FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Pemimpin Kafir bagi Muslim

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Pemimpin Kafir bagi Muslim

Post by risdianto on Fri Dec 16, 2016 8:42 pm



Bila ungkapan pada judul itu dikembalikan pada Al Maidah 51,tentu akan menimbulkan pertanyaan baru. Apa dasar ayat untuk melarang minoritas memimpin mayoritas? Sudah menjadi kewajiban bahwa satu ayat Al Quran dapat dijelaskan dengan ayat yang lain. Sebaiknya orang yang berpendapat seperti itu juga menerangkan ayat yang mendukung argumennya. Konsekuensi logis dari pendapat itu adalah muslim dilarang menjadi pemimpin di wilayah yang muslimnya minoritas. Dan menjadi akibat pula adalah Islam adalah rahmat bagi DKI Jakarta saja. Itu adalah sebuah fakta,bukan penistaan agama bila anda termasuk orang yang meyakini kebenaran “minoritas dilarang memimpin mayoritas”.

Di sisi lain,anda juga harus menerima fakta dan harus rela ketika segolongan orang berkata kepada anda “Islam adalah agama rasis”.

Pada satu masa di waktu lalu,ada dua orang yang bernama Musa dan Harun mendatangi raja yang jelas kafir. Dan beliau berdua bukan meminta raja untuk lengser tetapi hanya meminta sang raja berhenti menjadi tuhan. Dan di masa itu pula kedua orang mulia tersebut tidak sekalipun menolak kepemimpinan raja kafir.Anda boleh berkata Bani Israel saat itu adalah minoritas dan tertindas.

Anda juga harus berpikir alasan mengapa nabi Sulaiman tidak menyerang kerajaan Saba bila Sulaiman memiliki tentara dan persenjataan tercanggih pada jamannya. Anda tahu mengapa?Sulaiman berpikir cerdas untuk menghindarkan kerusakan yang terjadi bila ada peperangan yang 99% akan dimenangkan oleh sang nabi. Kecerdasan itulah yang diutarakan sang nabi melalui musyawarah dengan para petingginya dari golongan jin dan manusia. Seharusnya bila minoritas diharamkan memimpin mayoritas ini berarti anda mengijinkan hukum rimba diberlakukan di republik ini. Anda setuju?Itu baik bila anda setuju. Anda telah menunjukkan kewarasan logika untuk berpikir lebih maju.Selamat!!!

Bila anda tidak setuju bahwa minoritas diharamkan memimpin mayoritas adalah baik jika menengok sejarah. Seorang wali,Sunan Ampel selama hidupnya tidak pernah memberontak atau minta kedaulatan dari Raja Brawijaya. Justru beliau banyak membantu berbenah moral rakyat Majapahit sedangkan kita bisa berprasangka bahwa Sunan Ampel dengan pengaruh dan kedekatannya dengan Raja Brawijaya bisa saja mengkudeta pemerintahan yang sah. Dan kerajaan Demak berdiri adalah karena momentum bahwa Majapahit sudah terpecah menjadi 2 bagian dan sudah tentu perpecahan ini seperti menjadikan tak ada lagi tuan rumah di tanah Jawa. Sama halnya bila Indonesia sudah terpecah karena makar maka setiap orang boleh dan berhak mengklaim kemerdekaan sendiri.

Inikah yang anda inginkan?

Isi Pasal 25 Piagam Madinah bahwa kaum Yahudi dari Bani Auf adalah satu umat dengan mukminin. Bagi kaum Yahudi agama mereka dan bagi kaum muslimin agama mereka. Kebebasan ini berlaku bagi sekutu-sekutu dan diri mereka sendiri kecuali bagi yang zalim dan jahat karena hal demikian akan merusak diri dan keluarga.

Perhatikan frasa “kaum yahudi dari bani Auf adalah satu umat dengan mukminin”.

Mengapa Rasulullah menyatakan satu umat?Apakah ini termasuk demokrasi dalam persamaan hak dan kewajiban bernegara?

Bila iya,sewajarnya keturunan Tionghoa yang Konghucu atau Kristen atau Budha juga memiliki hak dipilih sebagai eksekutif dan legislatif termasuk didalamnya adalah menjadi tentara. Seharusnya kita konsisten,bila minoritas dilarang memimpin mayoritas maka Papua,Aceh,Sulawesi dilarang dipimpin oleh mereka yang berdarah atau keturunan Jawa. Jawa dilarang dipimpin oleh keturunan Papua.

Bila tidak,mohon jelaskan kepada saya mengapa kaum minoritas diharamkan memimpin kaum mayoritas?

menyadari bahwa munculnya Ahok dalam lembaga eksekutif adalah kegagalan umat Islam dan partai politik berbasis agama untuk kaderisasi. Kita terlalu sibuk dengan jumlah rakaat tarawih,boleh atau tidak qunut dalam subuh,terlalu sibuk untuk budaya hedonis dst sehingga melupakan kewajiban untuk membina masa depan bagi anak cucu di kemudian hari.

Kita terlalu taklid pada seseorang yang kita anggap/angkat sebagai guru,beranilah untuk berbeda pendapat karena sesalah-salahnya ulama adalah kesesatan yang nyata bila anda taklid buta (makmum tanpa mikir). Ulama yang anda patuhi tidak akan turut menanggung azab kubur dan akhirat bila anda terjerumus di sana. Karena sang ulama sudah terlalu sibuk dengan pertanyaan yang bakal diajukan oleh Allah di hari hisab. Setiap pemimpin bertanggung jawab atas yang dipimpin dan setiap anak buah bertanggung jawab pada diri sendiri.


Untuk Indonesia.

Sumber
risdianto
risdianto
PRAJURIT
PRAJURIT

Male
Age : 45
Posts : 14
Kepercayaan : Islam
Location : Boyolali
Join date : 28.11.16
Reputation : 9

Kembali Ke Atas Go down

Re: Pemimpin Kafir bagi Muslim

Post by dee-nee on Fri Dec 16, 2016 9:31 pm

ketika Sadiq Khan terpilih menjadi walikota London ... mereka2 di negara ini berkata "Allahu Akbar .... lihat bagaimana seorang muslim bisa terpilih sebagai walikota di negara mayoritas non-muslim ... lihat bagaimana pertolongan Allah selalu datang kepada orang2 yang DIA benarkan"

ketika Ahok ditolak kepemimpinan-nya karena dia adalah non-muslim di negara mayoritas muslim .... orang2 yang sama di negara ini berkata "Ini bukan rasis ... tapi perintah Allah .... Allahu Akbar"

kata "Allahu Akbar" pun dipakai untuk me-legitimasi apa yang menurut manusia benar

I wonder .... ada apa dengan kata "Allahu Akbar" ??

- apakah karena sudah berteriak "Allahu Akbar" ... maka apapun yang ada di kepala manusia menjadi sah dalilnya ??

- apakah Allah sudah begitu dianggap seperti "anak kecil" yang bila kita puji2 namaNya ... maka DIA langsung girang bukan kepalang hingga tidak bisa membedakan antara yang hak dan batil ??

wondering aja sih ??

piss


Terakhir diubah oleh dee-nee tanggal Mon Dec 19, 2016 10:53 am, total 1 kali diubah
dee-nee
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: Pemimpin Kafir bagi Muslim

Post by isaku on Sat Dec 17, 2016 7:02 am

Adakah kebatilan ketika sekedar mengikuti perintah larangan Allah?
avatar
isaku
KAPTEN
KAPTEN

Male
Posts : 3590
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 17.09.12
Reputation : 141

Kembali Ke Atas Go down

Re: Pemimpin Kafir bagi Muslim

Post by frontline defender on Sat Dec 17, 2016 10:22 am

risidianto wrote:Isi Pasal 25 Piagam Madinah bahwa kaum Yahudi dari Bani Auf adalah satu umat dengan mukminin. Bagi kaum Yahudi agama mereka dan bagi kaum muslimin agama mereka. Kebebasan ini berlaku bagi sekutu-sekutu dan diri mereka sendiri kecuali bagi yang zalim dan jahat karena hal demikian akan merusak diri dan keluarga.
coba perhatikan bagian pengecualian ini :
Kebebasan ini berlaku bagi sekutu-sekutu dan diri mereka sendiri kecuali bagi yang zalim dan jahat karena hal demikian akan merusak diri dan keluarga.
frontline defender
frontline defender
MAYOR
MAYOR

Posts : 6460
Kepercayaan : Islam
Join date : 17.11.11
Reputation : 137

Kembali Ke Atas Go down

Re: Pemimpin Kafir bagi Muslim

Post by njlajahweb on Sat Dec 17, 2016 2:27 pm

Quote
Adakah kebatilan ketika sekedar mengikuti perintah larangan Allah?

tanggapan
bisa ada kalau hanya secara lahiriah saja tanpa diikuti kebenaran yang batiniah
njlajahweb
njlajahweb
KOLONEL
KOLONEL

Female
Posts : 22407
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 117

Kembali Ke Atas Go down

Re: Pemimpin Kafir bagi Muslim

Post by isaku on Sun Dec 18, 2016 7:40 am

@risdianto wrote:Bila ungkapan pada judul itu dikembalikan pada Al Maidah 51,tentu akan menimbulkan pertanyaan baru. Apa dasar ayat untuk melarang minoritas memimpin mayoritas? Sudah menjadi kewajiban bahwa satu ayat Al Quran dapat dijelaskan dengan ayat yang lain. Sebaiknya orang yang berpendapat seperti itu juga menerangkan ayat yang mendukung argumennya. Konsekuensi logis dari pendapat itu adalah muslim dilarang menjadi pemimpin di wilayah yang muslimnya minoritas. Dan menjadi akibat pula adalah Islam adalah rahmat bagi DKI Jakarta saja. Itu adalah sebuah fakta,bukan penistaan agama bila anda termasuk orang yang meyakini kebenaran “minoritas dilarang memimpin mayoritas”.

Pada satu masa di waktu lalu,ada dua orang yang bernama Musa dan Harun mendatangi raja yang jelas kafir. Dan beliau berdua bukan meminta raja untuk lengser tetapi hanya meminta sang raja berhenti menjadi tuhan. Dan di masa itu pula kedua orang mulia tersebut tidak sekalipun menolak kepemimpinan raja kafir.Anda boleh berkata Bani Israel saat itu adalah minoritas dan tertindas
.
Kesalahan pemahaman menyebabkan kesalahan asumsi dan kesalahan kesimpulan. Efek lanjutannya adalah terjatuh ke dalam fitnah dan prasangka tanpa dasar.

SEJAK KAPAN ALMAIDAH 51 PUNYA TAFSIR LARANGAN MINORITAS MEMIMPIN MAYORITAS?
ANDA SEORANG MUFASSIR?KALAU TIDAK, KENAPA TIDAK ANDA KUTIP MUFASSIR MANA YANG MENAFSIRKAN BEGITU?

ASBUN?

Almaidah 51 itu larangan untuk Muslim.... UNTUK MUSLIM,.... untuk kafir atau untuk muslim???? UNTUK MUSLIM.
untuk minoritas atau mayoritas??? UNTUK MUSLIM, nyomot darimana itu minor mayor?

Setelah asbun dengan kepemimpinan minoritas mayoritas, anda mempertanyakan Musa dan Harun yang tidak menolak kepemimpinan kafir.

SEJAK KAPAN ALMAIDAH 51 PUNYA TAFSIR MENOLAK KAFIR MENJADI PEMIMPIN?
ANDA SEORANG MUFASSIR?KALAU TIDAK, KENAPA TIDAK ANDA KUTIP MUFASSIR MANA YANG MENAFSIRKAN BEGITU?

ASBUN?

Almaidah 51 perintah/larangan apa? menolak apa memilih??? ...... MEMILIH....... perintah menolak ATAU larangan memilih??? LARANGAN MEMILIH.

Emang itu artinya sama?

@risdianto wrote:Anda juga harus berpikir alasan mengapa nabi Sulaiman tidak menyerang kerajaan Saba bila Sulaiman memiliki tentara dan persenjataan tercanggih pada jamannya. Anda tahu mengapa?Sulaiman berpikir cerdas untuk menghindarkan kerusakan yang terjadi bila ada peperangan yang 99% akan dimenangkan oleh sang nabi. Kecerdasan itulah yang diutarakan sang nabi melalui musyawarah dengan para petingginya dari golongan jin dan manusia. Seharusnya bila minoritas diharamkan memimpin mayoritas ini berarti anda mengijinkan hukum rimba diberlakukan di republik ini. Anda setuju?Itu baik bila anda setuju. Anda telah menunjukkan kewarasan logika untuk berpikir lebih maju.Selamat!!!

Bila anda tidak setuju bahwa minoritas diharamkan memimpin mayoritas adalah baik jika menengok sejarah. Seorang wali,Sunan Ampel selama hidupnya tidak pernah memberontak atau minta kedaulatan dari Raja Brawijaya. Justru beliau banyak membantu berbenah moral rakyat Majapahit sedangkan kita bisa berprasangka bahwa Sunan Ampel dengan pengaruh dan kedekatannya dengan Raja Brawijaya bisa saja mengkudeta pemerintahan yang sah. Dan kerajaan Demak berdiri adalah karena momentum bahwa Majapahit sudah terpecah menjadi 2 bagian dan sudah tentu perpecahan ini seperti menjadikan tak ada lagi tuan rumah di tanah Jawa. Sama halnya bila Indonesia sudah terpecah karena makar maka setiap orang boleh dan berhak mengklaim kemerdekaan sendiri.
Kapolri saja buru2 mengklarifikasi (setelah dianggap memberi ancaman sekaligus memberi tuduhan) bahwa bukan pendemo yang dia maksud dengan makar, tapi beberapa orang yang berniat menunggangi.

ANDA PROVOKATOR??? DI SEBELAH MANA KEWARASAN LOGIKA ANDA SEHINGGA DEMO ARTINYA PENYERANGAN???
APAKAH PIKIRAN ANDA SANGAT MAJU SEHINGGA 1 LANGKAH = BERLARI, BERDIRI = MELOMPAT

Inikah yang anda inginkan?
Tidak penting apa yang orang lain inginkan, yang paling penting itu  apa yang anda pahami.

Inikah yang anda pahami???

Di sisi lain,anda juga harus menerima fakta dan harus rela ketika segolongan orang berkata kepada anda “Islam adalah agama rasis
”.
Saya sedang menyiapkan jawaban untuk ini, sudah lama dan masih dalam proses. Saya mulai dengan trit2 kecil berikut:
http://www.laskarislam.com/t10382-bolehkah-meyakini-bangsa-israel-lebih-tinggi-dibanding-bangsa-lain-bolehkah-meyakini-sudra-adalah-manusia-dengan-kasta-terendah
http://www.laskarislam.com/t10291-alquran-menjaga-muslimin-sebagaimana-orangtua-menjaga-anaknya

Tapi itupun tidak terlalu penting. Kalau Anda memang pengagum para Nabi, bukan penilaian orang yang menjadi acuan tapi penilaian Allah.

Nabi Nuh as dituduh sesat.

قَالَ الْمَلأُ مِن قَوْمِهِ إِنَّا لَنَرَاكَ فِي ضَلاَلٍ مُّبِينٍ

Pemuka-pemuka kaumnya (Nuh) berkata, “Sesungguhnya kami memandang kamu benar- benar berada dalam kesesatan yang nyata.” (QS.Al-A’raf:60)

Nabi Hud as dituduh kurang waras dan pendusta.

قَالَ الْمَلأُ الَّذِينَ كَفَرُواْ مِن قَوْمِهِ إِنَّا لَنَرَاكَ فِي سَفَاهَةٍ وِإِنَّا لَنَظُنُّكَ مِنَ الْكَاذِبِينَ

Pemuka-pemuka orang- orang yang kafir dari kaumnya (Hud) berkata, “Sesungguhnya kami memandang kamu benar-benar kurang waras dan kami kira kamu termasuk orang-orang yang berdusta.” (QS.Al-A’raf:66)

Nabi Shalih as disebut sebagai pendusta dan sombong.          

أَأُلْقِيَ الذِّكْرُ عَلَيْهِ مِن بَيْنِنَا بَلْ هُوَ كَذَّابٌ أَشِرٌ

Apakah wahyu itu diturunkan kepadanya di antara kita? Pastilah dia (Shalih) seorang yang sangat pendusta (dan) sombong.” (QS.Al-Qamar:25)

Nabi Ibrahim hanya dinilai sebagai pemuda biasa saja dengan penuh pelecehan.    

قَالُوا سَمِعْنَا فَتًى يَذْكُرُهُمْ يُقَالُ لَهُ إِبْرَاهِيمُ

Mereka (yang lain) berkata, “Kami mendengar ada seorang pemuda yang mencela (berhala-berhala ini), namanya Ibrahim.” (QS.Al-Anbiya’:60)

Nabi Musa dianggap hina seperti anak kecil karena tidak fasih dalam berbicara.

أَمْ أَنَا خَيْرٌ مِّنْ هَذَا الَّذِي هُوَ مَهِينٌ وَلَا يَكَادُ يُبِينُ

“Bukankah aku lebih baik dari orang (Musa) yang hina ini dan yang hampir tidak dapat menjelaskan (perkataannya)?” (QS.Az-Zukhruf:52)

Nabi Muhammad disebut sebagai penyair, pendusta dan orang gila.

وَيَقُولُونَ أَئِنَّا لَتَارِكُوا آلِهَتِنَا لِشَاعِرٍ مَّجْنُونٍ

Dan mereka berkata, “Apakah kami harus meninggalkan sesembahan kami karena seorang penyair gila?” (QS.As-Shaffat:36)



Mohon maaf jika ada kata2 yang tidak berkenan. Saya cuma geregetan.
Apa kita tertarik menjadi muslim sakit jiwa?

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/16/12/15/oi7bmb361-muslim-hobi-mengolok-islam-kemungkinan-sakit-jiwa

Muslim Hobi Mengolok Islam Kemungkinan Sakit Jiwa

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Yunahar Ilyas, mengaku heran ada umat Islam yang bangga mengolok Islam. Ia menilai, orang-orang seperti itu memiliki gangguan jiwa, sebab senang mengolok dirinya sendiri.

"Sakit jiwa itu, sebab, orang yang senang menjelek-jelekan dirinya sendiri itu kemungkinan memiliki kelainan jiwa," kata Yunahar, Rabu (14/12).

Ia merasa, kondisi itu memang beriringan dengan tingkah media-media di dunia saat ini, yang selalu beranggapan negatif atas apa yang dituntut umat Islam. Bahkan, umat Islam yang tengah menuntut sesuatu, tidak jarang malah dituduh sebagai gejala intoleransi.

Hal itu terlihat begitu kontras dengan kondisi saat ada masjid yang dibakar atau terbakar. Pasalnya, kejadian itu tidak pernah sama sekali disebut sebagai gejala intoleransi, sehingga tuduhan itu cuma menyasar umat Islam. "Pasti yang dituduh umat Islam, tapi ketika ada masjid dibakar, gak akan disebut-sebut itu intoleransi," ujar Yunahar.

Untuk itu, para dai harus memahami kalau perpecahan umat sekarang itu tidak melulu masalah fiqih atau hukum. Menurut Yunahar, masalah yang semakin tajam justru berasal dari fiqih dakwah, yang belakangan kerap mendapat fitnahan.
avatar
isaku
KAPTEN
KAPTEN

Male
Posts : 3590
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 17.09.12
Reputation : 141

Kembali Ke Atas Go down

Re: Pemimpin Kafir bagi Muslim

Post by dee-nee on Mon Dec 19, 2016 1:00 am

@isaku wrote:Adakah kebatilan ketika sekedar mengikuti perintah larangan Allah?

bold : adakah kebatilan ?? ... ya ga tau ... bisa ada ... bisa ga ada >>> tapi jelas batil bila yg terjadi adalah ... kata "Allahu Akbar" dipakai untuk me-legitimasi apapun yang ada di kepala manusia

makanya saya tulis :

I wonder .... ada apa dengan kata "Allahu Akbar" ??

- apakah karena sudah berteriak "Allahu Akbar" ... maka apapun yang ada di kepala manusia menjadi sah dalilnya ??

- apakah Allah sudah begitu dianggap seperti "anak kecil" yang bila kita puji2 namaNya ... maka DIA langsung girang bukan kepalang hingga tidak bisa membedakan antara yang hak dan batil ??

tapi ya ... mungkin apa yang saya tulis diatas memang OOT sih dengan TS

piss  piss

------------------------

biru : ya memang tidak ada kebatilan ketika mengikuti perintah larangan Allah >>> dan saya yakin semua muslim pasti sepakat bahwa selalu ada sebab dan alasan kenapa Allah melarang sesuatu

Islam adalah agama yang logis ... jadi TIDAK MUNGKIN Allah melarang sesuatu tanpa sebab dan alasan yang bisa dipahami oleh nalar manusia ... setuju ??

kalau setuju ... balik ke Al Maidah 51 >>> lalu apa alasan Allah melarang muslim memilih yahudi/nasrani sebagai awliya ?? .... apa alasan Allah menurunkan ayat tersebut ?? .... dalam kondisi apa ayat itu turun ?? .... apakah larangan tersebut berlaku dengan syarat atau tanpa syarat ... apakah dengan kecuali atau tanpa kecuali ??

coba anda baca tulisan bung FD dan TS diatas #4

@frontline defender wrote:
@risdianto wrote:Isi Pasal 25 Piagam Madinah bahwa kaum Yahudi dari Bani Auf adalah satu umat dengan mukminin. Bagi kaum Yahudi agama mereka dan bagi kaum muslimin agama mereka. Kebebasan ini berlaku bagi sekutu-sekutu dan diri mereka sendiri kecuali bagi yang zalim dan jahat karena hal demikian akan merusak diri dan keluarga.

Perhatikan frasa “kaum yahudi dari bani Auf adalah satu umat dengan mukminin”.

Mengapa Rasulullah menyatakan satu umat? Apakah ini termasuk demokrasi dalam persamaan hak dan kewajiban bernegara?

coba perhatikan bagian pengecualian ini :

Kebebasan ini berlaku bagi sekutu-sekutu dan diri mereka sendiri kecuali bagi yang zalim dan jahat karena hal demikian akan merusak diri dan keluarga.

Isi Pasal 25 Piagam Madinah bahwa kaum Yahudi dari Bani Auf adalah satu umat dengan mukminin ... kecuali bagi yang zalim dan jahat

balik ke merah

piss
dee-nee
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: Pemimpin Kafir bagi Muslim

Post by risdianto on Mon Dec 19, 2016 10:12 am

@Isaku wrote:SEJAK KAPAN ALMAIDAH 51 PUNYA TAFSIR LARANGAN MINORITAS MEMIMPIN MAYORITAS?
ANDA SEORANG MUFASSIR?KALAU TIDAK, KENAPA TIDAK ANDA KUTIP MUFASSIR MANA YANG MENAFSIRKAN BEGITU?

Premis awal adalah haram bagi muslim menjadikan kafir sebagai pemimpin. Premis yang berlawanan adalah haram bagi kafir menjadikan muslim sebagai pemimpin.
Lihatlah masalah dari bagian yang berbeda.Al Quran hanya mengikat muslim dan atas alasan itu pula mereka yang berseberangan akan berkata : Efek logis yang ditawarkan Al Quran adalah Muslim dilarang menjadi pemimpin di wilayah mayoritas kafir.


@Isaku wrote:SEJAK KAPAN ALMAIDAH 51 PUNYA TAFSIR MENOLAK KAFIR MENJADI PEMIMPIN?
Almaidah 51 perintah/larangan apa? menolak apa memilih??? ...... MEMILIH....... perintah menolak ATAU larangan memilih??? LARANGAN MEMILIH.
Sudah menjadi kewajiban bahwa satu ayat Al Quran dapat dijelaskan dengan ayat yang lain. Al Maidah : janganlah kamu (mukmin) menjadikan kafir sebagai pemimpin.
Jangan menjadikan.

MENJADIKAN
mengandung makna
1.menyebabkan sesuatu untuk jadi atau terwujud
2.Menjelaskan suatu proses. Terkandung dalam proses adalah memilih,melaksanakan,mengangkat,menentukan.

Ayat Al Maidah 51 memberi arti ;
1.dengan tidak menjadikan kafir sebagai pemimpin itu sama dengan menolak kafir menjadi pemimpin.
2.Tidak menjadikan bermakna tidak memilih,tidak mengangkat.tidak melaksanakan,tidak menentukan.
Dalam iklim demokrasi akhirnya memberi pengertian jangan kafir diajukan sebagai calon pemimpin.
@Isaku wrote:
DEMO ARTINYA PENYERANGAN???
Bagian mana tulisan yang menyatakan demo adalah penyerangan?
@Isaku wrote:
Kalau Anda memang pengagum para Nabi, bukan penilaian orang yang menjadi acuan tapi penilaian Allah.
Kerangka berpikir adalah konsekuensi logis .

Nabi Nuh as dituduh sesat.Dan nabi lain dituduh dan dihina. Termasuk dalam tulisan ini. Artikel ini mengajak melihat dari paradigma yang berbeda. Nabi Ibrahim dan Musa lahir dan besar di bawah pimpinan kafir.Orang kafir ini dijadikan Allah sebagai pemimpin negara. Apakah Ibrahim menolak sosok kafirnya atau menolak ide ketuhanan Namrudz?

Diriwayatkan oleh Baihaqi dan yang lainnya dari al Hakim dan ia menambahnya dengan perkataan : “Jika engkau menginginkan kekuasaan, maka kami akan mengikatkan panji-panji kami untukmu dan engkau menjadi ketua kami seumur hidup.”

Nabi Muhammad disebut penyair dan orang gila bukan karena politik tetapi ide tauhidnya. Dan selama masa di Mekkah pun berada di bawah kepimpinan politik kafir Quraisy. Dan saya dituduh gila atau mungkin kafir atau liberalis atau provokator adalah menawarkan pola pikir yang berbeda dengan mainstream akar rumput.
Perbedaan antara nabi dengan isi artikel adalah ide yang dibawa memang berbeda. Nabi membawa ide tauhid dan tulisan ini membawa ide “berpikirlah”.
@Isaku wrote:Apa kita tertarik menjadi muslim sakit jiwa?
Itu pilihan anda dengan bertaklid buta tanpa mengendapkan masalah.
Fiqih Dakwah adalah sebuah cara dan seringkali berbeda antar pelaku dakwah.

Menurut Yunahar, masalah yang semakin tajam justru berasal dari fiqih dakwah,
risdianto
risdianto
PRAJURIT
PRAJURIT

Male
Age : 45
Posts : 14
Kepercayaan : Islam
Location : Boyolali
Join date : 28.11.16
Reputation : 9

Kembali Ke Atas Go down

Re: Pemimpin Kafir bagi Muslim

Post by isaku on Mon Dec 19, 2016 8:59 pm

@risdianto wrote:
@Isaku wrote:SEJAK KAPAN ALMAIDAH 51 PUNYA TAFSIR LARANGAN MINORITAS MEMIMPIN MAYORITAS?
ANDA SEORANG MUFASSIR?KALAU TIDAK, KENAPA TIDAK ANDA KUTIP MUFASSIR MANA YANG MENAFSIRKAN BEGITU?

Premis awal adalah haram bagi muslim menjadikan kafir sebagai pemimpin. Premis yang berlawanan adalah haram bagi kafir menjadikan muslim sebagai pemimpin.
Lihatlah masalah dari bagian yang berbeda.Al Quran hanya mengikat muslim dan atas alasan itu pula mereka yang berseberangan akan berkata : Efek logis yang ditawarkan Al Quran adalah Muslim dilarang menjadi pemimpin di wilayah mayoritas kafir.
Kalau anda mau berpikir jungkir balik silahkan, tapi tetap saja TIDAK BENAR jika anda nyatakan "Risdi: Apa dasar ayat untuk melarang minoritas memimpin mayoritas?" Karena tidak pernah ayatnya punya arti seperti itu.

@risdianto wrote:
@Isaku wrote:SEJAK KAPAN ALMAIDAH 51 PUNYA TAFSIR MENOLAK KAFIR MENJADI PEMIMPIN?
Almaidah 51 perintah/larangan apa? menolak apa memilih??? ...... MEMILIH....... perintah menolak ATAU larangan memilih??? LARANGAN MEMILIH.
Sudah menjadi kewajiban bahwa satu ayat Al Quran dapat dijelaskan dengan ayat yang lain. Al Maidah : janganlah kamu (mukmin) menjadikan kafir sebagai pemimpin.
Jangan menjadikan.

MENJADIKAN
 mengandung makna
1.menyebabkan sesuatu untuk jadi atau terwujud
2.Menjelaskan suatu proses. Terkandung dalam proses adalah memilih,melaksanakan,mengangkat,menentukan.

Ayat Al Maidah 51 memberi arti ;
1.dengan tidak menjadikan kafir sebagai pemimpin itu sama dengan menolak kafir menjadi pemimpin.
2.Tidak menjadikan bermakna tidak memilih,tidak mengangkat.tidak melaksanakan,tidak menentukan.
Dalam iklim demokrasi akhirnya memberi pengertian jangan kafir diajukan sebagai calon pemimpin.
Masih keliru sedikit, di bagian yang saya strike. Anda mengambil contoh bahwa Nabi Musa dan Harun AS tidak memberontak kepada Firaun. Ya iyalah... mana ada ayat yang menyuruh memberontak kepada pemimpin kafir???
Yang ada "tidak mengangkat kafir jadi pemimpin".... yang harusnya anda buktikan adalah si FIraun jadi raja karena diangkat oleh Nabi Musa dan Harun AS. BIsa dibuktikan???

@risdianto wrote:
@Isaku wrote:
DEMO ARTINYA PENYERANGAN???
Bagian mana tulisan yang menyatakan demo adalah penyerangan?
Syukurlah kalau bukan.... tapi anda mengesankan bahwa jika AlMaidah 51 berarti larangan memilih kafir menjadi pemimpin samadengan menghalalkan hukum rimba dan pemberontakan. Baca lagi deh... Dalam rangka apa anda harus menganalisa bahwa Nabi Sulaiman blablabla memberontak, Sunan Ampel punya kesempatan makar dst.

@Isaku wrote:Kalau Anda memang pengagum para Nabi, bukan penilaian orang yang menjadi acuan tapi penilaian Allah.
Kerangka berpikir adalah konsekuensi logis .

Nabi Nuh as dituduh sesat.Dan nabi lain dituduh dan dihina. Termasuk dalam tulisan ini. Artikel ini mengajak melihat dari paradigma yang berbeda.  Nabi Ibrahim dan Musa lahir dan besar di bawah pimpinan kafir.Orang kafir ini dijadikan Allah sebagai pemimpin negara. Apakah Ibrahim menolak sosok kafirnya atau menolak ide ketuhanan Namrudz?

Diriwayatkan oleh Baihaqi dan yang lainnya dari al Hakim dan ia menambahnya dengan perkataan : “Jika engkau menginginkan kekuasaan, maka kami akan mengikatkan panji-panji kami untukmu dan engkau menjadi ketua kami seumur hidup.”

Nabi Muhammad disebut penyair dan orang gila bukan karena politik tetapi ide tauhidnya. Dan selama masa di Mekkah pun berada di bawah kepimpinan politik kafir Quraisy. Dan saya dituduh gila atau mungkin kafir atau liberalis atau provokator adalah menawarkan pola pikir yang berbeda dengan mainstream akar rumput.
Perbedaan antara nabi dengan isi artikel adalah ide yang dibawa memang berbeda. Nabi membawa ide tauhid dan tulisan ini membawa ide “berpikirlah”.
Iya dan yang penting mereka tidak pernah khawatir dengan penilaian orang. Betul?

@risdianto wrote:
@Isaku wrote:Apa kita tertarik menjadi muslim sakit jiwa?
Itu pilihan anda dengan bertaklid buta tanpa mengendapkan masalah.
Fiqih Dakwah adalah sebuah cara dan seringkali berbeda antar pelaku dakwah.

Menurut Yunahar, masalah yang semakin tajam justru berasal dari fiqih dakwah,
Lurus dan ikut ulama itu belum tentu taklid,dan menolak ulama itu belum tentu karena lebih mampu berpikir.
Lebih baik masing2 selalu berusaha muhasabah dan memperbanyak istighfar.
Wallahu 'alam
avatar
isaku
KAPTEN
KAPTEN

Male
Posts : 3590
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 17.09.12
Reputation : 141

Kembali Ke Atas Go down

Re: Pemimpin Kafir bagi Muslim

Post by risdianto on Thu Dec 29, 2016 4:50 pm

@isaku wrote:
@risdianto wrote:
@Isaku wrote:SEJAK KAPAN ALMAIDAH 51 PUNYA TAFSIR LARANGAN MINORITAS MEMIMPIN MAYORITAS?
ANDA SEORANG MUFASSIR?KALAU TIDAK, KENAPA TIDAK ANDA KUTIP MUFASSIR MANA YANG MENAFSIRKAN BEGITU?

Premis awal adalah haram bagi muslim menjadikan kafir sebagai pemimpin. Premis yang berlawanan adalah haram bagi kafir menjadikan muslim sebagai pemimpin.
Lihatlah masalah dari bagian yang berbeda.Al Quran hanya mengikat muslim dan atas alasan itu pula mereka yang berseberangan akan berkata : Efek logis yang ditawarkan Al Quran adalah Muslim dilarang menjadi pemimpin di wilayah mayoritas kafir.
Kalau anda mau berpikir jungkir balik silahkan, tapi tetap saja TIDAK BENAR jika anda nyatakan "Risdi: Apa dasar ayat untuk melarang minoritas memimpin mayoritas?" Karena tidak pernah ayatnya punya arti seperti itu.
Silahkan anda baca ceramah Rizieq Shihab berikut;
Orang beriman untuk memimpin orang beriman, orang kafir untuk memimpin orang kafir, tidak boleh orang kafir memimpin orang beriman.

Saya hanya mau mengingatkan, haram umat Islam merestui jika pemimpinnya dari kalangan orang kafir. Sekali lagi, haram di wilayah mayoritas umat Islam orang kafir menjadi pemimpinnya, haram!" tegas Habib Rizieq.

Premis muncul karena ceramah Rizieq Shihab.
@isaku wrote:
@risdianto wrote:
@Isaku wrote:SEJAK KAPAN ALMAIDAH 51 PUNYA TAFSIR MENOLAK KAFIR MENJADI PEMIMPIN?
Almaidah 51 perintah/larangan apa? menolak apa memilih??? ...... MEMILIH....... perintah menolak ATAU larangan memilih??? LARANGAN MEMILIH.
Sudah menjadi kewajiban bahwa satu ayat Al Quran dapat dijelaskan dengan ayat yang lain. Al Maidah : janganlah kamu (mukmin) menjadikan kafir sebagai pemimpin.
Jangan menjadikan.

MENJADIKAN
 mengandung makna
1.menyebabkan sesuatu untuk jadi atau terwujud
2.Menjelaskan suatu proses. Terkandung dalam proses adalah memilih,melaksanakan,mengangkat,menentukan.

Ayat Al Maidah 51 memberi arti ;
1.dengan tidak menjadikan kafir sebagai pemimpin itu sama dengan menolak kafir menjadi pemimpin.
2.Tidak menjadikan bermakna tidak memilih,tidak mengangkat.tidak melaksanakan,tidak menentukan.
Dalam iklim demokrasi akhirnya memberi pengertian jangan kafir diajukan sebagai calon pemimpin.
Masih keliru sedikit, di bagian yang saya strike. Anda mengambil contoh bahwa Nabi Musa dan Harun AS tidak memberontak kepada Firaun. Ya iyalah... mana ada ayat yang menyuruh memberontak kepada pemimpin kafir???
Yang ada "tidak mengangkat kafir jadi pemimpin".... yang harusnya anda buktikan adalah si FIraun jadi raja karena diangkat oleh Nabi Musa dan Harun AS. BIsa dibuktikan???
Justru anda tidak memahami arti sebuah kehendak. Firaun dijadikan Allah sebagai raja dan ada warga yang bernama Musa. Apakah Musa mempunyai pilihan untuk menolak atau menerima Firaun yang kafir sebagai pemimpin?

@isaku wrote:
@risdianto wrote:
@Isaku wrote:
DEMO ARTINYA PENYERANGAN???
Bagian mana tulisan yang menyatakan demo adalah penyerangan?
Syukurlah kalau bukan.... tapi anda mengesankan bahwa jika AlMaidah 51 berarti larangan memilih kafir menjadi pemimpin samadengan menghalalkan hukum rimba dan pemberontakan. Baca lagi deh... Dalam rangka apa anda harus menganalisa bahwa Nabi Sulaiman blablabla memberontak, Sunan Ampel punya kesempatan makar dst.
Revolusi dari Rizieq Shihab.
risdianto
risdianto
PRAJURIT
PRAJURIT

Male
Age : 45
Posts : 14
Kepercayaan : Islam
Location : Boyolali
Join date : 28.11.16
Reputation : 9

Kembali Ke Atas Go down

Re: Pemimpin Kafir bagi Muslim

Post by isaku on Fri Dec 30, 2016 9:57 am

@risdianto wrote:
@isaku wrote:
@risdianto wrote:
@Isaku wrote:SEJAK KAPAN ALMAIDAH 51 PUNYA TAFSIR LARANGAN MINORITAS MEMIMPIN MAYORITAS?
ANDA SEORANG MUFASSIR?KALAU TIDAK, KENAPA TIDAK ANDA KUTIP MUFASSIR MANA YANG MENAFSIRKAN BEGITU?

Premis awal adalah haram bagi muslim menjadikan kafir sebagai pemimpin. Premis yang berlawanan adalah haram bagi kafir menjadikan muslim sebagai pemimpin.
Lihatlah masalah dari bagian yang berbeda.Al Quran hanya mengikat muslim dan atas alasan itu pula mereka yang berseberangan akan berkata : Efek logis yang ditawarkan Al Quran adalah Muslim dilarang menjadi pemimpin di wilayah mayoritas kafir.
Kalau anda mau berpikir jungkir balik silahkan, tapi tetap saja TIDAK BENAR jika anda nyatakan "Risdi: Apa dasar ayat untuk melarang minoritas memimpin mayoritas?" Karena tidak pernah ayatnya punya arti seperti itu.
Silahkan anda baca ceramah Rizieq Shihab berikut;
Orang beriman untuk memimpin orang beriman, orang kafir untuk memimpin orang kafir, tidak boleh orang kafir memimpin orang beriman.

Saya hanya mau mengingatkan, haram umat Islam merestui jika pemimpinnya dari kalangan orang kafir. Sekali lagi, haram di wilayah mayoritas umat Islam orang kafir menjadi pemimpinnya, haram!" tegas Habib Rizieq.

Premis muncul karena ceramah Rizieq Shihab.
Tidak ada premis apapun dalam artikel TS Anda, tidak ada Habib, tidak ada Rizieq dan tidak ada Shihab.

@isaku wrote:
@risdianto wrote:
@Isaku wrote:SEJAK KAPAN ALMAIDAH 51 PUNYA TAFSIR MENOLAK KAFIR MENJADI PEMIMPIN?
Almaidah 51 perintah/larangan apa? menolak apa memilih??? ...... MEMILIH....... perintah menolak ATAU larangan memilih??? LARANGAN MEMILIH.
Sudah menjadi kewajiban bahwa satu ayat Al Quran dapat dijelaskan dengan ayat yang lain. Al Maidah : janganlah kamu (mukmin) menjadikan kafir sebagai pemimpin.
Jangan menjadikan.

MENJADIKAN
 mengandung makna
1.menyebabkan sesuatu untuk jadi atau terwujud
2.Menjelaskan suatu proses. Terkandung dalam proses adalah memilih,melaksanakan,mengangkat,menentukan.

Ayat Al Maidah 51 memberi arti ;
1.dengan tidak menjadikan kafir sebagai pemimpin itu sama dengan menolak kafir menjadi pemimpin.
2.Tidak menjadikan bermakna tidak memilih,tidak mengangkat.tidak melaksanakan,tidak menentukan.
Dalam iklim demokrasi akhirnya memberi pengertian jangan kafir diajukan sebagai calon pemimpin.
Masih keliru sedikit, di bagian yang saya strike. Anda mengambil contoh bahwa Nabi Musa dan Harun AS tidak memberontak kepada Firaun. Ya iyalah... mana ada ayat yang menyuruh memberontak kepada pemimpin kafir???
Yang ada "tidak mengangkat kafir jadi pemimpin".... yang harusnya anda buktikan adalah si FIraun jadi raja karena diangkat oleh Nabi Musa dan Harun AS. BIsa dibuktikan???
Justru anda tidak memahami arti sebuah kehendak. Firaun dijadikan Allah sebagai raja dan ada warga yang bernama Musa. Apakah Musa mempunyai pilihan untuk menolak atau menerima Firaun yang kafir sebagai pemimpin?
Ayat larangan memilih tidak bisa ujug2 diganti menjadi "tolaklah" atau "memberontaklah".

Cukuplah orang2 diluar sana yang mengganti2 kitab2 mereka. Muslim, siapapun, jangan melakukan itu!

@isaku wrote:
@risdianto wrote:
@Isaku wrote:
DEMO ARTINYA PENYERANGAN???
Bagian mana tulisan yang menyatakan demo adalah penyerangan?
Syukurlah kalau bukan.... tapi anda mengesankan bahwa jika AlMaidah 51 berarti larangan memilih kafir menjadi pemimpin samadengan menghalalkan hukum rimba dan pemberontakan. Baca lagi deh... Dalam rangka apa anda harus menganalisa bahwa Nabi Sulaiman blablabla memberontak, Sunan Ampel punya kesempatan makar dst.
Revolusi dari Rizieq Shihab.
Lagi2 tidak ada petunjuk apapun ke arah itu di artikel Anda. Anda lebih terlihat menyerang siapapun ketimbang menyerang 1 orang, mirip kata2 "jangan mau ditipu blablabla...."
avatar
isaku
KAPTEN
KAPTEN

Male
Posts : 3590
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 17.09.12
Reputation : 141

Kembali Ke Atas Go down

Re: Pemimpin Kafir bagi Muslim

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik