agama dan umatnya. Orang yang bunuh diri itu adalah orang yang pesimis atas dirinya dan atas ketentuan Allah, sedangkan pejuang ini adalah manusia yang seluruh cita-citanya tertuju kepada rahmat Allah SWT.

Orang yang bunuh diri itu ingin menyelesaikan dari dirinya dan dari kesulitannya dengan menghabisi nyawanya sendiri, sedangkan seorang mujahid ini membunuh musuh Allah dan musuhnya dengan senjata terbaru ini yang telah ditakdirkan menjadi milik orang-orang lemah dalam menghadapi tirani kuat yang sombong. Mujahid itu menjadi bom yang siap meledak kapan dan di mana saja menelan korban musuh Allah dan musuh bangsanya, mereka (baca: musuh) tak mampu lagi menghadapi pahlawan syahid ini. Pejuang yang telah menjual dirinya kepada Allah, kepalanya ia taruh di telapak tangan-Nya demi mencari syahadah di jalan Allah.

Para pemuda pembela tanah airnya, bumi Islam, pembela agama, kemuliaan dan umatnya, mereka itu bukanlah orang-orang yang bunuh diri. Mereka sangat jauh dari bunuh diri, mereka benar-benar orang syahid. Karena mereka persembahkan nyawanya dengan kerelaan hati di jalan Allah; selama niatnya ikhlas hanya kepada Allah saja; dan selama mereka terpaksa melakukan cara ini untuk menggetarkan musuh Allah Ta'ala, yang jelas-jelas menyatakan permusuhannya dan bangga dengan kekuatannya yang didukung oleh kekuatan besar lainnya.

Juga aktivitas para pahlawan itu bukan tergolong menjerumuskan diri ke dalam kehancuran, seperti apa yang dipandang oleh sebagian orang awam. Bahkan perbuatan mereka itu termasuk perbuatan yang terpuji dalam jihad, dan sah menurut syari'at Islam. Dimaksudkan untuk bisa mengalahkan musuh, membunuh anggota musuh, menancapkan rasa takut kepada mereka dan mendorong kaum muslimin untuk berani menghadapi musuh-musuhnya.

Masyarakat Zionis adalah masyarakat militer, kaum lelaki dan wanitanya adalah prajurit dalam angkatan bersenjata, yang kapan saja bisa dipanggil segera. Jika seorang anak atau orang tua terbunuh dalam operasi ini, ia tidak bermaksud membunuhnya, namun masuk dalam kategori darurat perang. Dan segala yang darurat itu bisa membolehkan yang terlarang. Berikut ini akan kami sampaikan pendapat para ahli fiqh dalam masalah ini dan pendapat para mufasir mengenai firman Allah Ta'ala yang artinya:"Dan janganlah kamu jerumuskan dirimu ke jurang kebinasaan." (QS. Al Baqarah: 195).

PENDAPAT IMAM AL JASSHASH, DARI MADZHAB HANAFI
Imam Al Jasshash, dari madzhab Hanafi, dalam kitabnya Ahkam Al Qur'an menyatakan bahwa tafsiran ayat 195 dalam surat Al Baqarah itu ada beberapa pandangan:

Pertama: apa yang diceritakan oleh Muhammad bin Abi Bakr, ia berkata: diceritakan dari Abu Dawud, ia berkata: diceritakan dari Ahmad bin 'Amr bin Al Sarh, ia berkata: diceritakan dari Ibn Wahb dari Haiwah bin Syuraih dan Ibn Luhai'ah bin Yazid bin Abi Hubaib dari Aslam Abi Umar, bahwa ia berkata: Kami pernah menyerang kota Kostantinopel, dalam rombongan perang itu ada Abdurrahman bin Al Walid. Sedangkan orang-orang Romawi saling menyandarkan punggung-punggungnya ke tembok kota. Lalu ada seseorang yang di bawah menghampiri pihak musuh, "tunggu, tunggu….! Laa Ilaaha Illallah! Ia mau menjerumuskan dirinya sendiri ke dalam kehancuran!" kata beberapa orang. Kemudian Abu Ayyub berkomentar:"Ayat ini tak lain diturunkan kepada kami, kaum Anshar, ketika Allah SWT memberikan pertolongan kepada Nabi-Nya dan memenangkan agama Islam, lalu kami berkata:"Ayo kita tegakkan harta kekayaan kita dan memperbanyaknya.

Maka arti menjerumuskan diri ke dalam kebinasaan itu artinya adalah memperbanyak harta dan meninggalkan jihad."

Abu Imran berkata:"Abu Ayyub masih saja berjihad di jalan Allah hingga dimakamkan di Kostantinopel." Abu Ayyub menceritakan bahwa menjerumuskan diri ke dalam kebinasaan itu adalah meninggalkan jihad fisabilillah, dan ayat yang menunjukkan hal itu sudah diturunkan.

Pendapat yang sama juga diriwayatkan dari Ibn Abbas, Hudzaifah, Hasan Al Bashri, Qatadah, Mujahid dan Al Dhahak. Diriwayatkan dari Al Barra' ibn Azib dan Ubaidah Al Salmani: bahwa menjerumuskan ke dalam kebinasaan itu adalah pesimis dengan ampunan karena melakukan kemaksiatan.

Kedua: Berlebih-lebihan dalam berinfaq sampai tidak bisa makan dan minum sampai akhirnya binasa.

Ketiga: Menerobos perang langsung tanpa bermaksud menyerang musuh. Inilah yang diartikan oleh beberapa orang dalam riwayat di atas yang kemudian ditentang oleh Abu Ayyub sambil menyertakan sebab turunnya ayat tersebut.

Ketiga pandangan itu bisa memenuhi arti yang dimaksud oleh ayat di atas karena ada kemungkinan-kemungkinan atas lafadznya. Atau bisa dikorelasikan antara keduanya tanpa harus ada kontradiksi didalamnya. Adapun tafsiran yang mengatakan bahwa maksudnya adalah seseorang dibawa di arena musuh, maka Muhammad bin Al Hasan pernah menyebutkan dalam Al Siyar Al Kabir:

"kalaupun ada seseorang dibawa kepada seribu orang, ia sendiri tidak ada masalah, jika ia ingin selamat atau menyerang. Namun jika tidak ingin selamat dan tidak pula menyerang, maka kami tidak setuju karena ia menjerumuskan dirinya ke dalam kebinasaan tanpa ada manfaat buat kaum muslimin. Sedangkan jika ia tidak mau selamat atau tidak mau menyerang, tapi ingin membuat kaum muslimin lebih berani dan melakukan seperti apa yang ia lakukan sampai mereka terbunuh dan bisa membunuh musuh, maka hal itu tidak apa-apa, insya Allah. Karena kalaupun ia ingin menyerang musuh dan tidak ingin selamat, maka kami melihatnya tidak apa-apa untuk dilemparkan kepada musuh. Begitu pula jika ia menyerang yang lainnya dalam kelompok tersebut, maka itupun tidak apa-apa. Dan kami mengharap perbuatannya itu dapat pahala. Yang tidak boleh itu adalah sebagai berikut: jika dilihat dari beberapa sudut pandang, perbuatan itu tidak ada manfaatnya, walaupun ia tidak ingin selamat dan tidak mau menyerang. Namun jika perbuatan itu membuat takut musuh, maka hal itu tidak apa-apa karena cara ini adalah cara yang paling tepat dalam menyerang, dan juga sangat bermanfaat bagi kaum muslimin".

Imam Al Jasshash berkata: Apa yang dikatakan oleh Muhammad tentang pendapat-pendapat itu adalah benar, dan tidak ada pendapat yang lain lagi. Maka tafsiran dalam riwayat Abu Ayyub yang mengatakan bahwa ia menjerumuskan dirinya ke dalam kebinasaan, itu ditafsirkan dengan membawanya kepada pihak musuh, karena bagi mereka hal itu tidak ada manfaatnya. Jika memang begitu maka tidak boleh ia memusnahkan dirinya tanpa ada manfaat bagi agama dan bagi kaum muslimin.

Namun jika dalam pemusnahan diri itu ada manfaat bagi agama, maka ini adalah kedudukan yang sangat mulia. Karena Allah SWT telah memuji para shahabat Nabi SAW yang melakukan hal itu dalam banyak firman-Nya. Diantaranya adalah: "Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh." (QS. At Taubah: 111).

"Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezki." (QS. Ali Imran: 169).

"Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah." (QS. Al Baqarah: 207).

Dan beberapa ayat lagi yang menceritakan tentang pujian Allah terhadap orang mengorbankan jiwanya untuk Allah SWT.

Imam Al Jasshash melanjutkan:"Oleh karena itu hukum amar ma'ruf nahi munkar harus berbentuk ketika ia menginginkan kemanfaatan bagi agama, lalu mengorbankan jiwanya sampai terbunuh, maka ia mendapatkan kedudukan syuhada yang paling tinggi. Karena Allah SWT berfirman yang artinya:

"Dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang munkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)." (QS. Luqman: 17).

Telah meriwayatkan Ikrimah dari Ibnu Abbas dari Nabi SAW bahwa beliau bersabda:"Semulia-mulia syahid adalah Hamzah bin Abdul Muthalib dan orang yang berbicara dengan kalimat yang benar di hadapan penguasa tiran lalu ia terbunuh."

PENDAPAT IBNU KATSIR DAN IMAM THABARI
Ibnu Katsir meriwayatkan bahwa ada seseorang yang bertanya kepada Al Bara' bin Azib Al Anshari:"Jika aku dibawa dihadapkan kepada musuh lalu mereka membunuhku, apakah aku masuk dalam kategori menjerumuskan diri ke dalam kebinasan?", "Tidak!"jawabnya, lalu melanjutkan:"Allah Ta'ala telah berfirman kepada Rasul-Nya (yang artinya):"Maka berperanglah di jalan Allah sebab tidak dibebani selain dirimu sendiri." Ayat "menjerumuskan diri ke dalam kebinasaan" itu dalam bab nafakah, maksudnya tidak memberikan nafakah (infaq) dalam jihad. [ix] Imam Thabari meriwayatkan dengan sanadnya sendiri dalam tafsirnya, dari Abu Ishaq Al Subay'i berkata: Aku bertanya kepada Al Bara' bin Azib (shahabat):"Wahai Abu Immarah, ada seseorang yang berhadapan dengan seribu musuh sendirian. Biasanya kondisi semacam ini, orang yang sendirian ini selalu kalah dan terbunuh. Apakah tindakan ini termasuk dalam kategori firman Allah Ta'la:"Dan janganlah kamu menjerumuskan dirimu ke dalam kebinasaan"?, "Tidak, ia berperang sampai terbunuh. Karena Allah Ta'ala berfirman kepada Nabi-Nya:"Maka berperanglah di jalan Allah, karena tidak dibebankan kecuali dirimu sendiri." (QS. An Nisa': 84).

PENDAPAT IBNU TAIMIYAH
Pendapat yang hampir sama juga dikemukan oleh Ibn Taimiyah dalam kitab "Fatawa" nya tentang memerangi kaum Tatar. Berdasarkan dalil dari riwayat Imam Muslim dalam kitab "Shahih" nya dari Nabi SAW tentang kisah Ashhabul Ukhdud. Cerita itu mengkisahkan seorang bocah memerintahkan (kepada sanga raja) untuk membunuh dirinya, demi kemenangan agama (yang diyakininya) ketika meminta kepada algojo-algojo raja agar membaca:

Bismillah Rabbi Ghulam (Dengan nama Allah, Tuhan boah ini) saat melemparkan panah ke arahnya. Ibn Taimiyah melanjutkan: Oleh karena itu para Imam yang empat memperbolehkan seorang muslim menyerbu sendirian dalam kubu pasukan musuh, walaupun kemungkinan besar mereka akan membunuhnya. Jika memang di situ ada kemaslahatan bagi kaum muslimin. Kami telah beberkan panjang lebar masalah ini dalam beberapa tema yang lain. PENDAPAT IMAM ASY SYAUKANI
Imam Asy Syaukani dalam tafsirnya "Fath Al Qadir" menjelaskan: yang benar dalam masalah ini adalah dengan memegang pada keumuman lafadz, bukan sebaliknya memegang teguh pada kasuistis (sebab turun ayat). Maka segala apa yang masuk dalam artian kebinasaan di dalam agama atau dunia, itu masuk dalam kategori ini. Termasuk dalam kategori ayat adalah masalah berikut: bila seseorang menyerbu dalam peperangan lalu dibawa berhadapan dengan pasukan besar, padahal ia yakin tidak bakal selamat dan tidak bisa mempengaruhi semangat perjuangan kaum muslimin.

PENDAPAT PENULIS TAFSIR AL MANAR
Di era modern ini, Syeikh Rasyid Ridha dalam tafsirnya "Al Manar" menyebutkan: termasuk dalam kategori larangan adalah ikut dalam peperangan namun tidak tahu (mengerti) strategi perang yang dipakai oleh musuh. Termasuk juga segala pertarungan yang tidak dibenarkan oleh syari'at, misalnya hanya ingin mengikuti nafsu belaka, bukan untuk menolong dan mendukung suatu kebenaran.

Pemahaman ini menunjukkan bahwa pertarungan yang diperhitungkan dan dibenarkan oleh syari'at adalah yang bisa menakut-nakuti musuh Allah dan musuh kita bersama. Juga menginginkan kemenangan al haq bukan sekedar mengikuti hawa nafsu belaka. Maka hal ini tidak termasuk dalam menjerumuskan diri ke dalam kebinasaan.

Kami yakin kebenaran itu sudah sangat jelas sekali, cahaya pagi itu sudah nampak bagi yang punya indera. Semua pendapat di atas membantah mereka yang mengaku-aku pintar, yang telah menuduh para pemuda yang beriman kepada Tuhannya kemudian bertambah yakin keimanannya itu.

Mereka telah menjual dirinya untuk Allah, mereka dibunuh demi mempertaruhkan agama-Nya. Mereka menuduhnya telah membunuh diri dan menjerumuskan dirinya ke dalam kebinasaan. Mereka itu, insya Allah, adalah para petinggi syahid di sisi Allah. Mereka adalah elemen hidup yang menggambarkan dinamika umat, keteguhannya untuk melawan, ia masih hidup bukan mati, masih kekal tidak punah. Seluruh apa yang kami minta di sini adalah: seluruh operasi itu dilakukan setelah menganalisa dan menimbangkan sisi positif dan negatifnya. Semua itu dilakukan melalui perencanaan yang matang sekali di bawah pengawasan kaum muslimin yang mumpuni . Kalau mereka melihat ada kebaikan, segera maju dan bertawakkal kepada Allah.

Karena Allah SWT berfirman yang artinya:

"Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, maka sesungguhnya Allah itu Maha Agung dan Maha Bijaksana." (QS. Al Anfal: 49).
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 64
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 67

Kembali Ke Atas Go down

Re: bagaimana segarusnya sikap kristen terhadap palestina?

Post by islam pasti jaya on Thu May 17, 2012 9:32 pm

@islam pasti jaya wrote:
@SEGOROWEDI wrote:
@islam pasti jaya wrote:
ummat Muslim dibatasi untuk beribadah di Masjid al-Aqsa oleh kemiliteran Israel, yang muda-mudi/dewasa diLARANG sedangkan yg boleh hanyalah orang2 tua yg renta/uzur...mengapa bisa sampai masuk kemasalah pelarangan Ibadah seperti ini??

Dan siapa yg tidak merasa terdzolimi (tidak hanya ummat islam saja) ketika ditanah kelahirannya sendiri namun mereka malah mendapati bentuk kekerasan dari orang asing....

Siapa yg tidak merasa terdzolimi ketika tentara Israel menembaki anak2 serta para Ibu (rakyat sipil) yg tidak berdosa...ini adalah Fakta yg terjadi di lapangan...

paling demi keamanan
yang muda-muda selalu bikin ulah dan kerusuhan
intinya: tidak ada pelarangan

tanah air siapa?
mereka sudah tinggal di kawasan tersebut sebagai bangsa sejak ribuan tahun yang lalu
sebagian pergi, lalu pulang dan bersama yang masih tingal mendirikan negara
yang gak jelas justeru asal-usulnya itu 'bangsa' palestina

lha kan hamas sendiri yang menjadikan mereka tameng hidup?
ngajak berantem tapi ngumpetnya di pemukiman sipil
meski sudah diperingatkan israel, tentu saja korban sipil kadang tak terhindarkan

Tidak ada pelarangan??????
Sudah jelas2 yg muda/i/dewasa dilarang...!!!
katanya (perlu dicek lg kebenarannya) bahwa saat ini sudah di TUTUP TOTAL oleh sebab ada penggalian bawah tanah yg dilakukan oleh militer Israel dibawah Masjid Al-Aqsa...

Pertanyaan besarnya adalah, Ada apa????

Ingat, sebelumnya... sebagian besar daerah Israel saat ini adalah tanah Palestina... yg setiap tahunnya kian menyusut sehingga tinggal sangat kecil dan itulah yg juga Israel hendak merebutkan tanah itu lagi....

Kemana Tokoh KRISTEN PAUS DI VATIKAN... Kemana PBB/AMERIKA yg tak kunjung mengakui kedaulatan negara Palestina??
DAN ADA APA DIBALIK SEMUA INI??

Masih tanda tanya '?'

islam pasti jaya
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 354
Kepercayaan : Islam
Join date : 16.01.12
Reputation : 16

Kembali Ke Atas Go down

Re: bagaimana segarusnya sikap kristen terhadap palestina?

Post by SEGOROWEDI on Fri May 18, 2012 3:26 pm

hamas-fatah suruh pingsut dulu

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: bagaimana segarusnya sikap kristen terhadap palestina?

Post by rdnQtfz669 on Fri May 25, 2012 11:40 pm

Bani Israil (sekarang Israel) selalu mengusulkan perang dari pada damai,,

untuk agama non-muslim, saya minta do'anya untuk Palestina dan juga untuk Israel, semoga mereka diberikan hidayah pertolongan dan ditunjukan jalan yang benar oleh Allah s.w.t.
avatar
rdnQtfz669
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Age : 22
Posts : 260
Kepercayaan : Islam
Location : Soreang, Bandung
Join date : 25.04.12
Reputation : 1

Kembali Ke Atas Go down

Re: bagaimana segarusnya sikap kristen terhadap palestina?

Post by keroncong on Thu Jan 03, 2013 11:38 am

Istilah Palestina adalah tanah waqaf pertama kali diucapkan oleh Amirul-mukminin Umar bin Al-Khattab radhiallau 'anhu, tatkala beliau datang ke negeri itu untuk menerima penyerahan kunci Baitul Maqdis dari pemimpin tertinggi umat kristiani sedunia. Setelah sebelumnya umat Islam berhasil menembus negeri para nabi itu dan menaklukkannya dari kekuasaan umat kristiani.

Konon ketika menyerah kalah dari penetrasi umat Islam, pemimpin tertinggi umat kristiani bersedia menyerahkannya dengan syarat bahwa yang menerima kunci itu adalah orang nomor satu dari umat Islam. Yaitu penguasa tertinggi. Beliau adalah Khalifah Umar ibnul Khattab radhiyallu 'anhu, yang berkedudukan di Al-Madinah Al-Munawwarah.

Maka bertolaklah beliau berjalan ke Palestina dengan ditemani seorang pembantunya. Ada riwayat yang menyebutkan bahwa mereka berdua hanya membawa seekor tunggangan yang dinaiki bergantian sepanjang jalan. Hingga ketika tiba di pintu gerbang negeri itu, yang sedang dapat giliran naik justru pembantunya, bukan Umar. Akibatnya banyak orang salah paham dan mengira pembantu itu sebagai Umar.

Semua ini menunjukkan betapa bersahajanya seorang pemimpin dunia yang telah berhasil menaklukkan tiga imperium besar, Romawi, Mesir dan Persia.

Saat beliau menerima penyerahan tanah Palestina, beliau mengatakan bahwa tanah itu adalah wakaf bagi seluruh umat Islam.

Makna Wakaf Majazi

Namun pengetian tanah wakaf Palestina itu kalau kita sandingkan dengan istilah tanah wakaf dalam pengertian syariah, sesungguhnya lebih bersifat majazi.

Sebab sebagaimana yang kita ketahui dalam hukum fiqih, bila sebidang tanah telah diwakafkan, hukumnya menjadi tetap. Tanah itu tidak boleh dimiliki secara pribadi, tidak boleh dijual kepada orang lain, bahkan tidak boleh diwariskan secara turun temurun. Sebagaimana dalil berikut ini:

عبد الله بن عمر, قال: أصاب عمر أرضا بخيبر فأتى النبي صلى الله عليه وسلم يستأمره فيها فقال: يا رسول الله, إني أصبت أرضا بخيبر, لم أصب قط مالا أنفس عندي منه, فما تأمرني فيها ؟ فقال: إن شئت حبست أصلها, وتصدقت بها, غير أنه لا يباع أصلها, ولا يبتاع, ولا يوهب, ولا يورث. قال: فتصدق بها عمر في الفقراء, وذوي القربى, والرقاب, وابن السبيل, والضيف, لا جناح على من وليها أن يأكل منها, أو يطعم صديقا بالمعروف, غير متأثل فيه, أو غير متمول فيه متفق عليه

Dari Abdullah bin Umar ra. berkata bahwa Umar bin al-Khattab mendapat sebidang tanah di Khaibar. Beliau mendatangi Rasulullah SAW meminta pendapat beliau, "Ya Rasulallah, aku mendapatkan sebidang tanah di Khaibar yang belum pernah aku dapat harta lebih berharga dari itu sebelumnya. Lalu apa yang anda perintahkan untukku dalam masalah harta ini?" Maka Rasulullah SAW berkata, "Bila kamu mau, bisa kamu tahan pokoknya dan kamu bersedekah dengan hasil panennya. Namun dengan syarat jangan dijual pokoknya (tanahnya), jangan dihibahkan, jangan diwariskan." Maka Umar ra. bersedekah dengan hasilnya kepada fuqara, dzawil qurba, para budak, ibnu sabil juga para tetamu. Tidak mengapa bila orang yang mengurusnya untuk memakan hasilnya atau memberi kepada temannya secara makruf, namun tidak boleh dibisniskan (HR. Muttafaq 'alaihi)

Tentunya ungkapan tanah Palestina adalah tanah waqaf bukan dalam sepenuhnya sebagaimana kriteria atau pengertian waqaf dalam ilmu fiqih. Sebab penduduk muslim yang menempati tanah mereka, tentu tetap punya hak kepemilikan sepenuhnya atas tanahnya. Tanah itu boleh mereka perjual belikan dengan sesama mereka yang muslim. Juga boleh diwariskan ke anak cucu untuk dimiliki sepenuhnya.

Maksud khalifah Umar radengan istilah waqaf ini bahwa tanah Palestina tidak boleh dijual atau diserahkan kepada orang selain muslim. Sebagaimana hukum tanah masjid yang berstatus wakaf, di mana tanah masjid itu tidak boleh dijual kepada pihak lain atau kepada orang kafir.

Masjid Al-Aqsha dan Masjid Umar

Ada kejadian menarik saat itu ketika masuk waktu shalat. Untuk menjaga perasaan umat kristiani, beliau tidak shalat di dalam baitul maqdis yang sebelumnya berupa gereja. Meski secara hukum, hal itu dibolehkan dalam syariah Islam. Sebagai gantinya, beliau memilih sebuah tempat di dekatnya untuk melakukan shalat. Dan di kemudian hari, tempat di mana khalifah Umar ra. pernah shalat itu dibangun masjid dengan nama: Masjid Umar.

Masjid Umar punya bentuk arsitektur yang teramat khas, yaitu berkubah kuning keemasan. Banyak orang salah mengira bahwa masjidil Aqsha itu yang berkubah kuning. Sesungguhya masjid yang berkubah kuning itu bukan masjid Al-Aqsha, melainkan masjid Umar yang berdiri tepat di samping masjid Al-Aqsha.
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 64
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 67

Kembali Ke Atas Go down

Re: bagaimana segarusnya sikap kristen terhadap palestina?

Post by BiasaSaja on Sun Jan 06, 2013 3:05 pm

Serahkan ae semua wilayahnya ke ISRAEL beres deh usil
avatar
BiasaSaja
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 660
Kepercayaan : Protestan
Location : warnet langganan
Join date : 08.12.12
Reputation : 11

Kembali Ke Atas Go down

Re: bagaimana segarusnya sikap kristen terhadap palestina?

Post by islam pasti jaya on Fri Jan 11, 2013 12:41 am

@SEGOROWEDI wrote:hamas-fatah suruh pingsut dulu

masalahnya ada di Israel, mereka (israel) melakukan kejahatan perang dengan menggunakan peralatan2 militer terlarng seperti menggunakan bubuk fosfor dlm bomnya....tindak dulu yg tegas untuk Israel..!!!kenyataannya, amerika pun hanya cuman bisa mengecam & mengecam Israel (dr berbagai pemberitaan media/koran),,namun padahal tanpa tindakan yg berarti.....

islam pasti jaya
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 354
Kepercayaan : Islam
Join date : 16.01.12
Reputation : 16

Kembali Ke Atas Go down

Re: bagaimana segarusnya sikap kristen terhadap palestina?

Post by SEGOROWEDI on Fri Jan 11, 2013 8:50 am


hamas suruh brenti main petasan...
damai dah

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: bagaimana segarusnya sikap kristen terhadap palestina?

Post by Cak Yadi on Wed Feb 06, 2013 4:15 pm

Palestina sekarang (dalam Alkitab) termasuk tanah perjanjian yang diberikan Tuhan kepada bangsa Israel. Oleh karena itu bangsa-bangsa kafir tidak pernah secara sukarela mengakui kemerdekaan bangsa Palestina.
avatar
Cak Yadi
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 111
Kepercayaan : Katolik
Location : Solo
Join date : 06.02.13
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: bagaimana segarusnya sikap kristen terhadap palestina?

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik