FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.

Topics tagged under 5 on FORUM LASKAR ISLAM - Page 11 Follow_me
@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Waktu sekarang Tue Mar 31, 2020 1:27 am

Ditemukan 266 data yang cocok

Kalender Islam Lebih Benar Dari Kalender Masehi

quote
dari post #5

Keadaan orbit planet demikian dinyatakan ALLAH dengan istilah SIDRAH pada Ayat 53/14 dan 53/16. Arti Sidrah yaitu TERATAI, bunga mengambang di atas permukaan air sementara uratnya terhunjam di tanah. Di waktu pasang naik, teratai itu ikut naik dan ketika pasang surut dia pun ikut turun. Demikian pula Bumi bergerak keliling Surya dalam orbit Oval yang kemudian dipakai orang pada roda dengan sistem piston untuk penambah daya dorong pada mesin bertenaga besar.

tanggapan
saya kutip ayatnya

Qs 53
14 (yaitu) di Sidratil Muntaha.
15 Di dekatnya ada surga tempat tinggal,
16 (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratil Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya.

*kayaknya nggak ada hubunganya sama planet atau orbit planet
by njlajahweb
on Wed Aug 30, 2017 8:38 am
 
Search in: ISLAM & SCIENCE
Topik: Kalender Islam Lebih Benar Dari Kalender Masehi
Balasan: 45
Dilihat: 9080

Bedah Almaidah 51: tanpa syarat atau bersyarat

@Azed wrote:
Kok selalu beloknya ke Ahok sih ...?
Mbok ya dibaca yg teliti yg biru, apa statemen itu salah ?
Agak sulit ya bicara dg obyektip, karena belum bisa cut off dari kasus Ahok.
Rasanya setiap pembicaraan koq selalu ditarik korelasinya kesana.

+

Lagian dipostingan gw diatas itu khan ngga nyebut2 nama seseorang?? wkwkwk....
Itu khan persepsi bang azed sendiri..?!!
Saya yakin semua muslim paham, bhw mempermainkan firman Allah untuk tujuan apapun tidak bisa dibenarkan. Apalagi jika dg sengaja “memutar-mutarkan lidah” dlm manafsirkannya, kemudian mengatakan bhw “ini kebenaran dari Allah”. Supaya disangka bhw yg dia katakan itu sebagian dari firman Allah, padahal bukan. Sedang dia sendiri sadar apa yg dilakukannya

Statement ini boleh jadi ngga salah, tapi "pilihan kata2" bang azed itu tendensius, seolah2 para ahli tafsir/ulama "kerjaannya" adalah "memutar2 lidah" dalam menafsirkan ayat Allah untuk mempolitisir-nya". Yang gw penasaran, gimana caranya MEMASTIKAN bahwa mereka telah "sengaja memutar2 lidah"??

Kalo (misalnya) Quraish Shihab, yang penafsirannya bang azed TERIMA gimana?? Apakah beliau juga termasuk yang "sengaja memutar2 lidah" JUGA?? Apa MALAHAN ngga termasuk, karena penafsirannya SESUAI SELERA bang azed??
usil
@Azed wrote:Pernah dengar ulama sering berpesan begini ? : “jangan mempolitisir agama”.
Apa pengertian anda dg ungkapan itu.

+

Ulama mana yang berpesan begitu??

Sejauh pengetahuan gw (khususnya di Indonesia), slogan (semacam) itu pertama kali dilontarkan oleh Cak Nur (Nurcholis Madjid), sekitar tahun 70-an. "Jangan mempolitisir agama” atau “Jangan mencampur-adukkan agama dan politik”. Itu adalah ajaran BERACUN sekuler. Bukan ajaran ISLAM. Jika ada ulama yang mengatakan bahwa ISLAM memisahkan agama dengan politik, itu berarti dia sudah KERACUNAN pemikiran SEKULER. Itu adalah ghazwul fikri, untuk menghambat dan mendangkalkan aqidah dan millah umat ISLAM.

Sejak jaman Nabi Muhammad saaw, ISLAM adalah entitas POLITIK dan AGAMA sekaligus. Sebaliknya sekularisme adalah ideologi politik yang memisahkan agama dan politik. Maka ISLAM dan sekularisme NGGA AKAN BISA "nge-blend" atw nyampur. Karena ISLAM menjadikan politik itu sebagai SARANA untuk MENEGAKKAN dan MENSYIARKAN AJARAN ISLAM..!!.

Banyak orang2 islam jaman sekarang (yang sudah KERACUNAN pemikiran SEKULER) sehingga mereka2 menganggap syariat islam itu sebagai PENGHAMBAT KEMAJUAN NEGARA dll. Tapi mereka LUPA, kejayaan islam dan kedamaian DUNIA sejak jaman rasulullah, khulafaur rasyidin hingga mulkan adhan, bukan karena sekularisme. TAPI karena syariat ISLAM.

@Azed wrote:Kalau bicara soal tafsir menafsir, gak ada finalnya, unsur subyektipnya tinggi.

ISIS dan para teroris muslim juga merasa punya HAK berpendapat dan menafsirkan. Merasa punya dasar argumen yang kuat. Mengklaim penafsirannya lebih benar dpd yg lain. Mengaku sedang memikul kewajiban menyampaikan ayat Allah (dan mempraktekkannya), termasuk dalam kegiatan politik.

Dlm hal Al Maidah 51, yg pro maupun yg kontra, juga merasa seperti itu, iya kan ?.
Di tingkat yg lebih global ; Sunni, Syiah, Ahmadiyah juga sama.

Wkwkwk... ISIS dibawa2?!!
Kapan ISIS pernah berdebat dengan ahli tafsir/ulama mengenai dasar argumen mereka untuk MEMBUNUH (bahkan bunuh sesama muslim) tanpa hak?? Khan udah jadi rahasia umum kalo ISIS itu adalah boneka perang yang diciptakan oleh "negara anu" untuk MEMFITNAH ISLAM. Yang bisa dilakukan muslim adalah melawan propaganda "negara anu" itu.

Jangan di sama2in dengan case al maidah 51. Karena ISLAM tidak pernah memisahkan AGAMA dengan POLITIK. ISLAM menjadikan politik itu sebagai SARANA untuk MENEGAKKAN dan MENSYIARKAN ISLAM..!! Maka dalam ISLAM, tidak ada istilah "POLITISASI AGAMA". Semua urusan duniawi/ukhrowi muslim adalah urusan AGAMA (ISLAM).

Tapi kalo mengenai "contoh kasus" yang ini.....
@RHCP wrote:LAIN HAL-nya jika ada non-muslim yang TERLALU PEDE dan sok tahu, tiba2 mengutip ayat-ayat kitab suci AGAMA yang tidak diimaninya, dan merangkainya dengan kata2 "dibohongin" dan "dibodohin"....!!?

Itu berarti ada orang ASING/LUAR yang ikut campur thd urusan "dalam NEGERI" MUSLIM, sehingga MENYINGGUNG PERASAAN kalangan MUSLIM. Perbuatan "orang luar" itu jelas merupakan perbuatan "tidak menyenangkan" bagi kalangan muslim.
usil
@Azed wrote:Menurut kabar, Al Maidah 51 cetakan th 70-an masih diterjemahkan “teman setia”. Tapi oleh penguasa Orba dirubah menjadi “pemimpin”. Menurut DR. Nadirsyah Hosen (dosen FH Monash Univ), Soeharto menghendaki kerukunan antar umat beragama, jika diterjemahkan “teman setia”, dikhawatirkan akan diterima sebagai larangan berteman antara muslim dg non muslim. Setelah orba jatuh, Depag merevisi lagi (2002).

Maka, sadar atau tidak, penafsiran sebagian umat Islam Indonesia dlm masa sekitar dua dasawarsa ini, ternyata bersumber dari terjemahan produk orba (khususnya Al Maidah 51).

Selama terjemahannya sesuai dan tidak keluar lingkup ARTI awliya, APA SALAHNYA?? Yang penting pengertiannya tetap begini: "Kalo jadi teman setia aja ngga boleh, apalagi jadi PEMIMPIN??". Tapi kalo sampai MENGUBAH PENGERTIAN "awliya" menjadi "SIFAT" yahudi/kristen. Itu baru BERMASALAH, karena dengan penafsiran begitu seolah2, ayat itu memperbolehkan "berteman dekat" dengan non-muslim. (seperti "memelintir lidah")

Katanya ngga mw bicara politik..?? Kok bawa2 strategi politik orba/soeharto segala??
Jadi yang bener gimana nih?? hehehe...
usil
@Azed wrote:
@RHCP wrote:
Diriwayatkan dari Abu Hurairah, Nabi bersabda, “Seseorang itu dilihat dari temannya, maka hendaklah kamu perhatikan siapa yang menjadi temanmu.” (HR Abu Daud).

Diriwayatkan dari Abu Sai’d dari Nabi bahwa Beliau bersabda, “Janganlah kamu berteman kecuali dengan orang yang beriman dan janganlah ada yang memakan makananmu kecuali orang yang bertakwa.” (HR Tirmizi dan Abu Daud)


Oh, baguslah ... khususnya yg red, laksanakan saja, sanggup kan ?
Itu hadis baru ketemu-kah, sebab di post # 32 anda bilang begini :

@RHCP wrote:[Al maidah:51 itu konteksnya adalah LARANGAN bagi orang2 BERIMAN ber-friends and allies dgn yg orang2 yang akan merusak aqidah dan millah.


Lha trus kamsudnya gimana tuh antara hadis dan yg underline ?

Emangnya siapa lagi yang dimaksud dengan "orang2 yang akan merusak aqidah dan millah" kalo bukan yahudi/kristen??

Jadi menurut bang azed hal itu sangat sulit dilaksanakan? Dimana sih letak kesulitan-nya? Emangnya kalo seorang muslim hanya berteman AKRAB/SETIA sesama muslim doang, dia bakalan MATI/SENGSARA atw hidupnya jadi HAMPA/HAMBAR, gitu?? wkwkwk...

Menurut gw, yang merasa hal itu sangat sulit dilaksanakan, JUSTRU akibat dari "ke-njlimet-an" tafsiran (al maidah 51)nya sendiri. wkwkwk...
@Azed wrote:Lihat lagi di post #5.
Silahkan di baca Al Maidah mulai ayat 41, moga2 ketemu yg anda maksud.

Yg saya sampaikan disitu, awlya = guide.
Kalau yg di post #35 itu kalau arti awlya = sekutu.
Esensinya sih sama : jangan meniru yg jelek.

Terjemahan versi Prof. Hasan Qaribullah & Shaykh Ahmad Darwish (ulama Sudan) :

Bilievers, take neither Jews nor Nazarenes for your guides. They are guides of one another. Whosoever of you takes them for a guide shall become one of their number. Allah does not guide the wrongdoers.

Terjemahan bebas :
(Orang yg) percaya, jangan seorangpun mengambil Yahudi maupun Nasrani sebagai “guide”-mu. Mereka menjadi “guide” satu dg lainnya. Siapapun diantaramu yg menjadikan mereka sebagai “guide” akan menjadi sama dg mereka. Allah tidak meng-“guide” orang yg jahat.

Dlm Bahasa kita, guide itu mungkin : panutan (meski kurang pas), pemandu.
Analoginya mungkin seperti “guide” turis, yg di guide ngikuti saja apa kata si guide.

Silakan aja bang azed mw pake arti dari awliya yang manapun (selama itu memang termasuk artinya/harfiahnya). Tapi yang JELAS, ngga ada yang mengartikan AWLIYA sebagai "SIFAT".

Tafsiran umum dari al maidah 51 adalah : LARANGAN MENJADIKAN yahudi/kristen sebagai ; pembimbing / penolong / pengurus / pengatur / teman setia / sekutu / PEMIMPIN, dll. Jadi kalo tiba2 ADA yang menafsirkan al maidah 51 adalah LARANGAN MENGIKUTI SIFAT yahudi/kristen, bukankah itu sama artinya dengan "MEMUTAR2 LIDAH"??? hehehe..
ehmm  
@Azed wrote:So, meski saya berteman karib sekalipun dg Nasrani, tapi kalau saya tdk mengikuti atau meniru akidahnya, ya >> lakum diinukum wa liya diin.

Jangan takabur dan menganggap remeh LARANGAN Allah. Siapa bilang kalo berteman dgn non-muslim aqidah/millah islam ngga akan terpengaruh?? Boleh jadi bang azed "merasa kuat iman", tapi GIMANA bagi muslim yang iman dan pemahaman islamnya LEMAH??.

Jangan lupa, Allah sdh memperingatkan, yang namanya yahudi/kristen itu ngga akan RELA dengan muslim SAMPE muslim ikutin millah mereka.
@Azed wrote:Kan esensi dari pesan Al Maidah 51 itu : “jangan sampai kamu = mereka" (yg begini-begitu, yg negatip). Tapi kalau ngikuti yg positip, misal rajin, gigih, dsb, mosok dilarang.

Teman setia atau sohib itu kan terjemahan versi Indonesia. Saya lihat versi Inggris kebanyakan menterjemahkan : friends atau allies. Teman itu kan level kedekatannya dibawah sohib.

Saya sengaja mengambil terjemahan “teman”, karena populasi yg disebut teman itu jauh lebih banyak dpd teman setia. Toh yg saya pilih juga ada dasarnya. Nah, saya cumak pengen tau, gimana umat akan memahami ayat itu dan mengamalkannya dlm kehidupan sehari-hari.

Kalau menurut anda kan nggak boleh, ya (ngikut hadis).
Kan di hadis itu gak ada kata “teman setia”, pokoknya teman
Tapi yg quote dibawah ini koq beda lagi ya ….
@RHCP wrote:Kalo yang dimaksud itu "sekedar berteman", khan boleh2 aja. Tapi BEDA kalo maksudnya "teman" itu dalam arti DEKAT/SETIA/AKRAB (bahkan saking akrabnya ada yang sampe "seperti sodara sendiri"). ITULAH yang DILARANG. .

Yg bener giman sih ?

"Sekedar berteman" itu khan maksudnya sekedar saling kenal/berbuat baik/berlaku adil/tidak mengganggu dlsb. Yang bukan dalam arti "berteman" erat/dekat/karib dlsb.

Gw rada heran nih.... Kalo bang azed BISA menerima tafsiran awliya = "teman" DAN juga MENERIMA tasfiran awliya = "teman dekat" dan bahkan bisa menafsirkan al maidah 51 adalah "LARANGAN MENGIKUTI SIFAT yahudi/kristen"?! (yang lain sendiri). Tapi KENAPA TIBA2 bang azed sepertinya "kesulitan" memahami yang dimaksud "teman" dalam hadits nabi saaw. itu, ya?? Huehehe....
ehmm

Emangnya bang azed tinggal dimana sih?? Kok kesannya di lingkungan bang azed SULIT banget mencari MUSLIM yang; baik rajin, gigih, pekerja keras, amanah, dsb. yang bisa dijadikan TEMAN BAIK/akrab/erat dan dijadikan contoh?? wkwkwkwk...
usil
by RHCP
on Wed Nov 02, 2016 5:22 pm
 
Search in: AL-QUR'AN, TAFSIR & ASBABUN NUZUL
Topik: Bedah Almaidah 51: tanpa syarat atau bersyarat
Balasan: 134
Dilihat: 9999

Bedah Almaidah 51: tanpa syarat atau bersyarat

@RHCP wrote:
@Azed wrote:Saya tanggapi yg merah aja ya, yg lain saya gak ngerti.
Lha faktanya kan memang begitu mas bro, mosok gak tahu sih
Yg memulai ya orang Islam sendiri, mana berani orang lain yg memulai.

Saya yakin semua muslim paham, bhw mempermainkan firman Allah untuk tujuan apapun tidak bisa dibenarkan. Apalagi jika dg sengaja “memutar-mutarkan lidah” dlm manafsirkannya, kemudian mengatakan bhw “ini kebenaran dari Allah”. Supaya disangka bhw yg dia katakan itu sebagian dari firman Allah, padahal bukan. Sedang dia sendiri sadar apa yg dilakukannya.

Biasanya yg melakukan itu bukan muslim awam yg baru belajar memahami satu dua ayat Qur’an dari terjemahan, contohnya seperti saya. Tapi justru oleh “oknum” yg pemahaman Qur'annya jauh diatas saya..

Tapi pernahkan ada yg kemudian teriak : “itu melecehkan Al Qur'an, menghina Allah, harus segera dipenjara !!”.
Sejauh yg saya ingat koq nggak ada ... kenapa ya ?

Menyampaikan ayat Allah adalah kewajiban setiap muslim (syiar) dalam setiap kesempatan, termasuk dalam kegiatan politik. Lagipula apakah ada aturan yang melarang penggunaan ayat suci dalam kegiatan politik?? Bukankah islam tidak mengenal adanya pemisahan antara agama dan politik?? Masalah NIAT dan TUJUANNYA, itu kembali kepada yang menyampaikan. Karena yang mengetahui isi hati manusia hanya Allah. Jangan apriori, apalagi buruk sangka.

Dalam hal apa, muslim yang menyampaikan dan menafsirkan ayat suci dari AGAMANYA SENDIRI itu bisa dianggap MELECEHKAN/MENGHINA al Quran?? Selama dia itu MUSLIM, dia punya HAK berpendapat dan menafsirkan, yang penting punya dasar argumen yang kuat. LAIN HAL-nya jika ada non-muslim yang TERLALU PEDE dan sok tahu, tiba2 mengutip ayat-ayat kitab suci AGAMA yang tidak diimaninya, dan merangkainya dengan kata2 "dibohongin" dan "dibodohin"....!!?

Jangan di sama2in, dong.

Kok selalu beloknya ke Ahok sih ...?
Mbok ya dibaca yg teliti yg biru, apa statemen itu salah ?
Agak sulit ya bicara dg obyektip, karena belum bisa cut off dari kasus Ahok.
Rasanya setiap pembicaraan koq selalu ditarik korelasinya kesana.

+

Pernah dengar ulama sering berpesan begini ? : “jangan mempolitisir agama” .
Apa pengertian anda dg ungkapan itu.

+

Kalau bicara soal tafsir menafsir, gak ada finalnya, unsur subyektipnya tinggi.

ISIS dan para teroris muslim juga merasa punya HAK berpendapat dan menafsirkan. Merasa punya dasar argumen yang kuat. Mengklaim penafsirannya lebih benar dpd yg lain. Mengaku sedang memikul kewajiban menyampaikan ayat Allah (dan mempraktekkannya), termasuk dalam kegiatan politik.

Dlm hal Al Maidah 51, yg pro maupun yg kontra, juga merasa seperti itu, iya kan ?.
Di tingkat yg lebih global ; Sunni, Syiah, Ahmadiyah juga sama.

Menurut kabar, Al Maidah 51 cetakan th 70-an masih diterjemahkan “teman setia”. Tapi oleh penguasa Orba dirubah menjadi “pemimpin”. Menurut DR. Nadirsyah Hosen (dosen FH Monash Univ), Soeharto menghendaki kerukunan antar umat beragama, jika diterjemahkan “teman setia”, dikhawatirkan akan diterima sebagai larangan berteman antara muslim dg non muslim. Setelah orba jatuh, Depag merevisi lagi (2002).

Maka, sadar atau tidak, penafsiran sebagian umat Islam Indonesia dlm masa sekitar dua dasawarsa ini, ternyata bersumber dari terjemahan produk orba (khususnya Al Maidah 51).

@RHCP wrote:
Diriwayatkan dari Abu Hurairah, Nabi bersabda, “Seseorang itu dilihat dari temannya, maka hendaklah kamu perhatikan siapa yang menjadi temanmu.” (HR Abu Daud).

Diriwayatkan dari Abu Sai’d dari Nabi bahwa Beliau bersabda, “Janganlah kamu berteman kecuali dengan orang yang beriman dan janganlah ada yang memakan makananmu kecuali orang yang bertakwa.” (HR Tirmizi dan Abu Daud)


Oh, baguslah ... khususnya yg red, laksanakan saja, sanggup kan ?
Itu hadis baru ketemu-kah, sebab di post # 32 anda bilang begini :

@RHCP wrote:[Al maidah:51 itu konteksnya adalah LARANGAN bagi orang2 BERIMAN ber-friends and allies dgn yg orang2 yang akan merusak aqidah dan millah.


Lha trus kamsudnya gimana tuh antara hadis dan yg underline ?
Belum lagi yg saya quote di paling bawah ini.

@RHCP wrote:
@azed wrote:
@RHCP wrote:Apa argumen bang azed kalo ayat al maidah 51 itu adalah LARANGAN untuk MENYERUPAI/tasyabbuh thd sifat-sifat mereka sebagai “panutan” (atau meniru)". Apa indikasi adanya LARANGAN tasyabbuh sifat2 yahudi/kristen di al maidah 51??

Lah ... kok masih nanya.
Lah... yg mas bro tulis dibawah ini (merah, yg nge quote dari posting saya didepa), kamsudnya gimana ?

- Suka mendengar berita bohong,
- Suka merobah perkataan-perkataan (Alkitab) dari tempat-tempatnya,
- Banyak memakan yang haram,
- Mengingkari atau berpaling dari hukum-hukum Allah.

Sifat2 itu adalah ALASAN kenapa Allah melarang ORANG2 BERIMAN berteman dekat/berteman akrab/setia/berWALI/mempercayakan urusan (apalagi) menjadikan menjadikan yahudi/kristen sebagai PEMIMPIN.


Yang gw maksud dari tulisan gw itu adalah; Alasan KENAPA Allah MELARANG (menjadikan "mereka" sbg awliya), yaitu karena SIFAT2 BURUK mereka dst....

Sedangkan yang gw tanya ke bang azed itu, BAGAIMANA bang azed bisa memaknai redaksi al maidah 51 "LARANGAN menjadikan yahudi/kristen sbg awliya", MENJADI seperti ini >>>> "LARANGAN menirukan (tasyabbuh) sifat "mereka"?? Karena dengan memaknainya demikian, maka MAKNANYA sudah bergeser. Artinya bagi bang azed, al maidah ayat 51 itu adalah LARANGAN mengikuti SIFAT yahudi/kristen. Dan BUKAN lagi LARANGAN utk menjadikan yahudi/kristen sbg AWLIYA. (mudah2an bang azed paham maksud gw.)

Lihat lagi di post #5.
Silahkan di baca Al Maidah mulai ayat 41, moga2 ketemu yg anda maksud.

Yg saya sampaikan disitu, awlya = guide.
Kalau yg di post #35 itu kalau arti awlya = sekutu.
Esensinya sih sama : jangan meniru yg jelek.

Terjemahan versi Prof. Hasan Qaribullah & Shaykh Ahmad Darwish (ulama Sudan) :

Bilievers, take neither Jews nor Nazarenes for your guides. They are guides of one another. Whosoever of you takes them for a guide shall become one of their number. Allah does not guide the wrongdoers.

Terjemahan bebas :
(Orang yg) percaya, jangan seorangpun mengambil Yahudi maupun Nasrani sebagai “guide”-mu. Mereka menjadi “guide” satu dg lainnya. Siapapun diantaramu yg menjadikan mereka sebagai “guide” akan menjadi sama dg mereka. Allah tidak meng-“guide” orang yg jahat.

Dlm Bahasa kita, guide itu mungkin : panutan (meski kurang pas), pemandu.
Analoginya mungkin seperti “guide” turis, yg di guide ngikuti saja apa kata si guide.

So, meski saya berteman karib sekalipun dg Nasrani, tapi kalau saya tdk mengikuti atau meniru akidahnya, ya >> lakum diinukum wa liya diin.

Kan esensi dari pesan Al Maidah 51 itu : “jangan sampai kamu = mereka" (yg begini-begitu, yg negatip). Tapi kalau ngikuti yg positip, misal rajin, gigih, dsb, mosok dilarang.

@RHCP wrote:
@azed wrote:Ada kalimat dari Al Maidah 51 yg terjemahannya berbunyi begini (stressing yg bold) :
Siapa di antara kamu yang menjadikan mereka teman setia, maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka.

Teman setia mungkin agak spesial ya.
Golongan, mungkin juga masih agak luas lingkupnya.
OK, saya ambil sajalah terjemahan Ibn Katsir yg barangkali lebih umum, gak usah pake "setia"

And if any among you be friends them, then surely, he is one of them (dia sama seperti mereka)

Kalau saya bergaul dg teman2 nasrani, taruhlah teman sekantor, apakah lalu saya menjadi nasrani ? (sama seperti mereka ?). Saya pastikan : tidak. Faktanya saya tetap beragama Islam dan samsekali tdk terpengaruh dg akidah mereka.

Apakah anda bisa membantu saya untuk memahami maksud kalimat di ayat itu ?

Kenapa setia/akrab/dekatnya harus dihilangin?? teman setia/teman dekat Itu khan memang arti dari awliya?! hehehe....

Teman setia atau sohib itu kan terjemahan versi Indonesia. Saya lihat versi Inggris kebanyakan menterjemahkan : friends atau allies. Teman itu kan level kedekatannya dibawah sohib.

Saya sengaja mengambil terjemahan “teman”, karena populasi yg disebut teman itu jauh lebih banyak dpd teman setia. Toh yg saya pilih juga ada dasarnya. Nah, saya cumak pengen tau, gimana umat akan memahami ayat itu dan mengamalkannya dlm kehidupan sehari-hari.

Kalau menurut anda kan nggak boleh, ya (ngikut hadis).
Kan di hadis itu gak ada kata “teman setia”, pokoknya teman
Tapi yg quote dibawah ini koq beda lagi ya ….

@RHCP wrote:Kalo yang dimaksud itu "sekedar berteman", khan boleh2 aja. Tapi BEDA kalo maksudnya "teman" itu dalam arti DEKAT/SETIA/AKRAB (bahkan saking akrabnya ada yang sampe "seperti sodara sendiri"). ITULAH yang DILARANG. .

Yg bener giman sih ?
by Azed
on Tue Nov 01, 2016 9:23 pm
 
Search in: AL-QUR'AN, TAFSIR & ASBABUN NUZUL
Topik: Bedah Almaidah 51: tanpa syarat atau bersyarat
Balasan: 134
Dilihat: 9999

tanda-tanda besar hari kiamat

Huzaifah bin Usaid alGhifari RA berkata: "Telah datang kepada kami Rasulullah SAW dan kami pada waktu itu sedang berbincang-bincang. Lalu Nabi bersabda: "Apa yang kamu perbincangkan?" Kami menjawab: "Kami sedang berbincang tentang hari Qiamat." Lalu Nabi SAW bersabda: "Tidak akan terjadi hari Qiamat sehingga kamu melihat sebelumnya sepuluh macam tanda-tandanya." Kemudian Baginda menyebutkannya: "Asap, Dajjal, binatang, terbit matahari dari tempat tenggelamnya, turunnya Isa bin Maryam 'alaihissalam, Ya'juj dan Ma'juj, tiga kali gempa bumi, sekali di timur, sekali di barat dan yang ketiga di Semenanjung Arab, dan yang akhir sekali adalah api yang keluar dari arah negeri Yaman yang akan menghalau manusia kepada Padang Mahsyar mereka." - HR Imam Muslim


Takhriij alHadith:

Dikeluarkan oleh Muslim dlm shahihnya Jld 4, Kitab alFitan, #2901. Juga Ibn Athiir, Jami' alUsyuul yg dikeluarkan oleh Abu Daud dan atTirmidzi. Hadith shahih dari jalur Hudzaifah alGhifari RA.

Fiqh alHadith:

Tanda2 dalam hadith Hudzaifah ini dinamakan tanda2 besar Qiamat. Tanda2 gesar bermakna Qiamat itu sudah terlalu hampir atau manusia berada di ambang Qiamat.

Tanda #1: Dukhan (jerebu atau kabus tebal)

Kabus atau jerebu tebal yg menjadi bahaya ialah bila ia mencecah indeks bacaan 500 ke atas.

Para salaf berpecah menjadi dua golongan bila mentafsirkan jerebu ini. Kumpulan Ibn Mas'ood RA, Mujahid, dan ibn Jarir atTabari menetapkan Dukhan atau jerebu ini adalah tanda Qiamat yg sudah pun berlalu di zaman RasuluLlah SAW sempena turunnya surah adDukhan. Jerebu yg menimpa kaum Quraisy.

Kumpulan Imam Ali bin Abu Tholib RA, Abu Said alKhudri RA, Ibn Abbas RA, Ibn Umar RA, alHasan bin Ali RA dan Hasan alBasri mengatakan jerebu ini benar2 tanda besar Qiamat dan ia belum lagi terjadi. Hadith Hudzaifah ini adalah dalil mereka.

AlHafiz Ibn Kathir RH mendokong pendapat Ali dan Ibn Abbas. Imam Nawawi ketika mensyarhkan hadith ini menyatakan jerebu itu meliputi bumi selama 40 hari. (Syarah Muslim 18/27)

Tanda #2: Keluarnya alDajjal alMasih

Dikembarkan istilah alMasih kepada Dajjal ialah kerana alMasih bermaksud salah satu matanya terhapus (Ibn Athir), ada pun Dajjal bermaksud pendusta. Maka Dajjal alMasih = Pendusta yg bermata satu. (Ibn Athir, Jami' alusyul 9/356)

Fuqaha' yg menolak munculnya alDajjal alMasih ialah Imam Muhammad Abduh, mantan Mufti Mesir. Beliau menetapkan Dajjal yg dimaksudkan itu adalah aliran kesesatan secara umum (Tafsir alManar, Jld 3).

Manakala faham Muktazilah, Khawarij dan Jahmiyah menolak secara total kerana jika benar Dajjal suatu ancaman kepada manusia, niscaya alQuran ada menyebutnya, tapi tidak ditemui dalam alQuran.

Namun i’tiqad ASWJ menetapkan melalui hadith2 yg mutawatir akan kemunculan Dajjal alMasih di akhir zaman sebagai tanda besar Qiamat. Pendetailan mengenai ciri2, tanda2 mengenal Dajjal tidak dapat dibahaskan di sini kerana ia teramat banyak dalam kitab2 yg beredar di pasaran, cuma perhatikan hadith2 yg menyalurkan maklumat tentang Dajjal itu shahih atau hasan.

Tanda #3: Keluarnya 'Daabbah' (binatang melata)

Hadith Hudzaifah ini menguatkan maksud ayat 82 surah anNaml : (Kami mengeluarkan sejenis binatang melata dari bumi).

Tujuan binatang ini keluar ialah sebagai suatu peringatan yg terakhir kepada orang kafir supaya beriman dan kepada orang Islam supaya tetap istiqamah. Daabbah ini bukan monster atau binatang yg memakan manusia!

Komentar Syaikh Ahmad Syakir pada Musnad Imam Ahmad:

Perihal Daabbah (binatang melata) ini maklum pada orang yg berbahasa Arab suatu makna yg luas (tidak terhad) pada istilah binatang. Malah Daabbah adalah kalimah yg membawa maksud yg luas. Maksudnya suatu istilah yg hanya dimengerti oleh orang yg memahami bahasa Arab.

Tanda #4: Terbitnya matahari dari sebelah Barat

Ini bermakna Jepun bukan lagi negara matahari terbit. Morocco atau Maghribi pula akan dinamakan negara matahari terbit.

Hadith ini adalah syarh kepada ayat 158 surah alAn'am. Kata Imam atTabari dan Ibn Kathir ketika mentafsir ayat ini, salah satu tanda itu ialah terbitnya matahari dari Barat.

Kata Imam Ibn Hajar (alFath), bila hal ini berlaku, maka pintu taubat pun ditutup. (Fath alBari 11/352)

Tanda #5: Turunnya Isa putera Maryam AS

Perkhabaran Rasulullah SAW ini menguatkan ayat AQ sebelumnya:

- AQ 4: 157-158
- AQ: azZukhruf (43): 61
- anNisaa': 51

Maka disimpulkan:

Turunnya Isa AS di akhir zaman adalah aqidah ASWJ. Ingkar bermakna mendustakan Muhammad SAW kerana mutawatirnya alHadith.

Tujuan Isa turun ialah melaksanakan semula syari'at Muhammad dan memerangi semua agama yg lain dan keamanan akan melimpahi bumi selama 40 tahun. (Albani, Silsilah asShahihah/IV/559)

Tanda #6: Keluarnya Ya'juj wal Ma'juj

Menurut Ibn Hajar (alFath 13/107), asal usul Ya'juj dan Ma'juj ialah keturunan Adam jua.

Hadith Hudzaifah di atas menguatkan dalil alQur:an mengenai kemunculan dua kaum yg ganas itu di Akhir zaman.

AQT 18: 94 (Wahai Zulkarnain, sesungguhnya kaum Ya'juj dan Ma'juj sentiasa melakukan kerusakan di muka bumi)

AQT 21: 96 (Sehingga terbuka tembok yg menyekat Ya'juj dan Ma'juj serta mereka meluru turun dari tiap2 tempat yg tinggi. Dan hampirlah datangnya janji hari Qiamat yg benar)

Ada pelbagai tafsiran:

Sebahagian mengatakan Dua kaum pemusnah ini sudah berlalu, iaitu ketika keluarnya kaum Monggol dan Tartar dari Asia tengah. Antara yg berpendapat demikian ialah Almarhum Ustaz Sayyid Qutb dalam Tafsir azZilal. Imam alQurthubi juga berkata kemungkinan kaum Tartar dan Mongol itu adalah Ya'juj dan Ma'juj. Begitu juga pendapat Ibn Athir, alKamil: 13/375

Pendapat yg rajih ialah Ya'juj dan ma'juj itu muncul ketika zaman turunnya Isa putra Maryam AS. jika ada kaum yg sebelum turunnya Isa, ia adalah ciri-ciri Ya'juj wal Ma'juj sahaja. Akhirnya Ya'juj dan Ma'juj ini dibinasakan dengan berkat do'a Isa alMasih (Dr Sulaiman alAsyqar, alYaum alAkhir, Kuwait, 1988, Syaikh Yusof Abdullah, alWabil, 'Alamaat alQiyamah alKubra)

Tanda #7: Tiga khasaf di sebelah Timur, Barat dan Jaziirah Arab

Berkata alHafiz Ibn Hajar (alFath: 12/ms 84), gempa atau runtuhan besar ini belum berlaku lagi walaupun gempa itu sering terjadi di pelbagai tempat. Tetapi gempa tanda Qiamat ini adalah gempa yg amat besar sekali berlaku di Timur, Barat dan Semenanjung Arab yg membawa kemusnahan yg dahsyat.

Ulasan s2s:

Gempa yg dahsyat selalunya >9.5 di atas skala Richter, spt yg berlaku di Acheh yg mengakibatkan kesan Tsunami yg melanda satu kawasan yg besar di Indonesia, Sri Lanka, India, Thailand dan Malaysia. Rata-rata bila ditanya orang yg menyaksikan Tsunami ini, maka mereka menyangkakan Qiamat.

Tanda #8: Munculnya api yg besar di Yaman (Kota Aden)

Ibn Hajar berkata: Api ini adalah tanda terakhir tanda2 Qiamat yg besar-besar dan petanda pertama bermulanya fasa Qiamat (alFath: 13/82)

Bila api itu muncul, maka manusia akhir zaman akan berduyun-duyun berkumpul di tempat2 perhimpunan masing-masing. Mereka berpusu-pusu melarikan diri beramai-ramai dan sesiapa yg tidak berpindah, akan dimakan oleh api itu. Tempat tumpuan perhimpunan ialah Syria (Ibn Kathir, anNihayah 1/259)

TAMAT syarah hadith Hudzaifah bin Usaid RA.

by keroncong
on Thu Sep 01, 2016 1:51 am
 
Search in: ILMU HADITS & TAFSIR HADITS
Topik: tanda-tanda besar hari kiamat
Balasan: 0
Dilihat: 1149

Manakah yang pantas sebagai Wahyu Allah? Al-Quran Atau Alkitab?

Silahkan bandingkan isi #4 dengan #5

Coba tunjukan mana Firman Tuhan dan mana suara penyiar radio.

basi basi
by cherish
on Sun Dec 27, 2015 7:08 am
 
Search in: FORUM KHUSUS : (DISKUSI)
Topik: Manakah yang pantas sebagai Wahyu Allah? Al-Quran Atau Alkitab?
Balasan: 147
Dilihat: 7261

DAPATKAH MUHAMMAD SAW & UMAT MUSLIM MENGAMALKAN AYAT SUCI AL-QURAN-NYA, (AL-BAQARAH, 2:136) ?

@SEGOROWEDI wrote:
@frontline defender wrote:
@SEGOROWEDI wrote:
@frontline defender wrote:yang dulu nggak pernah ditulis tapi di kemudian hari tertulis di Al-Quran itu kan Injil yang asli, bukan Injil yang palsu (yang sekarang juga disebut dengan PB)!

injil yang dirurunkan ke muhammad... (konyol)
sama/tidak dengan injil yang dulu ditutunkan ke isa????

- lihat lagi dalil2 post #5? apa bunyinya kek gitu?
- sama, karena Tuhan tentunya mengajarkan kebenaran dari sejak awal mula!

- katanya kisah isa di alquran itu injil aseli
mosok injil asli diturunkan ke muhammad?
- mana buktinya sama??? wong yang ada dan dibilang aseli hanya versi muhammad

- baca dulu sana dalil2 post #5!
- buktinya Al-Quran itu benar!
by frontline defender
on Sun Jul 12, 2015 12:22 pm
 
Search in: FORUM KHUSUS : (DISKUSI)
Topik: DAPATKAH MUHAMMAD SAW & UMAT MUSLIM MENGAMALKAN AYAT SUCI AL-QURAN-NYA, (AL-BAQARAH, 2:136) ?
Balasan: 127
Dilihat: 10001

DAPATKAH MUHAMMAD SAW & UMAT MUSLIM MENGAMALKAN AYAT SUCI AL-QURAN-NYA, (AL-BAQARAH, 2:136) ?

@frontline defender wrote:
@SEGOROWEDI wrote:
@frontline defender wrote:yang dulu nggak pernah ditulis tapi di kemudian hari tertulis di Al-Quran itu kan Injil yang asli, bukan Injil yang palsu (yang sekarang juga disebut dengan PB)!

injil yang dirurunkan ke muhammad... (konyol)
sama/tidak dengan injil yang dulu ditutunkan ke isa????

- lihat lagi dalil2 post #5? apa bunyinya kek gitu?
- sama, karena Tuhan tentunya mengajarkan kebenaran dari sejak awal mula!


- katanya kisah isa di alquran itu injil aseli
mosok injil asli diturunkan ke muhammad?
- mana buktinya sama??? wong yang ada dan dibilang aseli hanya versi muhammad
by SEGOROWEDI
on Sat Jul 11, 2015 3:26 pm
 
Search in: FORUM KHUSUS : (DISKUSI)
Topik: DAPATKAH MUHAMMAD SAW & UMAT MUSLIM MENGAMALKAN AYAT SUCI AL-QURAN-NYA, (AL-BAQARAH, 2:136) ?
Balasan: 127
Dilihat: 10001

DAPATKAH MUHAMMAD SAW & UMAT MUSLIM MENGAMALKAN AYAT SUCI AL-QURAN-NYA, (AL-BAQARAH, 2:136) ?

@SEGOROWEDI wrote:
@frontline defender wrote:yang dulu nggak pernah ditulis tapi di kemudian hari tertulis di Al-Quran itu kan Injil yang asli, bukan Injil yang palsu (yang sekarang juga disebut dengan PB)!

injil yang dirurunkan ke muhammad... (konyol)
sama/tidak dengan injil yang dulu ditutunkan ke isa????

- lihat lagi dalil2 post #5? apa bunyinya kek gitu?
- sama, karena Tuhan tentunya mengajarkan kebenaran dari sejak awal mula!
by frontline defender
on Sat Jul 11, 2015 2:47 pm
 
Search in: FORUM KHUSUS : (DISKUSI)
Topik: DAPATKAH MUHAMMAD SAW & UMAT MUSLIM MENGAMALKAN AYAT SUCI AL-QURAN-NYA, (AL-BAQARAH, 2:136) ?
Balasan: 127
Dilihat: 10001

DAPATKAH MUHAMMAD SAW & UMAT MUSLIM MENGAMALKAN AYAT SUCI AL-QURAN-NYA, (AL-BAQARAH, 2:136) ?

@aliumar wrote:
tapi di kemudian hari tertulis di Al-Quran itu kan Injil yang asli

jadi Injil yg asli diturunkan kpd muhammad, utk kemudian dituliskan ke dalam Quran, begitu?

maksudnya Injil yang asli sudah ada/jadi satu dalam Al-Quran (lihat lagi dalil2 post #5))!
by frontline defender
on Sat Jul 11, 2015 2:41 pm
 
Search in: FORUM KHUSUS : (DISKUSI)
Topik: DAPATKAH MUHAMMAD SAW & UMAT MUSLIM MENGAMALKAN AYAT SUCI AL-QURAN-NYA, (AL-BAQARAH, 2:136) ?
Balasan: 127
Dilihat: 10001

Kuatnya pengaruh budaya,agama, ajaran Sabi/Sabean/Sabiin terhadap ajaran Muhammad Saw

apa hubungannya dgn #5
main akrobat ya
terbukti nabimu membajak informasi yang salah/keliru, bisa anda tandingi dengan bukti lain ?
by bukajalan
on Mon Apr 06, 2015 12:46 pm
 
Search in: ISLAM
Topik: Kuatnya pengaruh budaya,agama, ajaran Sabi/Sabean/Sabiin terhadap ajaran Muhammad Saw
Balasan: 75
Dilihat: 9999

Allah bukanlah manusia

@Kedunghalang wrote:
@SEGOROWEDI wrote:
tret ini sudah terjawab di #5


Allah Yang Menciptakan dan Memelihara secara bertahap sekalian alam dengan segala isinya, termasuk manusia.
Manusia adalah salah-satu dari ciptaan Allah Yang Mahapencipta.


gak paham ya?
kalau manusia suka dusta dan sebagainya
Allah tidak seperti manusia yang suka dusta dan sebagainya

ngerti son?
by SEGOROWEDI
on Wed Feb 18, 2015 1:39 pm
 
Search in: FORUM KHUSUS : (DISKUSI)
Topik: Allah bukanlah manusia
Balasan: 190
Dilihat: 6494

Allah bukanlah manusia

@SEGOROWEDI wrote:
tret ini sudah terjawab di #5


Allah Yang Menciptakan dan Memelihara secara bertahap sekalian alam dengan segala isinya, termasuk manusia.
Manusia adalah salah-satu dari ciptaan Allah Yang Mahapencipta.
by Kedunghalang
on Tue Feb 17, 2015 9:58 pm
 
Search in: FORUM KHUSUS : (DISKUSI)
Topik: Allah bukanlah manusia
Balasan: 190
Dilihat: 6494

Allah bukanlah manusia


tret ini sudah terjawab di #5
by SEGOROWEDI
on Mon Feb 16, 2015 10:58 am
 
Search in: FORUM KHUSUS : (DISKUSI)
Topik: Allah bukanlah manusia
Balasan: 190
Dilihat: 6494

Wake up Christian Majority Nations

@dee-nee wrote:
@SEGOROWEDI wrote:
perbudakan adalah realita sosial hampir setua sejarah manusia itu sendiri
sampai hari ini (meski istilahnya diganti) juga masih ad
ribuan tahun yang lalu Tuhan sudah mengajarkan seperti itu
lha apa muhammad-mu mampu mengajarkan lebih baik dari itu?
ayo dijawab!

korban brainwashed sedang ngeles ...
bukannya jawab pertanyaan malah OOT

pusing 

Jadi perbudakan di Amerika itu karena kelompok kristen atau yahudi ???
Perbudakan identik dengan rasisme >>> jadi yang rasis itu kelompok kristen atau yahudi ??
Perbudakan identik dengan ketidak setaraan >>> jadi yang memperlakukan manusia tidak setara itu kelompok kristen atau yahudi ??
Perbudakan identik dengan kesombongan >>> jadi yang sombong itu kelompok kristen atau yahudi ??

dijawab lah .... percaya atau ga sama Duke ??

selama tidak ada yang berani menjawab ... post #5 saya masih berlaku yah

ehmm


Saya setuju dengan statement SEGORO WEDI.. bahwa perbudakan itu sudah setua sejarah manusia. Bukan cuman kelompok Eropah saja yg melakukan perbudakan. Di middle east ARAB juga banyak perbudakan. Yang dijadiin budak juga bukan cuman Afrika doang. Orang Eropah tawanan perang juga dijadiin budak. Bahkan perbudakaan di Oman baru di abolish thn 1970.. sedangkan di Amrik sudah dihapus jauh sebelumnya.

Amerika mayoritas beragama Kristen, tentu saja perbudakan dan ketidak setaraan waktu itu dilakukan oleh Kristen Amerika. No denial disini.
Tapi pembebasan budak juga dilakukan oleh Kristen Amerika (mereka enggak segan2x mengorbankan nyawa buat membebaskan budak). No denial juga disini. Ingat penyebab terjadinya CIVIL WAR salah satunya adalah SLAVERY.
So disatu pihak Amerika Kristen melakukan perbudakan dipihak lain Amerika Kristen  mau membebaskan budak. Trus apa mau gebyak uyah kalo Kristen mengajarkan perbudakaan..?

Menyalahkan Yahudi dalam hal ini, sama saja melakukan denial terhadap sejarah. (Whats new kan kalo bicara mengenai David Duke.. Holocaust denial).
by Shiloh
on Thu Feb 12, 2015 9:48 am
 
Search in: Arsip Nasional (RESOURCE CENTRE)
Topik: Wake up Christian Majority Nations
Balasan: 1008
Dilihat: 12365

fisika quantum..mendahului atow didahului?

paok wrote:pr saja buat km rajin baca/ngafal qoran/hadis

PR ya? hahaha...

paok wrote:emang blm ada & anda brmimpi 200 thn yl saat Yesus berada di bumi
setahuku WUJUD ALLAH tidak dapat diukur dgn teori apapun
sebab Yesus 100 % Manusia & 100 % ALLAH


gak dapat diukur tapi berwujud manusia? piye sih?
100% Manusia 100% Allah itu gimana penjelasannya?

paok wrote:Yesus 100 % Manusia & 100 % ALLAH, dengan teori apa anda mengukur/menguji wujud ALLAH ?

yang di #5 saya copas dari salah satu situs, penulisnya seorang kristen yg coba membuat penjelasan2 logis tentang wujud Yesus 100 % Manusia & 100 % ALLAH dgn mencocok2kan terori FQ itu, tapi saya pribadi tdk berminat dlm hal2 demikian

mending bahas saja santetmu ...


katanya Yesus TIDAK DIBATASI/GENTAR DENGAN RUANG DAN WAKTU tapi berada dalam ruang dan waktu? piye sih?
by mystery
on Wed Feb 04, 2015 9:56 pm
 
Search in: ISLAM & SCIENCE
Topik: fisika quantum..mendahului atow didahului?
Balasan: 34
Dilihat: 2585

fisika quantum..mendahului atow didahului?

@mystery wrote:
@Paradise OK wrote:bukti tidak sebatas nur/nurhayati
alquran sendiri yang nulis ISA akan menghakimi


maksudnya? Isa menghakimi siapa? Tunjukin saja ayatnya..

pr saja buat km rajin baca/ngafal qoran/hadis

@Paradise OK wrote:
@mystery wrote:
@Paradise OK wrote:
@mystery wrote:
@Paradise OK wrote:oh cuman main2 toch ...
trus mo main2 kek apa santetmu gak bakalan ketemu dgn fq


saya nanya kok gak dijawab? malah ngomel kek ibu" rumpiun.

@Paradise OK wrote:
8:12 Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup."

JAUH LEBIH SEMPURNAH DAN TIDAK TERUJIKAN DENGAN TEORI FISIKA QUANTUM
PADA SAAT YANG SAMA ADA DI BUMI PADA SAAT YANG SAMA PULA ADA DI SORGA
ITULAH BUKTI TUHAN DI ATAS SEGALA-GALANYA
TIDAK DIBATASI/GENTAR DENGAN RUANG DAN WAKTU, FISIKA QUANTUM


untung saat itu FQ belum muncul, coba kl dah muncul pasti tubuh yesus bisa diketahui disusun oleh apa.
ehmm ehmm

jgn bermimpi dgn mesin waktu
atau mo pake model kek temanmu,  ilah-nya/mu disamakan dgn fq ?, silahkan saja
TANPA ADA UPAYA COCOKMOLOGY YESUS TELAH MEMBUKTIKANNYA



saya ngomong apa anda jawab apa..
siapa yang menyamakan ilah dengan quantum? anda mabuk?

khawatir khawatir

nih dikepalamu : untung saat itu FQ belum muncul ....
#8
bahkan kek santet-mu
tape deh ....


@mystery wrote: lah emang kenyataanya FQ belum muncul kan? anda ngerti gak dengan tulisan saya? yesus punya tubuh/badan, sedangkan setiap materi didunia ini disusun oleh apa?

sedangkan anda bilang sbb :

emang blm ada & anda brmimpi 200 thn yl saat Yesus berada di bumi
setahuku WUJUD ALLAH tidak dapat diukur dgn teori apapun
sebab Yesus 100 % Manusia & 100 % ALLAH
@mystery wrote:
@Paradise OK wrote:
8:12 Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup."

JAUH LEBIH SEMPURNAH DAN TIDAK TERUJIKAN DENGAN TEORI FISIKA QUANTUM
PADA SAAT YANG SAMA ADA DI BUMI PADA SAAT YANG SAMA PULA ADA DI SORGA
ITULAH BUKTI TUHAN DI ATAS SEGALA-GALANYA
TIDAK DIBATASI/GENTAR DENGAN RUANG DAN WAKTU, FISIKA QUANTUM


yang merah bener-bener wow banget usil usil

Yesus 100 % Manusia & 100 % ALLAH, dengan teori apa anda mengukur/menguji wujud ALLAH ?

yang di #5 saya copas dari salah satu situs, penulisnya seorang kristen yg coba membuat penjelasan2 logis tentang wujud Yesus 100 % Manusia & 100 % ALLAH dgn mencocok2kan terori FQ itu, tapi saya pribadi tdk berminat dlm hal2 demikian

mending bahas saja santetmu ...


by Paradise OK
on Fri Jan 30, 2015 12:23 am
 
Search in: ISLAM & SCIENCE
Topik: fisika quantum..mendahului atow didahului?
Balasan: 34
Dilihat: 2585

Kembali Ke Atas

Halaman 11 dari 11 Previous  1, 2, 3 ... 9, 10, 11

Navigasi: