FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

SISTEM-SISTEM PEMIKIRAN FILSAFAT TENTANG TUHAN

Halaman 1 dari 2 1, 2  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

SISTEM-SISTEM PEMIKIRAN FILSAFAT TENTANG TUHAN

Post by dee-nee on Sat Sep 17, 2016 7:21 pm

Terkait judul ... saya ga tau harus dimasukkan ke SF apa ... tapi karena SF ini banyak membahas filsafat (walaupun lebih banyak fokus pada filsafat agama - samawi) .... jadi saya masukkan disini saja :

tentang konsep2 Ketuhanan dari beberapa pemikiran

http://abdanmatin.blogspot.co.id/2012/01/sistem-sistem-pemikiran-filsafat.html

(Ateisme, Teisme, Agnostisisme, Monoteisme, Panteisme, Deisme)

A. Ateisme
Ateisme adalah sebuah pandangan filosofi yang tidak memercayai keberadaan Tuhan dan dewa-dewi ataupun penolakan terhadap teisme. Dalam pengertian yang paling luas, ia adalah ketiadaan kepercayaan pada keberadaan dewa atau Tuhan.

Istilah ateisme berasal dari Bahasa Yunani ἄθεος (atheos), yang secara peyoratif digunakan untuk merujuk pada siapapun yang kepercayaannya bertentangan dengan agama/kepercayaan yang sudah mapan di lingkungannya. Dengan menyebarnya pemikiran bebas, skeptisisme ilmiah, dan kritik terhadap agama, istilah ateis mulai dispesifikasi untuk merujuk kepada mereka yang tidak percaya kepada tuhan. Orang yang pertama kali mengaku sebagai "ateis" muncul pada abad ke-18. Banyak ateis bersikap skeptis kepada keberadaan fenomena paranormal karena kurangnya bukti empiris. Yang lain memberikan argumen dengan dasar filosofis, sosial, atau sejarah.

Seorang ateisme menyangsikan akan adanya Tuhan dan banyak lagi orang yang menyangsikan akan adanya kebangkitan sesudah mati. Mereka percaya, bahwa kesadaran dan kepribadian akan selesai sesudah orang mati. Akan tetapi seorang yang tidak percaya kepada Tuhan mungkin juga seorang yang baik. Seringkali kebaikan seseorang itulah yang menjadikannya orang lain tidak percaya.Ia adalah seorang yang terlalu jujur, sehingga tak mau menerima suatu hal kecuali dengan bukti yang jelas.

B. Teisme
Teisme berpendapat bahwa alam diciptakan oleh Tuhan yang tidak terbatas, antara Tuhan dan makhluk sangat berbeda. Menurut teisme, Tuhan disamping berada di alam (Imanen), tetapi dia juga jauh dari alam (Transenden). Ciri lain dari teisme menegaskan bahwa Tuhan setelah menciptakan alam, tetap aktif dan memelihara alam. karena itu, dalam teisme mukjizat yang menyalai hukum alam diyakini kebenarannya, begitu juga do’a seorang akan digelar.

Lebih lanjut konsep teisme dalam Islam dijelaskan oleh al-Ghozali. Menurutnya Allah adalah zat yang Esa dan pencipta alam serta berperan aktif dalam mengendalaikan alam. Allah menciptakan alam dari tidak ada.

Manusia, menurut Agustinus sama dengan alam, tidak abadi. Manusia terdiri atas jasad yang fana dan jiwa yang tidak mati. Setelah kematian jiwa menunggu penyatuan, baik dengan jasad lain maupun dengan keadaan yang lebih tinggi yaitu syurga atau neraka. Ketika dibangkitkan jiwa manusia akan mencapai kesempurnaan. Karena itu, hakikat yang sebenarnya dari manusia adalah jiwa, bukan jasadnya. Jiwa yang bersih akan kembali ke penciptanya yaitu Tuhan.

Ibn maimun seorang filosof Yahudi yang berpaham teisme menyatakan, Tuhan meliputi semua posisi yang penting, tidak berjasad dan tidak berpotensi dan tidak menyerupai makhluk. Dalam hal ini Tuhan sama sekali jauh dari pengetahuan dan pemahaman manusia.

C. Agnostisisme
Agnostisisme adalah pandangan bahwa keberadaan Allah tidak mungkin diketahui atau dibuktikan. Kata “agnostik” pada dasarnya berarti “tanpa pengetahuan.” Agnostisisme adalah bentuk atheisme yang secara intelektual lebih jujur. Atheisme mengklaim bahwa tidak ada Allah – suatu posisi yang tidak dapat dibuktikan. Agnostisisme berargumentasi bahwa keberadaan Allah tidak dapat dibuktikan atau disangkali – adalah tidak mungkin untuk mengetahui apakah Allah itu ada. Dalam konsep ini agnostisisme benar. Keberadaan Allah tidak dapat dibuktikan atau disangkali secara empiris.

Agnostisisme pada hakekatnya adalah penolakan untuk mengambil keputusan apakah Allah ada atau tidak. Ini adalah bentuk paling utama dari ketidakmampuan untuk mengambil keputusan. Agnostik percaya bahwa kita tidak boleh percaya atau tidak percaya akan keberadaan Allah karena tidak mungkin untuk mengetahui atau menyangkalinya.

D. Monoteisme
Monoteisme (berasal dari kata Yunani monon yang berarti tunggal dan Theos yang berarti Tuhan) adalah kepercayaan bahwa Tuhan adalah satu/tunggal dan berkuasa penuh atas segala sesuatu.

E. Panteisme
Panteisme terdiri dari tiga kata, yaitu Pan, berarti seluruh, Theo, berarti Tuhan, dan Ism (Isme), berarti paham. Jadi, Pantheism atau Panteisme adalah Paham bahwa seluruhnya Tuhan.

Panteisme berpendapat bahwa seluruh alam ini adalah Tuhan dan Tuhan adalah seluruh alam. Tuhan dalam panteisme adalah satu dan sangat dekat dengan alam (imanen), hanya Tuhan mempunyai penampakan-penampakan atau cara berada tuhan di alam. Tuhan dalam panteisme, disamping Esa juga Maha Besar, dan tidak berubah. Alam indrawi adalah ilusi atau khayal belaka karena selalu berubah. Adapun, yang wujud hakiki hanya satu, yakni Tuhan.

Dalam Panteisme segala sesuatu adalah Tuhan, tidak satu pun yang tidak tercakup didalam-Nya dan tidak satu pun yang bisa berada tanpa Tuhan.
Kelebihan panteisme adalah:
- Pertama, Panteisme diakui menyumbangkan suatu pemikiran yang menyeluruh (holistic) tentang sesuatu, tidak hanya bagian tertentu saja.

- Kedua, Panteisme menekankan imanensi Tuhan, sehingga seseorang selalu sadar bahwa Tuhan selalu dekat dengan dirinya. Dengan demikian, dia mampu mengontrol diri dan berusaha berbuat sesuai dengan ketentuan Tuhan.

- Ketiga, Panteisme menegaskan bahwa seseorang tidak mampu memberi batasan terhadap Tuhan dengan bahasa manusia yang terbatas. Jika Tuhan tidak terbatas dan trasenden, semua pembatasan / pengertian harus ditiadakan karena yang tidak terbatas tidak bisa ditangkap oleh sesuatu yang terbatas. Oleh karena, keberadaan Tuhan dalam alam adalah sekaligus untuk memudahkan pemahaman tentang Tuhan.

Kelemahan dari konsep Panteisme ini adalah:
- Pertama, Menurut panteisme yang radikal, manusia adalah Tuhan, sedangkan Tuhan dalam pandangan ini tidak berubah dan abadi. Kenyataan manusia berubah dan tidak abadi. Karena itu, bagaimana manusia menjadi Tuhan, ketika manusia berubah, sedangkan Tuhan tidak.

- Kedua, Panteisme mengatakan bahwa alam ini adalah maya bukan hakiki. Kalau ini dijadikan pegangan, maka bagaimana halnya dengan lampu lalu lintas, apakah lampu itu maya atau benar-benar real. Kalau berpegang pada Panteisme lampu itu adalah fantasi dan maya, begitu juga mobil-mobil.

- Ketiga, Jika Tuhan adalah alam dan alam adalah Tuhan sebagaimana ditegaskan oleh panteisme, maka tidak ada konsep kejahatan atau tidak ada kemutlakan kejahatan dan kebaikan.

Ada empat kemungkinan mengenai kejahatan dan kebaikan:
1. Jika Tuhan sama sekali baik, tentu kejahatan berada diluar Tuhan, tetapi hal ini mustahil karena tidak ada yang diluar Tuhan dan Tuhan adalah semuanya.
2. Jika Tuhan jahat, tentu kebaikan berada diluar Tuhan. Ini juga mustahil karena tidak ada yang diluar Tuhan dan Tuhan adalah semuanya.
3. Tuhan adalah baik dan sekaligus jahat. Ini adalah kerancuan berpikir karena ada dua hal yang bertentangan dalam waktu yang sama.
4. Kebaikan dan kejahatan adalah ilusi. Kalau itu hanya ilusi, bagaimana seseorang membedakan antara kesedihan dan kegembiraan, antara memuji dan mencaci. Karena itu, moralitas dalam panteime tidak bermakna dan pondasi moral dalam panteisme tidak ada.

F. Deisme
Deisme merupakan suatu aliran yang mengakui adanya pencipta alam semesta, tetapi setelah alam semesta selesai diciptakan, Tuham menyerahkan dunia pada nasibnya sendiri. Sebab, sang Pencipta sudah memasukkan hukum dunia kedalamnya sehingga manusia dapat menunaikan tugasnya dengan berbakti kepada Tuhan dengan hidup yang sesuai dengan hukum akalnya.

Alam berjalan sesuai dengan peraturan-peraturan yang telah ditetapkan ketika proses penciptaan. Peraturan-peraturan tersebut tidak berubah-ubah dan sangat sempurna. Dalam paham deisme, Tuhan diibaratkan dengan tukang jam yang sangat ahli, sehingga setelah jam itu selesai tidak membutuhkan si pembuatnya lagi. Jam itu berjalan sesuai dengan mekanisme yang telah tersusun dengan rapi.

Para penganut deisme sepakat bahwa Tuhan Esa dan jauh dari alam, serta maha sempurna. Mereka juga sepakat bahwa Tuhan tidak melakukan interbensi pada alam lewat kekuatan supernatural. Bagaimanapun, tidak semua penganut deisme setuju tentang keterlibatan Tuhan dalam alam dan kehidupan sesudah mati. Karena itu, atas dasar perbedaan tersebut deisme dapat dibagi atas empat tipe yaitu :

Pertama, Tuhan tidak terlibat dengan pengaturan alam. Dia menciptakan alam dan memprogramkan perjalanannya, tetapi dia tidak menghiraukan apa yang telah terjadi atau apa yang akan terjadi.

Kedua, Tuhan terlibat dengan kejadian-kejadian yang sedang terlangsung dialam, tetapi bukan mengenai perbuatan moral manusia. Manusia memiliki kebebasan utnuk berbuat baik atau buruk, bermoral atau tidak bermoral, dan jujur atau bohong, semuanya itu bukan urusan Tuhan.

Ketiga, Tuhan mengatur alam dan sekaligus memperhatikan perbuatan moral manusia. Sesungguhnya Tuhan ingin menegaskan bahwa manusia harus tunduk pada hukum moral yang telah dia tetapkan dijagad raya. Bagaimanapun, manusia tidak akan hidup sesudah mati. Ketika seseorang mati, maka babak terakhir kehidupannya ditutup.

Keempat, Tuhan mengatur alam dan mengharapkan manusia mematuhi hokum moral yang berasal dari alam. Pandanganaini berpendapat bahwa ada kehidupan setelah mati. Seseorang yang berbuat baik akan dapat pahala dan yang berbuat jahat akan dapat hukuman. Pandangan tersebut berkembang dan banya dianut di Amerika dan Inggris.

KESIMPULAN

Dari Uraian di atas dapat disimpulkan bahwa:

Ateisme adalah sebuah pandangan filosofi yang tidak memercayai keberadaan Tuhan dan dewa-dewi ataupun penolakan terhadap teisme. Dalam pengertian yang paling luas, ia adalah ketiadaan kepercayaan pada keberadaan dewa atau Tuhan.

Teisme berpendapat bahwa alam diciptakan oleh Tuhan yang tidak terbatas, antara Tuhan dan makhluk sangat berbeda. Menurut teisme, Tuhan disamping berada di alam (Imanen), tetapi dia juga jauh dari alam (Transenden).

Agnostisisme adalah pandangan bahwa keberadaan Allah tidak mungkin diketahui atau dibuktikan. Kata “agnostik” pada dasarnya berarti “tanpa pengetahuan.” Agnostisisme adalah bentuk atheisme yang secara intelektual lebih jujur.

Monoteisme adalah kepercayaan bahwa Tuhan adalah satu/tunggal dan berkuasa penuh atas segala sesuatu.

Pantheism atau Panteisme adalah Paham bahwa seluruhnya Tuhan.

Deisme merupakan suatu aliran yang mengakui adanya pencipta alam semesta, tetapi setelah alam semesta selesai diciptakan, Tuham menyerahkan dunia pada nasibnya sendiri. Sebab, sang Pencipta sudah memasukkan hukum dunia kedalamnya sehingga manusia dapat menunaikan tugasnya dengan berbakti kepada Tuhan dengan hidup yang sesuai dengan hukum akalnya.

saya tidak tau juga benar dan salah uraian diatas (namanya juga cuma copy paste) .... kalau ada yang tidak setuju dengan pendapat2 penulis ... silahkan protes pada ybs .... hehehehehehehe

tapi seandainya sudah oke2 saja dengan uraian ini ... silahkan dipikirkan tentang agama masing2 ... masuk kategori manakah dirimu ??

monggo

piss  piss
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: SISTEM-SISTEM PEMIKIRAN FILSAFAT TENTANG TUHAN

Post by dee-nee on Sat Sep 17, 2016 7:26 pm

avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: SISTEM-SISTEM PEMIKIRAN FILSAFAT TENTANG TUHAN

Post by njlajahweb on Sat Sep 17, 2016 8:36 pm

kbbi
filsafat/fil·sa·fat/ n 1 pengetahuan dan penyelidikan dengan akal budi mengenai hakikat segala yang ada, sebab, asal, dan hukumnya; 2 teori yang mendasari alam pikiran atau suatu kegiatan; 3 ilmu yang berintikan logika, estetika, metafisika, dan epistemologi; 4 falsafah

agama/aga·ma/ n ajaran, sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya: -- Islam; -- Kristen; -- Buddha;
-- samawi agama yang bersumberkan wahyu Tuhan, seperti agama Islam dan Kristen;

beragama/ber·a·ga·ma/ v 1 menganut (memeluk) agama: saya ~ Islam dan dia ~ Kristen; 2 beribadat; taat kepada agama; baik hidupnya (menurut agama): ia datang dari keluarga yang ~; 3 cak sangat memuja-muja; gemar sekali pada; mementingkan: mereka ~ pada harta benda;

keberagamaan/ke·ber·a·ga·ma·an/ n perihal beragama;

mengagamakan/meng·a·ga·ma·kan/ v menjadikan sebagai penganut atau pemeluk suatu agama;

keagamaan/ke·a·ga·ma·an/ n yang berhubungan dengan agama




Terakhir diubah oleh njlajahweb tanggal Sat Sep 17, 2016 8:45 pm, total 1 kali diubah
avatar
njlajahweb
KOLONEL
KOLONEL

Female
Posts : 19312
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 116

Kembali Ke Atas Go down

Re: SISTEM-SISTEM PEMIKIRAN FILSAFAT TENTANG TUHAN

Post by njlajahweb on Sat Sep 17, 2016 8:45 pm

kbbi
ateis/ate·is/ /atéis/ n orang yang tidak percaya akan adanya Tuhan: kelompok -- tidak akan mengambil bagian dalam suatu upacara agama
#kesimpulanTS
Ateisme adalah sebuah pandangan filosofi yang tidak memercayai keberadaan Tuhan dan dewa-dewi ataupun penolakan terhadap teisme. Dalam pengertian yang paling luas, ia adalah ketiadaan kepercayaan pada keberadaan dewa atau Tuhan.

kbbi
agnostik/ag·nos·tik/ n orang yang berpandangan bahwa kebenaran tertinggi (misalnya Tuhan) tidak dapat diketahui dan mungkin tidak akan dapat diketahui
#kesimpulanTS
Agnostisisme adalah pandangan bahwa keberadaan Allah tidak mungkin diketahui atau dibuktikan. Kata “agnostik” pada dasarnya berarti “tanpa pengetahuan.” Agnostisisme adalah bentuk atheisme yang secara intelektual lebih jujur.

=======
kbbi
monoteisme/mo·no·te·is·me/ /monotéisme/ n ajaran agama yang mempercayai adanya satu Tuhan; kepercayaan kepada satu Tuhan
#kesimpulanTS
Monoteisme adalah kepercayaan bahwa Tuhan adalah satu/tunggal dan berkuasa penuh atas segala sesuatu

kbbi
teisme/te·is·me/ /téisme/ n ilmu yang mengajarkan adanya Tuhan
#kesimpulanTS
Teisme berpendapat bahwa alam diciptakan oleh Tuhan yang tidak terbatas, antara Tuhan dan makhluk sangat berbeda. Menurut teisme, Tuhan disamping berada di alam (Imanen), tetapi dia juga jauh dari alam (Transenden).

=======
kbbi
panteisme/pan·te·is·me/ /pantéisme/ n 1 ajaran yang menyamakan Tuhan dengan kekuatan-kekuatan dan hukum-hukum alam semesta; 2 penyembahan (pemujaan) kepada semua dewa dari berbagai kepercayaan
#kesimpulanTS
Pantheism atau Panteisme adalah Paham bahwa seluruhnya Tuhan.

kbbi
deisme/de·is·me/ /déisme/ n pandangan hidup atau ajaran yang mengakui adanya Tuhan sebagai pencipta alam semesta, tetapi tidak mengakui agama karena ajarannya didasarkan atas keyakinannya pada akal dan kenyataan hidup
#kesimpulanTS
Deisme merupakan suatu aliran yang mengakui adanya pencipta alam semesta, tetapi setelah alam semesta selesai diciptakan, Tuham menyerahkan dunia pada nasibnya sendiri. Sebab, sang Pencipta sudah memasukkan hukum dunia kedalamnya sehingga manusia dapat menunaikan tugasnya dengan berbakti kepada Tuhan dengan hidup yang sesuai dengan hukum akalnya.
avatar
njlajahweb
KOLONEL
KOLONEL

Female
Posts : 19312
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 116

Kembali Ke Atas Go down

Re: SISTEM-SISTEM PEMIKIRAN FILSAFAT TENTANG TUHAN

Post by njlajahweb on Sat Sep 17, 2016 10:03 pm

aku beriman agamaku masuk dalam katagori monotheis
monotheisnya saya koreksi sebagai berikut:

kbbi
koreksiku
monoteisme/mo·no·te·is·me/ /monotéisme/ n ajaran agama yang mempercayai adanya Tuhan Yang Esa (dalam inti arti KeEsaan Hakikat Tuhan); kepercayaan kepada Tuhan Yang Esa (dalam inti arti KeEsaan Hakikat Tuhan)
NB: (beriman Tuhan selalu Esa dalam PandanganNya sendiri)
#koreksiku
Monoteisme adalah kepercayaan bahwa Tuhan adalah satu(dalam inti arti Esa)/tunggal(dalam inti arti Esa), yang juga mempunyai Potensi Berkuasa penuh atas segala sesuatu, namun juga yang mempunyai Kemampuan Berkuasa penuh atas segala sesuatu (ketika, pada saat-saat, ataupun sejauh apa atau sejauh mana Dia Menghendaki)
NB:dimana pada saat DIA sedang melakukan KedaulatanNYA maka tidak pernah lepas dari tanggunggjawabNYA (secara tersirat atau tersurat yang akan DIA nyatakan didunia ini atau yang akan DIA nyatakan didunia yang akan datang) dan dalam melakukan KedaulatanNYA DIA tidak melakukanya dalam segala hal juga DIA tidak melakukanya secara terus-menerus.
NB2:bagi semua makhluk yang berakal(termasuk manusia), masuk tidaknya ke surga atau neraka, tetap tergantung dari total hasil perbuatan mereka masing-masing ketika Hari Penghakiman tiba.


Terakhir diubah oleh njlajahweb tanggal Sun Sep 18, 2016 12:38 pm, total 2 kali diubah
avatar
njlajahweb
KOLONEL
KOLONEL

Female
Posts : 19312
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 116

Kembali Ke Atas Go down

Re: SISTEM-SISTEM PEMIKIRAN FILSAFAT TENTANG TUHAN

Post by njlajahweb on Sun Sep 18, 2016 10:31 am

sekilas info...
tapi bukan berarti kita boleh merendahkan yang selain monotheisme, kita tidak memiliki legalitas untuk merendahkan mereka, bahkan terhadap penyembah berhala sekalipun. karena kita bukan TUHAN yang mampu menghukum kekotoran batin.


Terakhir diubah oleh njlajahweb tanggal Sun Sep 18, 2016 10:47 am, total 2 kali diubah
avatar
njlajahweb
KOLONEL
KOLONEL

Female
Posts : 19312
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 116

Kembali Ke Atas Go down

Re: SISTEM-SISTEM PEMIKIRAN FILSAFAT TENTANG TUHAN

Post by njlajahweb on Sun Sep 18, 2016 10:42 am

sekilas info...
apakah manusia bisa tawar menawar dengan TUHAN dengan berkata TUHAN aku tidak mau dilahirkan dalam keluarga non religi, atau TUHAN aku tidak mau dilahirkan dalam keluarga yang bereligi A atau B, dan apakah manusia juga bisa tawar menawar dengan TUHAN dengan berkata TUHAN aku tidak mau dilahirkan dalam keluarga penyembah berhala.


Terakhir diubah oleh njlajahweb tanggal Sun Sep 18, 2016 10:59 am, total 1 kali diubah
avatar
njlajahweb
KOLONEL
KOLONEL

Female
Posts : 19312
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 116

Kembali Ke Atas Go down

Re: SISTEM-SISTEM PEMIKIRAN FILSAFAT TENTANG TUHAN

Post by njlajahweb on Sun Sep 18, 2016 10:51 am

sekilas info...
boleh jadi ateis dan agnostik tidak percaya akan adanya TUHAN, tapi bukan berarti(secara tersurat ataupun secara tersirat) mereka semua tidak percaya akan keExisan Hakikat TUHAN.
avatar
njlajahweb
KOLONEL
KOLONEL

Female
Posts : 19312
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 116

Kembali Ke Atas Go down

Re: SISTEM-SISTEM PEMIKIRAN FILSAFAT TENTANG TUHAN

Post by njlajahweb on Sun Sep 18, 2016 10:55 am

sekilas info...
lalu apakah semua penyembah patung, hatinya menyembah patung(walaupun secara lahiriah mereka menyembah patung), belum tentu. karena bisa jadi patung itu hanyalah sarana/media untuk menambah kekhusukan
avatar
njlajahweb
KOLONEL
KOLONEL

Female
Posts : 19312
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 116

Kembali Ke Atas Go down

Re: SISTEM-SISTEM PEMIKIRAN FILSAFAT TENTANG TUHAN

Post by njlajahweb on Sun Sep 18, 2016 11:17 am

sekilas info...
jika filsafat harus menuntut pembuktian atas diri sendiri, secara empiris(mengalami) terhadap hari berbangkit. Maka pada saat inilah filsafat saya dudukan. dan iman saya berdirikan.
jadi filsafat tetap boleh dipakai kapan saja, tapi tidak boleh dipakai dalam segala hal secara terus menerus dengan membabibuta.

filsafat itu bisa menjadi liar bila tidak dijinakan pada saat yang tepat.
filsafat itu dimotori oleh logika.
ada saatnya saatnya dimana logika dibiarkan tetap berdiri tapi ada saat-saatnya pula logika tidak harus berdiri.

atau mungkin supaya lebih mudah ibaratnya begini:

logika dan iman adalah seperti dua orang(saudara kembar) yang berjalan bersama-sama menyusuri jalan yang tidak selalu tidak ber-aral.(yang kadang melewati tanah berlumpur kadang pula melewati tanah yang permai, kadang melewati kerikil tajam kadang pula melewati kerikil yang tak seberapa tajam, kadang melewati batu kecil kadang pula melewati batu besar, kadang melewati gunung kadang pula melewati bukit, kadang melewati jurang yang berbahaya kadang pula melewati  jurang yang tidak terlalu berbahaya, kadang melewati padang gurun kadang pula melewati padang rumput, kadang melewati hutan kering kadang pula melewati hutan subur, kadang melewati sungai kadang pula melewati laut, dsb)

ada saat-saatnya logika terus berjalan disamping kanan
(ketika logika mendukung iman)

ada saat-saatnya logika terus berjalan disamping kiri
(ketika logika tidak terlalu menteror iman)

ada saat-saatnya logika terus berjalan didepan
(ketika logika seharusnya mendominasi iman)

ada saat-saatnya logika terus berjalan dibelakang
(ketika logika tidak mau mendukung iman)


demikian pula dengan iman
avatar
njlajahweb
KOLONEL
KOLONEL

Female
Posts : 19312
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 116

Kembali Ke Atas Go down

Re: SISTEM-SISTEM PEMIKIRAN FILSAFAT TENTANG TUHAN

Post by dee-nee on Sun Sep 18, 2016 2:21 pm

@njlajahweb wrote:aku beriman agamaku masuk dalam katagori monotheis
monotheisnya saya koreksi sebagai berikut:

kbbi
koreksiku
monoteisme/mo·no·te·is·me/ /monotéisme/ n ajaran agama yang mempercayai adanya Tuhan Yang Esa (dalam inti arti KeEsaan Hakikat Tuhan); kepercayaan kepada Tuhan Yang Esa (dalam inti arti KeEsaan Hakikat Tuhan)
NB: (beriman Tuhan selalu Esa dalam PandanganNya sendiri)
#koreksiku
Monoteisme adalah kepercayaan bahwa Tuhan adalah satu(dalam inti arti Esa)/tunggal(dalam inti arti Esa), yang juga mempunyai Potensi Berkuasa penuh atas segala sesuatu, namun juga yang mempunyai Kemampuan Berkuasa penuh atas segala sesuatu (ketika, pada saat-saat, ataupun sejauh apa atau sejauh mana Dia Menghendaki)
NB:dimana pada saat DIA sedang melakukan KedaulatanNYA maka tidak pernah lepas dari tanggunggjawabNYA (secara tersirat atau tersurat yang akan DIA nyatakan didunia ini atau yang akan DIA nyatakan didunia yang akan datang) dan dalam melakukan KedaulatanNYA DIA tidak melakukanya dalam segala hal juga DIA tidak melakukanya secara terus-menerus.
NB2:bagi semua makhluk yang berakal(termasuk manusia), masuk tidaknya ke surga atau neraka, tetap tergantung dari total hasil perbuatan mereka masing-masing ketika Hari Penghakiman tiba.

sambil nunggu kang dharma

kembali ke thread sebelumnya

http://www.laskarislam.com/t10081p175-bisakah-kafir-yang-baik-masuk-surga#196567

saya ambil kalimat Einstein sebentar

“Sains tanpa agama itu lumpuh, agama tanpa sains itu buta.”

Tapi ... yang dimaksud ‘Agama’ disini ga sama dengan agama bila merujuk pada samawi .... Einstein menyebut bahwa dia adalah seorang "Pantheisme" bukan Theisme yang memercayai Tuhan personal ... berikut kata Einstein :

“Itu tentu saja sebuah kebohongan, apa yang Anda baca tentang keyakinan agama saya, sebuah kebohongan yang diulang-ulang secara sistematis. Saya tidak percaya kepada Tuhan yang berkepribadian (Personal God) dan saya tidak pernah menyangkal ini, tetapi saya telah mengungkapkannya secara jelas. Jika ada sesuatu dalam diri saya yang dapat dikatakan religius maka itu adalah rasa takjub yang tak terbatas akan struktur dunia sejauh yang dapat di ungkapkan ilmu pengetahuan kita.” - Albert Einstein, letter to an atheist (1954), Albert Einstein, The Human Side, 1954, disunting oleh Helen Dukas dan Banesh Hoffman, Princeton University Press.

underline : so menurut definisi Einstein ... Personal God adalah Tuhan yang berkepribadian

gimana menurut pendapat-mu tentang yang merah say ??

piss piss
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: SISTEM-SISTEM PEMIKIRAN FILSAFAT TENTANG TUHAN

Post by dee-nee on Sun Sep 18, 2016 2:22 pm

sekalian saya masukan juga uraian dharma ... supaya agak nyambung

@dharma_senapati wrote:tuhan dlm buddhisme adl sbh konsep yg dipaksakan krn zaman orla agama2 yg ada di indonesia akan dijadikan agama resmi, dgn syarat hrs ada tuhannya siapa, nabinya siapa, kitab sucinya apa? yg ada nantinya agama non-samawi akan dijadikan sbg agama tidak resmi.

ajaran buddha bhw tuhan itu non-personal, sdgkan trio-samawi tuhan itu personal.

artinya begini dlm agama buddha, tuhan itu yg sulit diucapkan dgn kata2 dan sulit dipikirkan dan gak boleh diumpamakan dgn apapun jg.

tuhan yme itu bukan dlm arti jumlah lho yah (esa/satu) melainkan bhw konsep ketuhanan itulah yg esa (satu kesepakatan kesamaan sifat2 tuhan scr universal) tujuannya apa? ini terkait masalah politik dlm negeri kita.

dlm pancasila dasar negara kita pun pd sila pertama adl:
ketuhanan yang maha esa
bkn tuhan yg maha esa

maka dgn begitu umat buddha setuju jika memang konsepnya ketuhanan (sifat tuhan) yg esa dlm artian spy bgs indonesia gak terpecah belah krn keberagaman suku & agama.

sdgkan tuhan sendiri (dlm buddhisme) merujuk kpd nibbana yaitu yang tdk bisa diumpamakan dgn apapun jg, yg artinya suci & terbebas dari atta yg akan memunculkan kemelekatan.

jika makna suci itu sdh disepakati bersama2, maka muncullah KONSEP ketuhanan YME, esa disini satu KESEPAKATAN makna suci bkn jmlnya satu.

kalaupun negara atw mayoritas memaksakan bhw agama hrs punya tuhan, maka agama buddha punya KONSEP KETUHANAN yg merujuk kpd NIBBANA.

nibbana dlm ajaran buddha adl batin seseorg yg telah tebebas dr tumimbal-lahir, atta, kemelekatan dll. dan ini sulit diungkapkan dgn kata2 selain org itu sendiri merasakan sendiri merealisasi nibbana.

jadi nibbana (dlm arti universal adl suci) sama konsepny dgn tuhan (yg suci jg) dan sama jg konsepnya dgn "yg tak terceritakan" tdk dpt diungkapkan dgn kata2 (yg suci jg)

jadiiii semua konsep tsb diatas adalah ESA, sepakat satu bahasa dan makna
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: SISTEM-SISTEM PEMIKIRAN FILSAFAT TENTANG TUHAN

Post by dee-nee on Sun Sep 18, 2016 2:26 pm

@njlajahweb wrote:aku beriman agamaku masuk dalam katagori monotheis
monotheisnya saya koreksi sebagai berikut:

kbbi
koreksiku
monoteisme/mo·no·te·is·me/ /monotéisme/ n ajaran agama yang mempercayai adanya Tuhan Yang Esa (dalam inti arti KeEsaan Hakikat Tuhan); kepercayaan kepada Tuhan Yang Esa (dalam inti arti KeEsaan Hakikat Tuhan)
NB: (beriman Tuhan selalu Esa dalam PandanganNya sendiri)

#koreksiku
Monoteisme adalah kepercayaan bahwa Tuhan adalah satu(dalam inti arti Esa)/tunggal(dalam inti arti Esa), yang juga mempunyai Potensi Berkuasa penuh atas segala sesuatu, namun juga yang mempunyai Kemampuan Berkuasa penuh atas segala sesuatu (ketika, pada saat-saat, ataupun sejauh apa atau sejauh mana Dia Menghendaki)

NB:dimana pada saat DIA sedang melakukan KedaulatanNYA maka tidak pernah lepas dari tanggunggjawabNYA (secara tersirat atau tersurat yang akan DIA nyatakan didunia ini atau yang akan DIA nyatakan didunia yang akan datang) dan dalam melakukan KedaulatanNYA DIA tidak melakukanya dalam segala hal juga DIA tidak melakukanya secara terus-menerus.

NB2:bagi semua makhluk yang berakal(termasuk manusia), masuk tidaknya ke surga atau neraka, tetap tergantung dari total hasil perbuatan mereka masing-masing ketika Hari Penghakiman tiba.

kalau nyambung dengan definisi Einstein diatas ... disebutkan bahwa Personal God = Tuhan yang berkepribadian

setuju ga ??
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: SISTEM-SISTEM PEMIKIRAN FILSAFAT TENTANG TUHAN

Post by njlajahweb on Sun Sep 18, 2016 2:30 pm

Q kutip
Saya tidak percaya kepada Tuhan yang berkepribadian (Personal God) dan saya tidak pernah menyangkal ini, tetapi saya telah mengungkapkannya secara jelas. Jika ada sesuatu dalam diri saya yang dapat dikatakan religius maka itu adalah rasa takjub yang tak terbatas akan struktur dunia sejauh yang dapat di ungkapkan ilmu pengetahuan kita
T
apakah yang dimaksud saya tidak pernah menyangkal ini?


Terakhir diubah oleh njlajahweb tanggal Sun Sep 18, 2016 2:55 pm, total 1 kali diubah
avatar
njlajahweb
KOLONEL
KOLONEL

Female
Posts : 19312
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 116

Kembali Ke Atas Go down

Re: SISTEM-SISTEM PEMIKIRAN FILSAFAT TENTANG TUHAN

Post by njlajahweb on Sun Sep 18, 2016 2:43 pm

Say, boleh nggak usul ke Moderator, agar tulisan posting dilaskar Islam ini, secara default menjadi seperti tulisan versi "Comic Sans MS", supaya jarak antar huruf tidak terlalu dempet.
seperti kata "dan" & "dari" kan susah dibedakan karena jarak hurufnya terlalu dempet, yah anggap aja ini sekedar intermezo aja deh, nggak harus dituruti sama Moderator kok...

avatar
njlajahweb
KOLONEL
KOLONEL

Female
Posts : 19312
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 116

Kembali Ke Atas Go down

Re: SISTEM-SISTEM PEMIKIRAN FILSAFAT TENTANG TUHAN

Post by dee-nee on Sun Sep 18, 2016 3:46 pm

terus terang .... kalau saya disuruh jawab TS ... saya sendiri bingung jawab yang mana .... karena tidak seluruh dari masing2 definisi saya (pribadi) setuju .... definisi2 itu menurut saya tidak 100% tepat dengan definisi tentang Tuhan samawi ......... misalnya saya ambil dari wiki :

Teisme

dalam penggunaannya yang paling luas, adalah kepercayaan terhadap satu dewa. Beberapa penggunaan lebih kecil menjelaskan bahwa dewa berada dalam entitas yang dapat dikenali tapi berbeda, sama dengan panteisme. Penggunaan kecil lainnya mengatakan bahwa dewa adalah kekuatan eksistensi di alam semesta, dan tidak termasuk sejenis bentuk deisme. Teisme dapat dikelompokkan menjadi banyak jenis, seperti monoteisme (di mana kata Tuhan dikapitalkan) dan politeisme.

kalau yang bold adalah definisi umum tentang Teisme ... maka saya BUKAN seorang teis

lalu apakah saya seorang Monoteis ?? >>> ya tetap saja ... apakah itu mono atau poli ... kalau definisi teisme adalah kepada dewa2 (mahluk) ... maka saya tetap bukan Monoteis

Tapi .... kalau saya baca sejarah tentang Nabi Ibrahim/Abraham >>> samawi meyakini bahwa nabi Ibrahim telah MEMPERBAIKI definisi teisme itu sendiri ... bahwa yang harus disembah BUKAN mahluk atau apapun yang diciptakan ... tapi harus menyembah kepada SATU DZAT

ya tapi masalahnya ... yang non-samawi mau ga "menanggapi" yang bold underline >>> kalau dalam benak mereka teisme tetap merujuk pada dewa2 gimana ??

dan nyatanya definisi umum sekali-pun tetap nyambung ke dewa2

jadi ... mungkin saya lebih senang disebut seorang Monoteis samawi - ajaran abrahamic (bukan Monoteis yang lain)

tapi ....

Kalau baca uraian Einstein misalnya tentang Tuhan Personal (Tuhan yang berkepribadian) .... Einstein menolak disebut Monoteis (abrahamic sekalipun) ... karena menurut Einstein ... Tuhan yang benar adalah bukan Tuhan Personal

kalau baca lagi definisi wiki (saya hanya dapat yang bahasa Inggris)

A personal god is a deity who can be related to as a person instead of as an impersonal force, such as the Absolute, "the All", or the "Ground of Being".

Tuhan Personal adalah Tuhan yang memiliki / berkaitan dengan (sifat2) manusia/mahluk, dan bukan (Tuhan) yang impersonal, seperti Kemutlakan, Keseluruhan, Asal Mula Segala Sesuatu  

In the scriptures of the Abrahamic religions, God is described as being a personal creator, speaking in the first person and showing emotion such as anger and pride, and sometimes appearing in anthropomorphic shape. In the Pentateuch, for example, God talks with and instructs his prophets and is conceived as possessing volition, emotions (such as anger, grief and happiness), intention, and other attributes characteristic of a human person.

Dalam kitab suci agama-agama Ibrahim, Tuhan digambarkan sebagai pribadi yang menciptakan, berbicara pada manusia (nabi2) dan menunjukkan emosi seperti marah dan kebanggaan, yang kadang-kadang muncul dalam bentuk antropomorfik.

Dalam Pentateukh, misalnya, Tuhan berbicara dan menginstruksikan para nabi dan dipahami sebagai "SESUATU (dzat)" yang memiliki kemauan, emosi (seperti kemarahan, kesedihan dan kebahagiaan), niat, dan atribut lainnya yang memiliki karakteristik pribadi manusia.


Personal relationships with God may be described in the same ways as human relationships, such as a Father, as in Christianity, or a Friend as in Sufism

hubungan pribadi (manusia) dengan Tuhan dapat digambarkan dengan cara yang sama seperti hubungan antar manusia, seperti Bapa, dalam agama Kristen, atau Teman seperti dalam (ilmu) tasawuf

kalau seperti yang underline disebut definisi Tuhan Personal ... maka Tuhan yang ada dalam iman saya memang Tuhan Personal

tapi kalau baca yang bold diatas .... maka Tuhan yang saya percaya adalah Tuhan Personal dan Impersonal

Atau misalnya .... kalau kemudian Tuhan Personal ini "dilawan-katakan" dengan Tuhan Impersonal .... seperti uraian Einstein

Einstein wrote:Jika ada sesuatu dalam diri saya yang dapat dikatakan religius maka itu adalah rasa takjub yang tak terbatas akan struktur dunia sejauh yang dapat di ungkapkan ilmu pengetahuan kita.

saya juga setuju2 saja dengan uraian Einstein diatas .... tapi masalahnya Einstein adalah seorang Panteisme

dalam wiki disebutkan :

Panteisme atau pantheisme (Yunani: πάν ( 'pan' ) = semua dan θεός ( 'theos' ) = Tuhan) secara harafiah artinya adalah "Tuhan adalah Semuanya" dan "Semua adalah Tuhan".

Ini merupakan sebuah pendapat bahwa segala barang merupakan Tuhan abstrak imanen yang mencakup semuanya; atau bahwa Alam Semesta, atau alam, dan Tuhan adalah sama. Definisi yang lebih mendetail cenderung menekankan gagasan bahwa hukum alam, Keadaan, dan Alam Semesta (jumlah total dari semuanya adalah dan akan selalu) diwakili atau dipersonifikasikan dalam prinsip teologis 'Tuhan' yang abstrak.

Saya setuju - tidak setuju dengan yang bold ... tapi saya tidak setuju dengan yang merah

Saya setuju bila disebut "Tuhan adalah Segalanya ... Segalanya adalah Tuhan" >>> dalam konteks bahwa Tuhan meliputi Segalanya ....

tapi ....... bila kalimat "Tuhan adalah Segalanya ... Segalanya adalah Tuhan" diartikan Tuhan dan Segalanya adalah sama >>> saya tidak setuju

Saya setuju bila disebut "Alam Semesta adalah personifikasi/wakil/bukti Tuhan" >>> dalam konteks Alam Semesta adalah personifikasi/wakil/bukti ADANYA (eksistensi) Tuhan

tapi ..... bila kalimat "Alam Semesta adalah personifikasi/wakil/bukti Tuhan" diartikan bahwa Alam Semesta adalah Tuhan itu sendiri >>> saya tidak setuju

catatan : Alam Semesta disini termasuk segala hal yang sifatnya materi dan yang diciptakan (segala mahluk, benda, hutan, gunung, planet, dsb)

jadi agak bingung juga ... dengan definisi2 ini

Jadi untuk sementara ... saya menyebut diri saya adalah Monoteisme Abrahamic sekaligus saya juga seorang Panteisme dalam konteks yang biru

karena saya muslim ... yang hijau ini saya sebut saja (untuk sementara) sebagai Ketuhanan Yang Maha Esa (dalam samawi)

apakah konsep Ketuhanan Yang Maha Esa dalam nasrani (kristen, katolik) dan yahudi sama dengan hijau .... ya kalau setuju bagus ... kalau ga setuju juga ga papa (artinya yang hijau sebut saja sebagai Ketuhanan Yang Maha Esa - dalam Islam) >>> inipun kalau teman2 muslim setuju

piss  piss


Terakhir diubah oleh dee-nee tanggal Sun Sep 18, 2016 8:02 pm, total 2 kali diubah
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: SISTEM-SISTEM PEMIKIRAN FILSAFAT TENTANG TUHAN

Post by dee-nee on Sun Sep 18, 2016 3:47 pm

@njlajahweb wrote:Say, boleh nggak usul ke Moderator, agar tulisan posting dilaskar Islam ini, secara default menjadi seperti tulisan versi "Comic Sans MS", supaya jarak antar huruf tidak terlalu dempet.

seperti kata "dan" & "dari" kan susah dibedakan karena jarak hurufnya terlalu dempet, yah anggap aja ini sekedar intermezo aja deh, nggak harus dituruti sama Moderator kok...

masukkan ke SF KOTAK KRITIK & SARAN aja say

piss piss

--------------------------------------

@njlajahweb wrote:Q kutip
Saya tidak percaya kepada Tuhan yang berkepribadian (Personal God) dan saya tidak pernah menyangkal ini, tetapi saya telah mengungkapkannya secara jelas. Jika ada sesuatu dalam diri saya yang dapat dikatakan religius maka itu adalah rasa takjub yang tak terbatas akan struktur dunia sejauh yang dapat di ungkapkan ilmu pengetahuan kita
T
apakah yang dimaksud saya tidak pernah menyangkal ini?

maksudnya ......... Einstein tidak pernah menyangkal yang underline

kan ceritanya ... banyak orang yang (seperti) memaksakan bahwa Einstein tetap disebut teis - merefer pada Personal God ... lalu Einstein "ngambek" dan memberi konfirmasi tentang semua yang diatas

ketiwi ketiwi
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: SISTEM-SISTEM PEMIKIRAN FILSAFAT TENTANG TUHAN

Post by njlajahweb on Sun Sep 18, 2016 6:34 pm

yang penting dalam hati, konsep Tuhannya bener
avatar
njlajahweb
KOLONEL
KOLONEL

Female
Posts : 19312
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 116

Kembali Ke Atas Go down

Re: SISTEM-SISTEM PEMIKIRAN FILSAFAT TENTANG TUHAN

Post by njlajahweb on Sun Sep 18, 2016 6:37 pm

sebenarnya (kalau menurut saya) orang menyembah raja pun atau orang lain, sebenarnya nggak masalah, selama hatinya tidak ikut menyembah raja itu atau orang lain itu, kecuali terhadap TUHAN (yang mempu menghukum kekotoran batin)

33:1 Yakub pun melayangkan pandangnya, lalu dilihatnyalah Esau datang dengan diiringi oleh empat ratus orang. Maka diserahkannyalah sebagian dari anak-anak itu kepada Lea dan sebagian kepada Rahel serta kepada kedua budak perempuan itu.
33:2 Ia menempatkan budak-budak perempuan itu beserta anak-anak mereka di muka, Lea beserta anak-anaknya di belakang mereka, dan Rahel beserta Yusuf di belakang sekali.
33:3 Dan ia sendiri berjalan di depan mereka dan ia sujud sampai ke tanah tujuh kali, hingga ia sampai ke dekat kakaknya itu.
33:4 Tetapi Esau berlari mendapatkan dia, didekapnya dia, dipeluk lehernya dan diciumnya dia, lalu bertangis-tangisanlah mereka

42:6 Sementara itu Yusuf telah menjadi mangkubumi di negeri itu; dialah yang menjual gandum kepada seluruh rakyat negeri itu. Jadi ketika saudara-saudara Yusuf datang, kepadanyalah mereka menghadap dan sujud dengan mukanya sampai ke tanah.

avatar
njlajahweb
KOLONEL
KOLONEL

Female
Posts : 19312
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 116

Kembali Ke Atas Go down

Re: SISTEM-SISTEM PEMIKIRAN FILSAFAT TENTANG TUHAN

Post by njlajahweb on Sun Sep 18, 2016 6:57 pm

bahkan menyembah kepada orang tua juga tidak masalah, asalkan hatinya tidak ikut menyembah.

48:12 Lalu Yusuf menarik mereka dari antara lutut ayahnya, dan ia sujud dengan mukanya sampai ke tanah
avatar
njlajahweb
KOLONEL
KOLONEL

Female
Posts : 19312
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 116

Kembali Ke Atas Go down

Re: SISTEM-SISTEM PEMIKIRAN FILSAFAT TENTANG TUHAN

Post by njlajahweb on Sun Sep 18, 2016 7:00 pm

Daud pun pernah disembah,

25:23 Ketika Abigail melihat Daud, segeralah ia turun dari atas keledainya, lalu sujud menyembah di depan Daud dengan mukanya sampai ke tanah.
avatar
njlajahweb
KOLONEL
KOLONEL

Female
Posts : 19312
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 116

Kembali Ke Atas Go down

Re: SISTEM-SISTEM PEMIKIRAN FILSAFAT TENTANG TUHAN

Post by dee-nee on Sun Sep 18, 2016 7:03 pm

Ya ... maksud saya dengan kata "menyembah" disini adalah menyembah dengan hati
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: SISTEM-SISTEM PEMIKIRAN FILSAFAT TENTANG TUHAN

Post by njlajahweb on Sun Sep 18, 2016 7:04 pm

kalau mereka menyembah dengan hati kepada yang selain (Yang Mampu Menghukum kekotoran batin) maka mereka berdosa, kecuali mereka hanya menyembah secara lahiriah saja
avatar
njlajahweb
KOLONEL
KOLONEL

Female
Posts : 19312
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 116

Kembali Ke Atas Go down

Re: SISTEM-SISTEM PEMIKIRAN FILSAFAT TENTANG TUHAN

Post by njlajahweb on Sun Sep 18, 2016 7:07 pm

aku ke gereja dulu, dada dulu ya...
avatar
njlajahweb
KOLONEL
KOLONEL

Female
Posts : 19312
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 116

Kembali Ke Atas Go down

Re: SISTEM-SISTEM PEMIKIRAN FILSAFAT TENTANG TUHAN

Post by njlajahweb on Sun Sep 18, 2016 10:02 pm

Q
Saya tidak percaya kepada Tuhan yang berkepribadian (Personal God) dan saya tidak pernah menyangkal ini, tetapi saya telah mengungkapkannya secara jelas. Jika ada sesuatu dalam diri saya yang dapat dikatakan religius maka itu adalah rasa takjub yang tak terbatas akan struktur dunia sejauh yang dapat di ungkapkan ilmu pengetahuan kita

T
*kalau menyoroti bagian kalimat/perkataan einstein yang underline, seperti dibawah ini,

Saya tidak percaya kepada Tuhan yang berkepribadian (Personal God)

kalau disederhanakan kan menjadi begini:
saya tidak percaya "personel god"

berarti kan menurut einstein,
"personal god", tidak sama dengan "GOD"

karena menurut saya, secara tersirat einstein ingin mengatakan bahwa einstein beriman bahwa pada hakikatnya/sebenarnya GOD itu tidak pernah berniat jahat.
avatar
njlajahweb
KOLONEL
KOLONEL

Female
Posts : 19312
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 116

Kembali Ke Atas Go down

Re: SISTEM-SISTEM PEMIKIRAN FILSAFAT TENTANG TUHAN

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 1 dari 2 1, 2  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik